Saudara Baru Dari Selat Desa


Mendengarkan Tausiyah dari Ustadz Salam dan Ustadz Wahab "Tuhan kita satu", tidak beranak dan tidak diperanakkan"

Mendengarkan Tausiyah dari Ustadz Salam dan Ustadz Wahab "Tuhan kita satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan"

Pagi itu hari kamis (26/5) Johannes Jupen mengucapkan dua kalimat syahadat. Jupen, demikian pria 40 tahunan ini biasa di panggil. Jupen adalah Ketua RT di kampung Selat Desa. Selat Desa adalah nama sebuah kampung Nelayan dalam kelurahan Ngenang Kecamatan Nongsa. Tak Jauh dari Pulau Batam, naik pompong  hanya sekitar 20 menit dari pelabuhan Telaga Punggur.

Penduduk di kampung itu  hanya sekitar 20 an  kepala keluarga (KK).  Dan yang beragama Islam 8 (delapan) KK saja, dari delapan keluarga tadi,  satu keluarga , suaminya beragama Islam sementara sang isteri beragama Katolik.

kampung nelayan selat desa, nyaris tak terjamah pembangunan batam yang begitu gemerlap

kampung nelayan selat desa, nyaris tak terjamah pembangunan batam yang begitu gemerlap

Beberapa bulan yang lalu di kampung Selat Desa itu kami dirikan sebuah mushala kecil. Di mushala kecil itulah Jupen mengucapkan dua kalimat syahadat, dibimbing oleh Ustadz Wahab dari Kulim Kedah Malaysia dan disaksikan oleh Ustadz Salam dari Singapura dan beberapa teman lain yang ikut dalam rombongan kami, jamaah Muhammadiyah Internasional, yang memang sengaja bermalam di kampung itu.

Rasa haru dan iba bercampur aduk, mendengar kisah Jupen putra melayu suku laut ini. Dia fasih mengucapkan salam disetiap pertemuan, baik  di Kecamatan maupun pertemuan lainnya, maklum lah dia kan seorang RT, jadi acaplah memenuhi undangan. Ada rasa galau dihati saat menyebut melayu, bukankah melayu identik dengan Islam.

Sambil tersenyum Jupen menjawab pertanyaanku “Muhammad Arifin” itulah namaku sekarang.  “Jupen itu asal kata dari Arifin” katanya. Panggilan dirinya sejak kecil lagi, pemberian orang tuanya, logat melayu tempatan panggilan Arifin itu menjadi Pen.  Sejak di baptis sekitar 20 tahunan  yang lalu menjadi Katolik, nama panggilan itu di tambah menjadi Johannes  Jupen.

Jupen mempunyai 5 orang putera “Semua lelaki yang paling tua sudah menikah” katanya “Saye dah punya cucu, ini cucu saye” tambah Jupen lagi, sembari membelai kepala seorang anak kecil yang mengelendot terus disampingnya.

Jupen pun akan berbicara tentang ke – Islamannya kepada isteri dan anak-anaknya. “Biarlah saya dahulu” kata Jupen.

Kumpulan Berita Hasil UN Tahun 2011 SMA, SMK, dan MA (5)


mendiknas

mendiknas

Jakarta

Pada pelaksanaan ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2011 ini terdapat 11.443 siswa yang tidak lulus. Dari jumlah tersebut ada lima SMA yang tingkat kelulusan siswanya nol persen.

Kelima SMA tersebut yakni SMA Abadi di Jakarta Utara (7 siswa), SMAN 3 Kabupaten Semeulue NAD (26 siswa), MA Nurul Ikhlas Kabupaten Tanjung Jabung Jambi (2 siswa), SMA LKMD Klan Darat Kabupaten Seram Timur Maluku (48 siswa), dan SMAN Urei Fasei Kabupaten Waropen Papua (64 siswa).

Terhadap hal ini, pihak Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) melakukan analisis untuk mengetahui secara mendalam apa penyebab ketidaklulusan tersebut.

Demikian disampaikan oleh Menteri Pendidikan Nasional M Nuh kepada wartawan di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (20/5/2011). Dari hasil analisis, pihak Kemendiknas mencoba mencari solusi dengan melakukan upaya intervensi langsung untuk perbaikan sekolah tersebut. Hal ini tentunya akan dilakukan sesuai dengan karakteristik masing-masing sekolah.

Dilihat dari karakteristiknya, SMA Abadi yang telah berdiri sejak tahun 1986 ini hanya memiliki total 11 siswa saja, dimana 7 siswa diantaranya kelas XII yang kemarin mengikuti UN. SMA yang tidak memiliki laboratorium dan perpustakaan ini juga hanya memiliki 9 orang guru tanpa sertifikasi.

“Bisa dilakukan merger dengan SMA terdekat. Meski kewenangannya ada di pemerintah provinsi, tapi pandangan dari pemerintah juga bisa digabungkan,” jelas Nuh.

Kemudian MA Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanjung Jabung, Jambi diketahui dari karakteristiknya bahwa sekolah ini tidak memiliki akreditasi meskipun telah berdiri sejak tahun 1989. Sekolah ini hanya memiliki total 14 siswa, dengan rincian kelas X sebanyak 5 siswa, kelas XI sebanyak 7 siswam dan kelas XII sebanyak 2 siswa.

Dengan jumlah guru 13 orang, hanya 1 orang guru yakni sang Kepala Sekolah saja yang memiliki sertifikasi guru. Selain itu, sekolah ini juga diketahui memiliki laboratorium namun tidak berfungsi. Kemudian tidak ada perpustakaan di sekolah ini.

Dikatakan Nuh, salah satu intervensi perbaikan yang bisa dilakukan terhadap sekolah ini adalah dengan melakukan merger dengan SMA atau MA terdekat.

Selanjutnya, SMA LKMD Klan Darat di Kabupaten Seram Timur, Maluku memiliki karakteristik berbeda dengan 2 sekolah sebelumnya. SMA yang telah berdiri sejak 2003 ini memiliki akreditasi A dan juga jumlah murid yang memadai, dimana total murid 160 siswa dan terdapat 49 siswa kelas XII.

Namun dari sisi pengajar, SMA ini hanya memiliki 7 orang guru. Dimana 6 orang guru dan seorang Kepala Sekolahnya bukanlah sarjana. Selain itu, ketujuh guru tersebut juga tidak memiliki sertifikasi guru. Ditambah tidak adanya laboratorium dan perpustakaan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Dari sisi partisipan memadai, tapi dari sisi pengajar belum,” ucapnya.

Menurut Nuh, intervensi perbaikan yang bisa dijadikan solusi bagi SMA ini adalah dengan melakukan pembangunan laboratorium, pembangunan perpustakaan, pembangunan ruang kelas baru, peningkatan kualitas guru dan sertifikasi guru.

Kemudian, SMAN Urei Fasei di Kabupaten Waropen, Papua yang baru berdiri tahun 2008 ini diketahui memiliki total 123 siswa. Dimana terdapat 66 siswa kelas XII, dengan rincian 21 siswa kelas IPA dan 45 siswa kelas IPS.

Dimana jumlah gurunya yakni 16 orang guru tetap dan 9 orang guru tidak tetap. Namun hanya 1 orang guru saja yang memiliki sertifikasi, dan 1 orang guru diketahui berpendidikan di bawah S1. Selain itu, sekolah ini juga tidak memiliki laboratorium dan perpustakaan memadai.

“Siswa memadai, tapi fasilitas tidak ada. Kita bisa membayangkan bagaimana kelas IPA tanpa adanya laboratorium. Ini fakta lapangan,” ujar Nuh.

Untuk sekolah ini, Nuh menuturkan intervensi perbaikan yang bisa dilakukan yakni pembangunan laboratorium dan perpustakaan, serta sertifikasi guru.

Yogyakarta

Atik Fajaryani (17) siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bantul berhasil meraih nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) se-Indonesia. Nilai rata-rata yang diraihnya 9,60. Dua mata pelajaran yakni Matematika dan Bahasa Inggris diraih Atik dengan nilai sempurna yakni 10.

Kepala Sekolah SMKN I Bantul, Endang Suryaningsih mengaku kaget dan bangga ketika pengumuman kelulusan pada hari Senin 16 Mei kemarin, Atik Fajaryani siswi jurusan Akuntansi dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi untuk hasil UN se-Indonesia. Asisten Mendiknas juga sudah menghubungi sekolah untuk memberitahukan hal tersebut.

“Tidak hanya sekolah kami saja yang bangga, tapi banyak pihak yang bangga atas prestasi yang diaraih anak didik kami,” kata Endang, Kamis (19/6/2011).

Menurut dia, Atik merupakan salah satu siswi yang pandai di sekolah. Setiap tahun dia terus menduduki ranking satu di kelas. “Anaknya memang rajin dan pandai. Itu terlihat dari hasil rapor dan laporan dari guru dan wali kelas,” katanya.

Endang mengatakan saat ini sudah ada beberapa pihak yang menawarkan bea siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi kepada Atik. Dia berencana melanjutkan kuliah di jurusan akuntasi di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.

Menurut Endang, Atik lahir di Bantul 13 Juni 1993. Dia merupakan anak ke empat atau anak bungsu dari empat bersaudara. Orangtuanya bernama Sambudi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. Atik bersama orangtuanya tinggal di Dusun Gandekan Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan Bantul atau sekitar 7 kilometer arah barat SMKN 1 Jetis Bantul.

“Kami senang bila Atik bisa melanjutkan kuliah dengan bantuan bea siswa yang bakal diterima dari berbagai pihak itu,” pungkas dia.

Penerimaan Siswa Baru di Sekolah Islam Hang Tuah Batam


Satu satunya sekolah yang membuka jurusan Broadcasting dan mempunyai fasilitas pemancar dan studio tv , radio milik sendiri

Satu satunya sekolah yang membuka jurusan Broadcasting dan mempunyai fasilitas pemancar dan studio tv , radio milik sendiri

Tahun ini Sekolah Islam Hang Tuah yang terletak di Jalan Ranai no 11 Bengkong Polisi Batam , membuka jurusan baru, disamping yang sudah ada yaitu : Jurusan :

TEKNIK SIPIL dengan bidang keahlian TEKNIK GAMBAR BANGUNAN.

TEKNIK LISTRIK dengan bidang keahlian TEKNIK INSTALASI LISTRIK.

TEKNIK ELEKTRONIKA dengan bidang keahlian TEKNIK AUDIO VIDEO.

Sekolah ini tidak memungut uang pendaftaran maupun uang pembangunan.

Kumpulan Berita Hasil UN Tahun 2011 SMA, SMK, dan MA (4)


MEDAN
Persentase kelulusan Ujian Nasional siswa SMA dan MA di Sumatera Utara tahun ajaran 2010/2011 ini mencapai 99,79 persen, jumlah tersebut melampaui persentase kelulusan secara nasional 99,23 persen.

“Tingginya persentase kelulusan siswa kita tentunya tidak terlepas dari peran serta semua pihak, baik dinas pendidikan, sekolah, guru maupun siswa sendiri yang jauh-jauh hari telah menyiapkan diri menghadapi UN,” kata Ketua Panitia Ujian Nasional Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Ilyas Sitorus, di Medan, Senin.

Tahun ajaran 2010/2011 ini, ujian nasional tingkat SMA dan MA di Sumut diikuti sebanyak 116.918 peserta dari 33 kabupaten/kota di daerah itu. Dari jumlah itu, siswa yang lulus sebanyak 116.676 persen atau mencapai 99,79 persen, sedangkan yang tidak lulus sebanyak 242 orang atau 0,21 persen
Tingkat kelulusan tersebut melampaui persentase tingkat kelulusan secara nasional yakni 99,23 persen dari 1.463.135 peserta. Peserta yang tidak lulus secara nasional sebanyak 11.337 peserta atau 0,77 persen.

Sementara jika dilihat dari per program studi, tingkat kelulusan di Sumut juga diatas rata-rata nasional. Misalnya untuk Program Bahasa, tingkat kelulusan mencapai 100 persen dari 116 peserta, sementara untuk tingkat kelulusan secara nasional mencapai 89,62 persen dari 34.392 peserta.

Untuk program IPA, dari 62.331 peserta UN tingkat SMA/MA di Sumut, yang lulus sebanyak 62.257 orang atau 99,88 persen. Sementara untuk tingkat nasional tingkat kelulusan mencapai 99,70 persen dari 628.495 peserta.

Pada program IPS, tingkat kelulusan di Sumut mencapai 99,69 persen dari 54.309 peserta, sementara secara nasional tingkat kelulusan mencapai 98,89 persen dari 791.466 peserta.

Untuk program keagamaan dari 162 peserta semuanya dinyatakan lulus atau 100 persen, sementara secara nasional tingkat kelulusan 98,04 persen dari 8.782 peserta.

Tingginya persentase tingkat kelulusan siswa di Sumut juga terjadi pada siswa SMK yakni mencapai 99,57 persen dari 67.202 peserta atau yang tidak lulus 224 siswa (0,33 persen). Sementara secara nasional untuk tingkat SMK, kelulusan sebesar 99,51 persen dari 942.698 peserta atau yang tidak lulus 4.655 (0,49 persen).

“Jika melihat data tersebut, tingkat kelulusan siswa SMA/MA dan SMK di Sumut tahun ini sudah di atas rata-rata dari kelulusan tingkat nasional,” katanya.
Pengamat pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU), Zulnaidi MHum, mengatakan, meningkatnya persentase kelulusan siswa SMA/MA dan SMK di Sumut tahun ini pantas diapresiasi oleh semua pihak.

Peningkatan tersebut tentunya tidak terlepas dari peran semua pihak, apalagi tahun ini kelulusan tidak hanya ditentukan oleh nilai UN semata, namun juga dari nilai ujian sekolah dengan perbandingan 60:40.

“Meski demikian, tentunya kita tidak dapat terlena. Ke depan tingkat kelulusan kita harus bisa lebih baik lagi dari tahun ini,” katanya.

CIREBON

Seluruh siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Cirebon berhasil lulus dalam ujian nasional (UN) tahun ini. Bahkan, tercatat ada ribuan siswa yang memperoleh nilai sepuluh.

Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Anwar Sanusi, menjelaskan, jumlah siswa SMA/SMK yang mengikuti UN tahun ini mencapai 6.496 siswa. Dari jumlah tersebut, tingkat kelulusan siswa SMA mencapai 100 persen. Sedangkan, tingkat kelulusan siswa SMK sebesar 99,96 persen.

‘’Hasil UN tahun ini memang tinggi,’’ ujar Anwar.

Anwar menambahkan, selain memperoleh tingkat kelulusan yang tinggi, para siswa SMA/SMK juga banyak yang meraih nilai sepuluh. Dia menyebutkan, siswa SMA yang memperoleh nilai sepuluh mencapai 1.043 siswa. Sementara di tingkat SMK, siswa yang mendapatkan nilai sepuluh sebanyak 48 anak.

Anwar mengungkapkan, prosentase hasil UN tahun ini juga jauh lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Dia mengatakan, prosentase kelulusan SMA pada tahun pelajaran 2009/2010 hanya 98,40 persen. Sedangkan, kelulusan SMK sebesar 96,82 persen.

Kudus

SMA Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah, meraih nilai ujian nasional terbaik tingkat SMA Negeri dan swasta se-Jateng, menyusul nilai rata-rata dari semua siswa di sekolah ini mampu mengungguli beberapa sekolah favorit yang ada di provinsi ini.

“Dari enam mata pelajaran UN untuk jurusan IPA, empat di antaranya berhasil menjadi yang terbaik dengan nilai rata-rata antara 9,33 hingga 9,80,” kata Kepala Sekolah SMA 1 Kudus, Muh Makmun, di Kudus, Senin.

Keempat mata pelajaran tersebut, yakni Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, dan Biologi.

Untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, katanya, nilai rata-rata dari 289 peserta UN jurusan IPA sebesar 9,33, mata pelajaran Matematika 9,80, Fisika 9,52, dan Biologi 9,36.

Sedangkan untuk mata pelajaran Kimia dengan nilai rata-rata 9,52, katanya, hanya meraih peringkat keempat se-Jateng.

Adapun jumlah siswa yang meraih nilai 10 untuk empat mata pelajaran UN, yakni untuk mata pelajaran Matematika sebanyak 143 siswa, Fisika 21 siswa, Biologi 24 siswa, dan Kimia 27 siswa.

Dari 376 peserta UN untuk jurusan IPA dan IPS, katanya, terdapat tiga siswa jurusan IPA yang meraih nilai UN terbaik, yakni Alvina Ardis, Ayndri Tri Widyawulandari, dan Intan Prihutami Ardana Riswari dengan nilai sama sebesar 58,55 atau rata-rata setiap mata pelajaran 9,76.

Ia mengungkapkan, nilai 10 yang diraih Alvina Ardis pada mata pelajaran Matematik, Fisika, dan Biologi, sedangkan Kimia 9,75, Bahasa Indonesia 9, dan Bahasa Inggris 9,8.

Sementara Ayndri meraih nilai 10 pada mata pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia, sedangkan Bahasa Indonesia meraih nilai 9, Bahasa Inggris meraih nilai 9,8 dan Biologi 9,75.

Hal serupa juga dialami Intan meraih nilai 10 untuk tiga mata pelajaran, yakni Matematika, Fisika, dan Kimia, sedangkan Bahasa Indonesia meraih nilai 9, Bahasa Inggris 9,8 dan Kimia 9,75.

Ia mengatakan, keberhasilannya meraih predikat terbaik untuk tingkat Jateng, merupakan hasil kerja keras semua guru, siswa, dan orang tua murid yang mendukung setiap program yang dijalankan sekolah.

“Termasuk kegiatan pengayaan materi atau les di sekolah mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, setiap pekan sekali digelar doa bersama untuk siswa muslim setiap Minggu dan nonmuslim setiap Jumat.

“Kegiatan ini merupakan keseimbangan setelah berikhtiar secara lahir berupa belajar dengan tekun, dilanjutkan dengan ikhtiar secara batin dengan berdoa,” ujarnya.

Prestasi lain yang diraih SMA 1 Kudus, yakni meraih 13 medali dari 24 medali pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2011 tingkat Jateng untuk siswa SMA.

Kumpulan Berita Hasil UN Tahun 2011 SMA, SMK, dan MA (3)


Batam

Tingkat kelulusan siswa SMA/SMK di Batam dalam Ujian Nasional (UN) 2011 melebihi target. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin menyebutkan, persentase kelulusan mencapai 98,08 persen. Sebelumnya, Disdik memasang target ‘hanya’ 87 persen.

“Jauh meningkat dari prediksi dan tingkat kelulusan tahun lalu. Batam boleh berbanggalah,” ujar Muslim minggu (15/5).

Dia mengatakan, Dari 5.556 siswa yang mengikuti UN, hanya 50 orang yang tidak lulus. “Siswa SMA ada 22 orang, SMK 8 orang, dan MA 20 orang,” ujar Muslim.

Yang paling mengejutkan, kata Muslim, tidak ada satu sekolah pun yang siswanya tidak lulus 100 persen di Batam. Bahkan, ada 26 sekolah SMA dan MA, serta 16 SMK yang siswanya lulus 100 persen.

“Saya sebut jumlah saja, mengenai nama-nama sekolahnya nanti sajalah,” ujarnya.

Pengumuman hasil kelulusan UN tingkat SMA, SMK, dan madrasah di Batam melalui sekolah masing-masing. “Hal ini sesuai keputusan rapat bersama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri,” ujarnya.

Pengumuman hari ini, Senin (16/5) berlangsung mulai pukul 16.00 WIB di sekolah masing -masing. Para siswa dan orang tua wajib hadir di sekolah.

“Siswa didampingi orang tua akan menerima amplop berisi pemberitahuan lulus atau tidak lulus,” ujar Muslim.

Tahun ini, Jessi Fransisca dari SMA Djuwita meraih nilai tertinggi 54,80 Ujian Nasional untuk tingkat SMA se-Batam.

Sedangkan untuk SMK, nilai tertinggi diraih Sherly Khorianto dari SMK Kartini dengan nilai 38,30. Sherly sekaligus sebagai peraih nilai tertinggi di Kepri.

”Namun nilai rata-rata tertinggi tetap didominasi siswa SMAN 1 Batam,” kata Kepala Dinas Pendidikan Batam Muslim Bidin, kemarin.

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan berjanji akan memberikan apresiasi atau hadiah kepada siswa lulusan terbaik dan peraih nilai tertinggi pada UN 2011 ini di Batam.

“Itu pasti. Siswa terbaik kami beri apresiasi,” ujar Dahlan kemarin.

Apresiasi dalam bentuk apa yang akan diberikan kepada siswa lulusan terbaik tersebut? Dahlan mengatakan masih mendiskusikannya dengan Dinas Pendidikan.

“Tapi nantinya penghargaan ini masih kita diskusikan, biasanya Dinas Pendidikan yang memberi masukan seperti apa hadiah yang akan diberikan,” ujarnya.

Apakah hadiah dalam bentuk barang atau beasiswa? Dahlan hanya tersenyum dan mengatakan “Tunggu saja keputusan bersama dengan Dinas Pendidikan, yang jelas pasti ada,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Provinsi Kepri merilis dari 13.796 siswa SMA sederajat, tingkat kelulusan sebanyak 97,17 persen. Jumlah ini meningkat 12,31 persen dibanding persentase kelulusan 2010 lalu.

Jumlah siswa SMA di Kepri yang ikut UN 2011 sebanyak 8.225 orang, MA 778 orang dan SMK sebanyak 4.793 orang. Sementara Panitia UN Kepri mencatat sebanyak 13.865 orang siswa terdaftar sebagai peserta UN 2011, terdiri 9.054 siswa SMA dan MA, serta 4.811 SMK.

“Persentase kelulusan tertinggi diraih Bintan, menyusul Batam sebesar 98,08 persen dilanjut Lingga sebesar 97,94 persen, Natuna 92 persen sedangkan Tanjungpinang sebesar 90,96 persen,” ujar Muslim.

TANJUNGPINANG

Hari ini akan diumumkan hasil Ujian Nasional (UN) pukul 16.00 WIB di sekolah masing-masing. Siswa yang terbanyak tak lulus adalah dari Tanjungpinang, yang mencapai 107 siswa dari 229 siswa SMA sederajat yang tak lulus di seluruh Kepri

Total 107 siswa SMA sederajat dari Tanjungpinang yang tak lulus UN berasal dari jurusan IPA sebanyak 19 orang, jurusan IPS 54 orang, jurusan IPA MA sebanyak 4 orang, jurusan IPS MA sebanyak 22 orang, dan siswa SMK sebanyak 8 orang.

Walaupun Tanjungpinang menempati urutan terbawah dari segi kelulusan, tapi untuk nilai, Tanjungpinang patut berbangga. Pasalnya, siswa peraih nilai UN tertinggi diperoleh siswa SMA 1 Tanjungpinang dengan total nilai 55,30 dari enam mata pelajaran. Disusul siswa SMA Bodhy Karimun total nilai 55,20 dan SMA 4 Karimun total nilai 55,10.

Persentase siswa kelulusan Tanjungpinang untuk SMA jurusan IPA sebesar 96,74. Jurusan IPS 92,63 dan Bahasa 84,62. Sementara MA jurusan IPA sebesar 91,49 dan jurusan IPS 72,84. Untuk tingkat SMK sebesar 99,37.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri Yatim Mustafa mengatakan, akan memanggil guru dan kepala sekolah untuk melakukan evaluasi untuk mengetahui apa yang menjadi kendala permasalahan pendidikan Tanjungpinang.

”Secara persentase Tanjungpinang memang sudah mencapai target kelulusan. Tapi melihat potensi guru, transportasi dan fasilitas pendidikan, perpustakaan, Tanjungpinang pantas mencapai hasil lebih baik dari sekarang,” katanya.

Kabag Humas Pemko Tanjungpinang, Surjadi mengatakan, meskipun Tanjungpinang berada di urutan terakhir tingkat kelulusan, namun target yang dicapai sudah memenuhi di atas 90 persen.

“Setidaknya tenaga pendidik sudah membuktikan kinerjanya untuk tahun ajaran 2010/2011,” katanya.

Peringkat persentase kelulusan SMA,MA dan SMK per Kabupaten/Kota yaitu peringkat pertama diraih Bintan , kedua, Karimun, ketiga, Batam, keempat, Lingga, peringkat lima, Anambas, peringkat enam Natuna dan peringkat terakhir diperoleh Tanjungpinang.

Kumpulan Berita Hasil UN Tahun 2011 SMA, SMK, dan MA (2)


Palu

Ribuan siswa SMA/MA dan SMK di Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini sedang menantikan hasil Ujian Nasional (UN) 2010/2011 yang sesuai jadwal dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran setempat akan diumumkan pada hari ini.

Pantauan di sejumlah sekolah negeri dan swasta di Palu, Senin, sejak pukul 07.00 Wita siswa sudah berada di sekolah untuk mengetahui hasil UN.

Menjelang pengumpuman hasil UN, kebanyakan siswa tampak berkelompok-kelompok, ada yang berdiri serta duduk di halaman dan ruang kelas sekolah sambil gobrol satu sama lainnya.

Pokok utama dari perbincangan para siswa itu adalah seputar hasil UN.

“Aduh, terus terang kami senang dan juga was-was menanti pengumuman UN,” kata Feybi Timbang, siswi SMA Negeri 2 Palu.

SMA Negeri 2 Palu merupakan salah satu rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).

Meski cukup tegang menanti pengumuman, namun Feybi yang anak pasangan Jony Timbang dan Maria itu yakin lulus.

Keterangan senada disampaikan Tina, siswi SMA Bala Keselamatan Palu.

Ia mengatakan, hal yang paling menegangkan bagi semua siswa bukanlah saat menghadapi pelaksanaan UN, tetapi justru menanti pengumuman hasil UN.

“Ini yang paling menegangkan siswa,” katanya seraya menambahkan sesuai informasi hasil UN SMA/SMK dan MA akan diumukan pada pukul 10.00WITA.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Palu, Rustam Akas, sebelumnya telah mengimbau kepada para siswa untuk tidak melakukan aksi corat-coret dan konvoi kendaraan di jalanan sebab dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Ia mengatakan, pelaksanaan UN berjalan lancar dan juga tidak ada kebocoran naskah UN di Palu.

Jumlah peserta UN tingkat SMA/SMK dan MA di Kota Palu pada tahun ajaran 2010-2011 sebanyak 5.728 siswa.

Timika

Angka kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA di Mimika, Papua tahun ini mencapai 98,8 persen. Sedangkan untuk tingkat SMK mencapai 99,5 persen.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Mimika, Nilus Leisubun kepada ANTARA di Timika, Senin menyambut positif tingginya persentase kelulusan peserta UN SMA dan SMK tersebut.

“Kenaikan persentase kelulusan peserta UN tingkat SMA dan SMK di Mimika tahun ini yang melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Daerah menujukkan bahwa semua pihak baik dewan guru, siswa, orang tua murid dan masyarakat sudah bekerja maksimal,” jelas Nilus.

Ia mengatakan, pengumuman kelulusan peserta UN SMA dan SMK di Mimika akan digelar serentak hari Senin (16/5) di sembilan SMA dan enam SMK penyelenggara. Untuk tingkat SMA, kelulusan peserta UN jurusan bahasa mencapai 97,7 persen, jurusan IPA 99,6 persen dan jurusan IPS 99,3 persen.

Nilus berharap semua pihak yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan pendidikan di Mimika terus berupaya memperbaiki berbagai kekurangan yang ada.

“Kita tidak saja mengejar persentase kelulusan secara kuantitatif, tetapi secara kualitatif anak-anak kita juga memiliki kemampuan yang sanggup bersaing dengan anak-anak dari daerah lain,” harap Nilus.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Dikbud Mimika, AM Tahir meminta sekolah-sekolah dapat menjaga ketertiban dan keamanan saat pengumuman kelulusan perserta UN tingkat SMA dan SMK.

“Saat pembacaan pengumuman kelulusan, jika ada siswa yang tidak lulus maka kepada orang tua murid diberi pengertian baik. Peserta yang tidak lulus bisa langsung didaftarkan ke Dinas Dikbud untuk mengikuti program Paket C,” imbau Tahir.

Peserta UN tingkat SMA dan SMK di Mimika tahun ini mencapai 1.326 orang, terdiri dari 669 peserta UN SMA dan 657 peserta UN SMK.

Malang

Tingkat kelulusan siswa di SMA dan SMK negeri dan swasta di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Batu dan Kabupaten Malang) rata-rata mencapai 99,8 persen, bahkan untuk SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Malang lulus 100 persen.

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang Sri Wahyuningtyas, Senin mengatakan, tingkat kelulusan yang mencapai 99,8 itu tidak lepas dari kerja keras seluruh komponen, mulai dari siswa, guru dan orang tua siswa yang terus menerus mengontrol dan mendampingi anak-anaknya belajar.

“Sistem baru kelulusan memang menjadi salah satu faktornya, tapi itu bukan satu-satunya, sebab masih banyak faktor yang punya andil di antaranya kerja keras dari semua pihak. Tanpa kerja keras, mustahil bisa meraih prestasi kelulusan seperti sekarang ini,” tegasnya.

Untuk Kota Malang, dari 8.449 siswa SMK negeri dan swasta yang mengkuti Ujian Nasional (UN) yang tidak lulus sebanyak 10 (SMK negeri) dan 9 siswa (SMK swasta). Sedangkan untuk SMA, dari 5.704 peserta, sebanyak 3 siswa (negeri) dan 11 siswa (swasta).

Sementara di Kabupaten Malang, dari 7.618 siswa SMK yang mengikuti UN, yang tidak lulus sebanyak 6 siswa swasta dan SMK negeri lulus seluruhnya (100 persen). Untuk SMA yang diikuti oleh 5.014 siswa, yang tidak lulus mencapai 6 siswa (swasta) dan 100 persen untuk sekolah negeri.

Sedangkan di Kota Batu, dari 831 siswa SMK yang mengikuti UN, yang tidak lulus 1 siswa SMK negeri dan SMK swasta lulus 100 persen. Untuk SMA diikuti oleh 607 siswa dan yang tidak lulus tiga siswa dari SMA swasta dan siswa SMA negeri lulus 100 persen.

Persentase kelulusan siswa SMA/SMK tahun 2011 meningkat tajam jika dibanding tahun sebelumnya. Baik di Kota Malang dan Batu maupun di Kabupaten Malang. Tahun lalu persentase kelulusan siswa SMA/SMK di Kota Malang hanya sebesar 87,5 persen.

Di Kabupaten Malang tahun lalu persentasenya mencapai 97, 5 persen dan tahun ini mencapai 99,9 persen. Sedangkan di Kota Batu mencapai 99,7 persen.

Bagi siswa SMA/SMK yang akan merayakan kelulusannya dengan berkonvoi juga tidak dilarang oleh pihak kepolisian, bahkan diberikan petugas pengawalan. Hanya saja, konvoi siswa dari luar daerah termasuk Kota Batu dan Kabupaten Malang dihalau di daerah perbatasan.

Ternyata, Indonesia Timur Paling Jujur dalam UN

Dari hasil Ujian Nasional (UN) 2011 propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan propinsi dengan jumlah siswa tidak lulus terbanyak.

Menanggapi hal ini Dedi Gumelar anggota DPR dari komisi sepuluh F-PDIP mengatakan, propinsi-propinsi di sebelah timur Indonesia termasuk NTT adalah propinsi dengan tingkat kejujuran pelaksanaan UN paling tinggi. “Sayangnya kejujuran ini tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan sarana pendidikan. Akibatnya kemampuan guru dan siswa untuk mengembangkan diri dan ilmu pengetahuan menjadi terbatas,” ujarnya, Sabtu (14/5).

Di sana (wilayah timur Indonesia), lanjut Dedi, jangan dibayangkan seperti di Jawa. Di Jawa anak bisa langsung baca buku, tapi di sana buku yang sama baru bisa dibaca enam bulan kemudian. Padahal selama enam bulan itu sudah terbit buku-buku baru yang kualitasnya lebih baik. “Hasil UN kali ini akan dijadikan bahan evaluasi dan menjadi bahan masukan bagi pemerintah. Terutama untuk merancang rencana strategis pendidikan,” katanya.

Ujian Nasional 2011 diikuti oleh kurang lebih 16.835 SMA/MA/SMK dari semua propinsi di Indonesia. Dari total SMA/MA/SMK yang mengikuti UN tahun ini masih ada lima sekolah yang siswanya tidak lulus. Jumlah siswa dari kelima sekolah tersebut adalah 147 siswa.

Sekolah yang tingkat kelulusannya nol persen tersebut berada di wilayah DKI Jakarta sebanyak tujuh siswa, Simeuleu Aceh sebanyak 26 siswa, Jambi sebanyak dua siswa, Kian Darat Maluku sebanyak 48 siswa, dan Urei Fasei Papua sebanyak 64 siswa.

Tingkat kelulusan untuk tahun ini relatif meningkat bila dibandingkan dengan tahun kemarin. Tahun 2010 tingkat kelulusan sebesar 99,04 %, sedangkan tahun 2011 tingkat kelulusan meningkat menjadi 99,22 %. Untuk penilaian UN tahun ini nilai yang diperhitungkan tidak hanya dari nilai ujian saja tapi juga dari nilai ujian sekolah.

Hasil Ujian Nasional (UN) SMA dan SMK Islam Hang Tuah Batam


Alhamdulillah Tahun pelajaran 2010/2011 Hasil Ujian Nasional (UN) siswa Sekolah Islam Hang Tuah Batam baik SMA maupun SMK lulus seratus persen .

Tadi pagi senin (16/5) sekitar pukul 8 wibb, amplop isi pengumuman kelulusan siswa itu diterima oleh Kepala Sekolah SMA dan SMK Aries Kurniawan.

Hasil UN ini akan diumumkan hari ini juga Senin (16/5) petang, sekitar pukul 16.00 wibb.

Kumpulan Berita Hasil UN Tahun 2011 SMA, SMK, dan MA


Menggembirakan Tahun 2011 bagi pelajar SMA, SMK dan MA yang mengikuti Ujian Nasional (UN), karena UN tidak lah segalanya. Sebagaimana telah diumumkan oleh Mendiknas M Nuh, kelulusan tahun ini mencapi 99% lebih.   Dibawah ini kami lampiran kumpulan berita tentang pengumuman hasil UN tingkat SMA/SMK/MA tahun 2011 Di Beberapa Kota  yang kami kutip dari beberapa Media Online.

Jakarta

Hasil akhir Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat akan diumumkan Senin pekan depan. Tapi ada sedikit bocoran mengenai hasilnya yang menggembirakan bagi para siswa SMA peserta UN di wilayah DKI Jakarta.

“Sebanyak 99,52 persen siwa SMA di DKI Jakarta lulus UN,” ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Hadi Mulyanto, melalui pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (14/5/2011).

Sementara untuk siswa SMK peserta UN, prosentase kelulusannya sedikit lebih tinggi. Yaitu 99,81 persen untuk wilayah DKI Jakarta.

“Ini membuktikan bahwa SMK bukan lagi anak tiri,” tegas Taufik.

Pengumuman hasil UN akan disampaikan website sekolah, telepon, SMS, surat tertulis maupun email. “Pihak sekolah bertanggung jawab atas kelancaran dan ketenangan prosesnya,” wanti Taufik.

MATARAM 

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) NTB Lalu Syafi’i menyatakan tingkat kelulusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Lombok Utara dalam ujian nasional mencapai 100 persen. “Dari sepuluh kabupaten/kota di NTB yang menyelenggarakan ujian nasional hanya Kabupaten Lombok Utara yang mampu meluluskan siswa SMK 100 persen,” kata Lalu Syafi’i di Mataram, Ahad (15/5).

Tingkat kelulusan siswa SMK di kabupaten termuda di NTB itu, pada ujian nasional 2010 mencapai 98,28 persen. Syafi’i menyebutkan tingkat kelulusan siswa di Kabupaten Bima mencapai 99,88 persen dengan jumlah siswa yang tidak lulus hanya satu orang dari 809 peserta.

Kabupaten Bima juga berhasil memperbaiki persentase kelulusan ujian nasional sebesar 0,60 persen dibandingkan hasil pada tahun sebelumnya yang mencapai 99,28 persen. Untuk Kabupaten Lombok Barat yang berada di peringkat ketiga mencapai persentase kelulusan sebesar 99,30 persen.

Jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 11 orang dari 1.568 orang peserta. “Jika dibandingkan dengan persentase kelulusan ujian nasional pada 2010 yang mencapai 98,89 persen maka terjadi peningkatan sebesar 0,41 persen,” katanya.

Kota Mataram, kata Syafi’i, berada di peringkat keempat, dengan persentase kelulusan mencapai 98,99 persen, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 23 orang dari 2.275 orang peserta. Persentase kelulusan di Kota Mataram meningkat 0,82 persen, jika dibandingkan dengan persentase hasil ujian nasional pada 2010 yang mencapai 98,17 persen.

Kabupaten Sumbawa berada di peringkat kelima dengan persentase kelulusan 98,76 persen, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 17 orang dari 1.371 orang peserta. “Hasil ujian nasional siswa SMK di Kabupaten Sumbawa, pada 2011, meningkat 3,27 persen, dibandingkan hasil ujian nasional tahun sebelumnya, yang mencapai 95,49 persen,” katanya.

Peringkat keenam ditempati Kabupaten Lombok Timur dengan persentase kelulusan 98,33 persen dengan jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 29 orang dari 1.741 orang peserta. Persentase kelulusan di Kabupaten Lombok Timur mengalami peningkatan 1,69 persen, dibandingkan dengan hasil ujian nasional pada 2010 yang mencapai 96,64 persen.

Untuk Kabupaten Sumbawa Barat yang menempati posisi ketujuh, kata dia, persentase kelulusannya mencapai 97,88 persen dengan jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak sembilan orang dari 424 orang peserta. Kabupaten Sumbawa Barat juga berhasil meningkatkan persentase kelulusan sebesar 10,34 persen dibandingkan hasil ujian nasional pada 2010 yang mencapai 87,54 persen.

Syafi’i yang didampingi Kepala Balai Teknologi dan Komunikasi Pendidikan Dikpora NTB Sukran mengatakan peringkat kedelapan ditempati Kota Bima dengan persentase kelulusan mencapai 97,27 persen, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 28 orang dari 1.025 orang peserta.

“Persentase kelulusan di kabupaten itu meningkat 7,24 persen jika dibandingkan hasil ujian nasional pada 2010 yang mencapai 90,03 persen,” katanya.

Peringkat kesembilan ditempati Kabupaten Dompu dengan persentase kelulusan mencapai 96,60 persen, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 32 orang dari jumlah 942 orang peserta. Kabupaten Dompu juga berhasil mengangkat persentase kelulusan sebesar 2,04 persen, jika dibandingkan dengan hasil ujian nasional pada 2010 yang mencapai 94,56 persen.

Peringkat kesepuluh atau terakhir adalah Kabupaten Lombok dengan persentase kelulusan 95,10 persen, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 67 orang dari 1.367 orang peserta. Kabupaten Lombok Tengah mengalami penurunan persentase kelulusan pada 2011 sebesar minus 4,33 persen, jika dibandingkan dengan persentase kelulusan tahun sebelumnya yang mencapai 99,43 persen.

“Persentase kelulusan ujian nasional siswa SMK di Kabupaten Lombok Tengah, pada 2011 menurun drastis. Tahun sebelumnya, kabupaten itu menempati peringkat pertama kelulusan ujian nasional SMK di NTB,” katanya.

Secara umum, kata Syafi’i, persentase kelulusan ujian nasional SMK di NTB tahun ajaran 2010/2011 mencapai 98,18 persen dengan jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 217 orang dari 11.929 orang peserta. Persentase kelulusan mengalami peningkatan jika dibandingkan hasil ujian nasional 2009/2010 yang mencapai 96,57 persen dengan jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 386 orang dari 11.268 orang peserta.

Syafi’i mengimbau kepada seluruh siswa SMK yang lulus ujian nasional agar mensyukuri apa yang telah diraih dengan cara-cara yang baik dan tidak melakukan perbuatan mubazir dan merugikan seperti menggelar konvoi kendaraan disertai aksi coret baju seragam dan mengecat rambut.

 Bali 

Propinsi Bali menempati posisi pertama tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN). Dari 2.490 siswa hanya 10 siswa yang dinyatakan tidak lulus.

“Di Bali hanya sepuluh siswa yang tidak lulus UN atau 0,04 persen dari jumlah peserta di provinsi tersebut,” ujar Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh, dalam jumpa press di kantornya, Jl Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (13/5/2011).

Sedangkan provinsi dengan presentase ketidaklulusan UN tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur, yakni dari 32.532 peserta, 1.813 siswa dinyatakan tidak lulus.

Untuk rata-rata Nilai UN pun, Bali menduduki peringkat pertama nasional dengan rata-rata nilai 8,40. NTT pun menjadi menempati posisi juru kunci dalam peringkat rerata nilai UN, yakni dengan rerata nilai 6,87.

“Ini Bali dan NTT cuma beda satu pulau tapi hasil UN-nya beda sekali,” kata Nuh.

Hasil UN ini, dikatakan Nuh, tidak hanya akan menjadi dasar kelulusan siswa, tetapi juga untuk memetakan pendidikan nasional. Pemetaan tersebut akan menjadi dasar kebijakan Kemendiknas.

“Tentu tiap daerah berbeda kebijakannya. NTT tentu akan beda dengan Papua. NTT APBD-nya saja sangat kecil sementara Papua ada dana Otsus (Otonomi Khusus-red),” kata Nuh.

Hasil UN ini kini tengah dikirim ke sekolah masing-masing. Selain nilai UN, sekolah juga akan mempertimbangkan kepribadian siswa dan nilai muatan lokal untuk menentukan lulus tidaknya anak didik mereka. Rencananya, pengumuman UN untuk SMA akan dilakukan serentak pada 16 Mei mendatang.

PALEMBANG

– Tingkat kelulusan siswa peserta Ujian Nasional (UN) 2011 tingkat SMA/ MA/ SMK di Sumatera Selatan (Sumsel) menggembirakan. “Dari 79.910 siswa peserta UN, hanya 73 peserta saja yang belum berhasil lulus dalam UN tahun ini,” kata Ade Karyana Kepala Dinas Penddikan Provinsi Sumsel, Ahad (15/5).

Menurut Ade Karyana prosentase kelulusan siswa seluruh peserta UN tahun 2011 relatif sama dengan tahun lalu. “Jumlah siswa yang lulus tahunnya mencapai 99 persen,” ujarnya.

Ade Karyana menjelaskan, untuk kelulusan siswa SMA program IPA angka kelulusan mencapai 99, 95% dengan nilai rata-rata 8,29 dan untuk untuk program IPS sebesar 99,85% dengan nilai rata-rata 7,77. Sementara itu kelulusan untuk siswa MA (Madrasah Aliyah) untuk program IPA dan keagamaan kelulusan mencapai nilai sempurna yakni 100% dengan ratarata 7,96 dan 7,56.

Untuk kelulusan siswa MA program IPS sebesar 99,76% dengan nilai rata-rata 7,62. Untuk SMK tingkat kelulusan juga cukup baik yakni mencapai 99,97% dengan nilai rata-rata 7,89. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin menjelaskan, peserta yang belum berhasil lulus tersebut 12 siswa peserta dari SMA program IPA dan 44 siswa peserta dari program IPS, 12 siswa peserta dari MA program IPS dan 5 siswa dari SMK.

“Dari 73 siswa peserta UN yang tidak lulus, sebarannya 47 siswa dari Kabupaten Empat Lawang, sembilan siswa dari Banyuasin, delapan siswa dari Kota Palembang, dua siswa dari Kota Pagaralam, dua siswa dari Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, dan masing-masing satu siswa dari OKU Timur, Lahat, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI),” ujar Ade Karyana.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, bagi siswa yang tidak lulus, tahun ini tidak diberlakukan kebijakan ujian ulangan. “Peserta yang tidak lulus disarankan mengikuti Ujian Nasional Program Kesetaraan atau UNPK Paket C),” tambahnya.

Sementara itu menurut Widodo Ketua Panitia UN 2011 Dinas Pendidikan Sumsel, hasil UN terbaik tingkat SMA diraih SMA Negeri 3 Kayu Agung dengan rata-rata 54,53, SMA Sjahyakirti Palembang denga rata-rata 54,46 dan SMA Negeri I Unggulan Muara Enim dengan rata-rata 54,33.

Untuk SMK dengan hasil UN terbaik ditempati SMK Nurul Huda Buay Madang dengan ratarata 34,80, SMK Yanitas Palembang dengan rata-rata 34,12 dan SMK YPBB Belitang dengan rata-rata 34,07. “Nilai tertinggi UN tahun ini di Sumsel diraih Fatimah Shellya Shabab dari SMA Patra Mandiri untuk program IPA dengan rata-rata 57,50 dan Lutfi Putri Ambasari dari SMA Negeri 8 Palembang untuk program IPS dengan rata-rata 54,60,” katanya.

Bogor

Dinas Pendidikan Kota Bogor menginstruksikan sekolah-sekolah mengumumkan kelulusan ujian melalui media dan amplop surat guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan pasca pengumuman kelulusan.

“Kita sudah kirimkan surat pemberitahuan agar seluruh sekolah mengumumkan kelulusan dengan cara yang lebih aman seperti lewat media cetak atau menggunakan amplop,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Aim Halim Hermana, Minggu.

Aim menyebutkan, penggunaan sistem tersebut untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan seperti corat coret baju, tawuran atau siswa pingsan karena tidak lulus.

Sistem ini sudah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya dan berhasil meminimalkan keonaran setelah pengumuman hasil ujian.

“Jadi mereka tidak perlu berdesak-desakan melihat papan pengumuman,” kata Aim yang optimistis siswa SLTA di Kota Bogor mendapat nilai terbaik.

Ujian Nasional tingkat SLTA di Kota Bogor diikuti 17.993 orang siswa dari 127 sekolah yang terdiri dari 66 SMK, 46 SMA dan 15 MA. Tahun lalu tingkat kelulusan SMA di Bogor sebesar 97,7 persen.

Surabaya

Sebanyak 26 siswa di Kota Surabaya mendapatkan nilai nol dalam ujian nasional (UN) 2011, karena nilai mereka tidak masuk dalam data (entry data) dinas pendidikan setempat.

“Hasil sidak yang kami lakukan, ada 23 siswa SMK dan tiga siswa SMA swasta yang memiliki nilai nol dalam UN,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya, Sahudi, di Surabaya, Minggu.

Di sela verifikasi data siswa di SMAN 1 Surabaya, ia menjelaskan alur entry data penilaian untuk siswa SMA/MA/SMK adalah pihak sekolah memasukkan data penilaian siswa di sekolahnya, kemudian dikirimkan ke Disdik Kota Surabaya.

“Dari Disdik Surabaya diteruskan ke Disdik Jawa Timur, kemudian dikembalikan lagi ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya, namun ternyata ada 26 siswa yang nilainya tidak masuk dalam entry data alias bernilai nol,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa penyebab nilai nol untuk siswa dalam UN, yakni diduga nilai UN tidak masuk bukan karena tidak dimasukkan, tapi hanya tidak masuk dalam data entry, sehingga mungkin saja nilai itu merupakan nilai susulan dan lupa dimasukkan.

“Oleh karena itu, kami akan menelusuri penyebabnya. Harapan kita, minggu depan sudah clear,” katanya.

Sahudi menyarankan untuk bertanya langsung ke Dinas Pendidikan Jawa Timur tentang adanya nilai nol, namun Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun saat dikonfirmasi melalui telepon, ternyata tidak diaktifkan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi E (Kesejahteraan) DPRD Jatim, HM Fuad Mahsuni, mengatakan bahwa kasus itu merupakan tanggung jawab sekolah, karena itu kesalahan ada pada pihak sekolah, sedangkan anak didik hanya korban.

“Secara teknis, ke-26 anak itu sudah tidak lulus, dan hanya tersisa satu solusi, yakni mengikuti Kejar Paket A, B, dan C, karena UN 2011 memang tidak mengenal UN susulan,” katanya.

Menurut dia, kepesertaan dalam Kejar Paket merupakan upaya menyelamatkan anak didik yang menjadi korban, sehingga perlu ada sanksi kepada pihak yang bersalah agar tidak terulang lagi di masa depan.

“Untuk menelusuri itu, kami akan memanggil sekolah, pimpinan Disdik Surabaya dan pimpinan Disdik Jatim untuk melakukan klarifikasi guna mengetahui posisi kesalahan ada di mana. Yang jelas, sanksi harus ada untuk pihak yang bersalah. Kalau teledor, itu bukan 26 anak, tapi hanya 1 hingga 2 anak,” katanya.

Peraih Nilai Tertinggi UN SMA Sederajat Didominasi Siswa Daerah

Peraih nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan SMK se Jawa Timur berasal dari daerah. Diantaranya, Malang, Mojokerto dan Babat Lamongan.

Hal ini menunjukkan tingkat pendidikan baik di kota maupun di daerah sudah merata, sehingga tidak lagi didominasi siswa perkotaan.

Siswa peraih nilai tertinggi tingkat SMK yakni Anisa Yana Purwaningtyas dari SMKN 8 Malang, disusul rekannya Cantika Padmadewi, serta M. Natsir dari SMKN 1 Mojokerto.

“Sedangkan siswa SMA peraih nilai tertinggi untuk jurusan bahasa diraih oleh Sabenta Asma dari SMAN 1 Gresik, untuk jurusan IPA diraih M. Haris dari SMAN 1 Babat dan jurusan IPS diraih Sri Susi Susanti dari SMAN 1 Babat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun kepada wartawan dalam jumpa pers pengumuman kelulusan UN tingkat SMA/SMK/MA, Sabtu (14/5/2011).

Sayang, Harun enggan menyebut berapa nilai yang diraih para siswa pinggiran ini dengan alasan sebagai hadiah pihak sekolah yang bersangkutan.

Sedangkan untuk nilai siswa berkebutuhan khusus masih belum bisa diumumkan karena masih dalam proses penilaian. “Untuk siswa SMA kebutuhan khusus belum karena lembar jawaban kerja masih dikerjakan. Soalnya tadi ada kendala listrik padam jadi masih belum bisa diumumkan,” ujarnya.

Sementara Ketua Pengawas Independen dari PTN, Ali Mufie Arief menuturkan, secara umum pelaksanaan UN di Jatim relatif aman dan lancar. Kabar tentang adanya kebocoran adanya peredaran kunci jawaban UN ternyata tidak terbukti kebenarannya.

Namun pihaknya memberikan catatan khusus pada segi percetakan dan distribusi naskah UN. Menurutnya,letak percetakan yang berada jauh di wilayah Jatim membuat kerawanan dan ketidaktepatan distribusi soal UN. “Kita sarankan agar letak percetakan ke depannya bisa di dalam wilayah Jatim,” ungkapnya.

Temanggung

Meski pemerintah telah mengumumkan Senin (16/5) sebagai hari cuti bersama, namun rencana Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk mengumumkan hasil UN 2011 tetap akan dilangsungkan. Hal itu dilakukan setelah sebelumnya pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan seluruh satuan pendidikan.

Berdasarkan data yang dilansir Dinas Pendidikan, kurang lebih 99,4 peserta UN 2011 di kabupaten ini dinyatakan lulus.

Ketua Panitia Pelaksana UN 2011, Bagus Pinuntun mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah kepala satuan pendidikan serta perwakilan wali peserta UN Sabtu (15/5). Dari hasil rapat tersebut, pihaknya tetap akan mengumumkan hasil UN pada Senin (16/5).

“Berdasarkan rapat koordinasi, kita tetap akan mengumumkan. Kami sudah koordinasi dengan seluruh satuan pendidikan, termasuk untuk keamanan kita sudah mengirimkan surat resmi kepada kepolisian. Oleh karena itu, kami berharap pengumuman dilakukan setelah pukul 14.00,” katanya Minggu (15/5) malam.

Secara langsung pihaknya memang telah meminta kepada masing-masing satuan pendidikan untuk mengumumkan hasil UN setelah pukul 14.00 WIB dengan alasan keamanan dan ketertiban. Pasalnya, apabila diumumkan sejak pagi, dikhawatirkan akan terjadi aksi corat-coret baju seragam dan pawai massal yang menganggu ketertiban lalu-lintas di jalan raya. Selain itu, ada kecenderungan siswa akan merayakan kelulusan dengan cara-cara yang kurang baik.

“Secara keseluruhan ada sekitar 2.000-an siswa SMA/MA dan 2.506 siswa SMK. Bayangkan saja, ada ribuan pelajar SMA/MA dan SMK, apabila setengahnya saja sudah turun ke jalan apa tidak mengganggu ketertiban lalu lintas? Kita kan orang terdidik, jadi seharusnya lebih santun dalam mensyukuri kelulusan,” imbuhnya.

Lebih jauh Bagus menjelaskan, dari semua SMA/MA dan MA yang ada, tingkat kelulusan rata-ratanya mencapai 99,4 persen dari total semua peserta UN.

Belum diketahui secara pasti alasan ketidaklulusan 0,6 persen siswa tersebut. Namun dari data ketidakhadiran saat ujian dilangsungkan, diprediksikan siswa yang tidak lulus berasal dari siswa yang tidak hadir.

Yogyakarta

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali memperoleh predikat terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia dalam soal kejujuran pelaksanaan ujian nasional.

“Tahun ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dinyatakan sebagai provinsi yang paling jujur dalam melaksanaan Ujian Nasional,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Baskara Aji di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, predikat tersebut diberikan berdasarkan penilaian tim independen yang tidak banyak mendapat keluhan atau teguran selama pelaksanaan ujian nasional.

Selain itu, predikat tersebut juga dilakukan berdasarkan analisis terhadap pola jawaban peserta Ujian Nasional.

“Jika ada pola jawaban dengan kesalahan yang kembar, maka ada kemungkinan terjadi sesuatu yang berhubungan dengan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional,” ujarnya.

Berdasarkan penggabungan nilai ujian nasional dan ujian akhir sekolah, di Provinsi DIY terdapat 198 siswa dari 41.700 siswa Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan yang dinyatakan tidak lulus.

Di tingkat Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah, tingkat kelulusan tertinggi berada di Kabupaten Bantul mencapai 99,66 persen atau hanya ada 15 dari 4.443 siswa yang tidak lulus.

Tingkat kelulusan tertinggi untuk Sekolah Menengah Kejuruan masih dipegang Kabupaten Bantul dengan 99,88 persen atau hanya ada lima siswa dari 4.190 siswa yang tidak lulus.

Kriteria kelulusan berdasarkan nilai Ujian Nasional dan Ujian Akhir Sekolah adalah rata-rata 5,5 dan tidak boleh ada nilai di bawah 4,0.

Palangka Raya

Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah akan mengumumkan kelulusan ujian nasional (UN) 2011 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat pada 16 Mei mendatang.

“Jika tidak ada perubahan, maka kami akan segera mengumumkan kelulusan siswa pada Senin depan. Saat ini masih menunggu instruksi dari Kementerian Pendidikan Nasional,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Guntur Talajan di Palangka Raya, Rabu.

Pihaknya belum menerima pemberitahuan dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) melalui Pengembangan Nasional Standar Pendidikan (PNSP) terkait kelulusan siswa SMA sederajat tahun ini.

Akan tetapi, sesuai ketentuan paling lambat akan merampungkan verifikasi data kelulusan UN 2011 pada 16 Mei tersebut.

Jika pusat sudah memberikan instruksi pengumuman kelulusan UN siswa SMA sederajat, maka Disdik baik kabupaten dan kota juga segera mengumumkannya, ucap Guntur.

Mulai tahun ini untuk menentukan kelulusan sudah menggunakan formula baru yaitu nilai gabungan antara nilai UN dengan nilai sekolah yang meliputi ujian sekolah dan nilai rapor.

Sebelum kelulusan diumumkan, sekolah telah mengirimkan hasil nilai sekolah untuk digabungkan dengan hasil nilai UN kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/kota, selanjutnya ke Dinas Pendidikan Kalteng yang akan diteruskan ke Kemdiknas.

Setelah digabungkan dengan formula 60 persen UN ditambah dengan 40 persen nilai sekolah, nilai tersebut dikembalikan lagi ke sekolah.

Sekolah akan menggabungkan nilai dengan mata pelajaran lain dengan syarat tujuh mata pelajaran selain mata ujian UN, harus lulus karena hal tersebut menentukan kelulusan tetap satuan pendidikan.

Ia berharap, meskipun pihaknya tidak menargetkan persentase kelulusan para siswa tahun ini, akan tetapi tetap menginginkan lebih baik dari sebelumnya terlebih lagi sistem penentuan kelulusan kali ini menggunakan sistem terpadu, antara nilai UN 60 persen dengan nilai ujian akhir sekolah dan nilai rapor 40 persen.

Makassar

Hasil ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat akan diumumkan serentak, Senin besok, 16 Mei 2011. Namun, berdasarkan informasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, hasil UN tersebut telah keluar dan sudah diketahui secara terbatas, sambil menunggu pengumuman resmi.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar menuturkan, tahun ini tingkat kelulusan siswa untuk SMA dan sederajat mengalami peningkatan. “Pada tahun ini, dari 18.756 peserta UN, hanya 130 orang yang dinyatakan tidak lulus,” kata Ismunandar saat ditemui di Makassar.

Jika dibandingkanUN 2010, kata Ismunandar, kelulusan tahun ini cukup memuaskan. Ia menyebutkan, pada 2010, persentase ketidaklulusan peserta ujian mencapai 9,02 persen, yakni jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 724 siswa dari total peserta UN yang mencapai 8.020 siswa.

Ismunandar mengatakan pencapaian tahun ini sebanyak 99,31 persen. Pencapaian tahun ini tidak melenceng jauh dari target kelulusan yakni 100 persen. “Kami sejak awal telah menargetkan kelulusan hingga 100 persen, namun tidak tercapai,” ujarnya.

Diknas Kota Makassar, kata Ismunandar, menargetkan kelulusan hingga 100 persen bukan tanpa alasan. Salah satunya adalah sistem UN yang berbeda dengan yang diterapkan dalam lima tahun terakhir.

Ia menambahkan, UN tahun ini tidak hanya ditentukan dari hasil UN semata, melainkan dari hasil ujian akhir sekolah. “Dari sistem itu, kami optimis 100 persen lulus, karena hasil UAS siswa secara rata-rata cukup bagus,” ujar Ismunandar.

Sementara itu, berdasarkan data Disdik Makassar, tingkat kelulusan SMA/MA tahun ajaran 2010/2011 mencapai 99,45 persen, dengan total peserta 11.163 siswa. Artinya, jumlah yang tidak lulus sebanyak 61 orang.

Sedangkan untuk tingkat SMK, kelulusan mencapai 99,09 persen, yakni dari 7.593 murid SMK yang ikut UN, yang tidak lulus sebanyak 69 siswa.

Benyamin Ketang dan Unggun Dahana


Dua nama tersebut diatas sedang menjadi pembicaraan pekan ini, maklum keduanya berencana melaksanakan HUT kemerdekaan Israel di Indonesia. Entah terlaksana entah tidak kita tunggu saja.

benyamin ketang

benyamin ketang

Menurut Artawijaya, seorang pengkaji Yahudi di Indonesia, Benjamin Ketang adalah kader muda NU binaan Gus Dur yang berhasil menyelesaikan studi masternya di Hebrew University, Jerussalem.

Benjamin Ketang yang bernama asli Nur Hamid adalah kader muda NU yang diplot untuk membangun sebuah jejaring politik dan bisnis Yahudi di Indonesia. IIPAC yang diketuai Ketang beraliansi ke AIPAC dan Australia Jewish Comitte

unggun dahana

unggun dahana

Nama Unggun Dahana belakangan ini mencuat ke media menyusul gagasannya soal komunitas Yahudi yang ingin merayakan HUT Israel di Jakarta esok hari.

Gagasannya tersebut selanjutnya membuat Unggun dikaitkan sebagai sosok dari Badan Intelejen Israel (Mossad) yang disusupi ke Indonesia. Menanggapi hal itu Unggun malah berbalik bertanya. “Mosaad dari mana?” tanyanya ketika wartawan menanyakan hal tersebut, Jumat (13/5/2011).

Selanjutnya Unggun mengaku jika dirinya beragama Kristen dan sebagai penggemar negara Israel. Alasan tersebut yang kemudian membuat dia ingin merayakan HUT Israel.

Tidak hanya itu saja, Unggun juga akan mengibarkan bendera Israel, walaupun Mabes Polri akan melarang pengibaran bendera Israel tersebut.

Ada ada saja….

Pengumuman Hasil UN tingkat SMA/SMK/MA tahun 2011 Di Beberapa Kota


sekolah sma, smk islam hang tuah batam

sekolah sma, smk islam hang tuah batam

Kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) SMA/MA Tahun Ajaran 2010/2011 mencapai 99,22 persen atau dari sebanyak 1.461.941 peserta UN SMA/MA jumlah peserta yang lulus sebanyak 1.450.498, sedangkan peserta yang tidak lulus 11.443 peserta atau 0,78 persen.

“Dibandingkan angka kelulusan tahun 2009/2010 ada kenaikan jumlah kelulusan. Angka kelulusan UN tahun lalu gabungan ujian utama dan ujian ulang sebanyak 99,04 persen,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh saat menyampaikan data hasil kelulusan UN dan distribusinya di Jakarta, Jumat.

Mendiknas menyebutkan data awal yang mendaftar 1.476.575 peserta, tetapi dalam perjalanan, sekolah yang memasukkan nilai sekolah sebanyak 1.467.058 atau 99,36 persen.

“Ada sebanyak 9.517 siswa atau 0,64 persen yang tidak dimasukkan nilai sekolahnya. Hal ini karena bisa jadi di tengah jalan ada yang drop out atau bekerja,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kemdiknas.

Mendiknas lebih lanjut menyatakan dari sebanyak 1.467.058 siswa yang tidak mengikuti UN sebanyak 5.117 siswa. Provinsi yang paling banyak tidak lulus dari sisi prosentase adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), sedangkan paling banyak lulus adalah Bali.

Mohammad Nuh menyatakan terdapat sebanyak 14.131 sekolah yang siswanya 100 persen lulus dan lima sekolah yang semua siswanya tidak lulus dengan jumlah 147 siswa. Sekolah yang kelulusannya nol persen yaitu di DKI Jakarta ada tujuh siswa; Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam 26 siswa; Jambi dua siswa; Kian Darat Maluku 48 siswa; dan Urei Fasei Papua 64 siswa.

Sementara jumlah kelulusan peserta UN SMK mencapai 99,51 persen. Dari total 8.074 sekolah negeri dan swasta dan 942.698 peserta, dinyatakan lulus 938.043 peserta. Sekolah yang angka kelulusannya 100 persen sebanyak 768.854 siswa (81,48 persen).

“Di SMK tidak ada sekolah yang kelulusannya nol persen,” kata Menteri Nuh.

Ia lebih lanjut mengatakan hasil UN tahun 2011 disamping untuk menentukan kelulusan, juga akan digunakan untuk pemetaan. Ia mencontohkan lima sekolah yang 100 persen siswanya tidak lulus dapat langsung dipetakan.

“Tujuannya untuk perbaikan, seperti tahun lalu kami melakukan intervensi di Nusa Tenggara Timur. Target berikutnya dipakai untuk masuk ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Aman Wirakartakusumah mengatakan kebijakan untuk menggunakan hasil UN untuk masuk ke perguruan tinggi adalah tepat.

“Di Amerika sejak tiga tahun lalu telah memulai untuk melaksanakan standar tes di semua negara bagian. Kita yakinkan para rektor dengan nilai UN yang dicapai agar mahasiswa bisa diterima langsung di perguruan tinggi,” ujarnya.

Pelaksanaan UN tahun 2011 mengalami perubahan pada syarat kelulusan dimana nilai akhir penentu kelulusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat, serta sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, ditetapkan dengan menggabungkan nilai mata pelajaran ujian nasional (UN) dengan nilai sekolah.

Nilai akhir adalah pembobotan 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai sekolah yang digunakan pada UN Tahun Pelajaran 2010/2011. Nilai sekolah adalah gabungan nilai ujian sekolah ditambah nilai rapor semester 1-4.

Formula tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN dan atas rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat.

Pengumuman tanggal 16 Mei 2011 bisa bisa tertunda?

Direncanakan pengumuman hasil UN tingkat SMA/SMK/MA tahun 2011 adalah hari senin tanggal 16 Mei 2011. Rencana itu mungkin tidak jadi terlaksana, sebab petang tadi, Jumat 13 Mei 2011, pemerintah mengumumkan kalau hari Senin adalah hari Libur Bersama , karena pada hari Selasa tanggal 17 Mei 2011 adalah hari Libur Waisak.

Pengumumam yang tiba-tiba itu membuat banyak orang Gusar, apalagi kalangan pengusaha. “Pemerintah kayak supir tembak” kata Alvin Lie .

Sementara itu Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tidak memberikan instruksi khusus kepada sekolah menyusul diterbitkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri soal cuti bersama 16 Mei 2011. Keputusan apakah sekolah libur diserahkan ke Pemerintah Daerah setempat.

“Karena tidak ada instruksi khusus dari kementerian, diserahkan ke pemda. Sekolah kan juga urusan otonomi daerah,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendiknas, Ibnu Hamad.

Ibnu mengatakan, meski guru sekolah negeri adalah PNS, tidak ada instruksi khusus kepada sekolah untuk libur. “Cuti itu kan dari sisi MenPAN-nya,” ujarnya.

Seperti diberitakan, pemerintah merevisi kebijakan cuti bersama untuk 2011 menjelang jam pulang kantor sore tadi. Berdasarkan hasil keputusan bersama 3 menteri, maka pemerintah menyatakan hari Senin 16 Mei 2011 sebagai cuti bersama.

Hal itu tertuang dalam siaran pers Humas Kantor Menko Kesra. Disebutkan, dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja, hari libur dan cuti bersama, dipandang perlu ditata kembali pelaksanaannya.  “Berdasarkan hasil keputusan bersama Menteri Pendayagunaan dan RB, Menteri Agama dan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi, SKB no 2 / 2011 / Kep. / Men / V / 2011 dan SKB/01/M.Pan-RB/05/2011 , maka Hari Senin, Tanggal 16 Mei 2011 dinyatakan sebagai Cuti Bersama,” demikian siaran pers tersebut.

Bagaimana di Batam ?

Muslim Bidin Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam saat kami hubungi melalui sms,  akan berkoordinasi dulu dengan Provinsi, ” untuk prihal tersebut diatas kami minta informasi dari provinsi ”  ujarnya.

Mudah-mudahan saja tidak libur dan pengumuman UN SMA/SMK/MA Tahun 2011 dapat diumumkan hari senin tanggal 16 Mei 2011.

Di Bali .

Propinsi Bali menempati posisi pertama tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN). Dari 2.490 siswa hanya 10 siswa yang dinyatakan tidak lulus.

“Di Bali hanya sepuluh siswa yang tidak lulus UN atau 0,04 persen dari jumlah peserta di provinsi tersebut,” ujar Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh, dalam jumpa press di kantornya, Jl Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (13/5/2011).

Sedangkan provinsi dengan presentase ketidaklulusan UN tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur, yakni dari 32.532 peserta, 1.813 siswa dinyatakan tidak lulus.

Untuk rata-rata Nilai UN pun, Bali menduduki peringkat pertama nasional dengan rata-rata nilai 8,40. NTT pun menjadi menempati posisi juru kunci dalam peringkat rerata nilai UN, yakni dengan rerata nilai 6,87.

“Ini Bali dan NTT cuma beda satu pulau tapi hasil UN-nya beda sekali,” kata Nuh.

Hasil UN ini, dikatakan Nuh, tidak hanya akan menjadi dasar kelulusan siswa, tetapi juga untuk memetakan pendidikan nasional. Pemetaan tersebut akan menjadi dasar kebijakan Kemendiknas.

“Tentu tiap daerah berbeda kebijakannya. NTT tentu akan beda dengan Papua. NTT APBD-nya saja sangat kecil sementara Papua ada dana Otsus (Otonomi Khusus-red),” kata Nuh.

Hasil UN ini kini tengah dikirim ke sekolah masing-masing. Selain nilai UN, sekolah juga akan mempertimbangkan kepribadian siswa dan nilai muatan lokal untuk menentukan lulus tidaknya anak didik mereka. Rencananya, pengumuman UN untuk SMA akan dilakukan serentak pada 16 Mei mendatang.

%d blogger menyukai ini: