Suku Hmong Muslim Dari Thailand


Suku Hmong yang ini telah menjadi warga negara Thailand saat Idul Adha 1430 H

Hari ini Senin (28/12)  dikabarkan Pemerintah Thailand mulai mengusir 4000 suku Hmong dari kamp pengungsian di bagian utara Provinsi Phetchabun untuk dikembalikan ke Laos.

Mengapa mereka di usir? , Suaka nya di tolak. Thailand menjelaskan, para pengungsi tersebut adalah imigran dengan alasan ekonomi, sementara mereka beralasan sengaja kabur menuju Thailand untuk mencari suaka karena di negerinya menjadi korban kekerasan pemerintah yang berpaham komunis. Sedangkan mereka adalah pendukung Amerika Serikat ketika melakukan perang melawan Vietnam.

Thailand dengan Laos hanya berbatas dengan sungai Mekong, jadi bukan lah hal yang sulit untuk ber migrasi dari Laos ke Thailand, hampir seluruh negara ini berbatasan dengan Thailand.

Laos adalah salah satu negara yang tak punya akses ke Laut, dari Border di Nong Kai kita harus hati hati bila berkendaraan, karena kenderaan di Laos setirnya di kiri sementara dari Thailand disebelah kanan. Dari pinggir sungai sebelah kota Vientiane Laos dapat terlihat dengan jelas Chiang Mai, apalagi saat musim kemarau air sungai surut sampai ke tengah.

Agaknya bila dibandingkan antara Laos dengan Thailand, dari segi perekonomian samalah dengan Indonesia dengan Malaysia.   Banyak TKI di malaysia yang mengadu nasib.

Siapa suku Hmong ini?

Perempuan suku Hmong sedang menunggu daging hewan Qurban di Desa Ban Sen Sai Pha Yao Thailand Utara

Kembali ke suku Hmong, di Provinsi Chiang Rai, Chiang Mai, Lam Phan, Pha Yao, Udon Thani di perbukitan disitu banyak di jumpai suku Hmong ini, diperkirakan ratusan ribu orang jumlahnya. Kehidupan mereka  kebanyakan bercocok tanam, mereka adalah petani yang ulet.  Mereka bermukim disitu ada yang telah ratusan tahun lamanya.

Hmong (pengucapan [m̥ɔ̃ŋ]) atau Mong ([mɔ̃ŋ]) adalah nama dari kelompok etnis yang menempati wilayah pegunungan Tiongkok selatan dan Asia Tenggara. Suku Hmong di Tiongkok mempunyai populasi yang lebih banyak dan disebut Suku Miao. Mulai pada awal abad ke-18, suku Hmong melakukan migrai besar-besaran ke Asia tenggara karena alasan politik atau ekonomi. Di Asia Tenggara mereka dapat dijumpai di Vietnam, Laos, Thailand, dan Myanmar.

Suku Hmong di Laos terlibat dalam usaha pemberontakan terhadap kaum komunis-nasionalis Pathet Lao dalam Perang Rahasia. Ketika Pathet Lao mengambil alih pemerintahan pada tahun 1975, warga Suku Hmong dikenakan retribusi, sehingga banyak yang mengungsi ke Thailand. Ribuan pengungsi Hmong juga mengungsi ke Amerika Serikat, Perancis, Australia, Guyana Perancis dan Kanada. Yang lainnya kembali ke Laos dengan program repatriasi dari PBB. Saat ini sekitar 8000 orang warga Hmong menjadi pengungsi di Thailand.

Desa Ban Sen Sai

Desa ini terletak di kaki bukit Doi Pha Chang masuk kedalam Provinsi Pha Yao, disitu ribuan keluarga suku Hmong mendiami kaki bukit yang subur, mereka banyak yang  bercocok tanam, disamping bercocok tanam mereka juga berternak  Babi, kambing, sapi dan kerbau.

Ratusan keluarga di desa itu telah memeluk agama Islam, seperti desa San Ti Suk misalnya 2 tahun yang lalu puluhan keluarga mengucapkan syahadat yang di pandu oleh ustaz Yusuf dan Baba Yee dari Patani.

Thoriq Dari Suku Hmong Hendak Ke Haji

Seorang pemuka suku Hmong bernama Thoriq adalah orang yang pertama sekali memeluk agama Islam di desa Ban Sen Sai, seorang putra nya kini sedang belajar di University Islam Antara Bangsa (UIA) Malaysia. Ada beberapa pemuda dari desa itu yang juga belajar di beberapa Universitas di Malaysia dan di Bangkok.

Awal Desember 2009  yang lalu Thoriq datang ke Batam, Thoriq hanya dapat berbahasa Hmong dan Thailand, Thoriq pun belum dapat membaca Al Quran,  bacaan shalat pun dia belum bisa, tetapi dia rajin shalat. Saat aku datang ke Pha Yao (27/12) Idul Adha 1430 H disana kami sekalian memotong hewan Qurban, Saat hendak pulang meninggalkan desa Ban Sen Sai Thoriq minta ikut agar di bawa serta ke Patani, Malaysia dan Batam Indonesia.

Usia Thoriq sekitar 57 tahun dia menggunakan pasport Thailand, pasport itu telah 3 tahun yang lalu dibuat nya. Senang sekali kelihatan dia dapat bepergian keluar dari kampung nya di kaki bukit Doi Pha Chang yang bila musim dingin suhu di desa itu mencapai 9 derajat celsius.

Di desa Ban Sen Sai berdiri sebuah masjid sekitar 5 tahun yang lalu, masjid itu dibangun aktifis dakwah bernama Ustaz Abdul Wahab dari Kulim Kedah Malaysia. Disitu bermukim seorang dai bernama ustaz Hasan yang berasal dari Patani Thailand, menikah dengan perempuan suku Hmong yang masih kerabat dengan Thoriq.

Thoriq tertarik dengan islam karena kebersihan, orang islam itu bersih katanya dalam bahasa siam yang diterjemahkan oleh ustaz Hasan. Meskipun banyak suku Hmong ini yang sudah memeluk islam tetapi mereka masih tetap juga memelihara babi.

Setiap tahun paling tidak dalam bulan Zulhijjah, saat Idul Adha terutama  kami menjambangi mereka. Di Chiang Rai banyak komunitas muslim dari China yang memiliki Hotel dan Restoran yang menjual makanan halal.  Tahun lalu 2008 atau 1429 H aku tak kesana karena sedang menunaikan ibadah haji.

Thoriq yang mempunyai anak 3 orang ini yang kesemuanya sudah besar-besar ingin juga hendak ke haji. Kalau dari Batam ongkos naik haji sebesar 32 juta,  rupiah kalau di kurs kan dengan bath adalah, 1 bath sekitar 300 rupiah , hitung punya hitung Thoriq tersenyum saat kutanya apa sudah da duit nya.

Tahun lalu jamah haji asal Thailand terhalang hendak berangkat dari Bangkok karena ada demontrasi di lapangan terbang . Mungkin Thoriq akan berangkat dari Malaysia, banyak jamaah haji asal Thailand berangkat dari Malaysia, begitupun jamaah haji dari Kamboja dan Vietnam mereka berangkat melalui Malaysia.

Suku Hmong Muslim Di Desa Bukit Doi Pha Chang Provinsi Pha Yao Thailand Utara

Saat di Batam Thoriq kami bawa berkeliling kepulau pulau sekitaran perairan Batam dengan boat pancung, di seputaran perairan Batam pun banyak suku laut yang seperti Thoriq, Islam nya baru sebatas mengucap duakalisyahadat.

Iklan

Gurita Cikeas………..


Gurita.................

Wah…….. mana mungkin berani dia menulis itu kalau tidak di dukung data ucap mantan anggota DPR RI dari Komisi I Ali Mochtar Ngabalin, dan banyak lagi komentar komentar dari tokoh tokoh Nasional menyikapi buku Membongkar Gurita Cikeas.

Apa sih arti Gurita ?

Nah untuk memudahkan pembaca blog ini aku tuliskan tentang Gurita yang ku kutip dari wikipedia, aku juga sempat berfikir apa iya seorang  Gergoe Junus Aditjondro sampai berani menyebut  Gurita Cikeas, begitu dahsyat nya hewan ini kalau kita baca kemapuan bertahan dan memepertahan kan hidupnya.

Kalau tentang buku dan komentar tokoh tokoh nasional sudah banyak beredar, pantes pantes menang nya mutlak kata komentar di media elektronik………… menggurita……….gurita bisa menelan ikan hiu lho……..

Gurita adalah hewan moluska dari kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala), ordo Octopoda dengan terumbu karang di samudra sebagai habitat utama. Gurita terdiri dari 289 spesies yang mencakup sepertiga dari total spesies kelas Cephalopoda. Gurita dalam bahasa Inggris disebut Octopus (Yunani: Ὀκτάπους, delapan kaki) yang sering hanya mengacu pada hewan dari genus Octopus.

Bentuk fisik

Gurita memiliki 8 lengan (bukan tentakel) dengan alat penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa

Lengan gurita merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang atau tulang rangka luar. Tidak seperti hewan Cephalopoda lainnya, sebagian besar gurita dari subordo Incirrata mempunyai tubuh yang terdiri dari otot dan tanpa tulang rangka dalam. Gurita tidak memiliki cangkang sebagai pelindung di bagian luar seperti halnya Nautilus dan tidak memiliki cangkang dalam atau tulang seperti sotong dan cumi-cumi. Paruh adalah bagian terkeras dari tubuh gurita yang digunakan sebagai rahang untuk membunuh mangsa dan menggigitnya menjadi bagian-bagian kecil.

Tubuh yang sangat fleksibel memungkinkan gurita untuk menyelipkan diri pada celah batuan yang sangat sempit di dasar laut, terutama sewaktu melarikan diri dari ikan pemangsa seperti belut laut Moray. Gurita yang kurang dikenal orang dari subordo Cirrata memiliki dua buah sirip dan cangkang dalam sehingga kemampuan untuk menyelip ke dalam ruangan sempit menjadi berkurang.

Gurita mempunyai masa hidup yang relatif singkat dan beberapa spesies hanya hidup selama 6 bulan. Spesies yang lebih besar seperti Gurita raksasa Pasifik Utara yang beratnya bisa mencapai 40 kilogram bisa hidup sampai 5 tahun di bawah kondisi lingkungan yang sesuai. Reproduksi merupakan salah satu sebab kematian, gurita jantan hanya bisa hidup beberapa bulan setelah kawin dan gurita betina mati mati tidak lama setelah bertelur. Kematian disebabkan kelalaian gurita untuk makan selama sekitar satu bulan sewaktu menjaga telur-telur yang belum menetas.

Selubung bagian perut tubuh gurita disebut mantel yang terbuat dari otot dan terlihat seperti kantung. Gurita memiliki tiga buah jantung yang terdiri dari dua buah jantung untuk memompa darah ke dua buah insang dan sebuah jantung untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Darah gurita mengandung protein Hemosianin yang kaya dengan tembaga untuk mengangkut oksigen. Dibandingkan dengan Hemoglobin yang kaya dengan zat besi, Hemosianin kurang efisien dalam mengangkut oksigen. Hemosianin larut dalam plasma dan tidak diikat oleh sel darah merah sehingga darah gurita berwarna biru pucat. Gurita bernafas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan disemburkan keluar melalui tabung siphon. Gurita memiliki insang dengan pembagian yang sangat halus, berasal dari pertumbuhan tubuh bagian luar atau bagian dalam yang mengalami vaskulerisasi.

Kecerdasan

Gurita spesies Octopus cyanea sedang mengamati keadaan sekeliling

Gurita sangat cerdas dan kemungkinan merupakan hewan paling cerdas di antara semua hewan invertebrata. Kecerdasan gurita sering menjadi bahan perdebatan di kalangan ahli biologi. Hasil percobaan mencari jalan di dalam maze dan memecahkan masalah menunjukkan bahwa gurita mempunyai ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang, walaupun masa hidup gurita yang singkat membuat pengetahuan yang bisa dipelajari gurita menjadi terbatas.

Gurita mempunyai sistem saraf yang sangat kompleks dengan sebagian saja yang terlokalisir di bagian otak. Dua pertiga dari sel saraf terdapat pada tali saraf yang ada di kedelapan lengan gurita. Lengan gurita bisa melakukan berbagai jenis gerakan refleks yang rumit, dipicu oleh 3 tahapan sistem saraf yang berbeda-beda. Beberapa jenis gurita seperti gurita mimic bisa menggerakkan lengan-lengannya untuk meniru gerakan hewan laut yang lain.

Pada percobaan di laboratorium, gurita dapat mudah diajar untuk membedakan berbagai bentuk dan pola. Gurita juga bisa membuka tutup toples dengan belajar dari melihat saja, walaupun penemuan ini sering dipertentangkan berdasarkan berbagai alasan

Gurita pernah ditemukan sedang melakukan gerakan yang menurut sebagian orang seperti sedang bermain-main. Secara berkali-kali, gurita melepaskan botol dan mainan di tengah-tengah arus air melingkar di dalam akuarium dan lalu berusaha menangkapnya.. Gurita sering memecahkan akuarium yang ditinggalinya dan kadang-kadang bertandang ke akuarium lain untuk mencari makanan. Gurita juga diketahui sering memanjat kapal penangkap ikan dan membuka ruangan penyimpan ikan untuk memakani kepiting.

Di beberapa negara, gurita termasuk hewan percobaan yang tidak boleh dibedah tanpa anestesi. Di Britania Raya, Cephalopoda seperti gurita termasuk hewan yang dilindungi Animals (Scientific Procedures) Act 1986 dan undang-undang anti kekejaman terhadap binatang. Walaupun tidak bertulang belakang, gurita sebagai hewan percobaan mendapat perlindungan yang sama seperti halnya hewan bertulang belakang yang lain.

Ada kepercayaan bahwa gurita yang sedang dalam keadaan stress akan memakan lengan-lengannya sendiri. Penelitian yang masih terbatas dalam bidang ini menunjukkan bahwa kelakuan abnormal gurita mungkin disebabkan virus pemakan sel (autophagy) yang menyerang sistem saraf gurita. Kelakuan memakan lengan sendiri mungkin dapat dianggap sebagai penyakit saraf (neurological disorder).

Pertahanan diri

Gurita biasanya memiliki tiga mekanisme pertahanan diri: kantong tinta, kamuflase dan memutuskan lengan

Gurita berwarna abu-abu pucat atau putih, tapi warna kulit bisa diubah sesuai warna dan pola lingkungan sekitar dengan maksud melakukan kamuflase (penyamaran). Pada kulit gurita terdapat kromatofora berupa lapisan kantung-kantung pewarna yang lentur dan bisa mengubah warna, opasitas dan refleksitas jaringan epidermis. Otot-otot di sekeliling kromatofora bisa membuat kantung-kantung pewarna menjadi kelihatan atau hilang. Kromatofora berisi pigmen berwarna kuning, oranye, merah, coklat, atau hitam. Sebagian besar spesies gurita memiliki 3 warna dari seluruh pilihan warna kromatofora yang ada, walaupun ada juga spesies yang memiliki 2 atau 4 warna. Sel-sel lain yang bisa berubah warna adalah sel iridophore dan sel leucophore (warna putih). Kemampuan berganti warna digunakan gurita untuk berkomunikasi atau memperingatkan gurita lain. Gurita cincin biru berubah warna menjadi kuning cerah dengan bulatan-bulatan berwarna biru jika merasa terancam sekaligus memperingatkan musuh bahwa dirinya sangat beracun.

Beberapa spesies gurita dapat memutuskan lengannya sendiri (ototomi) mirip cicak dan beberapa spesies kadal yang memutuskan ekor sewaktu melarikan diri. Lengan gurita yang sedang merangkak juga berfungsi sebagai pengalih perhatian bagi calon pemangsa dan berguna pada saat kawin.

Beberapa spesies gurita seperti gurita mimic memiliki sistem pertahanan ke-4 berupa kemampuan meniru bentuk hewan laut berbahaya seperti lionfish dan belut berkat tubuh yang lentur dipadukan dengan kemampuan berganti warna. Gurita mimic juga pernah didapati mengganti tekstur mantel agar kamuflase menjadi lebih sempurna. Mantel gurita mimic bisa terlihat runcing-runcing seperti rumput laut atau benjol-benjol seperti tekstur batu karang.

Reproduksi

Gurita jantan bereproduksi dengan meletakkan kantong spermatofora ke dalam rongga mantel gurita betina menggunakan lengan istimewa yang disebut hectocotylus. Lengan kanan ketiga biasanya menjadi hectocotylus. Pada beberapa spesies, gurita betina bisa menjaga sperma agar tetap hidup sampai telur menjadi matang. Setelah dibuahi, gurita betina bisa bertelur hingga sekitar 200.000 butir. Jumlah telur gurita bisa berbeda-beda bergantung pada masing-masing individu, familia, genus atau spesies. Gurita betina menggantung kumpulan telur berbentuk kapsul yang membentuk untaian di langit-langit sarang. Setelah telur menetas, larva gurita untuk sementara waktu melayang bersama kawanan plankton sambil memangsa pakan berupa copepod, larva kepiting dan larva bintang laut sampai cukup besar dan berat untuk berada di dasar laut. Beberapa spesies gurita dengan habitat di laut dalam tidak perlu melewati siklus melayang bersama kawanan plankton. Periode sebagai larva merupakan saat penuh bahaya karena larva gurita mudah dimangsa pemakan plankton sewaktu menjadi bagian dari kawanan plankton.

Alat indera

Gurita memiliki penglihatan yang baik

Pupil gurita berbentuk seperti lubang celengan sehingga dikuatirkan menderita kelainan refraksi berupa astigmat, tapi ternyata tidak jadi masalah bagi gurita yang berburu dengan penerangan yang kurang. Mata gurita “bisa” membedakan polarisasi cahaya tapi sepertinya buta warna. Dua organ khusus yang disebut statocyst yang terhubung dengan otak berfungsi sebagai alat pendeteksi posisi horizontal. Orientasi mata gurita dijaga oleh gerak otonomik (refleks) sehingga bukaan pupil selalu horizontal.

Gurita memiliki indera perasa yang luar biasa tajam. Alat hisap pada lengan gurita dilengkap dengan kemoreseptor sehingga gurita bisa merasakan benda yang disentuh. Lengan-lengan gurita memiliki sensor tekanan untuk mendeteksi lengan mana saja yang sedang dijulurkan, tapi memiliki kemampuan proprioseptif (perasaan posisi dan pergerakan badan) yang sangat rendah. Sensor tekanan tidak cukup memberi informasi ke otak perihal posisi badan dan lengan gurita. Sebagai akibatnya, gurita tidak memiliki kemampuan mengenal benda secara tiga dimensi (stereognosis) dari benda yang disentuhnya. Gurita bisa merasakan variasi tekstur pada benda yang disentuh tapi tidak bisa memadukan informasi untuk menerka bentuk benda yang sedang disentuh.

Gurita sedang merangkak

Susunan saraf otonom yang dimiliki setiap lengan menyebabkan gurita sulit mengetahui akibat dari gerakan yang dilakukan. Otak gurita mengeluarkan perintah tingkat tinggi untuk menggerakkan lengan, tapi instruksi yang lebih terinci untuk menggerakkan lengan diberikan oleh tali syaraf. Gurita tidak memiliki susunan syaraf yang memberi umpan balik ke otak tentang keberhasilan perintah otak untuk menggerakan lengan, sehingga mengamati gerakan lengan secara visual merupakan satu-satunya cara bagi gurita untuk mengetahui lengan yang diinginkan sudah bergerak atau belum.

Cara bergerak

Gurita berenang dengan kepala di depan diikuti dengan lengan-lengannya

Gurita bergerak dengan cara merangkak atau berenang. Gurita cukup merangkak ditambah sedikit berenang jika ingin bergerak secara perlahan dan hanya berenang jika ingin bergerak cepat-cepat. Gurita bisa bergerak cepat sekali sewaktu sedang lapar atau sewaktu dalam bahaya. Kadar oksigen dalam darah diperkirakan hanya sekitar 4% sehingga gurita mempunyai stamina rendah yang akibatnya merugikan kehidupan gurita di alam bebas.

Gurita merangkak dengan setiap lengan yang dimiliki, dan sering menggerakkan beberapa lengan secara sekaligus sewaktu bergerak pada permukaan yang padat sambil sekaligus menyangga bagian badan. Pada tahun 2005 ada laporan yang menulis bahwa sebagian gurita bisa berjalan dengan dua lengan pada permukaan yang padat sambil meniru bentuk buah kelapa atau kumpulan rumput laut.

Gurita berenang dengan semburan air seperti mesin jet yang berasal dari hasil kontraksi bagian mantel, sedangkan arah semburan air diatur dengan menggunakan tabung siphon.

Manfaat

Gurita sering ditangkap untuk digunakan sebagai bahan makanan, dipelihara di akuarium sebagai spesimen yang dipertontonkan, atau dipelihara sebagai hewan peliharaan.

Berbagai spesies gurita merupakan makanan bagi penduduk sejumlah negara di dunia. Lengan dan berbagai bagian tubuh gurita bisa menjadi berbagai macam variasi makanan.

Gurita merupakan makanan laut bagi penduduk di negara-negara Mediterania, Meksiko, dan bahan utama berbagai makanan Jepang, seperti sushi, tempura, takoyaki dan akashiyaki.

Hewan peliharaan

Gurita sedang mencoba meloloskan diri lewat sela-sela akuarium yang sempit

Gurita bisa dijadikan hewan peliharaan walaupun sulit untuk menjaganya agar tidak kabur. Gurita merupakan hewan cerdas dan memiliki kemampuan memecahkan masalah sehingga sering dilaporkan melarikan diri dari akuarium yang tertutup rapat. Beberapa gurita dalam satu spesies yang sama mempunyai banyak variasi ukuran dan umur. Gurita berukuran kecil bisa saja berukuran kecil karena memang baru lahir tapi bisa juga sudah dewasa, sehingga sulit menentukan harapan hidup gurita peliharaan. Spesies Octopus bimaculoides (California Two-spot Octopus) biasa dijadikan hewan peliharaan, karena sewaktu masih anak-anak berukuran sebesar bola tenis sehingga lama hidup sebagai hewan peliharaan bisa diperkirakan.

Gurita adalah binatang yang sangat kuat bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Gurita yang dipelihara sebagai hewan peliharaan bisa membuka tutup akuarium dan bertahan hidup cukup lama di luar air sebelum masuk ke akuarium di dekatnya dan menyantap ikan-ikan yang ada di dalamnya. Gurita juga bisa menangkap dan memangsa beberapa spesies ikan hiu.

Federasi Timur Raya Tanda Tanda Indonesia Pecah menjadi Beberapa Bagian


Sudah berapa puluh tahun ya Indonesia Merdeka........???? Siapa saja yang sudah menikmatinyaa.......????? aku masih mendayung perahu ke sekolah seorang diri , masih untung ombak tak kuat dan tak ada badai boleh lah aku "berciau" .....

Hari ini Jumat (25/12) selepas shalat Jumat  kubaca tentang rencana deklarasi Federasi Timur Raya di internet. Jadi teringat dengan tulisan beberapa waktu yang lalu tentang  Beberapa Penyebab Indonesia Pecah Menjadi 17 Negara

Sekarang baru akhir 2009 padahal predikis 2015 Indonesia akan menjadi beberapa bagian sebagai mana tulisanku   Indonesia Menjadi 17 Negara Bagian Kenapa Tidak?

Aku agak terkesima memang, begitu cepat prosesnya, lihat lah kondisi Indonesia saat ini, kasus Century misalnya, sebagai rakyat kecil dan pedagang kecil yang sedang betul betul memerlukan uang beberapa juta saja untuk pinjam uang  di Bank susahnya minta ampun, eeee………….. ini dengan seenak udel nya mereka bisa rubah peraturan untuk menurunkan car bank kecil yang tak terkenal dan mengucurkan dana hingga triliunan rupiah (6,7 Triliun).

Alasan macam macam mereka buat, yang jelas uang itu raib entah kemana, bukan itu saja banyak sekali kasus kasus korupsi yang tak tuntas di selesai kan , BLBI jilid satu pun hingga kini tak tentu rimba uang nya. Tak sanggup rasanya presiden di Pulau Jawa sana untuk menuntaskan nya sehingga di perlukan beberapa orang presiden presiden lain nya.

Menyebalkan memang, melihat elit politik di pusat sana, ada yang cuma jaga imeg doang. Kalau pun tahun ini di buat refrendum untuk merdeka sebagai mana Timur Leste dulu, pasti lebih banyak yang menyetujui nya. Jadi mommentum Akhir Tahun  2009 menjadi saat tepat yang dipilih sejumlah tokoh daerah dari kawasan Timur Indonesia untuk mendeklarasikan sebuah organisasi perjuangan bernama Federasi Timur Raya , bukan lah terjadi seketika , itu adalah bentuk akumulasi bertahun tahun yang telah muak melihat kepemimpinan yang hanya terpusat di Jawa saja.

Sebagaimana di tulis di Antara News   “Deklarasi Federasi Timur Raya (FTR) itu sendiri secara resmi dilakukan nanti pada hari Minggu (27/12 di Taman Ismail Marzuki (TIM), mulai pukul 12.00 WIB, tetapi pencanangannya hari ini,” kata salah satu tokoh penggaggas FTR, Faisal Assegaf kepada ANTARA, di Jakarta, Jumat.

Deklarator FTR ini, menurutnya, terdiri dari para aktivis, akademisi, rohaniwan, seniman, politisi, jurnalis, dan tokoh beraneka latar lainnya.

“Mereka berasal dari tanah Papua, kepulauan Maluku, NTT, NTB, juga kota-kota di pulau Sulawesi seperti Manado, Gorontao, Palu, Kendari, Buton serta Makassar,” ungkapnya.

Deklarasi yang nanti dipusatkan di TIM, Ciniki Raya, Jakarta Pusat itu, mengangkat isu utama berupa `referendum`.

“Para wakil seluruh daerah yang tergabung dalam FTR ini mempunyai sebuah tuntutan bersifat strategis, yakni format ulang Indonesia, yang selama ini keenakannya hanya dinikmati orang-orang dari kawasan lain, sementara segala sumberdaya di wilayah FTR terus saja dikuras dengan meninggalkan kemiskinan absolut di mana-mana,” ujar Faisal Assegaf lagi.

Zainal Bintang, salah satu tokoh dari Makassar ketika diminta pendapatnya tentang pendeklarasian FTR beserta dengan tujuan pendiriannya itu, hanya mengatakan, pihaknya memberi apresiasi.

“Pasalnya, ketidakadilan di negeri ini ternyata semakin menjadi-jadi, sehingga tujuan hidup bersama sebagai sebuah negara tidak dirasakan manfaatnya secara menyeluruh di seantero wilayah yang bernama NKRI ini,” katanya.

Faisal Assagaf sendiri mengungkapkan, perampokan atas aset daerah-daerah untuk kepentingan kapitalisasi di sentra kekuasaan semakin menjadi-jadi, sehingga proses kemiskinan rakyat terus terjadi secara sistematis, karenanya mesti dihentikan sekarang.

Sekarang kita tunggu Deklarasi Federasi – Federasi lainnya.

Antara Narathiwat Thailand dan Kelantan Malaysia…………….


Rasyidi dan Nick Naseer kedua nya mantan ketua Youth Muslim Assosiation Thailand (YMAT)

Rabu 9 Desember 2009, pagi, aku masih di Yala Tahiland, pagi itu Naseer datang ke hotelku menginap di Rama Yala Hotel. Dia mengajakku sarapan dekat kedai.  Bertemu dengan Naseer di Yala Thailand bukan lah pertama kali, sejak tahun 90 an aku sudah kenal dengan Naseer, dia adalah mantan ketua Pemuda Muslim Thailand (Youth Muslim Assosiation Thailand) orang disana menyebutnya waimet  (YMAT).

Di kedai telah menunggu Rasyidi, Rasyidi ini pula adalah mantan ketua waimet sebelum Naseer. Di Yala, penduduk nya mayoritas muslim, “tetapi sebelah rel kereta api ini, banyak chino” ujar Naseer menerangkan. “Kalau yang sebelah sini pula muslim semua” jelasnya lagi.

Aku di Yala sejak kemarin (8/12).  Puluhan tentara berkeliaran di jalan jalan, lebih banyak dari hari hari biasa, hari itu (9/12) ada pertemuan pucuk pimpinan dua negara PM Datuk Seri Najib Tun Razak dengan Abhisit Vejjajiva Perdana Menteri Thailand, hari itu  mereka meresmikan Jambatan Persahabatan  Bukit Bunga – Ban Buketa. Jembatan ini menghubungkan antara Provinsi Narathiwat Thailan dengan Negeri Kelantan Malaysia.

Antara ke dua daerah itu sebelumnya sudah ada pintu masuk ke masing masing negara yaitu di Rantau Panjang yang lebih di kenal dengan Sungai Golok.  Selama ini bila balik ke Malaysia aku melalui Bukit Kayu Hitam yang bersempadan dengan Sadao di Hatyai Thailand, tetapi kukatakan kepada Naseer kali ini aku ingin melalui Narathiwat (Sungai Golok).

Oleh Kerajaaan Thailand penumpang yang hendak ke Sungai Golok bila naik kereta api di gratiskan, bila naik bus mini tambangnya sebesar 120 bath.  Kuputuskan naik mini bus saja orang disana menyebutnya ben (van) .

Tentara Thailand berpatroli sepanjang jalan di dalam bandar Yala

Di Yala bekas letupan bom masih terlihat pada hari itu ada sembilan letupan , 2 orang yang terbunuh belasan orang yang tercedera, jadi tak heran jarak jarak 100 meter sepanjang perjalanan memasuki provinsi Narathiwat dijaga oleh tentara yang siap sedia dengan senjata laras panjangnya. Tak henti hentinya entah berapa puluh kali bus yang kutumpangi di stop dan di periksa. Sekatan dengan gundukan karung pasir dan pagar kawat berduri adalah hal yang biasa terdapat di sepanjang jalan di tiga provinsi di selatan Thailand itu.

Memasuki Kota Narathiwat kita di suguhi pemandangan kota ratusan tahun yang lalu, hampir tak terjamah pembangunan, kota ini benar benar mencekam karena adaya letupan bom yang menewaskan orang dan adanya unjuk rasa atas kedatangan PM Malaysia dan PM Thailand. Masih sekitar 90 kilometer lagi memasuki pekan Sungai Golok ada jalan menyimpang ke kiri yaitu jalan ke Pantai Takbai, di pantai itu ratusan umat Islam yang sedang melaksanakan puasa di tahun 2004 syahid terbunuh di tembaki tentara Thailand…..  Peristiwa itu terkenal dengan Peristiwa Takbai.

Peristiwa Takbai tak dapat dilupakan umat Islam di Thailand , sedang berpuasa mereka di bantai....

Yang ironis nya lagi suara dering hp pun tak dapat di dengar bila nomor tak di registrasi terlebih dahului. Meskipun aku memakai kartu hallo Telkomsel yang sudah di daftarkan, tidak akan berfungsi di ketiga daerah yang sedang komplik itu.

Masjid China Di Klantan Malaysia

Masjid China Kelantan Malaysia

Pantas kalau rakyat Narathiwat minta bergabung dengan Negeri Kelantan, itulah salah satu bunyi spanduk yang di bentang kan oleh para demontrasi saat kedua PM sedang bercengkerama di peresmian jembatan persahabatan itu. Pembangunan infrastuktur di Narathiwat dengan Kelantan sangat kontras sekali.

Jangankan untuk negeri Kelantan yang kaya minyak itu dengan provinsi provinsi yang lain terutama yang berada di Utara Thailand pun tersa ketimpangan pembangunan nya. Itu salah satu isu yang di lontarkan oleh rakyat terutama di tiga provinsi yaitu Patani, Yala dan Narathiwat.

Memasuki perbatasan Malaysia tiba di Rantau Panjang Negeri Kelantan kita akan di sambut oleh sebuah masjid yang ornamen nya menyerupai Klenteng (tokong) China, yang menandakan bahwa itu masjid adalah menaranya, meskipun masjid ini tak se indah masjid Cheng Ho di Surabaya, tetapi bangunan masjid ini cukup menyolok, dan baru saja selesai di tahun 2009 ini, dalam buku tamu yang terdapat di depan pintu masuk aku adalah orang ke 771 yang membubuhkan tanda tangan di buku tamu tersebut.

Kasus pendirian masjid menjadi topik yang hangat sekarang ini di Malaysia, Ahli Parlimen Taiping , Nga Kor Ming memprotes dan mengungkit perbelanjaan kerajan Malaysia untuk membangun masjid di seluruh negara yang berjumlah ribuan , katanya Pemerintahan Malaysia diskriminatif dalam hal pembangunan rumah Ibadah semenjak 9 tahun sejak tahun 2000  kerajaan telah menghabiskan RM 748,26 juta untuk membangun 611 buah masjid.

Di Indonesia Era Presiden Soharto ada 1.000 masjid dibina yang bentuk dan ukuran nya hampir sama melalui Yayasan Muslim Pancasila , tak pernah di persoalkan oleh orang lain, karena duit yang di dapat untuk membangun masjid tersebut adalah dari infak pegawai negeri dan karyawan BUMN. Waktu itu aku masih bekerja di salah satu BUMN dan setiap bulan di potong rp. 5.000 sama dengan RM 1,7 , Yayasan itu sekarang dipersoalkan.

Ibnu Batuta ……………….


Ibnu Batuta

Tepat pukul 07.09 pagi di tanggal 01 Desember 2009 sms masuk ke ponsel ku dari ustaz Abdul Wahab,  “Assalamualaikum pak Imbalo (ibnu Batuta) nomor hp ustaz Ahmad 0084918027845 dan nonor tetap 0084918027845 atau 076824357 fax : 076866599, beliau tinggal di desa Chou Doc Province An Giang Ho Chi Min City. Dan nomor Ustaz Abdullah Cambodia 0085511252948 nama beliau di id card : Mot Toulo. terimakasih”.

Pagi itu tanggal 1 Desember 2009 aku masih berada di Hanoi, rencana petang hari  pukul 16.10  sesuai dengan jadwal penerbangan, aku akan ke Ho Chi Min City dengan Vietnam Air, dengan pesawat udara perjalanan di tempuh 2 jam.

Tahun lalu 23 Maret 2008 aku dari Ho Chi Min City ke Hanoi dengan Bus, lebih dari 50 jam aku di dalam bus baru sampai di Hanoi. Aku nikmati perjalanan itu, apalagi sewaktu melewati Provinsi Da Nang, Da Nang mempunyai pantai yang  indah. Tak bosan bosan nya aku menikmati perjalanan itu dari mulai malam ke pagi ke malam lagi ke pagi dan malam lagi dan pagi.

Entah apa sampai ustaz Wahab menyebutku Ibnu Batuta, mungkin karena kenekadan ku bepergian sendirian, nekad memang, seorang diri pergi menjelajahi Vietnam, Kamboja, Thailand, Laos, Myanmar. “Mending” ngerti bahasa, yang kukuasai hanya bahasa melayu sedikit bahasa jawa, itu agaknya ustaz Wahab menyebutku Ibnu Batuta dari Batam , aku jadi senyum senyum sendiri, ustaz yang satu ini tahu betul kemampuanku berbahasa Inggris apalagi bahasa Arab.

Lagian tak ada apa apa nya perjalananku di bandingkan Ibnu Batuta, Ibnu Batuta ribuan kilometer di tempuhnya dengan berjalan kaki ke merata tempat di dunia. Tetapi memanglah ke provinsi An Giang desa Chou Doc Vietnam negara komunis itu nyaris ratusan tahun tak pernah dilalui oleh Muslim dari Indonesia.

Tiba di bandara HCM City hari telah gelap, disitu telah menunggu Muhammad, Muhammad seorang pemuda yang bekerja di HCM pernah tinggal di Malaysia beberapa tahun sehingga dapat sedikit berbahasa melayu. HCM dengan desa Chou Doc (An Giang) hampir 400 KM  jaraknya, arah ke Barat dari HCM City berbatasan dengan Kamboja.

Dengan taxi dari Bandara ke Bandar ongkosnya sebesar 120.000 Dong, di HCM banyak penjual makanan halal tidak seperti di Hanoi, disini pun ada 7  masjid berdiri.

Tak seperti zaman Ibnu Batuta, sekarang tak lah sulit mendapatkan informasi, sejak di Hanoi lagi nomor hp ku telah ku ganti dengan nomor Vietnam.  Kepada Muhammad yang menemaniku makan kutanyakan adakah bus lagi ke Phan Rang, Phan Rang adalah salah satu provinsi di Vietnam terletak ke Timur dari pada HCM, kalau kita naik Bus dari HCM ke Hanoi provinsi itu akan dilalui, sekitar 7 jam perjalanan dari HCM, seorang teman memintaku dengan sangat agar bisa datang kesana, Basori namanya, ianya seorang pemuda yang sedang kulia di Universitas Islam Antara Bangsa (UIA) Malaysia, kami belum pernah bersua muka.

Padahal tujuan ku semula aadalah ke Chou Doc (An Giang), kota di Barat HCM, sementara Phan Rang adalah kota di Timur HCM, “Disitu adalah rumahku, disitu ada masjid baru di rasmikan, 27 hari bulan lepas, sewaktu Idul qurban, datanglah kesana, disanapun ada seorang kawan yang boleh bercakap melayu” harap Basirun agar aku bisa datng ke Phan Rang ke rumahnya.

Tak jauh dari restoran tempat kami makan banyak tempat penjualan tiket bus antar kota, Bus terakhir ke Phan Rang pukul 9 malam, kalau Tuhan mengkehendaki, semuanya bagai di atur saja, lepas makan aku pun berlepas ke  Provinsi Phang Rang

Hal ini kusampaikan kepada ustaz Wahab, dan ustaz Ahmad yang berada di Chou Doc.

Mahad Said Bin Zaid Batam


Catatan kecil dari perjalalan ke beberapa negara tetangga mengenalkan Mahad Said bin Zaid
Mahad ini terletak di daerah Tembesi Batu Aji  Batam Indonesia, tepatnya di komplek perguruan Muhammadiyah Asean.  Bekerja sama dengan Muhammadiyah, Mahad ini adalah Mahad yang ke 17 di bangun oleh Asian Mouslim Charity Foundation (AMCF).

Keistimewaan dari Mahad ini dibanding dengan Mahad Mahad lainnya mungkin  adalah letak nya yang stategis, berdekatan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Asean seperti, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Birma (Myanmar), Laos. Negara tetangga Indonesia yang disebutkan diatas, dengan mudah pelajarnya dapat mengunjungi Batam, seperti dari Vietnam misalnya, dengan Bus pun dapat di tempuh ke Batam, tentunya sampai ujung semenanjung Malaysia (Johor Bahru). Dari Johor baru naik Ferry ke Batam di tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Alternatif lain adalah melalui udara, dari Ho Chi Min City (Vietnam)  –  Kuala Lumpur dan dari Kuala Lumpur – Batam, khusus untuk penerbangan dari Kuala Lumpur – Batam saat ini hanya ada  3 kali penerbangan dalam seminggu yaitu Sabtu, Selasa dan Kamis.  Tetapi dengan Ferry dari terminal Stulang Laut Johor Bahru ada ferry  mulai dari pukul 8.30 pagi hinggalah ke  pukul 6.30 petang dan ada setiap jam nya. Dari Singapura ke Batam pula banyak Ferry yang dapat di gunakan, Ferry terakhir dari Singapura ke Batam adalah pukul 21.00 wibb.

Singapura

ustaz Hussain Presiden Muhammadiyah Singapura

Pelajar Singapura yang ingin belajar ke Mahad Said bin Zaid Batam dapat menghubungi Muhammadiyah Singapura, Komplek Muhammdiyah terletak di  14 Jalan Selamat Singapore 418534 Tel: (65) 6 242 7388 Fax: (65) 6 449 2781 Email: secretariat@muhammadiyah.org.sg Ustaz Shaik Hussain Shaik Yacob adalah President of Muhammadiyah Association of Singapore.

Beberepa kali ustaz Hussain ini  datang ke Batam, dan  pernah bertemu secara langsung di Batam dengan Syaihk Khoori dari AMCF membicarakan soal mahad, di Singapura pun berdiri Mahad serupa, tetapi meskipun di Singapura ada Mahad tak membuat pelajar dari Singapura tidak boleh belajar di Batam.

Dari Singapura ke Batam setiap 15 menit ada ferry, dan ada beberapa titik point kedatangan seperti di Batam center, Harbour Bay, Nongsa point Marina, Sekupang.

Malaysia

Awal Mahad ini di buka Oktober 2009 silam,  seorang pelajar dari Malaysia Johor Bahru mendaftar di Batam tetapi karena hasil dari penilaian,  ianya telah dikirim ke jenjang yang lebih tinggi yaitu ke Mahad yang berada di Jakarta. Jadi Mahad di Batam baru menerima pelajar yang masih azas sekali.

Di Malaysia koordinator pengiriman pelajar yang ditunjuk adalah Ustaz Abdul Wahab, beliau bertempat tinggal di Kulim Kedah Malaysia, beliau juga adalah pengurus Muhammadiyah Internasional, acap bepergian ke merata tempat ke beberapa negara tetangga asean terutama ke tempat tempat suku terasing dan minority muslim disana, no kontak person nya adalah +60134070100.

Selain ustaz Abdul Wahab ustaz Hussain Yee di Pertubuhan Al-Khaadem Lot 1034 Jalan Cempaka  Sungai Kayu Ara

47400 Petaling Jaya  Selangor Darul Ehsan Malaysia Tel: +60(0)3 7726 4146  +60(0)3 7724 1590  Fax: +60(0)3 7726 4149  Email: alkhaadem.my@gmail.com Dan Buya Umar yang bertempat tinggal di Taman Maluri di nomor hp +60133409842.

Bila dari Malaysia,  pelajar dapat menyeberang langsung dari terminal ferry  Stulang Laut, atau Pasir Gudang di Johor Bahru, kalau dengan pesawat Udara hanya melalui Kuala Lumpur dan sementara ini penerbangan yang ada 3 kali sepekan.

Thailand

Ustaz Yusuf dari Patani Ketua Muhammadiyah Thailand, Baba Yee dari Yala

Dari Thailand ada beberapa pelajar yang sudah belajar di Mahad Said bin Zaid ini, mereka dikirim oleh ustaz Muhammad Yusuf orang di sana memanggilnya ustaz Su, ustaz Su ini bertempat tinggal di Patani Thailand Selatan, beliau aktif di Muhammadiyah Tahiland terutama di 5 provinsi bagian selatan yaitu Patani, Yala, Narathiwat, Songkla dan Petun. no hp yang dapat di hubungi adalah +66812755710.

Di Yala ada juga seorang ustaz yang di panggil Baba Yee (Baba Ji), disitu pun ada Nick Naseer mantan ketua pemuda muslim Thailand (Youth Musling Assioation of Thailand) dan Rasyidi ketiganya cukup kooperatif membantu pelajar yang ingin belajar di Mahad Said bin Zaid.

Untuk daerah tengah Thailand seperti provinsi Krabi, Puket dan provinsi provinsi yang berdekatan dengannya, disitu ada ustaz Daud Jaru, kita  dapat menghubungi hp nya di +66814151863, sementara untuk utara Thailand seperti di provinsi Chiang Rai , Chiang Mai, Udhon Thani, Pha Yao. Lampang kita  dapat berkoordinasi dengan ustaz Ahmad Siddiq di HP no +66871835027.

Dari Tahiland ke Batam dapat dengan mudah di tempuh dengan bus, seperti dari Chiang Mai misalnya dengan bus ke Bangkok dari Bangkok ada bus langsung ke Kuala Lumpur dan dari Kuala Lumpur dengan penerbangan ke Batam , atau dilanjutkan dengan Bus ke Johor Baru atau Singapura. Dan ada juga kereta api yang langsung ke Pulau Pinang Malaysia dan dari Pulau Pinang ada kereta api yang langsung ke Singapura. Dan ada juga bus yang langsung ke Johor Bahru. Banyak pintu masuk ke Malaysia, seperti dari Sungai Golok di Kelantan, baru baru ini pemerintah Malaysia telah membuka satu pintu masuk lagi yang berbatasan dengan provinsi Narathiwat

Penerbangan murah dari Chiang Mai ke Kuala Lumpur atau ke Singapura pun ada, begitu juga dari Puket, Krabi maupun dari Yala (Hat Yai) ke Singapura.

Myanmar

Imam masjid Ta Chi Lek Myanmar (Burma) ustaz Din dari Chiang Rai dan Nasser dari Rangon

Dari Myanmar pelajar yang ingin belajar ke Batam boleh berkoordinasi dengan Imam Masjid Ta Chi Lek, kota Ta Chi Lek adalah kota yang paling dekat dan berbatasan dengan Mae Sai di Tahialand Utara, agak sulit memang pelajar yang akan ke luar dari negara Yunta Militer tersebut, tetapi Imam masjid akan berkoordinasi dengan pengurus yang ada di Chiang Mai Thailand yaitu dengan ustaz Ahmad Siddiq.

Selain ustaz Ahmad Siddiq di Chiang Rai Thailand,  ada seorang ustaz Din namanya tinggal di pondok pesantern Ban Huei Chiang Rai.  Ustaz ini dapat berbahasa melayu dan siam logat Myanmar tentunya. Lagian  orang – orang Thailand yang mempunyai KTP (ID Card) tak memerlukan pasport untuk masuk ke Ta Chi Lek Myanmar, begitu pun sebaliknya cukup meminta surat keterangan di kantor imigrasi yang ada di dekat border (perbatasan) kedua negara itu.

Disitu pun ada seorang relawan yang akan ke Rangon (Yang Gon) dan kebeberapa provinsi lainnya yang ada di Burma untuk memberitahukan keberadaan Mahad ini, karena Mahad Said bin Zaid ini memberikan Bea Siswa kepada pelajar yang hendak belajar termasuk pemondokan dan membantu pengurusan visa.

Sama dengan pelajar dari Thailand, pelajar dari Myanmar khususnya dari kawasan timur bila hendak ke Batam di awalai melalui Chiang Mai, kecuali pelajaar yang berbatasan dengan provinsi Krabi atau Puket yang berbatasan juga dengan Myanmar dapat berkoordinasi dengan ustaz Daud Jaru.

Laos

Masid Kamboja Vientiane Laos, Imam masjid Kamboja (ustaz Vina) , Imam masjid Pakistan dan beberapa tetamu dari Malaysia

Di Laos, tak banyak umat muslim tetapi bukan berarti tidak ada pelajar yang ingin belajar keluar negeri terutama untuk belajar bahasa arab dan studi Islam, sebagaimana permohonan imam masjid Kamboja beberapa tahun dulu ketika kami mengunjungi beliau, kini imam masjid itu telah tiada.

Pengganti nya adalah Imam masjid yang baru bernama ustaz Vina tinggal di Vientiane ibukota negara Laos, masjid Kamboja adalah nama masjid disitu, karena disitu banyak komunitas orang – orang yang datang dulunya dari Kamboja. Imam masjid ini dapat berbahasa melayu karena pernah belajar Islam di Sungai Golok Kelantan Malaysia. Masjid Kamboja terletak sekitar 3 kilo meter dari masjid Pakistan yang berada di tengah kota Vientiane. Hanya ada dua masjid di Vientiane.

Masjid Kamboja ini lah sekarang menjadi pusat komunitas muslim di Laos, dibanding tahun lalu saat kami mengunjungi masjid itu,  kini kondisi masjid sudah terlihat bagus, terutama  lantainya  sudah dipasang dengan karpet,  masjid Kamboja ini sekarang  untuk jumatan warga muslim dari perwakilan negara sahabat yang  muslim. Kalau dulu adalah masjid Pakistan

Tidak sulit untuk menghubungi ustaz Vina, karena sehari hari beliau berjualan (retail) di rumah nya yang tak berapa jauh lokasinya  dari masjid.

Perjalanan ke Batam tidak hal yang sulit, dari perbatasan Nong Kai  yang hanya berjarak puluhan kilometer dari Vientiane, naik tuk tuk misalnya kita sudah sampai ke wilayah Thailand, kalau sudah di Udhon Thani misalnya banyak sekali Bus-Bus yang akan ke Selatan .

Kamboja

ustaz Abdullah (dua dari kiri) dari Provinsi Kampong Champa Kamboja pengurus Muhammadiyah Kamboja

Phnom Penh, ibukota Kamboja ini banyak orang muslimnya yang dapat berbahasa melayu, mereka sering bepergian ke Malaysia, termasuk lah Imam besar masjid Dubai, Imam Ahmad Hasan namanya, salah seorang putra Imam Ahmad Hasan yang bernama Younus dapat dengan fasih berbahasa melayu. Di masjid Dubai itu adalah tempat jumatan para pegawai kedutaan yang beragama Islam. P elajar yang ingin belajar ke Batam dapat berkoordinasi dengan saudara Younus atau Imam Ahmad Hasan.

Kamboja terdiri dari 36 provinsi, salah satunya provinsinya adalah Ratanakiri, di provinsi paling utara Kamboja yang berbatasan dengan Laos dan Vietnam ini ada seorang ustaz bernama Abdullah, beliau menjadi Dai di kampung – kampung yang berada di provinsi itu. Pria muda lulusan dari Universitas Islam Antara Bangsa (UIA) Malaysia ini membaktikan dirinya untuk umat, Provinsi Ratanakiri baru terbuka terhadap Islam ini banyak di huni oleh orang orang dari suku Champa yang berasal dari Provinsi Kampong Champa yang  hijrah kesana, tetapi disana pun banyak bagian dari klan suku champa (chere namanya) yang sudah menganut  Islam tetapi masih memelihara dan mengkonsumsi babi, malah sebagian besar mereka belum di khitan.

Ada 5 pelajar yang hendak dikirim dari sana, saat ini agak kesulitan mendapatkan visa pelajar dari KBRI Indonesia di Phnom Penh, mereka juga kesulitan saat ini untuk menyeberangi perbatasan Thailand. Jadi keluar lebih mudah dengan pesawat terbang

Dari Phom Penh ke Bangkok naik bus hanya 18 Us $, di tempuh sekitar 12 jam, adanya ketegangan politik kedua negara agak berpengaruh dengan lalu lintas di perbatasan.

Sekitar 3 jam perjalanan dengan bus dari Phnom Penh ke arah utara terdapat satu Provinsi Kampong Champa namanya, di satu distrik di provinsi itu hampir seratus persen penduduk nya beragama Islam.  Namun dilihat dari segi pengamalan Islam masih jauh dari saudara di negara lain misalnya Indonesia dan Malaysia.

Seperti masih ada muslim yang tidak sembahyang dan tidak berkhitan tetapi mereka tetap masih mengaku Islam, dan mereka pun di faslitasi oleh pemerintahan Kamboja  mempunyai Imam khusus. Jadi ada dua Imam disana.

Vietnam

ustaz Ahamd Thalib dari Chou Doc Vietnam (tengah) pengurus Muhammadiyah Vietnam

Negara Komunis ini sekarang agak membuka diri terhadap kehidupan beragama, di Hanoi ada sebuah masjid yang dulunya bekas Kuil , masjid An Nour namanya, tak banyak komunitas muslim di Hanoi, sehingga tak terlalu di harapkan ada pelajar yang akan datang ke Batam untuk belajar bahasa Arab dan studi Islam. Namun demikian tiga orang staf KBRI di Hanoi, yaitu Rizal alumnus dari salah satu dari Universitas Muhammadiyah di Indonesia dan Marbun orang Batak yang sudah muslim serta Ryan yang sekarang sedang menyelesaikan S1 nya di universitas terbuka ini siap sedia mengurus jika ada pelajar yang akan belajar di Batam.

Di Hanoi pun ada seorang yang peduli tentang pendidikan yaitu pengelola restoran Risa , restoran yang menyediakan makanan halal ini banyak dikunjungi oleh muslim yang memang peduli tentang makanan halal. Ben Taat demikian namanya, kepada cik Ben Taat pun kami minta kesediannya untuk membentuk dan mengetuai Komunitas Muslim Hanoi, dan kesediaan tempat tinggal nya yang juga sekaligus tempat usahanya ini menjadi sekretariat dari Komunitas tersebut. Tentunya dengan melibatkan Imam masjid An Nour.

Ho Chi Min city adalah kota terbesar ke dua di Vietnam terletak di sebelah selatan vietnam, salah seorang Imam masjid besar Ho Chi Min yang bernama ustaz Azim dapat membantu mengirimkan pelajar yang akan ke Batam, beliau tinggal di komplek masjid itu juga sehingga tidak lah sulit untuk menemuinya  .

Di Provinsi Phang Rang ada seorang yang bernama Sani, sehari-hari pemuda ini  menjadi guru bahasa inggris, dia juga dapat berbahasa melayu, lulusan dari Universitas Islam Antarabangsa (UIA) Malaysia ini, sangat antusias membantu mengabarkan keberadaan Mahad said bin Zaid di sana. Agak unik kehidupan Islam di Phang Rang, ada tiga imam islam disana, mereka ahampir keseluruhan nya bersaudara tetapi cara pengamalan Islam nya sunggu berbeda. Shalat misalnya cukup di wakilkan kepada imam imam yang ditunjuk atau diangkat atau memang dari dulunya faktor aketurunan. Pemerintah komunis Vietnam ini pun telah membuka diri terhadap kehidupan beragama.

Sekedar untuk diketahui  menurut sejarah Kerajaan Islam Champa, Raja nya belum sempurna mengamalkan ajaran Islam , dan provinsi Phang Rang yang sekarang ini adalah daerah paling terakhir dapat ditaklukkan oleh Vietnam.

Arah ke Barat dari Ho Chi Min ada satu distrik Chou Doc namanya, enam jam perjalanan dari Ho Chi Min untuk kesitu,  berdekatan dengan Phno Penh Kamboja, disitu ada ustaz Ahmad Thalib, pengurus Muhammadiyah disana, ustaz ini pernah ke Indonesia dalam salah satu kesempatan Muktamar Muhammadiyah. Pelajar yang hendak ke Batam pun dapat berkoordinasi dengan nya. Ribuan Muslim yang mendiami distrik tersebut, banyak dari mereka masih keturuan suku Champa.

Kesiapan Mahad

Masing masing negara punya kebijakan terhadap warga nya, untuk pengurusan paspor misalnya tak begitu mudah bagi warga muslim di Thailand Selatan.

Syarat yang di tentukan oleh Mahad bagi pelajar harus lulusan sekolah menengah misalnya agak sulit di dapat di Kamboja, mereka hanya lulusan menengah pertama kemudian tak ada sekolah yang dapat menerima mereka terutama yang jauh dari ibukota.

Bahasa , juga cukup menjadi kendala, pelajar yang dari Vietnam tak dapat berbahasa melayu, apalagi inggris, begitu pun yang berasal dari Kamboja Laos dan Myanmar. Banyak dari mereka belum dapat membaca Al Quran, bahkan syahadat pun mereka belum bisa.

Semoga dapat bermanfaat dan berguna.

Semalam Di Hanoi


Ben Taat Haji Alias pemilik dan pengelola Risa Restorant Halal Food terletak di 90 Nguyen Huu Huan str Hanoi yang hanya ada satu di Hanoi, "malam ini pak Imbalo tak usah bayar, semua gartis, saya berniaga tak semata mencari untung"ujar pak Ben,

Iya semalam aku di Hanoi, untuk kedua kali nya aku ke Hanoi, dari Veintiane ibukota Laos ke Hanoi ibukota nya Vietnam ini kudatangi melalui darat dengan bus, tahun lalu awal Maret 2008 aku malah  dari Hanoi dulu baru ke Vientiane, jadi sekarang sebaliknya. Waktu itu aku dari Ho Chi Min naik bus selama hampir 50 jam baru sampai di Hanoi.

Sejak dari  Vientiane lagi kantor kedutaan besar republik Indonesia (KBRI) telah kuhubungi, berkali kali tak ada sambungan, melalui hand phone pun ku hubungi. Ku coba menghubungi Batam memastikan benarkah nomor kantor KBRI yang ada padaku, “iya benar pak” ujar Aries sembari menjelaskan iyanya pun mencoba menghubungi nomor kantor KBRI itu tapi  tak ada sambungan. Ternyata nomor telpon KBRI Hanoi yang terletak di 50 Ngo Quyen Street ini semula (84-4) 8253353 telah berubah menjadi (84-4) 38253353 jadi di tambahain angka 3 di depannya.

Aku kehilangan nomor telepon genggam bang Marbun, begitu pun nomor telpon yang lainnya, hilangnya saat di lapangan terbang Senai  Johor Bahru Malaysia, tahun lalu. Tas  ku rusak kuncinya saat handling di bandara Senai penerbangan ku saat itu dari Bangkok ke Senai (johor dengan pesawat Air Asia, sehingga isi saku tas itu yang berisi kartu – kartu nama yang ada pada tas itu berhamburan. Celaka nya lagi nomor yang sempat ku simpan dalam telepon genggamku sim card nya adalah nomor Vietnam saat itu.

Akh sudah lah pikirku, nanti sesampai di stasiun bus langsung saja ke kedutaan.

Di depan kantor KBRI Hanoi 50, Ngo Quyen Street Hanoi

Aku berangkat dari Veintiane dengan bus berangkat pukul 7 petang hari Senin (30/12) ongkos nya 15 US $,  diantar dari tempat penjualan tiket di central city (kota) ke terminal bus, tempatnya agak di luar kota. Pengalaman tahun lalu susahnya mencari makanan halal di sepanjang perjalanan, dari Vientiane telah kupersiapkan dulu makanan yang akan kubawa.

Sekitar 7 jam perjalanan dari Vientiane kita akan sampai di perbatasan (border), Nam Phao , yaitu sekitar pukul 2 tengah malam, di border ini tak seorang petugas pun yang ada disitu, sehingga seluruh orang dan kenderaan yang akan melintas batas baik dari dan ke Vientiane harus menunggu hingga pagi hari pukul 7.

Awal bulan Desember 2009 ini udara tak se sejuk tahun lalu, di bulan maret 2008 suhu mencapai 10 derajat selsius sehingga siswa-siswa di sana di liburkan.

Dari border Nam Pho sampai ke terminal bus di Hanoi hari menjelang petang, ukh lama sekali pikir ku, bus ternyata berpautar putar mengantari penumpang, dari terminal bus yang memang terletak di luar kota itu aku naik taxi  seharga seratus lima puluh  (150) ribu dong.

Mengenalkan Mahad Said Bin Zaid Batam

Perut ku sungguh terasa lapar, sebagaimana janji bang Marbun atau tepat nya SRIOTIDE MARBUN  “bang nanti kalau ke Hanoi lagi soal makanan tau beres lah” katan ya, benar benar malam itu aku nikmati, semangkuk daging sup hangat, berikut sepiring sayuran dan 2 potong ayam goreng masuk semua kedalam perutku. Teh tarik pun ada disitu, segelas ku pesan untuk menghapus dahaga.

Lapangan Terbang Internasional Hanoi, dari kota ke lapangan terbang dengan suthle bus hanya 4 US $

“Bang Rizal tak bisa ikut menemani, demikian juga Ryan”, jelas bang Marbun mereka sibuk melayani tamu dari DPRI komisi I yang sedang melakukan kunjungan kerja ke KBRI di Hanoi itu.

Ketiga pria ini adalah staf KBRI di Hanoi, ketiga nya adala juga jamaah masjid An Nour Hanoi yang aktif menjadi pengurus disitu, masjid yang cuma satu satunya ada di Hanoi itu, kini memiliki Imam masjid orang Vietnam asli.

Selepas makan seorang pria paruh baya datang menghampiri, Ben Taat Haji Alias demikian namanya adalah pemilik restoran Halal yang tinggal satu satunya yang masih bertahan tetap buka di Hanoi, “mahal sewa tempat disini ” jelas pak Ben demikian aku memanggil nya , banyak yang kami ceritakan tentang perkembangan Islam tentunya , demikian juga dengan pengiriman pelajar dari Vietnam Hanoi khususnya yang berminat belajar di Mahah Said bin Zaid  Batam , karena memang salah satu tujuan perjalananku di sana untuk mengenalkan Mahad tersebut sekaligus tentunya bersilaturahmi dan mengunjungi tempat makanan halal yang ada di Hanoi.

Assosiasi Muslim Hanoi (Vietnam)

RISA RESTORANT Malaysia, Indonesian & Indian cuisine yang di kelolah oleh cik Ben yang fasih berbahasa melayu ini terletak di 90 Nguyen Huu Huan Hanoi. Pak Ben agak terkesima saat ianya ku minta untuk mengetuai Komunitas Muslim Hanoi, karena sampai saat ini di Hanoi belum ada Assosiasi tentang itu.

Hal ini pun ku utarakan kepada bang Rizal, bang Rizal adalah salah seorang alumnus universitas Muhammadiyah di Kalimantan menjadi staf lokal disitu, juga kepada bang Ryan dan bang Marbun, salah satu fungsinya dan tugasnya yaitu tadi untuk merekomendasi   pelajar yang akan belajar ke mahad Said bin Zahid, mahad yang baru di buka ini menerima dan meberikan bea siswa khusus kepada pelajar dari Asia Tenggara.

Malam itu aku tidur di Hotel persis di samping Restoran Risa, lumayan bersih dengan tarif 24 US $ semalam, tak jauh dari situ ada warung internet. Selepas mandi dan mengisi kembali battery chas handy cam, aku bergegas ke wanet dan memposting tulisan ini.

%d blogger menyukai ini: