Komunitas Tionghoa Muslim Batam


Pembentuakan Kateembe

Komunitas Tionghoa Muslim Batam atau bisa disingkat menjadi Kateembe.  Tujuan dari pembentukan komunitas ini adalah sebagai ajang silaturahmi, untuk mempelajari dan memperdalam pemahaman tentang agama Islam.

Namanya juga komunitas, komunitas orang orang Tionghoa yang ada disekitaran Batam yang punya kepentingan dan kebutuhan yang sama yaitu mempelajari agama Islam yang baru di anutnya, saling berinteraksi diantara mereka awalnya sebelum terbiasa dan diharapkan nantinya melebur dengan jamaah (kelompok) lainya.

Sangat perlu pembentukan kelompok komunitas ini , karena tidak semua mereka setelah menjadi “saudara baru” mempunyai ruang waktu yang sama . Bisa jadi dikarenakan wilayah – wilayah yang berbeda dan pekerjaan yang berbeda. Apalagi daerah Batam yang kita tahu sebagian besar komunitas disini adalah pekerja.

Pengurus Kateembe

Adalah Dedy Azhar pria 30 an asal Kalimantan, empat tahun yang lalu telah memeluk agama Islam. Sambil tersenyum dia menjelaskan bahwa sama sekali belum dapat membaca Al-Quran, jangan kan membaca, huruf hijaiya dia pun belum kenal. Begitu pula dengan bacaan shalat.

Setahun yang lalu kami bertemu di DC Mall tempat nya bekerja sebagai pengedit photo, tetapi kini dia telah menjadi pengajar di Sekolah kami . Di Sekolah Islam Hang Tuah Batam.

Nah ternyata bukan Dedy seorang saja yang seperti itu, sudah memeluk Islam tetapi tak tahu rukun rukun Islam dan ketentuan lainnya, banyak Dedy-Dedy lain.

Dedy yang juga bernama Liem Kok Seng ini di dapuk menjadi Ketua Komunitas Tionghoa Muslim Batam (Kateembe) pada Ahad lalu bertepatan dengan awal Tahun Baru Islam 1432 H .

Ada lagi Ahmad Rudy staf akounting di sebuah hotel berbintang di Batam, pria yang juga asal Kalimantan ini menikah dengan wanita asal Lampung dan telah dikaruniai seorang anak. Hem, mungkin karena latar belakang nya akounting , Rudy demikian dia dipanggil sehari hari kalau di Kantor tetapi orang tua nya masih memanggil namanya dengan Ceng Siau Liang diangkat menjadi Bendahara Kateembe.

Seorang perempuan yang fasih berbahasa Inggris karena dia memang guru bahasa Inggris di sekolah kami di daulat menjadi sekretaris. Ibu guru bahasa Inggris ini berasal dari Medan Dewi Oktora namanya. Suaminya Putra Jawa Kelahiran Sumatera , punya putra dan putrid 3 orang, bahasa Hokkian, Mandarin dan beberapa dialek daerah dikuasainya .

Hwi Wen demikian nama kasayangan pemberian orang tuanya, kira kira artinya putri yang cantik, katanya sambil tersenyum ketika ditanya arti namanya. Dan memang lah Ibu Dewi demikian murid murid nya memanggilnya adalah perempuan yang cantik dengan jilbab yang tak pernah lepas dari kepala nya.

Pengajian Setiap Jumat Malam

Kembali ke komunitas, punya waktu yang sama dan wilayah yang sama serta kepentingan yang sama. Jadi untuk kelompok yang diketuai oleh Liem Kok Seng dan kawan kawannya ini disepakati mengadakan pengajian setiap hari Jumat malam dimulai sekitar pukul 20.00 wibb atau bakda Isya.

Itulah waktu yang bisa mereka berkumpul, dan kita cukup maklum kondisi Batam. Bagi handai tolan wabil khusus “saudara baru” yang ingin bergabung dan mempunyai waktu silahkan datang meringankan langkah.

Sementara pengajian akan dilaksanakan  bertempat di Sekolah Islam Hang Tuah Batam jalan Ranai no 11 Batam. Pengajian ini akan diisi oleh ustazd Zenal Satiawan Lc alumni Al Azhar Cairo, ustadz muda asal Bandung ini  adalah juga dosen pada Mahad Said bin Zaid di Tembesi Batam.

Wallaua’lam

Menanggapi Tanggapan

Kepada yang memberi  tanggapan dan saran kami ucapkan terima kasih. Seperti  Sdr Heryanto  Abidin yang mengatakan sbb :

1.       “ Mundur kebelakang lagi deh. Dulu PITI. Adalah singkatan “persatuan islam tionghoa indonesia”. Lantas pengurus di panggil oleh: Alm.Buya Hamkah. Di beri pencerahan. Bahwa Islam itu satu. Gak ada islam Batak. Islam jawa dan lain nya. Maka PITI dirubah menjadi Pembina tauhid indonesia.

2.       “Dan kalau mungkin pengurus nya bukan pengusaha besar. Karena ada sejarah buruk. Beberapa pengurus PITI yg lama. Contoh nya. Yos sutomo. Mantan ketua PITI. Kalimantan. Dakwah pake helikopter. Sambil lakukan pembalakan liar”.

3.       “Betul ada 2 contoh ekstrim. Satu nya ketua PITI. Jawa barat Muhammad Susilawan. Pengusaha dan kontraktor besar Pertamina. Ketika beliau menjabat ketua PITI. Usaha nya pelan pelan habis. Karena pejabat gak kasih job lagi. Karna segan buat minta duit”.

Untuk yanga pertama kami jawab bahwa namanya nya bisa dirobah, tetapi beda sekali pengertian  orang Tionghoa yang muslim dengan muslim Tionghoa  atau Islam Tionghoa, untuk tanggapan yang kedua dan ketiga tak perlu kami tanggapi.

Ada lagi teman yang ingin bergabung di komunitas ini hanya untuk belajar bahasa China, karena katanya bahasa Arab dan Inggris sudah dikuasaainya.

Kemudian atas permintaan teman dari Tanjung Pinang atau Liau Lai yang ingin bergabung dengan Batam, kami saran kan sebaiknya membentuk komunitas sendiri saja di Liau Lai,  di Ba Lai,   di Ba Tu,  di U Ban, di Ling Ga , di Bin Tan .

Salam .

11 Tanggapan

  1. info menarik, terima kasih..

    Suka

  2. wah benar sekali, Islam itu memang agama rahmatan lil alamin. Tidak memandang suku dan golongan.

    Saya tertarik berkenalan dengan bapak/ibu untuk menambah saudara yang seiman…

    Terima kasih…=)

    Suka

  3. Assalamualaikum Wr Wbr

    Kunjungan pagi.

    Suka

  4. Islam itu satu, tidak terpecah-pecah menurut suku atau negara. Bersatulah saudaraku se-Islam di manapun berada..

    Suka

  5. Asalamualaikum, senang juga mengetahui ada komunitas seperti ini. Saya baru pindah dari jakarta ke tanjungpinang. adakah komunitas Tionghoa Muslim di tanjungpinang?

    Suka

  6. Assalamu’alaikum. Alhamdulillah, sejuk sekali hati saya membaca tulisan ini. Semoga ukhuwah kaum muslim terutama di indonesia ini dapat semakin kuat, terlepas dari latar belakang ras maupun suku, kita adalah satu..

    Salam hangat dari tanjung balai karimun 🙂

    Suka

  7. apakah yg masuk dalam komunitas ini musti keturunan tiong hoa?

    Suka

  8. Assalamualaikum ^_^

    Suka

  9. Assalamualaikum. Maaf saya mau tanya, kalau di batam tempatnya dimana ya? Kebetulan saya orang tionghoa muslim. Sekian terima kasih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: