Listrik, UN, Keamanan, Pariwisata di Batam Surat Terbuka untuk Gubernur Kepri


PLN vs PGN

Soal pemadaman listrik bergilir di Batam, dan ketidakberdayaaan PLN Batam “menekan” PGN agar tidak hanya memasok dan memprioritaskan perusahaan CitraTubindo, Kawasan Industri Muka Kuning, dan yang lebih menyakitkan hati lagi lebih memprioritaskan Singapura, negara “penampung” koruptor dari Indonesia itu, direspon positif oleh Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah, dan ternyata pak Ismeth tidak lagi mengantuk.   

Rupanya pak Ismeth masih merasa punya cucu di Batam, meskipun itu bukan cucu biologisnya, syukurlah , siswa yang akan mengikuti UN dan harus belajar ditengah kegelapan dengan penerangan seadanya baik itu dengan lilin maupun lampu teplok,  tetapi kalau mengakses komputer dan listening apakah bisa dicolokkan ke lampu lilin pak Gubernur . soal listrik dan gas ini akan dibawa ke SBY.   Gubkepri janji akan segera lapor ke Jakarta. Masih akan lho…………….. 

UN

UN bagi siswa SMA/SMK hampir diseluruh Indonesia dapat dikatakan berjalan jauh lebih baik dari tahun lalu, memang kita masih mendengar ada di beberapa daerah yang terjadi kecurangan tapi tidak sebanyak kasus tahun lalu. Tetapi di Batam kasus kebocoran soal tidak bisa dibiarkan begitu saja dengan mengadakan ujian ulangan, kemarin kepala dinas pendidikan kepulauan riau Arifin Nasir bersikeras mengatakan tak ada ujian ulangan  kita minta sekali lagi pak Gubernur harus turun tangan dalam mengusut dari mana sumber kebocoran itu dan ditindak.

Ulangan susulan atau ujian ulang dilaksanakan tanggal 5 Mei itu bertepatan dengan Ujian Nasional bagi  murid SMP .

KEAMANAN

Terutama pemulung , pak Gubernur yth, kiranya perlukah mereka dibuatkan kartu identitas (IDE card) yang digantungkan dileher misalnya saat mereka menjalankan tugas kepemulungannya.  Pemulung kertas, karton bekas, plastik bekas, mereka-mereka itu sangat dibutuhkan , kalau tak ada mereka-mereka itu tak jalan pabrik plastik pembuat biji plastik dan pembuat kantong plastik yang berada di Tanjung Uncang sana.   

Yakin dan percayalah kalau pak Gubernur tahu betul dengan istilah daur ulang plastik. Untuk keindahan dan kebersihan dan keamanan kota Batam khususnya para pemulung itu dibuatkan rumah tinggal seperti kondominium misalnya , mereka tidak harus tinggal ditempat mereka mengumpulkan barang bekas, seperti yang banyak kita lihat dimerata kota di indonesia.

Singapura adalah salah satu negara “pemulung” di dunia, dulu sebelum ada PT IBL yang dikelola oleh Dorlan Naibaho , kertas bekas dari Batam di kirim ke Singapura, apalagi plastik paling laku disana, apa yang tidak ditampung oleh Singapura barang-barang bekas dari Batam seperti besi scrap, eeee koruptor bekas pun mereka pulung  tetapi pemulung-pemulung  di Singapura tidak harus tinggal di tempat barang yang dipulungnya. 

Kita tidak tahu mana pemulung benaran mana pemulung yang menyaru, nah pemulung yang menyaru ini yang suka mengambilin cangkul apa saja yang ada terletak dihalaman rumah, mengambilin besi -besi yang masih dipakai, membongkarin papan tanda dan larangan, papan reklame, mengambilin bilboard , tutup-tutup parit.

PARIWISATA   

Faktor keamanan menurut teman saya di Thailand memegang peranan utama dalam dunia pariwisata, sebijak apa dan sepiawi apapun seorang mengemas paket-paket pariwisata, faktor keamanan dan kenyamanan termasuk yang utama. (bukannya PSK)  hotel dan makanan tidak jauh berbeda harga di Batam ataupun di Indonesia dengan di Thailand.

Indonesia jauh dibawah Laos kunjungan wisatanya, Batam daerah ketiga terbesar setelah Bali dan Jakarta kunjungan wisata manca negaranya, siapakah yang datang ke Batam dari negara mana yang terbanyak apa kerja mereka di Batam, tanyalah kepada orang-orang Singapura dan Malaysia , apa yang dicari mereka di Batam. Apa yang murah. sederet pertanyaan lagi pak Gubernur.

Di Laos turis – turis dari manca negara hanya duduk-duduk berjam-jam lamanya dipinggiran memandangi sungai Mekong yang keruh itu, tidak ada teriakan bising seperti dipelabuhan telaga punggur dan sekupang sana.

Kemarin terungkap Batam tempat peracikan terbesar sabu-sabu, kasus ini belum selesai lagi, barang bukti digondol orang dari tempat penyimpanannya, kemarin terbetik berita Batam tempat penampungan terbesar mobil curian dari negara tetangga, mobil-mobil mewah itu berseliweran di jalalan Batam, konon katanya bebas bea masuk untuk mobil dari luar sana akan diterapkan kembali, alangkah enaknya toke-toke itu, seharusnya dikenakan pajak yang besar untuk mobil-mobil mewah itu agar ada dana untuk menambal sulam jalanan yang sudah berkubang kerbau itu pak Gubernur . Tahukah pak Gubernur kubangan kerbau? pergilah ke kampung halaman Ibu Aida Ismet Abdullah Nasution di Tapanuli Selatan sana. Masih banyak kerbau di sana berkubang begitulah keadaan jalalan di Batam.

Dulu alasan pajak kenderaan selagi plat nomornya BM “diambil” Pekanbaru karena kita belum lagi “merdeka’ menentukan kebijakan pajak kenderaanya, sekarangkan sudah menjadi provinsi sendiri.  Kemana lagi pajak kenderaan bermotor itu dipakai?.   

Pencuri Papan Merk di Batam


“Apa lagi jenis bahan yang tidak dicuri orang” gerutu Lukman, Lukman dari perusahaan rokok Malboro.  Dia lagi memesan papan merk dari  “Armed Advertaising” , kebetulan kami pun akan memesan 4 lembar spanduk untuk penerimaan murid baru di sekolah kami Hang Tuah Batam tahun ajaran 2008-2009. 

Gerutuan Lukman itu tak ada yang dapat menjawab karena tak tahu apa lagi yang tidak dicuri oleh pemulung. Lukman  terus berceloteh tentang tak ada rasa aman lagi di Batam yang menyangkut dengan dunia periklanan. 

Lukman nggak habis pikir, papan merk sebegitu besar konstruksinya, dibongkar oleh pemulung dalam waktu beberapa jam saja.  Menjelang subuh mereka pencuri papan merk itu beraksi, disebut mereka pekerjaan pencurian pembongkaran papan merk tak mungkin dikerjakan hanya satu orang.

Awal terbentuknyanya kota Batam hampir seluruh ruas jalan ada papan tanda dan larangan, terbuat dari aluminium, raib entah kemana tak tentu rimba, tutup bak kontrol, baik itu bak kontrol pipa air bersih, listrik ataupun telpon yang terbuat dari baja lennyap begitu saja. Apa saja yang berupa besi ada dijalanan diambil oleh pemulung yang bergentayangan.

Ironisnya penutup parit yang terbuat dari jerjak besi, dibuat untuk memudahkan saat pembersihan parit tersumbat , hilang digondol pemulung, saat hari hujan dan disekitaran parit itu banjir, penutup itu belum sempat diganti tak kelihatan kalau parit itu tak berpentup oleh anak-anak sekolah yang akan pulang sekolah , terperosok dan terseret arus paritlah anak itu, matilah dia. Hal ini bukan sekali terjadi di Batam akibat oleh ulah pemulung yang mencongkel tutup parit yang terbuat dari besi. Maka melayanglah nyawa orang.

Kalau tutup parit seluruhnya dibuat dari beton bertulang, tak nampak apakah parit itu penuh sampah atau tanah, kata kontraktor yang membuat, lagian itu sesuai dengan bestek tambah mereka. Dan lihatlah kata Aries Kurniawan saat kami lalu dari Batam Center ke Pelita tutup parit di Underpass Sungai Panas Batam pun dah diganti dengan beton bertulang karena dah lesap entah kemana besi penutup paritnya itu.

Jangankan cuma konstruksi baja papan reklame yang dibongkar, besi jembatan pun bisa hilang kata teman yang dari Palembang menimpali kekesalan Lukman saat papan reklame rokok mereka hilang. Konstruksi baja untuk pembuatan 1 unit papan reklame berukuran 5 x 10 M misalnya seharga 40 jutaan.

“Yang rugi bukan mereka saja” ujar Taviv Direktur Armed Advertaising , mereka hanya menyewa tempat kepada perusahaan Advertaising, “Lampu sorot seharga 14 juta satu unit sebanyak 4 unit dibongkar dan digondol, padahal itu tak dapat dipergunakan oleh mereka dan kemarin ada dipemulung dijual tak sampai 100 ribu rupiah, gila apa”  jelas Taviv .

Menurut Taviv , pemulung dan pencuri di Batam sudah keterlaluan, Cover Bilboard yang terbuat dari Vinyl seharga 8 jutaan di maling dijadikan atap rumah. Siapa yang tanggungjawab kalau cover vinylnya hilang, padahal kan mereka sudah membayar pajak ke Pemko…………

     

PLN vs PGN yang jadi korban murid sekolah


PLN Batam bukan singkatan dari Perusahaan Listrik Negara tetapi Pelayanan Listrik Nasional dan PGN pula Perusahaan Listrik Negara di Batam dikelola oleh anak perusahaannya berupa Distrik yang masuk Wilayah Sumatera Bagian Utara yaitu PT Transportasi Gas Indonesia.

Dari namanya udah tahu apa tugasnya perusahaan ini  cuma jadi Transportasi saja, perusahaan ini menyalurkan gas ke beberapa perusahan yang menjadi langganannya di Batam. Langganan yang dulu bersedia ikut menanamkan modalnya untuk pemasangan pipa distribusi. Si PLN dulu tak mau sejak awal kita telah menawarkan penggunaan gas untuk pengganti bahan bakar di Batam. Tawaran itu dulu langsung ke OB (apa pulak OB itu , orang Batam tahulah OB , OB itu singkatan Otorita Batam baca dan cari sendirilah siapa yang ingin tahu tentang OB) dan juga ke PLN Batam tak ada tanggapan.  

Kedua Perusahaan ini membuat Batam terancam gelap gulita, kenapa ada pemadam PLN kita tanya sama Direktur Operasi PLN Imam Rani jawab si PLN, PGN nggak mau nambah supply gas, PGN bilang dulu kami tawarkan pasang pipa kau tak mau, sekarang tahankanlah.

“Prioritas utama pengiriman gas itu diperuntukkan bagi konsumen di singapura. Karena mereka yang membangun jaringan pipa bawah laut. Disamping itu Kuato gas itu pulak dibagikan ke Kawasan Industri Batam Indo , Citra Tubindo, Ecogreen dan sisanya untuk PLN dan anak perusahaan PLN lainnya.

Cahyo memahami kekurangan pasokan gas ke sejumlah perusahaan pembangkit listrik di Batam berdampak pada pemadaman listrik di tingkat konsumen masyarakat, siapa pulak Cahyo ini, Cahyo adalah senior executive manager PT PGN Distrik Batam.

Namanya PGN Perusahaan Gas Negara tapi yang ngatur dan ngelola PT Conoco Philips, semua orang sudah tahu Conoco itu siapa, coba  apa kata Cahyo Triyogo “Harapan kita perusahaan penyuplai yaitu PT Conoco Philips dapat menyalurkan lagi ke posisi normal”

Saya yakin Yusuf Kalla yang sedang berlibur di Makasar bersama cucu-cucunya tak tahu tentang ini, Yusuf Kalla atau pun SBY Presiden RI tak tahu bagaimana menjelang UN anak-anak di Batam butuh penerangan butuh listrik butuh apalah namanya yang menyangkut keperluan mereka untuk menghadapi UN, listening membutuhkan energi, bagaimana mereka belajar kalau PLN mati.

Gubernur Kepri dan wakilnya pun diam saja mungkin karena anak mereka tak ada lagi yang bersekolah , sudah menjadi “orang” agaknya, dan mungkin juga kalau ada cucu-cucunya tak bersekolah di Batam.

Mungkin juga Gubernur dan Wakilnya sudah tua tua, jadi kurang gesit, orang tak mau lagi milih yang tua-tua kayak mereka, lihat di Bandung dan di Medan pemilih cari yang muda. Besok pun kalau ada pemilihan Gubernur carilah yang muda , biar agak gesit dan  peduli dengan anak sekolah.

Apa pun alasan PLN apapun alasan PGN yang menjadi korban adalah mereka, mereka sudah stress ngadapi UN mau belajar listik mati.

Yang menyakitkan hati apa kata Cayo, lebih memprioritaskan singapura, PLN Batam pula merasa tak punya beban , hampir 75 % mesin pembangkit listrik di Batam milik swasta lain, bukan milik PLN “swasta” Batam. Tak ada pasokan daya dari pembangkit-pembangkit milik pt medco misalnya, bikin saja iklan di koran ada pemadaman bergilir. Selesai tak ada yang bisa nuntut karena sudah diumumkan.

Itulah Batam boro-boro mau FTZ segala ……………………………… wong pemimpinnya sudah tua-tua dan sudah capek dari dulu jadi pejabat.  

 

 

    

 

Jawaban Soal UN Bocor di Batam, Bentuk Tim Penyelidik Khusus


Tidak ada ujian ulang kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Arifin Nasir, menanggapi bocornya jawaban soal UN untuk SMK. Foto copy an itu menyebar hampir keseluruh SMK yang ada di Batam, untuk tingkat SMA tidak ada kata Pak Aries Kurniawan , nada suaranya kurang pasti apakah untuk tingkat SMK saja atau ada juga ditingkat SMA .

Gubernur pun dikiriman jawaban soal SMK yang bocor itu, wajah si pengantar soal UN itu ada terekam di cctv kantor koran Batam Pos di graha pena. Polsek-polsek menjamin bukan dikantor polisi terjadi kebocoran, sehari sebelum UN bundelan dokumen itu diangkut dari kantor Diknas Batam ke polsek-polsek, yang mengangkut bukan mobil khusus tetapi mobil-mobil yang kebetulan ada di kantor Diknas secara sukarela.

Pemilik percetakan yang mencetak soal UN memastikan tidak ada kebocoran di percetakan, kertas blanko yang tidak terpakai dibakar katanya, tetapi ada lembaran yang tercecer tidak terbakar terlihat dan ditemui oleh wartawan saat meninjau kelapangan, langsung dirampas dan diambil oleh Firman. Kadis Pendidikan panik, polisi akan mengejar pengirim surat Kaleng, SMK Ibnu Sina yang juga mendapat bocoran soal, lokasi sekolah itu persis di depan percetakan yang  menggandakan pencetakan soal-soal UN itu.

Seorang murid dari SMK Harmoni pun mengakui mendapat bocoran jawaban soal, syukurlah pak ucapnya menanggapi ada nya bocoran itu, sementara siswa SMK Bisnis merasa kecewa dengan adanya bocoran soal ini, percuma sebulan saya bergadang katanya, toh yang tak belajar pun dapat bocoran.

Sebelum di cetak oleh percetakan yang mencetak soal-soal UN, di Batam terjadi saling klaim antara dua percetakan , percetakan yang menang yang sekarang mencetak dan menggandakan soal UN tadi adalah  harga tawarannya lebih tinggi, sementara yang lebih rendah malah kalah alias tidak menang, tentu dia protes tidak terima, polemik kedua percetakan ini mencuat ke media massa, toh tetap sja percetakan yang lebih tinggi tawarannya mencetak soal-soal UN itu.

Guru-guru di hari ketiga UN ramai membicarakan hal itu. Firman pemilik percetakan sudah mengatakan tak mungkin bocor dipercetakan, karena pengawasan gedung standar nasional, saat penggandaan soal dilakukan pengawasan  24 jam. masuk keluar percetakan diperiksa oleh security dan dari pihak kepolisian. Kami sudah berpengalaman dalam mencetak soal UN katanya ini adalah yang ketiga kalinya CV Era Cipta Perdana (ECP) mencetak soal-soal UN.

UN banyak kepentingan, kepentingan bisnis dan kepentingan politik, pemilik percetakan yang sekarang mencetak meskipun harga nya lebih mahal tetap dimenangkan, tak terimalah yang lebih murah, pemilik percetakan adalah calon wakil gubernur kepri , dulunya mau dipasangkan dengan  gubernur kepri yang sekarang, tetapi tak jadi.

Tak tahu guru dan murid apakah ada faktor kedekatan ini sehingga meskipun lebih mahal tetap dimenangkan.  Para Guru dan siswa  tak tahu tentang  itu , yang tahu adalah antara mereka, tapi kalau soal tender yang menjadi biang keladinya alangkah malang nasib murid dan guru, kami pun pengelola sekolah dibuat susah oleh mereka, kalau murid kami tak mencapai target kelulusan bukankah itu menjadi beban kata Pak Aries Kurniawan lagi.  

Yang jelas siswa jadi korbannya, siswa yang sudah bersusah paya belajar baik kelompok maupun perorangan, try out berkali-kali dan doa bersama segala sebelum ulangan , dikotori oleh kepentingan bisnis dan politik kalau itu betul terjadi. Kita minta pihak kepolisian dan kejaksaan  turun tangan kalau perlu dibentuk tim khusus dari pusat Jakarta sana.  

Semua pihak yang terbabit harus diperiksa………… memalukan. Gubernur jangan tingal diam.

 

Kunjungan Wisata Ke Batam Tahun 2010


Petang (22/4) selepas magrib berbunyi telpon, aku menduga ada wali murid yang menanyakan anaknya koq belum pulang, apa ada kegiatan di sekolah, selalunya begitu.Maklum akukan pengurus sekolah Hang Tuah.

Tapi dugaan ku salah, ternyata dari Ibrahim, anak HMI katanya mengingatkan ku, dan akupun belum ingat betul. Ibrahim bekerja di Otorita Batam mengurusi kamp pengungsi Vietnam.

Kata Ibrahim setelah membaca Buletin Jumat di Masjid komplek perumahan nya dia membaca tentang makanan Halal di Vietnam. Pebruari 2008 yang lalu aku ke Vietnam dari Saigon ke Hanoi aku naik bus hampir 48 jam. Bagaimana tentang kisah perjalanan ku itu ditulis di Buletin Jumat karena menyangkut dengan makanan Halal dan dimana tempat-tempat restoran Halal di Negeri Komunis itu.

Ibrahim janji akan bertemu dengan ku membicarakan peluang pariwisata di Pulau Galang , Pulau Galang dahulunya adalah tempat pengungsi Vietnam, tapi sekarang sudah ditinggalkan, orang-orang Vietnam yang dulu mengungsipun sekarang sudah banyak yang kaya. Ada beberapa rombongan bekas pengungsi yang sudah kaya datang bernostalgia ke Pulau Galang . “Itu peluang pariwisata yang akan digalakkan oleh Pemko Batam ” ujarku kepada Ibrahim.

Tapi kalau Batam masih seperti ini ya susah turis mau datang, aku contohkan saja kepada Ibrahim kalau mertuamu datang kerumahmu apa yang akan kau sediakan, tentunya tempat tidur dan makanan, jadi kalau mau turis datang ke tempatmu harus kau sediakan Hotel dan Restoran, di Thailand Hotel cukup murah makanan pun murah enak lagi dan beragam, beberapa kali aku ke Thailand.

Tidak cukup dengan tempat tidur dan makanan yang kau sediakan agar mertuamu senang tinggal dirumahmu, tentunya sewaktu tidur apakah ada yang menggeranyangi kantongnya , dan mengambil duit di dalam dompetnya, itu segi keamanan.

Restoran Hotel dan Keamanan penting dan satu lagi kenyamanan, kalau anakmu bising terus terusan merengek kan membuat orang tidak nyaman, di Laos turis hanya duduk – duduk saja di pinggir sungai Mekong menatap aliran sungai yang agak kekuning kuningan itu dari pagi hingga ke petang, tak ada orang sibuk menjajahkan dagangannya dan tak ada supir taxi yang menarik narik tangannya.

Mungkin itu sumbang saran ku kepada Ibrahim yang katanya ingin menggalakkna tahun 2010 sebagai tahun kunjungan wisata ke Batam


Posting oleh Hang Tuah Batam ke Hang Tuah Batam pada 4/22/2008 05:33:00 AM

UN SMA di Sekolah Islam Hang Tuah Hari Kedua


Hari kedua Rabu (23/04) UN di SMA Islam Hang Tuah didatangi tamu istimewa, pak Fitri dari Dinas Pendidikan Kota Batam beserta 2 orang dari Departemen Pendidikan Nasional Jakarta.

Pak Aries kepala SMA Islam Hang Tuah bilang mungkin Sekolah Islam Hang Tuah termasuk lokasinya terpencil dan bisa jadi karena tahun lalu tingkat kelulusan murid SMA nya yang terendah, sehingga dua orang pejabat dari Jakarta perlu turun meninjau UN di SMA Islam Hang Tuah.

Tahun lalu tingkat kelulusan di Sekolah Islam Hang Tuah yang mengelola sekolah dari TK Hingga SMA , untuk tingkat SMA paling rendah diseluruh Batam, tak mencapai 50 persen, banyak faktor yang menyebabkannya.

Disamping memang inputnya rendah yaitu murid SMP yang tak lulus UN setelah itu mengikuti paket B adalah jumlah terbanyak di SMA Hang Tuah, dan murid pindahan dari sekolah lain yang mereka tidak naik kelas disekolahnya, dipindahkan , dan pindahnya ke Hang Tuah. Beberapa anak putus sekolah dan anak jalanan yang tak mau diterima disekolah lain di Sekolah Hang Tuah mereka menimba ilmu.

Murid SMP lulus dari paket B mana ada yang diterima disekolah Negeri…..sekolah negeri telah mematok angka nilai kelulusan sekian baru dapat diterima masuk.

Di sekolah Islam Hang Tuah murid baru masuk tidak dipungut biaya uang pendaftaran bahkan uang pembangunan pun tidak ada alias bebas, baju seragam beli sendiri, silahkan jahit sendiri warnanya saja yang ditentukan untuk baju muslim. Begitu pun buku-buku yang dibutuhkan sekolah tidak menyediakan.

Hari ini di koran-koran lokal ramai diberitakan tentang bocornya soal UN di sebuah SMK, diperkirakan dari percetakan penyebabnya. Percetakan UN di batam sedang ada masaalha soal tender, enggak tahu apa ada kaitannya.

Mungkin itu alasan si Bapak-Bapak dari Departemen dan dari Dinas Pendidikan datang meninjau ke sekolah Islam Hang Tuah? Kami tidak menargetkan berapa persen kelulusan siswa di SMA Hang Tuah jelas Pak Aries Kurniawan, jadi tidak ada nilai katrol atau kepada siswa dibocorkan jawaban soal , tak masalah mau paling rendah tingkat kelulusan diseluruh Indonesia pun di SMA Islam Hang Tuah tidak akan ada kecurangan dengan memberi jawaban kepada siswanya.

Kepada Departemen Pendidikan atau Dinas Pendidikan, agar kepada sekolah negeri seyogianya menampung juga anak – anak yang tak lulus SD SMP, yang mengikuti paket A maupun B bukan seperti sekarang ini sekolah negeri tak mau menerima murid yang nilainya rendah.


Posting Hang Tuah Batam pada 4/22/2008 10:55:00 PM

Hari Ini UN di SMA Hang Tuah Dimulai


Pagi-pagi sekali pak Aries Kurniawan dah bangun , tak seperti biasanya sekitar pukul 7 pagi dia baru berangkat ke Sekolah, aku baru teringat kalau hari ini hari selasa 22 April adalah hari yang menentukan lulus tidaknya anak SMA mengikuti UN , tahun ini pula ada tambahan mata pelajaran yang akan diuji selain Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggirs untuk anak-anak SMA Jurusan IPA dan Ekonomi untuk anak jurusan IPS.

Tahun lalu murid SMA di tempat kami nilai kelulusannya tak mencapai 50 persen, menjadi Head News di Koran Tribun Batam, dan di Provinsi Kepri sekolah kami menjadi sekolah peyumbang terbesar ketidak lulusan. Tribun tak fair, saat anak-anak murid sekolah kami tak mencapai kelulusan 50 persen jadi head news, tetapi saat SMP nya lulus 100 persen diberitakan pun tidak, padahal sebuah SMP Negeri yang termasuk salah satu paforit yang berdekatan dengan kami muridnya malah tak lulus 100 persent. Redaktur Koran Tribun group Kompasaa ini bilang kalau lulus 100 persen malah bukan berita pak…. dasar……………………

Tapi itu adalah nilai murni yang dicapai oleh murid2 Sekolah SMA di tempat kami, bisik-bisik para tetangga kalau mau mencapai 100 percen bisa saja, tetapi pak Aries Kurniawan tak mau mengkatrol agar nilai kelulusan anak-anak didiknya dengan melakukan segala cara sebagaimana yang dilakukan SMA tetangga sekolah kami.

Tahun ini pun terserah murid-murid nya, kami sudah maksimal berbuat, ujar Aries Kurniawan, hal itu telah diberitahukan kepada orang tua masing-masing, nilai bayangan sat try out misalnya telah dibagikan dan diberitahukan kepada orang tua murid masing-masing.

Pak Aries Kurniawan adalah Kepala SMA sekaligus merangkap Kepala SMP dia lulusan dari Universitas Jember untuk S1 dan S2 nya diselesaikan di UGM, siang ini dengan wakilnya pak Kuswoyo mereka berangkat ke Sekupang membawa 4 bungkus amplop besar hasil ulangan murid SMA yang telah disegel , segelnya masih terlihat.

Tak ada target-targetan tentang kelulusan katanya suatu saat sewaktu diwawancari beberapa wartawan media lokal, mungkin para wartawan itu perlu tahu apa yang akan dibuat sekolah kami tahun ini untuk tidak seperti tahun lalu yang hanya mencapi 50 persen kelulusannya.

Lagian UN bukan lah segalanya ujar pak Aries Kurniawan, pendidkna bukan hanya ditentukan oleh UN, disekolah kami yang berbasis Islam anak-anak diajarkan akhlak, ibadah , Aqidah, Quran, Hadist dan pelajaran amama Islam lainnya. kata pak Aries menjelaskan.

Meskipun kami kurang sependapat dengan adanya UN tetapi karena harus tunduk dibawah perintah Diknas apamau dikata.

Mudah-mudahan murid2 disekolah kami lulus semua….mereka tetap sehat dapat mengikuti UN dihari yang lain dan guru-guru disekolah kami pun tetap optimis ……… tak terlihat gugup dan grogi apalagi nervous menghadapi UN karena mereka-mereka  pun  jauh-jauh hari telah diberitahukan tentang kebijakan pemerintah mengharuskan seperti itu.

Insyaallah………………    

 

%d blogger menyukai ini: