Oleh Oleh Coklat Dari Batam


coklat yang semula halaal....... menjadi tidak halal karena di tambah unsur lain seperti lesitin .. teliti sebelum membeli

coklat yang semula halaal....... menjadi tidak halal karena di tambah unsur lain seperti lesitin .. teliti sebelum membeli

Petang kemarin Sabtu (15/5) selepas Seminar Sehari tentang Impassing, Sertifikasi dan Paska Pembubaran Badan Hukum Pendidikan (BPH) yang dilaksanaka oleh Badan Musyawarah Pergurguan Swasta (BMPS) Kota Batam, kami segera bergegas pulang ke Hotel. Karena petang hari itu juga Mas Jona Krisna dari PPMTK (Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) akan berangkat pulang ke Jakarta.

“Saya pulang hari ini juga, besok sudah di tunggu, ada acara di Jakarta ” ujarnya.   Mas Jona, adalah staf Ditjen PPMTK, PPMTK yang mengurusi nasib guru Kementrian Pendidikan Nasional  ini nasib nya tinggal menunggu hari saja karena Ditjen ini telah di likwudasi oleh Menteri Pendidikan M Nuh.

Selesai urusan dari Hotel Pelita, chek out , masih ada dua jam lagi menunggu waktu keberangkatan ke Bandara, untuk si buah hati,  Mas Jona mengajak mampir membeli oleh oleh , “coklat pak” katanya saat ditanya oleh oleh apa yang hendak dibeli. Jadilah kami ke tempat penjualan coklat, di Mini Market yang terletak di seputaran Nagoya.

Di seputaran Nagoya Batam ini banyak toko yang menjual coklat – coklat aneka warna produksi dari beberapa manca negara. Di Mini Market yang kami masuki itupun penuh sesak pengunjungnya, selain menjual coklat import, Mini Market ini pun menjual parfum dan barangan souvenir lainnya.

Sembari menunggu mas Jona memilih coklat yang akan di beli nya, aku yang berdiri dekat kasir di pintu keluar/ masuk melihat  tiga orang bapak-bapak sedang antri membayar, “lima ratus sembilan puluh emat ribu lima ratus rupiah”  ujar sang kasir kepada Bapak yang paling depan, aku dapat  melihat jumlah nominal di layar cash register. Saat si bapak mengambil uang dari sakunya , mata kami terserempak, si bapak tersenyum kepadaku, “dari Jakarta pak ” sapaku, karena memang sebelumnya aku telah mendengar obrolan mereka.

Mas Jona datang menghampiri hendak membayar di kasir juga, “Boleh lihat beli apa saja mas” tanya ku sengaja nada suaraku agak kukuatkan. Beberapa bungukusan coklat aneka merk terlihat dalam kantong kresek yang dibawa mas Jona, satu persatu kulihat,  masih dengan suara agak kuat agar terdengar sang kasir dan bapak-bapak tadi, kukatakan kepada Mas Jona, agar membeli Coklat yang ada logo Halal nya. “Seperti ini” ucapku menjelaskan sembari menunjukkan logo halal produksi Malaysia. “Nah yang ini tidak ada logo halal nya” jelasku lagi.

Mas Jona memperhatikan bungkus bungkus coklat yang di belinya, dua orang bapak yang sedang antri pun kulihat memeriksa bungkusan coklatnya. Terlihat mereka berbisisk bisik dan memang itulah harapan ku, “Betul memang ada tempelan stiker dari Perusahaan importirnya” jelasku lagi, kuperlihatkan ada stiker kecil tetempel di bungkusan coklat coklat itu yang mencantumkan nama perusahaan peng-import nya dan ingredian (komposisi) dari bahan pembuat coklat. ” Lisetin ini yang jadi masalah” jelasku lagi kepada Mas Jona, “Terbuat dari apa?, apakah dari lemak hewan, hewan nya apa? , apakah terbuat dari lisetin tumbuhan, semisal kacang kedelai,” Jelasku lagi .

Hanya dua bungkus coklat dari yang di beli oleh Mas Jona yang ber logo halal (Malaysia) yang lain nya hanya tertempel stiker yang menandakan itu adalah produksi makalan luar (ML), sementara beberapa bungkus lainnya tak terlihat sama sekali stiker apalagi logo halal.

Bapak Bapak yang tadi yang mengaku dari Departemen Kesehatan dan sering bertandang ke Batam dalam rangka dinas, terlihat terkesima,  saat kukatakan alangkah naif nya kita memberikan oleh oleh makanan kepada putra putri tersayang dari makanan yang diragukan ke halalan nya.

Bapak yang terlihat terpelajar itu , mungkin saja seorang dokter terus memperhatikan tulisan tulisan (etiket) yang ada pada bungkusan bungkusan coklatnya masing masing dan bertanya kepadaku “Bapak dari instansi mana”? . Kujelaskan  “Dari Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam”   dan sang bapak  berkata “Terimakasih ya pak sudah diingatkan “.

Mas Jona pun kulihat kembali ke rak pajangan coklat menukar coklat yang tak berlogo halal. Sang Kasir terpaksa menunggu menscan barangan yang akan di beli dan melirik ku.

Mungkin baru pertama kali ada orang tak jadi membeli coklat di Mini Market yang cukup lama keberadaan nya di Nagoya Batam itu, dengan alasan tidak memiliki atau mencantumkan logo halal.

Syukur lah pikirku, sembari mengharap tulisan ini banyak di baca orang , lebih banyak lagi orang orang peduli tentang kehalalan produk yang di konsumsi nya. Sebagai sesama muslim kita dianjurkan untuk saling mengingatkan , dan bahwa kita pun di anjurkan untuk mengkonsumsi makanan bukan hanya halal saja tetapi juga baik…. Halalal Toiyibah….

5 Tanggapan

  1. salam..

    saat ini saya menjual CD cara berkebun coklat yang benar, hanya dengan harga 60 ribu/CD (sdh msk ongkos krm). CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknya langsung di lapangan. dan ada juga buku panduannya (berwarna + bergambar) harga 60 ribu.

    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.

    terima kasih

    Suka

  2. sayangnya masyarakat kita hampir tak mempedulikan segala tetek bengek label itu…mereka kebanyakan hanya inginkan makanan itu rasanya enak…padahal belum tentu yang enak itu bikin sehat dan halal…salam

    Suka

  3. Alhamdulillah, membaca postingan sahabat disini membuat hati tenteram bahwa masih banyak orang yang perduli terhadap orang. memang perihal predikat makanan halal/haram memang sangat penting bagi kita semua meskipun tampaknya orang2 mulai tidak memperhatikan hal tersebut.

    salam

    Suka

  4. maaf ada yg punya info toko online yg menjual oleh2 khas batam gk? (kaya coklat, cake malaysia dll).
    trim’s sblmnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: