Dana Teroris Dicurigai Masuk Lewat Infak dan Zakat, Apa Iya?


Apa hubungan antara ISO dengan tranparansi pengelolaan zakat, agar lebih dipercaya ,itulah yang diutarakan oleh Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Batam, agar lebih transparan dalam penerimaan dan penyalurannya, BAZ Batam mengalokasikan dananya untuk mendapatkan serifikat oleh badan ISO ini. Insiden Pembagian Zakat pak Syaikon jadi Syaiton?

Menurut hemat kami disamping itu ada hal yang tersembunyi, mengapa begitu jor-joran badan ISO ini menawarkan layanan jasanya ke beberapa lembaga-lembaga pengelola zakat yang ada di daerah Batam khususnya. ISO, lembaga asing ini menurut hemat kami lagi adalah merupakan kepanjangan dari tangan-tangan dari misi tersembunyi itu yang ingin tahu kemana dana zakat dan infak disalurkan, bukti nya si Lembaga Zakat ataupun Badan Zakat harus melaporkan kemana saja uang yang disalurkan nya sesuai dengan format yang ditentukan oleh si ISO.

Tak susahkan, dengan alasan transparansi dan sudah mendapat ISO, mereka mendapatkan data-data yang diperlukan, paling tidak si penyalur zakat dan infak, maupun sedekah, akan berhati-hati.

Baca tulisan dibawah ini dikutip dari http://www.mail-archive.com/search?q=nama+teroris&l=cikeas@yahoogroups.com

Pengamat Intelijen:
Dana Teroris Dicurigai Masuk Lewat Infak dan Zakat

Oleh
Rafael Sebayang

Jakarta – Pengamat intelijen Wawan Purwanto mensinyalir dana teroris masuk
melalui infak dan zakat. Untuk itu diperlukan pengawasan terhadap
sumbangan-sumbangan dalam bentuk infak dan zakat itu.

“Yang sangat kita khawatirkan adalah pengawasan terhadap sumbangan-sumbangan
dalam bentuk infak dan zakat menjadi sumber dana baru mereka. Dana-dana
tersebut sebenarnya halal namun digunakan oleh kelompok-kelompok mereka yang
berkamuflase atas nama agama untuk melanggar hukum. Bagi teroris itu, dana itu
ibarat darah. Kalau darahnya dibekukan, aktivitas-aktivitas mereka secara
otomatis juga akan berhenti,” katanya ketika dihubungi SH, Sabtu (5/7) siang
ini. Dia menyebutkan, terungkapnya kasus bom rakitan di Palembang, Sumatera
Selatan, mengindikasikan adanya sumber pendanaan baru dalam upaya aksi teror di
Indonesia.

Tertangkapnya sejumlah bendahara Jemaah Islamiyah (JI) di berbagai negara
menjadikan sumber dana yang datang di bawah tangan dalam bentuk infak dan zakat
memberikan darah segar bagi pelaku terorisme dalam menjalankan aksinya.Dia
menyatakan keberadaan peluru-peluru tajam yang menjadi satu kesatuan dalam satu
rakitan bom merupakan hal yang baru dalam teknik perakitan bom anggota JI,
khususnya bom-bom rakitan yang selama ini ditemukan atau meledak di wilayah
Indonesia. Terkait pendanaan, Wawan juga mengindikasikan adanya keterkaitan
aksi-aksi perampokan, khususnya perampokan toko-toko emas yang terjadi di
beberapa tempat akhir-akhir ini mengarah pada kelompok-kelompok terorisme. “Itu
memang arahnya ke sana,” katanya.

Menanggapi fakta baru di luar penangkapan sepuluh tersangka teroris di Sumatera
Selatan yang menyangkut pelarian salah satu petinggi JI berkewarganegaraan
Singapura, Mas Slamet Kastari, yang diinformasikan saat ini berada di
Indonesia, Wawan masih mempertanyakan validitas informasi tersebut. Pasalnya,
Kastari yang saat itu ditahan di penjara Singapura dalam kondisi diborgol
tangan dan kakinya.
Di samping itu, ketika itu Kastari tidak mungkin meloloskan diri dari penjara
yang ketat tersebut, karena mengalami patah kaki pada saat melarikan diri dari
Polda Riau beberapa waktu lalu. “Fakta-fakta ini memunculkan pertanyaan apakah
Kastari benar sudah melarikan diri ke wilayah Indonesia atau mungkin masih
berada di penjara Singapura atau bahkan sudah mati di sana,” katanya.
Pada kesempatan ini pula, Wawan mengingatkan agar masyarakat maupun penegak
hukum, khususnya Polri, mewaspadai adanya politisasi dalam kasus ini.

Pindahkan Basis Jaringan
Kapolri Jenderal Sutanto di Mabes Polri, Jumat (4/7) siang, mengatakan fakta
pengungkapan jaringan teroris di Malaysia mengindikasikan bahwa buron teroris
nomor satu Noordin M Top telah memindahkan baris jaringannya dari Jawa ke
Sumatera. Di samping itu, ada pengembangan teknik perakitan bom dari kelompok
JI yang saat ini mengembangkan teknik perakitan bom dengan menggunakan
peluru-peluru tajam.
Tentang keberadaan Slamet Kastari, Sutanto mengatakan pihaknya saat ini telah
menyebar foto-foto Kastari ke seluruh Polda di Indonesia. “Tujuannya agar
masyarakat mengenali dan mengetahui ciri-ciri fisik yang bersangkutan,”
katanya. Pihaknya telah memperketat penjagaan di wilayah-wilayah perbatasan di
seluruh Indonesia khususnya wilayah Sumatera yang saat ini diduga menjadi salah
satu basis pergerakan pelaku teror.

Wawan Purwanto juga mengingatkan, sasaran teroris saat ini sudah bergeser dari
perjuangan demi jihad, beralih pada kehancuran ekonomi dan ideologi kekerasan.
Indikasi ini terlihat dari penangkapan sepuluh tersangka teroris di Sumatera
Selatan baru-baru ini yang mengaku akan meledakkan Kafe Bedudel di Bukit
Tinggi, Sumatera Barat, karena banyak dikunjungi turis asing.
Hal ini sangat disayangkan, apalagi kondisi perekonomian dunia saat ini sedang
kacau, harga minyak mentah dunia terus melonjak sehingga semua harga kebutuhan
pokok ikut terkerek naik. “Jadi dimana letak jihadnya? Sasaran mereka sudah
bukan lagi jihad, tapi kehancuran ekonomi negara,” ungkap pengamat intelijen
itu. Para teroris itu hanya ingin mengesankan bahwa mereka tetap eksis,
sehingga tidak memperhitungkan korbannya, yang penting menyerang, kata Wawan.
Bukit Tinggi, terutama di kawasan jam gadang, memang menjadi tempat turis dan
terdapat kafe yang banyak orang bulenya. Meskipun kelompok teroris yang
ditangkap Densus 88 Antiteror di Palembang baru-baru ini mengaku batal
meledakkan bom di Kafe Bedudel, Bukit Tinggi, karena belakangan menyadari bahwa
para calon korban adalah warga setempat yang umumnya muslim dan bukan orang
asing.  Menurut seorang perwira Polri yang menolak disebut namanya, di tempat
itu sudah sempat dipasang tiga buah bom waktu, tetapi kemudian dibatalkan pada
detik-detik terakhir dan teroris memutuskan akan memindahkan serangan ke Ibu
Kota Jakarta. Namun menurut Wawan Purwanto, sepuluh tersangka itu ditangkap
sekitar 20 Juni lalu, namun baru dipublikasikan Polri pada HUT ke-62 Polri,
sebab untuk keperluan penyidikan.

Wawan mengingatkan pula bahwa dalam kondisi kemiskinan, teroris mudah masuk.
“Daripada melarat, sengsara, ya mendingan sahid saja,” lanjutnya sambil
mengingatkan, masyarakat harus peduli pada lingkungannya agar tak mudah
disusupi teroris. Wawan juga menjelaskan, para teroris itu pindah ke Sumatera
setelah diuber dari Poso, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Mereka membutuhkan rumah
tempat pengamanan sehingga hidup berpindah-pindah. Penyamaran yang paling
efektif menjadi guru dan santri, sambil melakukan perekrutan baru pada pemuda
berusia rata-rata 20 tahun, tapi masih dari kelompok yang bisa dialihkan ke
jihad.

Bali Dijaga Ketat
Aparat kepolisian di jajaran Polda Bali juga memperketat penjagaan di sejumlah
pintu masuk Bali, seperti pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, Padangbai, dan
Bandara Ngurah Rai, guna mencegah masuknya kelompok teroris. Berdasarkan
pemantauan SH, petugas dari Gegana, Densus 88/Antiteror Polda Bali dan Reskrim,
serta Intel Polres Jembrana diterjunkan untuk pengamanan pelabuhan Gilimanuk
yang menghubungkan Jawa-Bali ini. (wahyu dramastuti/cinta malem ginting)

Buku dan VCD Kaum Salibis Marak Lagi Di Batam


Sekolah Islam Hang Tuah Dikirimi Buku Sikap Hidup Kaum Injili

Amplop coklat berukuran 20 x 12 cm itu diserahkan kepadaku petang kemarin 17 September 2008, ada 3 keping prangko nilai 1000 an dua dan 2000 an satu, stempel pos yang tertera dari Jakarta tanggal nya tak jelas.

Ditujukan kepada Kepala Sekolah Islam Hang TUAH Jalan Ranai no 11 Bengkong Polisi kecamatan Bengkong , Kota Batam. setelah kubuka isinya sekeping vcd lebel nya tertulis Al Hijr (15) :47 : Yang Kuasa sudah ubahkan hati-keras Habib. VCD : 081314530520.

Dan sebuah buku berjudul Mengiringi Ahlul Surga …………. (..terus sampai ke Surga) Bacaan-penuntun bagi umat pencari surga. tertulis lagi : Buku ini bukan tentang agama, tetapi buku petunjuk bagi umat pencari surga yang bersungguh-sungguh. Tidak penting mengenal penulis buku ini : kebenaran dari buku ini saja diambil manfaatnya! pakai tanda seru lagi begitu yang tertulis disampul nya.

Buku kecil 20 halaman fotocopian ukuran 10 x 15 cm ini terdiri dari buku ke-satu yang berisi Siapa yang mampu menuntun ke Surga  isinya mengutip ayat-ayat Quran antara lain surah 19 : 71 diterjemahkan sekehendak penulis yang tak perlu menyebutkan namanya.

Beberapa tahun yang lalu buku-buku saku seperti ini marak dikirimi oleh kaum salibis kepada umat Islam di Batam, cetakan nya jauh lebih bagus dari yang sekarang. Mereka masih mencantumkan alamat penerbit meskipun dengan PO Box.  Isi nya enggak jauh beda ya tentang kebenaran Jesus dan menghujat Islam.  Bahwa Alquran itu tidak benar , bohong belaka.

Simanungkalit

Ketua MUI Batam KH Usman Akhmad, bersama beberapa tokoh Islam selepas sholat Jumat (19/9) di Masjid Raya Batam turut melihat rekaman VCD yang dikirim kaum salibis ini. Mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu ada seorang  bermarga Simanungkalit, karena menyebarkan buku seperti ini dihukum dalam penjara, Simanungkalit adalah  karyawan Otorita Batam, setelah keluar dia tidak bermukim di Batam konon kabarnya berada di Amerika.

Ternyata bukan Sekolah Islam Hang Tuah saja yang dikirimin paket ini, Sekolah Islam Permata Bunda pun mendapat kiriman yang sama.

Seri kedua buku Doa-Doa Ahlul Injiiili (dapat dibaca pada buku “Ketika Nafiri Berkumandang”) Saudara yang memerlukan buku “…..Nafiri …. ” dapat meminta agar dikirimi (cuma-cuma) dengan mengirimkan pesan sms kepada 081314530520.  Tetapi nomor HP yang dimaksud kami hubungi tidak diangkat, mungkin hanya menerima sms saja, dan sms yang kami kirimkan (tetapi bukan untuk minta buku Nafiri) menanyakan alamat pengirim buku dan VCD juga belum mendapat balasan.

 

Saus Tomat Sambal Ala Bistro Godiva Batam


Bistro Godiva di Mega Mall Batam Center, tak hanya menjual dan menyugukan kopi tetapi juga menjual makanan cepat saji, ada bakso dan makanan lain yang memerlukan tambahan saus disitu, mungkin agar lebih kreatif sang manajer yang masih muda yang mengelola Bistro  Godiva itu membuang lebel saus tomat dan saus Cabe dari botol saus yang sebenarnya yaitu INDOFOOD.

Padahal perbuatan itu dilarang oleh Undang-Undang lho. Label INDOFOOD dirubah menjadi label Bistro Godiva, tidak dari segi perlindungan konsumen saja, dari segi Hak Cipta pun Bistro Godiva ini telah melanggar aturan.

Masih memakai botol Produk INDOFOOD, sambal dan saus tomat itu di beli dalam parti besar kemudian dimasukkan kembali ke dalam botol yang berlogo INDOFOOD, proses refill seperti itu juga dilaksnakan oleh produk kecap cap prenjak produksi Tanjung Pinang, botol yang mereka pakai adalah botol bekas minuman TIGER.

Stiker yang di tempel di lebel botol INDOFOOD itu menurut sang manajer  sudah mendapat izin dari distributor yang ada di Batam. Sayang nya sang manajer  yang kami temui tak dapat menunjukkan bukti ada surat tertulis antara Bistro Godiva dengan INDOFOOD, “hanya persetujuan lisan saja” ujar sang manajer .

Bagaimana INDOFOOD ?

Ini lah tampang sang manajer Bistro Godiva itu.

Restoran Yang Mencantumkan Logo Halal Tapi Tak Punya Sertifikat Halal


Berani-berani mencantumkan logo halal, tapi tak mempunyai sertifikat halal, hati2 lho bisa kena denda 5 miliar rupiah atau kurungan 2 tahun penjara, itu melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen no 8 tahun 1999 pasal 8 item h.

Buat Iklan berbuka bersama di koran mencantumkan logo halal, tetapi tak berproduksi secara halal, namanya mengelabui masyarakat. hukuman nya miliaran rupiah.

Marak iklan berbuka bersama di restoran dan hotel-hotel berbintang. tetapi restoran dan hotel itu tak mempunyai sertifikat halal, hanya 3 hotel di Batam yang mempunyai sertifikat Halal, yaitu Hotel Haji , Hotel Nagoya Plaza, Hotel Virgo. lainnya diragukan kehalalan nya , tetapi ramai lho orang muslim yang makan dan berbuka disitu, pak haj, dan buk haji yang pagi nya berpuasa makan enak disitu.

 

 

Ainur Rafiq Menghadap Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam


Masih ingat Ainur Rafiq, Di Pulau Kubung Dah Ada Dai pria asal Bawean yang kini bermukim di Pulau Kubung Desa Ngenang Kecamatan Nongsa Kota Batam Kepulauan Riau. Setelah tidak lagi menjaga tempat pemotongan babi yang berada di pulau Kubung itu, Rafiq kini bertugas menjadi Dai, untuk warga muslim yang hanya 7 KK di Pulau yang tak jauh dari Pulau Batam.  

 

Pulau Kubung, tempat pemukiman suku laut, orang sampan sebagian orang menyebutnya demikian, di huni lebih 50 KK , ada gereja besar disitu, ada sekolah negeri kelas jauh, tapi tak ada mushalla.Ainur Rafiq Penjaga Rumah Pemotongan Babi

 

Mushalla itu lah yang dilaporkan oleh Rafiq ke Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam Datuk Imran AZ, ”ade kan orang melayu tak boleh dan tak dapat nak mendirikan mushalla di tanah melayu” .Melayu itu identik dengan Islam, karena di Pulau itu mayoritas non muslim, kalau di runut-runut ke belakang orang suku laut itu bukan orang tak beragama, hampir 400 tahun yang lalu saat raja Johor berkuasa disitu lah asal mereka lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Laut

 

Nenek moyang suku laut itu adalah Islam, itu yang sebagian mereka tak tahu, ramai nya bantuan dari orang – orang misionaris terutama dari Singapura dan Korea, lemahnya iman mereka karena selama ini tak ada Dai yang mampir dan datang kesana, sulit nya ekonomi mereka membuat mereka seperti itu.

 

Ainur Rafiq bercerita kepada Datuk Imran AZ, sekarang dah ada tiang penyanggah untuk mendirikan Mushalla, tidak di darat tapi di atas laut, dibeli seharga 3 juta, Mushalla belum dapat di tempati, rencana semula di bulan Ramadhan ni nak sholat taraweh disitu, ”Insyaallah pertengahan ramadhan ni dah boleh dipakai untuk sholat taraweh ” ujar Rafiq .

 

Perlu tambahan biaya lagi untuk dapat dipergunakan, ”Meskipun belum dapat ditempati untuk shalat, tetapi disitu dah bermukim sepasang suami isteri yang baru memeluk agama Islam,” kata Rafiq lagi sebelum ramadhan mereka dinikah masalkan di Batam.

 

Jadi bertambahlah penduduk pulau Kubung yang muslim, Datuk Imran AZ berjanji, akan mencarikan tapak untuk mushalla di darat, Ateng yang menguasai seluruh lokasi tanah di pulau itu, telah dihubungi.

 

Habis lebaran katanya beliau akan kesana, kemana lagi nak mengadu kalau bukan ke ketua LAM, Aneh bin ajaib, di tanah melayu tak boleh nak buat mushalla, nak minta SKB dua menteri konon  

 

Koran Maksiat?


Raju, kelas 2 Sekolah Dasar Swasta di Batam, selepas pulang sekolah dia menjajahkan koran di jalanan, di bulan Ramadhan 1429 H ini karena tak sekolah, libur,  sejak pagi lagi dia telah  mengelilingi jalanan di Batam.

Sering mangkal di SPBU di Sei Panas, termasuk lah Yoga karena kasihan membeli koran dari Raju, ”Kasihan aja pak” ujar Yoga sembari memberi 2 lembar uang kertas ribuan ke tangan Raju, saat ditanya kenapa beli koran Pos Metro.

 

Pos Metro, koran terbitan lokal Batam yang masuk Jawa Pos group ini harga jual nya Rp. 2.000,- , baru naik lagi, bulan lalu harga nya masih rp. 1.000,-. Aku menamakan nya koran maksiat , gak pedulidi bulan Ramadhan pun tulisan dan judul halaman depan nya seperti itu.

 

ADU KOLOR DALAM SELIMUT, dua orang sedang memakai kolor yang satu lelaki yang satunya perempuan, itulah judul dan gambar depan terbitan hari ini 11 September 2008  hal itu telah kuberitahu kepada Pemimpin Perusahaannya Ade Adran Syahlan.

 

Kemarin Ade Syahlan menanyakan kan kepadaku tentang koran yang dikelola nya, setelah kenaikan harga dari seribu menjadi dua ribu, memang sewaktu seribu koran ini laris manis seperti goreng pisang, tapi bukan goreng pisang krispy lho.

”Boro-boro mau beli baca aja kularang ” jawab ku.

Di tanggal yang sama sub judul nya tertulis DIPERKOSA BERGILIR 3 LELAKI DI MOBIL, 7 PASANGAN KUMPUL KEBO SIANG BOLONG , KUMPUL KEBO SAMPAI FILM PORNO.

 

KHUSUS PRIA SEJATI SINGKAP RAHASIA TERDALAM WANITA KIRIM KE 3767 REG SUTRA 33 (ADA GAMBAR WANITA YANG HAMPIR SELURUH PAYUDARANYA TERLIHAT).

OHH MINEM TULISAN BERSERI BREWOK YANG ISINYA YES OR NO..HARI INI MENGGAMBARKAN SI MINEM HANYA PAKAI CELANA DALAM DAN BH SAJA.

TAFSIR BOBOK TANTE INGGRID, DIAJAK MELANCONG KEGADISAN DIRENGGUT ,  INDEHOY SEBELUM IMSAK, ini cerita tentang selebritis Cintya Lamusu dengan Surya Saputra.

Iklan alat bantu sex membesarkan alat kelamin lelaki, bertaburan. Segala macam merk ada di koran yang terbit 32 halaman model tabloid ini.

Suami saya sudah merasakannya, aduh…. Saya sampai kewalahan kata Misye Arsita dalam iklan di koran yang di miliki saham nya ini oleh seorang pak Haji.

Klinik pasak bumu, besar, panjang, keras, dan tahan lama. Pertama dan satu satu nya di Indonesia, pernah kukatakan kepada Pemimpin Perusahaannya , kalau lah tulisan ini dibaca Gadis kecil tercinta bagaimana, menjawabnya.

Ada lagi kisah pelacur masuk surga. , cerita bersambung mungkin karena di bulan ramadhan, warna nya di buat hijau.

Lihat lah sepanjang jalan , persimpangan dan perempatan anak2 usia sekolah yang menenteng koran itu untuk di jajahkan, termasuk Raju murid kelas dua yang masih lugu itu menawar-nawarkan bacaan yang pantas di baca oleh orang dewasa.

Terus mau diapain koran itu ya.  Yang punya pak haji lho.

PMI Kekurangan Darah, Donor di Bulan Puasa


Tanggal 6 September 2008, hanya tinggal sebelas kantong lagi persedian darah di PMI Batam, iya, biasa di bulan puasa seperti ini agak enggan orang mendonorkan darahnya, kata petugas jaga di PMI Batam saat kami tiba di ruang pasien malam kemarin (6/9).

Selama ramadhan biasanya kami tak pernah kirim keluar batam, dan belakangan ini pun tak dikirim keluar lagi, permintaan dan kebutuhan darah untuk Batam saja tambah banyak, mungkin karena pertambahan jumlah penduduk jelas petugas  PMI itu sambil memperhatikan aliran darah dan berat darah serta membalik balik darah yang sedang masuk kedalam kantong darah diatas timbangan.     

PMI yang berkantor di kawasan Nagoya Batam itu, malam itu meskipun sudah pukul satu tengah malam, mereka masih tetap buka,  “berarti sudah tanggal 7 September ya” ujarnya lagi sembari mencatat tanggal di kantong darah yang baru di “sedot” dari urat nadi tangan kanan Aries Kurniawan.

“Sekarang satu kantong banyak nya 350 ml, kalau dulu memang hanya 250 ml saja”, jelas nya lagi saat kutanya koq agak banyak dari biasanya. Dan enggak boleh berat badan dibawah 48 kg lho pak katanya sambil senyum.

Siangnya setelah membaca koran lokal Batam yang menyatakan PMI Batam kekurangan darah, kebetulan sudah agak lama juga tak donor.  Berangkat berdua malam itu, ternyata hanya Aries saja yang boleh, “Bapak kecapean kali ya, tensi bawah nya mencapai 100 jadi enggak boleh donor pak” ujar petugas PMI disitu setelah memeriksa Haemoglobin dan tensiku. “Hb nya bagus pak, tapi kalau bapak bisa tiga hari lagi, dan jangan malam hari seperti ini, pagi2 atau selepas berbuka” katanya sambil tersenyum.

Dulu awal pertama aku donor , karena ada teman kecelakaan , kebetulan darahku segolongan dengan teman yang mengalami kecelakaan itu sama-sama O, sejak itu aku rajin donor, Alhamdulillah hingga ke umur 55 tahun ini tak terlalu mengalami ada penyakit yang menghalangiku untuk donor, ya malam kemarin tensiku agak tinggi jadi ada rasa sesal juga malam itu tak jadi donor.

Yaitu mungkin karena sudah larut malam, seperti kata perawat jaga di PMI Nagoya Batam itu, lagian kalau sudah umur 60 tahun tak boleh donor lagi pak lanjutnya, dikhawatirkan kondisi phisiknya tak kuat lagi tambahnya. Dua pekan yang lepas aku periksa lengkap, karena kebetulan akan menunaikan ibadah haji, termasuk jantung, torax, darah, air seni , kolesterol hampir mencapai 200, yang lain-lain Alhamdulillah normal.    

Diatas meja diatas piring telah tersedia dua butir telur rebus sekantong pil warna merah, dan dua kotak jus kacang hijau,  aku tahu itu hanya disediakan untuk Aries saja karena dia yang donor malam itu, rupanya si petugas tahu kalau aku melirik, “oiya pak jus yang satu kotak lagi untuk bapak, karena bapak kan sudah niat tadi mau donor” kata nya lagi sambil senyum lagi dan perawat ini cukup ramah dan tidak pelit dengan senyum nya.

InsyaAllah tiga hari lagi aku akan datang.

%d blogger menyukai ini: