SURAT TERBUKA UNTUK PM MALAYSIA TUN NAJIB.


 

ASAP MENJADI BERKAH BAGI PEKEBUN SAWIT DI SEMENANJUNG?.

asap1Asap….tahukah Tuan bahwa asap sangat berguna bagi kesuburan buah sawit?…sejak asap “melanda” sebagian wilayah semenanjung melaya.

Malaysia menjadi pengekspor minyak sawit terbesar dunia, asap sumatera tak sampai ke utara semenanjung, bunga sawit, tak sebanyak menjadi buah sawit yang di selatan, misal nya negeri johor . Di utara malaysia, seperti di Kelantan dan Perlis yang berbatasan dengan Thailand (Narathiwat, Setun) buah sawit tidak sebanyak di negeri yang diasapi. Apalagi di daerah Burma, misal Kaw Thaung perkebunan sawit luas di selatan Myanmar yang berbatasan dengan Thailand Ranong dan laut andaman.

Oleh sebab itu selayaknya pemerintah Malaysia memberikan konpensasi kepada korban asap, karena asap ini telah menaikkan hasil buah sawit perkebunan di seluruh semenanjung.
Saya pernah lalu dari mulai Sabah hingga ke Serawak, buah sawit tidak sama hasilnya dengan di semenanjung.

Saya baru dari Myanmar, lalu dari Thailand selatan, terus ke Rantau Panjang dan berakhir di Johor “Benihnya sama, ini yang bagi malaysia, tetapi hasilnya tak sama” ujar penduduk Myanmar saat kami lalu di perkebunan sawit , hanya terlihat beberapa tandan bunga yang tak berbuah.
Pak Najib, “mengasapi” pohon palm termasuk menghilangkan hama.

Pekebun sawit di malaysia sangat beruntung mendapatkan asap kiriman dari sumatera, angin yang meniup asap itu membuat berkah kepada negeri anda, terutama pekebun sawit itu.

Dalam udara normal oksigen (O2) sekitar 16 % , asap asap “kiriman” ini tidak sampai membunuh manusia, karena masih dalam batas toleransi.

Tetapi cukup untuk “membunuh” kutu hama yang ada di tandan sawit perkebunan pekebun di semenanjung.

Saya tidak hendak berandai andai, apakah memang ada kesengajaan pembakaran, untuk menghasilkan asap percuma….??
Saya melihat berhektar hektar pohon sawit tidak produktif di utara yang tidak kena asap.

Ini hasil dari pengamatan saya, bahwa kebun kelapa sawit yang terkena asap akan berbuah lebih banyak dari yang tidak terkena asap.

Data itu sangat mudah di dapat oleh anda, bandingkan satu hektar sawit di daerah negeri Johor, dengan di Kelantan sana.

Iklan

Sebut HAMAS Bentukan Israel, Syafi’I Ma’arif di undang ke Gaza untuk melihat langsung


onim 1Saya juga sangat setuju, dengan undangan saudara Abdillah Onim, agar pak Syafi’i mengunjungi Gaza, mudah mudahan saja dia sehat bisa kesana.

Ini komentar Abdillah Onim dari Caza Palestina menanggapi pernyataan mantan Ketua Muhammadiyah setelah di tinggal pak Amien Rais.

Wah Gimana nih Bpk.Prof.Dr. Syafei Maarif. Benar ga berita ini?

Jika benar, Beliau wajib minta maaf kepada Rakyat Palestina.
Saya undang Bpk.Prof ke Gaza.

http://m.hidayatullah.com/…/sebut-hamas-bentukan-israel-sya…

Ada baiknya bpk. Prof menyempatkan diri untuk silaturahim ke Palestina minimal ke Gaza deh agar mengetahui realita sebenarnya di lapangan, saya undang bapak. Prof ke Gaza untuk melihat Gaza, selama di Gaza Insya Allah saya siap bantu temani kelilililililing pelosok Gaza melihat anak yatim dan kehidupan mereka. Mereka semua korban kebiadaban Israel, mereka Cinta Hamas loh prof.
Maksudnya saya begini, jika belum sempat berjuang seperti orang Palestina, jika tidak bisa seperti ibu2 Palestina yang demi Islam dan Masjid Alaqsa mereka rela mengiklaskan putra putri mereka pertaruhkan nyawa dan darah mereka.
Sangat bijak dan ada baiknya no komen deh, 2500 warga Gaza tewas, 11. 000 orang Luka2 didominasi anak2 dan wanita serta lansia dibantai oleh zionis Israel, itu yang hadapi Bela mereka mayoritas adalah hamas lo kerja Sama dengan faksi pejuang Palestina lainnya.
Jika berita diatas benar, pak Prof wajib minta maaf resmi kepada Rakyat Palestina yang hingga kini masih di dzolimi oleh israel, saya nangis tulis pesan ini karena melihat dan merasakan langsung derita warga Gaza Palestina.
Salam hormat buat pak Prof. Syafei Maarif, semoga beliau baca pesan persahabatan saya ini.
Abdillah Onim Aktivis Indonesia untuk Palestina saat ini menetap di Gaza.

Shalat Jumat di Tempat Kami


15 Tahun Buletin Jumat (3)

SONY DSC

Dulu ada satu kementerian yang mengatar aparatur negara, waktu itu terbitlah satu peraturan yang mengatur para aparatur negara dengan cukup satu pekan 5 hari kerja saja, yaitu dari senin hingga hari jumat sementara pada hari sabtu libur.

Hari Jumat pagi, sebelum masuk kerja, olahraga (senam) dulu, kamipun berangkat dari rumah pakai pakaian olah raga. Terkadang baju olahraga itu ada yang memakainya sampai pulang kerja, ada yang di tukar dengan baju yang lain, yaitu baju kerja. Baju kerja ini bermacam-macam bentuknya. Tegantung perusahaan tempat kita bekerja.

Nah, kalau lelaki muslim sekitar pukul 11.30 wibb sesaathendak memasuki waktu shalat jumat, ada yang menukar lagi pakaiannya itu, jadi ada yang sampai tiga kali bertukar pakaian lho. Tetapi bila rumahnya tidak jauh dari tempat kerja, tak masaalah bisa pulang kerumah, dan berganti baju dirumah, dan shalat di masjid dekat rumah.

Kalau tak bertukar baju dan jauh dari tempat kerja ya pakai baju kerja, dan sebagian sampai sekarangpun instansi yang berolahraga dipagi jumat pegawainya masih memakai pakaian olahraga itu ke masjid melaksanakan shalat jumat.

Ternyata peraturan itu berubah, dirubah lagi jadi tetap enam hari kerja selama sepekan, agaknya tak efesien dan setelah kementerian yang menterinya enggak pernah shalat jumat itu tidak menjabat lagi.SONY DSC

Di Batam tidak terkecuali apalagi daerah melayu hampir diseluruh negeri, terutama di sekolah sekolah, hari jumat kami berbusana muslim kembali, baju muslim biasanya warnanya polos.

Tetapi ada juga beberapa instansi yang menyuruh karyawannya berbaju batik (berwarna-warni, namanya juga batik), dihari jumat sebagaimana ditempat penulis bekerja, katanya untuk cinta budaya. Dan kamipun olahraga kembali dihari sabtu.

Di Jakarta kini, orang nomor satu pemimpinnya lagi kompetisi, jadi capres. Jadi wakilnya yang berkuasa, katanya sih enggak tahu kalau kepala dinas pendidikannya, membuat peraturan baru mengganti model baju muslim tadi dengan model yang lain disekolah-sekolah.

Kalau bagi siswa mungkin tidak terlalu berpengaruh, tetapi bagi siswi? Konon kabarnya kepala dinasnya mau mengundurkan diri karena stress, tetapi dibantah.

Di tempat kami di Batam terkenal daerah industri, banyak perusahaan asing maupun lokal mempekerjakan karyawan setempat, dikasih baju seragam, seperti werpak, yaitu baju dan celananya jadi satu, penulispun setiap tahun pernah dapat dua stell baju seperti itu, waktu jadi pegawai.

Baju seragam ini kalau di pakai shalat, agak menjepit sedikit diselangkangan, ketika kita posisi sujud, tetapi ada baiknya pinggang dan belahan punggung kita tidak terbuka (tertutup aurat).

Karena ada juga baju seragam yang terdiri dua potong, yaitu celana dan baju terpisah, terkadang warnanya sama ada juga yang berbeda, entah mengapa hampir semua pekerja yang dapat baju seragam seperti ini, bajunya agak pendek dan memakai lipatan tebal dibawahnya.SONY DSC

Nah ini yang jadi masaalah sewaktu rukuk apalagi posisi sujud, saat shalat sang baju bagian belakang tertarik keatas tersingkat di belakang belahan punggung dan tentunya aurat terlihat. Enggak tahu mengapa disainnya seperti itu, padahal tidak semua pekerja itu bekerja berkaitan dengan mesin.

Seperti dalam gambar pekerja hotel terkemuka inipun dapat baju seragam, setiap sujud belahan punggungnya kelihatan, dan tangannya tak pernah berhenti kebelakang menutupinya.

Tapi syukurlah mereka para pekerja itu masih dibenarkan dan bisa melaksanakan ibadah shalat jumat, karena dari hasil temuan penulis di beberapa mall, pekerja restoran, maupun pekerja di pompa bensin tidak bisa melaksanakan shalat jumat walaupun dengan memakai baju seragam kerja. Ya jadi sepanjang tahun selama pekerja lelaki itu tak pernah shalat jumat.

Tetapi walaupun tidak setiap jumat melaksanakan ibadah shalat ini, kita tidak pungkiri masih banyak para majikan yang mengatur para pekerja lelaki itu bergantian libur pada hari jumat, seperti security misalnya.

Mungkin di daerah industri, perdagangan, ali kapal di tempat lain seperti itu jugakah?, yaitu memakai pakaian yang tersingkap dibelakang terlihat aurat seperti ditempat kami? … entahlah. Sebagaimana terlihat disuatu jumat, nyaris dari 4.000 orang jamaah Masjid Raya Batam Center tak terlihat yang pakai kain sarung lagi, pada hari itu.

Semoga Batam tidak seperti Jakarta, cukuplah memadailah para pelajar lelakinya pakai baju melayu (dua potong baju dan celana), dari pagi masuk sekolah, sekalian bisa untuk shalat jumat, dan kamipun berharap kepada yang berwenang nantinya tidak membuat kebijakan meniru Kepala Dinas L Marbun di Jakarta sana. (imbalo)

UU RI NO 40 TENTANG PERS (1)


10547456_892209664126439_2787480722696643427_nHampir lima belas tahun yang lalu, Undang – Undang Pers diundangkan, tepatnya 23 September 1999 oleh Presiden waktu itu BJ Habibie.
Kebebasan pers di jamin di Indonesia, tidak ada bredel- bredelan lagi itu intinya, tidak ada izin-izin lagi untuk menerbitkan media cetak , cukup berbadan hukum Indonesia, ada alamat lengkap ada dewan redaksi , semua itu tertuang dalam UU NO 40 tahun 1999 tentang PERS.

Lima belas tahun yang lalu Buletin Jumat (BJ) terbit untuk perdana kalinya, bertepatan dengan bulan ramadhan seperti ini, Gus Dur jadi presiden menggantikan BJ Habibie, datang ke Batam, membuka Forum Organisasi Zakat (FOZ) II.

BJ, hanya selembar kertas HVS ukuran F4 dicetak timbal balik, tulisannya berwarna biru, isinya memuat tentang kegiatan ke-Islaman antara lain masjid-masjid yang ada di Batam. Karena memang lembaga yang menaungi BJ adalah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Batam.

Masih ingat benar tulisan pertama tentang Masjid di Komplek perumahan Sukajadi Batam Center dengan Judul “Masjid Sukajadi Tak Jadi-Jadi” , pengembang nya cukup respon setelah membaca tulisan itu, dan berjanji untuk membangun struktur hingga 30% sebagaimana ketentuan bagi pengembang di Indonesia. Masjid yang terletak di perumahan elit di Batam itu kini terus bertambah luas, banyak jamaahnya terutama pada shalat magrib, tak henti henti, mungkin karena terletak di jalur sebelah kiri jalan arah ke Batu Ampar dari Tanjung Uncang, memudahkan terutama para pekerja galangan.

Di perumahan Legenda Malaka, pengembangnya belum menyiapkan lokasi untuk tempat Ibadah, ratusan kepala keluarga muslim telah bermukim disana, solusi atas kesepakatan warga dibuat masjid di luar lokasi tanah pengembang, hingga sekarang masjid itu kokoh berdiri dan telah berdiri pula lembaga pendidikan . Ternyata tempat masjid itu berdiri adalah jalur alternative sebelah kiri jalan menuju Bandara.

Kawasan Industri Muka Kuning punya masjid namanya Nurul Islam, dibangun oleh pengelola, tak mampu menampung jumlah jamaah lelaki, terutama pada shalat jumat, sudah dipasang tenda sampai keluar hanya bisa menampung ribuan orang saja, beberapa tenan yang karyawannya ratusan bahkan ribuan orang, melaksanakan shalat jumat di ruang serbaguna, ribuan hektar luasnya, puluhan tenan besar menempati kawasan, puluhan ribu karyawan di kawasan industri itu, delapan puluh present Islam, masjid hanya satu, Alhamdulillah atas usulan DMI Batam, berdiri masjid Nurul Iman lokasinya diluar lokasi kawasan industry Muka Kuning, tak apalah.

Hampir semua pengembang di Batam sejak awal lagi, tidak menyiapkan sarana tempat ibadah untuk umat Islam ini, perumahan Anggrek Mas, hanya memberikan secuil lokasi tanah dibelakang sekolah Juwita, sekarang masjid itu di perbesar, karena tidak mampu lagi menampung jamaah dari tiga lokasi Anggrek yang lain.

Hingga ke hari ini Lapangan Terbang Internasional Hang Nadim, belum memiliki masjid tersendiri, rencana perluasan tahap III, konon kabarnya akan di bangun sesuai rencana lokasi didekat areal parkir, karyawan dan pekerja muslim , shalat jumat di komplek perumahan bandara, dulu ada bekas mushala direksi kit dijadikan masjid untuk pelaksanaan shalat jumat.

Di pelabuhan sekupang pun belum memilik masjid, pekerja disana shalat jumat ke masjid terdekat di komplek Telkom .
Yang ironis, belasan tahun umat islam, di daerah Batam center, terutama karyawan Otorita Batam, Pemko Batam, dulu, shalat jumat di lantai tiga ruang serba guna kantor Otorita itu. Namanya ruang serbaguna, terkadang dibuat untuk acara kebaktian umat lain (non islam), kadang acara music, kesenian, pelantikan pejabat dan lain-lain. Alhamdulillah berdiri masjid raya Batam, digesa cepat semula 4 tahap menjadi satu tahap saja.

Iya , Buletin Jumat identic dengan masjid, karena dibawah naungan lembaga DMI tadi, termasuklah tempat shalat bagi karyawan muslim yang ada di mall-mall, hanya seadanya saja.

BJ sempat tidak terbit beberapa saat, karena kami tidak menjadi pengurus DMI lagi, setelah itu tebit lagi tetapi di kelola oleh Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM) Batam.

Marak pula makanan yang tidak halal, masuk dan membanjiri Indonesia, termasuk paha ayam dari Amerika masuk ke Batam, kasus ini mencuat hingga Nasional, Buletin Jumat sampai ke pengadilan, pejabat yang berwenang di Batam, tidak bisa secara langsung menutup media yang hanya selembar itu, terganjal UU NO 40 tentang PERS diatas, menurut Parni Hardi kepala kantor berita ANTARA saat itu, walau hanya selembar, memuat dan menyajikan berita tulisan rutin dan terus menerus adalah pers. Merasa tertolong oleh ketentuan itu, kami pun beli mesin cetak sendiri agar BJ tetap terbit.

Mengunjungi Karez, Turpan Urumqi Xinjiang Cina


CATATAN PERJALANAN DARI CINA
10325696_857915710889168_7567631160711394665_n
KAREZ dalam bahasa Uyghur berarti baik, tempat ini sekitar 200 kilometer dari Urumqi arah ke tenggara, Gansu, Urumqi adalah ibukota provinsi Xinjiang Cina.
10341999_857892830891456_6504423942862093238_n
Uyghur adalah penduduknya, dari etnik ras-ras Turki, dulu mereka mayoritas di Urumqi, sejak zaman Dinasti Han daerah ini sudah sangat terkenal, kafilah yang akan berniaga sutera mesti melalui daerah ini, istirahat, menambah bekal, sebelum meneruskan perjalanannya.

System pengairan di Karez, yang masuk wilayah Turban ini adalah salah satu yang teristimewa di Dunia, Kanal bawah tanahnya menyambung dari pegunungan Flaminggo lebih 5000 kilometer panjangnya, menghubungkan sumur sumur vertikal ribuan pula banyaknya, sumur-sumur vertikal itu digali dengan tangan, dibantu alat sangat sederhana, terkadang tanah dari dalam sumur itu ditarik oleh hewan.
10390404_857892750891464_1068834565655143786_n (1)
Kanal air bawah tanah ini mengalir dan teratur kecepatannya sampai di Karez, jadilah Karez tempat yang subur, ratusan hektar pohon anggur dan tanaman lainnya menghasilkan produksi yang tak henti hentinya.

Ada kesempatan berkunjunglah kesana, lihatlah betapa sayangnya Allah pada kita, negeri tandus, ribuan kilometer jauhnya dari laut itu pun menghasilkan Garam. Kanal bawah tanah di Karez ini disebut keajaiban dunia kedua setelah tembok Cina.

Jalur Sutera
Jalur Sutera yang terkenal sejak ribuan tahun yang lalu itu, kini tidak susah untuk dikunjungi, sekitar 3 jam dari kota Urumqi dengan kenderaan roda empat.
10325289_857892947558111_3337201705236970361_n (1)
Jalur ini pun dulu, pernah dilalui oleh sahabat Rasulullah SAW, Saad bin Aby Waqas ra. diutus Khalifah Usman bin Affan berdakwah mengembangkan Islam, jejak peninggalan itu masih terlihat hingga sekarang, terlihat pada ras Uyghur yang taat beragama, ramah, dan sangat menghormati tamu.

Kini suku Uyghur sangat tertekan oleh pemerintah Cina, mereka ingin merdeka, budaya gotong royong, dan keramahtamahan seperti dulu mereka membangun kanal dan sumur itu sudah susah ditemui di Xinjiang Cina.

Memelihara jenggot saja sesuai Sunnah, bagi kaum lelaki di Cina adalah hal yang terlarang, padahal kalau kita lihat dari postur tubuh dan banyaknya bulu yg tumbuh di muka mereka, sepertinya sudah menja dikodrat, sangat berbeda dengan orang Cina dari entik lain nyaris mukanya mulus, tidak berbulu itulah dilemma jadi minoritas, minoritas di Cina bukanlah hal yang mereka ingini.

Sepekan sebelum kunjungan kami ke Uyghur (07/05/2014), terjadi huruhara di Stasiun kereta api Urumqi yang menewaskan tiga orang, demikian pula setelah 10 hari dari sana, 31 orang tewas dipasar terbesar Urumqi, dikota penghasil sutera dan jade batu giok itu.

Saat kami ke Turban, Karez, kawalan cukup ketat, pemeriksaan orang dan barang bawaan, beberapa 10322817_857894260891313_5404236719853508991_nakan kita lalui sebelum dan setelah Karez, sepanjang 300 kilometer itu. Tentara dan polisi berjaga di sepanjang jalan, dan dipersimpangan, tetapi walaupun begitu tidak mengurangi minat wisatawan mancanegara datang mengunjungi daerah konflik itu.

Daerah Karez ini seperti cawan, pegunungan Himalaya, Nepal, Tibet menjulang di Selatan. Mongolia, Rusia, Kazakhstan membentang pula di Utara. Turki, Pakistan India di Barat mengapit. Dan nun jauh di Timur, laut Cina 3000 kilo meter jaraknya, meresap airnya dibebatuan pegunungan sampai ke Karez, Danau-Danau asin, kadar garamnya menyamai Laut Mati di Asia Tengah. Subhanallah. (Imbalo)

Ustadz Fadlan, Mengangkat Harkat dan Martabat Muslim Nuu War


604068_819605374720202_349000249_nYang tepat sebutan itu Nuu Waar, ujar ustadz Fadlan kelahiran Fak Fak Papua ini, empat hari di Batam sejak kamis hingga Ahad minggu lepas, beberapa masjid dan majelis taklim di kunjungi beliau.

Suaranya mengelegar saat khotbah Jumat di Masjid Raya Batam Center, jamaah terkesimah, menahan nafas dan berlinang air mata, sosok perawakannya, besar, hitam, keriting mengingatkan kita kepada sahabat Rasululah SAW, Bilal bin Rabah ra.

Ratusan tahun sejak 1885 Kristen masuk ke bumi Papua, mereka dibiarkan tak bercelana, koteka adalah budaya alasannya. Minyak babi melumuri seluruh raga, untuk melindungi sejuknya udara, gigitan nyamuk mendera sepanjang usia mereka, padahal itu bukan solusinya.

“Sabun, Shampo, sikat gigi dan odolnya” itulah senjata dakwah ustadz Fadlan, tanpa iming iming, tanpa paksaan ikhlas dengan pendekatan. Dia pun mendapat gelar ustadz Sabun.

Kini telah ratusan ribu mereka saudara baru kita itu, memakai baju walaupun ada yang alakadarnya, dan terlihat masih sebahagian shalat tanpa busana.

Tak apalah. “Kumpulkanlah akan kami kirim ke Papua” ujar ustadz menghimbau jamaah. Baju bekas layak pakai, masih sangat dibutuhkan disana. “Sebagian dari mereka, sementara ini kami kenalkan pakaian dari pelepah pisang” ujar ustadz Fadlan mengatasi bahan menutup aurat ini.

Banyak kisah suka duka dialamai ustadz yang tiga kali masuk penjara tanpa proses, buahnya ratusan masjid sudah berdiri dipelosok tanah Nuu Waar. “Penduduk Muslim Nuu Waar, adalah ummat pertama yang shalat subuh di Nusantara ini” (imbalo)

HIMBAUAN.
Jamaah masjid yang dirahmati Allah. Mari kita sukseskan GERAKAN PEDULI MUSLIM NUU WAAR
– Sepasang Kambing Satu Masjid. Menggantikan babi, sebelum muslim mereka ternak.
Dapat menghubungi Takmir Masjid setempat –

 

Kekejaman Tentara Thailand Terhadap Umat Islam di Tak Bai


 

Tak Bai nama satu tempat antara Patani dengan Narathiwat dua provinsi di Selatan Thailand, Tak Bai terletak di pinggir Pantai yang Indah, sembilan tahun yang lalu tepatnya tanggal 25 Oktober 2004 di bulan Ramadhan, puluhan mayat bergelimpangan di pantai itu, umat Islam yang sedang berpuasa , yang mempertahankan hak nya ditembaki, diseret dan ditumpuk di dalam truk……..Photo Kekejaman Tentara Thailand

Pembantaian Tak Bai

Peristiwa Tak Bai sendiri adalah salah satu insiden pembantaian umat Muslim di wilayah selatan Thailand yang paling terkenal sejak perjuangan pemisahan diri dimulai lagi pada awal 2004.

Peristiwa ini bermula di desa kecil (Tak Bai) ketika 6 anggota Pertahanan Sipil diantaranya termasuk empat orang ustadz ditangkap dengan tuduhan menyerahkan senjata kepada kelompok pejuang Patani. Masyarakat yang tahu duduk perkaranya menuntut pembebasan keenam warga itu. Mereka mengatakan senjata anggota pertahanan sipil itu memang benar-benar hilang dicuri orang. Namun aparat keamanan Thailand membantah keterangan masyarakat tersebut.

Pada 25 Oktober 2004 bersamaan saat bulan puasa Ramadhan, sekitar 2.000-3.000 Muslim di Tak Bai melakukan aksi demonstrasi di depan kantor polisi setempat menuntut pembebasan keenam orang yang ditangkap. Awalnya, petugas keamanan yang terdiri atas polisi dan tentara mencoba membubarkan para demonstran yang terus berteriak-teriak. Namun, bukannya membubarkan diri. Malah, jumlah para demonstran semakin bertambah banyak.

Aparat keamanan yang hilang kesabaran mulai menembaki para demonstran dengan gas air mata, senjata api, dan senjata air. Militer Thailand juga menangkapi para demonstran dan memasukkannya ke dalam truk-truk yang sudah disiapkan untuk dibawa ke kamp militer Inkayuth Bariharn, Patani. Pihak militer dan polisi Thailand menghajar pengunjuk rasa dengan popor senjata, pukulan, dan tendangan. Para pengunjuk rasa dipaksa berkumpul dengan merangkak di jalan aspal tanpa baju dengan hanya bercelana dibawah kawalan ketat tentara. Darah yang mengucur di mana-mana tidak mengurangi kebengisan aparat keamanan. Mereka juga menganiaya ibu-ibu dan anak-anak yang ditangkap dan dikumpulkan di kantor polisi Tak Bai.

Para demonstran ditumpuk di dalam truk militer hingga 5 lapis, mengakibatkan ratusan tewas akibat mati lemas dan patah leher.

Sekitar 1.300 pengunjuk rasa diangkut dengan enam truk dengan tangan terikat ke belakang. Dalam kondisi terikat dan berpuasa, tubuh-tubuh mereka dilemparkan ke atas truk militer Thailand. Para tawanan itu bertumpukan hingga lima lapis. Tidak cukup hanya itu, truk militer tersebut juga ditutup lagi dengan terpal selama perjalanan 5,5 jam menuju Markas Komando Militer IV Wilayah Selatan.

Pada awalnya, jumlah korban dilaporkan hanya 6 orang, kemudian meningkat dengan mendadak menjadi 84 orang. Menurut penduduk setempat, jumlah korban sebenarnya melebihi daripada 100 orang.

Statistik yang diberikan oleh seorang pengamat independen menjelaskan bahwa 6 orang mati serta merta terkena tembakan, 78 orang mati di rumah sakit, 35 mayat ditemui terapung di dalam sungai, kebanyakan para korban mati lemas dan beberapa di antaranya mengalami patah tulang leher dan 1298 orang mengalami luka-luka.

%d blogger menyukai ini: