Jalan Jalan Ke Kamboja


Sekarang bagi warga Indonesia yang acap bepergian ke Kamboja terhitung sejak 1 Juni 2010 diberikan kemudahan, antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Kamboja telah ada kesepakatan untuk membebaskan visa masuk.

Sebelum nya meskipun sesama negara di kawasan Asia Tenggara bila kita berkunjung kesana ya tetap visa on arraival tetapi di border kita harus membayar minimal 25 US $.

Kami bersama rekan dari Malaysia dan Thailand sering berkunjung ke Saigon (Ho Chi Min) Vietnam, banyak pintu masuk kesana tetapi semua harus melalui Kamboja, kecuali ke Ha Noi bisa melalui Laos , Negara ini (Laos) pun masih mengenakan tarif masuk hingga 20 US $ bagi warga negara Indonesia untuk berkunjung ke sana.

Itu perjalanan darat ataupun melalui sungai, kalau melalui udara bisa dari Changi Singapura, atau dari Kuala Lumpur langsung ke Ho Chi Min, ya dari Ho Chi Min dengan pesawat lagi menuju Thailand, ya agak kurang seru jadinya tak dapat menikmati aliran sungai Mekong dan singgah singgah di beberpa perkampungan komuitas Muslim yang ada di sapanjang jalan, seperti kalau kita naik bus dari Ho Chi Min ke Phno Penh kita bisa bermalam di Chou Doc.

Kami sering melalukan  perjalanan darat dengan bus mini dari Malaysia  ke Thailand menuju Vietnam dan biasanya kami kembali lagi ke Thailand, untuk kembali ke Thailand  harus melalui negara Kmer ini, sehingga kita sebagai warga negara Indonesia dikenakan dua kali pembayaran tarif masuk, tetapi hal itu tidak berlaku bagi warga negara lain.

Itulah sebab salah satunya sering seorang diri aku melanjutkan perjalana ke Ha Noi, dari Hanoi naik Bus  kembali ke Thailand melalui Vientiane ( Laos), meskipun masuk Ke Laos ya tetap membayar bea masuk, tetapi bisa mengunjungi teman-teman di sana (Laos).

Ratanakiri

Banyak hal yang menarik di negeri Kmer ini, salah satu provinsi paling utara Kamboja bernama Ratanakiri, provinsi ini berbatasan dengan Vietnam, luasnya mencapai 10 kilometer persegi hanya dihuni sekitar 94 ribu orang itu sensus di tahun 1998. Tetapi sejak terbuka jalan yang terhubung langsung sejak dari Phom Phen Ibukota negara itu hingga ke Ratanakiri perjalan yang dulu memakan waktu bisa lima hari sekarang di tempuh hanya sekitar delapan jam saja bus mini.

Nah dari Provinsi ini kita bisa bepergian dengan mudah ke Vietnam, waktu itu bergabung dengan warga setempat karena kemiripan rupa dan memang tak begitu ketat penjagaaan meskipun aada petugas imigrasi disana, kami tak perlu menggunakan pasport.

Di Provinsi paling utara ini muslim sekarang cukup berkembang, pendatang yang datang kesan dari Provinsi Cham, ikatan kultur dengan suku asli yang mendiami perbukitan disana persamaan bahasa, sehingga saudara muslim yang datang disana pun di terima bak saudara tua.

Teh Lilis Kecemplung Laut


Teteh Lilis di perahu yang terkadang hanya untuk kapasitas satu orang kami naiki berlima, ya harus pandai pandai menjaga keseimbangan

Teteh Lilis di perahu yang terkadang hanya untuk kapasitas satu orang kami naiki berlima, ya harus pandai pandai menjaga keseimbangan

Pepatah mengatakan KALAU TAKUT DILANDA PASANG JANGAN BERUMAH DI PINGGIR PANTAI, ya kalau sering main di laut (air) naik perahu ya … …

Saat mengunjungi masyarakat hinterland di kepulauan sekitaran Batam, Ahad (20/6) kemarin, dari pelabuhan rakyat Sagulung kami naik speadboat menuju ke Pulau Air Lingka (baca Lingke).  Speadboat dengan kecepatan 40 tenaga kuda ini terbuat dari fiberglass. Biasanya kami kalau ke pulau pulau seperti ini naik pompong, paling juga naik boat pancung.

Waei bukan main laju, macam nak terbang saja, bang Jas anak jati pulau Bulang yang membawanya. Hem mulai start saja dari Sagulung sudah macam nak tercampak kebelakang terpaksa lah tangan berpegangan dengan kuat , dan sekali sekali pantat terangkat karena hantaman ombak , tapi asyik sekali.

Kecemplung Laut

Naik Pompong ke Pulau Sembur kecmatan Galang

Naik Pompong ke Pulau Sembur kecamatan Galang

Mau tau rasanya kecemplung laut ?…tanyalah kepada Teh Lilis, Teteh demikian kami memanggilnya, Lilis Lishatini adalah wartawati senior di Batam Pos group nya Jawa Pos di Batam.

Iya kecemplung, artinya gak sengaja dan gak terduga, tapi tau lho kalau kita mau  kecemplung, maksud nya kita sadar kalau mau kecemplung .. basa sebatas pinggang tergantung gantung dianak tangga pelantar di Pulau Bulang.

Saat kedua tangan teteh lilis berpegangan dianak tangga mau naik ke pelantar kedua kakinya masih berada diatas speadboat, boat menjauh dari tangga, hei hei hei … tolong tu teh Lilis, bang Aries yang masih tetap duduk diatas speadboat malah tetap tak beranjak.

Kalau naik speadboat yang ini Teteh harus berpegangan sekuat kuat nya , kalau tidak bisa bisa Teteh terbang kayak parasliding.....

Kalau naik speadboat yang ini Teteh harus berpegangan sekuat kuat nya , kalau tidak bisa bisa Teteh terbang kayak parasliding.....

Air Laut Pulau Bulang membasahi pakaian teh Lilis, tetapi koq gak kelihatan basa ya sambil senyum senyum kecut mau apalagi kalau bukan senyum Teteh naik keatas pelantar “untung pakai yang hitam ya, jadi gak kelihatan basah” jawab Teteh yang sangat peduli dengan kegiatan sosial ini, Teteh Lilis adalah pengasuh rubrik Talih Asih di Koran Batam Pos.

Banyak masyarakat tak mampu yang telah tertolong dari program Talih Asih yang di kelola nya. Dan Teteh yang mantan anggota KPAI Daerah Kepulauan Riau ini tak asing dengan pulau pulau di sekitaran Batam, “Aku sudah pernah ke Senayang” ujar nya saat kami berbincang bincang soal Suku Laut yang ada di Kepulauan Batam.

Wajah Teteh kembali ceria saat bertemu dengan ibu-ibu di Pulau Bulang itu yang sedang mengupasi dan menariki daging daging kepiting dari sapit nya.   Belasan ibu -ibu disitu pekerjaan sambilan mereka adalah mengupas kepiting renjong milik Haji Aziz pengusaha keturunan China, potert sana poto sini pakaian Teh Lilis pun kering jadinya.

Saat kami mampir di Pulau Ketapang, dan Pulau Bayan Teh Lilis tak mau kejadian berulang lagi. Entah apa yang ada di benak Teteh saat itu kita tunggu saja apa isi tulisan nanti di program ekonomi bisnis di Batam Pos…..apa soal kejebur laut masuk juga ya..???????

Suku Laut di Kepuluan Batam (Siapa Suku Laut)


mak Rohana orang suku laut dari Teluk Paku kelurahan Pulau Buluh Batam Indonesia, "agak nya apa yang sedang dipikirkan nya ya..?"...

mak Rohana orang suku laut dari Teluk Paku kelurahan Pulau Buluh Batam Indonesia, "agak nya apa yang sedang dipikirkan nya ya..?"...

Siapa Suku Laut

Suku Laut yang berada di Kepulauan Batam sungguh erat kaitan nya dengan Kerajaan Johor sekarang Pada tahun 1699 Sultan Mahmud Syah, keturunan terakhir wangsa Malaka-Johor, terbunuh. Yang lebih terkenal dengan sebutan Sultan Mahmud Mangkat Di Julang. Mulai saat itulah kisah suku Laut tercerai berai hingga sekarang di mulai.

Karena Orang Laut menolak mengakui wangsa Bendahara yang naik tahta sebagai sultan Johor yang baru, karena keluarga Bendahara dicurigai terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ketika pada tahun 1718 Raja Kecil seorang petualang Minangkabau mengklaim hak atas tahta Johor, Orang Laut memberi dukungannya. Namun dengan dukungan prajurit-prajurit Bugis  Sultan Sulaiman Syah dari wangsa Bendahara berhasil merebut kembali tahta Johor. Dengan bantuan orang-orang Laut (orang suku Bentan dan orang Suku Bulang) membantu Raja Kecil mendirikan Kesultanan Siak setelah terusir dari Johor.

Pada abad ke-18 peranan Orang Laut sebagai penjaga Selat Malaka  untuk Kesultanan Johor-Riau pelan-pelan digantikan oleh suku Bugis.

Bahasa Orang Laut memiliki kemiripan dengan Bahasa Melayu  dan digolongkan sebagai Bahasa Melayu Lokal. Saat ini mereka umumnya bekerja sebagai nelayan. Seperti suku Bajau Orang Laut terkadang dijuluki sebagai “kelana laut”, karena mereka hidup berpindah-pindah di atas perahu. Itu dulu.

Kini pelan pelan pula sejak adanya Otorita Batam, kehidupan mereka di perairan kepulauan Batam terusik, karena memang dianggap Nomaden sebagian dari mereka “didaratkan” dibuatkan  rumah , seperti contoh di Pulau Gara, di Teluk Nipah, di Pulau Kubung.

Komunitas mereka kini

pak Panjang (tengah) orang paling tua dari suku laut di Pulau Boyan Batam Indonesia

pak Panjang (tengah) orang paling tua dari suku laut di Pulau Boyan Batam Indonesia

Di Pulau Bayan

Lelaki paling tua disitu bernama Panjang, usianya sekitar 70 tahun, “agak kuat dan dekat bicaranya pak” kata Rohana putri ketiga pak Panjang. Pulau Bayan sekitar 15 menit naik bot pancung dari Senggulung Batam. Pak Panjang yang rada pekak ini selalu tertawa dan kelihatan senang sekali saat kami naik keatas pelantar rumahnya. Isterinya telah lama meninggal dunia, jadi dia tinggal berdua dengan Rohana putri nya yang belum juga mendapatkan jodohnya meski usianya sudah mencapai kepala 4.

Semua suku laut di pulau itu beragama Islam, ada belasan keluarga disitu, “itulah yang sangat kami harapkan pak ” ujar Nur putri pertama pak Panjang yang menikah dengan orang Padang, saat kami utarakan hendak membuat mushalla disitu. “Suami saya pandai tukang, sekarang pun dia lagi kerja di Tiban, boleh lah dia bantu buat” tambah Nur lagi, sembari menjelaskan bahwa keinginan ibunya sebelum menghembuskan nafas terakhir adanya mushalla di tempat tinggal mereka.

Pulau Bayan tak jauh dari Pulau Buluh, Pulau Buluh diawal tahun 80 an masih dilalui oleh kapal ferry yang dari Tanjung Pinang hendak ke Belakang Padang atau Sekupang Batam. Pulau Bayan masih masuk wilayah kelurahan Pulau Buluh. Orang menyebut Pulau Bayan ini menjadi Boyan, tak jelas apakah ada  hubungan pulau Bayan ini dengan suku Boyan (Bawean), yang tinggal disitu yang jelas dalam situs resmi Pemko Batam tertulis jelas bahwa pulau itu bernama Bayan…(nama sejenis burung) .

Sejak pembangunan yang begitu pesat di Pulau Batam, nyaris tak menyisakan ingatan sedikitpun tentang begitu stategis dan pentingnya peranan pulau Buluh. Di Pulau Buluh dahulu mantri Hutan dan Bidan desa bertempat tinggal. Sekarang di Pulau itu begitu pun pulau – pulau sekitaran nya bila petang hari hanya tercium bau kotoran babi dari pulau Bulan. Pulau Bulan adalah tempat peternakan babi terbesar di Kepulauan Riau.

Pak Panjang terus berceloteh, sambil tertawa terlihat gusinya yang tak bergigi lagi, “kalau nak bawa saya berkeliling , nak tengok orang suku laut, mestilah belanja rokok” ujar pak Panjang lagi, sambil tertawa. Pak Jantan dari Tanjung Gundap yang membawa kami dengan pom pong nya ikut tersenyum.

Banyak sekali yang ingin ditanyakan kepada pak Panjang seputar orang Suku Laut, ya itu tadi kita harus berteriak teriak agar apa yang kita tanyakan dapat di dengar oleh beliau. Kami berjanji akan datang lagi merealisir pembangunan mushalla di Pulau Bayan.

Dengan lambaian tangan nya yang memang panjang dan tubuh nya betul betul panjang sesuai dengan namanya, pak Panjang mengantar kami pulang kembali ke Tanjung Gundap.

Pong , pong, pong , pong, pong, pong bunyi pompong pak Jantan mengharungi lautan pulau Buluh dan pulau Bulan, puluhan  kapal kapal tanker , juga tug boat dari berbagai negara berlabuh disitu, dan agaknya ratusan tongkang dan kapal yang sedang dibuat dan diperbaiki di sepanjang pantai Tanjung Uncang Dapur 12 kami lalui, nyaris menutupi seluruh pantai pulau yang berbentuk kala jengking itu.

Tak tahan rasa bau yang menyengat dari pulau Bulan tempat perternakan babi, terpaksa dengan singlet aku tutup hidung sampai menjelang jembatan satu barelang. Tetapi pom pong kami mengingsut jalan hanya 5 batu sejam…..

Gerakan Seribu Rupiah (GSR) untuk Palestina.


Apa yang dapat kita buat untuk Palestina?….

Mungkin ini salah satunya

Kami dari Forum Solidaritas Batam Untuk Palestina memprakarsai Pengumpulan Dana yang dinamai Gerakan Seribu Rupiah (GSR) untuk Palestina……………

Sebagai Koordinator Forum Solidaritas Batam untuk Palestina………ber alamat di Jalan Ranai no 11 Bengkong Polisi Batam 29432 telpon. (0778) 413607  atau fax (0778) 413606 Donasi dapat juga di salurkan ke rekening Bank Muamalat, rekening nomor  . 4110039522, dan Bank Syariah Mandiri rekening nomor. 038.0000.760. atas nama Imbalo Iman Sakti.

Pengumpulan Dana ini dapat juga di lakukan di masjid dan mushalla, demikian pula dapat di laksanakan di lingkungan sekolah, hubungi kami siap mengambil uang yang telah terkumpul.

Semoga kita tetap dalam Limpahan Allah SWT.

Forum Solidaritas Batam Untuk Palestina


PERNYATAAN SIKAP

FORUM SOLIDARITAS BATAM UNTUK PALESTINA

ATAS PENYERANGAN TENTARA REZIM ISRAEL KE ARMADA KEMANUSIAAN PALESTINA

Sekretariat: Jln. Ranai No. 11 Bengkong Polisi Batam – Kepulauan Riau. Telp. (0778) 413607 Fax (0778) 413606

_______________________________________________________________________________________
Senin, 31 Mei 2010 tentara Israel melakukan penyerangan terhadap Armada Kemanusiaan yang didalamnya terdiri lebih dari 700 aktivis kemanusiaan dari 50 negara. Penyerangan tersebut sedikitnya telah menewaskan 16 orang syahid dan 50 orang lainnya mengalami luka-luka.

Armada kemanusiaan tersebut terdiri dari 9 buah kapal yang membawa 10.000 ton bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza Palestina.

Israel dengan arogan dan sombongnya menyerang armada kemanusiaan yang dikoordinir oleh Insani Yardim Vakfi (IHH), sebuah lembaga kemanusiaan terbesar di Turki dan berupaya membajak kapal serta mendeportasi seluruh aktivis kemanusiaan.

Kebrutalan dan kebiadaban telah sering dilakukan oleh Israel, akankah kita berdiam diri saja melihat Israel melakukan penyerangan ?

Menyikapi kejadian diatas, maka kami pengurus FSBP (Forum Solidaritas Batam untuk Palestina) menyatakan sikap sebagai berikut:

1.   Mengutuk rezim Israel yang telah melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap aktivis kemanusiaan.

2.   Mendesak pemimpin Arab dan Dunia Islam untuk segera mengambil tindakan penyelamatan terhadap aktivis kemanusiaan dan bantuan yang dibawanya.

3.  Mendesak Pemerintah Indonesia untuk mendukung penuh dan melakukan tindakan penyelamatan para aktivis kemanusiaan khususnya yang berasal dari Indonesia

4.  Mendesak Pemerintah Indonesia melalui upaya diplomasi kepada PBB agar blokade yang dilakukan rezim Israel terhadap Jalur Gaza segera dihentikan

5.  Menyerukan kepada para ulama dan umat Islam untuk mendukung dan mendoakan aktivis kemanusiaan agar dapat selamat dari serangan brutal Israel dan dapat menyalurkan bantuan kepada rakyat Gaza.

Semoga Allah membantu perjuangan hamba-Nya dan memberikan kemenangan yang hakiki. Amin.

Batam,  Jum’at, 20 Jumadil Akhir 1430 H
03  J u n i   2010  M

H. Imbalo Iman Sakti

Ketua

H. Zenal Satiawan, L

Sekretaris

FORUM SOLIDARITAS BATAM UNTUK PALESTINA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam

Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Batam

Muhammadiyah Batam

Jamiyatul Wasliyah Batam

Dewan Masjid Indonesia Batam

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam

Badan Amil Zakat (BAZ) Batam

Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Batam

Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) Otorita Batam

Badan Wakaf Indonesia (BWI) Batam

Ummul Quran Batam

Nahdhatul Ulama (NU) Batam

Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Batam

Ikatan Dai Muda (IDM) Batam

Yayasan Pendidikan Islam Hang Tuah Batam

Forum Ukhuwah Islamiya Batam (FUIB)

Centre For Middle East Studies (COMES)

Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kota Batam

Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA)

Daftar Orang Terkaya di Malaysia


Nyaris tak seorang Melayu menduduki peringkat 10 orang terkaya di Malaysia, saat  Semalam di Perak hal itu pernah kami perbincangkan. Jejeran kapal pesiar tak jauh dari kediaman Sultan, tetapi bukan Sultan punya.
Shiok, dalam bahasa Malaysia berarti fantastis, menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan jajaran 40 orang terkaya di Malaysia selama setahun terakhir. Para taipan dari negeri Jiran ini setidaknya bertambah kekayaannya, salah satunya pasar saham naik lebih dari 20 persen sampai saat ini.

Adapun, Malaysia menjadi negara dengan pasar terbesar ketiga di Asia yang berkinerja terbaik setelah China dan Vietnam. Selain itu, tak lebih dari 75 persen perusahaan publik di Malaysia juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.

Total kekayaan para orang-orang kaya ini tercatat melonjak hingga USD51 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar USD36 miliar, bahkan masih lebih tinggi ketimbang posisi 2008 senilai USD46 miliar.

Dilansir dari majalah Forbes edisi Juni 2010, Rabu (2/6/2010), jumlah kekayaan tiga taipan teratas mengalami lonjakan signifikan. Di antaranya, Goh Peng Ooi mengalami kenaikan tertinggi 280 persen setelah melepas dua perusahaannya ke perusahaan Silverlake Axis yang juga dikendalikannya. Ternyata, kenaikan tersebut didapatkan dari “permainan” di indeks saham gabungan di bursa Kuala Lumpur dan serta kenaikan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika.

Sementara itu, Robert Kuok dan Ananda Krishnan bertahan di posisi mereka sebagai dua orang paling kaya di Malaysia. Kekayaan kedua orang ini mencapai USD20,1 miliar atau 40 persen dari total kekayaan 40 orang terkaya Malaysia.

Vincent Tan kembali masuk dalam jajaran miliarder tahun ini setelah terlempar tahun lalu. Hartanya melonjak dua kali lipat berkat saham yang melonjak. Dia bahkan membelanjakan uangnya untuk klub sepak bola Inggris, Cardiff City.

Taipan terkaya lainnya adalah Lim Kok Thay, pengusaha pemilik kawasan judi “Genting Highland”. Dia baru saja menginvestasikan dana sebesar USD5 miliar untuk membuka kawasan judi dan kasino baru di Singapura. Setidaknya, dengan naiknya kekayaan dari taipan-taipan ini, perekonomian Malaysia bisa dikatakan pulih. Bagaimana tidak, pertumbuhan ekonominya saja mencapai 10 persen pada kuartal I-2010, pertumbuhan tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Berikut 40 orang terkaya di Malaysia:

1. Robert Kuok.

Pria berusia 86 tahun ini kembali sebagai jawaran terkaya di Malaysia. Harta kekayaan Kuok mengalami pertumbuhan sebesar USD3 miliar, merupakan pertumbuhan terbesar di antara 40 taipan terkaya di negara ini. Peningkatan kekayaan Kuok di antaranya diperoleh dari melesatnya harga saham perusahaan kelapa sawit Wilmar Internasional yang dijalankan oleh keponakannya.

Tak hanya itu, saham Wilmar mengalami kenaikan sebesar 46 persen dalam jangka waktu satu tahun belakangan. Kuok belum lama ini dilaporkan menjual sebagian asetnya termasuk bisnis gula, saham di Jerneh Insurance, dan beberapa lahan di Kuala Lumpur. Saat ini Kuok diberitakan lebih banyak menghabiskan waktunya di Hong Kong.

2. Ananda Krishnan.

Miliarder ini memperoleh sebagian besar kekayaannya melalui bisnis telekomunikasi. Harta kekayaan Ananda Krishnan di 2010 ini ditaksir mencapai angka USD8,1 miliar, sehingga menempatkannya sebagai orang terkaya nomor dua di Malaysia.

Pria yang berusia 72 tahun ini memiliki harta yang paling berharga berupa aset di perusahaan Maxis Communications, penyedia jasa seluler terbesar di Malaysia. Pada November 2009 lalu perusahaan ini melakukan IPO dan berhasil memperoleh dana segara sebesar USD3,4 miliar dan merupakan IPO terbesar di Malaysia sepanjang sejarah.

Pria ini juga merupakan pemilik dari perusahan Astro, penyedia saluran televisi berbayar, yang sempat tersangkut masalah hukum di Indonesia. Dikabarkan bahwa Krishnan juga memilki sebagian saham di perusahaan properti ternama Indonesia, Lippo Group.

3. Lee Shin Cheng.

Di tempat ketiga dari daftar orang-orang terkaya di Malaysia adalah ayah dari delapan anak, Lee Shin Cheng. Pria berusia 71 tahun ini memperoleh sebagian besar kekayaannya melalui bisnis kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan bisnis umum bagi para taipan Malaysia.

Jumlah kekayaan Lee Shin Cheng di 2010 tecatat mencapai angka USD4,6 miliar. Perusahaan kelapa sawit miliknya adalah IOI Group. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan pengolahan kelapa sawit terbesar di dunia. Dilaporkan bahwa dengan tujuan ekspansi perusahaan ini telah mengeluarkan biaya modal mencapai angka USD300 juta.

4. Lee Kim Hua.

Pria berusia 80 tahun ini memiliki kekayaan hingga USD3,9 miliar. Lee Kim ini merupakan pemilik Genting Group sebuah lokalisasi judi di puncak hutan berbukit. Genting tidak hanya menawarkan lokalisasi perjudian namun juga resort dan hiburan bagi warga Malaysia dan wisatawan asing lainnya. Kini, kerajaan usahanya dikendalikan oleh anak laki-lakinya Lim Kok Thay (Yang juga menjadi orang terkaya nomor 14 di Malaysia).

5. Quek Leng Chan.

Quek Leng Chan berusia 69 tahun, kekayaan yang dimilikinya USD3,85 miliar. Dia adalah nahkoda dari Hong Leong Group Malaysia, yang bergerak di bidang keuangan, hiburan, dan real estate. Dia membeli lima persen saham Kencana Petroleum dan tiga persen di Grup Hotel Intercontinental pada tahun lalu.

6. Teh Hong Piow.

Pria berusia 80 tahun ini memiliki kekayaan hingga USD3,8 miliar. Awalanya dia hanya juru tulis di sebuah bank pada 1966. Sekarang dia memiliki Public Bank yang memperkerjakan 14 ribu karyawan. Banknya juga telah memiliki anak cabang di Laos, Sri Lanka, Hong Kong, hingga China.

Membangun Public Islamic Bank sebagai subsidiary pada November 2008. Dia kerap memberikan bantuan kepada institusi medis dan aktif di bidang lingkungan hidup melalui Malaysian Nature Society.

7. Yeoh Tiong Lay.

Pria ini berusia 80 tahun dengan kekayaan mencapai USD2,5 miliar. Dia adalah pendiri YTL Corp, salah satu perusahaan papan atas di Malaysia. YTL digerakkan bersama tujuh anaknya.

8. Syed Mokhtar Al-Bukhary.

Pria dengan usia 58 tahun ini, kekayaan yang dimilikinya USD1,7 miliar. Syed Mokhtar adalah mantan pejabat Malaysia Mining Corp (MMC). Dia memiliki saham di Malaysia Johor Port, perusahaan independen penghasil energi Malakoff, perusahaan distributor natural gas Gas Malaysia. Dia rencananya juga membuat proyek di Jordan, Saudi Arabia.

Dia sempat kehilangan status miliardernya namun kembali masuk dalam 10 besar, menyusul melambungnya saham MMC. Dia memiliki yayasan bernama Albukhary Foundation, yang menawarkan beasiswa bagi anak-anak kaum miskin dan beasiswa perguruan tinggi.

9.  Vincent Tan.

Pria berusia 58 tahun ini memiliki kekayaan hingga USD1,6 miliar. Dia adalah pemiliki perusahaan berbendera Berjaya Group yang dibangun sejak 1984. Perusahaan ini bergerak di bidang perhotelan, keuangan, real estate. Dia juga pemilik lisensi gerai internasional Wendy’s, Starbucks, dan Krispy Kreme.

10. Tiong Hiew King.

Lelaki dengan empat anak yang berusia 75 tahun ini memiliki kekayaan hingga USD1,2 miliar. Tiong Hiew mendapat julukan Rupert Murdoch-nya Malaysia. Karena, biduk usahanya mirip dengan raja media asal Amerika. Tiong memiliki lima suratkabar, 30 majalah di Asia seperti Hong Kong, China, Taiwan, hingga ke Amerika Utara. Tidak hanya di media massa, bapak empat ini juga memiliki usaha di sektor pertambangan di Papua New Guinea, dan juga di bidang hypermarket.

11. Azman Hashim USD660 juta.
12. Lee Oi Hian & Lee Hau Hian USD560 juta.
13. Yaw Teck Seng & Yaw Chee Ming USD480 juta.
14. Lim Wee Chai USD470 juta.
15. William HJ Cheng USD430 juta.
16. Goh Peng Ooi USD425 juta.
17. Lim Kok Thay USD360 juta.
18. Jeffrey Cheah USD350 juta.
19. Anthony Fernandes USD330 juta.
20. G Gnanalingam USD320 juta.
21. Kamarudin Meranun USD300 juta.
22. Chan Fong Ann USD290 juta.
23. Shahril dan Shahriman Shamsuddin USD270 juta.
24. AK Nathan USD250 juta.
25. Chong Chook Yew USD230 juta.
26. Mokhzani Mahathir USD215 juta.
27. Ahmayuddin bin Ahmad USD210 juta.
28. Lau Cho Kun USD200 juta.
29. Chen Lip Keong USD180 juta.
30. Lee Swee Eng USD155 juta.
31. Liew Kee Sin USD150 juta.
32. Nazir Razak USD145 juta.
33. Eleena Azlan Shah USD141 juta.
34. Ong Leong Huat USD140 juta.
35. Rozali Ismail USD136 juta.
36. Kua Sian Kooi USD135 juta.
37. Lin Yun Ling USD130 juta.
38. David Law Tien Seng USD125 juta.
39. Abdul Hamed Sepawi USD120 juta.
40. Mohd Yusof Tun Syed Nasir USD110 juta.

%d blogger menyukai ini: