Hang FM Radio Dakwah ?


Abi Yusuf station manager hang fm

Abu Yusuf station manager hang fm

“Salam pak, lagi di tunggu di radio Hang FM” begitu bunyi sms yang masuk ke hand phone ku pagi tadi Senin (8/3)  dari no +65837389xx, nomor depan +65xxxxxxx  adalah kode negara Singapura. Wah bukan main ini radio sampai penggemar nya di Singapura meng – sms – ku . “Iya pak kan peminat setia Hang FM ” balasnya lagi melalui sms .

Iya memang sehari sebelum nya aku dihubungi station manager Hang FM, “Kalau bisa pukul 07.45 sudah di tempat ya pak”  kata Abu Yusuf demikian nama panggilan station manager radio yang mengudara di frequenci 106 FM itu. Ber iya iya betul dia agar aku tepat waktu. Tetapi apa lacur pukul delapan aku masih berada di sekolahan.

Sepanjang perjalanan menuju ke Batam Center, aku mendengar kan celoteh Abu Yusuf yang langsung memandu acara yang dikemas dalam input dan output itu, wah banyak juga telephon yang masuk gumamku. Rupaya sepanjang siaran berlangsung  Abu Yusuf si pemandu acara, menyebutkan nara sumber yang di undang dan dihubunginya belum ada satu pun yang datang.

Tak Boleh Musik ?

Penggemar radio ini cukup banyak di Singapura, begitu pun di Johor Bahru, karena memang siaran radio yang anti musik ini sampai menembusi cakralawa negara tetangga itu.

Tak ada lagu yang di putar di radio itu, kalau pun ada suara hanya suara deritan pintu atau suara seperti air yang tercurah.  Untuk intro, jedah antara dua acara misalnya ada suara seperti ketokan saja, benar benar tak ada suara lagu yang mengalun layak nya radio radio lain.

Lampu tombol telpon terus berkelap kelip saat aku masuk ke ruang studio yang baru di pugar sejak Kebakaran setahun yang lalu  itu.  “Alhamdulillah pak Imbalo sudah datang ” ujar Abu Yusuf kepada pendengar nya. Pertanyaan pun bertubi tubi , topik pagi hari itu mengangkat masalah makanan halal.

Dari mulai restoran, rumah makan, pengurusan sertifikat halal, sampai masaalah perdagangan bebas dengan cina, mengalir tak terasa sudah satu jam.

Sambil menjawab pertanyaan dari pendengar,  terpikir pula  olehku akan  rekan rekan  di  Malaysia, bukan yang di Johor Bahru tetapi yang arah ke Utara , yang sekarang sedang ramai ramai nya mempersoal kan faham  Wahabi.

Radio yang ber motto kan spirit of sunnah ini jangan harap mentolerir anggotanya merokok, begitu pun dengan gambar gambar berujud manusia. Hampir semua atau boleh dikatakan semua buku buku dan vcd yang di jual di toko buku yang berada di samping ruang studio tak bergambar manusia , apalagi gambar itu perempuan.

Tetapi radio ini tidak tabu terhadap iklan, banyak iklan saat jedah di putarkan, terutama  iklan obat obatan yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit.  Tak etis rasanya ingin membantah soal iklan yang ada di radio itu, ya nama nya iklan pastilah memuji produk yang ditawarkan.

Kembali ke soal Dakwah dari Radio Hang FM ini tadi, kalau lah sempat di dengar oleh para ulama yang memposisikan diri Ahli Sunnah Wal Jamaah  yang begitu antinya terhadap faham Wahabi .

Hai lebih teruk lagi daripadakan sekedar tidak berqunut dan tak menjahirkan bacaan Basmallah.

Bagimana ya……mereka pun mengklaim pengikut sunnah

Melayu, Masihkah Identik Dengan Islam ?


Pak Arik dengan seperangkat alat musiknya , alat alat musik peninggalan atok yang masih terawat dengan baik, tetapi anak cucunya sudah tak berapa berminat lagi untuk menghapal lagu lagu melayu yang didendangkan oleh pak Arik

Pak Arik dengan seperangkat alat musiknya , alat alat musik peninggalan atok yang masih terawat dengan baik, tetapi anak cucunya sudah tak berapa berminat lagi untuk menghapal lagu lagu melayu yang didendangkan oleh pak Arik

Jadi juga mampir di Phuket, setelah kembali dari Kaw Thoung Myanmar yang rencana semula hendak tiga hari disana , karena aparat tak mengizinkan kami lebih dari 3 kilometer keluar dari kota, kami putuskan kembali saja ke Thailand.

Hari itu senin (1/3) selepas shalat Juhur jamak takdim kami berlepas dari Kaw Thoung menuju Ra Nong Thailand.  Dari Ra Nong menuju provinsi Phang Nga kami lalui dengan santai sembari menikmati pemandangan alam pantai timur Thailand.

Banyak kesan yang kami bawa dari Kaw Thoung (baca Kok Song), rencana bila nanti akan mengunjungi Myanmar sebaiknya melalui udara ke ibukota Rangon saja. Pernah juga aku ke Myanmar melalui perbatasan Mae Sai Chiang Rai Thailand Utara , kota yang terdekat dengan Mae Sai itu adalah Ta Chi Lek, disitu pun banyak muslim tetapi jarang terlihat hampir tidak ada yang mirip melayu, apalagi yang dapat berbahasa melayu, tidak seperti di Kok Song.

Ratusan kilometer dari Ra Nong menuju Phang Nga (baca pak nga) disepanjang jalan banyak kita jumpai masjid. Dan banyak penduduk disitu yang pandai berbahasa melayu, tak sulit untuk mendapatkan makanan halal disepanjang perjalanan yang di lalui.

Hari menjelang petang kami belum lagi masuk ke provinsi Phuket. Entah apa di sebut phuket, mungkin asal kata dari pukat yaitu sejenis alat penangkap ikan yang lumayan besar. Phuket adalah sebuah pulau terpisah dari tanah besar Thailand, dihubung dengan sebuah jembatan tak terasa seakan bersatu dengan tanah besar Thailand.

Indah memang saat itu melihat matahari hampir terbenam, masih jauh lagi kota Phuket, malam itu kami bermalam di Su  Rein. Di Guest Haouse teman di pinggir pantai Su Rein, sarapan pagi makan nasi krabu, hem lezat betul dengan campuran budu khas Thailand.

Pantai Rawai Phuket Thailand, suku laut yang dulu awal bermukim disitu kini terpinggirkan, di pinggir pantai itu berdiri ratusan gerai menjual souvenir , dimaksudkan untuk mereka tetapi tak satu pun dari gerai itu milik mereka

Pantai Rawai Phuket Thailand, suku laut yang dulu awal bermukim disitu kini terpinggirkan, di pinggir pantai itu berdiri ratusan gerai menjual souvenir , dimaksudkan untuk mereka tetapi tak satu pun dari gerai itu milik mereka

Rencana tempat yang akan kami kunjungi adalah Rawai , Rawai sama dengan Su Rein adalah pantai pantai yang ada di Phuket. Di Rawai di kampung di pinggir laut itu banyak di temui orang yang masih dapat berbahasa melayu.  Tetapi tak satu pun dari mereka yang ber agama Islam. Di Rawai mereka di panggil suku laut. Tak jauh berbeda dengan suku laut yang ada di kepulauan Riau di sekitaran Batam , kehidupan mereka pun hampir sama. Terpinggirkan dan tak terperhatikan.

Ketua suku Laut yang ada disitu bernama Arik berusia sekitar 65 tahun senang sekali dengan kedatangan kami, terutama aku yang dari Indonesia ” ma cag Indonesia kun Dio” ujar ku kepada pak Arik , pak Arik tersenyum, terlihat lesung pipit dipipi yang sudah mulai keriput itu.  “Tok kami sebut dulu dia orang dari Indonesia” jelas pak Arik. Tetapi pak Arik tak tahu Indonesia dari daerah mana. Pak Arik pun menjelaskan sewaktu kecil dulu dia di kampung Rawai itu tak ada orang selain kelompok dan keluarga mereka .Yang dia tahu tok nya ada yang bernama Berahim, Dolah,  Seman. sekarang pun ada pak Putih, ada mak Iyam, Timah.

Sewaktu ianya sekitar berusia 12 tahun mulai lah kampung mereka di datangi oleh orang asing, sejak itu mereka pun tak leluasa lagi untuk pergi ke pulau pulau sekitaran Rawai , pak Arik menunjukkan pulau pulau di depan pantai Rawai yang kini tak boleh mereka singgahi karena disana telah berdiri bungalow dan penginapan warga asing.

Pilihan Yang Pahit

Dia masih ingat bagaimana tok dan bapak nya berjuang untuk hidup dari intimidasi orang Siam, hanya ada dua pilihan bagi suku laut kala itu, masuk masjid mati ditenggelamkan atau nak masuk wat selamat.

Pak Arik tak tahu asal mereka, tetapi pak Arik adalah generasi ketiga yang tinggal di Rawai dan hanya generasi mereka lah yang masih dapat berbahasa melayu. Anak dan cucu nya langsung tak dapat lagi bercakap dengan bahasa melayu.

Tok Bomo

Hampir tak ada jedah pak Arik terus bercerita, tak terasa dua jam mendengar keluh kesahnya.  Aku dibawa kerumah nya dikenalkan dengan isterinya. Dirumah itu ada seperangkat alat musik untuk pertunjukan ronggeng melayu. Ada sebuah biola tua peninggalan atoknya ,  dan hanya pak Arik saja lah yang dapat memainkan alat musik itu dari sekian ribu komunitas suku laut yang ada disitu.

gambar pak Arik sewaktu muda

gambar pak Arik sewaktu muda

Dan pak Arik seorang pula yang masih hafal dengan jampi jampi untuk mengusir jin jahat. Itulah sebabnya pak Arik di panggil tok bomo. “Coba lah sebut rafal jampi untuk pengusir jin itu”  pinta kami. Pak Arik pun mengucapkan jampi nya sbb : “Assalamualaikum, Alaikumsalam, Lailaha …….. hai jin penunggu jangan engkau menggangu… kalau asalmu dari daun kembali ke daun asalmu dari air kembali ke air sasalmu dari pokok kembali ke pokok………… dan lain lain … ”  Dengan sembur sana sini serta menabur bertih biasan ya jin itu pun pulang ke tempat asalnya….. “Begitu pula jin yang masuk menggangu ke tubuh manusia”, jelas pak Arik kepada kami

Saat kami tanya tau tak arti Assalamualaikum dan La ilaha itu , pak Arik malah melihat ke wajah kami berganti ganti .

Pak Arik pun bercerita kalau saat dia kawin dulu di tabuh kompang dan ada silat sebagai pengiring pengantin. Kompang itu masih ada hingga kini , tetapi silat sudah tak ada lagi karena tak ada yang mengajari.

Pak Arik pun terkesima saat ku beritahukan bahwa semua jampi jampi dia itu ada belaka di tempat kami, tambah merapat lah pak Arik kepadaku karena akupun punya jampi yang lebih ampuh dari jampi pak Arik yang dapat mengusir seluruh setan jin jembalang yang ada di dunia ini. Aku berjanji dengan pak Arik satu waktu tidak dalam waktu yang lama akan datang kembali ke Rawai membawakan buku jampi jampi bukan saja untuk mengusir jin jembalang tetapi juga memberikan kunci surga kepada pak Arik.

Dari Mana Asal Mereka ?

Kalau di tilik dari kata Rawai  tempat tinggal suku laut yang ada di situ, tak membuat kerut kening, suku laut yang memang hidup di laut tahu belaka apa itu rawai , yaitu alat penangkap ikan dan mereka pun tinggal di pulau Phuket , berubah dari kata pukat, yang juga sejenis alat penangkap ikan.

Di  Phuket banyak pantai, selain Rawai Su Rein , ada lagi pantai Kamala disitu ada kampung yang bernama kubo Muslim maksudnya kubur orang muslim.

Satu lagi pantai yang menjadi andalan Phuket adalah Patong (Patung) Beach. Di Pantai Patung ini banyak terdapat anak suku laut yang menjadi pemandu olah raga pantai paragliding.

Phuket  Tahiland dengan Langkawai Malaysia tak jauh dari Lhok Semawe Aceh Indonesia, di sekitaran Phuket pun banyak pulau pulau yang orang disana menyebutnya Kok. Seperti Kok Lanta , dimana di daerah itu banyak penduduknya berbahasa melayu.

Selepas magrib hari berikutnya Phuket kami tinggalkan menuju Pulang, banyak yang masih tersisa kenangan dengan pak Arik belum sempat ku tuliskan, bagaimana dia menyanyikan lagu lagu melayu dengan biolanya, dengan suara tuanya , lagu itu sangat populer dinyanyikan puluhan tahun dulu nya di kota kami di Medan dan Deli Serdang , siapa yang tak ingat Mainang Pulau Kampai.  Serampang Dua Belas………. tetapi anak cucu pak Arik tak pandai lagi merapal jampi , tak pandai lagi bekecek melayu, tak pandai lagi main kompang. Yang lebih ironis lagi mereka masih menyebut suku laut orang melayu tetapi sudah tak mengenal Islam.

Daftar Klaim Negara Lain Atas Budaya Indonesia


tari-pendetdlm

Kasus Tari Pendet dari Bali membuat kita tersentak, beragam komentar tentang hal itu, Tari Pendet ini menambah artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain.

Berikut adalah daftar nya :

1. Batik dari Jawa oleh Adidas

2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia

3. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia

4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia

5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia

6. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia

7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda

8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda

9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda

10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing

11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia

12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia

13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia

14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia

15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia

16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia

17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia

18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia

19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia

20. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh    Oknum WN Perancis

21. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris

22. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia

23. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika

24. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd

25. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia

26. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda

27. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang

28. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia

29. Kain Ulos oleh Malaysia

30. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia

31. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia

32. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia

Mbah Surip…………………….Meninggal


Mbah Surip……….. Innalillahi wa inailahirajiun…………….meninggal dunia ????????????????????

Tuhan tiba-tiba saja mengangkat derajat Mbah Surip dengan begitu cepat lewat tembang “Tak Gendong”. Dari seorang yang hidup menggelandang dan tak dilirik orang, sontak menjadi selebritis dengan kekayaan terakhir tercatat Rp82 miliar.

Dan tiba-tiba saja, ketenaran Mbah Surip diangkat secara mendadak pula. Tuhan dengan cepat memangggil laki-laki yang tengah berada di titik kulminasi popularitas. Mbah Surip kini telah tiada.

Laki-laki yang menggelandang di ibukota dengan mimpi terakhirnya ingin mempunyai sebuah helikopter ini menghembuskan nafasnya pada hari Selasa (4/8) pukul 10.30.

Menurut informasi, bah Surip di bawa ke RS Pusdikkes, Jakarta Timur.”Meninggal pukul 10.30 WIB. Dibawa ke sini sudah meninggal,” kata Ibu Omega, bagian rekap medis di RS Pusdikkes, Jakarta Timur. Belum jelas Mbah Surip meninggal karena penyakit apa. Dia meninggalkan 4 anak dan 4 cucu setelah 26 tahun menduda

Banyak komentar untuk beliau…………banyak sekali malah……….. di usianya yang senja 60 tahun Urip begitu dia disapa sewaktu mudanya menjadi fenomenal.

Banyak orang terkesiam disaat begitu populer nya Dia dipanggil oleh khaliq nya

Banyak orang terkesima disaat begitu populer nya Dia dipanggil oleh khaliq nya

Banyak sekali yang kehilangan dia, meskipun tidak setenar M Jackson yang mendunia, tetapi untuk di Tanah air ketenaran nya dapat menyaingi Manohara, malah diatasnya, bisa dibuktikan dengan ringtone yang mencapai puluhan miliar rupiah.

Keinginan nya memiliki helikopter untuk memudahkan nya kesana kemari tetapi bukan lah tujuan nya, tetapi untuk agar ada penyanyi kita yang punya dan memiliki helikopter sendiri.

Terpikir pula tentang rambut gimbal nya, besok Rabu Insyaallah beliau akan di makam kan di Jakarta,  dengan sampo apa pulak pencuci rambut nya itu agaknya.

Mbah Surip meninggal kan kenangan indah, sayang beliau belum sempat melaksanakan haji atau umrah.

Selamat jalan mbah Surip semoga engkau meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah diterima amal amal mu di sisi Nya.

Mbah Surip akan dimakamankan tepat di bawah rindangnya pohon jengkol di Pemakaman Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jawa Barat.

Liang lahat untuk jenazah Mbah Surip sudah selesai digali. Lubang berukuran 2×1 meter itu persis berada di bawah pohon jengkol setinggi lebih dari 2 meter tak jauh dari jenazah Mbah Surip kini disemayamkan.

Pelantun lagu ‘Tak Gendong’ itu disemayamkan di Aula Bengkel Teater atau sekitar 50 meter dari liang lahat Mbah Surip. Komplek Bengkel teater milik penyair WS Rendra itu memang ada sejumlah makam, kurang lebih 5 pusara.

“Yah memang itu liang lahat untuk almarhum,” jelas salah seorang petugas penggali makam

Rumah Hitam, Tarmizi dan Penggiat Seni


Ria Saptarika wakil walikota Batam di Rumah Hitam, tak sempat nak melihat Rido beraksi membacakan puisi nya.

Ria Saptarika wakil walikota Batam di Rumah Hitam, tak sempat nak melihat Ridho beraksi membacakan puisi nya. Padahal Ridho sangat-sangat nak di tengok Kak Ria berekspresi , Ria Saptarika juga adalah Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Batam

Assalamualaikum, tanpa mengurangi rasa hormat kami mengundang Bapak Ibu Tuan dan Puan agar sudi kiranya menghadiri pembukaan Rumah Hitam Syawal arts festival hari ini jumat (24/10) jam 2 siang di komunitas seni Rumah Hitam. InsyaAllah dibuka wawako Batam.

SMS Tarmizi kepada ku, kuterima pagi tadi Jumat (24/10) sekitar pukul 09 .00 wibb.

Belum banyak yang datang sewaktu kami tiba di Sei Harapan di lokasi komunitas seni Rumah Hitam, dimana acara festival syawalan ini akan di langsungkan. Selepas dari Masjid Raya Batam langsung ke Sei Harapan, kami janjian makan siang di warung Komunitas Rumah Hitam, disana, biasanya ada ikan bakar lumayan rasanya.

Tarmizi, menyambut kami, rambutnya masih seperti yang dulu diekor kuda seragam hitam – hitam dengan celana komprang, ciri khasnya.

Duduk lesehan makan di tenda-tenda yang ada disekitaran panggung utama rumah hitam, selesa rasanya,  terihat rombongan ibu-ibu yang memakai seragam orange dengan kompang ditangannya sebagian mereka sedang mematut diri akan tampil perdana agaknya.Di pondok yang lain group rebana dari SD At Taoriq pun tak mau ketinggalan.

Ridho sedang melatih membaca puisi "Doa Rumah Hitam" saat sebelum pertandingan

Ridho sedang melatih membaca puisi

Seorang anak yang cukup besar postur tubuhnya, sedang berlatih membacakan puisi wajib “Doa Rumah Hitam”  Ridho, begitu namanya di panggil putra seorang dokter kandungan ini pernah mewakili Pramuka Batam ke London Inggris saat Jambore Internasional Pramuka disana.

Wawako datang, acara festival Syawalan yang baru pertama kali ini diadakan di Batam pun dibuka, Tarmizi terlihat sumringah, Tarmizi pria agak bertubuh sedang mengarah ke kecil ini kukenal akrab sejak dia menjadi wartawan harian LANTANG lokal di Batam, kini harian itu sudah almarhum,  tak ingat lagi persisnya, tetapi sejak April 2000 setelah dia  bermukim di pondok Rumah Hitam yang didirikannya,  pria agak nyentrik ini memposisikan diri menjadi seniman. “Aku ini seniman bang, lebih ke sastra dan teater” kata Tarmizi satu waktu kepadaku.

Aku pun tak tahu siapa saja seniman yang ada di Kota Batam, apakah orang seperti Tarmizi ini sudah dapat dikatakan seniman? , Lahan komunitas Rumah Hitam terletak persis di pinggir Jalan sebelah kanan arah ke Sekupang, simpang Gedung Beringin yang cukup terkenal di era 80 sampai tahun 90an dimasa jayanya Golkar dan Suharto.

Di lahan seluas 1 hektar itu lah berdiri pondok pondok yang serba hitam mendominasi, acap aku kesana, di warung Tarmizi ini ada makanan khas mandailing daun ubi tumbuk. Tarmizi cukup bangga dengan komunitas Rumah Hitam dan keseniannya, kemari pernah datang orang sekelas Sutardji Colzoum Bachri Presiden penyair Indonesia, Taufiq  Ismail, Nano Riantiarno, Hamsad Rangkuti, Ratna Riantiarno bertandang dan membacakan puisinya. Sari Madzid dan Budi Ros pun pernah datang ke komunitas Rumah Hitam.

Siapa saja seniman Batam? Tarmizi pun tak dapat menjawabnya, Hasan Haspahani, Ramon Damora, tersebut nama oleh nya, kedua nama itu adalah juga wartawan yang memang sering menulis puisi di Korannya, ada Samson Rambah Pasir, cerpenis yang acap membuat acara Kenduri Seni Melayu, tetapi belakangan ini sejak walikota Akhmad Dahlan KSM itu tak diadakan lagi. Kesemua mereka bukan lah jati anak Batam.

Murid SD Islam At Toriq sedang menunjukkan kebolehannya di Festival Syawal 1429 H

Murid SD Islam At Toriq sedang menunjukkan kebolehannya di Festival Syawal 1429 H

Wawako Ria Saptarika yang memberikan sambutan di pembukaan acara itu, memuji bang Tarmizi, terus bergiat di dalam berkeseniaan, ini bisa ajang menjadi tujuan kunjungan wisata katanya, Batam yang digadang tahun 2010 menjadi tujuan wisata manca negara,  mungkinkah nanti orang seperti Ridho, dan murid SD At Toriq itu yang jadi seniman Batam?

Ternyata Batam belum punya seniman?

Saus Tomat Sambal Ala Bistro Godiva Batam


Bistro Godiva di Mega Mall Batam Center, tak hanya menjual dan menyugukan kopi tetapi juga menjual makanan cepat saji, ada bakso dan makanan lain yang memerlukan tambahan saus disitu, mungkin agar lebih kreatif sang manajer yang masih muda yang mengelola Bistro  Godiva itu membuang lebel saus tomat dan saus Cabe dari botol saus yang sebenarnya yaitu INDOFOOD.

Padahal perbuatan itu dilarang oleh Undang-Undang lho. Label INDOFOOD dirubah menjadi label Bistro Godiva, tidak dari segi perlindungan konsumen saja, dari segi Hak Cipta pun Bistro Godiva ini telah melanggar aturan.

Masih memakai botol Produk INDOFOOD, sambal dan saus tomat itu di beli dalam parti besar kemudian dimasukkan kembali ke dalam botol yang berlogo INDOFOOD, proses refill seperti itu juga dilaksnakan oleh produk kecap cap prenjak produksi Tanjung Pinang, botol yang mereka pakai adalah botol bekas minuman TIGER.

Stiker yang di tempel di lebel botol INDOFOOD itu menurut sang manajer  sudah mendapat izin dari distributor yang ada di Batam. Sayang nya sang manajer  yang kami temui tak dapat menunjukkan bukti ada surat tertulis antara Bistro Godiva dengan INDOFOOD, “hanya persetujuan lisan saja” ujar sang manajer .

Bagaimana INDOFOOD ?

Ini lah tampang sang manajer Bistro Godiva itu.

Restoran Yang Mencantumkan Logo Halal Tapi Tak Punya Sertifikat Halal


Berani-berani mencantumkan logo halal, tapi tak mempunyai sertifikat halal, hati2 lho bisa kena denda 5 miliar rupiah atau kurungan 2 tahun penjara, itu melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen no 8 tahun 1999 pasal 8 item h.

Buat Iklan berbuka bersama di koran mencantumkan logo halal, tetapi tak berproduksi secara halal, namanya mengelabui masyarakat. hukuman nya miliaran rupiah.

Marak iklan berbuka bersama di restoran dan hotel-hotel berbintang. tetapi restoran dan hotel itu tak mempunyai sertifikat halal, hanya 3 hotel di Batam yang mempunyai sertifikat Halal, yaitu Hotel Haji , Hotel Nagoya Plaza, Hotel Virgo. lainnya diragukan kehalalan nya , tetapi ramai lho orang muslim yang makan dan berbuka disitu, pak haj, dan buk haji yang pagi nya berpuasa makan enak disitu.

 

 

%d blogger menyukai ini: