NPWP = Bebas Fiskal + Sunset Policy


Menarik tulisan Agus Winarno,    http://aguswinarno.blogspot.com  Punya NPWP, tidak bayar Fiskal Luar Negeri

Kartu NPWP tenggat waktu hingga 31 Desember 2008

Kartu NPWP tenggat waktu hingga 31 Desember 2008

ya karena dia memang orang pajak.

Ramai memang di kantor pelayanan pajak (KPP)  di Batu Ampar Batam, tukang parkir dadakan pun panen.  Biasa, tenggat waktu digunakan oleh orang yang berkepentingan untuk mengurus NPWP alias Nomor Pokok Wajib Pajak. Malam nya (30/12) ada pernyataan dari Dirjen Pajak menyatakan bahwa ada kebijakan Sunset Policy 2008 , apa pulak itu, bukan kebijakan “Matahari Terbenam” karena akhir tahun tapi urusan pajak memajak itu di tunda hingga 28 Februari 2009.

Kalau sudah diancam sedemikian rupa berduyun duyun lah orang mengurus NPWP nya, demikian pula Aries Kurniawan “Lha selama kerja di Batam Pos tempohari belum punya NPWP ya” tanyaku,  Pajak penghasilan di potong oleh Perusahaan di tempatnya bekerja, tetapi kartu NPWP nya tak ada.

Nih kartu NPWP ku, sejak 1985 sudah punya lho no. 05.171.442.6-215.00

Nih kartu NPWP ku, sejak 1985 sudah punya lho no. 05.171.442.6-215.000 kataku kepada Aries.

Dalam laporannya Dirjen Pajak menyebutkan sampai priode pertengahan Desember 2008 penerimaan dari pajak telah melebih target mencapai 30 triliun rupiah.  Apalagi dengan kebijakan fiskal dan NPWP ini,  yakin lah tahun depan pun penerimaan dari pajak akan lebih surplus lagi.

Awal berdiri pemerintahan kota Batam,  kantor pajak  belum ada, tak seperti disebutkan oleh Agus Winarno, sekarang banyak kantor pajak sehingga ada yang  “kesasar” , kami,  di tahun 1984 mengurus NPWP itu harus ke Tanjung Pinang.  NPWP no. 05.171.442.6-215.000 terdaftar tanggal 11-03-1985 .

Kemarin, (30/12)  saat mengambil copian di kantor pelayanan pajak, tak lah sulit , hanya dengan menyebutkan nama kartu NPWP itu pun terprint segera, meluncur pujian dari Aries “wah hebat kantor pajak ya pak, sudah hampir se perempat abad datanya masih ter-update” , aku senyum, ingat dulu kartu NPWP masih di ketik dengan mesin tik remington, sama persis dengan kasus KTP sekarang, nomor nya ganti – ganti terus.

Pembersihan Sampah Di Masjidil Haram


Hanya beberapa jam saja mabit di Musdalifah,  serakan sampah tampak dimana-mana, pemandangan ini akan terlihat saat kita melalui Musdalifah ke esokan harinya sepulang dari Masjidil Haram setelah  selesai melaksanakan tawaf Ifadah menuju Mina kembali.

Salah satu pintu Masjidil Haram, Terkadang para jamaah membuang sampah sembarangan, padahal banyak papan peringatan dalam berbagai bahasa terpampang.

Salah satu pintu Masjidil Haram, Terkadang para jamaah membuang sampah sembarangan, padahal banyak papan peringatan dalam berbagai bahasa terpampang.

Sampah juga berserakan sepanjang jalan dari Masjidil Haram menuju ke Mina, mungkin karena pada saat itu banyak sekali tenda-tenda jamaah yang tidak terpasang di pemondokan.
Sebelum hari Nahar dan di hari Tasyriq para jamaah (bukan dari Indonesia), mereka sudah memasang tenda disepanjang jalan itu.
Ini juga yang membuat mengapa kenderaan roda empat apalagi bus susah bergerak, konon pula mobil tangki air yang chasisnya cukup panjang, jadi bersiap-siap lah anda di pemondokan tak mendapat supplay air atau terlambat karena kemacetan ini.
Saat masuk kepemondokan selesai Nafar Awal (12 Zulhijjah) di jalanan,  sepanjang – panjangnya jalanan mulai dari perbatasan Mina sampah menumpuk dimana mana.
Begitu pula bau anyir darah dari hewan sembelihan, terkadang masih terlihat onggokan daging dan kepala hewan seperti unta di pinggir jalan.
Sambil tersenyum Izarwan petugas sukarelawan di Daker Makkah menjelaskan besok sudah bersih semua, dan memang saat bangun  pagi,   tak terlihat lagi sampah – sampah yang berserakan.
Tak ada lagi botol plastik di jalanan. Puluhan mungkin ratusan armada mobil sampah dikerahkan. Boleh tahan mereka menangani sampah.
Tumpukan sandal dan alas kaki lainnya berserakan, termasuk yang dibersihkan dan disingkirkan oleh petugas pembersihan, terkadang sandal sandal ini bergelimpangan dan tercecer diareal tawaf.

Tumpukan sandal dan alas kaki lainnya berserakan, termasuk yang dibersihkan dan disingkirkan oleh petugas pembersihan, terkadang sandal sandal ini bergelimpangan dan tercecer diareal tawaf.

Mesin alat pembersih lantai ini puluhan jumlah nya dioperasikan baik di Masjdidil Haram maupun di Masjid Nabawi di Madinah.

Mesin alat pembersih lantai ini puluhan jumlah nya dioperasikan baik di Masjdidil Haram maupun di Masjid Nabawi di Madinah.

Hajja, hajja, hajji, hajji, begitulah teriakan para petugas pembersihan meminta para jamaah yang masih duduk-duduk di lantai yang akan dibersihkan, tak mau bangkit siap-siap disiraam air detergen pembersih lantai.

Hajja, hajja, hajji, hajji, begitulah teriakan para petugas pembersihan meminta para jamaah yang masih duduk-duduk di lantai yang akan dibersihkan, tak mau bangkit siap-siap disiraam air detergen pembersih lantai.

"Gulung karpet pasang kembali" puluhribuan jamaah tumpah ruah, membuat kotor dan berbau lantai Masjidil Haram, dengan cekatan petugas pembersihan priodik membersihkannya.

"Gulung karpet pasang kembali" puluhribuan jamaah tumpah ruah, membuat kotor dan berbau lantai Masjidil Haram, dengan cekatan petugas pembersihan priodik membersihkannya.

Syirik di Sekitar Kita


Informasi tak benar, abad ke 19 Hijriah tertulis di dinding perigi pulau Air Raja

Informasi tak benar, abad ke 19 Hijriah tertulis di dinding perigi pulau Air Raja

gapura, pintu masuk ke perigi, perigi tertutup dengan selayar warna kuning, ada bangunan beratap tilux warna biru sumbangan dari orang Singapura, entah apa maksudnya perigi itu diselayari warna kuning.

gapura, pintu masuk ke perigi, perigi tertutup dengan selayar warna kuning, ada bangunan beratap tilux warna biru sumbangan dari orang Singapura, entah apa maksudnya perigi itu diselayari warna kuning, sumur zam-zam saja tak seperti itu.

Toha, Lurah Pulau Air Raja, kelurahan di Kecamatan Galang Batam Kepulauan Riau ini mengaku tak tahu menahu tentang usia sebenar dari sumur (perigi)  yang dipasang atap dan di dinding dengan kain warna kuning. Sebagai Lurah dia hanya meneruskan saja dan memperbaharui tulisan lama yang memang sudah ada.

Ada dua perigi terdapat disitu,  sesaat setelah kita tiba di pelantar Pulau Air Raja hendak ke kantor kelurahan disebelah kanan jalan agak mendaki. Perigi itu kini di fungsikan sebagi tempat mandi manda, mencuci pakaian pun disitu. Perigi sebelah atas sepertinya tak dipakai,  ditutupi dengan kain warna kuning, dan ada bangunan beratap genteng tiluk. “Itu sumbangan dari orang Singapura, mereka yang meminta agar dibuat seperti itu”ujar Lurah Toha, menjelaskan karena terlihat perigi itu seperti makam  yang dikeramatkan.

KISAH PERIGI AIR RAJA

“Kisah ini bermula pada masa kerajaan Bintan di perintah oleh seorang Raja bernama Datuk Munsang Arafah. Pada Hari Jumat 1 Rabiul Awal 19 Hijriah, Datuk Munsang Arafah berlayar dari Bintan menuju Johor Lama Malaysia. Datuk Raja Munsang Arafah menggunakan perahu kebesaran raja yaitu perahu Lancang Kuning. Dinamakan Lancang Kuning karena perahu dan layar memakai warna Kuning. Dalam perjalanan itu terdapat pula Tengku Putri Siti Hawa, Datuk Amansyah, Panglima Ali Tengku Jakfar dan 2 orang kembar Datuk Raja Munsang Arafah yaitu , Puteri Srikandi dan Putri Cahaya Nilam, Datuk Syahbandar dan 30 orang pengawal raja. Dalam perjalanan menuju Johor Lama Malaysia, perahu Lancang Kuning menghadapi badai yang cukup besar, sehingga perahu tersebut terdampar di sebuah pulau, pulau itu tak ada penghuninya. Setelah 3 hari 3 malam terdampar, Raja-raja serta seluruh pengawalnya kehabisan air minum, lalu sebagian raja tersebut dan pengawalnya mencari air minum, namun setetes airpun tak dijumpai. Maka setelah itu kelima raja berdo’a dan bermohon kepada Allah Yang Maha Kuasa, sebagai pemimpin do’a tersebut, Datuk Raja Amansyah, maka dipahatnya batu, Batu yang dipahat mengeluarkan mata air, lalu digali dan dipahat sebanyak 2 perigi. Perigi di kiri diberi nama Putri Srikandi di kanan Putri cahaya Nilam. Setelah 3 hari 3 malam di pulau tersebut, Datuk Syahbandar, Tengku Jakfar, Panglima Ali dan 30 orang pengawal melanjutkan perjalanan ke Johor Lama Malaysia dan yang tinggal di pulau itu Datuk Raja Munsang Arafah dan Tengku Raja Siti Hawa, Datuk Armansya dan kedua putri kembar Putri Srikandi dan Putri Permata Nilam. Namun malang menimpa Perahu Lancang Kuning tersebut tidak sampai ke Johor Lama Malaysia, karena perahu Lancang Kuning karam di perairan ujung Utara Pulau Bintan yang dikenal sekarang Tanjung Lagoi. Datuk Munsang Arafah beserta keluarganya tetap di pulau itu hingga akhir hayatnya. Sehingga pulau itu berubah dan diberi nama Pulau Air Raja, bermakna tempat raja memperoleh air minum. Di kolam tempat raja mandi diberi nama Kolam Raja, Kedua tempat tersebut  masih ada, hanya perigi raja saja yang telah dibenahi pada tahun 2004”.

dscf0704Penasaraan dibuat pak Lurah Pulau Air Raja, pak Lurah itu adalah mantan Kepala SMP Negeri di Pulau tersebut,  Aku buka-buka wikipedia,

Kesultanan Johor yang terkadang disebut juga sebagai Johor-Riau atau Johor-Riau-Lingga adalah kerajaan yang didirikan pada tahun 1528 oleh Sultan Alauddin Riayat Syah, putra sultan terakhir Malaka, Mahmud Syah. Sebelumnya daerah Johor-Riau merupakan bagian dari Kesultanan Malaka yang runtuh akibat serangan Portugis pada 1511.

Pada puncak kejayaannya Kesultanan Johor-Riau mencakup wilayah Johor sekarang, Singapura, Kepulauan Riau, dan daerah-daerah di Sumatera seperti Riau Daratan dan Jambi.

Buku-buku aqidah untuk pak Lurah

Buku-buku aqidah untuk pak Lurah

Sebagai balas jasa atas bantuan merebut tahta Johor Sultan Hussein Syah mengizinkan Britania pada 1819 untuk mendirikan pemukiman di Singapura. Dengan ditandatanganinya Traktat London tahun 1824 Kesultanan Johor-Riau dibagi dua menjadi Kesultanan Johor, dan Kesultanan Riau-Lingga. Pada tahun yang sama Singapura sepenuhnya berada di bawah kendali Britania. Riau-Lingga dihapuskan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1911.

Pada tahun 1914, Sultan Ibrahim, dipaksa untuk menerima kehadiran Residen Britania. Dengan demikian Johor efektif menjadi koloni Mahkota Britania.

Johor menjadi salah satu negara bagian Malaysia ketika negara itu didirikan pada 1963.

salah satu masjid di Pulau Air Raja, mihrab masjid ini tak sesuai dengan arah kiblat, sama seperti masjid Kauman Jogjakarta.

salah satu masjid di Pulau Air Raja, mihrab masjid ini tak sesuai dengan arah kiblat, sama seperti masjid Kauman Jogjakarta.

Ketidak benaran data yang ada di Pulau Air Raja terlihat pada saat perigi digali di tahun 19 Hijriah, manalah mungkin pak Lurah kataku, Nabi Muhammada SAW wafat 13 Hijriah , beliau Lahir 571 M, sekarang sudah 1429 Hijriah, berarti sumur Raja ini telah berusia 1410 tahun kataku lagi.

Kesultanan Johor berdiri sekitar 500 tahun yang lalu. Di Pulau Air Raja tak susah akses internet, di Pulau itu pun telah berdiri SMA Negeri 6 , malah menurut pak Lurah Toha sudah 6 angkatan lulusan dari sana.

Pada kesempatan itu pun di masjid aku serahkan buku-buku yang kudapat saat di Makkah , salah satu nya buku tentang aqidah, semoga berguna.

Sejarah

Riau-Lingga pada awalnya merupakan bagian dari Kesultanan Malaka, dan kemudian Kesultanan Johor-Riau. Pada 1811 Sultan Mahmud Syah III wafat tanpa pewaris. Dalam sengketa yang timbul Britania mendukung putra tertua, Husain, sedangkan Belanda mendukung adik tirinya, Abdul Rahman. Traktat London pada 1824 membagi Kesultanan Johor menjadi dua: Johor berada di bawah pengaruh Britania sedangkan Riau-Lingga berada di dalam pengaruh Belanda. Abdul Rahman ditabalkan menjadi raja Riau-Lingga dengan gelar Sultan Abdul Rahman Muadzam Syah.

Pada tanggal 7 Oktober 1857 pemerintah Hindia-Belanda memakzulkan Sultan Mahmud IV dari tahtanya. Pada saat itu Sultan sedang berada di Singapura. Sebagai penggantinya diangkat pamannya, yang menjadi raja dengan gelar Sultan Sulaiman II Badarul Alam Syah. Jabatan raja muda (Yang Dipertuan Muda) yang biasanya dipegang oleh bangsawan keturunan Bugis disatukan dengan jabatan raja oleh Sultan Abdul Rahman II Muadzam Syah pada 1899. Karena tidak ingin menandatangani kontrak yang membatasi kekuasaannya Sultan Abdul Rahman II meninggalkan Pulau Penyengat dan hijrah ke Singapura. Pemerintah Hindia Belanda memakzulkan Sultan Abdul Rahman II in absentia 3 Februari 1911, dan resmi memerintah langsung pada tahun 1913.

Blog Malaysia Yang Menghina Nabi itu Telah Dihapus.


Blog tu dah pun di hapus, begitu banyak nya flag untuk minta penghapusan blog yang sempat disiarkan oleh TV3 Malaysia itu, bloger asal Malaysia yang memuat  32 postingan pada tanggal 26 Desember 2008,  berpuluh gambar dan karikatur menghina Nabi telah pun di hapus oleh blogspot.

Nopember lalu blog yang menamakan lapotuak, bulan ini Adibahahmad.blogspot.com.

Blog telah dihapus

Maaf, blog di adibahahmad.blogspot.com telah dihapus. Alamat ini tidak tersedia untuk blog baru.

Apa harusnya blog Anda ada di sini? Bacalah: ‘Saya tidak bisa menemukan blog saya di Web, jadi ada di mana?

Blog Hina Nabi keluar di TV 3 Malaysia


Cheno mahasiswa semester akhir di salah satu Universitas Malaysia memberitahukan kepadaku tentang blog yang menghina Nabi keluar di TV 3 Malaysia hari ini, dia minta kepadaku untuk membuat Flag di blog itu agar pihak berkenaan sila bertindak

dibawah ini copy chattingan ku dengan cheno :

AAAAAAAA AAAAAAAA: salam pak…
imbalo iman sakti: salam juga apa kabar hari ini
AAAAAAAA AAAAAAAA: baik pak…
AAAAAAAA AAAAAAAA: pak pekhabar…
AAAAAAAA AAAAAAAA: Zella Ali: Blog hina nabi yang kuar TV3 tadi, pihak berkenaan sila bertindak… sila “FLAG” ramai2 blog ini, biar google/blogspot remove (button FLAG bleh dijumpai di atas sekali,garisan biru,sebelah logo Blogger bertulisan”FLAG BLOG”) sila sebarkan:     http://adibahahmad.blogspot.com  http://adibahmad.blogspot.com
You have invited AAAAAAAA AAAAAAAA to start photo sharing.
You can wait for a response or Cancel (Alt+Shift+C) the invitation.

Demikian ambil kira…… salam

Dolphin – Dolphin Jinak di Batam


"Welcome to Dolphin Logde"  di Pulau Mencadas Batam Kepulauan Riau Indonesia

"Welcome to Dolphin Logde" di Pulau Mencadas Batam Kepulauan Riau Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Tinggal 5 ekor lagi , lain nya sudah dibawa ke Bali ” kata pak Atmo lelaki tua hampir 70 tahunan salah seorang dari 4 orang petugas atau orang yang masih tertinggal di Pulau Mencadas, Pulau Mencadas berseberangan selat saja dengan Pulau Air Raja, masih masuk Kecamatan Galang Batam Kepulauan Riau.

Aries pun tak mau kalah, nyemplung ke laut mendekat sang dolphin yang jinak,

Aries pun tak mau kalah, nyemplung ke laut mendekat sang dolphin yang jinak,

Hampir 200 orang dengan 4 unit kapal cepat kapasitas 50 orang, hari kamis (25/12)  kami berangkat ke Pulau itu dalam rangka Wisata Dakwah  (Wisdah) Karyawan PT Panasonic Batam, mayoritas peserta Wisdah dari PT Panasonic adalah perempuan.

Objek wisata yang terabaikan, pelantar tempat pengunjung melihat atraksi dolphin2 jinak itu pun sudah reot tak terurus lagi, hanya tinggal mengevakuasi kelima ekor dolphin yang tinggal di perairan pulau Mencadas itu , rencana hendak di bawa ke Bali

Objek wisata yang terabaikan, pelantar tempat pengunjung melihat atraksi dolphin2 jinak itu pun sudah reot tak terurus lagi, hanya tinggal mengevakuasi kelima ekor dolphin yang tinggal di perairan pulau Mencadas itu , rencana hendak di bawa ke Bali

Asyik ya melihat dan mengabadikan ikan-ikan Dolphin yang jinak, ayat qauniyah kata ustaz Asep koordinator majelis taklim PT Panasonic,

Asyik ya melihat dan mengabadikan ikan-ikan Dolphin yang jinak, ayat qauniyah kata ustaz Asep koordinator majelis taklim PT Panasonic,

Gembira ria tertawa lepas, melihat ayat qauniyah, ikan – ikan Dolphin yang begitu jinak. Dolphin atau ikan Lumba-Lumba ini di tangkar kan diperairan Pulau Mencadas, tetapi 3 bulan mendatang sudah tak ada lagi  kata pak Atmo, sang  pengusaha akan merelokasi usahanya ke Bali,  kelihatannya dia tak berminat lagi mau mengelola usaha penangkaran ikan dolphin ini di Batam. Tak tahu apa sebabnya.  Terlihat bangungan yang sudah mulai roboh , semak belukar disana sini, plantar pun sudah reot-reot  dan rapuh.

Padahal ini adalah salah satu tujuan wisata yang cukup menarik pelancong kalau memang di kelola dengan baik.

Ibu Reni guru Sekolah Islam Hang Tuah Batam begitu senangnya dapat menjamah sang Dolphin yang jinak, tak apelah berbasah-basah demi memegang kepala sang Dolphin ujarnya.

Ibu Reni guru Sekolah Islam Hang Tuah Batam begitu senangnya dapat menjamah sang Dolphin yang jinak, tak apelah berbasah-basah demi memegang kepala sang Dolphin ujarnya.

Lokasinya tak jauh dari Batam , kalau dari Pelabuhan Telaga Punggur ke Lokasi penangkaran ikan-ikan Dolphin itu hanya memakan waktu 10 menit dengan kapal cepat kapasitas 50 orang seperti yang kami naiki.

Pulau Mencadas cukup asyik menjadi tujuan wisata hutannya  masih asri dan air tawar pun tak susah di dapat di pulau itu.

Caleg Suara Terbanyak Siapa Takut


Hem…   akhirnya MK mengeluarkan putusan, yang antara lain isinya  penetapan calon  anggota legislatif (caleg) dipilih berdasarkan suara terbanyak.

He he he……….. aku jadi senyum – senyum , karena kemarin saat pulang dari Nagoya aku masih mengomentari salah satu baliho yang terpasang cukup besar, mungkin juga paling besar, “koq pede sekali ya ibu itu, no urut 9 berani bersaing”  gumamku.  Padahal baliho itu dipasang jauh-jauh hari sebelum ada penetapan MK tentang suara terbanyak, malah empat orang rekan si ibu itu yang satu partai karena dipasang di nomor sepatu mengadukan ke pimpinan pusatnya, dan bawak-bawak nama organisasi massa lagi.  Karena kebetulan dia jadi Ketua ormas yang terbesar kedua  anggota  paling banyak di Indonesia.

Pemilu lalu ada ketua partai, kedua terbesar perolehan kursinya di legislatif, sang ketua memang dipasang di nomor urut satu nomor jadi, meskipun suara  yang diraupnya jauh dibawah nomor urut dua, sang ketua tetap melenggang menjadi anggota dewan. Tahun ini pun sang ketua di pasang di nomor urut satu,  kalau  pemilu lalu dia di tingkat kota,  sekarang di tingkat provinsi,  itulah sebabnya aku jadi tambah-senyum – senyum …………

“Kenapa pak koq senyum-senyum terus” tegur anakku,  aku tak menjawab, aku jadi ingat saat disahkan daftar caleg tetap, masuk sms ke HP ku, yang menyatakan ada 63 % caleg di Kepri yang non muslim. Dalam sms itu pun disebutkan sekian persent dari caleg non muslim itu nomor jadi.

Aku menangkap fenomena ini intinya yang namanya orang muslim sebisa mungkin tak mau  wakilnya orang non muslim,  tapi apa mau dikata , kan hampir semua partai yang ikut pemilu menyatakan partai terbuka.

Kemarin pun saat ramai di koran-koran baik lokal maupun nasional salah seorang ketua partai yang sedang berkuasa tingkat provinsi ketangkap di hotel bersama perempuan dan narkoba, sang caleg nomor urut sepatu senang bukan kepalang, kiranya si nomor urut satu caleg dari partai itu adalah konco dari sang ketua yang ketangkap. “Tak susah bagi kami untuk memproses dia (caleg nomor satu), kalau saja sang ketua sudah didemisionerkan”  ujar si caleg nomor sepatu  itu,  rupanya dia lebih lama di partai itu ketimbang  si caleg nomor satu  yang mantan wartawan Kompas  perwakilan Batam ini.

Banyak cerita jadinya, belum lagi soal setoran uang yang sudah sempat diberikan untuk penempatan nomor jadi, tapi bagus lah dengan adanya keputusan dari MK ini ke khawatiran segolongan umat Islam pun agak dapat diatasi, yaitu tadi tak usah pilih caleg dari partai  yang tak seaqidah, dan pilih saja caleg yang seaqidah.   Begitu mungkin kepada rekan yang mengirimiku sms kekhawatiran banyak nya caleg non muslim di kepri, di bumi melayu ini, melayu yang identik dengan Islam. Tapi aku mikir-mikir lagi apa iya demikian? . Karena aku bukan ahli politik lho.

Catatan Haji : Tersedak Karena Dahak, Laporan Untuk Pak Menteri Agama


Lebih dari 200 orang jamaah haji asal Indonesia  sampai tanggal hari ini Ahad (21/12) yang meninggal dunia di Makkah, paling banyak diakibatkan oleh gangguan saluran pernafasan.

Pernahkah anda flu dan batuk berdahak yang dahaknya belum mau keluar masih tersangkut di kerongkongan?. Mantan Almarhum presiden Suharto contohnya, dahak yang menumpuk di kerongkongannya itu yang membuat susah pengobatannya karena dahak itu banyak mengandung virus. Almarhumlah dia sesudah itu.

Hotel di Madinah jauh lebih bagus dari di Makkah, namun demikian kamar kapasitas untuk dua orang dijejali enam orang selama lebih sepekan mebuat suasana tak nyaman, lain hal kalau hanya 1 dua hari saja. Tularan virus akan lebih meningkat.

Hotel di Madinah jauh lebih bagus dari di Makkah, namun demikian kamar kapasitas untuk dua orang dijejali enam orang selama lebih sepekan membuat suasana tak nyaman, lain hal kalau hanya 1 dua hari saja. Tularan virus akan lebih meningkat. di Makkah pemondokan di huni berjejal-jelal lebih dari 20 hari, mana lokasi dari Harom paling dekat 3 kilo meter.

Jamaah Haji Indonesia di Makkah tinggal lebih dari 20 hari, dari 40 hari prosesi ibadah haji, jadi pantas kalau lebih banyak yang meninggal di Makkah daripada di Madinah, di Madina paling lama 9 hari karena mengejar arbain, sebelum berangkat ke Makkah bagi gelombang satu dan dari Madinah ke Tanah air bagi gelombang 2.

Batuk & Flu adalah penyakit yang paling mendominasi jamaah haji asal Indonesia, hari ini  (sabtu 20/12) dikabarkan Menteri Agama Maftuh Basyuni baru melihat – lihat pemondokan jamaah kita bersama isterinya, berita ini saya baca di koran-koran.

Pak Maftuh, tahukah anda bahwa ruangan yang dipakai di pemondokan yang paling bagus sekali pun tidak layak untuk tempat tinggal? ruangan yang hanya 3 x 3 meter itu terkadang di jejali oleh 6 orang jamaah.

Satu orang jamaah yang sakit batuk dan flu menular lah keseluruh jamaah. Pak Menteri Agama yang terhormat, tahukah anda bahwa Air Condition (AC ) yang digunakan diruang pemondokan di hampir seluruh pemondokan yang ada di Makkah maupun di Madinah itu adalah AC buatan tahun 70 an, masih menggunakan AC window di Indonesia saja negara yang misikin AC demikian sudah jarang sekali di pakai sejak akhir awal tahun 2000 an.

Pak Menteri yang katanya sedih dan menangis melihat pemondokan setelah lebih 600 orang yang meninggal akibat batuk dan flu, menurutku batuk dan flu itu penyumbang terbesar penyeberannya adalah dari AC yang terpasang di pemondokan, siapa yang mau membersihkan filter yang sangat-sangat sederhana bentuknya itu  apalagi kamar di pemondokan itu hanya dihuni oleh ibu-ibu tua dari kampung pak Maftuh sana yang tak pernah bepergian dan lagi  di Indonesia saja AC jenis itu sudah jarang dipakai, kami sudah memakai AC split yang filternya sudah memakai anti flu virus burung malah.

Aku pun tak melihat jenis AC ini dipasang di kantor Depag di Jakarta, apalagi di rumah pak Menteri. Tanya kan lah wahai pak Menteri kepada orang yang ahli per- AC -an tentang hal  ini sudah kutanyakan.

Pak Menteri yang terhormat, tahukah anda, sebelum berangkat jamaah haji Indonesia sudah di suntik dengan serum anti batuk dan flu oleh dokter di PIH dengan membayar rp 150.000,-  tetapi toh disana di tanah suci, mereka-mereka yang disuntik itu tetap terkena serangan batuk dan flu. Bayaran ini di terima langsung oleh sang Dokter yang menyuntik diluar suntikan meninghitis yang diwajibkan.

Aku pernah tersedak susah bernafas karena dahak yang tersangkut di kerongkonganku belum juga mencair, aku terpaksa istirahat di kamaar, mau dipadamkan AC waktu itu ruangan jadi sumpek, panas dan berbau, pakai AC juga repot, lumayan kalau pemondokan ada akses jendela ke luar bisa membuka jendela. Kutahankan pergi ke luar kayaknya lebih nyaman, kutelan pil  Mixagrif  batuk & flu yang kubawa dari Indonesia, bukan obat yang disediakan oleh dokter kesehatan kloter, Alhamdulillah mixagrif itu cukup ampuh.

Petugas kesehatan jamaah haji, mereka pun ikut prosesi ibadah haji, karena memang belum pernah haji, ironisnya lagi kepala kesehatan haji di tempat kami dokternya non muslim, apa yang dia tahu tentang suasana kesehatan haji itulah depag.

Petugas kesehatan jamaah haji, mereka pun ikut prosesi ibadah haji, karena memang belum pernah haji, ironisnya lagi kepala kesehatan haji di tempat kami dokternya non muslim, apa yang dia tahu tentang suasana kesehatan haji itulah depag.

Tahukah pak Menteri bahwa hampir semua kamar-kamar di pemondokan itu baru di cat? Karena baru di renovasi, debu masih dimana-mana,   Cobalah pak Menteri kirim tim anda Tim Litbang atau tim apalah namanya memeriksa akibat cat dan akibat filter AC, apa saja virus yang ada di ruang pemondokan itu.

Solusinya bukan membatasi usia orang yang mau ke Makkah, Dzolim namanya itu pak Menteri, karena  banyak lebih tua jamaah haji india dan pakistan yang ke Makkah, terkadang lebih enak selesa (nyaman)  tidur di luar daripada di dalam pemondokan, dengan teman yang sudah terserang batuk dan flu kita pun jadi bisa terkena batuk dan flu.

Maunya anda pak Menteri tidur bersama kami diruang yang seharusnya dua , tiga orang terus anda jejali menjadi enam  dan delapan orang, terkadang disitu memasak dan sisa makanan dan handuk basah bekas mandi dan pakaian kotor yang belum dicuci tergantung dimana-mana.

Lagian pak Menteri yang terhormat, kenapa begitu lamanya jamaah haji kita di Makkah lebih dari 20 hari, ketika aku tanyakan kepada yang bertugas di sektor, lamanya di Makkah bukan lah karena harus banyak berdoa di Harom tetapi karena menunggu jadwal penerbangan.

Pramugari dan pramugara Saudi Arabia Airlines (SAA) orang siam  (non muslim) yang dikerudungi, karena pesawat yang membawa jamaah haji indonesia di charte oleh SAA dari Phuket Air Thailan, hanya cat luar pesawat itu saja yang dicat SAA, kalau alasan penerbangan jamaah haji indonesia tidak harus 40 hari lebih melaksanakan ibadah haji, kita bisa pakai penerbangan lain tidak hanya Garuda dan SAA.

Pramugari dan pramugara Saudi Arabia Airlines (SAA) orang siam (non muslim) yang dikerudungi, karena pesawat yang membawa jamaah haji indonesia di charter oleh SAA dari Phuket Air Thailand, hanya cat luar pesawat itu saja yang dicat SAA, kalau alasan penerbangan jamaah haji indonesia tidak harus 40 hari lebih melaksanakan ibadah haji, kita bisa pakai penerbangan lain tidak hanya Garuda dan SAA.

Dulu mungkin bisa alasan itu, sekarang embarkasi penerbangan sudah banyak Aceh, Medan, Batam  untuk Sumatera kenapa mesti harus sekali saja penerbangan seharinya, yang kulihat bukankah  pesawat Saudi Arabia Airlines yang membawa kami pergi dari Batam pun hanya di cat luarnya saja seluruh asesories di Kabin pesawat masih terlihat jelas kalau itu pesawat Phuket Thailand, malah pramugarinya non muslim , orang Siam yang dikerudungi. Lucu dan kasihan melihatnya terkadang kalau lagi membungkuk punggungnya terlihat dan kerudungnya terjatuh.

Banyak lagi masaalah yang perlu kutulis dan kusampaikan ke pada pak Menteri AmirulHaj yang terhormat. Nanti kulanjutkan lagi.

Mengajak Kaum Nasrani Ke Surga


Hari ini sabtu (20/12) kegiatanku cukup banyak pagi pukul 08.00 wib ada acara seminar dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam di Gedung Politeknik Batam Center, di BMPS aku sebagai wakil ketua.

Banyak yang hadir, guru-guru, kepala sekola,  pengelola sekolah,  dan lain-lain, salah seorang kepala sekolah yang sangat kuingat adalah pak Hendrito, pria asal Jawa tepatnya kota Jogjakarta ini saat melihatku botak dan memakai janggut yang sudah bercampur putih dan hitam langsung menyalami aku, dengan  senyum khasnya yang sumeh dia menanyakan kabar selama menunaikan haji.

Enam bulan yang lalu saat Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dan SMA tahun 2008, sekolah yang dipimpinnya adalah salah satu sekolah swasta yang paling terpuruk nilai UN nya, padahal sekolah yang bertaraf Internasional di Batam yang menggaji beberapa orang guru dari luar negeri itu, uang sekolah nya saja jutaan perbulan, pak Hendrito adalah kepala sekola SMP dan SMA di sekolah itu.

Aku dapat merasakan bagaimana perasaan hati pak Hendrito saat itu, karena tahun sebelumnya tahun 2007 sekolah kami mengalami hal yang sama.

“Oiya baik-baik saja pak ” jawabku “aku mengharapkan tahun depan pak Hendrito yang berangkat ke Makkah menunaikan Haji” tambahku, pak Hendrito tambah tersenyum, aku tahu pak Hendrito adalah seorang Katolik.

Bergeser ke kanan ke meja panitia, aku disambut lagi sekumpulan guru dan pengurus yayasan, karena memang baru pulang dari Makkah banyak yang menyalami aku, salah seorangnya adalah ibu Tuti, wanita keturunan Cina ini rambutnya sudah memutih seluruhnya, umurnya mungkin sudah diatas 60 tahun, tetapi masih energik,  beberapa kali bertemu dengan ibu Tuti ini karena dia adalah Kepala perwakilan Lembaga Indonesia Amerika (LIA) di Batam. Kepada bu Tuti pun ku sampaikan Insyaallah 2 tahun lagi bareng dengan anakku berangkat ke Makkah, bu Tuti tertegun mendengar ajakanku, aku tak tak tahu apa yang ada di dalam hatinya, tetapi kulihat senyum nya mengembang.

Saat makan siang jeddah acara seminar BMPS beberapa orang wartawan menjambangi meja kami, seorang dari padanya adalah wartaman Batam News, Sihotang, Insinyur muda dari Medan ini pun ku ajak ke Makkah.

Kepada ketiga orang yang berbeda tadi kuberitahukan, bagaimana di Makkah dengn hanya satu komando Allahuakbar saja jutaan orang sama-sama sujud kearah yang satu, rukuk kearah yang satu sama – sama rukuk, tak ada ritual seperti itu di dunia ini, sehebat apapun sebesar apapun sedahsyat apapun pembukaan Olympiade Dunia misalnya tak ada seperti itu, hanya dengan komando Allahuakbar saat Shalat jutaan manusia tanpa reserve langsung tegak berdiri menghadap kiblat.

Ternyata tak susah rasanya kepada orang terpelajar, berpendidikan, seperti mereka menjelaskan tentang  Islam, cobalah kataku kepada mereka tak peduli saat malam, siang atau pagi, kepada orang china, india, apalagi pakistan, Yaman Rusia, Uzbekistan Turki, Nigeria, orang yang berkulit hitam , maupun berklulit putih, bila diucapkan Assalumualaikum pasti dijawab dengan Alaikumsalam warahmatullah pasti dibalas dengan senyuman.

Salam lintas Ras, Bahasa ini diketahui oleh muslim sedunia tambahku lagi kepada teman-teman ku tadi. Khusus kepada Sihotang dan pak Hendrito aku kemukakan tentang tes DNA, dia pun mahfum adanya.

Itulah oleh-oleh yang anda tanyakan kepadaku, jawabku kepada mereka, dalam waktu yang berbeda aku menjelaskannya layaknya seorang pendakwah.

Asmin Patros

Malamnya aku memenuhi undangan pak Raden Eman Sulaiman, di Hotel Pasific, pernikahan putri nya ini cukup ramai dikunjungi oleh kolega-koleganya maklum pak Sulaiman adalah salah seorang tetua Batam, pemandu acara salah seorangnya Asmin Patros.

Orang Batam pasti kenal dengan sosok Asmin Patros, anggota dewan kota Batam ini paling sering di daulat menjadi MC dalam acara apa saja.

Setahun lalu saat dia di Wisuda di aula UGM Yoyakarta untuk S2 M Hum nya, aku hadir juga disana, pria Cina kelahiran tanah melayu ini sungguh fasih mengucapkan Alhamdulillah, Insyaallah. Istimewanya lagi abang kandung Asmin Patros seorang Haji, dan menjadi wakil Bupati di Kabupaten Lingga.

Malam ini pun saat salaman dengan pak Sulaiman untuk pamit pulang, Asmin Patros melihatku dan menghampiriku, mencium pipi kanan dan pipi kiri, hal ini memang sering dilakukannya kepadaku, dia memanggilku abang, saat itu kubisikan kepadanya karena dia tahu aku baru pulang dari Haji, “tahun depan awak pergi haji” bisikku di telinganya, “Insyaallah bang” jawabnya sambil tersenyum.

Jadi hari ini empat orang yang kuajak ke surga sebagaimana hadis yang kukutip dari judul tulisan Eramuslim.com yang baru kubuka, ternyata boleh koq, dibawah ini kulampirkan dasar hukumnya.

”Aslim Taslam (= masuk Islamlah engkau, niscaya engkau bakal selamat di dunia dan akhirat’).” (HR Ibnu Majah 1/95)

Catatan Haji :Depag Penyamun dan Kurang Berilmu


Ngeri ya judul tulisanku, Depag itu ya Departemen Agama, sampai begitunya  Wachid Ridwan menyebut Depag,  Mas Wachid demikian aku menyebutnya, dia bekerja di Jakarta, kenal melalui chatting di internet. Belum pernah ketemu muka, tapi sering ngobrol di dunia maya. Segala hal tapi yang sering menyangkut agama.

Hampir 50 hari tak chatting petang ini Sabtu (20/12) aku buka YM, langsung disambut oleh mas Wachid, dibawah ini aku kutipkan  obrolan kami sbb:

Instant messages are being archived on this computer.
View Full Archive (Alt+Shift+V)   Archiving Preferences (Ctrl+Shift+P)

wachidridwan: assalamu’alaikum Pak, apa khabar? lama kita tdk ngobrol lagi ya.
imbalo iman sakti: iya baru pulang dari makkah
wachidridwan: al hamdulillah, hajjan mabruro wah ini udah yg keberapa?
imbalo iman sakti: yang pertama

Hide Recent Messages (F3)

wachidridwan: al hamdulillah, saya malah belum berhaji Pak. tetapi sy bangga bisa menyumbang Bapak dan Ibu saya sewaktu beliau2 berangkat haji tahun 2004. Al hamdulillah!
imbalo iman sakti: kan mas wachid masih mudah…………….sekarang sudah berapa umurnya
wachidridwan: saya sudah cukup tua pak, tahun depan sy akan berumur 38 tahun. bapak sehat2 kan sewaktu di Tanah Suci. semalem sy menjemput teman istri jam setengah tiga malam dan dia sakit.
imbalo iman sakti: tiga puluh delapan itu msih mudah………… menurutku kalau usia nya terlalu muda juga agak kurang mantap………rasulullah pun ke Haji sudah 60 tahun
wachidridwan: iya pak sembari berharap manajemen haji semakin bagus apalagi kalo ada swastanisasi haji, jadi nanti saya usul Muhammadyah langsung membuat lembaga haji sampai tingkat PDM, sehingga cara haji kita akan mengikuti Nabi bukan mengikuti Depag yang maaf penuh dengan para penyamun itu dan kurang berilmu pula.
imbalo iman sakti: kan mas wachid belum pernah pergi haji dengan depag.koq tahu kalau maaf mereka penyamun dan kurang berilmu?
wachidridwan: Loh Pak, saya kan banyak mendengar cerita dari Bapak saya saudara dan teman2 yang sudah berhaji. saya juga pernah mengaji dengan orang PERSIS khusus masalah haji. makanya orang Persis tidak mau mengikuti tata cara haji Depag. Kalo Bapak melihat ada orang yang kira2 2 atau 3 jam pesawat mau mendarat kemudian mrk semua pake baju ihrom itu adl orang2 Persis. maaf kalo sy menyebut penyamun itu karena byk oknum di Depag yang berkelakuan begitu Pak. Laporan BPK mengatakan dept pemerintah yg paling korup adl Depag.
imbalo iman sakti: Jadi mas wachid mengharapkan adanya swastanisasi haji? .tapi kayaknya pemerintah arab saudi maunya kan G to G
wachidridwan: benar pak, Depag tidak mampu mengurus 200an ribu jemaah. mohon maaf saya katakan Depag tidak punya sumber daya manusia utk hal itu. kita tempatkan saja G sebagai regulator jangan operator. wong sbg regulator aja enggak mampu kok Pak, apalagi operator dg ratusan ribu orang. G harus mulai menghargai hak warga negaranya dan maaf Arab bukan contoh yang baik dalam penghargaan terhadap kemanusiaan.
imbalo iman sakti: sekarang masih di Deplu ya mas wachid?
wachidridwan: saya di kedutaan belanda sekarang Pak setelah 7 tahun di kedutaan Amerika, sy pernah melamar dua kali ke deplu tetapi enggak diterima. sy ingin menyumbangkan tenaga dan pikiran ke negara tetapi tembok KKN terlalu tangguh bagi saya utk memenbus. jadi dengan bekerja dengan pemerintah asing sy mencoba membuat jembatan emas bagi hubugan dua negara. Pak saya mau siap2 magriban dulu ke mesjid yah… nanti malam kita sambug kalo on line lagi.
imbalo iman sakti: obrolan ini aku buat tulisan ya mas wachid untuk blogku
wachidridwan: oh silahkan, dengan senang hati. salam, mas wachid.
wachidridwan has signed out. (12/20/2008 5:26 PM)

Rasanya tak sampai hati mau menyatakan hal yang sebenarnya, katanya kalau kita di tanah haram tak boleh bertengkar, tapi sewaktu sampai di Makkah tak tertahan juga untuk membatah, aku yang memang tak lah begitu faham sangat dengan manasik haji, tetapi dari dua orang petugas haji yang di sediakan Depag di setiap kloter dengan waktu yang sama bisa membuat pernyataan yang berbeda.  Padahal pernyataan itu bukan yang menyangkut tentang ibadah,  apalagi yang menyangkut ibadah, bermacam ragam  kebingungan-kebingungan dibuat mereka.

Contoh kecil saja soal Dam haji Tamattu, jelas di dalam panduan buku haji yang diterbitkan oleh Depag yang disebut oleh mas Wachid penyamun ini tertulis, dianjurkan untuk menyetorkan Dam maupun Qurban ke Bank Arahji, coba tanya seluruh jamaah haji Indonesia yang 200 ribu lebih itu berapa orang yang menyetornya ke Bank.

Yang lebih ironis lagi mereka membuat fatwah pemotongan hewan Dam untuk haji tamattu itu dua hari setelah jamaah haji tiba di Makkah hampir 20 hari sebelum hari Nahar dan hari tasyriq.

Hal ini sering menjadi pertanyaan para jamaah kepada syiech  yang memberikan ceramah agama berbahasa Arab di terjemahkan oleh para mahasiswa Indonesia di masjid-masjid yang ada di Makkah .  Mereka tak tahu dan tak bertanggungjawab soal fatwah itu, Indonesia paling banyak muslimnya tetapi juga yang paling banyak pelaku Bid’ahnya kata syeich itu.

Soal kutipan-kutipan dari Depag dan ongkos haji dari beberapa negara nanti aku tulis tersendiri.

%d blogger menyukai ini: