Rumah Hitam, Tarmizi dan Penggiat Seni


Ria Saptarika wakil walikota Batam di Rumah Hitam, tak sempat nak melihat Rido beraksi membacakan puisi nya.

Ria Saptarika wakil walikota Batam di Rumah Hitam, tak sempat nak melihat Ridho beraksi membacakan puisi nya. Padahal Ridho sangat-sangat nak di tengok Kak Ria berekspresi , Ria Saptarika juga adalah Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Batam

Assalamualaikum, tanpa mengurangi rasa hormat kami mengundang Bapak Ibu Tuan dan Puan agar sudi kiranya menghadiri pembukaan Rumah Hitam Syawal arts festival hari ini jumat (24/10) jam 2 siang di komunitas seni Rumah Hitam. InsyaAllah dibuka wawako Batam.

SMS Tarmizi kepada ku, kuterima pagi tadi Jumat (24/10) sekitar pukul 09 .00 wibb.

Belum banyak yang datang sewaktu kami tiba di Sei Harapan di lokasi komunitas seni Rumah Hitam, dimana acara festival syawalan ini akan di langsungkan. Selepas dari Masjid Raya Batam langsung ke Sei Harapan, kami janjian makan siang di warung Komunitas Rumah Hitam, disana, biasanya ada ikan bakar lumayan rasanya.

Tarmizi, menyambut kami, rambutnya masih seperti yang dulu diekor kuda seragam hitam – hitam dengan celana komprang, ciri khasnya.

Duduk lesehan makan di tenda-tenda yang ada disekitaran panggung utama rumah hitam, selesa rasanya,  terihat rombongan ibu-ibu yang memakai seragam orange dengan kompang ditangannya sebagian mereka sedang mematut diri akan tampil perdana agaknya.Di pondok yang lain group rebana dari SD At Taoriq pun tak mau ketinggalan.

Ridho sedang melatih membaca puisi "Doa Rumah Hitam" saat sebelum pertandingan

Ridho sedang melatih membaca puisi

Seorang anak yang cukup besar postur tubuhnya, sedang berlatih membacakan puisi wajib “Doa Rumah Hitam”  Ridho, begitu namanya di panggil putra seorang dokter kandungan ini pernah mewakili Pramuka Batam ke London Inggris saat Jambore Internasional Pramuka disana.

Wawako datang, acara festival Syawalan yang baru pertama kali ini diadakan di Batam pun dibuka, Tarmizi terlihat sumringah, Tarmizi pria agak bertubuh sedang mengarah ke kecil ini kukenal akrab sejak dia menjadi wartawan harian LANTANG lokal di Batam, kini harian itu sudah almarhum,  tak ingat lagi persisnya, tetapi sejak April 2000 setelah dia  bermukim di pondok Rumah Hitam yang didirikannya,  pria agak nyentrik ini memposisikan diri menjadi seniman. “Aku ini seniman bang, lebih ke sastra dan teater” kata Tarmizi satu waktu kepadaku.

Aku pun tak tahu siapa saja seniman yang ada di Kota Batam, apakah orang seperti Tarmizi ini sudah dapat dikatakan seniman? , Lahan komunitas Rumah Hitam terletak persis di pinggir Jalan sebelah kanan arah ke Sekupang, simpang Gedung Beringin yang cukup terkenal di era 80 sampai tahun 90an dimasa jayanya Golkar dan Suharto.

Di lahan seluas 1 hektar itu lah berdiri pondok pondok yang serba hitam mendominasi, acap aku kesana, di warung Tarmizi ini ada makanan khas mandailing daun ubi tumbuk. Tarmizi cukup bangga dengan komunitas Rumah Hitam dan keseniannya, kemari pernah datang orang sekelas Sutardji Colzoum Bachri Presiden penyair Indonesia, Taufiq  Ismail, Nano Riantiarno, Hamsad Rangkuti, Ratna Riantiarno bertandang dan membacakan puisinya. Sari Madzid dan Budi Ros pun pernah datang ke komunitas Rumah Hitam.

Siapa saja seniman Batam? Tarmizi pun tak dapat menjawabnya, Hasan Haspahani, Ramon Damora, tersebut nama oleh nya, kedua nama itu adalah juga wartawan yang memang sering menulis puisi di Korannya, ada Samson Rambah Pasir, cerpenis yang acap membuat acara Kenduri Seni Melayu, tetapi belakangan ini sejak walikota Akhmad Dahlan KSM itu tak diadakan lagi. Kesemua mereka bukan lah jati anak Batam.

Murid SD Islam At Toriq sedang menunjukkan kebolehannya di Festival Syawal 1429 H

Murid SD Islam At Toriq sedang menunjukkan kebolehannya di Festival Syawal 1429 H

Wawako Ria Saptarika yang memberikan sambutan di pembukaan acara itu, memuji bang Tarmizi, terus bergiat di dalam berkeseniaan, ini bisa ajang menjadi tujuan kunjungan wisata katanya, Batam yang digadang tahun 2010 menjadi tujuan wisata manca negara,  mungkinkah nanti orang seperti Ridho, dan murid SD At Toriq itu yang jadi seniman Batam?

Ternyata Batam belum punya seniman?

5 Tanggapan

  1. Pak jadi seniman apakah karena mengaku diri sebagai seniman atau pengakuan orang ?..

    Oh ya.. KSM masih bergulir pak setiap tahunnya.. bahkan sejak tahun 2006 selalu diselingi dengan fanfare audio visual 😀

    Salam

    Suka

  2. Salam

    dulu semarak kali ………….mungkin karena ada fanfare audio visual kali ya jadi bingung pakai bahasa asing jadi kami tak faham lah han

    Suka

  3. Jaman dulu pun kompang adalah salah satu terobosan teknologi dalam bermusik dan pengadaan acara… kenapa saat ini untuk fanfare “video pembukaan” membuat bingung bagi orang melayu yang sejatinya menyukai terobosan ?!..

    Nanti saya coba upload (naik muat) di youtube.com (kamu tabung titik com) untuk fanfare tadi..

    Suka

  4. happy new year kepata petua rumah hitam/bang tarmizi/ayah sultan>dan serta jajaran rumah hitam

    Suka

  5. Salam hangat. Semoga komunitar rumah hitam tetap jaya, maju terus dan tingkatkan komunitas ini. By vidi (ipar adil tambono)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: