Memberi Salam, Sunnah Yang Nyaris Hilang


masjid cotabatu 1Catatan Perjalanan

Imbalo Iman Sakti

– Filipina –

Pagi itu mini bus yang akan membawa kami telah standby di depan Hotel tempat kami menginap.

Selepas sarapan, kami dibawa ke kantor Hadja Bainon G Kiram. Disamping sebagai Regional Vice Governor Aotonomous Region in Muslim Mindanao (ARMM), Madam Bainon ini, juga Sekretaris Departemen Kesejahte raan Sosial dan Pembangunan (DSWD – ARMM).

Terletak dalam satu komplek dikelilingi tembok tinggi, belasan bangunan dari berbagai instansi yang menyangkut peranan wanita, ada disitu.

Sejak ketibaan kami di Lapangan Terbang Cotabatu yang mendampingi kami, sekretaris Madam Bainon, seorang wanita, selama empat hari keberadaan kami disana, sekretaris pribadi Madam Bainon ini terus bersama kami. Wanita paroh baya, berkerudung ini dengan cekatan menyiapkan semua keperluan, baik itu acara seminar ataupun kunjungan.

Sejak menjejakkan kaki di Manila, terlihat peran wanita sangat dominan disana. Perempuan Islam dengan mudah dikenali karena semua memakai kerudung. Tak kira di Mall-Mall, banyak dari mereka yang berdagang. Di sektor pemerintahan pun banyak perempuan Filipina yang memegang tampuk pimpinan. Dua presiden Filipina adalah wanita. Di MRT dan LRT, gerbong untuk wanita dipisahkan. Hendak masuk/keluar Mall saja pun, lelaki perempuan, jalannya terpisah.

Di Cotabatu peran ini semakin nyata, entah karena ratusan tahun dalam perang, banyak lelaki yang memanggul senjata dan berperang, jadi terpaksa wanita yang mengganti peranan lelaki, mencari nafkah.

Menikmati suasana Cotabatu, mini bus kami meluncur arah keluar kota. Dari jauh terlihat bangunan masjid megah didominasi warna putih. Empat menaranya menjulang tinggi, kubah besar warna kuning ditengahnya, agak mirip dengan masjid emas di Brunei, dan memang yang membangun masjid putih itu adalah Sultan Hasanal Bolkiyah. Masjid ini menjadi land mark Cotabatu.

Karena letaknya diluar kota dan jauh dari pemukiman, Masjid ini hanya ramai pada shalat Jumat saja. Terletak persis di muara teluk Moro. Menjadi tujuan turis dan kunjungan pasangan anak muda. Mereka berpoto ria baik didalam maupun dihalaman masjid yang luas itu. Melihat pakiannya mereka bukanlah Muslim karena yang wanita tidak memakai kerudung.

Ada moment posisi berpoto yang mereka lakukan adalah mengangkangi bangunan masjid. Didalam poto, seluruh bangunan masjid itu akan terlihat dibawah selangkangan mereka. Dan posisi yang lain adalah dengan membungkuk, seperti posisi rukuk, pantat mereka mengarah ke bangunan masjid. Entah apa maksud nya berpose seperti itu.

Meskipun Mindanao dan empat provinsi lainnya adalah Pemerintahan otonomi Muslim, tetapi mayoritas penduduknya non muslim. Sejak dijajah Spanyol dan Amerika, tanah-tanah pertanian yang subur banyak dimiliki pihak non muslim. Pengaruh budaya penjajah pun sangat terasa sampai kehari ini, budaya itu melekat, dalam keseharian. Sampai kepelosok, dari yang kecil sampai yang tua, mereka menggunakan bahasa inggris disamping bahasa daerah.

Kata Hai, Hallo, how are you sapaan saat berjumpa dan bye bye, see you, hal yang acap digunakan. Cipika, Cipiki adalah hal yang lumrah. Padahal teman itu pengurus pemuda Islam.

Nyaris tak terdengar salam – Assala mualaikum – saat bertemu dan berpisah. Teman seperjalanan setuju, “ Mari kita mulakan”.
Dan itu kami laksanakan, menebarkan salam, sepanjang perjalanan. Dalam penutupan Seminar tentang potensi wakaf di Hotel Eston, di ruang yang ada patung besar berdiri, patung Bunda Maria. Doa dalam bahasa Arab pun dilantunkan seluruh peserta.

Kepada vice Gobernor Hj Bainon, perihal ini kami harap dapat terus dilaksanakan. Amin (***)

Bangsamoro di Filipina


SONY DSC
Catatan Perjalanan

Imbalo Iman Sakti – Filipina –

Selepas Ashar, kami meninggalkan Camp Army MNLF Laguitan. Masih dengan boat farm yang sama tetapi tidak turun di Lebak sebagaimana perginya.

Menuju suatu tempat kediaman adik Datu Randy bernama Datu Bobby di Lepang. Datu Bobby seorang Senator di daerah itu. Daerah tempat Datu Bobby, banyak penduduknya berternak kambing dan Lembu.

Insyaallah rekan dari Malaysia akan buat Qurban Hari Raya Haji mendatang. Harga Kambing layak potong, di Cotabatu jauh lebih murah dibanding di Chiang Rai Thailand Utara. Apalagi dibanding kan dengan Batam, Harga satu ekor kambing sekitar enamratus sampai tujuh ratus limapuluh ribu rupiah.

Dari Lepang kediaman Datu Bobby, kami naik kenderaan roda empat yang tadi pagi membawa kami. Banyak tempat yang kami kunjungi sepanjang jalan pulang ke Cotabatu, terus dibawa berkeli ling kedaerah daerah yang sedang dibangun dan telah selesai diba ngun oleh pemerintah Otonomi Islam Mindanao. Seperti Dermaga pelabuhan Lepang misalnya, yang menghubungkan Lepang – Cota batu dengan Ferry. Sehingga ada alternatif jalan lain.
SONY DSC

Tiba di Hotel hari menunjukkan pukul 10 malam. Di Restoran telah menunggu Hadja Bainon G.. Karon, beliau adalah Regional Vice Governor Aotonomous Region In Muslim Mindanao. Banyak tetamu lain hadir dijamuan makan malam itu. Beliau yang masih kakak dari Datu Randy menyerahkan sertifikat penghargaan kepada kami.

Madam Bainon demikian para te tamu memanggilnya, terus bercerita bagaimana memajukan potensi umat Islam di Mindanao, Cotabatu khususnya. melalui pemberdayaan zakat dan terutama Wakaf. Dua hari berturut turut sebelumnya, di Hotel Estosan Garden hampir seluruh lembaga-lembaga Islam dan pengu rus organisasi Islam yang ada di Cotabatu mengikuti Seminar tentang Wakaf tadi.

Saya seorang dari Batam Indonesia, menyampaikan kepada mereka tentang adanya bea siswa berasrama, kepada pelajar di Min danao khususnya dan Filipina umumnya yang ingin belajar Bahasa Arab dan Study Islam selama dua tahun di Mahad Said bin Zaid Batam.
SONY DSC
Ada kesan khusus terlihat di wajah mereka, bicara soal Indonesia. Nyaris tak satupun dari mereka dapat berbahasa Indonesia, “Kalau di Davao ada yang pandai” timpal Asheem Gaoupal, Asheem inilah yang membawa kami dari Manila ke Cotabatu. Asheem masih kerabat Madam Bainon. Bekerja di Asian Institut of Management (AIM) di Manila. Dan seperti nya juga mengurusi kepen tingan Pemerintah Otonomi Mindanao wilayah Coatabatu.

Besok masih ada perjalanan lagi, sebelum pulang ke Manila pukul 12.45, kami akan mengun jungi masjid terbesar dan terindah yang ada di Cotabatu, bahkan mungkin sekarang ini di Filipina. Masjid yang di bangun oleh Kesultanan Brunei ini baru saja selesai, orang menamakan nya masjid putih. Dan menjadi Land Mark Cotabatu City. Puluhan kilometer sewaktu memasuki Cotabatu dari Davao masjid ini terlihat dengan indah nya. terletak persis di muara teluk Moro.

Bangsamoro demikian mereka suka disebut. Yang perlu diingat Bangsamoro identik dengan Islam. Bangsa ini masih belum kompak lagi, Lima provinsi dalam otonomi Islam Mindanao (ARMM) Lanao, Basilan, Magu indanao, Sulu, Tawi-Tawi, masih menyisakan kesepakatan yang belum sepakat.
Insyaallah mereka akan sepakat di dalam Masjid (***)

Pengumuman Hasil UN SMA/SMK/MA Tahun 2013


Mendikbud umumkan hasil akhir UN SMA 2013

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengumumkan hasil akhir Ujian Nasional 2013 untuk tingkat sekolah menengah atas dan sederajat.

“Walaupun pada pelaksanaan UN sebelumnya ada penundaan di 11 provinsi, kami bertekad pengumuman hasil UN ini tidak boleh tertunda juga. Kami sudah bisa merampungkan ini dan mudah-mudahan besok sudah bisa diumumkan di daerah-daerah dan di sekolah-sekolah,” kata M. Nuh di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kewenangan terkait teknis atau cara pengumuman hasil UN diserahkan penuh oleh Kemendikbud kepada pihak sekolah.

“Kami tidak mengatur tentang itu, boleh pakai amplop atau boleh juga dengan mengundang orang tua murid. Itu bagian dari kewenangan sekolah masing-masing,” ujarnya.

Mendikbud memaparkan bahwa jumlah peserta UN SMA/MA tahun ajaran 2012–2013 adalah 1.581.286 siswa, dan siswa yang dinyatakan lulus UN berjumlah 1.573.036 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 8.250 siswa.

Hal itu, kata dia, menunjukkan tingkat kelulusan UN SMA/MA tahun ini mencapai 99,48 persen, dan persentase ketidaklulusannya adalah 0,52 persen.

“Berarti persentase kelulusan tahun 2013 ini turun 0,02 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 99,5 persen,” jelasnya.

Selain itu, Nuh memaparkan jumlah peserta UN SMK sebanyak 1.106.140, dan siswa yang dinyatakan lulus UN SMK berjumlah 1.105.539 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 601 siswa.

“Berarti tingkat kelulusan untuk UN SMK tahun ini juga sangat tinggi, yaitu 99,95 persen sehingga yang tidak lulus hanya 0,05 persen. Tingkat kelulusan ini pun lebih tinggi 0,23 persen dibanding tahun 2011 yang hanya mencapai 99,72 persen,” paparnya.

Dia mengatakan kriteria kelulusan peserta didik pada UN ditentukan dengan penentuan nilai akhir untuk kelulusan terdiri dari 60 persen nilai dari UN dan 40 persen nilai sekolah.

“Peserta didik SMA dan sederajat itu dinyatakan lulus UN jika nilai akhir rata-rata paling rendah 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah empat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Nuh menyampaikan bahwa provinsi yang mengalami tingkat ketidaklulusan paling tinggi adalah Aceh, yaitu sebesar 3,11 persen. Kemudian, menyusul di posisi tertinggi kedua adalah Provinsi Papua dengan tingkat ketidaklulusan 2,85 persen.

“Sehingga di Aceh ada 1.754 siswa yang tidak lulus dari 56.000 siswa peserta UN,” katanya.

Editor: Ruslan Burhani

Pengumuman UN di Batam diperkirakan diundur

Batam (ANTARA News) – Pengumuman hasil Ujian Nasional tingkat SMA di Kota Batam kemungkinan ditunda dari waktu yang dijadwalkan, Jumat (24/5) karena panitia belum siap, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Kamis.

“Masih belum diputuskan apakah pengumuman UN jadi besok atau tidak, masih lihat kesiapan panitia,” kata Muslim Bidin.

Menurut dia, pengumuman hasil UN 2013 bisa tidak dilakukan serentak se-Indonesia, tergantung kesiapan masing-masing daerah.

Ia mengatakan dinas pendidikan se-Provinsi Kepulauan Riau masih akan mengadakan rapat koordinasi hasil UN, Kamis malam.

Mengenai mekanisme pengumuman, ia mengatakan Dinasdik Kota Batam mempertimbangkan untuk mengumumkan hasil Ujian Nasional melalui media massa untuk mencegah aksi corat-coret dan konvoi kendaraan bermotor.

“Sesuai dengan instruksi Wali Kota, agar pengumuman UN diantisipasi supaya tidak ada corat-coret dan konvoi,” kata Muslim.

Menurut dia, konvoi sepeda motor membahayakan keselamatan pelajar, karena biasanya dilakukan semrawut dan tanpa perlengkapan helm yang memadai. “Konvoi sepeda motor itu bahaya, kalau kecelakaan bagaimana,” kata dia.

Ia meminta orang tua untuk menasihati anak-anaknya untuk menjauhi konvoi sepeda motor usai pengumuman UN agar tidak menimbulkan korban.

Mengenai hasil UN, Muslim optimis hasilnya akan bagus dengan tingkat kelulusan di atas 90 persen. Menurut Muslim, pendidikan di Batam relatif terbaik dibanding kabupaten kota lain di Kepri. “Hasil UN itu, 10 besar Kepri pasti rata-rata dari Batam,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Riau Yatim Mustafa mengatakan menargetkan tingkat kelulusan UN SMA se-derajat mencapai 99 persen, di bawah capaian tahun sebelumnya yang nyaris 100 persen.

Editor: Unggul Tri Ratomo

Angka kelulusan UN SMA Jateng 2013 naik

Semarang (ANTARA News) – Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyebutkan tingkat kelulusan siswa dalam ujian nasional (UN) jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) pada tahun ini naik 0,134 persen.

“Pelaksanaan UN jenjang SMA dan MA tahun ini diikuti sebanyak 159.586 siswa, dengan angka kelulusan yang mencapai 99,92 persen,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng Kartono di Semarang, Kamis malam.

Dibandingkan kelulusan UN jenjang sama tahun lalu memang ada peningkatan, kata dia, mengingat kelulusan UN SMA dan MA tahun lalu hanya 99,788 persen dari total peserta 156.466 siswa dan 332 siswa dinyatakan tidak lulus.

Sementara untuk UN jenjang sekolah menengah kejuruan, kata dia, tingkat kelulusan mencapai sebesar 99,754 persen dari total peserta sebanyak 175.008 siswa dan sebanyak 554 siswa dinyatakan tidak lulus UN.

Berbeda dengan kelulusan UN jenjang SMA yang naik, ia mengakui tingkat kelulusan UN SMK tahun ini memang menurun, mengingat kelulusan UN jenjang pendidikan kejuruan itu tahun lalu mencapai 99,92 persen.

Menurut dia, bobot dan variasi soal UN pada tahun ini memang meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu dengan variasi soal UN yang mencapai 20 paket, sementara pada UN tahun lalu hanya membagi lima paket soal.

Meski demikian, kata dia, berkaitan dengan prestasi, ada salah satu siswa dari Jateng berhasil menempati peringkat dua besar UN secara nasional, yakni Aditya Agam Nugraha dari SMA Negeri 1 Kota Surakarta.

Sesuai prosedur operasional standar (POS) UN 2013, kata dia, peserta didik dinyatakan lulus apabila rata-rata nilai akhir dari seluruh pelajaran sebesar 5,5 dengan nilai tiap mata pelajaran minimal 4.

“Sementara untuk SMK ditambah nilai kompetensi keahlian minimal sebesar 6. Hari ini, kami serahkan daftar kolektif hasil ujian nasional (DKHUN) ke Disdik kabupaten/kota. Besok (24/5) diumumkan di tingkat sekolah,” katanya.

Kartono menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disdik kabupaten/kota berkaitan dengan pengumuman kelulusan UN di daerah agar dilakukan pada sore hari untuk mencegah perayaan UN dengan cara “euforia”.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara UN Jateng Tri Handoyo mengatakan siswa dilarang merayakan UN dengan cara “euforia”, seperti arak-arakan kendaraan bermotor maupun aksi corat-coret seragam sekolah.

Salah satu upaya untuk mencegah perayaan kelulusan dengan “euforia”, kata dia, pihaknya sudah menginstruksikan bahwa pengumuman kelulusan UN di sekolah yang dilakukan pada 24 Mei 2013 dimulai pukul 14.00 WIB.

“Kami berharap masing-masing sekolah mengkondisikan pengumuman kelulusan UN agar siswa tidak arak-arakan, konvoi, corat-coret seragam. Daripada seragam dicorat-coret, lebih baik disumbangkan,” katanya.

(KR-ZLS/N001)

Di Lampung kelulusan SMA/SMK 99,94 persen

Bandarlampung (ANTARA News) – Sebanyak 81.026 siswa SMA/SMK dan madrasah aliyah atau 99,94 persen, baik dari sekolah negeri maupun swasta di Provinsi Lampung dinyatakan lulus Ujian Nasional 2013, Kamis.

“Persentase kelulusan mencapai 99,94 persen dari total peserta ujian 81.071 atau hanya ada sekitar 45 siswa yang tidak lulus UN,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Tauhidi di Bandarlampung, Kamis.

Ia menyebutkan hasil tersebut meningkat 0,05 persen dibandingkan persentase kelulusan tahun 2012 sebesar 99,89 persen. Ini merupakan suatu keberhasilan pendidikan yang telah dicapai Provinsi Lampung khususnya, mengingat sistem UN yang diterapkan tahun ini sangat ketat. Menggunakan pengkodean (barcode) dengan 20 paket soal yang berbeda.

Menurutnya, kelulusan siswa SMA/MA jurusan IPA dari 20.819 peserta UN hanya tiga siswa yang tidak lulus atau 0,014 persen. Jurusan IPS dari 31.128 peserta 33 siswa di antaranya tidak lulus (21 dari SMA dan 12 MA) atau sebesar 0,106 persen.

Sementara jurusan Bahasa 52 peserta dinyatakan lulus semua (100 persen). Sedangkan, jenjang SMK dari 29.072 peserta UN hanya sembilan orang yang tidak lulus (0,031 persen).

“Hasil UN yang kita peroleh dari pusat sementara, untuk jenjang SMA, MA, dan SMK. Sedangkan, untuk SMALB dan paket C masih tertunda dan direncanakan akan diumumkan bersamaan dengan kelulusan UN SMP (1/6) mendatang,” terangnya.

Pengumuman Hasil UN yang telah diterima dari pusat langsung diserahkan kepada kepala dinas pendidikan yang ada di 14 kabupaten/kota Provinsi Lampung.

“Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) ini, kita serahkan langsung ke kadisdik di 14 Kabupaten/Kota Provinsi Lampung hari ini. Untuk kemudian dinas setempat menyerahkan hasil UN tersebut ke sekolah masing-masing untuk diumumkan kepada siswa,” jelasnya.

Provinsi Lampung, lanjutnya, patut berbangga melihat peningkatan prestasi khususnya dalam dunia pendidikan. “Ini membuktikan, bahwa persiapan Sekolah terhadap anak didik benar-benar matang dan kualitas guru dalam menerapkan materi bertaraf nasionalpun meningkat,” tamnbahnya.
(A054)

Editor: Ruslan Burhani

JAKARTA

Jakarta (ANTARA News) – Hasil Ujian Nasional tingkat SMA akan diumumkan pada Jumat, 24 Mei 2013.

Salah satu sekolah yang akan mengumumkan hasil tersebut melalui website adalah SMA Negeri 66 Jakarta Selatan.

Kepala Sekolah SMAN 66 Drs. H. Suhari mengatakan murid kelas XII dapat melihat hasil kelulusan di website sekolah pada hari Jumat. Namun, murid yang tidak lulus akan dikabari melalui telepon.

“Tapi semoga semua lulus,” kata Suhari saat dihubungi ANTARA News.

Pada hari pengumuman, para murid pun diliburkan sehingga mereka tidak perlu datang ke sekolah untuk melihat pengumuman.

Meskipun begitu, sekolah tetap memasang pengumuman kelulusan Ujian Nasional untuk para murid yang ingin memastikan status kelulusannya.

“Sekolah tetap terbuka, ada pengumuman juga untuk yang masih ragu-ragu dan ingin memastikan lagi.”

Suhari menambahkan, sekolah sudah memberi larangan pada para siswa untuk tidak mencoret-coret seragam atau pun konvoi untuk merayakan kelulusan.

Sementara itu, SMA Negeri 8 Jakarta juga menggelar hasil pengumuman kelulusan melalui website yang dapat dilihat esok pagi pukul 10.00 WIB.

Pengumuman tersebut juga dapat dilihat di sekolah pada 24 Mei 2013. Meskipun begitu, tidak ada larangan bagi para siswa untuk mencoret-coret seragam.

“Dari dulu nggak pernah ada larangan mencoret-coret seragam karena memang murid kami tidak pernah melakukan itu,” kata Zaitun dari Tata Usaha SMA 8 saat dihubungi ANTARA News.

Editor: Aditia Maruli

KALIMANTAN TIMUR

Sangatta, Kaltim (ANTARA News) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Imam Hidayat mengatakan 98,58 persen pelajar SMA/MA, dan 99,70 persen siswa SMK di wilayahnya lulus ujian nasional.
Imam Hidayat pada Kamis malam mengatakan dari 1.342 peserta UN SMA dan MA yang tidak lulus 19 pelajar, masing-masing seorang siswa IPA dan 18 siswa IPS.

Sedangkan dari 1.316 peserta UN SMK, yang tidak lulus satu orang.

Imam belum bersedia menyebutkan nama-nama siswa dan asal sekolah yang tidak lulus UN, karena hasil UN diumumkan secara resmi di seluruh sekolah pada Jumat 24 Mei 2013 pukul 10.00 WITA.

Ia mengatakan terjadi penurunan persentase kelulusan UN SMA/MA 2013 dibandingkan dengan 99,28 persen pencapaian pada tahun 2012.
(KR-ADI/A013)

Editor: Ruslan Burhani

Siswa SMK Palembang lulus UN 100 persen

Palembang (ANTARA News) – Sebanyak 8.224 peserta tingkat Sekolah Menengah Kejuruan Palembang lulus ujian nasional 100 persen, kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat Riza Fahlevi.

“Tahun ini tidak satupun peserta ujian nasional SMK mesti mengulang karena semuanya lulus,” katanya di Palembang, Kamis.

Kelulusan SMK sampai 100 persen tersebut membuktikan kalau pendidikan di Kota Palembang semakin berkualitas, katanya.

Menurut dia, jika dibandingkan tahun lalu tingkat kelulusan siswa SMK hanya 99,87 persen, namun tahun ini semua peserta ujian nasional SMK lulus.

Ia mengatakan, sedangkan siswa SMA jurusan IPA lulus 99,94 persen dari total 7.971 peserta ujian negara.

Sementara SMA IPS satu orang tidak lulus dari total peserta 8.340 orang.

Dia menjelaskan, khusus Madrasah Aliyah tahun ini ujian nasional diikuti sebanyak 991 peserta dan lulus 100 persen.

Riza menambahkan, tahun ini peraih ujian nasional tertinggi darMedan – Sebanyak 4.564 siswa dinyatakan tidak lulus dalam Ujian Nasional (UN) 2013 tingkat SMA sederajat di Sumatera Utara (Sumut). Jumlah ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Hendrik Siregar menyatakan, untuk SMA dan Madrasah Aliyah, dari 117.961 siswa yang tidak lulus sebanyak 2.948 orang atau mencapai 2,51 persen. Sedangkan untuk SMK, dari 82.428 peserta, yang tidak lulus sebanyak 1.616 siswa atau 1,96 persen.

Menurut Hendrik, angka ketidaklulusan ini memang meningkat tajam. Padahal tahun lalu hanya 200-an siswa saja yang tidak lulus, atau sekitar 0,08 persen.

Tetapi dia belum bisa memastikan kekacauan pelaksanaan UN yang menjadi penyebab. Telatnya pelaksanaan UN di sejumlah besar bisa jadi menjadi penyebab, tetapi tidak mutlak.

“Kami akan menjadikan hal ini evaluasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Hendrik kepada wartawan Kamis (23/5/2013) sore di Kantor Dinas Pendidikan Sumut, Jalan Cik Di Tiro, Medan,

Hendrik yang berbicara seusai bertemu dengan para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota se Sumut yang mengambil hasil UN masing-masing daerah menyatakan, hasil UN ini akan diumumkan serentak pada Jumat (24/5).i SMK adalah Ahmad Malik Abdul Aziz dengan nilai 37.70 dari SMK Negeri 2.

Jurusan IPA nilai tertinggi diraih Della Ulfiarakhma 57.00 dan IPS, Rainy Syafitri 54.10 keduanya bersekolah di SMAN 17 Palembang.

Editor: Aditia Maruli

Di Sumut, ribuan siswa SMA tidak lulus UN

Medan (ANTARA News) – Sebanyak 2.948 dari 117.921 siswa SMA-MA di Provinsi Sumatera Utara yang mengikuti ujian nasional (UN) tahun ajaran 2012–2013, dinyatakan tidak lulus.

“Kegagahan para siswa tersebut, diketahui berdasarkan hasil penilaian atau koreksi dari Panitia UN Kementerian Pendidikan Nasional yang baru kami bawa dari Jakarta,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumut, Henri Siregar dalam temu pers di Medan, Kamis.

Hasil UN tersebut, menurut dia, pada Kamis (23/5) baru saja dibawa oleh salah seorang petugas Diknas Sumut dari Jakarta.

“Pada malam ini juga beberapa PNS Diknas Sumut terpaksa harus bekerja keras untuk memperbanyak hasil UN dan diserahkan kepada Diknas Kabupaten/Kota di Sumut untuk selanjutnya diberikan kepada masing-masing SMA-MA untuk diumumkan secara serentak Jumat (24/5),” ujarnya.

Henri mengatakan, pihaknya akan mengutamakan penyerahan hasil UN tersebut kepada pada diknas kabupaten yang jauh terpencil, sebab pada malam hari ini mereka membawa dokumen tersebut ke daerah agar bisa diumumkan secara serentak, Jumat (24/5).

“Kalau untuk Diknas Kota Medan, bisa saja hasil UN tersebut diserahkan pada hari Jumat,” ucap dia.

Dia menyebutkan, hasil UN yang disampaikan ini bukan secara kumulatif, tetapi global.

Para pelajar SMA-MA di Sumut yang mengikuti UN, yakni bidang studi IPA sebanyak 64.682 orang, dan tidak lulus 736 orang atau 1,14 persen.

Bidang Studi IPS sebanyak 52.288 orang, dan tidak lulus 2.196 orang atau 4,2 persen.

Bidang Studi Bahasa sebanyak 55 orang, dan tidak lulus 10 orang atau 18,18 persen dan Bidang Studi Keagamaan sebanyak 436 orang, dan tidak lulus 6 orang atau 1,38 persen.

Sedangkan pelajar SMK yang mengikuti UN sebanyak 82.425 orang, dan yang tidak lulus 1,96 persen.

“Jadi, jumlah pelajar yang tidak lulus pada tahun ini, persentasenya mencapai 2,51 persen. Sedangkan pada tahun 2012, persentasenya hanya 0,08 persen,” kata Henri.
(M034/T007)

Editor: Ruslan Burhani

 

Mengunjungi Camp Army MNLF Laguitan


laguitan2Catatan Perjalanan

Imbalo Iman Sakti  – Filipina –

Perjalanan kami lanjutkan ke Cotabatu. Cotabatu adalah salah satu kota di Filipina yang terletak di Mindanao. Dari Manila dengan Cebu Pasifik penerbangan di tempuh lebih dari dua jam.

Cotabatu disebut juga Kuta Watu atau Kota Batu, memang dikelilingi bukit berbatu. Kota ini eksklave dari Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM). Dulu adalah ibukota provinsi, sekarang provinsi Maguindanao. Sejarah panjang Cotabatu di abad ke 15, adalah pusat kerajaan dibawah ke-Sultan-an Dipatuan Kudarat. Islam adalah Agama resmi kerajaan itu.

Spanyol menjajah Filipina, mendirikan sebuah pos militer di tempat yang sekarang bernama Baranggay Tamontaka, salah satu pemukiman Kristen awal didirikan di Selatan Filipina sekitar tahun 1870.
laguitan1

Tiba di Lapangan Terbang Cotabatu, kami langsung dijeput minibus, tidak melalui pemeriksaan. Dan diantar menuju Hotel Al-Nor. Sepanjang jalan, dari mulai keluar lapangan terbang hingga memasuki kota beberapa sekatan jalan raya dengan kawat berduri dan tentara berjaga, kami lalui. Suasana ini terasa persis seperti di Selatan Thailand, dan Aceh Indonesia.

Keesokan harinya, dengan Toyota setengah kabin, kami meninggalkan Cotabatu, menuju satu tempat yang bernama Laguitan. Begitu juga sekatan jalan raya, seperti di Cotabatu, sepanjang jalan memasuki kot-kota kecil yang kami lalui, sekatan ini pun masih terlihat.

Tujuan kami adalah Camp Army Moro National Liberation Front (MNLF) Dari Cotabatu ke Camp MNLF Laguitan, kami harus berhenti di Lebak, setelah lebih tiga jam perjalanan dengan jalan yang berliku menyusuri jalan berbukitan.

Mungkin melihat kondisi rekan kami yang tak sanggup dengan medan jalanan seperti itu, dan mabuk muntah lagi. Kami pindah kenderaan.
Dari Lebak, perjalanan dilanjutkan melalui laut, dengan boat. Naik boat hampir dua jam, kami tiba di camp yang cukup terkenal itu.

Datu Randy dan penulis

Datu Randy dan penulis

Bot tidak bisa langsung kedarat, tidak ada dermaga di teluk Laguitan yang indah itu. Bibir pantai landai, berpasir lembut kami jejaki. Dari jauh terlihat Datu Randy orang nomor satu di camp army MNLF Laguitan, menyongsong kedatangan kami. Rupanya Dia sudah sampai sejam yang lalu melalui jalan darat.

Camp army dikelilingi bebukitan cukup tinggi dan terjal, agak sulit kenderaan roda empat masuk ke camp itu, karena belum ada akses dari jalan raya. Kini pemerin tah otonomi Islam Mindanao, mulai membangun jalan raya, masuk ke camp itu, tetapi belum selesai lagi.

Di areal camp, pemandangan nya yang cukup indah, sampai ke puncak bukit terlihat tanaman jagung subur menghijau. Kami disuguhi makanan yang terbuat dari ubi kayu diparut dan dipanggang, ada rasa garam sedi kit, lumayan lezat.

Datu Randy membawa kami mengelilingi areal camp, menunjukkan bangunan camp yang sedang dalam renovasi. Di perairan teluk itupun ada budi daya ikan dalam kerambah.

Teluk yang mengahadap langsung ke laut Sulu ini, berair jernih, pohon kelapa sepanjang garis pantainya. Pantaslah Mindanao sulit ditaklukkan. Masyarakatnya tidak harus hidup tergantung dari ekonomi luar sebagaimana tutur Datu Randy.

“Ini kuda kesayangan saya”.ujar Datu yang cekatan membawa kenderaan dijalanan berliku, Datu yang semua orang kenal dan hormat ini, Dialah yang menyetir kenderaan membawa kami sampai di Lebak tadi. Beliaupun ahli menung gang Kuda. Dan kuda adalah kenderaan utama untuk mengangkut hasil tanaman di pebukitan, nyaris diseluruh Mindanao.

Otonomi khusus, Mindanao Flipina Selatan, mereka mengejar ketinggalan. “Silahkan datang berkunjung, InsyaAllah Aman”. jamin Datu Randy kepada kami.
Anugerah Ilahi di bumi Fi Amanillah. (***)

Pemukiman Islam di Quiapo Manila


Catatan Perjalanan

Imbalo Iman Sakti
– Filipina –

SONY DSC
Pagi itu selepas sarapan, kami menuju satu pemuki man Islam di Quiapo. Dengan taxi dari Hotel di Makati ke Quiapo sebesar 160.00 peso.

Kontras sekali suasa di Makati dengan di Quiapo meskipun masih di kawasan Manila city. Makati adalah daerah elit di Metro Manila, gedung pencakar langit hampir berada semua disitu, sementara Quiapo adalah kota lama, pasarnya penuh dengan gelandangan, pengemis, jalanan macet.

Dibagian lain kota Quiapo, ba nyak bangunan lama peningga lan Spanyol masih berdiri kukuh, sebagian tua dimakan usia dan ti dak terawat. Sebuah Gereja Kato lik paling pertama di Manila ada di Quiapo. Gereja ratusan tahun itu masih terawat dengan baik. Gereja itu dibangun oleh Spanyol, saat negeri Fi Amanillah – kini Manila- di taklukkan oleh Spanyol. Saat Spanyol menjajah Manila, populasi muslim 98 persen, Dulu sebelum dijajah Manila adalah kerajaan Islam dibawah Sultan Sulaiman.

Spanyol menghancurkan selu ruh bangunan yang berbau Islam, bayangkan dari 98 persen dulu nya, kini agama Islam diseluruh Filipina hanya sekitar 5 persen saja lagi, itupun mayo ritas berada di Selatan. Umat Islam yang dari Selatan inilah bermi grasi ke Utara, setelah Amerika mengam bil alih kekuasaan di Filipina.

Geliat Islam mulai terlihat sejak tahun 1964, Pemukiman Islam di Quiapo ini termasuk yang perta ma ada, pemukiman ini, bersebe lahan dengan lokasi gereja katolik yang pertama kali dibangun oleh Spanyol tadi. Tidak sulit untuk menemukan pemukiman Islam ini, nyaris semua taxi tahu. sebut saja masjid kubah emas.

Memasuki pemukiman muslim di Quiapo, kita akan melalui pintu gerbang besar, ada pelang nama nya tertulis Muslim Town. Yang menarik, semua perempuan saat masuk melewati pintu gerbang menuju pemukiman itu, bersegara memakai kerudung, meskipun mengenakannya sekedarnya saja. Demikian pula bila hendak masuk ke areal masjid.

Masjid Kubah Emas dibangun oleh pemerintah Filipina, sesaat Presiden Muammar Kadafi hendak berkunjung ke Manila. Halamannya menjadi akses jalan keluar masuk ke pemukiman penduduk yang ada di samping dan belakang masjid. Jadi ada pintu gerbang besar menu tup jalan itu, pintu itu bisa dilalui kenderaan roda empat dan selalu tertutup. Membludaknya jamaah masjid terutama saat shalat jumat, jalan itu pun terkadang terpakai untuk jamaah.

Ada pintu kecil semuat orang untuk lalu lalang, disitu ada kotak sumbangan, ada security berjaga, dan dipintu itupun akan terlihat kalau ada perempuan yang tidak memakai tutup kepala berlalu.

Tak ada data pasti berapa popu lasi umat Islam sekarang yang bera da di Quiapo, puluhan ribu banyaknya. Urbanisasi, terutama dari selatan ke utara menjadi penduduk tak terdata. Ramai diantara penduduk urban itu menjadi pekerja disektor pernia gaan. Ada pemilik hotel, resto ran, Super maket.

Hebatnya lagi, bahkan diselu ruh Mall yang ada di Metro Manila, yang dikunjungi Buletin Jumat, terdapat masjid dan mushalah. Karena disektor retil ini pun banyak pekerja muslim nya, terlihat dari cara berpakaian nya, wanitanya berkerudung.

Beberapa masjid itu sengaja kami kunjungi, disamping bersila turahmi, kami juga memberitahu kan kepada pengurus jamaah disitu, bahwa di Batam ada Ma had yang dapat menerima pelajar dari Filipina untuk belajar bahasa Arab dan study Islam, selama dua tahun dan tidak berbayar.

Tengah hari selepas shalat jamak dan qashar kami kembali ke hotel di Makati city. Karena harus mengikuti acara lainnya. Kalau tadi dari Makati ke Quiapo hanya sebesar 160.00 peso, sampai di depan Hotel di Makati tempat kami menginap, argo meter menunjukkan 330.000 peso. Itulah kalau naik taxi di Manila. Padahal dengan jarak yang nyaris sama. (bersambung)

Jesus V.Del Rosario Foundation Building Manila


Kali ini Buletin Jumat (BJ) mengunjungi Filipina, kota Manila. Bersama dengan tiga orang teman dari Kedah Malaysia, kami bertemu di Singapura

Dari Changi Air Port Singapura, berangkat Sabtu (28/04) pukul 00.55. Tiba di Bandara Nino Aquino International Airport (NAIA), Jam telah menunjukkan pukul 04.10 dini hari waktu Filipina.

Tidak ada selisih waktu antara Singapura dengan Manila. Semen tara waktu antara Malaysia dengan Manila pun juga sama. Tetapi de ngan Batam Indonesia, meskipun bertetangga, tiga Negara itu lebih awal satu jam waktunya dari pada Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB).
Karena hendak mengejar shalat subuh di Hotel, kami bersegera ke luar dari terminal. Ternyata meski pun waktu dikedua Negara itu sama, waktu untuk shalat tidaklah sama. Contoh, waktu shalat Subuh di Manila, sekitar pukul 04.15, sementara Kedah dan daerah lain di Semenanjung Malaysia, pada umumnya, waktu shalat subuh berkisar antara pukul 05.30.

Fasilitas Umum Bandara
Jadi sewaktu berada diruang ke datangan tadi, sebenarnya telah masuk waktu shalat subuh. Terlan jur sudah keluar dari ruang terminal kedatangan, sementara teman yang akan menjemput belum juga datang, fajar mulai menyingsing.
Mushala ada diruang kedata ngan tadi. Untuk masuk kesana, harus jalan berputar lumayan jauh jaraknya. Dan kami, tidak bisa shalat bersama, harus ada yang menjaga beg pakaian, tak mungkin dibawa kedalam lagi.

Mushala di Bandara NAIA hanyalah ruang kecil, ukuran 2 x 3 meter, terletak dilantai dua, diu jung lorong dekat toilet. Seperti nya ruang gudang arsip yang dimanfaatkan dan disekat untuk ruang shalat.

Di mushala kecil itu, ada bebe rapa orang petugas berseragam bi ru sedang shalat, dan ada juga yang telah selesai, berada diluar, sedang memasang sepatu. Ternya ta ada juga petugas yang bekerja di Bandara itu yang beragama Islam.

Sama dengan ruang shalat di Terminal Dua, Bandara Changi Singapura. Di Bandara NAIA Manila ini pun ruang shalat dengan ruang meditasi terletak berdampingan. Ruang shalat di Changi cukup bersih dan punya tempat wuduk sendiri, dan sepertinya memang disiapkan untuk ruang shalat.
Di NAIA Manila, ruang medi tasinya lebih luas dari di Changi. Diruang meditasi itu terlihat patung bunda Maria, sebesar manusia, berdiri diujung ruangan, beberapa bangku panjang berjejer dua, dan sebuah podium, terletak berdampingan dengan patung tadi. Ruang meditasi, semacam ruang untuk berdoa.

Building Conference Center Manila
Di Manila, kami menginap di Jesus V. Del Rosario Foundation Building, yang terletak di Trasierra Sts. Legaspi Village, Makati City 1260 Philippines. Bangunan tempat conference center, Asian Institute Of Management (AIM). Bangunan AIM yang terletak di tengah jantung kota Manila ini, cukup luas. Hampir seluruh Negara Asia punya nama ruang tersendiri.

Poto-poto peserta dan tamu kehormatan terpajang rapi di dinding, termasuk peserta dan tamu dari Timur Tengah –terlihat dari pakaian mereka- yang pernah mengunjungi gedung AIM itu. Tiga teman BJ, adalah Dosen di Universitas Utara Malaysia (UUM) Kedah, mereka menjadi pembicara di AIM Manila.

Di bangunan yang bernama Jesus ini pun menyediakan ruang meditasi, lebih banyak bangku panjang tersedia dibandingkan ruang meditasi di Bandara NAIA. Ruang meditasi ini terletak persis di depan kolam renang lantai satu dan terawat rapi. Mungkin karena banyak peserta konperensi dari Negara Asia yang beragama Islam, pengelola gedung AIM pun menyediakan ruangan untuk shalat, terletak diruang bawah tanah. Jalan ke tempat ruangan shalat itu, melalui koridor yang mengeluarkan bau busuk parit dan juga bau kecoa.

Makanan Halal
Sewa kamar standar di AIM sekitar 6000 peso, 1 peso sebesar Rp. 250,- Ada beberapa restoran di gedung itu. Siang itu kami dijamu makan. Lihat menu maka nan nyaris semua ber-babi. Mere ka tahu kalau kami beragama Islam. Terbiasa agaknya menerima tamu seperti kami, sang pelayan restoran dengan cekatan menye diakan makanan yang tidak mengandung babinya.

Tak lama makanan telah ter hidang, ada kuah sup bersantan, capcai rencah daging ayam, poto ngan ikan berbumbu dipang gang, tumis jamur dengan lada hitam. Tak henti-hentinya sang pelayan menjelaskan bahwa makanan yang dihidangkannya halal.
“Kalau ini terpaksa nak kena makan” ucap teman yang dari Malaysia dengan berat hati.

Halal, bukanlah karena masa kan itu tidak dicampur dengan daging babi saja, tetapi perala tan untuk memasaknya, bumbu yang dipakai. (bersambung)

%d blogger menyukai ini: