Kekejaman Tentara Thailand Terhadap Umat Islam di Tak Bai


 

Tak Bai nama satu tempat antara Patani dengan Narathiwat dua provinsi di Selatan Thailand, Tak Bai terletak di pinggir Pantai yang Indah, sembilan tahun yang lalu tepatnya tanggal 25 Oktober 2004 di bulan Ramadhan, puluhan mayat bergelimpangan di pantai itu, umat Islam yang sedang berpuasa , yang mempertahankan hak nya ditembaki, diseret dan ditumpuk di dalam truk……..Photo Kekejaman Tentara┬áThailand

Pembantaian Tak Bai

Peristiwa Tak Bai sendiri adalah salah satu insiden pembantaian umat Muslim di wilayah selatan Thailand yang paling terkenal sejak perjuangan pemisahan diri dimulai lagi pada awal 2004.

Peristiwa ini bermula di desa kecil (Tak Bai) ketika 6 anggota Pertahanan Sipil diantaranya termasuk empat orang ustadz ditangkap dengan tuduhan menyerahkan senjata kepada kelompok pejuang Patani. Masyarakat yang tahu duduk perkaranya menuntut pembebasan keenam warga itu. Mereka mengatakan senjata anggota pertahanan sipil itu memang benar-benar hilang dicuri orang. Namun aparat keamanan Thailand membantah keterangan masyarakat tersebut.

Pada 25 Oktober 2004 bersamaan saat bulan puasa Ramadhan, sekitar 2.000-3.000 Muslim di Tak Bai melakukan aksi demonstrasi di depan kantor polisi setempat menuntut pembebasan keenam orang yang ditangkap. Awalnya, petugas keamanan yang terdiri atas polisi dan tentara mencoba membubarkan para demonstran yang terus berteriak-teriak. Namun, bukannya membubarkan diri. Malah, jumlah para demonstran semakin bertambah banyak.

Aparat keamanan yang hilang kesabaran mulai menembaki para demonstran dengan gas air mata, senjata api, dan senjata air. Militer Thailand juga menangkapi para demonstran dan memasukkannya ke dalam truk-truk yang sudah disiapkan untuk dibawa ke kamp militer Inkayuth Bariharn, Patani. Pihak militer dan polisi Thailand menghajar pengunjuk rasa dengan popor senjata, pukulan, dan tendangan. Para pengunjuk rasa dipaksa berkumpul dengan merangkak di jalan aspal tanpa baju dengan hanya bercelana dibawah kawalan ketat tentara. Darah yang mengucur di mana-mana tidak mengurangi kebengisan aparat keamanan. Mereka juga menganiaya ibu-ibu dan anak-anak yang ditangkap dan dikumpulkan di kantor polisi Tak Bai.

Para demonstran ditumpuk di dalam truk militer hingga 5 lapis, mengakibatkan ratusan tewas akibat mati lemas dan patah leher.

Sekitar 1.300 pengunjuk rasa diangkut dengan enam truk dengan tangan terikat ke belakang. Dalam kondisi terikat dan berpuasa, tubuh-tubuh mereka dilemparkan ke atas truk militer Thailand. Para tawanan itu bertumpukan hingga lima lapis. Tidak cukup hanya itu, truk militer tersebut juga ditutup lagi dengan terpal selama perjalanan 5,5 jam menuju Markas Komando Militer IV Wilayah Selatan.

Pada awalnya, jumlah korban dilaporkan hanya 6 orang, kemudian meningkat dengan mendadak menjadi 84 orang. Menurut penduduk setempat, jumlah korban sebenarnya melebihi daripada 100 orang.

Statistik yang diberikan oleh seorang pengamat independen menjelaskan bahwa 6 orang mati serta merta terkena tembakan, 78 orang mati di rumah sakit, 35 mayat ditemui terapung di dalam sungai, kebanyakan para korban mati lemas dan beberapa di antaranya mengalami patah tulang leher dan 1298 orang mengalami luka-luka.

Iklan

Bread Talk dan Sertifikat Halal


Kisah toko roti terkenal di Indonesia ini dalam menyikapi sertifikat Halal....................terus dipantau oleh Buletin Jumat

Kisah toko roti terkenal di Indonesia ini dalam menyikapi sertifikat Halal………………..terus dipantau oleh Buletin Jumat

Hampir sepuluh tahun toko roti Bread Talk tidak mempunyai sertifikat Halal, dan ke hingga hari ini Sabtu (20/09/13) pun belum ada. LP POM MUI pernah mengeluarkan Sertifikat , tetapi Bread Talk tidak mau memperpanjangnya. “Tanpa sertifikat itu pun banyak konsumen yang membeli” ujar seseorang pengelola pada saat ditanya Buletin Jumat waktu itu. Tetapi menurut Rizo Manager lapangan Bread Talk Mega Mall Batam Center, mereka telah mengurus Ulang sertifikat itu. “Apa karena omset sudah mulai nurun ya?? ” tanya Buletin Jumat Rozi tersenyum….. Jadi isu Halal itu bisa menurunkan omset lho……………

Selanjutnya terserah anda, ujar Buletin Jumat.... mau mengkonsumsi apa tidak, tugas kami hanya menginformasikan saja...........

Selanjutnya terserah anda, ujar Buletin Jumat…. mau mengkonsumsi apa tidak, tugas kami hanya menginformasikan saja………..

Menurut Rozi dalam pekan depan sudah ada sertifikat Halalnya, ya kita tunggu dan lihat saja....

Menurut Rozi dalam pekan depan sudah ada sertifikat Halalnya, ya kita tunggu dan lihat saja….

iya,... mohon kalau sudah dapat sertifikat halalnya Buletin Jumat diberitahu......................

iya,… mohon kalau sudah dapat sertifikat halalnya Buletin Jumat diberitahu………………….

 

menggugah selera.........hendaknya cepatlah urusan sertifikat kehalalan roti produk Bread Talk ini

menggugah selera………hendaknya cepatlah urusan sertifikat kehalalan roti produk Bread Talk ini

Islam di Asean Kini…..


Menurutku dari hasil mengunjungi negara-negara dimaksud dibawah ini:

Islam di Asean Kini………..
Indonesia tercabik-cabik.
Singapura terkucil.
Malaysia terpecah belah.
Thailand terseok seok.
Myanmar terhina dan tertindas.
Vietnam terjajah.
Kamboja terpinggirkan.
Laos tersedikit tak mampu berbuat apa.
Piliphina terimbas jati diri……….

bagaimana pendapat Anda, ada yang mau nambahin ?????

Di Vietnam :
Hingga ke hari ini tidak lah mudah bagi pelajar/mahasiswa muslim Vietnam hendak melanjutkan kuliahnya keluar negeri. Kalau pun mau Mereka terpaksa menukar kewarganegaraanya.

Di Laos :
Diumpakan 200 ribu kali mengucapkan salam, hanya satu yang menjawab…….. penduduk asli Laos tidak lebih dari belasan orang saja yang muslim……………..mereka sangat mengharapkan Quran terjemahan bahasa Laos……………..

Di Malaysia :

Lembaga pendidikan yang di kelola oleh Al Bukhary cukup terkenal di Asean

Lembaga pendidikan yang di kelola oleh Al Bukhary cukup terkenal di Asean


Menurut saya tidak……Islam di Malaysia ke luar kuat, tidak untuk memperluas wilayah, hampir seluruh wilayah Asean mereka bantu terutama dari segi pendidikan, contoh salah satu lembaga pendidikan Al Bukhari, bantuan untuk duafa pun tak henti hentinya, tetapi di dalam negeri mereka agak terpecah karena politik misalnya….

Kisah Pekerja Islam di Restoran Solaria : Demi Tugas Terpaksa Lepas Kerudung


1260889_709803419033732_1224654049_nMacam macam menu ada di Resto ini, Namanya, Siti dan yang satunya lagi juga namanya Siti, yang satu pakai kerudung, yang satu tidak, “iya saya juga kalau keluar tidak tugas di Resto ya pakai kerudung, kalau kerja dibuka ” ujat Siti Aini.537035_709188689095205_948380896_n

 

Nah yang pakai kerudung namanya siapa koq mirif dengan Patin ya??? “Iya terimakasih , namaku Siti Cholisa, baru selesai shalat juhur dibawah ” ujar siti Holisa, bersiap membuka kerudungnya karena akan bertugas sebagai kasir di Resto Solaria. Resto ini belum mengizinkan karyawatinya berkerudung, dalam pekerjaannya, harus pakai sanggul macam ini kata siti Aini sambil tersenyum.”semua bahan masakan sudah disediakan, dan semua karyawan dan karyawti yang bekerja di Solaria Mega Mall Batam Center ini termasuk juru masaknya Islam ” ujar mbak Dias menjawab pertanyaan Buletin Jumat.

Siti menympan kerudungnya

Siti menympan kerudungnya

Dan mbak Dias selaku penanggung jawab di Resto yang diisukan tidak halal ini mengakui hingga ke hari ini jumat (19/09/13) belum menagntongi sertifikat Halal dari MUI ” InsyaAllah dalam minggu minggu ini sudah keluar” ujar mbak Dias yakin, karena demikian info dari pusat.

Wah Siti malu sudah enggak kayak Patin lagi sudah buka kerudung, ya beginilah nasib kami karyawan kecil yang membutuhkan pekerjaan, harus taat aturan , mengorbankan syariat, terus mau apa lagi maafkan kami ya Siti – Siti, belum bisa membantu mu …..dan mohon pemilik Resto jangan pecat mereka…..karena sudah berani memberitahukan kepada Buletin Jumat…
523503_709195392427868_360716656_n

Kalau kami sih gak lepas kerudung, karena gak pakai kerudung ujar Sutomo, tapi ya Alhamdulillah para koki Resto ini dapat shalat Jumat , meskipun tidak setiap
Jumat, “gantian, setiap jumatnya” tambah Sutomo lagi. Lumayan lah karyawan ini masih bisa shalat jumat meskipun tidak setiap hari Jumat.
933987_709709412376466_1677331503_n
(imbalo)

%d blogger menyukai ini: