• kunjungan

    free counters
  • RSS hang tuah batam

  • Album Foto

  • fans page

  • <script type="text/javascript">var cstrpuid = 234893;var cstrpwidth = "200";var cstrpheight = "130";</script><script type="text/javascript" src="http://cdn.caster.fm/0070B7/widgets/player.js"></script><!-- DO NOT REMOVE THE LINKS BELOW, THEY WILL BE HIDDEN (AND WILL HELP US A LOT) --><a id="cstrplb" href="http://www.caster.fm/">Free Shoutcast Hosting</a><a id="cstrplb2" href="http://www.caster.fm/">Radio Stream Hosting</a><div id="cstrpdiv"></div>

UU RI NO 40 TENTANG PERS (1)


10547456_892209664126439_2787480722696643427_nHampir lima belas tahun yang lalu, Undang – Undang Pers diundangkan, tepatnya 23 September 1999 oleh Presiden waktu itu BJ Habibie.
Kebebasan pers di jamin di Indonesia, tidak ada bredel- bredelan lagi itu intinya, tidak ada izin-izin lagi untuk menerbitkan media cetak , cukup berbadan hukum Indonesia, ada alamat lengkap ada dewan redaksi , semua itu tertuang dalam UU NO 40 tahun 1999 tentang PERS.

Lima belas tahun yang lalu Buletin Jumat (BJ) terbit untuk perdana kalinya, bertepatan dengan bulan ramadhan seperti ini, Gus Dur jadi presiden menggantikan BJ Habibie, datang ke Batam, membuka Forum Organisasi Zakat (FOZ) II.

BJ, hanya selembar kertas HVS ukuran F4 dicetak timbal balik, tulisannya berwarna biru, isinya memuat tentang kegiatan ke-Islaman antara lain masjid-masjid yang ada di Batam. Karena memang lembaga yang menaungi BJ adalah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Batam.

Masih ingat benar tulisan pertama tentang Masjid di Komplek perumahan Sukajadi Batam Center dengan Judul “Masjid Sukajadi Tak Jadi-Jadi” , pengembang nya cukup respon setelah membaca tulisan itu, dan berjanji untuk membangun struktur hingga 30% sebagaimana ketentuan bagi pengembang di Indonesia. Masjid yang terletak di perumahan elit di Batam itu kini terus bertambah luas, banyak jamaahnya terutama pada shalat magrib, tak henti henti, mungkin karena terletak di jalur sebelah kiri jalan arah ke Batu Ampar dari Tanjung Uncang, memudahkan terutama para pekerja galangan.

Di perumahan Legenda Malaka, pengembangnya belum menyiapkan lokasi untuk tempat Ibadah, ratusan kepala keluarga muslim telah bermukim disana, solusi atas kesepakatan warga dibuat masjid di luar lokasi tanah pengembang, hingga sekarang masjid itu kokoh berdiri dan telah berdiri pula lembaga pendidikan . Ternyata tempat masjid itu berdiri adalah jalur alternative sebelah kiri jalan menuju Bandara.

Kawasan Industri Muka Kuning punya masjid namanya Nurul Islam, dibangun oleh pengelola, tak mampu menampung jumlah jamaah lelaki, terutama pada shalat jumat, sudah dipasang tenda sampai keluar hanya bisa menampung ribuan orang saja, beberapa tenan yang karyawannya ratusan bahkan ribuan orang, melaksanakan shalat jumat di ruang serbaguna, ribuan hektar luasnya, puluhan tenan besar menempati kawasan, puluhan ribu karyawan di kawasan industri itu, delapan puluh present Islam, masjid hanya satu, Alhamdulillah atas usulan DMI Batam, berdiri masjid Nurul Iman lokasinya diluar lokasi kawasan industry Muka Kuning, tak apalah.

Hampir semua pengembang di Batam sejak awal lagi, tidak menyiapkan sarana tempat ibadah untuk umat Islam ini, perumahan Anggrek Mas, hanya memberikan secuil lokasi tanah dibelakang sekolah Juwita, sekarang masjid itu di perbesar, karena tidak mampu lagi menampung jamaah dari tiga lokasi Anggrek yang lain.

Hingga ke hari ini Lapangan Terbang Internasional Hang Nadim, belum memiliki masjid tersendiri, rencana perluasan tahap III, konon kabarnya akan di bangun sesuai rencana lokasi didekat areal parkir, karyawan dan pekerja muslim , shalat jumat di komplek perumahan bandara, dulu ada bekas mushala direksi kit dijadikan masjid untuk pelaksanaan shalat jumat.

Di pelabuhan sekupang pun belum memilik masjid, pekerja disana shalat jumat ke masjid terdekat di komplek Telkom .
Yang ironis, belasan tahun umat islam, di daerah Batam center, terutama karyawan Otorita Batam, Pemko Batam, dulu, shalat jumat di lantai tiga ruang serba guna kantor Otorita itu. Namanya ruang serbaguna, terkadang dibuat untuk acara kebaktian umat lain (non islam), kadang acara music, kesenian, pelantikan pejabat dan lain-lain. Alhamdulillah berdiri masjid raya Batam, digesa cepat semula 4 tahap menjadi satu tahap saja.

Iya , Buletin Jumat identic dengan masjid, karena dibawah naungan lembaga DMI tadi, termasuklah tempat shalat bagi karyawan muslim yang ada di mall-mall, hanya seadanya saja.

BJ sempat tidak terbit beberapa saat, karena kami tidak menjadi pengurus DMI lagi, setelah itu tebit lagi tetapi di kelola oleh Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM) Batam.

Marak pula makanan yang tidak halal, masuk dan membanjiri Indonesia, termasuk paha ayam dari Amerika masuk ke Batam, kasus ini mencuat hingga Nasional, Buletin Jumat sampai ke pengadilan, pejabat yang berwenang di Batam, tidak bisa secara langsung menutup media yang hanya selembar itu, terganjal UU NO 40 tentang PERS diatas, menurut Parni Hardi kepala kantor berita ANTARA saat itu, walau hanya selembar, memuat dan menyajikan berita tulisan rutin dan terus menerus adalah pers. Merasa tertolong oleh ketentuan itu, kami pun beli mesin cetak sendiri agar BJ tetap terbit.

Jabal Arafah : Masjid Kebanggaan Warga Batam



Jabal Arafah adalah nama sebuah masjid di Batam. Masjid ini belum selesai dibangun “Ruangan yang sekarang dipakai untuk shalat itu, nantinya digunakan untuk ruang pertemuan semacam aula” ujar Fuardi Djarius. Mantan Kepala Dinas Kesehatam Kota Batam ini, menjelaskan kepada Buletin Jumat (BJ) biaya yang dikeluarkan sudah mencapai 10 miliar rupiah lebih. “Sekarang pembangunan difokuskan membuat menara dulu, agar kelihatan ikonya” tambah Fuardi lagi. Kalau dilihat sepintas dan tidak membaca tulisan, bangunan baru itu memang belum mencerminkan bentuk sebuah masjid.

Bangunannya bertingkat-tingkat, mengikuti struktur tanah, dari mulai tempat parkir, ruangan kantor masjid dan keatas tempat wuduk, setingkat lagi bangunan aula yang sekarang dibuat untuk tempat shalat. Tersedia juga mini market, menjual aneka ragam makanan ringan, tentu minuman juga tersedia. “Sementara ini hanya dihari Jumat ada jual nasi dan kari kambing” lanjut Fuardi lagi. Rencana kantin masjid itu belum selesai lagi.

Pemandangan dari halaman masjid jabal arafah

Pemandangan dari halaman masjid jabal arafah


Disitulah Fuardi menghabiskan waktunya mulai masuk waktu shalat Juhur hingga selesai shalat asyar. Fuardi tidak sendiri, teman sejawat sesama pensiunan acap datang berjamaah dan bercengkerama. layaknya masjid ini semacam taman orang tua, dan tempat bertemu lansia . Mereka berbincang dibawah tenda yang disediakan oleh pengelola masjid.
mereka sengaja datang ke masjid , bersama keluarga

mereka sengaja datang ke masjid , bersama keluarga


Masjid Jabal Arafah, terletak persis di samping timur Mall Nagoya Hill, bisa jadi Mall ter-besar dan ter-ramai di Batam ini, membuat orang jadi ramai pula berkunjung ke masjid. “Yang jelas kami sekeluarga memang sengaja datang kesini” ujar Hanafi, bersama isteri dan ketiga anaknya, dihari hari libur dan senggang, meraka menyempatkan datang. Banyak keluarga muda seperti Hanafi datang mengunjungi masjid Jabal Arafah ini.

Lumayan menguras tenaga dari jalan raya naik ke bukit, dengan berjalan kaki. Tetapi tidak bagi ke-enam anak lelaki usia sekolah dasar (SD), tengah hari itu, mereka memang sudah berencana selepas sekolah hendak shalat di masjid yang ambalnya tebal, enak sujudnya kata mereka. Masih terlihat segar, apalagi selepas wuduk, mereka berlari dan bercanda, masuk ke ruang shalat.

"Maha Suci Engkau Ya Allah" jauh dari rumah, naik bukit berjalan kaki ke-enam anak-anak ini riang gembira melaksanakan shalat Juhur berjamaah dimasjid yang jadi kebanggaan mereka.."Yang besar jadi Imam, yang agak kecilan dikit iqomah. Ujarku saat terlihat mereka bingung karena ketika mereka datang dan masuk kedalam masjid tak ada orang dewasa , mereka melirikku sejenak, seakan tak percaya, dan ternyata mereka bisa. Aku terharu melihatnya....

“Maha Suci Engkau Ya Allah” jauh dari rumah, naik bukit berjalan kaki ke-enam anak-anak ini riang gembira melaksanakan shalat Juhur berjamaah dimasjid yang jadi kebanggaan mereka..”Yang besar jadi Imam, yang agak kecilan dikit iqomah. Ujarku saat terlihat mereka bingung karena ketika mereka datang dan masuk kedalam masjid tak ada orang dewasa , mereka melirikku sejenak, seakan tak percaya, dan ternyata mereka bisa. Aku terharu melihatnya….


Halaman masjid ini dilengkapi taman yang sedap dipandang mata, ada kolam ikan dengan air mancurnya. ” Kami diantar travel kemari” ujar Tati ketua rombongan studi banding dari Pemkab Bekasi, mereka menyempatkan berpoto disela-sela pohon kurma yang sengaja ditanam, dan tertata rapi.

Petang itu pula Novi pekerja dari Muka Kuning, sengaja datang bersama sang kekasih. Lepas magrib, melepaskan lelah, duduk di bangku yang memang tersedia di taman, pemandangan indah dari ketinggian bukit masjid Jabal Arafah, membuat mereka sering datang ke masjid itu.

Ustadz Amiruddin Dahad , sering menjelaskan dalam kesempatan ceramah diberbagai tempat tentang konsep pengelolaan masjid. Masjid Jabal Arafah ini acap pula sebagai contoh beliau. Imam yang fasih bacaannya, dan hafis pula. Sound System yang tidak menggangu telinga. Bukan karena tempat yang stategis saja.

Hal itu dibenarkan oleh DR Amirsyah Tambunan, wasekjen MUI Pusat, saat datang ke Batam dalam rangka Rakorda MUI I se-Sumatera, isteri wasekjen ini terkagum kagum dengan kebersihan dan design tempat wuduk dan kamar mandinya “Bak hotel berbintang saja” ujarnya.

Para Lansia bercengkerama di halaman masjid

Para Lansia bercengkerama di halaman masjid


Masjid Jabal Arafah, bukan pengganti masjid Arafah yang ada di pintu Selataan Mall Nagoya Hill, masjid Arafah yang berada di lantai tiga pertokoan yang berhampiran dengan Hotel Nagoya Plaza, tetap digunakan.

Meskipun baru ruang aula saja yang selesai dan sudah digunakan utuk shalat, masjid Jabal Arafah ini ramai dikunjungi, tak kira anak-anak, remaja, keluarga. Rombongan tamu yang berkunjung ke Batam pun tak lepas datang mengunjungi masjid ini. Dari Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand misalnya, tamu yang datang selalu kami bawa ke masjid itu.

“Pemandangannya bagus, bersih” ujar ustadz Zenal Satiawan , menirukan ucapan tamunya dari Singapura yang dibawanya, saat shalat ke masjid itu. “Sebagai warga Batam kita jadi bangga dan tidak malu” ujar ustadz itu lagi.

Masjid yang punya panorama indah ini memang perlu diacungi jempol kepada penggagas dan pengelolanya. Masjid ini bisa dijadikan contoh bagaimana layaknya mengelola manajemen masjid. Semoga rezeki tetap tercurah kepada penyandang dana pembangunan masjid itu.

Nasuha bin Kasian Pemilik Ladang Herba Terbesar di Asia


Hj Nasuha bin Kasian (kanan) pendiri dan pemilik Organic Natural Herbal Nasuha.

Hj Nasuha bin Kasian (kanan) pendiri dan pemilik Organic Natural Herbal Nasuha.

“Dah ada janji ?” tanya resepsionis setiba saja kami di Restoran Herbal milik Haji Nasuha bin Kasian yang bernaung dibawah syarikat Budayatama Corporation Sdn. Bhd.

Aku tersenyum sembari menjawab bahwa kedatanganku hanya untuk melihat lokasi Organic Natural Herbal ini dan medapatkan sedikit informasi tentang  Nasuha. Dan terus terang, aku  agak penasaran juga tentang Nasuha ini, mengapa sampai teman-teman dari Brunei ingin sekali hendak melawat.

Kulihat sekeliling ruangan, banyak pengunjung terlihat memenuhi meja. Suasana restoran temaram, meja-meja  yang terbuat dari kayu alami  berwarna coklat itu, menambah redup suasana,  lantai restoran tersusunan dari batu batu krikil yang diatur sedemikian rupa. Masuk ke dalam ruang restoran herbal itu harus membuka alas kaki,  tonjolan tonjolan lantai tadi terasa enak saat kita berjalan seakan  merefleksi syaraf kaki.

Ladang dan Kilang sekaligus tempat wisata Nahusa Herbal di Pagoh Muar Malaysia

Ladang dan Kilang sekaligus tempat wisata Nahusa Herbal di Pagoh Muar Malaysia

Kami berdua dengan cik Zainuddin memilih duduk agak ke pojok sebelah kanan, sehingga hampir semua meja yang ada di ruangan restoran itu bisa terlihat dari tempat kami duduk.   Cik Zainuddin adalah  staf pengajar di Sekolah Menengah Kerajaan Muar Johor (SAMURA) Malaysia. Kami sudah makan tengah hari  sebelum berangkat ke NASUHA yang terletak sekitar 19 kilometer dari Bandar Muar arah ke Barat, tepatnya Jalan Muar – Pagoh, 84500 Muar Johor Darul Takzim Malaysia.

Jadilah di restoran herbal itu kami hanya memesan minuman saja. Semangkok  cendol herbal dan sepiring rujak buah rasa herbal pesananku datang, nikmat rasanya, cendol yang sama ada di Indonesia, tetapi ini rasa herbal, seperti ada rasa kulit manis dan jahenya. Begitu pun rujak buah rasa herbal, bumbu kacang tanah mungkin diberi jahe atau rempah apa sehingga terasa lain di tenggrokan.

Sembari menikmati cendol dan rujak yang cukup besar porsinya, aku  membaca-baca brosur didampingi staf dari NASUHA. Nasuha tidak hanya menjual rempah ratus, tetapi juga menyediakan Log Cabin. Log Cabin ini terletak di lerang lerang pebukitan yang di kelilingi pokok-pokok herba dan rempah,  seperti pokok eucalyptus yang berasal dari Australia. Log Cabin ini juga menggunakan kayu log yang beraromatherapy.

Cukup luas lokasi tanah ladang milik haji Nasuha ini, hampir seluas 3.200 ekar, agaknya ini merupakan ladang herba dan rempah ratus terbesar di Asia.  Ladang yang mampu mengeluarkan hingga 6 sampai 10 ton metrik perhari bahan mentah, semuanya di tanam di ladang itu tidak menggunakan pupuk kimia. Pengeringan bahan mentah tadi pun menggunakan sistem pengeringan berteknologi tinggi.

Beberapa Log Cabin, ada juga Dormitory yang bisa dimuat sepuluh orang per ruang, ruang pertemuan kapasitas sampai 400 orang. Nasuha pun membuat paket – paket menarik buat pengujungnya, seperti mengunjungi ladang herba menggunakan kereta, kolam pancing, taman burung, peternakan biri-biri/kambing dan kebun buah durian yang berasa rempah.

Selain tempat SPA yang beraroma herba dan rempah, NASUHA pun memproduksi rempah ratus MAK SITI, puluhan jenis bumbu masak seperti Kari Daging, Rendang kesemuanya produk NASUHA dan MAK SITI ini telah mendapat setifikat halal.

Sosok Haji Nasuha bin Kasian

Tak sanggup rasanya nak menghabiskan sepiring rujak dan semangkuk cendol rasa herbal tu, memanglah porsinya besar lagi pula baru saja makan siang tengah hari, lain kali kalau datang kesana tak payah nak makan terlebih dahulu. Sisa  Cendol yang aku pesan kusuruh di bungkus masukkan ke dalam gelas plastik saja. Karena aku segera nak berangkat ke Stulang Laut Johor Baru, mengejar ferry terakhir ke Batam.  Biasanya dari Muar sampai ke Larkin Johor Bahru sekitar 2 jam perjalanan dengan Bus.

Kami beranjak ke luar restoran, tak dinyana sesosok pria sebaroh baya sekitar 60 tahunan muncul di pintu restoran, sangat bersahaja, berbaju coklat muda lengan pendek, rambut nya  sudah memutih berperawak tegap, wajah nya benar – benar seperti peladang, mungkin karena sering terkena panas matahari agaknya.  Dia lah haji Nasuha. Tambah sipit matanya saat tersenyum, dan terus  menyalami kami.

Terpaksa kami duduk kembali ke meja semula, rupanya pak Haji ini menerima telpon dari staf nya di front restoran tadi mengabarkan kedatangan kami, padahal dia sedang berada di tengah ladangnya.

Tahu kalau aku dari Indonesia agaknya, pak Haji yang mengaku orang tuanya asal dari Cirebon itu berbicara satu dua patah kata dalam bahasa  Jawa. Bahasa Jawa nya orang Malaysia (melayu) ya gak pelat di dengar. Senyum saja aku mendengarnya. Banyak cerita pria yang sudah malang melintang ke manca negara ini, bagaimana dia mulai usaha ladang herbal dan rempah ratus nya .

Pak Haji yang ibu nya keturuan dari Jepang – orang Malaysia menyebutnya Jepun – pun mengekspor rempah ratus dan herbal nya kenegara matahari tebit itu. Ada beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor dari produk NASUHA , “Kalau di Indonesia sudah masuk ke beberapa kota” jelas pak Nasuha.  ” Kebetulan petang nanti perwakilan dari Batam akan datang ke mari” tambahnya lagi .

Banyak lagi  cerita yang akan disampaikan pak Nasuha yang sudah punya cucu ini, tetapi karena kesuntukan masa aku terpaksa pamit pulang. Pak Nasuha agak terdiam sejenak dan terkesima  saat ku kabarkan bahwa Profesor Hembing telah meninggal dunia.

Ternyata haji Nasuha belum dapat kabar kalau Prof. Hembing sang Maestro pengobataan herbal terkemuka di Indonesia bahkan di dunia itu telah meninggal, begitu pula dengan banyak rakyat Malaysia sendiri yang tak tahu dan belum dapat kabar kalau ada ladang rempah ratus dan herbal di Pagoh Muar Johor Malaysia, bahkan ladang yang terbesar di Asia.

Sampai jumpa lain waktu pak Nasuha.

Balada Anak Pulau : Nelayan di Angin Utara


naik bot mengantar ustadz.....

naik bot mengantar ustadz.....

Selat Desa

“Sekarang ni pun  dah tak ada lagi persedian” kata Nadi kepada kami saat berkunjung ke Selat Desa. Selat Desa adalah sebuah perkampungan Nelayan yang tak jauh dari Pulau Batam. Ombak di perairan Selat Desa, Pulau Kubung, Pulau Todak , Pulau Seribu  dan pulau pulau sekitarannya cukup besar, mencapai   3 meter.

Tak banyak Nelayan Suku laut yang tinggal di Selat Desa hanya beberapa keluarga saja, salah seorang nya adalah Nadi, Nadi adalah menantu Mak Dayang. Di Selat Desa kami bangun sebuah mushala kecil,  mushala itu  terletak persis di pinggir pantai, di mushala itu lah kami berbincang sembari terlihat air laut mulai pasang naik.

“Kalau sudah seperti sekarang ini (angin utara) susah nak melaut” timpal Nadi lagi.   Tak tahu apa yang akan di kerjakan, kemarin petang (25/01) dua orang wanita anak beranak meninggal dunia akibat amukan ombak. Sudahlah ombak besar di timpali pula gelombang dari ferry Tanjung Pinang – Batam yang melintas  di perairan itu.

Di mushala itu kini bermukim ustadz Hadi dari Medan, jadi salah satu tujuan kami datang ke Selat Desa itu adalah mengantar ustadz Hadi, ustadz Hadi akan mengajar agama Islam kepada Suku Laut Muslim disitu.

Kami tinggalkan ustadz Hadi dan Nadi karena hari sudah mulai petang, dengan bot pancung pak Awang Belanda mesinnya  Yahama 40 PK  kami tempuh ombak yang cukup tinggi.

Mendekati perairan pulau Kubung terlihat Pulau Todak , terbayang bagaimana Una (55) dan Mina (19) meregang nyawa di hantam ombak  tinggi dan hujan deras. Dan terbayang pula bagaimana perjuangan  anak perempuannya yang seorang lagi tetap mempertahan kan jasad ibu dan adik nya agar tidak hanyut dan tenggelam ke dalam laut. Hemmmm. aku menarik napas panjang, “mereka masih saudara kami” kata Poni dari Pulau Air Mas.

Pulau Lingka

Di Pulau Lingka Sagulung Batam,  ada ustadz Masri asal Nias Gunung Sitoli kini bermukim. Ustadz Masri ini pun adalah Dai yang di tempatkan oleh AMCF.  Di Pulau Lingka yang terletak bagian Barat Batam ini tak banyak keluarga Suku Laut yang muslim, disana  hanya ada sekitar 5 keluarga saja.  Di Pulau Lingka kami bangun sebuah mushala kecil seperti di  Selat Desa Ngenang. Di seberang pulau Lingka terdapat pulau Bertam, terdapat sebuah masjid di pulau Bertam, penduduknya terdiri dari Suku Laut , lebih 50 % beragama Islam.

Tak jauh dari mushala yang kami namakan mushala TAQWA itu  ada sebuah  gubuk kecil ukuran 3 x 4 meter , disitulah ustadz Masri tinggal. Persis di depan Pulau Lingka terletak Pulau Gara, di Pulau Gara pula  seluruh Suku Laut yang menetap disana adalah muslim.

Kehidupan nelayan disitu pun tak jauh berbeda dengan di Selat Desa, malah boleh dikatakan lebih parah lagi. Akibat ratusan galangan kapal yang memanjang sepanjang garis pantai  Pulau Batam dan Pulau Pulau disekitarnya, air laut tak memungkin lagi menjadi tempat ikan berkembang biak. Kapal ribuan ton dibina,  berlabuh dan diperbaiki tak terhitung berapa banyak jumlahnya.

Kalau dulu pemuda nelayan disitu menyelam menangkap ketam dan unduk unduk (kuda laut), kini mereka beralih profesi menjadi penyelam besi bekas potongan pembuatan kapal. Celakanya besi scrap itu ternyata menjadi masaalah. Terkadang mereka berhadapan dengan moncong senjata dari aparat yang menjaga area.

Kemarin pula  saat kami mengantar  ustadz Masri, 4 orang pemuda Pulau Gara tertuduh mengambil potongan  besi yang sudah “tercampak”  ke dalam laut. Kini mereka di dalam “pengawasan” kepolisian.

pelantar pulau kubung depan, di depan terlihat pulau todak.....

pelantar pulau kubung , di depan terlihat pulau todak...

Pulau Teluk Nipah

Paulau Teluk Nipah terletak sekitar 4 mil dari Kampung Baru Pulau Galang Baru, untuk mencapai Pulau Galang Baru harus melalui jembatan 6 (enam) terlebih dahulu, tak jauh dari Pulau Teluk Nipah itu terletak Pulau Nanga, Pulau Sembur dan arah ke Timur adalah Pulau Karas.

Di Pulau Teluk Nipah ini pun banyak orang  Suku Laut bermukim, sekitar 20 tahunan yang lalu mereka di mukimkan disitu, saat itu penguasa Batam adalah alm. Mayjen Soedarsono. Dari puluhan kepala keluarga yang tinggal disitu  hanya sekitar 7 kepala keluarga saja yang beragama Islam.

Di pulau itu kini ada ustadz Dari, ustadz asal Medan ini sementara tinggal bersama pak Abdullah, pak Abdullah pria tua usianya sekitar 70 tahun asal Flores yang sudah berpuluh tahun menetap disana , matanya telah buta tak dapat melihat lagi, berjalan pun Ia dituntun.  Pak Abdullah ini lah yang mewakafkan sebidang  tanahnya untuk kami bangun sebuah mushala kecil.

Kini anak anak Suku Laut yang muslim telah dapat belajar mengaji dengan ustadz  Hadi, mereka tidak lagi harus pergi ke pulau Nanga berciau. Kalau hari hujan dan gelombang seperti saat ini, jangan kan menyeberang laut, nak berangkat ke mushala di dekat rumah saja  berat rasanya.

Sejak sepekan ini hujan turun tiada henti, hampir seluruh wilayah Batam hujan turun terus menerus. “jadi pak RT dari Melagan tak dapat datang” kata ustadz Dari via ponselnya. Pak RT Pulau Melagan ini adalah yang membangun mushala dan rumah untuk ustazd Dari. Pulau Melagan pula terletak antara Pulau Karas dengan Pulau Teluk Nipah.

Pulau Boyan

Memang dalam  pekan terakhir ini kami rada sibuk, maklum kami kedatangan tamu, yaitu ustadz kiriman AMCF dari Jakarta. yang akan di tempat kan di pulau pulau terpencil di kepulauan Riau.   Ada yang akan ke Natuna, Lingga, Tanjung Balai Karimun dan di kepulauan Batam sendiri.

Salah satunya adalah ustadz Tasman. Ustadz yang masih belum berkeluarga ini di tempatkan di Pulau Boyan. Pulau Boyan tak berapa jauh dari Senggulung atau Pulau Buluh. Di Pulau Boyan itu kami dirikan juga sebuah mushala, sama bentuk dan ukurannya dengan yang di Pulau Lingka.

Di Pulau Boyan ada Pak Panjang, pak Panjang ini adalah orang Suku Laut lelaki yang paling tua agaknya.  Dia lah yang menganjurkan kan kepada kami untuk mendirikan mushala disitu.

Tidak semua suku laut di Pulau Boyan yang kecil itu beragama Islam. Ada keluarga yang ibunya Islam tetapi anak anaknya sudah menganut agama lain. Mereka semua adalah masih kerabat pak Panjang, orang pulau itu memanggil pak Panjang  atok.

Pak Panjang telinga nya rada pekak, maklum sudah tua, itulah sebabnya dia mengharapkan ada sound system atau load speaker terpasang di mushala, agar laungan azan terdengar. Memang belum ada pengeras suara di mushala – mushala yang kami dirikan.

Ustadz Tasman sementara ini tinggal  di rumah  pak RT. Kemarin ada sumbangan beberapa helai sajadah dari pak Yahya untuk mushala di Pulau Boyan ini. Pak Yahya adalah orang Dinas Pendidikan Kota Batam.

Di Pulau Pulau sekitaran Batam ada 19 buah mushala yang sudah selesai dan sedang dibangun, sebagian besar mushala itu sangat membutuhkan sajadah.   Maklum lah karena keberadaan mushala itu memang di tempat minoritas muslim terutama suku laut yang memang sangat membutuhkan bantuan.

Kemarin kami juga mendapat bantuan beberapa buah tangki air kapasitas 1.000 ton yang terbuat dari fiber glass dari seorang anggota KPU Batam,  tangki-tangki air tersebut telah kami distribusikan ke mushala yang membutuhkan.

Siapa lagi agaknya menyusul ya..?????

Iklan Kiamat


Iklan seperti ini banyak terpasang di sepanjang jalan di Batam. “Kirain itu iklan radio yang mau siaran” ujar Andre .  Iklan ini sudah hampir setengah tahun terpasang, malah sudah ada yang diganti karena buram. “Jadi itu iklan Kiamat toh ” lanjut Andre lagi .

Iya itu memang iklan hari kiamat yang akan jatuh pada 21 Mei 2011 sebagaimana tulisan dibawah :

Lupakan spekulasi bahwa akhir dunia akan terjadi pada 12 Desember 2012 sebagaimana akhir penanggalan Bangsa Maya. Sebuah kelompok Kristen independen di AS bahkan meramalkan kiamat akan datang lebih cepat: 21 Mei 2011 mendatang.

Adalah Marie Exley, veteran Angkatan Darat AS yang gencar mengkampanyekan peringatan kiamat ini. Exley adalah anggota gereja independen AS yang berkotbah melalui siaran radio dan Internet. Kelompok gereja ini mengklaim mendasarkan ramalannya pada Alkitab.

Mereka gencar menyebarkan pesan kiamat melalui papan reklame, bangku-bangku di halte bus, karavan, dan mengerahkan sukarelawan menyebarkan pamflet-pamflet di berbagai sudut kota, dari Bridgeport hingga Little Rock, Arkansas. Untuk menyebarkan pesan itu di luar AS, mereka bahkan punya kelompok sukarelawan yang akan berkeliling Afrika dan Amerika Latin.

“Banyak orang mungkin berpikir: kiamat akan datang, ayo berpesta. Tapi kami diperintahkan Tuhan untuk memberi peringatan,” kata Exley. “Aku bisa saja seperti orang lain, tapi akan lebih baik tahu ketika kiamat tiba, Anda tahu, Anda akan selamat.”

Pada bulan Agustus, Exley meninggalkan rumahnya di Colorado Springs, untuk bekerja di sebuah radio komunitas di Oakland, California. Radio tersebut adalah radio pelayanan Kristen yang dipimpin Harold Camping– orang yang paling bertanggung jawab atas ramalan akhir zaman versi ini.

“Jika Anda masih ingin mengatakan kami gila, silakan. Tapi tidak ada salahnya untuk melihat pesan ini,” kata Exley.

Harold Camping (89) yakin Alkitab pada dasarnya memiliki fungsi sebagai kalender kosmik yang menjelaskan dengan pasti hal-hal yang bisa diramalkan.

Pensiunan insinyur itu mengklaim kalkulasinya didasarkan pada Alkitab. Berbagai peristiwa eksternal, seperti berdirinya negara Israel pada 1948, menurutnya adalah tanda-tanda yang mengkonfirmasikan akurasi kalkulasinya. “Tanpa keraguan, aku berpendapat 21 Mei adalah hari pengangkatan dan penghakiman,” kata dia.

Camping percaya, di bulan Oktober 2011, orang-orang yang beriman akan dibawa ke surga dan para pendosa tetap berada di Bumi untuk menerima siksa.

Bagaimana jika 21 Mei berlalu tanpa ada apapun?

“Kalau 21 Mei berlalu dan aku masih di sini, berarti aku tak diselamatkan. Apakah itu berarti firman Tuhan tak akurat? Tidak sama sekali,” dia berkilah.

Prediksi Camping tak diamini banyak gereja lainnya. Kata mereka, tak seorangpun yang bisa memastikan hari atau jam semesta akan berakhir. Ramalan ala Camping bukan hal baru. Seorang pemimpin kelompok Baptis, William Miller pernah meramalkan dunia berakhir 22 Oktober 1844 silam, namun toh matahari masih bersinar terang sampai hari ini.

Banyak orang yang terkecoh dengan papan iklan dimaksud,  sebagaimana kata Prayuza Zafin Muhammad : “gila , nih salah satu cara buat ngelunturin iman…astagfirullah”..!
Sementara  Dhanny ‘Chappy’ Monroe berkomentar :  “ini cuma trik pemasaran radio tsb”.

Arfin Efendi : “propaganda ini sudah lama, kok. gue tahu juga bacanya di internet. ini keknya kelompok sekte tertentu dari agama kresten”.

Banyak komentar tentang iklan ini bahkan  ada yang mempertanyakannya  apa tidak ada pengawasan dari pemerintah. Sebagaimana di tulis oleh  Hang Dabo  dalam FB nya : ” iklan kayak gitu pemko apa enggak bisa dibredel, sekalian sama radionya juga di tutup.

Kurang jelas juga apakah frequensi yang digunakan radio  itu  legal,   yang tahu KPI dan Balai Monitor. Soal retribusi atau pajak reklame , yang tahu persis ya Dinas Pendapataan Daerah.

Antara Sabah Dan Sarawak Ada Brunei


shalat di bangku terminal Miri Sarawak. Karena tidak ada fasilytas mushalla di situ

shalat di bangku terminal Miri Sarawak. Karena tidak ada fasilitas mushalla di situ

Ibukota Sabah adalah Kota Kinabalu, rencana tanggal 6 September 2010  akan diadakan pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesai dengan Malaysia di Kota itu. Mudah mudahan saja persoalan nya cepat kelar.

Pertengahan Agustus 2010 rombongan kami dari Muhammadiyah Internasional sebanyak sembilan orang mengunjungi  Kota Kinabalu, di sana kami di fasilitasi oleh KJRI Kota Kinabalu, bertemu dengan lembaga keagamaan yang ada disana. Bertemu dengan pengurus Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) Cawangan Sabah. Selain dengan JAKIM yang bersifat Nasional ada juga Penubuhan di Sabah yang bernama Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah (JHEAINS), Penubuhan ini bersifat lokal.

Disamping itu ada lagi  Penubuhan Majlis Ugama Islam Sabah (MUIS). Dan NGO yang paling aktif di Sabah dalam kemajuan Agama Islam salah satu nya adalah USIA, USIA adalah singkatan dari United Sabah Islamic Association atau Pertubuhan Islam Seluruh Sabah.

Saudara Baru

Di Sabah, orang menyebut dan menamakan orang -orang yang baru masuk Islam dengan sebutan Saudara Baru. Saudara Baru ini lah yang merubah peta politik di Sabah, sejak September 1975.  Semula diawal bergabungnya Negeri Sabah dan Sarawak dengan Persekutuan Melayu  tahun 1957 penduduk Islam di Sabah hanya sekitar 30 persen saja.  Perkembangan yang begitu signifikan pada tahun 1971 umat Islam di Negeri Sabah telah melebihi 50 persen.

Itulah sebabnya Islam is the religion of the state, namun demikian agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan harmoni di mana-mana di seluruh negeri.Hal ini tidak lepas dari peranan USIA di Sabah.

Saudara Kita

Kalalu di Sabah penyebutan untuk yang baru memeluk Islam adalah Saudara Baru sementara di Sarawak penyebutan nya adalah Saudara Kita. Luas wilayah Sabah dan Sarawak berbanding sama dengan luas wilayah yang ada di Semenanjung, Mulai dari dari Johor sampai ke Perlis,  kedua negeri ini pula sepajang wilayah nya berbatasan dengan Indonesia. Ribuan kilometer panjangnya.

Menurut Pak Ismail Setia Usaha JAKIM Cawangan Sarawak, orang baru memeluk Islam di Sarawak lebih akrab kalau di panggil Saudara Kita ketimbang Saudara Baru, pak Ismail sang mantan Diplomat yang sudah bekerja menjadi setia usaha di JAKIM ini menjelaskan ada juga NGO di Sarawak yang  serupa dengan USIA Sabah,  yaitu HIKMA Sarawak , yang juga bergerak dalam dakwah Islam.

Mungkin karena luas negeri Sabah hanya setengah luas dari Negari Sarawak begitu pun populasi penduduknya enam kali lebih banyak dari pada negeri Sabah, polulasi penduduk Sabah sekitar 300 ribu jiwa, agama Islam belum menjadi mayoritas di Sarawak.  Sehingga perlembagaan negeri Sarawak belum bisa meluluskan sebagaimana  DUN  Sabah meluluskan dan mensahkan  Islam is the religion of the state.

Selain Kuching sebagai ibukota Negeri , ada lagi beberapa kota lagi di Sarawak, seperti kota Miri, kota ini berbatasan langsung dengan Brunei, sebagai tempat ceck point pemeriksaan Imigrasi.  Di Miri banyak perhikmatan bus yang menuju ke Kuching hampir setiap jam, dan dari Miri pun ada Damri perusahaan Bus Indonesia yang menuju ke Pontianak Kalimanatan.

Boleh dikatakan Miri adalah salah satu kota tersibuk di Sarawak, namun Kota Kinabalu di Sabah adalah negeri kedua tersibuk penerbangan nya setelah Kuala Lumpur.

Fasilitas Umum yang Minim.

 

Photo bersama Katua Pengerusi JAKIM Cawangan Sarawak.

Photo bersama Katua Pengerusi JAKIM Cawangan Sarawak.

Kalau di Sabah Saudara Baru, di Sarawak Saudara Kita di Indonesia apa ya.? Ada yang menyebut orang baru masuk Islam itu adalah  Muallaf tetapi di Batam kami menyebut nya Muhtadin, kata almarhum Haji Adamri Al Husaini mantan Ketua MUI Kota Batam dulu, Muhatadin artinya adalah orang yang diberi petunjuk.

Perjalanan di dalam bulan Ramadan seperti kami memang ada ruksa, yaitu boleh tidak berpuasa, tetapi kami semua nya berpuasa. Pagi selepas Sahur dari rumah kediaman DR Gamal di Brunei, dengan mini bus kami bertolak ke Miri, perjalan sebenarnya  di tempuh sekitar 2 jam, tetapi ada pemeriksaan imigrasi di perbatasan, jadi memakan waktu tiga jam.

Di Miri kami memesan tiket yang langsung ke Kuching, harga per orang nya berkisar dari 70 sampai 90 ringgit Malaysia, wanti wanti ke kounter bus minta yang direct sama seperti bila kita hendak ke Bangkok dari Kuala Lumpur atau dari Singapura Ke Hatyai (Thailand) , ternyata hal itu tak berlaku di Sarawak. Hampir semua stasiun bus yang ada sepanjang perjalanan di singgahi, malahan penumpang di tengah jalan pun bisa menyetop dan diangkut.

Kami memesan bus dengan kursi jejer tiga,  bukan yang empat sit , agar lebih selesah kata orang Malaysia, dan tentunya harganya lebih mahal, berangkat sekitar pukul 2 setengah petang. Menunggu keberangkatan karena masih ada beberapa jam lagi  kami berkeliling dulu di Pasar Miri, suasananya tak begitu jauh dengan pasar Tanjung Pantun dan DC mall di Batam

Tak ada apa yang di beli disitu, masuk waktu Juhur kami sudah berada di terminal Bus, Hari itu Ahad (22/8) , sejak pagi hujan turun , terkadang berhenti sebentar dan lebat kembali. Tak ada fasilitas mushalla di terminal itu. Kami tanyakan kepada petugas yang berseragam dimana kalau mau shalat, dia menunjukan ada bangunan sekolah di sebelah timur terminal. Rupanya hari Ahad semua pagar sekolah itu terkunci.

Seorang ibu mungkin dari suku Kadazan mendengar perbincangan kami, dia mengatakan kalau di Petronas ada tempat shalat, Petronas adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kalau di Indonesia Pertamina. Kesana lah kami pergi di bawah hujan rintik rintik, mendekati lokasi Petronas yang berbatasan dengan Kantin dan lapangan parkir terminal, seorang ibu yang sedang menyingkap celananya menyapa kami ” Tak boleh lalu kesitu, air dalam” sembari menunjukkan betis nya bahwa untuk ke lokasi Petronas jalan pintas memotong harus melalui rawa rawa yang sekarang sedang di genangi air.

Kami pun berputar lagi hari sudah hampir pukul 2 , melalui kantin terminal yang banyak di penuhi orang menjual makanan. Karena kami membawa bekal lauk dari Batam, kami pun membeli nasi putih saja di pojok terminal ada seorang ibu yang memakai kerudung. Untuk ke tempat membeli nasi tadi kami agak menghindar jauh karena sebelum ketempat itu adalah tempat penjualan babi segar.

Kalau harus shalat di Petronas, kita mesti berputar lagi keluar terminal, rasanya sudah letih berputar putar dan bisa jadi ketinggalan bus. Untuk shalat Juhur dan shalat Ashar hari itu kami jamak dan qasar, dan tempat shalat yang kami pilih adalah di bangku terminal Miri. Kayak nya tak ada lagi tempat yang ideal untuk shalat waktu itu, karena hujan dan lapangan becek dan jorok.

Chek Ismail dari JAKIM, di KJRI Kuching Sarawak

Chek Ismail dari JAKIM, di KJRI Kuching Sarawak

Ratusan mata memandang kami berganti ganti shalat di terminal satsiun Bus Miri, hal itu lah yang kami utarakan saat berjumpa dengan Ketua Pengerusi JAKIM di Kuching saat beraudensi.

Shalat dan Sahur di Bus

Shalat Magrib dan Isya, kami jamak dan qasar kembali, dan shalat nya di dalam bus sambil duduk. Bus yang kami tompangi tidak behenti saat waktu berbuka, jadi kami berbuka di dalam bus. Rupanya supir bus sudah tahu kalau kami berpuasa, lampu di dalam bus di terangkan nya, sehingga dapatlah kami berbuka sekadarnya.

Bus kemudian berhenti sekitar pukul sembilan malam, tetapi bukan di terminal bus umum, jauh di luar kota Sibu berhenti di tempat atau kedai nasi yang memang disiapkan oleh pengusaha bus, seperti di Indonesia juga, setiap perusahaan bus masing masing punya kedai nasi langganan.

Niat mau makan sepuasnya disitu tak terlaksana, seorang tukang masak nya dengan bertelanjang  dada, agak berkeringat perut nya gendut , terlihat pusat nya membawa nampan berisi mie di dalam mangkok. Kami hanya numpang buang air kecil dan berwuduk disitu, “tak larat rasanya nak makan dengan aroma yang spesial seperi itu”. sambil tersenyum Aries Kurniawan dan kawan yang  lain sepakat kalau kita kembali ke Bus makan sebisanya di bus.

Semua perihal kami ini kami ceritakan juga dengan dengan pengerusi JAKIM, mereka meminta kami menyampaikan langsung kepada Datuk, Datuk yang dimaksud adalah Menteri Besar Sarawak yang dalam rencana akan berjumpa dengan rombongan kami esok Selasa (24/8)  petang sekitar pukul 4 . “Alangkah baik nya hal ini pak sampaikan langsung ke Datuk, terasa berbeda bila kami yang menyampaikan”  pinta Ketua Pengerusi JAKIM berulang ulang.

Sayang kami tak dapat langsung menyampaikan hal itu kepada Menteri Besar Sarawak sebagai mana yang sudah di jadwal kan oleh JAKIM dan KJRI Sarawak karena  rombongan kami  dari Batam akan bertolak ke Johor Bahru dari Kuching hari itu juga Selasa (24/8)  pada pukul 11 tengah hari.

Ya semoga perjalan berikut nya ada fasilitas mushalla di terminal-terminal Bus , dan lagi, ada perhikmatan Bus seperti Transnasional, yang akan berhenti di terminal yang banyak menjual makanan halal dan berhenti sesuai dengan waktu shalat.

Penerimaan Siswa Baru Hati – Hati Mencari Sekolah Swasta.


Sekedar tip bagi orang tua yang hendak memasukkan anak nya di sekolah swasta.

Penerimaan Siwa Baru di Sekolah Islam Hang Tuah Batam...

Penerimaan Siwa Baru di Sekolah Islam Hang Tuah Batam...

Di Jakarta (DKI) Penerimaan Siswa Baru (PSB) on line bermasaalah, di Batam pun ada di beberapa sekolah yang PSB online bermasalah seperti ada dua nama yang sama, namun hal itu tidak jadi masaalah, tetap nama dan rangkin dibawah nya bisa masuk.

Di Batam ribuan siswa mulai dri TK, SD , SMP, SMA dan SMK tak tertampung di sekolah yang dikelola oleh pemerintah, di sekolah swasta, banyak kursi kosong.

Banyak sekolah swasta di Batam bertumbuhan bak cendawan di musim hujan, ada yang di rumah toko (ruko) bekas gudang, bekas hotel  disulap menjadi sekolah.

Mereka menawarkan bermacam – macam fasilitas pendukung, bahkan ada yang menjanjikan dapat kerja langsung setelah tamat. Bukan main, tipu tipu.

Sekolah ini terletak di Bengkong Polisi telah puluhan tahun berdiri

Sekolah ini terletak di Bengkong Polisi telah puluhan tahun berdiri

Sebenarnya bila sekolah itu beriklan dapat menjamin langsung dapat kerja , ternyata tidak dapat kerja , hal itu jelas melanggar Undang – Undang , dapat dipidana penyelenggara sekolah nya.

Untuk itulah bagi orang tua yang terpaksa harus menyekolahkan anak nya ke sekolah swasta berhati – hati memilih sekolah, jangan tergiur oleh iklan yang menyesatkan tadi.

Spanduk seperti ini harus dicermati, dilihat benar tidak adanya.....

Spanduk seperti ini harus dicermati, dilihat benar tidak adanya.....

Bagi orang tua muslim hendaknya sekolah kan lah anak – anak nya di sekolah yang dikelola oleh orang muslim. Karena semua sekolah swasta punya misi dan visi.

Dan simpan lah iklan mereka yang beriklan di media yang menyatakan ini dan itu , karena dengan iklan itu kita dapat menjerat mereka dengan hukum.

Berita Hari Ini Sekitar Hasil UN SMA/SMK/MA Tahun 2010


Di Jember

741 Siswa SMA/SMK Jember Tak Lulus UN

Jember – Sebanyak 741 siswa SMA dan SMK di Kabupaten Jember tidak lulus ujian nasional 2010. Rinciannya siswa SMA yang tidak lulus hingga harus mengulang sebanyak 267 orang dan 474 siswa SMK.

Kepala Bidang SMP,SMA dan SMK Dinas Pendidikan Jember, Tatang Priyanggono, mengaku jumlah siswa yang harus mengulang lebih banyak dari SMK. “Untuk SMK harus diakui, butuh banyak perbaikan lagi,” kata Tatang kepada wartawan, Senin (26/4/2010).

Mereka yang tidak lulus, bisa mengulang pada 10-14 Mei mendatang. Oleh karena itu, dia meminta agar para siswa yang tidak lulus belajar lebih baik untuk mengikuti ujian ulangan.

Jumlah peserta Unas SMA/SMK sebanyak 13.329 siswa, sehingga jumlah siswa yang tidak lulus prosentasenya mencapai 2,68 persen untuk jurusan IPA, jurusan IPS sebanyak 4,37 persen, jurusan Bahasa sebanyak 3,23 persen dan SMK sebanyak 8,24 persen.

“Dan alhamdulillah, jumlah kelulusan naik jika dibandingkan tahun lalu,” jelas Tatang lagi.

Nilai tertinggi UN jurusan IPA di Jember diraih oleh siswa SMAN 1 Jember Rizal Ghaffar Alrasyid dengan nilai 56,85 dan jurusan IPS diraih oleh Dina Bhakti Pratiwi dengan nilai 54,75 juga dari SMA Negeri 1 Jember. Sedangkan nilai tertinggi SMK diraih oleh Laila Rahmadani dengan nilai 43,93, siswa SMK Farmasi Jember.  (fat/fat)


Di Mandailing Natal

Lulus 100 Persen, Kepala Sekolah Sujud Syukur

Liputan6.com, Mandailing Natal: Siapa yang paling bangga kalau siswa lulus Ujian Nasional? Tentunya para guru didik. Seperti kebanggaan yang tampak pada empat kepala sekolah di Mandailing Natal, Sumatra Utara. Saat mengetahui murid didik mereka lulus UN seratus persen, spontan para kepala sekolah ini sujud syukur di teras dinas pendidikan setempat, Senin (26/4). Tahun ini, kelulusan ujian nasional tingkat sekolah menengah atas dan sederajat di Mandailing Natal sebesar 92,2 persen. Angka ini menurun dua persen dibanding tahun lalu.

Sementara di SMA Negeri 2 Ciamis, Jawa Barat, tak ada konvoi keliling kota apalagi corat-coret baju seragam. Pengumuman UN diadakan di masjid sekolah. Ketegangan memuncak saat kepala sekolah mengumumkan hasil kelulusan. Begitu tahu semua siswa lulus ujian, tangis bahagia menyeruak. Para siswa juga ramai-ramai melakukan sujud syukur. Data yang dihimpun SCTV, dari total 4.548 siswa yang ikut UN di Ciamis, terdapat 122 siswa tidak lulus UN.(TES/AYB)

Di Kendari

Rayakan Lulus UN, Siswa SMA Dibugili Polisi

Ilustrasi
(IST)

INILAH.COM, Kendari – Siswa SMK Negeri 2 Kendari, Sulawesi Tenggara, merayakan kelulusan ujian nasional dengan mencoret baju seragam. Polisi pun menggelar razia atas aksi itu.

Razia yang dilakukan polisi adalah dengan membuka paksa baju siswa SMA yang dicoret-coret itu. Akibatnya, banyak siswa yang setengah bugil di Kendari, Senin (26/4).

Siswa memprotes tindakan polisi. Menurut siswa, tindakan polisi itu merupakan bentuk pelecehan. Namun demikian, protes itu tak menghalangi operasi razia itu.

Sementara Polres Kendari mengaku sengaja neggelar operasi razia tersebut. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah aksi konvoi siswa yang merayakan kelulusan di jalan raya. [*/mut]

Di Jayapura

Hah! Hanya Satu Siswa yang Lulus UN di Jayapura

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Sentani – Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) untuk murid SMA tahun ajaran 2009/2010 di Kabupaten Jayapura anjok karen ada satu sekolah di Sentani hanya meluluskan 1 orang siswa.

Ketua panitian Ujian Nasional (UN)Kabupaten Jayapura Krsno Purba mengungkapkan ada dua sekolah yang tingkat kelulusannya sangat rendah yaitu SMA Filadelfia dan SMA Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPKA) 2 Sentani. “Yang paling rendah adalah SMA YPK 2 Sentani hanya satu orang yang lulus dari 133 peserta ujian, sementara SMA Filadelfia 38 siswa yang akan mengulang dari 75 peserta ujian,” katanya di Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, Senin (26/4).

Ia mengatakan, presentase kelulusan di SMA YPK 2 Sentani adalah 0,5 persen dan secara keseluruhan tingkat kelulusan di Kabupaten Jayapura tahun ini sangat mengecewakan. Tingkat kelulusan untuk tingkat SMU 68,81 persen dengan 1744 peserta ujian dari 18 sekolah, sementara SMK 93,93 persen dengan peserta ujian 313 peserta ujian dari lima sekolah.

Nilai tertinggi untuk jurusan Bahasa adalah 9,80 dengan mata pelajaran Bahasa Asing, IPS 9,00 dengan mata pelajaran matematika dan Bahasa Ingris, dan IPA adalah 10 dengan mata pelajaran matematika. Untuk ujian susulan bagi siswa yana mengulang adalah sesuai jadwal nasional dilangsungkan pada 10 Mei, namun khusus Provinsi Papua baru dilaksanakan 17 Mei dan khusus Kabupaten Jayapura ujian susulan dipusatkan di Sentani. [*/mut]

Di Surabaya

Siswi SMA Pesta Seks Rayakan Lulus UN

(beritajatim.com)

INILAH.COM, Surabaya – Perayaan kelulusan siswa SMA tak hanya dilakukan di jalan raya. Beberapa siswa SMA tampak merayakan dengan pesta sex di sebuah taman.

Pemandangan itu tampak di kawasan Kenjeran Park, Surabaya, Senin (26/4). Pasangan muda-mudi terlihat bermesraan di pojok taman. Ada yang hanya berpegangan tangan saja. Tapi ada pula yang saling berpangku dengan tangan si cowok meraba bagian vital si cewek.

Pemandangan berbeda justru tampak di losmen. Suasana begitu sepi. Hanya tampak sepasang dua pasangan yang booking kamar. “Dari dulu kalau Senin memang sepi, Mas. Meski saat ini perayaan kelulusan SMA enggak pengaruh,” kata Totok, salah seorang pedagang di sekitar losmen.

Diperkirakan sore jelang petang nanti, makin banyak siswa SMA yang akan masuk ke kawasan Kenjeran Park. Sebab, di pintu masuk sudah bergerombol siswa-siswi SMA yang menggenakan seragam sekolah yang sudah dicorat-coret. [beritajatim.com/mut]

Di Cirebon

Tunggu Kelulusan, Ratusan Siswa Serbu Kantor Pos

CIREBON – Tidak sabar ingin mengetahui hasil pengumuman kelulusan UN, ratusan siswa SMA Negeri 1 Dukupuntang menyerbu Kantor Pos Sumber, Cirebon, Jawa Barat.Surat kelulusan yang belum sempat dikirimkan tersebut akhirnya oleh pihak kantor pos dibagikan di tempat.

Begitu menerima hasil Ujian Nasional (UN), ekspresi yang ditimbulkan para siswa SMA Negeri 1 itu beragam. Sejumlah siswa langsung menangis histeris, sementara kesedihan tak dapat disembunyikan dari wajah siswa yang tidak mendapat surat, karena otomatis mereka dinyatakan tidak lulus.

Untuk yang tidak menerima surat, pegawai Kantor Pos menyarankan kepada mereka untuk menghubungi pihak sekolah untuk menanyakan hal itu.

Kurang lebih dua jam, Kantor Pos Sumber masih terus didatangi siswa yang ingin mendapat kepastian kelulusan. Akibatnya petugas pos telat mengantarkan surat ke rumah siswa-siswa lainya.

“Sebenarnya surat-surat sudah siap diantarkan, tapi diserbu ratusan siswa jadi kami telat mengantarkan surat-surat untuk siswa lainnya,” ujar salah seorang petugas PT Pos Siswandi di lokasi, Senin (26/4/2010).

Sebanyak 30 orang dari 188 peserta UN SMA Negeri 1 Dukupuntang dinyatakan tidak lulus. Siswa yang tidak lulus terdiri dari 22 siswa jurusan IPA dan 8 siswa jurusan IPS.

Ditemui terpisah, Kepala SMAN 1 Dukupuntang Oso Rohjana mengaku kaget dan terpukul dengan kenyataan tersebut. “Terus terang kaget karena selama ini kami telah berusaha secara maksimal untuk menyukseskan UN,” ungkap Oso.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Dudung Mulyana mengatakan hasil UN SMA/SMK di Kabupaten Cirebon secara keseluruhan hasilnya cukup baik. Jumlah siswa tidak lulus sebanyak 456 siswa SMA dan 98 siswa SMK.

“Bagi yang belum lulus tidak usah berkecil hati karena bisa ikut ujian susulan 5-10 Mei mendatang. Untuk itu harus dipersiapkan secara sungguh-sungguh,” pungkas Dudung.(bul)
(Ibnu/Koran SI/hri)

Di Sumut (Medan)

9.844 Siswa di Sumut Tak Lulus – Pemerintah Segera Gelar UN Ulang

HARIAN GLOBAL Monday, 26 April 2010 07:16

Hasil Ujian Nasional (UN)  tahun 2010 diumumkan serentak Senin (26/4) hari ini. Sebanyak 9.844 atau 5,26 persen siswa dari 186.845 peserta Ujian Nasional (UN) di Sumut dinyatakan tidak lulus. Dari jumlah itu 1.940 di antaranya siswa Kota Medan.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Drs H Bahrumsyah MM mengatakan, persentase kelulusan tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu  yang mencapai 98 persen. Sementara tahun ini hanya 94.74 persen saja. Artinya, tahun siswa yang tidak lulus meningkat.
Bahrum mengakui, salah satu faktor meningkatnya ketidaklulusan itu kekosongan kursi kepala sekolah atau rangkap jabatan. Menurutnya, kepala sekolah memengaruhi terhadap suatu proses pembelajaran, sebab kepala sekolah itu diberi wewenang untuk memenej,  mengatur dan membina sekolah termasuk guru-gurunya melakukan persiapan, proses belajar mengajar  dan evaluasi atau menilai kemampuan peserta didiknya. “Selain faktor pengaruh rangkap jabatan, meningkatnya ketidaklulusan itu juga disebabkan kemampuan siswa dan persiapan minim sekolah,” katanya.
Meski prihatin, namun Bahrum menilai tingkat kujujuran sudah mulai terlihat, sebab dari hasil itu tergambar daerah mana yang kurang dan perlu perhatian serta peningkatan untuk tahun 2011.
Ketua Penyelenggara UN Sumut Anang Wibowo menyebutkan, tingkat ketidaklulusan tahun ini didominasi siswa dari sekolah menengah kejuruan (SMK), sama seperti tahun sebelumnya. Siswa SMK yang tidak lulus sebanyak 5.044 dari total 9.844 peserta. Sedangkan siswa SMA 3.436 siswa dari 101.987 peserta dan siswa sekolah madrasah aliyah (MA) sebanyak 1.364 dari 19.771 peserta UN.
Ujian Ulang
Bagi siswa yang tidak lulus UN tidak perlu cemas. Ternyata mereka masih bisa mengikuti UN ulangan pada 10, 11, 12, dan 14 Mei. Khusus di Medan, pada 12 Mei bertepatan dengan Pilkada. Karena itu pihaknya akan memberikan surat edaran jika ada perubahan dari tanggal yang ditetapkan, sebab petunjuk itu datang dari pusat. “Karena itu para siswa yang tidak lulus jangan larut dengan kesedihan karena masih ada kesempatan mempersiapkan untuk UN ulangan,” ujar Anang.
Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Medan, Juliandi Siregar, mendesak agar kepala sekolah yang masih lowong di berbagai daerah didefenitifkan. Selain itu metode pengajaran perlu diperbaiki dan kinerja kepala Dinas Pendidikan Medan juga perlu dievaluasi.
Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Medan, Irwanto Tampubolon justru menilai menurunnya angka kelulusan di Medan hal positif karena mengindikasikan pengawasan yang diberikan dalam penyelenggaraan UN belum lama ini jauh lebih baik dari sebelumnya.

Di Padang (Sumatera Barat)

PADANG – Masih Trauma Gempa

JPPN Padang Senin, 26 April 2010 , 02:26:00

PADANG – Bencana gempa, tampaknya berdampak terhadap prestasi Ujian Nasional (UN) Kota Padang tahun ini. Buktinya, tingkat kelulusan siswa SMA dan SMK Kota Padang pada UN utama menurun cukup signifikan ketimbang tahun lalu.  Dinas Pendidikan Kota Padang mencatat, untuk hasil UN utama SMA Jurusan IPA tingkat kelulusannya  90,21 persen, atau menurun 9,38 persen dari tingkat kelulusan UN tahun lalu yang mencapai 99,59 persen.

Pada Jurusan IPS, lebih parah lagi. Jika tahun lalu tingkat kelulusan mencapai 98,57 persen, ternyata tahun ini turun menjadi 85,90 persen. Begitu  pula tingkat kelulusan SMK yang hanya mencapai 69,62 persen.Menyoal siswa yang tak lulus, untuk SMA Jurusan IPA, dari total peserta 3.953 siswa, yang tak lulus 184 orang, dengan nilai rata-rata kelulusan 7,54. Sedangkan untuk Jurusan IPS, dari total 4.317 siswa, yang tak lulus mencapai 381 orang, dengan nilai rata-rata 7,13.

“Untuk SMK, dari total peserta UN 4.169 orang ternyata yang tak lulus mencapai 1.153 siswa atau sekitar 30,38 persen siswa tak lulus,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Bambang Sutrisno didampingi Kasi Kurikulum Azizi Muchtar. Sedangkan untuk peserta ujian pendidikan agama, dari total peserta 118 siswa, yang lulus adalah 113 siswa, sementara lima lainnya tak lulus.
Menurut Bambang, ada beberapa faktor menurunnya tingkat kelulusan siswa tahun ini, salah satunya karena dipercepatnya jadwal UN. “Tahun kemarin dilaksanakan bulan Mei, tahun ini bulan Maret, mungkin hal ini mempengaruhi kesiapan siswa,” kata Bambang.
Namun bagi yang tak lulus, lanjut Bambang  masih ada kesempatan untuk ikut UN ulangan pada pertengahan Mei mendatang. Dia berharap semua siswa tak lulus bisa belajar lagi untuk mempersiapkan diri mengikuti UN ulangan.
“Kami tentu berharap semua siswa lulus UN tahun ini,” tandasnya.Tentang cara pemberitahuan kepada siswa ihwal lulus atau tidaknya mereka, Azizi menjelaskan, hal itu diserahkan kepada masing-masing sekolah. Sebab, untuk menentukan seorang siswa lulus UN, juga mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya nilai ujian semester, ulangan harian, dan karakteristik siswa di sekolah.

“Jadi hasil UN ini dirapatkan oleh pihak sekolah hari ini (kemarin-red), dan dipertimbangkan juga indikator lainnya untuk menunjang kelulusan mereka,”kata Azizi. Tapi, apapun yang terjadi, dia berharap siswa menerima dengan lapang dada, jika lulus tentu mempersiapkan diri untuk pendidikan selanjutnya, kalau tidak lulus tentu mempersiapkan diri untuk UN ulangan.

Sementara itu, sejumlah siswa peserta UN SMA yang ditemui Padang Ekspres mengakui, untuk tahun ini masalah yang paling mendasar dalam pelaksanaan UN adalah kenyamanan dan masih adanya trauma siswa pascagempa.

“Saya masih sedikit trauma gempa, Kak. Jadi pas UN kemarin masih agak cemas, apalagi saya UN di lokal darurat,” kata Andi, 16 siswa dari salah satu SMA favorit di Kota Padang. Dia berharap hasil UN yang diterimanya hari ini memuaskan, sehingga Andi tak perlu mengulang pada UN ulangan Mei mendatang.(lia/aj/jpnn)

Di Jawa Timur

Harian Republika OnLine » Pendidikan » Berita

16.337 Pelajar SMA/SMK di Jatim tak Lulus UN, Harus Mengulang

Senin, 26 April 2010, 06:57 WIB

SURABAYA–Sebanyak 16.337 pelajar SMA/MA/SMK di Jawa Timur dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional (UN) tahun ini. “Tapi, mereka yang tidak lulus UN Utama dan UN Susulan dapat mengikuti UN Ulang pada 10 Mei,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Suwanto di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, pelajar SMA/MA/SMK yang mengikuti UN 2010 di Jatim sebanyak 344.908 orang meliputi 206.595 pelajar SMA/MA dan 138.313 pelajar SMK. “Mereka yang dinyatakan tidak lulus dalam pengumuman UN pada 26 April adalah 6.555 pelajar SMA/MA dan 9.782 pelajar SMK,” katanya.

Secara persentase, pelajar SMA/MA yang tidak lulus mencapai 3,17 persen, sedangkan pelajar SMK yang tidak lulus mencapai 7,072 persen, sehingga pelajar SMA/MA/SMK yang tidak lulus UN 2010 mencapai 5,12 persen.

Ia mengatakan jumlah itu masih ditambah dengan 117 pelajar dari SMA Luar Biasa, namun 117 pelajar SMA LB itu tidak seorang pun yang harus mengulang. “Dibandingkan dengan tahun ajaran 2008/2009, ada penurunan untuk pelajar SMA/MA yang tidak lulus, karena tahun ajaran 2008/2009 tercatat 206.160 pelajar SMA/MA yang mengikuti UN dengan 9.223 orang (4,47 persen) tidak lulus,” katanya.

Peringkat daerah

Suwanto mengatakan, pelajar dari Surabaya tidak masuk ke dalam peringkat 10 besar, kecuali untuk jurusan IPS, sedangkan jurusan Bahasa dan IPA kalah dengan daerah lain.Peringkat “10 besar” SMA/MA jurusan Bahasa adalah Tuban, Bangkalan, Bojonegoro, Sidoarjo, Nganjuk, Gresik, Lamongan, Kabupaten Mojokerto, Pamekasan, dan Jombang.

Untuk peringkat “10 besar” SMA/MA jurusan IPS adalah Sidoarjo, Lamongan, Tuban, Gresik, Tulungagung, Kota Mojokerto, Surabaya, Kota Pasuruan, Trenggalek, dan Bojonegoro.

Sementara peringkat “10 besar” SMA/MA jurusan IPA adalah Sidoarjo, Kota Probolinggo, Tuban, Lumajang, Tulungagung, Lamongan, Kota Mojokerto, Trenggalek, dan Kota Pasuruan. Khusus SMK, peringkat “10 besar” adalah SMK Bina Farma Madiun, SMK PGRI 3 Lamongan, SMK NU Lamongan, SMK Farmasi Sekesal Surabaya, dan SMKN 1 Pungging Mojokerto.

Selanjutnya, SMK Muhammadiyah 1 Lamongan SMK Wahid Hasyim Bangil, SMK Islam Tikung Lamongan, SMKN 2 Buduran Sidoarjo, dan SMK Telkom Sandy Putra Malang.

Peringkat pelajar
Data peringkat pelajar untuk “tiga besar” SMA jurusan bahasa adalah Zainur Rahmah (SMAN 2 Nganjuk dengan nilai UN 53,20); Trias Desy Aristanty (SMAN 1 Malang dengan nilai UN 52,90); dan Ria Hapsari Dewi (SMAN 2 Nganjuk dengan nilai UN 52,70).

Peringkat pelajar untuk “tiga besar” SMA jurusan IPS adalah Dina Bakti Pertiwi (SMAN 1 Jember dengan nilai UN 54,75); Erik Kurniawan (SMAN 1 Krian dengan nilai UN 54,50); dan Anna Bella Ayu Vidhanti (SMAN 1 Jember dengan nilai UN 54,40).

Untuk “tiga besar” SMA jurusan IPA adalah Muhammad Wildan Rabbani Kurniawan (SMAN 1 Gresik dengan nilai UN 57,20); Jauharil Wafi (SMAN 1 Taman dengan nilai UN 57,10); dan Dedi Aditama (SMAN 2 Lamongan dengan nilai UN 56,90).

Peringkat “tiga besar” untuk SMK adalah Achmad Faiz Bazar (SMKN 1 Bangil dengan nilai UN 46,55); Deddy Novian Prastiaji (SMK Bina Farma Madiun dengan nilai UN 46,29); dan Muhammad Lutfi Ade Saputra (SMK Muhammadiyah 1 Lamongan dengan nilai UN 45,80).

Di Jakarta

Pengumuman Kelulusan SMAN 34

Lulus atau Tidak? Cek di Internet!

Senin, 26 April 2010 | 07:55 WIB

KOMPAS.com/Caroline Damanik

Suasana SMA Negeri 34 Pondok Labu Cilandak Jakarta Selatan tampak sepi pada hari pengumuman kelulusan Ujian Nasional, Senin (26/4/2010).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com – Halaman SMA Negeri 34 Pondok Labu Cilandak Jakarta Selatan tampak sepi di hari pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN), Senin (26/4/2010) pagi. Tak ada keramaian yang lazim tampak di detik-detik melihat pengumuman kelulusan atau tidak. Ternyata, sekolah diliburkan hari ini, baik siswa kelas X, XI dan XII.Berdasarkan surat pemberitahuan resmi dari pihak sekolah yang ditempel di sebuah papan tulis di balik gerbang masuk, Kepala Sekolah Hj. Lestari memang meminta siswa untuk tidak masuk sekolah. “Dengan hormat, sehubungan dengan adanya Rapat Kelulusan dan Workshop SKM Guru dan Karyawan, Senin, 26 April 2010, siswa Kelas X, XI dan XII belajar di rumah,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

Di sampingnya, tertulis bahwa pengumuman kelulusan dapat dilihat di website resmi SMA Negeri 34 Jakarta di alamat http://www.sma34jkt.org. Baik siswa maupun tamu lain sama sekali tak diizinkan masuk dan menemui kepala sekolah dan dewan guru hari ini. Kompas.com yang tiba di pagi hari pun diminta menunggu konfirmasi selanjutnya.

Menurut pengamatan, tak satupun siswa atau seseorang yang mengaku orang tua siswa datang ke sekolah. “Belum bisa ditemui mbak. Nanti tunggu informasi berikutnya saja. Hari ini memang tidak menerima tamu itu mbak.” tutur Hadi S, salah seorang petugas keamanan sekolah.

Di Jogjakarta

Sebanyak 23 Persen Peserta UN Yogyakarta Tak Lulus

Fery Aditri

26/04/2010 07:59

Liputan6.com, Yogyakarta: Pelajar kelas tiga sekolah menengah atas akan menerima hasil ujian nasional yang mereka ikuti, Senin (26/4). Di Yogyakarta, sebanyak 23 persen siswa dinyatakan tidak lulus dalam ujian nasional. Mereka yang tidak lulus diberi kesempatan mengikuti ujian nasional ulang.

Jumlah siswa yang tak lulus di Yogyakarta meningkat dibanding tahun lalu yang kelulusannya di atas 90 persen. Yang cukup mencengangkan, yang tak lulus sebagian besar dari jurusan IPS. Kenyataan ini berbeda dengan pendapat selama ini bahkan pelajaran yang sulit justru pelajaran eksakta.

Hasil tidak menggembirakan ini tentu saja membuat sekolah prihatin. Di SMK Piri 1 Yogyakarta, misalnya, lebih dari 50 persen siswanya tidak lulus ujian nasional. Pihak sekolah berjanji meningkatkan kualitas pelajaran menghadapi ujian ulang. Ujian ulang dilaksanakan serentak 10-14 Mei mendatang.(JUM)

Di Cirebon

98 Persen Siswa SMA di Cirebon Lulus UN

Seputar Indonesia Senin, 26 April 2010 – 05:46 wib

CIREBON – Tingkat kelulusan SMA di Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Ujian Nasional (UN) 2010 mencapai 98 persen atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tingkat kelulusan SMA di Kota Cirebon tahun ini 98,40 persen atau naik dari tahun sebelumnya sebesar 98,12 persen. Sedangkan tingkat kelulusan SMK tercatat 96,82 persen atau naik dari tahun sebelumnya yakni 96,02 persen,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengan (Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Anwar Sanusi, Minggu (25/4/2010).

Pengumuman UN, kata Anwar, baru akan dilakukan hari ini. Pihaknya akan mengirim surat ke rumah masing-masing siswa melalui PT Pos. “Selain itu, sejumlah sekolah akan mengumumkan kelulusan siswanya melalui situs sekolah. Pengumuman melalui internet ini baru akan dilakukan pada 26 April pukul 00.00 WIB,” ujar Sanusi.

Dia mengungkapkan, sejumlah siswa berhasil mendapatkan nilai 10 di beberapa bidang studi dalam UN tahun ini, di antaranya Matematika, Fisika, dan Kimia.

“Untuk Matematika ada 131 siswa yang mendapat nilai 10, Fisika 14 siswa, dan Kimia sebanyak tiga siswa,” ungkap Sanusi.

Untuk siswa yang tidak lulus, lanjut Sanusi, bisa mengikuti ujian ulang yang akan diselenggarakan pada 10-14 Mei mendatang. “Mereka yang mengikuti ujian ulang tersebut yaitu SMA untuk bidang IPA sebanyak delapan orang, IPS sebanyak 45 orang dan SMK sebanyak 93 orang,” kata Sanusi.

“Bagi yang lulus saya meminta untuk tidak langsung berhura-hura maupun melakukan konvoi, apalagi tawuran, karena masih banyak yang harus dipersiapkan baik untuk masuk ke perguruan tinggi maupun untuk memasuki dunia kerja,” tandasnya.
(Ibnu/Koran SI/lam)

Di Semarang

SEMARANG – Sebanyak 25.115 siswa peserta Ujian Nasional (UN) SMA/SMK se-Jateng dinyatakan tidak lulus. Mereka merupakan 8,16% dari total peserta UN yang mencapai 307.918 siswa.Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Kunto Nugroho mengatakan, hasil dari angka kelulusan dan ketidak lulusan pada UN tingkat SMA/- SMK ini telah dikirimkan ke kabupaten/kota sejak Sabtu (23/4). Karena itu, semua sekolah dipastikan sudah siap menggelar pengumuman kelulusan yang dilakukan pada hari iniRencananya UN ulangan (remidi) digelar 10-14 Mei mendatang.

“Saya yakin semuanya sudah siap melaksanakannya. Sedangkan untuk waktu atau jamnya kita serahkan kepada pihak sekolah dengan cara menyesuaikan,” jelasnya kemarin. Sebagai pengecualian, untuk wilayah yang sedang melaksanakan Pilkada, pengumuman kelulusan dilakukan pada siang hari.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jateng, angka ketidaklulusan UN SMA dan MA 2010 sebesar 8,51% ternyata mengalami penurunan dibandingkan dengan persentase ketidak kelulusan 2009 sebesar 4,45% dan tahun 2008 sebesar 7,36%. Demikian pula dengan angka ketidaklulusan UN SMK 2010 sebesar 7,68% ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan persentase kelulusan 2009 yang hanya sebesar 5,64%. Namun, meningkat daripada persentase kelulusan 2008 sebesar 8,07%.

Ketua Panitia UN/UASBN Jateng Nurhadi Amiyanto menambahkan, untuk naskah soal yang akan digunakan pada UN ulangan saat ini telah disiapkan.“Yang jelas, untuk siswa yang belum lulus pada UN utama dan susulan tahun ini masih mendapatkan kesempatan untuk lulus pada UN ulangan nanti. Dengan catatan,nilai rata-rata tidak kurang dari 5.50,”bebernya. Sementara itu tingkat ketidaklulusan peserta UN SMA/MA di DIY yang mencapai 23,70% memukul institusi pendidikan di Kota Pelajar.

Kabid Perencanaan dan Standarisasi Disdikpora DIY, Baskoro Aji mengatakan,meski jumlah ketidak lulusan siswa SMA di DIY ini tertinggi se-Jawa, namun DIY juga menduduki tingkat kejujuran tertinggi se-Indonesia.Hal itu didasarkan analisis pola jawaban serta laporan-laporan dari Tim Pengawas Independen (TPI) dan para pengawas.

“Ini patut diapresiasi bahwa kita yang paling jujur penyelenggaraan UN-nya,”ungkapnya. Diketahui, perbandingan angka ketidak lulusan SMA di DIY tahun ini naik tajam dari tahun lalu. Pada 2009 lalu persentase ketidaklulusan hanya 6,06% (1.241 siswa dari 20.385 siswa).Pada penyelenggaraan UN SMA kali ini, persentasenya melonjak menjadi 23,70% (4.623 siswa dari 19.505 siswa).

Sedangkan perbandingan untuk tingkat SMK di 2009 hanya 2,94% (584 siswa dari 19.828 siswa),tahun ini naik menjadi 20,83% (4.614 siswa dari 22.152 siswa).
(Koran SI/Koran SI/teb)

Pengumuman Hasil UN tingkat SMA/SMK/MA tahun 2010 Di Beberapa Kota


Di Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Drs Muslim Bidin

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Drs Muslim Bidin

“InsyaAllah pengumuman tetap hari senin tanggal 26 April 2010″ ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Drs Muslim Bidin menjawab sms yang ku kirim pada Sabtu petang (24/04) kemarin . Karena  hasil pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat telah keluar, Jumat (23/4).

Muslim Bidin menegaskan, dari 4.700 siswa Batam peserta UN ada peserta yang tidak lulus. Mereka para Kepala Disdik  Provinsi Kepri dan Disdik kabupaten/kota se-Kepri, menggelar rapat.   Ada yang tidak lulus.  Namun Muslim tak menyebutkan berapa persen yang tidak lulus. ”Kita sudah berkomitmen tak akan bocorkan sebelum waktunya,” ujarnya.
Menurut Muslim, seperti tahun lalu pihaknya baru mengungumkan kelulusan Senin (26/4) besok pukul 16.00 WIB serentak di seluruh sekolah di Batam. ”Pihak sekolah pun belum mengetahui mengenai kelulusan. Kita baru mengadakan rapat dengan pihak sekolah Senin pagi di kantor Disdik kota Batam.

Mengapa sore hari ?, bukan kah Jumat sudah di terima?… mungkin untuk menghindari corat coret atau perbuatan yang tidak bertanggung jawab dari para siswa yang lulus, kalau pagi kan panjang waktu untuk siswa siswa untuk turun kejalan.  Disdik mengimbau, para siswa yang mengambil hasil kelulusan di sekolah agar didampingi orang tua.

Biasanya siswa terlalu berlebihan dalam meng ekspresikan kebahagiaannya. ”Kita imbau kepada siswa, terutama orangtua siswa agar memberi arahan agar anaknya tidak pergi ke sekolah pada Senin besok menggunakan motor,” tegas Muslim.  Berkaitan dengan teknis pengumuman UN, Disdik juga telah instruksikan sekolah agar dalam mengumumkan hasil UN kepada siswa dibagikan dengan menggunakan amplop.

Tahun ini Disdik Kota Batam juga memberi aturan baru. Semua siswa yang akan menerima hasil pengumuman harus memakai baju biasa dan bukan baju seragam. ”Kita juga mengantisipasi aksi corat coret baju,” terangnya.  Muslim juga menyarankan agar amplop hasil pengumuman dibagikan saat siswa mau ke luar pagar, agar tidak terjadi desak-desakan dan amuk siswa yang stres tidak lulus.

Sepeti diketahui, tahun 2009 lalu, tingkat kelulusan siswa di Batam sebanyak 91,7 persen. Tahun ini, Disdik Kota Batam menargetkan 85-90 persen kelulusan.

Di Provinsi Riau.

Untuk Provinsi Riau terdapat 3.615 siswa yang gagal tahun ini artinya melonjak 3 kali lipat dari tahun sebelumnya. meskipun pengumuman dilakukan Senin (26/04/2010) Dinas Pendidikan Provinsi Riau telah menerima hasil penilaian yang dilakukan oleh pusat. Untuk Provinsi Riau, hasil UN tahun ini jauh mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika 2009 tingkat kelulusan UN SMU mencapai 97,5 persen atau 1.338 dari total peserta 42.777, tahun ini hanya 93.97 persen.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Riau dari total 59.946 peserta UN SMA sederajat di Riau, terdapat 3.615 (6.03 persen) peserta yang gagal alias tidak lulus. Jumlah ini merupakan akumulasi dari peserta UN dari SMA, Madrasah Aliyah dan SMK.

Secara rinci, peserta dari SMA dan Madrasah Aliyah tingkat kelulusannya cukup membanggakan, yakni mencapai 96,86 persen atau dari total 44.641 peserta, hanya 1.403 orang yang tidak lulus. Prosentasi paling buruk untuk tingkat kelulusan terjadi pada peserta dari SMK. Dari 15.305 peserta, terdapat 2.212 orang tak lulus atau 23,61 persen.

“Untuk peserta SMA dan Madrasah Aliyah prosentase kelulusannya masih cukup bagus, namun untuk peserta dari SMK memang terjadi penurunan yang sangat dratis,” keluh Kepala Dinas Pendidikan Riau Irwan Effendi.

Jika berdasarkan jumlah peserta yang tidak lulus, peserta dari Kabupaten Bengkalis paling banyak, yakni mencapai 558 orang, terdiri dari 249 peserta SMA dan MA. Sedangka peserta SMK yang tak lulus 309 orang. Sedangkan Kuansing menjadi daerah dengan peserta tidak lulus tersedikit, hanya 152 orang. Terdiri dari SMA dan MA 35 orang. Sedangkan SMK terdapat 117 peserta tidak lulus.

Namun jika berdasarkan prosentase, maka untuk peserta dari SMA dan MA, Kabupaten Kepulauan Meranti tertinggi, dengan 8,01 persen (188 orang). Sedangkan Pekanbaru terendah dengan 0,93 persen atau hanya 68 peserta. Sementara untuk peserta dari SMK, prosentase peserta yang tak lulus tertinggi ada di Kabupaten Bengkalis dengan 41,23 persen (309 peserta). Sedangkan dengan prosentase hanya 3,90 persen (32) menjadikan peserta UN kelompok SMK Kabupaten Kampar terendah prosentasenya.

Di Solo.

Sementara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Pemkot Surakarta memutuskan untuk menunda pengumuman hasil ujian nasional (UN) tingkat SLTA. Penundaan tersebut terkait dengan pelaksanaan Pemilu kepala daerah (pilkada) Kota Surakarta yang berlangsung pada hari yang sama dengan jadwal pengumuman UN.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota KPU Kota Surakarta, Untung Sutanto, kepada wartawan di Kantor KPU Kota Surakarta di kompleks Stadion Manahan, Senin (12/4/2010). Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi yang dilakukan KPU dengan Desk Pilkada yang dibentuk Muspida Kota Surakarta.

“Seharusnya pengumuman dilakukan Senin 26 April 2010 pagi hari, tetapi karena bersamaan dengan pilkada akhirnya pengumuman hasil UN untuk SLTA baru dilakukan pada pukul 16.00 WIB. Keputusan itu dilakukan untuk memberi kesempatan kepada pemilih memberikan suara dalam pilkada ,” papar Untung.

Selain itu, lanjutnya, dalam pengumuman tersebut pihak sekolah hanya mengundang orangtua siswa untuk mengambil hasil tes UN yang dilakukan anaknya. Petimbangannya adalah untuk menjaga kondusivitas kota karena bersamaan dengan peningkatan suku politik pada pilkada tersebut.

Pilkada di Kota Surakarta diikuti dua pasangan calon yaitu pasangan incumbent Joko Widodo – Hadi Rudyatmo yang dicalonkan oleh PDIP dan pasangan Eddy Wirabhumi – Supradi Kertamenawi yang diajukan Partai Demokrat.

Di Palembang.

Hasil Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA 2010 secara resmi baru akan diumumkan pada Senin, 26 April mendatang. Namun dapat diketahui, dari 76.508 jumlah peserta, tercatat 73.466 siswa yang lulus dan 3.042 siswa dinyatakan tidak lulus.  Bahkan ada satu sekolah yang menjadi peserta UN tidak lulus 100 persen.”Memang ada sekolah yang tidak lulus 100 persen, tapi kami belum mau kasih tahu,” kata Kadisdik Provinsi Sumsel, Widodo, di Palembang, Sabtu (25/4/2010).

Agar menghindari dampak buruk, Widodo tidak mau menyebutkan nama sekolah tersebut kecuali saat pengumuman resmi.  Ia menjelaskan, angka kelulusan UN tahun ini mencapai 96,02 persen, turun 2,13 persen dibanding kelulusan tahun 2008/2009, yaitu 98,15 persen.

Kendati demikian, kata Widodo, pihaknya merasa puas dengan hasil tersebut. Sebab, angka itu paling tidak menunjukkan adanya peningkatan dari aspek pengawasan. Ia juga tidak menampik adanya indikasi kecurangan seperti diberitakan media massa.

“Secara keseluruhan kita sangat puas dengan UN tahun ini. Paling tidak dalam pengawasan ada peningkatan dibanding sebelumnya,” ujar Widodo.

Rerata Nilai UN SMA/MA 2010 Naik.

m nuh mendiknas

m nuh mendiknas

Rerata nilai kelulusan Ujian Nasional  (UN) SMA/MA 2010 mengalami kenaikan dari 7,25 pada tahun 2009 menjadi  7,29. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas)  Mohammad Nuh saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pendidikan  Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Jumat (23/4/2010).

“Kalau dibandingkan reratanya antara tahun 2009 dan 2010 ada  peningkatan, ” kata Mendiknas yang didampingi Wakil Mendiknas Fasli  Jalal dan sejumlah pejabat eselon I dan II Kemdiknas.

Berdasarkan data sementara Kemdiknas, rerata nilai UN SMA negeri 7,43,  sedangkan SMA swasta 7,17. Sementara rerata nilai UN MA negeri 7,25, dan MA swasta 6,96.  “Insya Allah hari Senin (hasil UN) akan disampaikan ke masyarakat di masing-masing sekolah,” kata Mendiknas.

Lebih lanjut Mendiknas menyampaikan, dari total peserta UN SMA/MA 2010 sebanyak 1.522.162 siswa terdapat 154.079 (10,12%) siswa yang mengulang. Sementara jumlah siswa yang tidak mengulang 1.368.083 (89,88%) siswa.

Mendiknas menyampaikan, berikut berturut-turut jumlah siswa yang  mengulang mulai dari satu sampai dengan enam mata pelajaran, yakni  sebanyak 99.433 siswa (64,5%), 25.277 (16,4%), 10.034 (6,5%), 4.878 (3,2%), 2.548 (1,7%), dan 930 (0,6%). Selain itu, kata Mendiknas, terdapat 10.979 (7,1%) siswa yang mengulang karena rerata nilainya di bawah 5,5. “Mudah-mudahan nanti setelah mengulang bisa (lulus) 96 persen,” katanya.

Mendiknas menyebutkan, jumlah siswa yang mengulang untuk tingkat provinsi diantaranya Provinsi Jakarta dari 59.697 peserta mengulang  sebanyak 5.426 atau 9,09 persen dan Provinsi Jawa Barat (2,83%).

Di Depok.

Sebanyak 1.321 siswa dari total 13.180 peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dinyatakan tidak lulus. “Siswa yang gagal dalam mengikuti UN tersebut, diwajibkan untuk mengikuti UN ulangan yang akan dilaksanakan 10 hingga 14 Mei 2010,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Depok, Farah Mulyati, di Depok, Minggu (25/4).

Ia mengatakan tingkat kelulusan di kota Depok secara total menurun sekitar 4 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, pesentase kelulusan untuk SMA di Kota Depok mencapai 99,12 persen, dan saat ini mencapai 95,49 persen.

“Sejumlah siswa yang tidak lulus mengeluhkan sulitnya soal paket B,” katanya.

Farah mengatakan pengumuman resmi akan disampaikan sekolah masing-masing pada Senin (26/4) mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Mekanismenya terserah sekolah, apakah diumumkan langsung, melalui intenet, pos, atau SMS.

Lebih lanjut ia mengatakan siswa tersebut sebenarnya bukan tidak lulus tapi harus mengulang atau her UN. “UN merupakan satu dari empat komponen kelulusan. Jadi tidak secara otomatis, yang lulus UN, lulus sekolah, harus memenuhi empat kompenen tersebut,” imbuh Farah.

Sehingga diharapkan, para siswa yang sebelumnya tidak lulus dalam UN utama dan susulan dapat lulus pada UN ulangan.

Mendiknas memberikan catatan khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Tahun lalu cukup bagus sekitar 93 persen (tidak  mengulang), tetapi sekarang yang mengulang 23,70 persen dan 77 persen  tidak mengulang. Ini daerah Jawa yang paling besar yang mengulang dari sisi persentase,” katanya.

Beberapa provinsi lain yang persentase mengulangnya besar, papar  Mendiknas, yakni Kalimantan Tengah (39,29%), Kalimantan Timur (30,53%), Sulawesi Tenggara (35,89%), NTT (52,08%), Maluku Utara (41,16%), dan Gorontalo (46,22%).

Mendiknas mengatakan, berdasarkan analisis internal yang dilakukan, salah satu faktor penyebab turunnya ‘kelulusan’ adalah karena pengawasan  yang lebih ketat. “Tetapi jangan diterjemahkan kalau dulu tidak diawasi. Pengawasan sekarang memang lebih ketat,” katanya.

Di Provinsi Gorontalo.

Mendiknas mencontohkan, yang paling menonjol siswa yang mengulang adalah Provinsi Gorontalo. Mendiknas menyebutkan, pada 2009 kelulusan siswa  SMA/MA mencapai 96,54 persen, tetapi sekarang turun menjadi 53,53 persen. “Kepala dinas (Gorontalo) menyampaikan pada saat teken kontrak pakta kejujuran bertekad  mementingkan kejujuran. Tetapi sekali lagi jangan diterjemahkan yang lulusnya 93 persen ke atas tidak jujur karena memang tidak ada bukti tidak jujur itu,” katanya.

Mendiknas juga telah menyampaikan kepada kepala dinas untuk menginstruksikan kepada sekolah agar memberikan remediasi, pengayaan, dan pelatihan bagi siswa-siswa untuk mata pelajaran yang harus

mengulang. Ujian Ulangan dijadwalkan pada 10-14 Mei 2010.

Di Bali.

Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA/SMK di Bali tahun 2010 mencapai 1.093 siswa. Jumlah ini melonjak tajam dibanding tahun 2009 hanya sebanyak 66 siswa.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Provinsi Bali I Wayan Suasta di kantornya, Jl Puputan Raya Renon, Denpasar, Minggu (25/4/2010).

“Tingkat kelulusan tahun ini memang turun. Meskipun turun ini membuktikan tingkat kejujuran siswa itu tinggi,” kata Suasta.

Disebutkan, tingkat kelulusan siswa SMA tahun 2009 mencapai 99,62 persen atau dari 26.775 peserta ujian tingkat SMA, siswa yang tidak lulus sebanyak 20 orang. Sedangkan UN 2010, jumlah siswa SMA yang tidak lulus sebanyak 702 siswa dari 25.562 peserta ujian atau tingkat kelulusan 97,25 persen.

Sementara itu, pada siswa SMK jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 46 dari 11.253 peserta ujian atau tingkat kelulusannya 99,59 persen sedangkan pada tahun 2010, dari 15.425 peserta ujian, siswa tidak lulus 391 orang atau tingkat kelulusannya menjadi 97,47 persen.

“Untuk SMA tingkat kelulusan terendah ada di Kabupaten Buleleng, dan tertinggi di Kabupaten Bangli,” katanya.

Di Ponorogo.

sebagaimana di tulis oleh http://panyaruwe.wordpress.com di Ponorogo SMA Kabupaten Ponorogo, Tidak Lulus IPA=41, IPS=16  di samping itu  kepala dinas juga menginstruksikan kepada sekolah agar memberikan remediasi, pengayaan, dan pelatihan bagi siswa-siswa untuk mata pelajaran yang harus mengulang. Ujian Ulangan dijadwalkan pada 10-14 Mei 2010.

Daftar SMA Se Ponorogo.

1. SMA 1 Ponorogo : lulus semua
2. SMA 2 Ponorogo : lulus semua

3. SMA 3 Ponorogo :
4. SMA 1 Babadan : 1 tidak lulus
5. SMA 1 Kauman :
6. SMA 1 Badegan :
7. SMA 1 Sampung :
8. SMA 1 Slahung : 2 tidak lulus
9. SMA 1 Balong :
10. SMA 1 Bungkal :
11. SMA 1 Mlarak :
12. SMA 1 Jetis :
13. SMA 1 Sambit :
14. SMA 1 Ngrayun : 3 tidak lulus
15. SMA 1 Pulung :
16. SMA 1 Sooka :
17. SMA 1 Jenangan :
18. SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo : 7 tidak lulus
19. SMA Bakti : lulus semua
20. SMA Merdeka :
21. SMA Muhammadiyah 3 Jetis :
22. SMA Hudaya Ponorogo :
23. SMA PGRI Ponorogo :
24. SMA Immersion : 4 tidak lulus

Dari 1.522.162 peserta ujian nasional tingkat sekolah menengah atas dan madrasah aliyah, sebanyak 154.079 siswa di antaranya, atau sekitar 10,12 persen tidak lulus. Siswa-siswa tersebut harus mengikuti ujian nasional ulangan yang akan diselenggarakan pada 10-14 Mei 2010.

Dari data hasil ujian nasional tahun 2010, jumlah paling banyak siswa yang tidak lulus dan harus mengikuti ujian nasional ulangan ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (23,7 persen), Kalimantan Tengah (39 persen), Kalimantan Timur (30,53 persen), Nusa Tenggara Timur (52,08 persen), dan Gorontalo (46,22 persen).

Adapun persentase siswa yang paling banyak lulus ada di Bali (97,18 persen), Jawa Barat (97,03 persen), Jawa Timur (96,69 persen), dan Sumatera Utara (95,85 persen).

Diambil dari beberapa sumber. (depdiknas/Detik.com/Batam Pos/riauterkini.com)

Kuburan dan Wisata


rumah kediaman kakak Noordin M Top di Kampung Melayu Pontian Johor

rumah kediaman kakak Noordin M Top di Kampung Melayu Pontian Johor

Sewaktu dua tulisan ku menyangkut almarhum Noordin M Top, yaitu  Ziarah ke Makam Noordin M Top di Pontian Johor Malaysia dan  Semalam di Ulu Tiram Johor Malaysia (Rumah Noordin M Top) banyak sekali komentar yang masuk.

Ada yang menanggapi kalau aku itu kayak enggak ada kerjaan, ada yang komentar bilang  “serem” , ada yang bertanya apakah aku pengagum Noordin M Top. Kalau rekan dari Malaysia, terutama yang tinggal dan bermukim di Johor, malah merasa keduluan.  Jadi macam macam komentar puluhan banyak nya.

Ya aku senyum – senyum saja menanggapi nya, karena pertanyaan banyak juga yang langsung di tujukan kepadaku. Dan rasanya perlu juga ku jelaskan sedikit, kedatangan ku kesana hanya ingin melihat makam dan tempat tinggal Noordin M Top, aku yakin beberapa tahun ke depan makam ini akan menjadi sejarah, kalau tidak berlebihan sama dengan makam makam yang lain.

Aku pernah bepergian mulai dari ujung pulau Jawa (Gresik) sampai ke Cirebon, mengunjungi makam, yaitu makam walisongo yang terkenal itu. Banyak peziarah ke Mesir antara lain yang dilihat dan dikunjungi disana adalah piramid, piramid tak lain adalah “kubur” dari para firaun.

Di Batam banyak para turis datang ke Pulau Galang, mereka mengunjungi kubur, kubur nenek dan orang tua mereka puluhan tahun yang lalu, saat terusir dari negara mereka Vietnam sana.

Salah satu tempat yang di kunjungi jamaah haji kalau ke Kota Madina Almunawarah, adalah ke makam Nabi Muhammad SAW.

Berkunjung ke Phnom Phen Kamboja, kita akan di tawari oleh rekan disana untuk mengunjungi killing field,  ladang pembantaian, konon kabar nya setiap tahun jutaan turis manca negara ke ladang pembunuhan itu.

Berita anyar Makam Gus Dur pun akan di buat jadi tujuan wisata, kenapa tidak?.

Di Jakarta tepat nya Tanjung Priok, ratusan orang luka dan beberapa orang meninggal karena makam orang yang sangat di hormati hendak di bongkar?…………Tragedi Berdarah Tanjung Priok (Menyatunya Kebencian Dendam Dan Kemarahan)

Makam Noordin M Top.

disuguhi minuman air teh manis.... kakak dan abang Noordin M Top

disuguhi minuman air teh manis.... kakak dan abang Noordin M Top

Sewaktu berkunjung kerumah kakak Noordin M Top, kami di terima kakak perempuan dan abang iparnya. Rumah sederhana ini tak berapa jauh dari pemakaman umum tempat dimana Noordin M Top bersemayam.

Cerita tentang masa kecil dan setelah dewasa, tak ada yang begitu istimewa, hanya saja dari semua saudaranya Noordin M Top lebih pandai dalam hal pembelajaran.  Cerita itu mengalir begitu saja dari bibir perempuan paroh baya itu. Mereka pun kini tak terlalu merasakan kehilangan lagi, dan tak merasa di curigai lagi. Dan tak ada seorang pun yang datang kerumah mereka lagi.

Itulah mungkin yang membuat mereka agak terkesima dengan kedatangan kami, tetapi setelah kami jelaskan hanya ingin ziarah saja, cerita pun jadi lancar mengalir.

Cerita soal dua burung hijau yang terus terbang mengiringi jenazah sejak dari lapangan terbang hingga ke Masjid Kampung Melayu sebelum jenazah di shalatkan.  Begitu banyaknya  orang yang datang menshalatkan hingga beberapa kali rombongan.  Tak kalah seru nya adalah awan yang berlafaskan Allah terlihat di langit Pontian.

Kami mendengar kan saja cerita kakak Noordin M Top, kelihatan dia begitu sayang terhadap adik nya itu. Kepada kami pun di tunjukkan baju dan souvenir lainnya pemberian dari crew tv yang dulu meliput dan mewawancarai mereka. Sebagai mana dulu saat di tanya oleh pemberita, kepada kami pun dia tetap menganggap adik nya tak sejahat yang dituduhkan “biar lah berapa puluh tahun ke depan orang akan tahu yang benar itu benar yang salah itu salah” ujar nya menanggapi.

Air teh manis hidangan dari kakak Noordin M Top telah habis kami minum, kami pun mohon pamit pulang.

%d blogger menyukai ini: