White Channel TV Muslim di Thailand


WhitFotoe Channel adalah nama sebuah stasiun televisi di Bangkok.  Akhir Januari 2013 yang lalu, Buletin Jumat (BJ) berkesempatan mengunjungi stasiun televisi yang cukup banyak pemirsanya itu, tentulah dari kalangan Islam.

Hampir semua rumah, dari komunitas Islam yang ada di Thailand, dan yang pernah kami kunjungi dan temui, pernah melihat acara televisi tanpa musik ini. Seperti pengakuan seorang ibu rumah , yang tinggal di Pattaya Bangkok Thailand. “Saya paling suka tengok acara waicenet” ujar ibu Sarannyu. Sarannyu, adalah pelajar Thailand yang menuntut Ilmu di Batam. Senang sekali terlihat ibu Sarannyu, ikut bersama kami mengunjungi stasiun televisi Dakwah itu.

Sewaktu kami masuk ruang lantai dasar tempat menerima tamu, terlihat hanya ada seorang wanita. Shaik Ridha adalah nama pemilik dan pengelola tv yang terletak di Jalan Ban Kapi, lokasinya persis ditengah jantung kota Bangkok. Shaik Ridha menerima rombongan kami diruang kerjanya dilantai tiga. Saat itu, tv White Channel sedang menyiarkan ceramah agama, disampaikan oleh ustad DR Ismail Lutfi Chapakia, Rektor universitas Yala Thailand.

Di Thailand, tv Islam seperti White Channel, ada empat station. Padahal negeri Gajah Putih itu mayoritas penduduknya beragama Budha. Kesulitan mendapatkan izin frequensi, mereka atasi dengan menggunakan streaming. Jadilah siaran tv Dakwah ini, dapat diakses diseluruh wilayah Thailand , bahkan diseluruh Dunia.

Hampir nyaris rasanya saat ini, hal itu terlaksana di Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim. Bahkan Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini, kalah jauh dalam bidang per-televisian bila dibanding Vietnam sekalipun. Kalau benar info yang kami dapat, dari sepuluh Negara yang tergabung dalam Asean, Indonesia, adalah Negara terbawah dalam bidang pelayanan umum, yang menyangkut fasilitas telekomunikasi, seperti kebutuhan akan bandwidth misalnya. Dalam pengembangan media Isam, terutama media elektronika seperti televisi, di Batam, khususnya daerah perbatasan , hal yang mustahil rasanya mendapatkan izin fequensi, karena memang jumlah yang terbatas. Disamping itu Indonesia, masih diatur dan sangat tergantung dengan Malay sia, apalagi Singapura.

Meskipun sudah memungkinkan dan ada regulasi untuk tv digital, adanya  pembagian channel – channel yang lebih banyak lagi. Investasi untuk itu terlalu besar, Nyaris pula investor hendak menanamkan modalnya ditempat yang hanya sedikit pemirsanya.

Yang memungkinkan adalah dengan Streaming, sebagaimana yang dilakukan oleh TV White Channel dan TV Islam lainnya yang ada di Thailand. Namun kendala adalah, radio ataupun televisi streaming ini, sangat tergantung dengan fasilitas dan kwalitas bandwidth yang ada, Negara kita, Indonesia ini, masih sangat jauh dari yang diharapkan.
Kalau dari segi sumber daya manusia, memang kita tidak kalah dengan mereka. Namun demikian, untuk bertukar pengalaman dan pengembangan sumber daya manusia. “White Channel memberi kan kesempatan kepada pelajar yang hendak Prektek Kerja Lapangan (PKL), maupun pelatihan yang menyangkut konten siaran” ujar Shaik Ridha, sembari mempersilahkan rombongan kami makan, bersama dengan tamu tamu yang tak henti henti nya datang ke studio TV, yang banyak menggalang dana untuk pengungsi Rohingya itu. Tengah hari itupun bersama lebih 50an orang crew TV White Channel kami shalat Juhur berjamaah, dan Shaik Ridha sebagai Imamnya.

BJ juga, melalui media elektronik nya seperti radio, dan terutama televisinya, yang tergabung dalam Hang Tuah Group, kini sedang mengembangkan siaran dengan Streaming. Seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Hang Tuah Batam, mungkin satu-satunya sekolah SMK yang mempunyai studio radio dan televisi milik sendiri. Para pelajar beserta staf pengajarlah, yang mengelola siaran berbasis streaming ini. Tidak tertutup kemungkinan mereka pun akan berkunjung kesana.

Disana sebagaimana yang direncanakan, mereka para pelajar itu akan dilatih membuat konten siaran, dan mempelajari bagaimana cara kerja Streaming, dan yang utama kerja sama dalam bidang siaran antar dua negara.

Di Batam banyak pelajar asal Thailand, beberapa diantara mereka fasih dan lancar berbicara dan menulis dalam empat bahasa, seperti Sarannyu yang menemani dan menjadi penterjemah kami sewaktu berkunjung ke TV White Channel itu misalnya, pemuda kelahiran Pattaya Thailand 19 tahun itu, lancar berbahasa Inggris, Arab, Indonesia, dan sudah pasti bahasa Thailand.

Menjelang petang, kami tinggalkan studi tv White Channel itu , setelah hampir semua ruangan gedung berlantai empat itu, baik ruang siaran dan produksi kami kunjungi. (*)

Hang FM Radio Dakwah ?


Abi Yusuf station manager hang fm

Abu Yusuf station manager hang fm

“Salam pak, lagi di tunggu di radio Hang FM” begitu bunyi sms yang masuk ke hand phone ku pagi tadi Senin (8/3)  dari no +65837389xx, nomor depan +65xxxxxxx  adalah kode negara Singapura. Wah bukan main ini radio sampai penggemar nya di Singapura meng – sms – ku . “Iya pak kan peminat setia Hang FM ” balasnya lagi melalui sms .

Iya memang sehari sebelum nya aku dihubungi station manager Hang FM, “Kalau bisa pukul 07.45 sudah di tempat ya pak”  kata Abu Yusuf demikian nama panggilan station manager radio yang mengudara di frequenci 106 FM itu. Ber iya iya betul dia agar aku tepat waktu. Tetapi apa lacur pukul delapan aku masih berada di sekolahan.

Sepanjang perjalanan menuju ke Batam Center, aku mendengar kan celoteh Abu Yusuf yang langsung memandu acara yang dikemas dalam input dan output itu, wah banyak juga telephon yang masuk gumamku. Rupaya sepanjang siaran berlangsung  Abu Yusuf si pemandu acara, menyebutkan nara sumber yang di undang dan dihubunginya belum ada satu pun yang datang.

Tak Boleh Musik ?

Penggemar radio ini cukup banyak di Singapura, begitu pun di Johor Bahru, karena memang siaran radio yang anti musik ini sampai menembusi cakralawa negara tetangga itu.

Tak ada lagu yang di putar di radio itu, kalau pun ada suara hanya suara deritan pintu atau suara seperti air yang tercurah.  Untuk intro, jedah antara dua acara misalnya ada suara seperti ketokan saja, benar benar tak ada suara lagu yang mengalun layak nya radio radio lain.

Lampu tombol telpon terus berkelap kelip saat aku masuk ke ruang studio yang baru di pugar sejak Kebakaran setahun yang lalu  itu.  “Alhamdulillah pak Imbalo sudah datang ” ujar Abu Yusuf kepada pendengar nya. Pertanyaan pun bertubi tubi , topik pagi hari itu mengangkat masalah makanan halal.

Dari mulai restoran, rumah makan, pengurusan sertifikat halal, sampai masaalah perdagangan bebas dengan cina, mengalir tak terasa sudah satu jam.

Sambil menjawab pertanyaan dari pendengar,  terpikir pula  olehku akan  rekan rekan  di  Malaysia, bukan yang di Johor Bahru tetapi yang arah ke Utara , yang sekarang sedang ramai ramai nya mempersoal kan faham  Wahabi.

Radio yang ber motto kan spirit of sunnah ini jangan harap mentolerir anggotanya merokok, begitu pun dengan gambar gambar berujud manusia. Hampir semua atau boleh dikatakan semua buku buku dan vcd yang di jual di toko buku yang berada di samping ruang studio tak bergambar manusia , apalagi gambar itu perempuan.

Tetapi radio ini tidak tabu terhadap iklan, banyak iklan saat jedah di putarkan, terutama  iklan obat obatan yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit.  Tak etis rasanya ingin membantah soal iklan yang ada di radio itu, ya nama nya iklan pastilah memuji produk yang ditawarkan.

Kembali ke soal Dakwah dari Radio Hang FM ini tadi, kalau lah sempat di dengar oleh para ulama yang memposisikan diri Ahli Sunnah Wal Jamaah  yang begitu antinya terhadap faham Wahabi .

Hai lebih teruk lagi daripadakan sekedar tidak berqunut dan tak menjahirkan bacaan Basmallah.

Bagimana ya……mereka pun mengklaim pengikut sunnah

Pengumuman Hasil UN 2009 SMP/MTs Pun Diundur Hari Senin


Mendiknas Bambang Sudibyo

Mendiknas Bambang Sudibyo

Sama persis kasus nya dengan pengumuman hasil UN untuk SMA sederajat, pengumuman hasli UN untuk tingkat SMP sederajat pun diundur ke hari senin tanggal 22 Juni 2009.

Pagi tadi puluhan siswa mendatangi sekolah, sebagian sudah ada yg tahu kalau pengumuman di undur, tetapi karena sudah janjian dengan teman -teman nya untuk berjumpa di sekolahan.

“Tak apalah” kata Rahayu dengan muka pasrah……. karena hampir diseluruh daerah pengumuman kelulus1218282705orang_miskin_dilarang_sekolahan ini di undur..

Mereka masih terlihat bergerombol dan bercengkerama, membincangkan kalau nilai nya tinggi akan masuk ke sekolah mana, dan ada yang masih tetap melanjutkan di sekolah Hang Tuah , “Aku mau ikut Drumband Sekolah”  ujar seorang siswa, rupanya dia tertarik masuk kembali ke SMK Hang Tuah karena ada Marching Band.

Di sekolah Hang Tuah pun kini punya fasilitas studio pemancar TV , meskipun hanya baru menjangkau beberapa kilometer, karena daya pancar nya baru 30 watt saja. Tetapi semua kegiatan mulai dari membuat berita, kameramen,editing, host, pembaca berita, lighting semua nya ditangani oleh siswa SMI , tidak saja jurusan multimedia , jurusan yg lain pun ikut serta.

Dibawah in kami kutip tulisan  dari koran lokal Batam Pos tentang penundaan pengumuman UN untuk SMP di seluruh Kepri :

Hasil Unjian Nasional (UN) yang menentukan kelulusan siswa SMP sederajat akan diumumkan Senin (22/6) pekan depan. Saat ini, Dinas Pendidikan (Diknas) Kepri sedang memproses hasil capaian nilai siswa tersebut, pasca menerima dari Departemen Pendidikan RI. ‘’Diknas berharap capaian nilai kelulusan siswa SMP sederajat memuaskan,’’ ujar Kadisdik Kepri, Arifin Nasir, Jumat (19/6). Arifin minta siswa tak perlu khawatir, jika saat UN bisa mengerjakannya dengan benar. ”Saya yakin, hasil kelulusan siswa SMP memuaskan,’’ katanya.


Hal yang sama juga diungkapkan Kadis Dikpora Tanjungpinang, Drs Ahadi. Menurutnya, hasil UN SMP akan diundur dari hari ini, Sabtu (20/6) ke hari Senin (22/6). Hingga kemarin, kata Ahadi, hasil UN SMP se-Provinsi Kepri belum diterima seluruh dinas pendidikan di kabupaten kota, karena masih berada di tangan Dinas Pendidikan Kepri. Dijadwalkan, hasil UN SMP 2009 itu baru akan diserahkan dari Disdiknas Kepri ke dinas pendidikan kabupaten/kota di Kepri hari ini sekitar pukul 14.00 WIB.


”Bisa jadi Senin (22/6) sore (pengumuman hasil UN SMP di Tanjungpinang, red) karena Sabtu siang (hari ini, red) pukul 14.00 WIB baru mau diserahkan Disdik Kepri ke Dinas Pendidikan kota/kabupaten,” kata Kadis Dikpora Tanjungpinang, Drs Ahadi, kemarin. Seperti halnya saat pengumuman hasil UN SMA sederajat awal pekan ini, pengumuman hasil UN SMP baru akan diterima masing-masing kepala sekolah Senin (22/6) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah menerima salinan hasil UN dari Disdikpora selanjutnya masing-masing kepala sekolah melaksanakan rapat dengan majelis guru. Untuk menentukan kelulusan siswanya. Sebab, hasil UN hanyalah satu faktor penentu kelulusan. Faktor lainnya yang menentukan kelulusan adalah nilai hasil ujian sekolah, dan lain-lain.


Pengumuman hasil kelulusan siswa SMP ini, nantinya juga dilaksanakan seperti saat pengumuman kelulusan SMA. Setiap siswa diberi satu amplop tertutup yang berisikan jumlah hasil UN yang sudah dijalani. Namun, yang terpenting di dalam amplop tersebut berisikan hal yang sangat dinantikan yaitu lulus atau tidaknya mereka saat itu. Penundaan pengumuman hasil UN SMP ini sekaligus membuat kecemasan para siswa yang ikut UN, semakin menjadi-jadi. Berbeda dengan siswa SMA sederajat yang untuk masuk perguruan tinggi harus melalui beragam tes. Bagi siswa SMP hasil UN sangat menentukan di mana mereka akan melanjutkan pendidikannya selanjutnya. Sebab, nyaris semua sekolah menengah atas dan sederajat akan menerima siswa baru berdasarkan nilai hasil UN. Kecuali untuk sekolah rintisan berstandar internasional seperti SMAN 1 Tanjungpinang.


”Nilai UN akan sangat menentukan mau masuk ke SMA atau SMK mana nantinya. Kalau nilainya bagus bisalah masuk sekolah yang bagus. Tapi kalau nilainya jelek tak mungkin mendaftar di sana,” ujar salah satu siswa SMP di Tanjungpinang, Dewi. Dalam kesempatan ini, Arifin menambahkan Pemprov Kepri berencana memberikan beasiswa kepada 20 siswa SMA sederajat yang mampu meraih nilai tertinggi pada UN tahun ini. Dua puluh siswa ini terdiri 10 siswa SMA dan 10 siswa SMK.
Penyerahan beasiswa, dilaksanakan 2 Juli 2009 mendatang di kantor Pemprov Kepri di Tanjungpinang. ‘’Kita akan undang secara resmi, orang tua siswa bersangkutan. Pak Gubernur Kepri yang menyerahkan langsung beasiswa tersebut,’’ tutur Arifin. Pemberian beasiswa bertujuan memberi penghargaan pada siswa berprestasi di Kepri.


Menurutnya, tidak semua siswa bisa meraih prestasi ini. ‘’Pemprov juga akan memberi piagam penghargaan pada siswa berprestasi tersebut,’’ sambungnya.  Terkait 112 siswa SMK di Kepri dinyatakan lulus susulan, Arifin mengatakan ,kelulusan SMK tahun ini sedikit ada masalah di Departemen Pendidikan akibat adanya perubahan sistim penilaian terhadap ujian teori dan praktik. Awalnya, Diknas Kepri menaruh curiga, dan heran, mengapa nilai anak-anak ini tidak tercantum alias kosong. ‘’Lantas kita bertanya, dan selanjutnya departemen mengundang Diknas Kepri ke Jakarta. Kita utus Kepala Seksi yang menangani SMK untuk menanyakannya,’’ tambah Arifin. Lantas, setelah dilakukan pengecekan kembali, dinyatakan 112 anak tersebut dinyatakan lulus. ‘’Jika nilai mereka bagus, akan diberikan penghargaan juga loh,’’ tukasnya.

Suatu Jumat Bersama Wakil Bupati dan Wakil Walikota


Saptono Mustakim

Wakil Bupati dari Kabupaten Lingga, namanya Saptono Mustakim, dapat dipastikan dia adalah orang China pertama yang mempunyai kedudukan tertinggi di pemerintahan di kepulauan riau ini.

dscf1409

Pria paro baya ini sebelum menjabat sebagai wakil bupati (wabup) Lingga adalah anggota DPRD Batam. Dan rumah beliau pun ada di Batam begitu juga dengan sanak saudara nya banyak di Batam, itu lah sebabnya tidak harus ada kunjungan kerja wabup ini sering terlihat di Batam.

Jauh sebelum ada DPRD Batam, kami sudah saling kenal, Imlek di Batam kemarin hari jumat 20/2 kami bertemu di masjid raya Batam center, memang sudah agak lama tak berjumpa, jadi banyak cerita yang terlontar diungkapkan menjelang khatib naik ke mimbar.

Melihatku duduk di depan pintu masuk, Saptono langsung menyalami dan cipika cipiki, kulihat agak sulit dia duduk diantara dua sujud saat shalat tahyatul masjid. “Bulan Maret 2009 ini kami menjadi tuan rumah STQ” ujar Saptono, terlihat sumringah wajah nya “datang ya” kata nya lagi kepadaku.

“Wah gelombang kan sekarang tinggi” jawabku menggoda….. Saptono senyum dan menjelaskan sekarang ke Lingga telah ada penerbangan rutin. Saptono senang sekali kelihatan dengan diadakan nya STQ di Lingga dan telah terbuka nya jalur penerbangan ke daerah yang di pimpinnya itu.

Ria Saptarika

dscf1412

Wakil Walikota Batam atau anak buah nya selalu menyebut wawako, pria yang satu ini pun sama dengan wabup Saptono Mustakim sedikit dari pejabat pemerintahan yang aku salut terhadap mereka.

Kalau dengan wabup Saptono bertemu dan berbincang sebelum jumatan tetapi dengan sang wawako ini kami berbincang setelah jumatan usai, ada saja topik yang hendak di bincangkan, maklum wawako yang satu ini segudang aktifitasnya, baik itu karena jabatannya sebagai wawako, maupun karena pribadinya sebagai kader salah satu partai.

Dari mulai soal pramuka sampai ke televisi pendidikan ( TV Komunitas di Sekolah Hang Tuah Batam ) , ya memang tak jauh jauh dari soal generasi muda generasi penerus.

Bila Wabup Saptono mengundangku agar datang ke Lingga menghadiri STQ tingkat Provinsi tetapi kepada Wawako Ria Saptarika aku yang mengundang beliau agar datang ke Hang Tuah untuk melihat tv yang sedang kami buat.

“Iya saya akan datang nanti”  jawab wawako dengan senyum khas nya, dan senyum khas  ini rencana nya akan di “pasarkan”   dalam menyambut visit Batam 2010.

TV Komunitas di Sekolah Hang Tuah Batam


Tower antene tv hang tuah

Sekolah Islam Hang Tuah Batam punya TV? , iya……Insyaallah  sekolah yang terletak di Bengkong Polisi tepat nya di Jalan Ranai no 11 Batam ini, akan punya studio televisi,  wah sepertinya untuk di Kepulauan Riau ada TV pendidikan yang mempergunakan Frequency TV Komunitas di 400 an adalah Sekolah Islam Hang Tuah.

Itulah selama 4 hari ini kami sibuk berbenah – benah membuat ruang studio, ruang kontrol, ruang produksi, dan ruang ruang lain nya.

Tidak ada tempat untuk studi banding, ya karena memang belum ada yang memiliki tv komunitas, yang ada studio tv lokal (komersial) sehingga untuk badan hukum pengelola nya pun tak satu Notaris di Batam yang dapat membuat nya karena belum ada contoh nya.

Dari mulai ke Balai Monitar (Balmon) dan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Batam sejak dua bulan yang lalu untuk menjajagi tentang per-izi-nan dan persyaratan, Aulia dari KPID Batam cukup banyak memberikan masukan dengan memberikan segeprok surat dan form yang harus diisi, di Balmon pun  kami mendapat penjelasan bahwa frequency untuk tv komersial sudah “habis” tetapi untuk tv komunitas belum satu pun yang terpakai.

Pergi ke Notaris untuk membuat badan hukum “perkumpulan”, hingga kini draft untuk badan hukum perkumpulan belum ada contoh nya, malah kami dikirimin contoh draft sama persis dengan bentuk badan hukum KADIN.

Semula ide membuat tv komunitas ini adalah dari bang Bachtiar dari Batam TV dan kang Tedy dari STV , kedua mereka ini adalah orang pertama di Batam tv dan di Semenanjung tv (stv), karena pada saat tahun pelajaran 2008/2009 Sekolah Islam Hang Tuah membuka jurusan Multi Media, salah satu mata pelajaran untuk anak didik yang bersekolah di Sekolah Islam Hang Tuah adalah Broadcasting, sehingga memerlukan alat peraga transmiter dan recifer.

Searching di internet dimana harus membeli pemancar tv rakitan untuk alat peraga SMK Multi Media Sekolah Islam Hang Tuah? pilihan jatuh ke Syam Broadcasting yang berada di Semarang.

Tak terlalu mahal untuk frequency UHF sebesar 30 watt dengan radius jangkauan 2,5 KM sebagaimana yang dipersyaratkan oleh KPI adalah sebesar 30 juta.

Tower yang semula direncanakan terbuat dari pipa galvanis  setinggi 24 meter, di ganti dengan model tower triangle dari besi beton 12mm di las setinggi 30 meter.

Jadi sejak dua bulan ini kami pun sibuk membuat tower sendiri, mendisain ruang-ruang untuk studio, sampai untuk pesan busa lapisan ruang kedap suara pun harus di pesan khusus karena tidak ada yang menjual di Batam.

Jadinya  banyak belajar dan bertanya bagaimana cara ada siaran tampil di layar televisi. Bagaimana membuat penangkal petir dan harus berapa ohm, bagaimana casting dan audisi, bagaimana 3 buah  kamera harus dipakai bergantian,  dan apa nama alatnya.

Tiga malam ini betul-betul semalaman tidur di studio yang belum rampung dilapisi karpet warna hitam, karena Mas Syam teknisi dan pembuat pemancar yang kami pesan sedang berada di Batam untuk memasang dan merangkai jaringan dari ruang pemancar yang harus bebas radiasi sampai ke ruang studio untuk produksi.

Semalaman tak tidur karena ada masaalah di booster, sehingga power tak mau keluar, padahal besok mas Syam harus pulang ke Semarang.

Sementara tv komunitas kami dapat di tangkap di frequency 471,25 atau channel 21, tetapi hanya di sekitaran sekolah, “wah saya hanya pakai microwave 5 watt saja dari sei harapan bisa sampai baloi pak” ujar Tedy dari STV mengomentari saat ku beritahukan karena ada gangguan di boster jadi jangkuan belum maximal sebagaimana yang diharapkan.

Ya nama nya juga tv rakitan …………………………

%d blogger menyukai ini: