Islam di Colombo Sri Lanka


Catatan Perjalanan dari Sri Lanka

melayu sri lanka

Konfrensi Melayu Sri Lanka Coslam, bersama TB Haji Azoor dan Prof Seeni

melayu srl1

Keluarga Melayu Sri Lanka, dari nenek dan cucu….

Sri Lanka-Setelah shalat di masjid merah, kami menuju hotel yang terletak di jalan Old Moor. Kubaca tentang Negara Srilangka yang terletak di selat India, tepatnya di bagian tenggara anak benua India. Luas negara ini 65 km2 dengan 9 propinsi, Colombo sebagai ibu kotanya.
Penduduk negara ini berjumlah sekitar 20an juta jiwa dari berbagai etnis. Pemeluk agama Budha mencapai 69 % dari penduduk, suku Tamil 18 % dan kaum Muslimin 3 %. Data ini sebenarnya versi pemerintah, dari pengamatan penulis, umat Islam disanah lebih dari itu.
Negara ini terkenal akan perkebunan teh dengan mutu tinggi yang membuat beberapa perusahaan perdagangan kaya. Di samping itu, negara ini juga terlenal dengan krajinan batu mulia. Perkebunan teh ini berada di provinsi Kandy orang disana terdengar mengucapkannya “Kendi”  wadah tempat air bahasa jawa juga kendi.  Nama lain Srilangka adalah Sailan, Ceylon orang Inggris menyebutnya.
Keindahan dan kesuburan tanah Srilangka membuat negara-negara penjajah tertarik ingin menguasainya. Selama tahun 1505-1658 negara ini dijajah oleh Portugal, 1658-1796 oleh Belanda, dan pada tahun 1796 Inggris menjajah negara ini kurang lebih selama 150 tahun sampai akhirnya negara ini merdeka pada tahun 1948. Penguasan penjajah ini terlihat dalam musium Nasional Sri Lanka. Sedikit batu bertulis yang menyatakan negeri yang dikeliling laut itu pernah didatangi Kafilah Islam.
Penyebaran Agama Islam
Padahal Islam telah masuk ke negara ini pada masa kekhalifahan Umar ibn Khattab abad ke-8 masehi. Ketika itu penduduk Sailan, nama lain Srilangka, mendengar tentang adanya agama Islam, lalu mereka mengirim utusan ke khalifah Umar dan akhirnya mereka masuk Islam. Jadi jauh sebelum penja jah itu datang. Mes kipun Islam di Sri Lanka merupakan agama Islam yang dipraktikkan oleh sekelompok minori tas dari populasi penduduk Sri Lanka.
Di Colombo saja berdiri ratusan mas jid, yang setiap jumatnya ramai dihadiri umat Islam. Termasuklah masjid merah yang terkenal itu. Kalau kita tanya, jamaah menyatakan di Colombo lebih 70 persen umat Islamnya. Satu dari masjid itu bernama masjid Java. dulu disitu terdapat perkampungan asal Jawa. Perkampungan ini sudah tidak ada lagi, hanya tinggal sebuah masjid tanpa penghuni. Keliling bangunan masjid yang masih terawat itu dipagari seng untuk pembangunan pusat perbelanjaan mewah.
sri lanka 4Komunitas muslim dibagi menjadi tiga kelompok etnis utama yaitu: Sri Lanka Moors, muslim India, dan Melayu yang masing-masing dengan sejarah dan tradisi berbeda. Sikap di antara mayoritas orang di Sri Lanka adalah dengan menggunakan istilah “muslim” sebagai suatu kesatuan kelompok etnis tanpa membedakan daerah asalnya.
Warna hijau pada salah bagian bende ra Sri Lanka mengartikan negara tersebut terdiri dari muslim Sri Lanka
Etnis Moor Sri Lanka merupakan etnis muslim terbesar sekitar 92% dari keseluruhan muslim di sana, disusul oleh etnis Melayu sekitar 5% dan etnis India. Masyarakat dan pemerintah, menyebut semua etnis muslim tersebut dalam satu kesatuan sebagai “etnis muslim” secara khusus ditujukan kepa da muslim Moor Sri Lanka. Yang lebih menarik adalah etnis Shinhala yang beragam Islam pun turut disebut sebagai “Etnis Muslim”.
Tahun 1980 pemerintah Sri Lanka membentuk Departemen Urusan Agama dan Budaya Islam, khusus menangani kepentingan muslim Sri Lanka, juga merupakan sikap tegas pemerintah Sri Lanka terhadap usaha Etnis Tamil yang berupaya menjadi kan muslim Sri Lanka sebagai bagian dari Etnis Tamil. Pemerintah Sri Lan ka yang dikuasai oleh Etnis Shinhala menentang usaha tersebut dan tetap menjadikan umat Islam di sana seba gai ‘etnis muslim’ dengan identitas nya sendiri. Selain muslim Suni (mazhaf Syafi’I dan Hanafi) serta komunitas kecil Shiah, Komunitas Ahmadiyah di Sri Lanka sudah berdiri sejak tahun 1915, namun muslim Sri Lanka menganggap Ahmadiyah bukan bagian dari Islam.
Saat ini ada sekitar 5000 masjid di Sri Lanka yang senantiasa berkoordi nasi dengan Departemen urusan agama dan Budaya Islam Sri Lanka. Selain masjid, ada sekitar 749 sekolah Islam dan 205 madrasah di Sri Lanka yang mengajarkan pendidikan Islam, salah satu sekolah Islam ternama di Sri Lanka adalah Zahira College di Colombo. Zahira College merupakan sekolah Islam pertama di Sri Lanka, dibangun pada tahun 1892 oleh tokoh muslim Sri Lanka I. L. M. Abdul Aziz dan Arasi Marikar Wapchie Marikar dengan bantuan dana dari Ahmed Orabi Pasha. Awalnya sekolah ini merupakan Madrasah bernama Al Madrasathul Zahira dan kini menjadi sekolah Islam terbesar dengan siswanya mencapai 4000 orang dan merupakan salah satu sekolah paling bergengsi di Sri Lanka. Di dalam kompleks sekolah ini terdapat mas jid tertua di Sri Lanka, yang masih eksis hingga kini. muslim Sri Lanka juga memiliki universitas Islam di Beruwala (Jamiya Naleemiya).
Para pedagang muslim dari jajirah Arab terus berdatangan dan menyebar, sehingga perdagangan mereka bersa ma-sama dengan penduduk Sailan mencapai kejayaan dan posisi penting di negara tersebut sampai akhir abad ke 15.
Kemudian kaum muslimin dilanda musibah besar dengan berdatangannya kaum penjajah. Keadaan mereka berba lik 180 derajat dan mereka mengalami berbagai macam penderitaan. Penjajah Portugal melakukan peindasan dan pe ngusiran terhadap mereka, bahkan beri bu-ribu orang telah dibunuh, karena mereka mengadakan perlawanan dalam rangka mempertahankan Sailan. Hal ini persis dialamai muslim di Manila.
Orang-orang Portugal mengusir kaum muslimin dari ibu kota, meng hambat gerak-gerik mereka dan me mecat mereka dari pekerjaan, bahkan sebagian dari mereka ada yang dibakar hidup-hidup. Orang-orang Portugal menutup sekolah-sekolah kaum muslimin dan mulai melancar kan gerakan kristenisasi di berbagai pelosok negeri.
Lalu datang masa penjajahan belanda yang memerintah negri ini dengan kekerasan, membuat undang-undang yang melarang kaum mus limin melakukan kegiatan ibadah, menindas serta memaksa mereka membayar pajak kematian; yaitu bahwa setiap orang harus membayar pajak sebagai jaminan perlindungan kehidupan mereka, merampas harta benda mereka, dan melarang mereka melakukan aktifitas perdangan atau berhubungan dengan para pedagang muslim lainnya.
Dan terakhir datang penjajah inggris yang melakukan siasat adu domba dan selalu kaum muslimin menjadi korban pembodohan dan penindasan.
Penulis berkesempatan bertemu dengan komunitas muslim yang tergabung dalam Coslam, mereka baru saja mengadakan konfrensi yang ke-9. Kami diajak mengunjungi komunitas melayu lainnya, sampai ke Tissamaharam. (bersambung)

Shalat Jumat di Masjid Merah Colombo Sri Lanka


SONY DSCCatatan Perjalanan dari Sri Lanka

Colombo-Kesempatan mengunjungi Colombo Sri Lanka, Buletin Jumat (BJ) sengaja shalat Jumat di Masjid Merah, berangkat dari Batam melalui Kuala Lumpur dengan penerbangan murah Air Asia. Sri Lanka bertetangga dengan India dan di kelilingi oleh Lautan Hindia, sampai ke Aceh Indonesia.
Kamis (9/4), dari pelabuhan ferry Batam Center tiba di Stulang Laut Johor Bahru (JB), hari sudah menjelang magrib, kami bersama Azhari dijemput dan langsung diantar Sabil ke stasiun Bus di Batu Pahat.
Sekarang ada Shutle Bus langsung ke KLIA Kuala Lumpur dengan harga RM 50 perorang. Selain Batu Pahat, Bus ini juga menyinggahi Muar. Lumayan mu rah, bila selama ini kita hendak ke KLIA, harus melalui KL Central baik itu dengan Bus atau pun naik kereta api, dengan Bus ini lebih hemat sekitar RM. 30
Sengaja naik Bus malam dari JB, agar tiba di KLIA menjelang pagi, sementara penerbangan kami ke Colombo sekitar pukul 09.30 waktu setempat.
Punyalah waktu istirahat sebentar dan tidak tergesa-gesa, soalnya lumayan jauh antara tempat pemeriksaan imigrasi dengan terminal keberangkatan penum pang berharga murah yang baru di operasikan oleh Air Asia di Sepang Kuala Lumpur ini.
Mudahnya lagi semua tiket pesawat dan Bus kami beli melalui online. Karena memang tidak punya bagasi, chek in, dan semuanya berjalan lancar hingga tiba di lapangan terbang Bandaranaike di Colombo.
WNI ke Sri Lanka dapat kemudahan dengan Visa on Arraival (VOA) sebesar 35 $ US untuk sekali masuk selama sebulan, dibayar langsung di konter imigrasi. Dan dapat sebuah kartu perdana gratis dari petugas imigrasi Colombo.
Suhu udara 31 derajat celsius terasa menyengat dan membuat berkeringat. Hari sudah pukul 11.00 ws (Sri Lanka), saat kami keluar menunggu taksi. Berangkat pukul 09.30 dari Malasysia tiba di Sri Lanka pukul 10.40 ws. kalau hitungan jam hanya satu jam saja, padahal penerbangan dari KL ke Colombo lebih dari 3 jam. Iya, selisih waktu antara kedua kota itu sekitar 3 jam. Itulah sebab kami berangkat dari KL hari Jumat (10/4) karena ingin shalat jumat di Colombo di Masjid Merah yang terkenal itu masih bisa terkejar.
Masjid Jamik Ul-Alfar.
Naik taksi dari Bandara ke kota Colombo, lokasi masjid merah atau masjid jamik Ul-Alfar sebenarnya tidak jauh, sekitar 23 kilometer, tarif resmi taksi bandara 3.870 rupe sri lanka (RSL), kalau mau di konversi dengan mata uang rupiah Indonesia tinggal nambah angka nol dua buah dibelakang.
Keluar lokasi bandara yang tidak seberapa besar itu, jalan kenderaan mulai merayap, macet, supir taksi yang membawa kami menyarankan agar melalui tol saja, minta tambahan 600 RSL lagi-lagi setara dengan 60.000 ribu rupiah. Semula kami keberatan karena tadinya teman yang memesan mengata kan sudah termasuk biaya lainnya.
Kenderaan serasa tak beranjak karena macet hari pula sudah menjelang pukul 12.00 terpaksalah kami meng-iyakan masuk tol. Dan ternyata 600 RSL itu hanya dari pintu tol kedua menuju pintu ketiga sekitar 10 kilometer saja. Dan keluar tol macet lagi. “Alamak alamat tak sempat shalat jumat.” pikirku
Dalam keadaan macet itu terlihat dari jauh puncak menara masjid merah khas batu bata seperti kue lapis yang disusun. BJ berpikir kalau masih menunggu di dalam taksi, dan macet, enggak bakalan 30 menit lagi sampai disana.
Kami turun disekitar patung budha yang besar, persis ditengah pusat pasar yang sangat ramai sekali. Keluar taksi udara panas langsung menyengat, ditimpali bau khas pasar dan bau pesing . Jalanan yang kami lalui menuju lokasi masjid itu dipenuhi kuli panggul barang dari truk yang mengunggah dan menurun kan muatannya.
Sampai jua kami di masjid bersejarah yang selesai dibangun tahun 1909 terletak di jalan palang kedua di Pettah, memang dekat dengan pelabuhan.
Akh senang sekali rasanya hati, khatib sudah membacakan khotbah nya, orang-orng masih antri mengam bil wuduk. Masjid yang menjadi tujuan populer para wisatawan ini, memuat lebih 5000 orang, kini ditingkatkan lagi menjadi tujuh lantai penuh sesak jamaahnya saat kami tiba, pintu utara ditutup sedang di renovasi dari pintu barat pun sedang direnovasi .
Masjid salah satu yang tertua di Colombo ini dibangun komunitas Muslim Pettah untuk melakukan shalat lima waktu dan juga Jumat dan atas inisiatif para pedagang Muslim India .
Keberadaan bangunan masjid ini dirancang oleh HL Saibo Lebbe. Seluruh dana pembangunan masjid ini ditanggung oleh komunitas muslim Pettah saat itu. Pengaruh arsitektur India cukup kentara pada masjid ini. Sentuhan kebesaran masjid masjid dinasti Mughal dan bangunan bangunan kastil Inggris cukup terasa meski balutan warna merah dan putih nya yang khas itu menjadikan masjid ini begitu istimewa dan tampil beda.
Daerah Pettah tempat masjid ini berdiri merupakan cikal bakal kota Colombo bermula, dan daerah ini merupakan daerah berpenduduk mayoritas kaum muslimin.

masjid srl1
Masjid ini begitu terkenal di kota Colombo hingga ke mancanegara sampai sampai disebut sebagai landmark nya kota Colombo sejak selesai dibangun tahun 1909 hingga kini. Masjid tersebut terkenal juga dengan nama masjid Pettah karena berada di daerah Pettah. Etnis Shinhala yang merupakan etnis terbesar di Sri Lanka menyebutnya Rathu Palliya, Etnis Tamil etnis terbesar kedua di Sri Lanka menyebutnya dengan nama Samman Jottu Palli, dalam bahasa Inggris disebut dengan nama Red Masjid, Nama resmi nya adalah Masjid “Jamiul Adhfar” tertulis dengan jelas dalam hurup Arab di fasad depan masjid (mungkin karena dialek setempat yang menjadikanya berbunyi Masjid Jamiul Alfar atau Jami Ul-Alfar), semua nama itu bermakna “Masjid Merah”
Bentuk Masjid ini sangat unik dalam bentuknya yang sangat imp resif dengan rancangan unik mirip sebuah bangunan istana gula gula dengan warnanya yang berlapis lapis merah dan putih seperti kue lapis. Warna merah lebih mendominasi warna ekterior masjid ini. Warna khas itulah yang menuntun orang kelokasi masjid itu karena terlihat dari jauh puncaknya.
Detil struktur bagian luar masjid yang didominasi warna merah dan putih namun tidak menghilangkan nilai spiritual yang terdapat pada bangunan megah ini. Sedang kan dinding bagian dalam didominasi oleh warna hijau toska. Tidak hanya menampil kan efek kue lapis berwarna merah-putih, arsitek masjid ini juga berupaya mengede pankan pola lengkungan pada bagian atap din ding. Pola lengku ngan ini digunakan hampir pada setiap pintu masuk yang menghu bungkan bagian halaman dalam masjid dengan ruang tempat shalat di lantai dasar. Bagian lantai dalam dan anak tangga sedang di perbaiki. Material masih terlihat berantakan, lantai satu penuh jamaah, lantai dua penuh, kelantai tiga demikian sampai ke lantai tujuh pun semua penuh padahal masih banyak sekali jamaah di luar.
Rasanya sudah tak sanggup lagi mau berjalan, kaki ini berat sekali mau melangkah, baju basah kuyup, tak ada ruang tempat untuk meletakkan punggung, jadi teringat di masjidil haram Makkah, tangga bisa dijadikan tempat shalat. Kuhempaskan tas punggung ke anak tangga diatasnya, masih ada ruang untuk dua orang, anak tangga yang lain pun penuh semua dengan jamaah. Bisalah sedikit bernapas lega, sembari mendengarkan khot bah sang khatib, yang sudah hampir selesai.
Di lantai empat dianak tangga, aku beringsut berpindah ketempat yang sudah mulai ditinggali jamaah. Kupan dangi seluruh ruangan yang mulai kosong itu. Dari jendela kanan terlihat teluk Colombo, sebelah jendela arah mihrab depan, berdiri dengan kokohnya dua buah menara besar dan kecil. Seperti lazimnya bangunan sebuah masjid, Masjid Jami Ul-Alfar juga dilengkapi dengan menara. keseluruhan nya ada empat belas menara pada bangunan masjid ini, terdiri dari dua menara berukuran sedang dan sisanya berukuran kecil. Lokasinya yang berada tepat di tengah pusat keramaian komunitas Muslim, membuat di setiap sudut pada bagian atap masjid dilengka pi sebuah pengeras suara untuk mengu mandangkan suara azan.
Haus dan lapar mulai terasa, rasa penat pun sudah berkurang. Disekita ran masjid yang memang terletak persis di tengah tengah kota itu banyak dijual makanan Muslim. Semua makanan khas masakan India. Nasi Briyani dengan potongan besar ayam seharga 450 RSL.
Kembali terulang pertanyaan yang sama saat ke Nepal dan China, Assalamualaikum..Malayisa, Malaysia, Malaysia?…. No… I am Indonesia. oooo Indonesia demikian gumam mereka yang bertanya.
Memang sangat terlihat lain penam pilan kami hidung pesek kulit agak cerah, selama di Colombo, topi putih haji tak pernah lepas dari kepalaku. Suprais sekali mereka melihat kami Muslim dari Indonesia. “Saya melayu sri lanka, nenek kakek dari Jawa” ujar yang lain sebari kami bersalaman. Menjelang Ashar kami beranjak ke Hotel yang tak jauh dari masjid itu sekitar satu kilometer naik bajaj seharga 80 RSL. (***)

Sebut HAMAS Bentukan Israel, Syafi’I Ma’arif di undang ke Gaza untuk melihat langsung


onim 1Saya juga sangat setuju, dengan undangan saudara Abdillah Onim, agar pak Syafi’i mengunjungi Gaza, mudah mudahan saja dia sehat bisa kesana.

Ini komentar Abdillah Onim dari Caza Palestina menanggapi pernyataan mantan Ketua Muhammadiyah setelah di tinggal pak Amien Rais.

Wah Gimana nih Bpk.Prof.Dr. Syafei Maarif. Benar ga berita ini?

Jika benar, Beliau wajib minta maaf kepada Rakyat Palestina.
Saya undang Bpk.Prof ke Gaza.

http://m.hidayatullah.com/…/sebut-hamas-bentukan-israel-sya…

Ada baiknya bpk. Prof menyempatkan diri untuk silaturahim ke Palestina minimal ke Gaza deh agar mengetahui realita sebenarnya di lapangan, saya undang bapak. Prof ke Gaza untuk melihat Gaza, selama di Gaza Insya Allah saya siap bantu temani kelilililililing pelosok Gaza melihat anak yatim dan kehidupan mereka. Mereka semua korban kebiadaban Israel, mereka Cinta Hamas loh prof.
Maksudnya saya begini, jika belum sempat berjuang seperti orang Palestina, jika tidak bisa seperti ibu2 Palestina yang demi Islam dan Masjid Alaqsa mereka rela mengiklaskan putra putri mereka pertaruhkan nyawa dan darah mereka.
Sangat bijak dan ada baiknya no komen deh, 2500 warga Gaza tewas, 11. 000 orang Luka2 didominasi anak2 dan wanita serta lansia dibantai oleh zionis Israel, itu yang hadapi Bela mereka mayoritas adalah hamas lo kerja Sama dengan faksi pejuang Palestina lainnya.
Jika berita diatas benar, pak Prof wajib minta maaf resmi kepada Rakyat Palestina yang hingga kini masih di dzolimi oleh israel, saya nangis tulis pesan ini karena melihat dan merasakan langsung derita warga Gaza Palestina.
Salam hormat buat pak Prof. Syafei Maarif, semoga beliau baca pesan persahabatan saya ini.
Abdillah Onim Aktivis Indonesia untuk Palestina saat ini menetap di Gaza.

Sebut HAMAS Bentukan Israel, Syafi’I Ma’arif Dinilai Intelektual Yang Menyesatkan


syafii m,Akh pak Syafi’i ini. Aku juga kurang yakin kali ini dengan pernyataannya.

Penulis buku “Hamas, Kenapa Dibenci Israel?” Tiar Anwar Bachtiar menilai pernyataan pendiri Maarif Institute, Prof Dr Ahmad Syafi’I Ma’arif yang mengatakan Gerakan Perlawanan Islam/Harakah Muqawamah Al-Islamiyyah (HAMAS) dibuat zionis-israel adalah pernyataan sesat dan menyesatkan.

“Ungkapan Syafii Maarif jelas sesat dan menyesatkan,” demikian ujar Tiar Anwar Bachtiar dalam rilisnya yang disampaikan hidayatullah.com, Kamis (26/03/2015).

Sebelum ini, dalam wawancara dengan Karni Ilyas di acara Indonesia Lawyer Club [ILC] TV One, Selasa, 24 Maret 2015 bertema “ISIS MENGANCAM KITA?”, Syafi’I Ma’arif sempat mengatakan, HAMAS dibuat oleh penjajah Israel.

“Dan harus ingat, siapa dulu yang menciptakan HAMAS untuk melumpuhkan Yasser Arafat dan Fatah, itu kan israel juga. Jadi walaupun kadang-kadang kita tidak mau dengar teori konspirasi, tapi ini ada buktinya itu, bahwa Hamas itu diinisiatifi oleh israel. Kemudian berubah menjadi lawannya. Ini karena orang Islam itu tidak mengerti peta. Mereka mau jihad mau mati, karena mereka ini melihat dunia ini sudah sangat zalim, “ demikian ujar Syafi’I Ma’arif kala itu.

Menurut Tiar Anwar Bahtiar, informasi Hamas dibuat oleh israel itu adalah sumber en.wikipedia.com. Disitu memang disinggung bahwa sebelum Hamas berdiri,  israel memanfaatkan para Islamis untuk menghadapi PLO.

Terkait kontak antara israel dengan kelompok yang mereka sebut Islamis dalam politik adalah itu biasa,  membenturkan pihak yang bersebarangan untuk melemahkan semua musuh. Masalahnya, kurang tepat bila kemudian HAMAS disebut bentukan israel, ujar Tiar.

“Ini kesimpulan terburu-buru, apaalagi datang dari intelektual yang mengerti bagaimana memverifikasi data sejarah. Sebab,  fakta bahwa siapa yang mendirikan Hamas dan bagaimana sikapnya terhadap israel sangat mudah ditemukan dimana-mana, “ujarnya.

Menurut Tiar Anwar Bahtiar, para aktivis pendiri HAMAS seperti Syeikh Ahmad Yasin dll,  adalah orang yang sejak awal dikenal sangat anti-israel. Ia berjuang sejak lama sebelum HAMAS berdiri hanya untuk melawan hegemoni israel di Palestina.

Intifadhah 1987 adalah bukti bagaimana sikap Syeikh Yassin terhadap israel. Setelah HAMAS berdiri pun sikap anti-israel tidak pernah berubah. Bahkan perlawanan terhadap HAMAS selalu menjadi bagian kampanye calon-calon penguasa di israel.

“Kalau memang dia bentukan israel,  kenapa tidak pernah ditemukan bukti sejarah sepenggal-pun sikap HAMAS yang melunak terhadap Israel”, ujar peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) ini.

Karena itu, ia meminta masyarakat, khususnya umat Islam berhati-hati terhadap pernyataan-pernyataan kaum intelektual tapi pendapatnya menyesatkan umat.*

Rep: Panji Islam

Dicari : Dokter Gigi.


dokter gigiYang berminat menjadi dokter praktek di Klinik Hang Tuah, kami membutuhkan dokter Gigi.

Dapat menghubungi ke joe_jogie@yahoo.com atau imbalobatam@yahoo.co.id atau surat lamaran dikirim ke jalan ranai no 11 Bengkong Polisi Batam 29432, ditunggu

Perayaan Thaipusam di Malaysia


10959835_10152823690194998_4155897038214910298_nMALAYSIA – Hari Thaipusam merupakan perayaan yang disambut oleh mereka yang beragama Hindu di seluruh dunia bagi menghormati dewa Hindu, Dewa Murugan atau juga dikenali sebagai Dewa Subramaniam.

Thaipusam dirayakan pada bulan ‘Thai’ bulan kesepuluh dalam kalendar Tamil. Pada hari Thaipusam, bulan penuh melintasi bintang terang, Pusam dalam zodiak Cancer.

Hari Thaipusam merupakan hari menunaikan nazar[1] dan menebus dosa atau memohon ampun di atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama ini.[2] Tidak semua penganut Hindu akan menunaikan nazar. Nazar ialah memohon sesuatu hajat kepada Dewa Murugan dan jika permohonan dikabulkan, maka satu acara tertentu diadakan sebagai tanda kesyukuran.
Pada hari itu mereka akan membawa susu yang berwarna putih kerana susu itu dianggap paling suci . Susu ini diisikan dalam belanga tembikar atau kini dalam belanga aluminium. Belanga berisi susu ini akan dihias dengan pelbagai corak , warna , daun dan benang. Belanga ini akan dijunjung di atas kepala dari luar kuil hinggalah ke dalam kuil. Tidak semua penganut Hindu membawa belanga berisi susu ini.

Ramai juga lelaki Hindu yang mencukur rambut pada hari tersebut dan menyapukan campuran serbuk cendana dan air di atas kepala. Perkhidmatan menggunting rambut ini ada disediakan di luar kuil dengan bayaran tertentu. Ia merupakan satu bentuk melepaskan atau membayar nazar.

Bagi yang memohon ampun agar dosa mereka diampunkan, kavadi akan dibawa atau dijunjung di atas bahu atau di atas kepala. Kavadi ini diperbuat daripada beberapa rod besi atau kayu yang di atasnya terletak patung dewa Murugan dengan pelbagai saiz dan bentuk. Antara hiasan utama kavadi ialah bulu burung merak dan bunga-bungaan. Pembawa kavadi ini terdiri daripada lelaki , perempuan, tua, muda dan kanak-kanak. Berat dan saiz kavadi ini bergantung kepada kemampuan seseorang. Selain itu pembawa kavadi akan diiringi oleh beberapa orang pembantu khas dari tempat masing-masing. Ada yang diiringi dengan kumpulan muzik , mangkuk perasap kemenyan dan lain-lain. Dari semasa ke semasa, pembawa kavadi akan berehat di tangga-tangga tertentu , berehat dan diberi minum.

Pelbagai cara menyeksa diri bagi menunjukkan mereka memohon ampun. Antaranya ialah berjalan di atas kasut berpaku. Mereka melangkah perlahan-lahan mendaki tangga-tangga kuil hingga tiba ke sisi patung Dewa Murugan di dalam gua Batu Caves. Ada juga yang mencucuk panah besi pada lidah dan pipi dari kiri ke kanan dengan panah pendek dan panjang. Yang lain pula mencucuk belakang mereka dengan puluhan mata pancing yang bersaiz 10 sm. Mata pancing itu disangkut dengan buah limau nipis yang teramat pedih rasanya. Ada juga mata pancing itu bertali dan ditarik oleh para pembantu.

Boleh dikatakan semua mereka berada di dalam keadaan separuh sedar.

Thaipusam merupakan satu perayaan yang disambut secara besar-besaran dan meriah di Malaysia.

Kuil Sri Subramaniyar, Batu Caves, Selangor merupakan kuil tumpuan utama penganut India . Sambutan perayaan Thaipusam bermula dengan perarakan arca Dewa Murugan dan dua isterinya Dewi Valli serta Devi Theivanai di atas pedati perak setinggi 7 meter dari Kuil Mahamariaman di Jalan Tun Hs Lee. Susu abishegam disiram kepada Dewa Murugan.

Di George Town, Pulau Pinang ia disambut di Kuil Arulmigu Balathandayuthabani.

Di Ipoh, negeri Perak, perayaan Thaipusam disambut di Kuil Sri Subramaniar Gunung Cheroh. Ia bermula dengan perarakan pedati termasuk pedati mini mini ratham untuk Dewa Murugan dari Kuil Maha Mahamariaman di Buntong, Ipoh.

Di Kuching , Sarawak ia disambut di Kuil Nivasagar , bandar Kuching.

Di Johor, ia disambut di Kuil Sri Muniswarar di Tampoi serta Kuil Sri Subramaniar di Jalan Kolam Air dan Kuil Arulmigu Thandayuthabani di Jalan Kuel.

Agama Hindu berasal dari India dan dibawa ke Malaysia sejak abad pertama, sebelum digantikan dengan Islam. Ia kembali bertapak pada zaman penjajahan British seawal 1786 dengan kedatangan oleh buruh-buruh ladang termasuk di Pulau Pinang. Di ladang-ladang, kuil-kuil Hindu dibina dengan pembiayaan beberapa penganut Hindu. Oleh yang demikian saiznya tidaklah begitu besar. Antara kuil yang bersaiz besar terletak di Sungai Petani, Georgetown, Teluk Intan, Hutan Melintang, Seremban, Johor Baharu, Kuala Lumpur dan lain-lain.

Perayaan Thaipusam lebih meriah di Malaysia berbanding dengan di India, Di India, Pesta Ponggal lebih meriah berbanding dengan Thaipusam. Thaipusam dapat menyatukan semua penganut Hindu dari pelbagai ladang dan bandar dan bertumpu kepada beberapa kuil Hindu yang besar sahaja.

Di Malaysia, hari Thaipusam merupakan cuti umum di beberapa buah negeri seperti di Selangor, Negeri Sembilan, Johor, Perak dan Pulau Pinang. Pada 20 Januari 2008, Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi telah mengumumkan Wilayah Persekutuan Putrajaya dan Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur akan bercuti umum sempena hari Thaipusam. Negeri Pahang, Perlis, Kedah, Kelantan, Terengganu, Sabah , Sarawak dan Melaka belum menjadikan Thaipusam sebagai cuti umum.

Masihkah Sumpah Muntah Darah Tujuh Turunan Itu Berlaku??


10917062_1011786895502048_6743744893587662480_nSultan Mahmud Mangkat Dijulang

Antara Bentan dan Kota Tinggi.

Tengah hari itu ( 8/1) dari Johor Bahru, bersama Sabil aku sengaja ke Kota Tinggi, Setelah melalui Ulu Tiram tempat kediaman Nurdin M Top (ingat Bom Bali) tak lama kemudian, belok ke kiri masuklah Kota Tinggi, Persis saat Sultan Mahmud Mangkat menjelang waktu Lohor, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya , padahal dibelakang kami panas Matahari masih menyerlak, Dan memasuki jembatan hendak ke kampung Makam hujan berhenti sama sekali.10896929_1011787188835352_6770874549227565306_n

Jadi teringat Kisah tragis kemangkatan Sultan Mahmud yang hendak menunaikan shalat Jumat ke Masjid yang tak jauh dari tempat kediaman beliau, terbunuh atau dibunuh oleh Laksamananya sendiri Laksamana Bentan yang sangat patuh kepada Sultannya, Laksamana Bentan yang marah, karena Laksamana Lingga tak hendak turut serta, terpaksa dibunuhnya.

Laksamana Bentan meskipun disebut demikian sang Laksamana bermastautin di Semenanjung, bukan di Pulau Bentan tanah kelahiran dan asalnya. Laksamana Lingga hingga akhir hayat nya tetap di Lingga. Lingga kini masuk dalam satu kabupaten di Kepulauan Riau Indonesia.

Kisah tragis terbunuh atau dibunuhnya Sultan Mahmud yang sedang di Julang menuju Masjid, sebagai seorang Sultan yang taat terhadap agama yang dianutnya, dia tak gentar atas rayuan sang Bendahara yang menghimbau tidak usah dulu keluar karena Laksamana Bentan sedang Amuk.

Benarkah sang Sultan berperilaku menyimpang? wallahu a’alam tak sesiapa yang dapat membelanya.

Sumpa itu pun konon terkeluar, rakyat Bentan yang ke Kota Tinggi akan muntah darah….. Entah sudah berapa nyawa yang terkorban akibat sumpah ini, nyaris tak seorang pun yang tahu…..1010222_1011787065502031_6309620527975768606_n

Yang jelas sejak itu zuriat sang Sultan hilang hingga sekarang, meskipun ada setelah beberapa tahun kemudian Raja Kecik yang disokong sebagian besar rakyat Lingga (orang laut) yang hingga kini banyak mendiami kepulauan riau.

Kisah Sultan Mahmud Mangkat Dijulang agak mirip dengan kisah Raja Nepal yang dibunuh ditembak seluruh keluarganya dan ironis konon yang membunuh adalah calon Raja, dan sang calon Raja pun bunuh diri. Hingga ke hari ini Kerajaan Nepal Hilang dari permukaan bumi berganti dengan Republik.

Begitu pula dengan Zuriat Sultan Johor (Mahmud Mangkat Dijulang) ……Bagaimana pendapat tuan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.997 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: