Cina Muslim Batam


komunitas muslim di Thailand Utara,

komunitas muslim di Thailand Utara,

Dewi Oktora namanya, dia adalah guru bahasa Inggris di sekolah kami. Perempuan asal Medan ini disamping fasih berbahasa Inggris dia pun  fasih berbahasa Cina. Karena dia memang orang Cina. Hokkian,  Mandarin dan beberapa dialek lainnya dia kuasai.

Dewi yang satu ini berkerudung, dia muslim. Bukan karena menikah dengan Mas Selamat pria Jawa kelahiran Sumatera itu, tetapi jauh sebelum nya Dewi  sudah memeluk Islam. Ibu nya orang Tionghoa dan papanya orang Medan.

Di Sekolah kami Ibu Dewi demikian dia di panggil murid muridnya sering menjadi juru bicara, aku sengaja dan sering meminta jasa nya dalam menghadapi orang tua  etnis Tionghoa yang anaknya bersekolah di tempat kami.

Ibu lima anak

Meskipun sekolah kami adalah sekolah Islam tetapi banyak siswanya dari etnis keturunan yang bukan beragam Islam. Entah mengapa tetapi mungkin karena sekolah kami memang diperuntukkan bagi kalangan kurang mampu.

Di tempat kami di Batam banyak sekali sekolah swasta yang pengelola dan pemiliknya adalah orang Tionghoa. Yaitu tadi  hampir semua yang bersekolah disitu dari golongan Tionghoa yang mampu.

“Anak saya ada 5 orang semuanya mau saya sekolahkan disini ” kata seorang Ibu suatu ketika. Kelihatan dari nada bicaranya kalau ianya adalah orang Cina. Tadinya beberapa orang anaknya disekolah yang dikelola oleh orang Tionghoa, karena dia sudah berpisah dengan suaminya sehinggah tak mampu lagi membiayai ke sekolah yang mahal itu.

Untuk menangani hal ini termasuklah urusan administrasi kepindahan murid dan mengisi formulir diserahkan ke Ibu Dewi Oktora. Ibu wali murid  yang baru cerai suaminya yang katanya sudah muslim sejak menikah terlihat merasa senang ada guru yang dapat berbahasa Tionghoa melayaninya.

Bapak tiga anak

Menjelang ujian semester seperti saat ini, aku akan kebanjiran bertemu dengan orang tua murid yang minta tolong keringan agar anaknya diperkenankan mengikuti ujian. Ketentuan dari sekolah bila menunggak uang sekolah tidak boleh mengikuti ujian.

Seorang Bapak terlihat tertuduk lesu, dari tadi kuperhatikan dia duduk di pinggiran tembok teras. Tiga orang anaknya bersekolah di tempat kami, ketiga nya belum lagi membayar uang sekolah sudah 3 bulan. “Malu rasanya pak” ujar nya saat kutanya.

Bapak tiga orang anak tadi adalah Tionghoa Muslim bekerja di bengkel , yang akhir akhir ini jarang mendapat orderan. Bengkel nya yang lama di gusur katanya ditempat yang baru tidak seperti di tempat yang lama.

Ketua NU Batam

Kalau yang ini namanya Haji Aseng sering demikian orang memanggilnya, beliau adalah Ketua NU Batam , baru baru ini mendapat keelakaan di jlan raya, masih di rawat di slah stu Hospital di johor bahru Malaysia.

Haji Aseng atau Haji Khairul ini salah seorang pengusaha yang sukses di Batam memiliki perusahan pelayaran Indomas ferry Stulang Laut – Batam Center. Seorang putranya menjadi legislator dan beliu pun mengelola lembaga pendidikan.

Saptono Mustakim

Kalau yang satu ini adalah mantan Wakil Bupati Lingga, saat ini dalam masa berkabung karena orang tua lelakinya meninggal dunia.  Pernah menjadi anggota DPRD Batam juga provinsi Kepri. Saptono juga dulunya adalah seorang pengusaha

Banyak lagi sebenarnya orang orang Tionghao yang muslim yang berhasil di Batam tidak seperti dugaan dan anggapan sebahagian orang, kalau orang Cina atau Tionghoa menjadi muslim akan menjadi miskin.

Dan tidak pula di nafikan ada yang memang kebetulan setelah muslim jadi miskin. Dan rasanya di daerah melayu ini sulit akan menjadi pejabat setingkat Bupati misalnya kalau dia tidak Muslim.

Yang bekerja di Bank , menjadi Camat, di Kepolisian misalnya. Camat wanita pertama di Kota Batam adalah seorang perempuan Tionghoa Muslim. Di Pulau Bulang pak Haji Akhmad adalah Nelayan yang sukses orang Tionghoa, daging kepiting rebusnya berharga ratusan ribu perkilonya dijual ke hotel hotel untuk dibuat menu sop kepiting.

Hanya saja orang Tionghoa kalau sudah muslim tidak menjadi exlusif lagi, mana ada masjid Cina yang mengkhususkan orang Cina saja yang boleh shalat disana sebagai mana yang kita lihat pada agama lain.

Jadi tidak benar kalau orang Cina menjadi muslim jadi miskin .


Iklan

Vegetarian Muslim


Kurban di Chiang Rai Thailand Utara

Kurban di Chiang Rai Thailand Utara

Bagaimana rasanya menjadi vegetarian bagi seorang muslim tanyalah kepada Azhari. Sudah beberapa tahun belakangan ini dia tidak mengkonsumsi daging. “sejak Oktober 1996” ujar Azhari suatu ketika. Jadi sudah belasan tahun dia tak menikmati gurih nya rasa hewan Kurban.

Apalagi kalau kita baca status FB Fatma Yulia , karyawan Indosat ini dapat “jatah” daging Kurban “Mmmm… Dapat kupon daging kurban… Akhirnya masak dendeng batokok…”

Bukan karena tidak mampu membeli daging “ daging Kurban ini lain rasanya” ujar Hery yang rela antri membawa kupon untuk ditukarkan dengan bungkusan daging yang telah disiapkan oleh panitia Kurban di Masjid di lingkungan nya.

Salah Sendiri Tidak Mengkonsumsi Daging

Idul Adha, hari raya Kurban, kini sedang dirayakan di seluruh dunia oleh umat Islam, dan perayaan ini merupakan waktu yang menggembirakan setiap tahun bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Namun, bagi muslim yang menganut ajaran vegetarian semangat kegembiraan liburan Idul Adha tidak berlaku bagi mereka. Yah tentu hal ini salah mereka sendiri yang tidak mengkonsumsi daging.

Ternyata bukan Azhari seorang saja yang menganut ajaran vegetarian, “Saya tidak suka melihat orang makan berton-ton daging selama liburan Idul Adha,” kata Arwa Aburawa, seorang vegetarian yang juga seorang blogger Muslim Yordania yang sekarang tinggal di Manchester Inggris mengatakan kepada The Line Media.”Makan daging adalah pilihan pribadi, yang saya hormati, tetapi Anda tidak perlu berlebihan untuk memakannya.”

Aburawa mengatakan bahwa pada awalnya banyak teman-teman Muslimnya mempertanyakan dirinya apakah dia bisa menjadi seorang muslim dan juga seorang vegetarian, tetapi mereka menjadi lebih menerima sikapnya ketika dia menjelaskan tentang dirinya sendiri. Aburawa menekankan bahwa ia mencoba untuk tidak memberitakan kondisi dirinya yang vegetarian, tetapi lebih mendorong umat Islam untuk mengkonsumsi daging dalam jumlah sedang, lebih disukai dari sumber organik.

Dia menambahkan bahwa umat Islam yang tinggal di Timur Tengah secara umum menunjukkan pemahaman yang kurang bagus bagi para vegetarian dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Barat. “Ketika saya menjadi vegetarian delapan tahun yang lalu, keluarga saya di Yordania tidak mengerti apa itu semua,” katanya. “Tapi, selama bertahun-tahun mereka akhirnya bisa memakluminya.”

Alasan Azhari menjadi Vegetarian

Lain Aburawa lain pula Azhari, “saya menjadi vegetarian karena dulu saya berkacamata, jadi guru saya menyuruh banyak makan sayuran” lanjut Azhari menjelaskan mengapa ia menjadi vegetarian.

Azhari (36) adalah pria kelahiran Medan , tampang nya sepintas mirip orang Cina, tetapi Azhari adalah orang Batak bermarga Hasibuan. Usaha nya di Batam menjual kopi, beberapa gerainya seperti di Pelabuhan Ferry Batam Center misalnya, mencantumkan nama KOPI TIAM , KAYA TOST , NAN YANG, gerai itu kental nuansa orientalnya. Menu nya pun pakai istilah Cina, dan unik nya lagi ada jual sop ikan yang cukup lezat disitu ……

Tidak sebagaimana vegetarian murni karena memang ajaran agama, Azhari masih mau mengkonsumsi sate kerang, kuah soto ayam pun dia masih mau. Suatu ketika selepas shalat jumat dari masjid Raya Batam kami sengaja mampir makan siang di warung SOTO MEDAN.

Islam dan Vegetarian

Fatwa Islam ‘konon’ mentolerir sikap vegetarian, tetapi biasanya tidak mendorong hal itu. “Seorang Muslim dapat menjadi seorang vegetarian,” kata Mufti Afrika Selatan Ebrahim Desai seperti dikutip situs IslamicConcern.com atas fatwanya, sebuah situs yang menganjurkan vegetarianisme dalam Islam. “Namun, ia tidak boleh menganggap makan daging sebagai sesuatu yang dilarang.”

Ulama yang juga cendikiawan muslim Amerika Syaikh Hamzah Yusuf, mengarahkan bahwa tradisi lisan Islam membenarkan vegetarianisme. “Secara tradisional Muslim adalah semi-vegetarian,” ujar Yusuf dalam sebuah rekaman audio agama”.

Khalifah Umar berkata: “Waspadalah terhadap daging, karena daging memiliki kecanduan seperti kecanduan anggur,” katanya menambahkan. Tapi jelas ekspresi vegetarianisme jarang terjadi di dunia Arab dan dunia Islam secara umum.

wallahua’lam

%d blogger menyukai ini: