Pengalaman Dalam Ramadhan dengan Makanan Berbuka Puasa


resto halalCatatan Kecil: Imbalo Iman Sakti

Alangkah sayangnya puasa kita sejak fajar menyingsing, tiba petang saat berbuka, ternyata kita mengkonsumsi makanan yang tidak halal.

BATAM– Jamak terlihat jauh hari sebelum Ramadhan tiba, spanduk menyambut bulan suci ini terbentang disepanjang jalan terutama di persimpangan. Ada dari tokoh politik yang sedang “kampanye” ada pula yang dari hotel dan restoran. Penawaran berbuka bersama, dengan special harga dan berbagai menu.
Demikian juga di media elektronik dan media cetak, menu berbuka ini jor joran ditawarkan.
Dibeberapa media cetak yang terbit di Batam, ada iklan yang memuat menu makanan di restoran, dengan menyediakan ta’jil free dengan syarat berbuka untuk minimal 10 orang perpaket menca pai jutaan ribu rupiah.
Buletin Jumat (BJ) melihat iklan Restoran hotel itu, tidak semua mempunyai sertifikat halal. Mala ada yang beraksara China, hanya mencantumkan tulisan NO PORK NO LARD.
Dalam Islam makanan itu men jadi tidak halal yang tadinya halal, bukan hanya tercampur unsur babi saja. Khamar yang dicampur kan dalam memasak membuat makanan itu menjadi haram.
Acap para koki di restoran itu yang nota bene orang Islam terkadang kurang menyadarinya. “Ini makanan laut ya pasti halallah” demikian ucap mereka .
Mereka dalam menghilangkan amis, membersihkan dan mengem pukkan makanan itu dengan sejenis khamar. Beberapa restoran di Jakarta, memasak daging untuk dijadikan rendang misalnya yang tadinya delapan jam dengan di rendam terlebih dahulu dengan khamar sudah empuk dan hanya dimasak 4 jam saja. Demikian pula makanan laut, menghilangkan amis di rendam khamar.
Pastikan bahwa makanan anda yang menyala-nyala apinya diatas wajan tempat memasak bukan dicampur dengan Ang Ciu sejenis khamar yang acap di tambahkan saat memasak sehingga menimbul kan aroma khas yang mengun dang selera. Ang Ciu itu haram. Makanan yang dibubuhi Ang Ciau menjadi haram. Walaupun itu kepeiting , ikan dan sebagainya.
Adalagi yang membuat maka nan itu menjadi haram, tempat masak pantry yang menjadi satu memasak makanan haram dengan makanan yang halal. Tempat penyimpanan antara daging sapi, ayam dan daging babi. Hal ini acap terjadi dicampur didalam kulkas yang sama. Disebuah swalayan di Batam BJ pernah menemukan ketiga daging terse but dipajang berbarengan, dengan pelayan yang sama, alat potong pisau yang sama.
Demikian pula dengan minuman, tidak semua sari minuman yang di jajakan mereka mempunyai sertifi kat halal, alasannya syrup – syrup itu tidak dijual dan diproduksi dalam negeri. Bistro-Bistro acap menjual minuman berkhas aroma buah buahan luar negeri tidak di label halal. Dalam temuan BJ di mall di Nagoya sebuah Bistro yang telah mendapatkan sertifikat halal pun masih menyediakan syrup buatan luar negeri ini yang tidak berlabel halal.
Hal ini terjadi mungkin ketidak tahuan sang pelayan Bistro, karena kebanyakan pemilik Bistro itu bukan orang Muslim. Dan bisa jadi pengawasan dari lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifi kat halal itu tidak optimal.
Jadi kita sebagai konsumen harus peduli, tanyakan kepada pelayan nya atau pengelolanya.
Konsumen muslim pun diharap kan jangan mau memebeli, meng konsumsi makanan ataupun minuman di tempat yang tidak bersertifikat halal. Hindari semak simal mungkin, hal ini acap BJ alami saat para pejabat membuat acara di hotel rekan bisnis dan kerbata mengajak berbuka di resto hotel yang tidak jelas kehalalannya. katakan tidak, atau anjurkan ketempat yang jelas haram halalnya.
Untuk diketahu bahwa beberapa toko roti besar dan terkenal di Batam hingga kehari ini belum memiliki sertifikat halal. Mereka dengan enteng saja menjawab tanpa sertifikat itupun dagangan nya laris manis. So pasti pengkon sumsinya adalah orang Islam.
Selama kita masih tak peduli dengan hal hal yang haram dan halal ini dalam kehidupan kita sehari-hari selama itulah pula para pedagang tidak memperdulian bahwa dagangan yang mereka jual bercampur dengan yang haram.
Jadi kembali lagi kepada kita sebagai umat Islam momentum dalam bulan Ramadhan ini kita mulai dan diri kita dan keluarga kita sendiri peduli dengan makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Alangkah sayangnya puasa kita sejak fajar menyingsing tiba petang saat berbuka, ternyata kita mengkonsumsi makanan yang tidak halal.
Wallahu a’lam (***)

Pengumuman Hasil UN 2015 tingkat SMA/SMK sederajat


Besok  Jumat 15 Mei 2015 pebawesdan 3ngumuman kelulusan siswa tahun ajaran 2015 akan disampaikan di sekolah masing-masing, semua sekolah sudah menerima hasil nya dari Kemendikbudnas, siapa saja yang lulus siapa yang tidak lulus sebenarnya sudah diketahui.

Akh tahun ini (2015) sungguh sungguh sangat mengecewakan. banyak sekolah yang tak lulus untuk UN 100 %.

Hem..tarikan nafas panjang.. kebijakan  pemerintah priode lama dan baru, jadi korban anak didik juga…. yang sabar ya yang tidak lulus, bulan depan Juni 2015 yang tidak lulus akan diulang lagi. “Sayang mereka tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi”

Tetapi untuk yang ingin bekerja diberikan surat tanda tamat belajar.

Hal ini pernah kami alami saat PSB dari Juni ke Desember dan dari Desember kembali ke Juni.

Ada kurikulum KTSP belum selesai ganti ke 2013 dari 2013 dipasung entah bagaimana.

Yang korban anak didik juga.

Ganti menteri ganti kurikulum………….sadarkah mereka?

Ularpun Ikut Menggeleng Kepala


Mendadak Pawang Ular: Tahu kalau bukan orang tempatan dengan membayar 300 RSL kitapun bisa melihat ular mengeleng gelang.

Mendadak Pawang Ular: Tahu kalau bukan orang tempatan dengan membayar 300 RSL kitapun bisa melihat ular menggeleng gelang.

Catatan Perjalanan dari Sri Lanka

SRILANKA– Mengunjungi Sri Lanka berangkat dari Batam. Melalui Kuala Lumpur – Colombo dengan Air Asia lebih murah, bila kita kembali dari Colombo – Kuala Lumpur lebih mahal. Selisihnya hampir 2 kali lipat.
Harga barangan lebih mahal di Colombo dari pada Kuala Lumpur. Begitu juga gaji karyawan biasa, di Malaysia dibayar 1.800 RM di Colombo hampir dua kali lipatnya, sebesar 45.000 RSL.
“Saya bekerja di Malaysia hanya satu tahun “ ujar Aleem yang dapat berahasa melayu, sewaktu kami bertemu di Masjid Merah. “Aleem tidak akan ke Malaysia lagi kalau untuk bekerja” tambahnya sambil tersenyum.
Seperti Aleem banyak rakyat Sri Lanka, tak mau mengaut upah Ringgit, karena tak bisa diandalkan di negaranya,beda dengan pekerja asal Indonesia, dengan gaji 1.800 RM sudah termasuk besar, kalau dikurs jadi rp 6 jutaan UMK Batam sekitar 2,5 juta rupiah.
Itu juga agaknya tak banyak pekerja asal Sri Lanka di Malaysia, hal ini berdampak dengan penggunaan bahasa melayu di negara pulau itu. Bahasa melayu yang mereka pergunakan adalah bahasa melayu khas Sri Lanka.
Berbeda dengan Nepal, negeri yang baru ditimpah musibah gempa ini, ratusan ribu tenaga kerjanya di Malaysia. Saat Buletin Jumat mengunjungi negeri tempat kelahiran sang Budha Gautama itu banyak orang dapat berbahasa melayu logat Malaysia disana.
Gelengan kepala tanda setuju
Perbedaan lain Sri Lanka, seluruh daratannya mengakses ke laut sementara Nepal seluruhnya daratan. Dan persamaan spesifik antara keduanya adalah kalau bicara menggeleng gelengkan kepala.
Teman seperjalanan, Ashari, punya pengalaman khusus dalam hal mengeleng-gelengkan kepala ini. Saat hendak memarkirkan kenederaan yang kami rental termasuk supirnya, Ashari yang duduk di depan turun terlebih dahulu melihat disuatu tempat yang sangat ramai dan susah parkirnya ada satu parkiran yang kosong, mungkin karena naluri di pelabuhan Batam Center, Ashari pun berdiri di tempat yang kosong itu, sembari berkata kepada supir parkir disini saja. Sang supir tersenyum, menggeleng-gelengkan kepalanya (tanda setuju). Melihat itu Ashari berlalu dari tempat kosong dan langsung saja ada kenderaan lain yang masuk kesitu. Rupanya Ashari mengartikan gelengan kepala tanda tak setuju.
Bukan sekali itu saja salah faham, selama empat hari bersama hal itu terus berulangkali, pesan makanan batal karena gelengan kepala.
Saat dari Lapangan terbang hendak ke kota Colombo “Sudahlah kalau begitu kita masuk jalan tol saja, biar cepat” ajakku. Sang supir pun menggelengkan kepala. Dia terus menembus macet jalanan, semakin macet, ee dah tiba di pintu tol. Lha tadi geleng geleng kepala, batinku dalam hati sekarang koq masuk tol juga.
Jadi bila berkesempatan datang ke Colombo, siaplah dengan gelengan kepala. Banyak gerai menjual batu mulia, kecil-kecil, harganya lumayan mahal, tak seperti di Batam, banyak batu yang besar, harganya murah. Batu yang berwarna warni itu dijual sampai puluhan ribu dolar US. Pemandu wisata selalu mendekati kita dan mengajak ke gerai dan museum batu itu. Dan perlu diingat bisa tawar menawar disitu, saat kita tawar dan si penjual menggeleng gelengkan kepala berarti dia setuju dengan harga yang kita tawar, jangan dinaikkan lagi tawaranya.
Penghasil teh terbesar di Dunia
Disamping terkenal dengan batu, Sri Lanka pun terkenal penghasil teh terbesar di dunia, teh ini di jual di gerai-gerai dan museum teh yang terdapat dihampir semua kebun teh. Merk teh sama dengan kebun dan pabrik tehnya. bermacam-macam kemasan indah, menarik sebagai souvenir dibawa pulang ke tanah air.
Nah ini yang perlu diingat, dengan kemasan sama, merek yang sama, harga jual di museum jauh lebih mahal dengan yang ada di lapangan terbang. Teh-teh kering kiloan ini banyak di jual disepanjang jalan Old Moor dan jalan jalan lain di Colombo.
Restoran warung menjual teh, dalam gelas kecil bisa dinikmati sepanjang hari, terkadang teh dicampur dengan susu kambing, dimakan dengan sejenis kue gorengan bumbu khas Sri Lanka, nongkrong di depan masjid menunggu azan magrib tiba.
Beberapa restoran dan warung itu tutup saat waktu shalat tiba. (***)

Melayu Sri Lanka


melayu srl2SRI LANKA- City Motel di jalan Old Moor tempat kami menginap, tidak jauh dari Masjid Merah. Dari selatan masjid jalan satu arah ke barat, jadi berjalan dulu ke belakang masjid, baru naik bajaj seharga 80 rsl. Lurus saja jalannya sekitar satu kilometer jaraknya.
Moor, adalah sebutan penjajah portugis, menyebut muslim keturunan Arab di Sri Lanka, hal ini juga mereka sebut di Piliphina, Moor atau Moro, pejuang Islam yang hingga kini minta kemerdekaan di Mindanao sana.
25 $ US semalam untuk dua orang tanpa ac, tanpa sarapan pagi, kamar mandi pun bersama, tarip penginapan yang cukup mahal bila dibandingkan dengan Singapura.
Kota Colombo yang terletak di tepi pantai dan pelabuhannya sangat sibuk, bangunan rukonya model lama, hampir semuanya pedagang muslim. Ekspor impor teh dan hasil bumi lainnya. Buruh berkain sarung mendominasi. Bekas ludah pemakan sirih berserakan dimana-mana. Agak kotor, maklum pasar
Orang sana menyebut Colombo, terdengar seperti bunyi Kalambu. Dan agaknya karena banyak sekali nyamuk, rumah yang tak berpendingin dan tidak tertutup rapat, semuanya dilengkapi dengan kelambu, termasuklah di tempat kami menginap.
Sailan, Ceylon dan kini Kalambu (Colombo), mung kin agaknya me mang melayu orang-orang Sri Lan ka yang mempo pulerkannya. Dan hal ini bisa saja ka rena lebih 80 per sen orang melayu Sri Lanka ada di Colombo.
Dekat tempat kami menginap ja rak 100 meter ada sebuah Masjid besar Grand Mas jid namanya, agak keatas bukit dari situ terlihat jelas Masjid Merah, sepanjang jalan Old Moor itupun terdapat beberapa buah masjid kecil kecil.
Sri Lanka pernah diperintah seorang raja muslim. Sekitar 2 jam perjalanan ke selatan dari Colombo ada satu pro vinsi penghasil teh terbesar di Sri Lanka namanya Kandy, nah lagi lagi orang sana menyebutnya Kendi, tentulah orang melayu tahu apa itu kendi, tempayan tempat air.
Kota berhawa sejuk di pegunungan ini menjadi tujuan para turis, kami me nginap semalam tarip hotelnya lebih mahal lagi 8000 rsl semalam. Hotel tua mungkin sudah ratusan tahun terlihat dari lift nya, lift hotel ini mengingatkan lift yang ada di sebuah pertokoan tua di Manila. Banyak bangunan tua di Kandy, sebuah hotel tua Hotel Islam namanya terletak persisi di tengah kota Kandy.
Kota Kandy mirip Bandung, dikelilingi pegunungan. Danaunya yang indah berair jernih, danau itu dikelilingi bangunan bersejarah masa penjajahan dulu.
Sri Lanka luasnya sekitar 11 kali pulau Bali, sungai berdinding terjal dan curam mengalir dari perbukitan membelah dua Sri Lanka sampai ke Jaffna diutara. Rencana akan dibuat jembatan dari jaffna ke India. Wah… kalau ini terlaksana akses ke Sri Lanka lebih mudah lagi.
Di Kandy sama dengan kota lain di Sri Lanka banyak burung gagak berterbangan, kotoran burung gagak berwarna putih mengotori, patung-patung hitam yang terdapat di ta man, patung budha pun tak terkecu ali, burung-burung itu bertengger dia tas kepala patung dan buang kotoran nya disitu. Untuk menghindari koto ran burung itu banyak patung budha yang berdiri di sepanjang jalan dibuat kan dan dipasangi rumah dan kotak kaca. Kalau kita berjalan jalan diba wah pepohonan yang ada di pinggir jalan, siaplah sesekali diberaki burung yang bertengger didahannya.
Tak cukup rasanya sehari di Kan dy, tengah hari kami tinggalkan Kan dy berangkat menuju Tissama harama, kota di tenggara yang terle tak di pinggir laut berbatasan dengan Maladewa dan Aceh Indonesia.
Berjam-jam melewati kebun teh Sri Lanka, berkelok kelok diudara yang sejuk diketinggian 2000 an meter, terbentang luas tanaman palawija seperti di Brastagi, kubis, wortel, buncis kentang tanaman khas pegunungan. Banyak sayuran tetapi hampir semua rumah makan yang kami singgahi tidak menyajikan maka nan yang mengandung sayuran. Semua makanan menu India, kucoba sekali memesan sop sayuran, sebagai mana yang tertera dalam menu, sop sayuran itu kuanya kental mungkin di campur susu.
Ada menu kangkung, dan mereka menamakan sayuran itu kangkung tumis, meskipun tidak mirip dengan tumis kangkung di tempat kita luma yanlah. Agak kangkung ini dikenal, karena tidak dipungkiri dari puluhan ribu melayu Sri Lanka itu, sebagian berasal dari Jawa. Sewaktu Belanda menjajah Indonesia dan Sri Lanka, dulu, ribuan tentara dari Jawa dibawa kesana. Termasuklah asam jawa turut serta dibawa? Kalau kita mengunjungi museum Sri Lanka, terlihat tahun kedatangan VOC di negeri itu.
Hukum DM dan MD
Bahasa melayu Sri Lanka, pun bermacam-macam, terkadang ada kata-kata dari Kelantan Utara Malaysia (Patani Thailand), ada dari Jawa, dan terkadang terdengar seperti dari Bugis, seperti menyebut hutan, jadi hutang, ikan jadi ikang.
“Saya Kakek mari datang Sawa ngan” ujar Azzor pemuda yang berte mu di kantor Coslam. Coslam adalah Konfrensi Melayu Sri Lanka. Persa tuan ini setiap tahun memperingati Hari Berbahasa Melayu di Sri Lanka.
Ahmed Azzor, putra presiden per satuan Coslam yang kuliah di Malaysi itu menulis dalam watsapku : “Saya bagi tahu informasi dari dapat hari itu kepada semua Coslam. Kalau ada apa2 kami contact engkau ok”
Ini sudah lumayan bagus karena tiga tahun kuliah di Malaysia, semen tara tak banyak mereka yang bisa berbahasa melayu itu dapat menulis kan apa yang diucapkannya.
Bahasa dan tulisan mereka sangat dipengaruhi Inggris yang terakhir menjajah lebih dari seratus lima puluh tahun hingga Sri Lanka merdeka, jadi hukum Diterangkan Menerangkan (DM) dan Menerangkan Diterangkan (MD), terasa bedanya disana kalau diterapkan dengan bahasa melayu Indonesia, contoh Daun Teh, disana namanya Teh Daun, begitu juga dengan Daun Pisang menjadi Pisang Daun. Itu sebab Azoor menulis kepada saya “Saya Kakek mari datang”, yang maksudnya Kakek Saya datang kemari.
Ada beberapa kota yang kami lalui setelah Kandy, jalanan mulai menurun, supir minibus yang kami sewa, menerang kan nama-nama tempat dan kami mampir dibeberapa outlet penjualan teh.
Memang lebih bagus kalau kita berpergian 8-10 orang sewa minibus saja, lebih murah dan bisa singgah dimana saja.
Malam itupun kami menginap di motel yang terletak di pinggir laut, belum lagi sampai di Tissamaharama. motel ini semalam sewanya 2500 srl, ada kelambu juga. Ciri khasnya Sri Lanka ya kelambu.
Sri Lanka dikelilingi laut, laut le pas, sepanjang pantai pulau itu men jadi tempat wisata yang menarik. Deburan ombak samudera Hindia membuat peminat oleh raga selancar ramai datang kesana.
Kami susuri bibir pantai menuju ke kampung Tissamaharama, bersama kami ada seorang anggota dari Coslam Colombo yang menema ni sepanjang perjalanan. Kampung Tissamaharama ini saat stunami dulu melanda, puluhan ribu umat islam terkorban. Sebagian yang selamat di pindahkan oleh pemerintah Sri Lanka ke kampung lain. Sebagian yang terselamat masih tinggal disana.
Di Tissamaharam ini ada sebuah sekolah yang mengajarkan bahasa melayu, guru-gurunya dapat berba hasa melayu, bahasa melayu ala Sri Lanka, banyak juga kosakata yang tak dapat kumengerti.
Banyak yang kami perbincang kan, dalam pertemuan itu, antara lain soal kamus bahasa melayu. Bahasa melayu yang mana?, Indonesia, Malaysia, apakah Brunei yang baru saja membuat Kamus Besar Bahasa Brunei?.
Hal itulah yang kukemukan pada saat pertemuan di kantor Coslam di Colombo, diminta memberikan sambutan tentang melayu di Asia Tenggara, kebetulan negara – negara Asean semua sudah kukunjungi, tidak kurang 300 juta orang bisa bertutur bahasa melayu ala tempat tinggal mereka dan sangat dipengaruhi dialek setempat.
Di Thailand, tidak di selatan saja, sam pai ke utara orang dapat bertutur bahasa melayu, demikian pula di Laos, di Burma, di Vietnam, Kamboja, meski tak banyak di Piliphina pun orang bertutur bahasa melayu. Apalagi Singapura dan Malaysia.
Bisa saja seperti di Brunei, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menja di rujukan hampir seratus persent kosa kata yang ada dalam buku itu diadop oleh Kamus Bahasa Brunei. Tak salah bila Bahasa Melayu Sri lanka, tetap bahasa melayu sri lanka, dan KBBI bisa jadi rujukan mereka untuk menyusun Kamus Bahasa Melayu SriLanka. Rencana mereka akan menyusun kamus bahasa melayu sri lanka. (***)

Islam di Colombo Sri Lanka


Catatan Perjalanan dari Sri Lanka

melayu sri lanka

Konfrensi Melayu Sri Lanka Coslam, bersama TB Haji Azoor dan Prof Seeni

melayu srl1

Keluarga Melayu Sri Lanka, dari nenek dan cucu….

Sri Lanka-Setelah shalat di masjid merah, kami menuju hotel yang terletak di jalan Old Moor. Kubaca tentang Negara Srilangka yang terletak di selat India, tepatnya di bagian tenggara anak benua India. Luas negara ini 65 km2 dengan 9 propinsi, Colombo sebagai ibu kotanya.
Penduduk negara ini berjumlah sekitar 20an juta jiwa dari berbagai etnis. Pemeluk agama Budha mencapai 69 % dari penduduk, suku Tamil 18 % dan kaum Muslimin 3 %. Data ini sebenarnya versi pemerintah, dari pengamatan penulis, umat Islam disanah lebih dari itu.
Negara ini terkenal akan perkebunan teh dengan mutu tinggi yang membuat beberapa perusahaan perdagangan kaya. Di samping itu, negara ini juga terlenal dengan krajinan batu mulia. Perkebunan teh ini berada di provinsi Kandy orang disana terdengar mengucapkannya “Kendi”  wadah tempat air bahasa jawa juga kendi.  Nama lain Srilangka adalah Sailan, Ceylon orang Inggris menyebutnya.
Keindahan dan kesuburan tanah Srilangka membuat negara-negara penjajah tertarik ingin menguasainya. Selama tahun 1505-1658 negara ini dijajah oleh Portugal, 1658-1796 oleh Belanda, dan pada tahun 1796 Inggris menjajah negara ini kurang lebih selama 150 tahun sampai akhirnya negara ini merdeka pada tahun 1948. Penguasan penjajah ini terlihat dalam musium Nasional Sri Lanka. Sedikit batu bertulis yang menyatakan negeri yang dikeliling laut itu pernah didatangi Kafilah Islam.
Penyebaran Agama Islam
Padahal Islam telah masuk ke negara ini pada masa kekhalifahan Umar ibn Khattab abad ke-8 masehi. Ketika itu penduduk Sailan, nama lain Srilangka, mendengar tentang adanya agama Islam, lalu mereka mengirim utusan ke khalifah Umar dan akhirnya mereka masuk Islam. Jadi jauh sebelum penja jah itu datang. Mes kipun Islam di Sri Lanka merupakan agama Islam yang dipraktikkan oleh sekelompok minori tas dari populasi penduduk Sri Lanka.
Di Colombo saja berdiri ratusan mas jid, yang setiap jumatnya ramai dihadiri umat Islam. Termasuklah masjid merah yang terkenal itu. Kalau kita tanya, jamaah menyatakan di Colombo lebih 70 persen umat Islamnya. Satu dari masjid itu bernama masjid Java. dulu disitu terdapat perkampungan asal Jawa. Perkampungan ini sudah tidak ada lagi, hanya tinggal sebuah masjid tanpa penghuni. Keliling bangunan masjid yang masih terawat itu dipagari seng untuk pembangunan pusat perbelanjaan mewah.
sri lanka 4Komunitas muslim dibagi menjadi tiga kelompok etnis utama yaitu: Sri Lanka Moors, muslim India, dan Melayu yang masing-masing dengan sejarah dan tradisi berbeda. Sikap di antara mayoritas orang di Sri Lanka adalah dengan menggunakan istilah “muslim” sebagai suatu kesatuan kelompok etnis tanpa membedakan daerah asalnya.
Warna hijau pada salah bagian bende ra Sri Lanka mengartikan negara tersebut terdiri dari muslim Sri Lanka
Etnis Moor Sri Lanka merupakan etnis muslim terbesar sekitar 92% dari keseluruhan muslim di sana, disusul oleh etnis Melayu sekitar 5% dan etnis India. Masyarakat dan pemerintah, menyebut semua etnis muslim tersebut dalam satu kesatuan sebagai “etnis muslim” secara khusus ditujukan kepa da muslim Moor Sri Lanka. Yang lebih menarik adalah etnis Shinhala yang beragam Islam pun turut disebut sebagai “Etnis Muslim”.
Tahun 1980 pemerintah Sri Lanka membentuk Departemen Urusan Agama dan Budaya Islam, khusus menangani kepentingan muslim Sri Lanka, juga merupakan sikap tegas pemerintah Sri Lanka terhadap usaha Etnis Tamil yang berupaya menjadi kan muslim Sri Lanka sebagai bagian dari Etnis Tamil. Pemerintah Sri Lan ka yang dikuasai oleh Etnis Shinhala menentang usaha tersebut dan tetap menjadikan umat Islam di sana seba gai ‘etnis muslim’ dengan identitas nya sendiri. Selain muslim Suni (mazhaf Syafi’I dan Hanafi) serta komunitas kecil Shiah, Komunitas Ahmadiyah di Sri Lanka sudah berdiri sejak tahun 1915, namun muslim Sri Lanka menganggap Ahmadiyah bukan bagian dari Islam.
Saat ini ada sekitar 5000 masjid di Sri Lanka yang senantiasa berkoordi nasi dengan Departemen urusan agama dan Budaya Islam Sri Lanka. Selain masjid, ada sekitar 749 sekolah Islam dan 205 madrasah di Sri Lanka yang mengajarkan pendidikan Islam, salah satu sekolah Islam ternama di Sri Lanka adalah Zahira College di Colombo. Zahira College merupakan sekolah Islam pertama di Sri Lanka, dibangun pada tahun 1892 oleh tokoh muslim Sri Lanka I. L. M. Abdul Aziz dan Arasi Marikar Wapchie Marikar dengan bantuan dana dari Ahmed Orabi Pasha. Awalnya sekolah ini merupakan Madrasah bernama Al Madrasathul Zahira dan kini menjadi sekolah Islam terbesar dengan siswanya mencapai 4000 orang dan merupakan salah satu sekolah paling bergengsi di Sri Lanka. Di dalam kompleks sekolah ini terdapat mas jid tertua di Sri Lanka, yang masih eksis hingga kini. muslim Sri Lanka juga memiliki universitas Islam di Beruwala (Jamiya Naleemiya).
Para pedagang muslim dari jajirah Arab terus berdatangan dan menyebar, sehingga perdagangan mereka bersa ma-sama dengan penduduk Sailan mencapai kejayaan dan posisi penting di negara tersebut sampai akhir abad ke 15.
Kemudian kaum muslimin dilanda musibah besar dengan berdatangannya kaum penjajah. Keadaan mereka berba lik 180 derajat dan mereka mengalami berbagai macam penderitaan. Penjajah Portugal melakukan peindasan dan pe ngusiran terhadap mereka, bahkan beri bu-ribu orang telah dibunuh, karena mereka mengadakan perlawanan dalam rangka mempertahankan Sailan. Hal ini persis dialamai muslim di Manila.
Orang-orang Portugal mengusir kaum muslimin dari ibu kota, meng hambat gerak-gerik mereka dan me mecat mereka dari pekerjaan, bahkan sebagian dari mereka ada yang dibakar hidup-hidup. Orang-orang Portugal menutup sekolah-sekolah kaum muslimin dan mulai melancar kan gerakan kristenisasi di berbagai pelosok negeri.
Lalu datang masa penjajahan belanda yang memerintah negri ini dengan kekerasan, membuat undang-undang yang melarang kaum mus limin melakukan kegiatan ibadah, menindas serta memaksa mereka membayar pajak kematian; yaitu bahwa setiap orang harus membayar pajak sebagai jaminan perlindungan kehidupan mereka, merampas harta benda mereka, dan melarang mereka melakukan aktifitas perdangan atau berhubungan dengan para pedagang muslim lainnya.
Dan terakhir datang penjajah inggris yang melakukan siasat adu domba dan selalu kaum muslimin menjadi korban pembodohan dan penindasan.
Penulis berkesempatan bertemu dengan komunitas muslim yang tergabung dalam Coslam, mereka baru saja mengadakan konfrensi yang ke-9. Kami diajak mengunjungi komunitas melayu lainnya, sampai ke Tissamaharam. (bersambung)

Shalat Jumat di Masjid Merah Colombo Sri Lanka


SONY DSCCatatan Perjalanan dari Sri Lanka

Colombo-Kesempatan mengunjungi Colombo Sri Lanka, Buletin Jumat (BJ) sengaja shalat Jumat di Masjid Merah, berangkat dari Batam melalui Kuala Lumpur dengan penerbangan murah Air Asia. Sri Lanka bertetangga dengan India dan di kelilingi oleh Lautan Hindia, sampai ke Aceh Indonesia.
Kamis (9/4), dari pelabuhan ferry Batam Center tiba di Stulang Laut Johor Bahru (JB), hari sudah menjelang magrib, kami bersama Azhari dijemput dan langsung diantar Sabil ke stasiun Bus di Batu Pahat.
Sekarang ada Shutle Bus langsung ke KLIA Kuala Lumpur dengan harga RM 50 perorang. Selain Batu Pahat, Bus ini juga menyinggahi Muar. Lumayan mu rah, bila selama ini kita hendak ke KLIA, harus melalui KL Central baik itu dengan Bus atau pun naik kereta api, dengan Bus ini lebih hemat sekitar RM. 30
Sengaja naik Bus malam dari JB, agar tiba di KLIA menjelang pagi, sementara penerbangan kami ke Colombo sekitar pukul 09.30 waktu setempat.
Punyalah waktu istirahat sebentar dan tidak tergesa-gesa, soalnya lumayan jauh antara tempat pemeriksaan imigrasi dengan terminal keberangkatan penum pang berharga murah yang baru di operasikan oleh Air Asia di Sepang Kuala Lumpur ini.
Mudahnya lagi semua tiket pesawat dan Bus kami beli melalui online. Karena memang tidak punya bagasi, chek in, dan semuanya berjalan lancar hingga tiba di lapangan terbang Bandaranaike di Colombo.
WNI ke Sri Lanka dapat kemudahan dengan Visa on Arraival (VOA) sebesar 35 $ US untuk sekali masuk selama sebulan, dibayar langsung di konter imigrasi. Dan dapat sebuah kartu perdana gratis dari petugas imigrasi Colombo.
Suhu udara 31 derajat celsius terasa menyengat dan membuat berkeringat. Hari sudah pukul 11.00 ws (Sri Lanka), saat kami keluar menunggu taksi. Berangkat pukul 09.30 dari Malasysia tiba di Sri Lanka pukul 10.40 ws. kalau hitungan jam hanya satu jam saja, padahal penerbangan dari KL ke Colombo lebih dari 3 jam. Iya, selisih waktu antara kedua kota itu sekitar 3 jam. Itulah sebab kami berangkat dari KL hari Jumat (10/4) karena ingin shalat jumat di Colombo di Masjid Merah yang terkenal itu masih bisa terkejar.
Masjid Jamik Ul-Alfar.
Naik taksi dari Bandara ke kota Colombo, lokasi masjid merah atau masjid jamik Ul-Alfar sebenarnya tidak jauh, sekitar 23 kilometer, tarif resmi taksi bandara 3.870 rupe sri lanka (RSL), kalau mau di konversi dengan mata uang rupiah Indonesia tinggal nambah angka nol dua buah dibelakang.
Keluar lokasi bandara yang tidak seberapa besar itu, jalan kenderaan mulai merayap, macet, supir taksi yang membawa kami menyarankan agar melalui tol saja, minta tambahan 600 RSL lagi-lagi setara dengan 60.000 ribu rupiah. Semula kami keberatan karena tadinya teman yang memesan mengata kan sudah termasuk biaya lainnya.
Kenderaan serasa tak beranjak karena macet hari pula sudah menjelang pukul 12.00 terpaksalah kami meng-iyakan masuk tol. Dan ternyata 600 RSL itu hanya dari pintu tol kedua menuju pintu ketiga sekitar 10 kilometer saja. Dan keluar tol macet lagi. “Alamak alamat tak sempat shalat jumat.” pikirku
Dalam keadaan macet itu terlihat dari jauh puncak menara masjid merah khas batu bata seperti kue lapis yang disusun. BJ berpikir kalau masih menunggu di dalam taksi, dan macet, enggak bakalan 30 menit lagi sampai disana.
Kami turun disekitar patung budha yang besar, persis ditengah pusat pasar yang sangat ramai sekali. Keluar taksi udara panas langsung menyengat, ditimpali bau khas pasar dan bau pesing . Jalanan yang kami lalui menuju lokasi masjid itu dipenuhi kuli panggul barang dari truk yang mengunggah dan menurun kan muatannya.
Sampai jua kami di masjid bersejarah yang selesai dibangun tahun 1909 terletak di jalan palang kedua di Pettah, memang dekat dengan pelabuhan.
Akh senang sekali rasanya hati, khatib sudah membacakan khotbah nya, orang-orng masih antri mengam bil wuduk. Masjid yang menjadi tujuan populer para wisatawan ini, memuat lebih 5000 orang, kini ditingkatkan lagi menjadi tujuh lantai penuh sesak jamaahnya saat kami tiba, pintu utara ditutup sedang di renovasi dari pintu barat pun sedang direnovasi .
Masjid salah satu yang tertua di Colombo ini dibangun komunitas Muslim Pettah untuk melakukan shalat lima waktu dan juga Jumat dan atas inisiatif para pedagang Muslim India .
Keberadaan bangunan masjid ini dirancang oleh HL Saibo Lebbe. Seluruh dana pembangunan masjid ini ditanggung oleh komunitas muslim Pettah saat itu. Pengaruh arsitektur India cukup kentara pada masjid ini. Sentuhan kebesaran masjid masjid dinasti Mughal dan bangunan bangunan kastil Inggris cukup terasa meski balutan warna merah dan putih nya yang khas itu menjadikan masjid ini begitu istimewa dan tampil beda.
Daerah Pettah tempat masjid ini berdiri merupakan cikal bakal kota Colombo bermula, dan daerah ini merupakan daerah berpenduduk mayoritas kaum muslimin.

masjid srl1
Masjid ini begitu terkenal di kota Colombo hingga ke mancanegara sampai sampai disebut sebagai landmark nya kota Colombo sejak selesai dibangun tahun 1909 hingga kini. Masjid tersebut terkenal juga dengan nama masjid Pettah karena berada di daerah Pettah. Etnis Shinhala yang merupakan etnis terbesar di Sri Lanka menyebutnya Rathu Palliya, Etnis Tamil etnis terbesar kedua di Sri Lanka menyebutnya dengan nama Samman Jottu Palli, dalam bahasa Inggris disebut dengan nama Red Masjid, Nama resmi nya adalah Masjid “Jamiul Adhfar” tertulis dengan jelas dalam hurup Arab di fasad depan masjid (mungkin karena dialek setempat yang menjadikanya berbunyi Masjid Jamiul Alfar atau Jami Ul-Alfar), semua nama itu bermakna “Masjid Merah”
Bentuk Masjid ini sangat unik dalam bentuknya yang sangat imp resif dengan rancangan unik mirip sebuah bangunan istana gula gula dengan warnanya yang berlapis lapis merah dan putih seperti kue lapis. Warna merah lebih mendominasi warna ekterior masjid ini. Warna khas itulah yang menuntun orang kelokasi masjid itu karena terlihat dari jauh puncaknya.
Detil struktur bagian luar masjid yang didominasi warna merah dan putih namun tidak menghilangkan nilai spiritual yang terdapat pada bangunan megah ini. Sedang kan dinding bagian dalam didominasi oleh warna hijau toska. Tidak hanya menampil kan efek kue lapis berwarna merah-putih, arsitek masjid ini juga berupaya mengede pankan pola lengkungan pada bagian atap din ding. Pola lengku ngan ini digunakan hampir pada setiap pintu masuk yang menghu bungkan bagian halaman dalam masjid dengan ruang tempat shalat di lantai dasar. Bagian lantai dalam dan anak tangga sedang di perbaiki. Material masih terlihat berantakan, lantai satu penuh jamaah, lantai dua penuh, kelantai tiga demikian sampai ke lantai tujuh pun semua penuh padahal masih banyak sekali jamaah di luar.
Rasanya sudah tak sanggup lagi mau berjalan, kaki ini berat sekali mau melangkah, baju basah kuyup, tak ada ruang tempat untuk meletakkan punggung, jadi teringat di masjidil haram Makkah, tangga bisa dijadikan tempat shalat. Kuhempaskan tas punggung ke anak tangga diatasnya, masih ada ruang untuk dua orang, anak tangga yang lain pun penuh semua dengan jamaah. Bisalah sedikit bernapas lega, sembari mendengarkan khot bah sang khatib, yang sudah hampir selesai.
Di lantai empat dianak tangga, aku beringsut berpindah ketempat yang sudah mulai ditinggali jamaah. Kupan dangi seluruh ruangan yang mulai kosong itu. Dari jendela kanan terlihat teluk Colombo, sebelah jendela arah mihrab depan, berdiri dengan kokohnya dua buah menara besar dan kecil. Seperti lazimnya bangunan sebuah masjid, Masjid Jami Ul-Alfar juga dilengkapi dengan menara. keseluruhan nya ada empat belas menara pada bangunan masjid ini, terdiri dari dua menara berukuran sedang dan sisanya berukuran kecil. Lokasinya yang berada tepat di tengah pusat keramaian komunitas Muslim, membuat di setiap sudut pada bagian atap masjid dilengka pi sebuah pengeras suara untuk mengu mandangkan suara azan.
Haus dan lapar mulai terasa, rasa penat pun sudah berkurang. Disekita ran masjid yang memang terletak persis di tengah tengah kota itu banyak dijual makanan Muslim. Semua makanan khas masakan India. Nasi Briyani dengan potongan besar ayam seharga 450 RSL.
Kembali terulang pertanyaan yang sama saat ke Nepal dan China, Assalamualaikum..Malayisa, Malaysia, Malaysia?…. No… I am Indonesia. oooo Indonesia demikian gumam mereka yang bertanya.
Memang sangat terlihat lain penam pilan kami hidung pesek kulit agak cerah, selama di Colombo, topi putih haji tak pernah lepas dari kepalaku. Suprais sekali mereka melihat kami Muslim dari Indonesia. “Saya melayu sri lanka, nenek kakek dari Jawa” ujar yang lain sebari kami bersalaman. Menjelang Ashar kami beranjak ke Hotel yang tak jauh dari masjid itu sekitar satu kilometer naik bajaj seharga 80 RSL. (***)

Sebut HAMAS Bentukan Israel, Syafi’I Ma’arif di undang ke Gaza untuk melihat langsung


onim 1Saya juga sangat setuju, dengan undangan saudara Abdillah Onim, agar pak Syafi’i mengunjungi Gaza, mudah mudahan saja dia sehat bisa kesana.

Ini komentar Abdillah Onim dari Caza Palestina menanggapi pernyataan mantan Ketua Muhammadiyah setelah di tinggal pak Amien Rais.

Wah Gimana nih Bpk.Prof.Dr. Syafei Maarif. Benar ga berita ini?

Jika benar, Beliau wajib minta maaf kepada Rakyat Palestina.
Saya undang Bpk.Prof ke Gaza.

http://m.hidayatullah.com/…/sebut-hamas-bentukan-israel-sya…

Ada baiknya bpk. Prof menyempatkan diri untuk silaturahim ke Palestina minimal ke Gaza deh agar mengetahui realita sebenarnya di lapangan, saya undang bapak. Prof ke Gaza untuk melihat Gaza, selama di Gaza Insya Allah saya siap bantu temani kelilililililing pelosok Gaza melihat anak yatim dan kehidupan mereka. Mereka semua korban kebiadaban Israel, mereka Cinta Hamas loh prof.
Maksudnya saya begini, jika belum sempat berjuang seperti orang Palestina, jika tidak bisa seperti ibu2 Palestina yang demi Islam dan Masjid Alaqsa mereka rela mengiklaskan putra putri mereka pertaruhkan nyawa dan darah mereka.
Sangat bijak dan ada baiknya no komen deh, 2500 warga Gaza tewas, 11. 000 orang Luka2 didominasi anak2 dan wanita serta lansia dibantai oleh zionis Israel, itu yang hadapi Bela mereka mayoritas adalah hamas lo kerja Sama dengan faksi pejuang Palestina lainnya.
Jika berita diatas benar, pak Prof wajib minta maaf resmi kepada Rakyat Palestina yang hingga kini masih di dzolimi oleh israel, saya nangis tulis pesan ini karena melihat dan merasakan langsung derita warga Gaza Palestina.
Salam hormat buat pak Prof. Syafei Maarif, semoga beliau baca pesan persahabatan saya ini.
Abdillah Onim Aktivis Indonesia untuk Palestina saat ini menetap di Gaza.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 4.883 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: