SURAT TERBUKA UNTUK PM MALAYSIA TUN NAJIB.


 

ASAP MENJADI BERKAH BAGI PEKEBUN SAWIT DI SEMENANJUNG?.

asap1Asap….tahukah Tuan bahwa asap sangat berguna bagi kesuburan buah sawit?…sejak asap “melanda” sebagian wilayah semenanjung melaya.

Malaysia menjadi pengekspor minyak sawit terbesar dunia, asap sumatera tak sampai ke utara semenanjung, bunga sawit, tak sebanyak menjadi buah sawit yang di selatan, misal nya negeri johor . Di utara malaysia, seperti di Kelantan dan Perlis yang berbatasan dengan Thailand (Narathiwat, Setun) buah sawit tidak sebanyak di negeri yang diasapi. Apalagi di daerah Burma, misal Kaw Thaung perkebunan sawit luas di selatan Myanmar yang berbatasan dengan Thailand Ranong dan laut andaman.

Oleh sebab itu selayaknya pemerintah Malaysia memberikan konpensasi kepada korban asap, karena asap ini telah menaikkan hasil buah sawit perkebunan di seluruh semenanjung.
Saya pernah lalu dari mulai Sabah hingga ke Serawak, buah sawit tidak sama hasilnya dengan di semenanjung.

Saya baru dari Myanmar, lalu dari Thailand selatan, terus ke Rantau Panjang dan berakhir di Johor “Benihnya sama, ini yang bagi malaysia, tetapi hasilnya tak sama” ujar penduduk Myanmar saat kami lalu di perkebunan sawit , hanya terlihat beberapa tandan bunga yang tak berbuah.
Pak Najib, “mengasapi” pohon palm termasuk menghilangkan hama.

Pekebun sawit di malaysia sangat beruntung mendapatkan asap kiriman dari sumatera, angin yang meniup asap itu membuat berkah kepada negeri anda, terutama pekebun sawit itu.

Dalam udara normal oksigen (O2) sekitar 16 % , asap asap “kiriman” ini tidak sampai membunuh manusia, karena masih dalam batas toleransi.

Tetapi cukup untuk “membunuh” kutu hama yang ada di tandan sawit perkebunan pekebun di semenanjung.

Saya tidak hendak berandai andai, apakah memang ada kesengajaan pembakaran, untuk menghasilkan asap percuma….??
Saya melihat berhektar hektar pohon sawit tidak produktif di utara yang tidak kena asap.

Ini hasil dari pengamatan saya, bahwa kebun kelapa sawit yang terkena asap akan berbuah lebih banyak dari yang tidak terkena asap.

Data itu sangat mudah di dapat oleh anda, bandingkan satu hektar sawit di daerah negeri Johor, dengan di Kelantan sana.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Ada fakta lucu dalam hujah anda tentang banyaknya hasil sawit itu kerana asap. Anda belajar dari mana? Atau anda sebenarnya mahu Malaysia ucapkan terima kasih?

    Hujah anda, hasil sawit di Selatan Semenanjung lebih tinggi dari Utara Semenanjung itu, memang betul. Tidak ada bantahan. Tapi ia didasari sebab lain, bukan kerana asap. Tipe tanah di Selatan sangat mirip seperti di Timur Sumatera, didalamnya ada sebatian tanah dan sisa tumbuhan yg telah hancur jutaan tahun lalu yg berperan menjadi pupuk organik untuk kelapa sawit itu sendiri. Sedang di Utara, tanahnya bersifat likat, tidak mudah menyerap air hingga ia lebih sesuai dibuat sawah. Makanya sektor pertanian di Semenanjung itu berbentuk seperti itu. Sawah di Utara dan sawit/karet di Selatan. Tak ada urusannya sama asap.

    Hujah anda lagi, Selatan Semenanjung lebih banyak terkena asap makanya pertanian jadi subur juga saya kira sebuah lelucon kelas murah. Faktanya baik di Selatan, maupun di Utara, porsi asap yg menyerang Semenanjung itu sama. Malah sesetengah lokasi di Utara merekodkan bacaan asap yg lebih tinggi dari di Selatan. Ketika sekolah di Manjung, sebuah daerah di Perak ditutup, anak-anak sekolah di Johor Bahru masih belajar seperti biasa.

    Jadi atas semua hujah balas ini, kami di Malaysia merasa hairan, apakah pembukaan lahan pertanian di Indonesia hanya dengan membakar hutan? kerana negara lain termasuk Malaysia juga sering membuka lahan pertanian, tapi tidak sampai kebakaran. Kali ini sudah yg ke berapa tahun, sayangnya Indonesia tak pernah belajar.

    Saya sarankan, jika Indonesia tak punya UU yg dapat mengatur perusahan dari lakukan pembakaran sembarangan, serahkan saja kedaulatan wilayah terkait itu kepada Malaysia, biar UU kami yg mengatur perusahan itu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: