SURAT TERBUKA UNTUK PM MALAYSIA TUN NAJIB.


 

ASAP MENJADI BERKAH BAGI PEKEBUN SAWIT DI SEMENANJUNG?.

asap1Asap….tahukah Tuan bahwa asap sangat berguna bagi kesuburan buah sawit?…sejak asap “melanda” sebagian wilayah semenanjung melaya.

Malaysia menjadi pengekspor minyak sawit terbesar dunia, asap sumatera tak sampai ke utara semenanjung, bunga sawit, tak sebanyak menjadi buah sawit yang di selatan, misal nya negeri johor . Di utara malaysia, seperti di Kelantan dan Perlis yang berbatasan dengan Thailand (Narathiwat, Setun) buah sawit tidak sebanyak di negeri yang diasapi. Apalagi di daerah Burma, misal Kaw Thaung perkebunan sawit luas di selatan Myanmar yang berbatasan dengan Thailand Ranong dan laut andaman.

Oleh sebab itu selayaknya pemerintah Malaysia memberikan konpensasi kepada korban asap, karena asap ini telah menaikkan hasil buah sawit perkebunan di seluruh semenanjung.
Saya pernah lalu dari mulai Sabah hingga ke Serawak, buah sawit tidak sama hasilnya dengan di semenanjung.

Saya baru dari Myanmar, lalu dari Thailand selatan, terus ke Rantau Panjang dan berakhir di Johor “Benihnya sama, ini yang bagi malaysia, tetapi hasilnya tak sama” ujar penduduk Myanmar saat kami lalu di perkebunan sawit , hanya terlihat beberapa tandan bunga yang tak berbuah.
Pak Najib, “mengasapi” pohon palm termasuk menghilangkan hama.

Pekebun sawit di malaysia sangat beruntung mendapatkan asap kiriman dari sumatera, angin yang meniup asap itu membuat berkah kepada negeri anda, terutama pekebun sawit itu.

Dalam udara normal oksigen (O2) sekitar 16 % , asap asap “kiriman” ini tidak sampai membunuh manusia, karena masih dalam batas toleransi.

Tetapi cukup untuk “membunuh” kutu hama yang ada di tandan sawit perkebunan pekebun di semenanjung.

Saya tidak hendak berandai andai, apakah memang ada kesengajaan pembakaran, untuk menghasilkan asap percuma….??
Saya melihat berhektar hektar pohon sawit tidak produktif di utara yang tidak kena asap.

Ini hasil dari pengamatan saya, bahwa kebun kelapa sawit yang terkena asap akan berbuah lebih banyak dari yang tidak terkena asap.

Data itu sangat mudah di dapat oleh anda, bandingkan satu hektar sawit di daerah negeri Johor, dengan di Kelantan sana.

Catatan Perjalanan dari Makassar: Mengunjungi Masjid Amirul Mukminin Masjid Terapung di Makassar


SONY DSC

SONY DSC

MAKASSAR — Mengunjungi Makassar dari Batam, naik pesawat terbang lebih mahal ketimbang melalui Kuala Lumpur.
Kesempatan mengikuti Muktamar Muhammadiyah ke 47, Buletin Jumat (BJ) berangkat dari Kuala Lumpur bersama delegasi dari Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam. Tiba di bandara Hasanuddin kota Anging Mamiri itu, kami dibawa langsung ke Hotel Aryaduta. Lokasi Hotel ini persis didepan Pantai Losari.
Cukup letih juga bagi BJ, perjalanan dari Batam naik ferry terakhir, ke Stulang Laut ke JB central, darisitu BJ naik kereta api malam ke KL central dengan tiket seharga 39 RM. Kemudian berangkat pukul 23.00 tiba pukul 07.00 pagi. Turun dari tingkat tiga terminal, kelantai dasar bus jurusan ke KLIA2 tiket bus 11 RM.
Shalat subuh di dalam kereta api, sambil duduk di tempat tidur, karena tidak dapat berdiri. Mandi setelah tiba di KLIA2, di terminal keberangka tan, pengelola menyediakan tempat mandi bagi para penumpang Air Asia.
Penerbangan dari KL ke Makassar sekitar tiga jam, pulau pulau kecil, dengan air yang jernih terlihat indah dari udara sesaat hendak mendarat di lapangan Hasanuddin.
Pantai Losari, salah satu pantai tujuan wisata di teluk Makassar, mulai petang hingga larut malam, pantai ini tak henti hentinya di datangi para pengunjung, sepanjang lebih dua kilometer pinggiran pantai ini dipadati penjual pisang bakar.
Masjid Asmal Husna
Makassar tidak hanya terkenal dengan wisata kulinernya saja jelas Walikota Makassar. “Di Makassar ba nyak makanan khas dan memakannya disesuaikan berdasarkan waktu. Jam 7 pagi di Makassa kita bisa menikmati songkolo, jam 8 hingga jam 10 pagi Nasi Kuning, dan jam 13.00 hingga 15.00 waktunya menikmati coto Makassar” Ujar Danny nama akrab walikota Makassar ini di tempat kediaman pribadinya, rumah cukup luas bisa menampung ratusan orang memiliki lapangan oleh raga sendiri. Para tamu juga disuguhi makanan khas Makassar seperti Bikangdoang, Sanggara Unti dan Lame Kayu, dan minuman khas dari jahe Sarabba.

SONY DSC

SONY DSC

Banyak landmark menarik yang bisa dilihat di kota ini. Salah satunya adalah Masjid Terapung di Pantai Losari.
Kalau Jedah memiliki masjid Ar-Rahmah yang dikenal oleh jemaah haji Indonesia sebagai masjid terapung. Di Makasar pun kita bisa menemukan mesjid terapung yang indah dan unik. Sebetulnya mesjid terapung di Makassar itu bernama Masjid Amirul Mukminin. Tetapi sang walikota penerus pembanguan ide walikota sebelumnya menjelaskan bahwa kubah diameter sekitar 9 meter dua buah berdampingan dan tangga menuju ke lantai tiganya membentuk angka 99 melambangkan asmaul husna. “Bila dilihat dari atas dua buah kubah dan tangga membentuk angka 99, melambangkan asmaul khusna” ujar walikota Makassar yang ber-ibu Aisyiah dan ber-bapa dari ormas NU.
Hal yang belum pernah diungkapkan oleh walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto ke publik, saat menjamu rom bongan Muktamar Muhammadiyah dikediaman beliau
Mesjid ini terletak di teluk Makassar atau di pantai Losari. Karena Mesjid dengan arsitektur modern ini memang dibuat di bibir pantai dengan pondasi cukup tinggi, maka dalam keadaan air pasang terlihat seperti terapung di laut.
Mesjid indah di pinggir pantai losari itu dibalut warna putih yang dominan dan abu-abu serta juga dilengkapi menara yang tinggi menjulang sekitar 16 meter, menambah keanggunan mesjid tersebut. Kala itu Mesjid ini diresmikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla pada 21 Desember 2012 silam.
Meskipun kelihatannya mesjid ini tidak terlalu luas, namun ternyata, mampu menampung sekitar 400 sampai 500 jamaah. Suasana di dalam Masjid ini terasa nyaman walaupun lokasinya berada di daerah terik. Didisain terbuka sehingga angin laut bisa masuk dengan bebas, dari jendela jendela yang terbuka.
Di bawah kubah itu, pengunjung da pat menggunakannya untuk beribadah sambil menikmati keindahan pantai Losari dan daerah sekitarnya . Apalagi sambil menunggu matahari terbenam kita bisa naik ke bagian atas, menikmati suara deburan ombak. Angin yang bertiup cukup kencang dan menunggu matahari terbenam. Indah sekali. Dan yang paling penting shalat magrib tidak sampai tertinggal. Banyak tepi pantai tidak memiliki sarana tempat beribadah. Konsep pantai memiliki masjid, ide walikota Makassar ini perlu di tiru.
Pelataran dan jembatan yang luas bisa menjadi tempat untuk berfoto ria mengabadikan keindahan mesjid terapung di pantai Losari ini sambil menikmati hidangan khas Makassar, pisang epek.
Sepanjang jalan kiloan meter tidak di pungut parkir untuk semua jenis kenderaan, orang berjualan angkringan pun tidak ditarik retribusi. Pantes kota Makassar acap menerima penghargaan, dan tertata baik dikelola oleh Walikota berlatar arsitek ini. (imbalo)

Ularpun Ikut Menggeleng Kepala


Mendadak Pawang Ular: Tahu kalau bukan orang tempatan dengan membayar 300 RSL kitapun bisa melihat ular mengeleng gelang.

Mendadak Pawang Ular: Tahu kalau bukan orang tempatan dengan membayar 300 RSL kitapun bisa melihat ular menggeleng gelang.

Catatan Perjalanan dari Sri Lanka

SRILANKA– Mengunjungi Sri Lanka berangkat dari Batam. Melalui Kuala Lumpur – Colombo dengan Air Asia lebih murah, bila kita kembali dari Colombo – Kuala Lumpur lebih mahal. Selisihnya hampir 2 kali lipat.
Harga barangan lebih mahal di Colombo dari pada Kuala Lumpur. Begitu juga gaji karyawan biasa, di Malaysia dibayar 1.800 RM di Colombo hampir dua kali lipatnya, sebesar 45.000 RSL.
“Saya bekerja di Malaysia hanya satu tahun “ ujar Aleem yang dapat berahasa melayu, sewaktu kami bertemu di Masjid Merah. “Aleem tidak akan ke Malaysia lagi kalau untuk bekerja” tambahnya sambil tersenyum.
Seperti Aleem banyak rakyat Sri Lanka, tak mau mengaut upah Ringgit, karena tak bisa diandalkan di negaranya,beda dengan pekerja asal Indonesia, dengan gaji 1.800 RM sudah termasuk besar, kalau dikurs jadi rp 6 jutaan UMK Batam sekitar 2,5 juta rupiah.
Itu juga agaknya tak banyak pekerja asal Sri Lanka di Malaysia, hal ini berdampak dengan penggunaan bahasa melayu di negara pulau itu. Bahasa melayu yang mereka pergunakan adalah bahasa melayu khas Sri Lanka.
Berbeda dengan Nepal, negeri yang baru ditimpah musibah gempa ini, ratusan ribu tenaga kerjanya di Malaysia. Saat Buletin Jumat mengunjungi negeri tempat kelahiran sang Budha Gautama itu banyak orang dapat berbahasa melayu logat Malaysia disana.
Gelengan kepala tanda setuju
Perbedaan lain Sri Lanka, seluruh daratannya mengakses ke laut sementara Nepal seluruhnya daratan. Dan persamaan spesifik antara keduanya adalah kalau bicara menggeleng gelengkan kepala.
Teman seperjalanan, Ashari, punya pengalaman khusus dalam hal mengeleng-gelengkan kepala ini. Saat hendak memarkirkan kenederaan yang kami rental termasuk supirnya, Ashari yang duduk di depan turun terlebih dahulu melihat disuatu tempat yang sangat ramai dan susah parkirnya ada satu parkiran yang kosong, mungkin karena naluri di pelabuhan Batam Center, Ashari pun berdiri di tempat yang kosong itu, sembari berkata kepada supir parkir disini saja. Sang supir tersenyum, menggeleng-gelengkan kepalanya (tanda setuju). Melihat itu Ashari berlalu dari tempat kosong dan langsung saja ada kenderaan lain yang masuk kesitu. Rupanya Ashari mengartikan gelengan kepala tanda tak setuju.
Bukan sekali itu saja salah faham, selama empat hari bersama hal itu terus berulangkali, pesan makanan batal karena gelengan kepala.
Saat dari Lapangan terbang hendak ke kota Colombo “Sudahlah kalau begitu kita masuk jalan tol saja, biar cepat” ajakku. Sang supir pun menggelengkan kepala. Dia terus menembus macet jalanan, semakin macet, ee dah tiba di pintu tol. Lha tadi geleng geleng kepala, batinku dalam hati sekarang koq masuk tol juga.
Jadi bila berkesempatan datang ke Colombo, siaplah dengan gelengan kepala. Banyak gerai menjual batu mulia, kecil-kecil, harganya lumayan mahal, tak seperti di Batam, banyak batu yang besar, harganya murah. Batu yang berwarna warni itu dijual sampai puluhan ribu dolar US. Pemandu wisata selalu mendekati kita dan mengajak ke gerai dan museum batu itu. Dan perlu diingat bisa tawar menawar disitu, saat kita tawar dan si penjual menggeleng gelengkan kepala berarti dia setuju dengan harga yang kita tawar, jangan dinaikkan lagi tawaranya.
Penghasil teh terbesar di Dunia
Disamping terkenal dengan batu, Sri Lanka pun terkenal penghasil teh terbesar di dunia, teh ini di jual di gerai-gerai dan museum teh yang terdapat dihampir semua kebun teh. Merk teh sama dengan kebun dan pabrik tehnya. bermacam-macam kemasan indah, menarik sebagai souvenir dibawa pulang ke tanah air.
Nah ini yang perlu diingat, dengan kemasan sama, merek yang sama, harga jual di museum jauh lebih mahal dengan yang ada di lapangan terbang. Teh-teh kering kiloan ini banyak di jual disepanjang jalan Old Moor dan jalan jalan lain di Colombo.
Restoran warung menjual teh, dalam gelas kecil bisa dinikmati sepanjang hari, terkadang teh dicampur dengan susu kambing, dimakan dengan sejenis kue gorengan bumbu khas Sri Lanka, nongkrong di depan masjid menunggu azan magrib tiba.
Beberapa restoran dan warung itu tutup saat waktu shalat tiba. (***)

Melayu Sri Lanka


melayu srl2SRI LANKA- City Motel di jalan Old Moor tempat kami menginap, tidak jauh dari Masjid Merah. Dari selatan masjid jalan satu arah ke barat, jadi berjalan dulu ke belakang masjid, baru naik bajaj seharga 80 rsl. Lurus saja jalannya sekitar satu kilometer jaraknya.
Moor, adalah sebutan penjajah portugis, menyebut muslim keturunan Arab di Sri Lanka, hal ini juga mereka sebut di Piliphina, Moor atau Moro, pejuang Islam yang hingga kini minta kemerdekaan di Mindanao sana.
25 $ US semalam untuk dua orang tanpa ac, tanpa sarapan pagi, kamar mandi pun bersama, tarip penginapan yang cukup mahal bila dibandingkan dengan Singapura.
Kota Colombo yang terletak di tepi pantai dan pelabuhannya sangat sibuk, bangunan rukonya model lama, hampir semuanya pedagang muslim. Ekspor impor teh dan hasil bumi lainnya. Buruh berkain sarung mendominasi. Bekas ludah pemakan sirih berserakan dimana-mana. Agak kotor, maklum pasar
Orang sana menyebut Colombo, terdengar seperti bunyi Kalambu. Dan agaknya karena banyak sekali nyamuk, rumah yang tak berpendingin dan tidak tertutup rapat, semuanya dilengkapi dengan kelambu, termasuklah di tempat kami menginap.
Sailan, Ceylon dan kini Kalambu (Colombo), mung kin agaknya me mang melayu orang-orang Sri Lan ka yang mempo pulerkannya. Dan hal ini bisa saja ka rena lebih 80 per sen orang melayu Sri Lanka ada di Colombo.
Dekat tempat kami menginap ja rak 100 meter ada sebuah Masjid besar Grand Mas jid namanya, agak keatas bukit dari situ terlihat jelas Masjid Merah, sepanjang jalan Old Moor itupun terdapat beberapa buah masjid kecil kecil.
Sri Lanka pernah diperintah seorang raja muslim. Sekitar 2 jam perjalanan ke selatan dari Colombo ada satu pro vinsi penghasil teh terbesar di Sri Lanka namanya Kandy, nah lagi lagi orang sana menyebutnya Kendi, tentulah orang melayu tahu apa itu kendi, tempayan tempat air.
Kota berhawa sejuk di pegunungan ini menjadi tujuan para turis, kami me nginap semalam tarip hotelnya lebih mahal lagi 8000 rsl semalam. Hotel tua mungkin sudah ratusan tahun terlihat dari lift nya, lift hotel ini mengingatkan lift yang ada di sebuah pertokoan tua di Manila. Banyak bangunan tua di Kandy, sebuah hotel tua Hotel Islam namanya terletak persisi di tengah kota Kandy.
Kota Kandy mirip Bandung, dikelilingi pegunungan. Danaunya yang indah berair jernih, danau itu dikelilingi bangunan bersejarah masa penjajahan dulu.
Sri Lanka luasnya sekitar 11 kali pulau Bali, sungai berdinding terjal dan curam mengalir dari perbukitan membelah dua Sri Lanka sampai ke Jaffna diutara. Rencana akan dibuat jembatan dari jaffna ke India. Wah… kalau ini terlaksana akses ke Sri Lanka lebih mudah lagi.
Di Kandy sama dengan kota lain di Sri Lanka banyak burung gagak berterbangan, kotoran burung gagak berwarna putih mengotori, patung-patung hitam yang terdapat di ta man, patung budha pun tak terkecu ali, burung-burung itu bertengger dia tas kepala patung dan buang kotoran nya disitu. Untuk menghindari koto ran burung itu banyak patung budha yang berdiri di sepanjang jalan dibuat kan dan dipasangi rumah dan kotak kaca. Kalau kita berjalan jalan diba wah pepohonan yang ada di pinggir jalan, siaplah sesekali diberaki burung yang bertengger didahannya.
Tak cukup rasanya sehari di Kan dy, tengah hari kami tinggalkan Kan dy berangkat menuju Tissama harama, kota di tenggara yang terle tak di pinggir laut berbatasan dengan Maladewa dan Aceh Indonesia.
Berjam-jam melewati kebun teh Sri Lanka, berkelok kelok diudara yang sejuk diketinggian 2000 an meter, terbentang luas tanaman palawija seperti di Brastagi, kubis, wortel, buncis kentang tanaman khas pegunungan. Banyak sayuran tetapi hampir semua rumah makan yang kami singgahi tidak menyajikan maka nan yang mengandung sayuran. Semua makanan menu India, kucoba sekali memesan sop sayuran, sebagai mana yang tertera dalam menu, sop sayuran itu kuanya kental mungkin di campur susu.
Ada menu kangkung, dan mereka menamakan sayuran itu kangkung tumis, meskipun tidak mirip dengan tumis kangkung di tempat kita luma yanlah. Agak kangkung ini dikenal, karena tidak dipungkiri dari puluhan ribu melayu Sri Lanka itu, sebagian berasal dari Jawa. Sewaktu Belanda menjajah Indonesia dan Sri Lanka, dulu, ribuan tentara dari Jawa dibawa kesana. Termasuklah asam jawa turut serta dibawa? Kalau kita mengunjungi museum Sri Lanka, terlihat tahun kedatangan VOC di negeri itu.
Hukum DM dan MD
Bahasa melayu Sri Lanka, pun bermacam-macam, terkadang ada kata-kata dari Kelantan Utara Malaysia (Patani Thailand), ada dari Jawa, dan terkadang terdengar seperti dari Bugis, seperti menyebut hutan, jadi hutang, ikan jadi ikang.
“Saya Kakek mari datang Sawa ngan” ujar Azzor pemuda yang berte mu di kantor Coslam. Coslam adalah Konfrensi Melayu Sri Lanka. Persa tuan ini setiap tahun memperingati Hari Berbahasa Melayu di Sri Lanka.
Ahmed Azzor, putra presiden per satuan Coslam yang kuliah di Malaysi itu menulis dalam watsapku : “Saya bagi tahu informasi dari dapat hari itu kepada semua Coslam. Kalau ada apa2 kami contact engkau ok”
Ini sudah lumayan bagus karena tiga tahun kuliah di Malaysia, semen tara tak banyak mereka yang bisa berbahasa melayu itu dapat menulis kan apa yang diucapkannya.
Bahasa dan tulisan mereka sangat dipengaruhi Inggris yang terakhir menjajah lebih dari seratus lima puluh tahun hingga Sri Lanka merdeka, jadi hukum Diterangkan Menerangkan (DM) dan Menerangkan Diterangkan (MD), terasa bedanya disana kalau diterapkan dengan bahasa melayu Indonesia, contoh Daun Teh, disana namanya Teh Daun, begitu juga dengan Daun Pisang menjadi Pisang Daun. Itu sebab Azoor menulis kepada saya “Saya Kakek mari datang”, yang maksudnya Kakek Saya datang kemari.
Ada beberapa kota yang kami lalui setelah Kandy, jalanan mulai menurun, supir minibus yang kami sewa, menerang kan nama-nama tempat dan kami mampir dibeberapa outlet penjualan teh.
Memang lebih bagus kalau kita berpergian 8-10 orang sewa minibus saja, lebih murah dan bisa singgah dimana saja.
Malam itupun kami menginap di motel yang terletak di pinggir laut, belum lagi sampai di Tissamaharama. motel ini semalam sewanya 2500 srl, ada kelambu juga. Ciri khasnya Sri Lanka ya kelambu.
Sri Lanka dikelilingi laut, laut le pas, sepanjang pantai pulau itu men jadi tempat wisata yang menarik. Deburan ombak samudera Hindia membuat peminat oleh raga selancar ramai datang kesana.
Kami susuri bibir pantai menuju ke kampung Tissamaharama, bersama kami ada seorang anggota dari Coslam Colombo yang menema ni sepanjang perjalanan. Kampung Tissamaharama ini saat stunami dulu melanda, puluhan ribu umat islam terkorban. Sebagian yang selamat di pindahkan oleh pemerintah Sri Lanka ke kampung lain. Sebagian yang terselamat masih tinggal disana.
Di Tissamaharam ini ada sebuah sekolah yang mengajarkan bahasa melayu, guru-gurunya dapat berba hasa melayu, bahasa melayu ala Sri Lanka, banyak juga kosakata yang tak dapat kumengerti.
Banyak yang kami perbincang kan, dalam pertemuan itu, antara lain soal kamus bahasa melayu. Bahasa melayu yang mana?, Indonesia, Malaysia, apakah Brunei yang baru saja membuat Kamus Besar Bahasa Brunei?.
Hal itulah yang kukemukan pada saat pertemuan di kantor Coslam di Colombo, diminta memberikan sambutan tentang melayu di Asia Tenggara, kebetulan negara – negara Asean semua sudah kukunjungi, tidak kurang 300 juta orang bisa bertutur bahasa melayu ala tempat tinggal mereka dan sangat dipengaruhi dialek setempat.
Di Thailand, tidak di selatan saja, sam pai ke utara orang dapat bertutur bahasa melayu, demikian pula di Laos, di Burma, di Vietnam, Kamboja, meski tak banyak di Piliphina pun orang bertutur bahasa melayu. Apalagi Singapura dan Malaysia.
Bisa saja seperti di Brunei, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menja di rujukan hampir seratus persent kosa kata yang ada dalam buku itu diadop oleh Kamus Bahasa Brunei. Tak salah bila Bahasa Melayu Sri lanka, tetap bahasa melayu sri lanka, dan KBBI bisa jadi rujukan mereka untuk menyusun Kamus Bahasa Melayu SriLanka. Rencana mereka akan menyusun kamus bahasa melayu sri lanka. (***)

Islam di Colombo Sri Lanka


Catatan Perjalanan dari Sri Lanka

melayu sri lanka

Konfrensi Melayu Sri Lanka Coslam, bersama TB Haji Azoor dan Prof Seeni

melayu srl1

Keluarga Melayu Sri Lanka, dari nenek dan cucu….

Sri Lanka-Setelah shalat di masjid merah, kami menuju hotel yang terletak di jalan Old Moor. Kubaca tentang Negara Srilangka yang terletak di selat India, tepatnya di bagian tenggara anak benua India. Luas negara ini 65 km2 dengan 9 propinsi, Colombo sebagai ibu kotanya.
Penduduk negara ini berjumlah sekitar 20an juta jiwa dari berbagai etnis. Pemeluk agama Budha mencapai 69 % dari penduduk, suku Tamil 18 % dan kaum Muslimin 3 %. Data ini sebenarnya versi pemerintah, dari pengamatan penulis, umat Islam disanah lebih dari itu.
Negara ini terkenal akan perkebunan teh dengan mutu tinggi yang membuat beberapa perusahaan perdagangan kaya. Di samping itu, negara ini juga terlenal dengan krajinan batu mulia. Perkebunan teh ini berada di provinsi Kandy orang disana terdengar mengucapkannya “Kendi”  wadah tempat air bahasa jawa juga kendi.  Nama lain Srilangka adalah Sailan, Ceylon orang Inggris menyebutnya.
Keindahan dan kesuburan tanah Srilangka membuat negara-negara penjajah tertarik ingin menguasainya. Selama tahun 1505-1658 negara ini dijajah oleh Portugal, 1658-1796 oleh Belanda, dan pada tahun 1796 Inggris menjajah negara ini kurang lebih selama 150 tahun sampai akhirnya negara ini merdeka pada tahun 1948. Penguasan penjajah ini terlihat dalam musium Nasional Sri Lanka. Sedikit batu bertulis yang menyatakan negeri yang dikeliling laut itu pernah didatangi Kafilah Islam.
Penyebaran Agama Islam
Padahal Islam telah masuk ke negara ini pada masa kekhalifahan Umar ibn Khattab abad ke-8 masehi. Ketika itu penduduk Sailan, nama lain Srilangka, mendengar tentang adanya agama Islam, lalu mereka mengirim utusan ke khalifah Umar dan akhirnya mereka masuk Islam. Jadi jauh sebelum penja jah itu datang. Mes kipun Islam di Sri Lanka merupakan agama Islam yang dipraktikkan oleh sekelompok minori tas dari populasi penduduk Sri Lanka.
Di Colombo saja berdiri ratusan mas jid, yang setiap jumatnya ramai dihadiri umat Islam. Termasuklah masjid merah yang terkenal itu. Kalau kita tanya, jamaah menyatakan di Colombo lebih 70 persen umat Islamnya. Satu dari masjid itu bernama masjid Java. dulu disitu terdapat perkampungan asal Jawa. Perkampungan ini sudah tidak ada lagi, hanya tinggal sebuah masjid tanpa penghuni. Keliling bangunan masjid yang masih terawat itu dipagari seng untuk pembangunan pusat perbelanjaan mewah.
sri lanka 4Komunitas muslim dibagi menjadi tiga kelompok etnis utama yaitu: Sri Lanka Moors, muslim India, dan Melayu yang masing-masing dengan sejarah dan tradisi berbeda. Sikap di antara mayoritas orang di Sri Lanka adalah dengan menggunakan istilah “muslim” sebagai suatu kesatuan kelompok etnis tanpa membedakan daerah asalnya.
Warna hijau pada salah bagian bende ra Sri Lanka mengartikan negara tersebut terdiri dari muslim Sri Lanka
Etnis Moor Sri Lanka merupakan etnis muslim terbesar sekitar 92% dari keseluruhan muslim di sana, disusul oleh etnis Melayu sekitar 5% dan etnis India. Masyarakat dan pemerintah, menyebut semua etnis muslim tersebut dalam satu kesatuan sebagai “etnis muslim” secara khusus ditujukan kepa da muslim Moor Sri Lanka. Yang lebih menarik adalah etnis Shinhala yang beragam Islam pun turut disebut sebagai “Etnis Muslim”.
Tahun 1980 pemerintah Sri Lanka membentuk Departemen Urusan Agama dan Budaya Islam, khusus menangani kepentingan muslim Sri Lanka, juga merupakan sikap tegas pemerintah Sri Lanka terhadap usaha Etnis Tamil yang berupaya menjadi kan muslim Sri Lanka sebagai bagian dari Etnis Tamil. Pemerintah Sri Lan ka yang dikuasai oleh Etnis Shinhala menentang usaha tersebut dan tetap menjadikan umat Islam di sana seba gai ‘etnis muslim’ dengan identitas nya sendiri. Selain muslim Suni (mazhaf Syafi’I dan Hanafi) serta komunitas kecil Shiah, Komunitas Ahmadiyah di Sri Lanka sudah berdiri sejak tahun 1915, namun muslim Sri Lanka menganggap Ahmadiyah bukan bagian dari Islam.
Saat ini ada sekitar 5000 masjid di Sri Lanka yang senantiasa berkoordi nasi dengan Departemen urusan agama dan Budaya Islam Sri Lanka. Selain masjid, ada sekitar 749 sekolah Islam dan 205 madrasah di Sri Lanka yang mengajarkan pendidikan Islam, salah satu sekolah Islam ternama di Sri Lanka adalah Zahira College di Colombo. Zahira College merupakan sekolah Islam pertama di Sri Lanka, dibangun pada tahun 1892 oleh tokoh muslim Sri Lanka I. L. M. Abdul Aziz dan Arasi Marikar Wapchie Marikar dengan bantuan dana dari Ahmed Orabi Pasha. Awalnya sekolah ini merupakan Madrasah bernama Al Madrasathul Zahira dan kini menjadi sekolah Islam terbesar dengan siswanya mencapai 4000 orang dan merupakan salah satu sekolah paling bergengsi di Sri Lanka. Di dalam kompleks sekolah ini terdapat mas jid tertua di Sri Lanka, yang masih eksis hingga kini. muslim Sri Lanka juga memiliki universitas Islam di Beruwala (Jamiya Naleemiya).
Para pedagang muslim dari jajirah Arab terus berdatangan dan menyebar, sehingga perdagangan mereka bersa ma-sama dengan penduduk Sailan mencapai kejayaan dan posisi penting di negara tersebut sampai akhir abad ke 15.
Kemudian kaum muslimin dilanda musibah besar dengan berdatangannya kaum penjajah. Keadaan mereka berba lik 180 derajat dan mereka mengalami berbagai macam penderitaan. Penjajah Portugal melakukan peindasan dan pe ngusiran terhadap mereka, bahkan beri bu-ribu orang telah dibunuh, karena mereka mengadakan perlawanan dalam rangka mempertahankan Sailan. Hal ini persis dialamai muslim di Manila.
Orang-orang Portugal mengusir kaum muslimin dari ibu kota, meng hambat gerak-gerik mereka dan me mecat mereka dari pekerjaan, bahkan sebagian dari mereka ada yang dibakar hidup-hidup. Orang-orang Portugal menutup sekolah-sekolah kaum muslimin dan mulai melancar kan gerakan kristenisasi di berbagai pelosok negeri.
Lalu datang masa penjajahan belanda yang memerintah negri ini dengan kekerasan, membuat undang-undang yang melarang kaum mus limin melakukan kegiatan ibadah, menindas serta memaksa mereka membayar pajak kematian; yaitu bahwa setiap orang harus membayar pajak sebagai jaminan perlindungan kehidupan mereka, merampas harta benda mereka, dan melarang mereka melakukan aktifitas perdangan atau berhubungan dengan para pedagang muslim lainnya.
Dan terakhir datang penjajah inggris yang melakukan siasat adu domba dan selalu kaum muslimin menjadi korban pembodohan dan penindasan.
Penulis berkesempatan bertemu dengan komunitas muslim yang tergabung dalam Coslam, mereka baru saja mengadakan konfrensi yang ke-9. Kami diajak mengunjungi komunitas melayu lainnya, sampai ke Tissamaharam. (bersambung)

Masihkah Sumpah Muntah Darah Tujuh Turunan Itu Berlaku??


10917062_1011786895502048_6743744893587662480_nSultan Mahmud Mangkat Dijulang

Antara Bentan dan Kota Tinggi.

Tengah hari itu ( 8/1) dari Johor Bahru, bersama Sabil aku sengaja ke Kota Tinggi, Setelah melalui Ulu Tiram tempat kediaman Nurdin M Top (ingat Bom Bali) tak lama kemudian, belok ke kiri masuklah Kota Tinggi, Persis saat Sultan Mahmud Mangkat menjelang waktu Lohor, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya , padahal dibelakang kami panas Matahari masih menyerlak, Dan memasuki jembatan hendak ke kampung Makam hujan berhenti sama sekali.10896929_1011787188835352_6770874549227565306_n

Jadi teringat Kisah tragis kemangkatan Sultan Mahmud yang hendak menunaikan shalat Jumat ke Masjid yang tak jauh dari tempat kediaman beliau, terbunuh atau dibunuh oleh Laksamananya sendiri Laksamana Bentan yang sangat patuh kepada Sultannya, Laksamana Bentan yang marah, karena Laksamana Lingga tak hendak turut serta, terpaksa dibunuhnya.

Laksamana Bentan meskipun disebut demikian sang Laksamana bermastautin di Semenanjung, bukan di Pulau Bentan tanah kelahiran dan asalnya. Laksamana Lingga hingga akhir hayat nya tetap di Lingga. Lingga kini masuk dalam satu kabupaten di Kepulauan Riau Indonesia.

Kisah tragis terbunuh atau dibunuhnya Sultan Mahmud yang sedang di Julang menuju Masjid, sebagai seorang Sultan yang taat terhadap agama yang dianutnya, dia tak gentar atas rayuan sang Bendahara yang menghimbau tidak usah dulu keluar karena Laksamana Bentan sedang Amuk.

Benarkah sang Sultan berperilaku menyimpang? wallahu a’alam tak sesiapa yang dapat membelanya.

Sumpa itu pun konon terkeluar, rakyat Bentan yang ke Kota Tinggi akan muntah darah….. Entah sudah berapa nyawa yang terkorban akibat sumpah ini, nyaris tak seorang pun yang tahu…..1010222_1011787065502031_6309620527975768606_n

Yang jelas sejak itu zuriat sang Sultan hilang hingga sekarang, meskipun ada setelah beberapa tahun kemudian Raja Kecik yang disokong sebagian besar rakyat Lingga (orang laut) yang hingga kini banyak mendiami kepulauan riau.

Kisah Sultan Mahmud Mangkat Dijulang agak mirip dengan kisah Raja Nepal yang dibunuh ditembak seluruh keluarganya dan ironis konon yang membunuh adalah calon Raja, dan sang calon Raja pun bunuh diri. Hingga ke hari ini Kerajaan Nepal Hilang dari permukaan bumi berganti dengan Republik.

Begitu pula dengan Zuriat Sultan Johor (Mahmud Mangkat Dijulang) ……Bagaimana pendapat tuan

Mengunjungi Kota Paling Bersejarah di Malaysia.


1458450_1011204145560323_7259902246434504596_nKota Tinggi, adalah bandar paling bersejarah di Semenanjung Malaysia, kota ini menjadi pusat kerajaan Riau Johor Lingga. Setelah Melaka jatuh ketangan Potugis. ….Setelah dari Siak , Pusat kerajaan berpindah ke Johor. sekitar tahun 1600 an..10897901_1011213895559348_160472886387692363_n.. Seorang Temanggung terkahir berada di Pulau Bulang Batam kini, Bernama Tumenggung Abdul Jamal… Setelah Indonesia Merdeka tahun 1945 dan Malaysia 1957… berpisahlah rakyat yang dulu satu rumpun….10934041_1011208382226566_9115992381446133052_n

Tak banyak perubahan sejak 40 tahun yang lalu di kota ini, kantor polisi disebelah jembatan memasuki kota itu masih seperti semula meskipun sudah tak dipakai lagi…..

08 Januari 2015 yang lalu aku berkesempatan ke kota itu lagi setelah hampir empat puluh tahun yang lalu …10917384_1011209625559775_1709466721384695899_n

Banyak kenangan di kota ini, di pasar pasar masih banyak ditemui pekerja asal Lombok Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Tidak seperti di utara, jauh lebih banyak pekerja asal Nepal. ….ratusan ribu dari mereka ada yang masuk secara ilegal, disebut pendatang haram…..sekarang diperhalus jadi PATI…..kalaulah Juriat Sultan Mahmud masih ada?….. apa agak jadinya ya????

Kota ini pernah di landa banjir tahun 2007 sampai paras 5 meter lebih…. terlihat pada tugu peringatan di tengah bandar Kota Tinggi itu…. Tahun ini meskipun Bandar ini terletak di tepi sungai kelihatan tak terjejas banjir seperti di daerah lainnya, seperti Kelantan, Trenggano dan Pahang. ….10929068_1011209162226488_3426528238830181483_n

Ada kisah menarik bagi kami orang Bentan nak masuk ko kota ini…. ada yang tahu apa sebabnya???????

Mengunjungi Karez, Turpan Urumqi Xinjiang Cina


CATATAN PERJALANAN DARI CINA
10325696_857915710889168_7567631160711394665_n
KAREZ dalam bahasa Uyghur berarti baik, tempat ini sekitar 200 kilometer dari Urumqi arah ke tenggara, Gansu, Urumqi adalah ibukota provinsi Xinjiang Cina.
10341999_857892830891456_6504423942862093238_n
Uyghur adalah penduduknya, dari etnik ras-ras Turki, dulu mereka mayoritas di Urumqi, sejak zaman Dinasti Han daerah ini sudah sangat terkenal, kafilah yang akan berniaga sutera mesti melalui daerah ini, istirahat, menambah bekal, sebelum meneruskan perjalanannya.

System pengairan di Karez, yang masuk wilayah Turban ini adalah salah satu yang teristimewa di Dunia, Kanal bawah tanahnya menyambung dari pegunungan Flaminggo lebih 5000 kilometer panjangnya, menghubungkan sumur sumur vertikal ribuan pula banyaknya, sumur-sumur vertikal itu digali dengan tangan, dibantu alat sangat sederhana, terkadang tanah dari dalam sumur itu ditarik oleh hewan.
10390404_857892750891464_1068834565655143786_n (1)
Kanal air bawah tanah ini mengalir dan teratur kecepatannya sampai di Karez, jadilah Karez tempat yang subur, ratusan hektar pohon anggur dan tanaman lainnya menghasilkan produksi yang tak henti hentinya.

Ada kesempatan berkunjunglah kesana, lihatlah betapa sayangnya Allah pada kita, negeri tandus, ribuan kilometer jauhnya dari laut itu pun menghasilkan Garam. Kanal bawah tanah di Karez ini disebut keajaiban dunia kedua setelah tembok Cina.

Jalur Sutera
Jalur Sutera yang terkenal sejak ribuan tahun yang lalu itu, kini tidak susah untuk dikunjungi, sekitar 3 jam dari kota Urumqi dengan kenderaan roda empat.
10325289_857892947558111_3337201705236970361_n (1)
Jalur ini pun dulu, pernah dilalui oleh sahabat Rasulullah SAW, Saad bin Aby Waqas ra. diutus Khalifah Usman bin Affan berdakwah mengembangkan Islam, jejak peninggalan itu masih terlihat hingga sekarang, terlihat pada ras Uyghur yang taat beragama, ramah, dan sangat menghormati tamu.

Kini suku Uyghur sangat tertekan oleh pemerintah Cina, mereka ingin merdeka, budaya gotong royong, dan keramahtamahan seperti dulu mereka membangun kanal dan sumur itu sudah susah ditemui di Xinjiang Cina.

Memelihara jenggot saja sesuai Sunnah, bagi kaum lelaki di Cina adalah hal yang terlarang, padahal kalau kita lihat dari postur tubuh dan banyaknya bulu yg tumbuh di muka mereka, sepertinya sudah menja dikodrat, sangat berbeda dengan orang Cina dari entik lain nyaris mukanya mulus, tidak berbulu itulah dilemma jadi minoritas, minoritas di Cina bukanlah hal yang mereka ingini.

Sepekan sebelum kunjungan kami ke Uyghur (07/05/2014), terjadi huruhara di Stasiun kereta api Urumqi yang menewaskan tiga orang, demikian pula setelah 10 hari dari sana, 31 orang tewas dipasar terbesar Urumqi, dikota penghasil sutera dan jade batu giok itu.

Saat kami ke Turban, Karez, kawalan cukup ketat, pemeriksaan orang dan barang bawaan, beberapa 10322817_857894260891313_5404236719853508991_nakan kita lalui sebelum dan setelah Karez, sepanjang 300 kilometer itu. Tentara dan polisi berjaga di sepanjang jalan, dan dipersimpangan, tetapi walaupun begitu tidak mengurangi minat wisatawan mancanegara datang mengunjungi daerah konflik itu.

Daerah Karez ini seperti cawan, pegunungan Himalaya, Nepal, Tibet menjulang di Selatan. Mongolia, Rusia, Kazakhstan membentang pula di Utara. Turki, Pakistan India di Barat mengapit. Dan nun jauh di Timur, laut Cina 3000 kilo meter jaraknya, meresap airnya dibebatuan pegunungan sampai ke Karez, Danau-Danau asin, kadar garamnya menyamai Laut Mati di Asia Tengah. Subhanallah. (Imbalo)

Sungguh Allah Pencipta Yang Sempurna


Catatan Perjalanan ke Cina
10366204_783900314962622_8508420346361356565_n
SEJAK pagi lagi Al Murad pria 30 tahun suku Uyghur yang tinggal menetap di Urumqi provinsi Xin Jiang Cina itu, membawa kami bertujuh dengan Toyota Land Cruiser Outlander dan Honda New CRV nya jauh menyusur ke Selatan kota Urumqi, dialek Cina disana mengucapkan Urumqi terdengar berbunyi seperti “wulumuchi” dan memang dipapan nama yang ada disepanjang jalan tertulis ‘wu lu mu qi’.

Dingin hembusan angin pegunungan berselaput salju dari utara terlihat memutih, Urumqi Cina, berbatasan dengan Mongolia, dan disebelah Selatan, membentang gurun berselaput debu kuning, Urumqi, provinsi otonomi Islam di negeri Cina ini berbatasan dengan Nepal, kadang angin bertiup kencang berputar keatas menerbangankan debu seperti tordano

Sepanjang gurun gersang yang kami lalui ratusan kilometer, dulu, ribuan tahun yang lalu, para kafilah untuk mendapatkan sutera yang terkenal sejak zaman Dinasti Tang itu, gurun ini harus dilalui. Membuat bibir ini tak henti-hentinya bergu mam menyebut asma Allah.

Danau Air Asin
10267768_849625618384844_4690406129174270681_n
Al Murad dengan sabar melayani pertanyaan ketidak tahuan kami, seperti hamparan putih bak salju terlihat menyebar di pinggir danau. Subhanallah, ternyata itu adalah garam yang mengkristal, tak terbayangkan ditengah gurun kerontang, puluhan danau-danau disepanjang jalan itu berair asin (Nacl – Natrium clorida) dan kadar garamnya menyamai kadar garam Laut Mati di Timur Tengah sana.
Allah memberikan rahmat dan hidayah kepada yg diinginkan dan rezeki sudah diatur NYA, kalau hanya mengandalkan akal dan logika semata, tak terbayangkan negeri terjauh dari laut di dunia ini, nyaris jaraknya 3.000 kilometer jauhnya, itulah negeri orang-orang Uyghur, Urumqi.

Turban
10258724_783900691629251_6732547954743343768_n
Daerah tempat tinggal suku Uyghur dipegunungan, pengunungan ini disaat tertentu, musim dingin, malah mengeluarkan panas, telur bisa matang jelas Al Murad kepada kami.

Di dinding gunung terjal itu banyak terlihat gua-gua, sebagian penduduk Uyghur menetap di dalam gua tersebut.
Memasuki perkampungan suku Uyghur, entis yang bahasanya mirip bahasa Turki dan tampang mereka pun sama dengan orang – orang Turki.

Puluhan kilometer jalan beraspal sejak simpang dari jalan besar, mengelilingi pegunungan batu penghasil Jade terkenal di Cina, sampai di perkampungan yang kami tuju, nyaris semua bangunan rumah mereka terbuat dari tanah liat dicampur dengan jerami sebagai penguat.
Perkampungan Uyghur di Turban ini salah satu tujuan wisata andalan Cina.
10366250_783900538295933_1371503712166524297_n
Udara masih dingin pergantian musim, sedang berlangsung, pepoho nan terlihat mulai berbunga , demikian pula ladang anggur puluhan ribu hektar sejauh mata memandang di lembah lembah subur di Turban, mulai memu tik, terlihat rombongan wisata wan tak henti henti berdatangan.

Dengan menikmati buah anggur kering hasil ladang orang Turban, kami tinggalkan kampung itu, menuju tempat lain……….(***)

Urumqi Daerah Otonomi di Cina


Catatan Perjalanan ke Cina

“Yindhinixya” ucapku, setelah menjawab salam dari Al Murad, awal pertemuan, Murad, demikian nama pemuda berbadan kekar itu, mengiraku orang Malaysia.

Soal pertanyaan dan tak dikenalnya orang Indonesia di benua Cina itu, membuat geram Ashari, yang bersamaku dalam program “Bekpeker Dakwah” ke negeri Tirai Bambu itu.

Kami termasuk bekpeker yang nekat, hanya berbekal bahasa alakadarnya dan buku kamus bahasa Indonesia – Mandarin, kami mulai perjalanan dari Batam – Kuala Lumpur dan dari Kuala Lumpur dengan penerbangan murah Air Asia, kami jejak Kunming ibukota provinsi Yunnan, kota paling Selatan di Cina.

Di Kunming tiga hari dengan kereta api seharga 260 yuan selama 18 jam, kami tinggalkan kota terbesar di Selatan Cina itu dengan kereta api, menuju Chengdu. Meskipun Chengdu tidak seramai Kunming, banyak hal yang menarik kami temui di Chengdu, terutama mengenai umat Islam nya. Mereka peduli dengan makanan halal.

3hari dua malam di Chengdu, perjalanan kami lanjutkan ke Utara, meskipun dalam map Cina tempat yang kami tuju terletak di Barat Laut Cina, yaitu provinsi Xinjiang otonomi Urumqi.

Masjid di Urumqi, disela sela gedung pencakar langit.....

Masjid di Urumqi, disela sela gedung pencakar langit…..

Dari Chengdu dengan kereta api selama 48 jam melalui gurun jalur sutera, dua hari kemudian tiba di Urumqi tengah hari, sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Walaupun waktu Kuala Lumpur dengan dengan Urumqi sama, tetapi waktu shalat subuh di Urumqi adalah pukul 03.20 dini hari, nah lho sementara shalat juhurnya pukul 13.20.
SONY DSC
Jadi di Urumqi waktu siangnya, saat ini, lebih panjang dari malamnya. Hari pertama di kota mayoritas muslim Uyghur itu rombongan kami berjalan mengelilingi kota, hampir semua rasanya ceruk kota dah di jalanai, photo sana photo sini, banyak sekali momen momen yang sayang dilewati, kaki ini sudah tak larat nak berjalan di usiaku yang ke 61, dan memang akulah orang tertua dirombongan kami.

Aku menyerah pulang sendiri ke hotel, teman yang lain melanjutkan “tawaf” nya ke tempat tempat lain. Berjalan perlahan, menyusuri jalan semula, sembari mengingat ingat gedung yang sudah dilewat, takut tersesat, kalaupun tersesat, paling juga naik taksi ke hotel yang sudah dicatat alamatnya, dalam perjalan pulang itu terkadang aku berhenti berehat, di bangku – bangku yang banyak tersedia di kota wisata itu, hari sudah pukul 18.30 petang, tetapi sinar matahari masih terang tak terlihat warna merahnya.

Sapaan salam menyentakkanku dari lamunan melihat gedung tinggi berbentuk kubah, “Alaikumsalam” jawabku itulah awal perkenalan dengan Al Murad “Malaysia” tanyanya lagi.

Tahu kalau aku dari Indonesia, orang cina dan dalam kamus yang kubaca, Indonesia dilafalkan Yindhinixya.
Murad bertanya “Apa yang boleh saya bantu untuk pakcik” kata Murad, menjelaskan kalau dia pernah ke Jakarta dan lima tahun di Kuala Lumpur.
“jadi saya boleh sikit bahasa melayu” ujarnya lagi.

Pucuk dicinta ulam tiba, senang sekali hatiku berkenalan dengan Murad, pertemuan tak terduga duga ini, sering kualami di negeri minoritas Islam yang tak mengenal Indonesia dan dapat berbahasa Melayu.

Dengan bahasa alakadarnya, kuutarakan keinginanku hendak mengunjungi pemukiman suku Uyghur, yang kebetulan juga adalah bangsa dan sukunya Murad.
Dan alangkah bahagianya hatiku kalau dapat shalat jumat juga disitu ujarku pada Murad.

Bertukar nomor telpon berpoto bersama, aku mengatakan kalau datang ke Urumqi tidak sendiri, tetapi bersma rekan enam lagi yang sedang keliling melihat lihat kota. Murad berjanji akan datang dan membawa kami ke tempat-tempat khas kehidupan bangsa Uyghur.

Murad meskipun baru berusia 30 tahun, adalah pebisnis yang termasuk sukses. Di Uyghur umat muslimnya puluhan juta jumlahnya, tetapi masih kala persentasi dengan suku Han yang terus menerus memasuki daerah otonomi Cina itu.
Kami agak hati hati membicarakan hal ini.

Kebijakan pemerintah Komunis Cina, seperti tak dibenarkannya kaum Uyghur yang bentuk phisik dan bahasa nya jauh sekali dari suku Han itu memakai jenggot, adalah hal sensitif yang dibicarakan.

Tetapi satu dua orang tua lanjut usia masih terlihat memakai jenggot yang sudah memutih, “Iya dilarang memakai dan memelihara  jenggot dibawah usia 45 tahun” ujar Murad menjelaskan.

Disinggung soal hilangnya pesawat terbang milik Malaysia MAS MH370, dan awal sebelum dinyatakan “berakhir di lautan “ Uyghur, adalah tersangka, satu orang penumpang pesawat itu yang memakai paspor palsu adalah berkebangsaan cina dari suku Uyghur.

Kulihat Murad sering dan acap memperhatikanku, entah apa yang ada didalam pikirannya tentang aku, mungkin kopiah yang selalu kugunakan selama di negeri para Shaolin ini, membuat iya terkesan akupun tak tahu.

Dihari Jumat seperti yang dijanjikan, Sungguh Allah Pencipta Yang Sempurna,  Murad membawa kami, seorang yang menyupiri kami temannya Murad adalah seorang Polisi. Tak menyulitkan kami melalui beberapa kali pemeriksaan sampai keperkampungan suku Uyghur. Barikade tentara dan polisi layaknya daerah bergolak seperti di Aceh jaman DOM dan di Patani Selatan Thailand, begitu juga di Mindanao Filiphina, hal yang sama berlaku juga di seluruh wilayah Urumqi.

Alhamdulillah, aku yakin dan percaya perjalanan kami selama di Urumqi dan pertemuan dengan Al Murad pria beranak dua ini, semua diatur Allah SWT. (Imbalo)

%d blogger menyukai ini: