Semalam di Ulu Tiram Johor Malaysia (Rumah Noordin M Top)


pak Rusdi bapa mertua Noordin M Top

pak Rusdi bapa mertua Noordin M Top

Ulu Tiram, adalah sebuah kampung yang pernah cukup menyita perhatian dunia. Sabtu (27/03)  dini hari aku berkesempatan mampir di kampung itu. Tak terbayangkan oleh ku sebelum nya bagaimana bentuk perkampungan yang katanya “melahirkan” orang yang paling di cari di seluruh dunia, yaitu Noordin M Top.

Masuk ke kampung itu melalui jalan sempit beraspal namun hanya dapat di lalui sebuah kenderaan roda empat saja

Madrasah Lukmanul Hakim Ulu Tiram

Rumah bercat kuning tampak sepi, bangunan itu berpagar kawat tetapi tak berpintu, itulah rumah mertua Noordin M Top , di rumah itu tinggal balu dan yatim dari almarhum. Disamping kanan rumah yang berukuran sekitar 6 meter kali 12 meter itu ada jalan ke belakang tidak beraspal, dan persis di samping nya berdiri bangunan yang sudah tak di pakai lagi, itulah bangunan madrasah Lukmanul Hakim, madarasah tempat Noordin M Top pernah mengajar.

Bangunan madrasah yang cukup sederhana itu bertingkat dua, ruang nya sekitar 6 x 6 meter terdiri dari 6 kelas terlihat kusam, terus kebelakang ada bangunan yang sudah tak beratap lagi, konon kabarnya bangunan yang berbentuk L itu di bongkar untuk membuktikan kalau madarasah itu sudah tak beroperasi lagi.

Aku melangkah masuk ke halaman samping dari belakang rumah bercat kuning, semua pintu dan jendela masih tertutup, karena hari itu masih pagi sekali sekitar pukul 7 pagi waktu setempat.

Ada rasa khawatir juga masuk ke halaman rumah itu, takut kalau – kalau sang empunya rumah punya tanggapan yang tidak tidak terhadapku.  Tak lama seorang tua datang menyambut sambil memperhatikanku agak menyelidik, dan bertanya ada keperluan apa?.

“Hanya silaturahmi saja pak” ujar ku sembari menjelaskan tak ada apa – apa maksud tertentu, hanya ingin melihat dengan mata kepala  kampung Ulu Tiram dan madrasah Lukamanul Hakim.

Kepada pak Rusdi demikian nama bapak tadi kujelaskan juga, sudah sejak lama ingin menjambangi kampung itu, apa istimewanya. Kelihatan pak Rusdi tak begitu percaya dengan penjelasan ku, dan itu ku maklumi.

Pak Rusdi pun menjelaskan bahwa sesiapa yang datang ke rumah beliau selepas tetamu pulang ada yang datang menemui beliau menanyakan siapa tamu yang datang. Begitu pun bila ianya bepergian masih terus di pantau.

Ditraktir Makan Nasi Lemak dan Teh Tarik

pekan kampung ulu tiram johor Malaysia

pekan kampung ulu tiram johor Malaysia

Tak banyak yang di perbincangkan karena memang hanya mau melihat kampung Ulu Tiram saja, dan keinginan itu sudah terlaksana, akupun pamitan ingin pulang. Rupanya pak Rusdi tak senang hati melihatku ingin pulang, sebagai orang melayu tak pantas katanya nya tak menyuguhkan  minuman kepada ku, Ia terlihat tergopoh gopoh dan serba salah tak menyangka aku ingin pamitan pulang, Jadi pagi itu pun kami ke pekan Ulu Tiram keluar kampung ke kedai yang menjual nasik lemak.

Orang Tua yang sudah 69 tahun ini ternyata adalah kelahiran Batu Sangkar Sumatera Barat, Noordin M Top adalah menantu nya, tapi pagi itu aku tak bersua dengan cucu nya yang masih sibuk mempersiapkan diri hendak berangkat ke sekolah.

Dari semula ada rasa kecurigaan terhadapku, pak Rusdi berganti sangat ramah, banyak cerita tentang masa muda nya di ceritakan kepadaku, apalagi saat ku katakan bahwa aku pun berasal dari Padang, ianya agak terkesima, setelah kulanjutkan Padangnya Padang Sidempuan , pak Rusdi terlihat tertawa.

Pagi itu aku di traktir oleh pak Rusdi makan nasi lemak dan teh tarik, tak sampai hati aku melihat dia membayar penganan yang ku makan walaupun hanya beberapa ringgit saja. Sudah lama pak Rusdi tak melayani tetamu nya, karena tetamu yang datang pun tak seperti dulu, aku mendengar terus cerita pak Rusdi orang tua itu terlihat kesepian sekali di hari tua nya.

Rumah pak Rusdi yang bersebelahan dengan madrasah,  mudir  pertama nya konon adalah Mucklas, komplek madrasah ini  agak terpisah dari rumah penduduk, rumah penduduk di kampung itu pun tak banyak, hanya beberapa puluh rumah saja, dan terlihat banyak yang kosong karena penghuni nya banyak bekerja di Singapura. Kampung yang di kelilingi kebun kelapa sawit itu pun menyiratkan ketidak percayaan adanya manusia kejam yang sanggup berbuat seperti yang di tuduhkan. wallahu’alam.

Disitulah pak Rusdi menghabiskan hari hari tuanya, ada masjid di komplek madrasah itu, sudah tidak ada pengajian lagi seperti dulu, kalau kata pak Rusdi pengajian disitu dulunya hanya belajar aqidah, dan Muchlas salah seorang mudirnya memang agak keras sedikit kalau mengajar soal Aqidah.

” Boleh berpoto pak” tanya ku ” Untuk kenang-kenangan saja, kalau aku pernah kesini” jelasku lagi .

Pagi itu aku pamitan dengan pak Rusdi ingin ke Pontian Johor, ingin ziarah ke Makam Noordin M Top, jarak antara Ulu Tiram dengan Pontian sekitar 2 jam naik kereta.

Pak Rusdi tersenyum beda sekali terlihat wajahnya  saat pertama bertemu, dan ketika saat aku permisi pulang. Kelihatan dia masih mau bercerita panjang, maklum orang tua, memang paling senang kalau kita bersedia mendengarkan keluh kesahnya.

Itulah pak Rusdi bapak mertua dari almarhum Noordin M Top, teman Imam Samudera, Muchlas dan Amrozy juga………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: