Menurut UNHCR : Bentrokan di Myanmar Utara, 800 Ribu Orang Mengungsi


Muslims hold pictures and banners as they protest in front of Myanmar's embassy in Bangkok in June. A group of Rohingyas living in Thailand and other Muslims gathered outside the embassy demanding security for Myanmar's Rohingya people and called for inter

Muslims hold pictures and banners as they protest in front of Myanmar’s embassy in Bangkok in June. A group of Rohingyas living in Thailand and other Muslims gathered outside the embassy demanding security for Myanmar’s Rohingya people and called for inter

JENEWA — Sekitar 80.000 orang diperkirakan akan mengungsi karena bentrokan antar-kelompok baru-baru ini di negara bagian Rakhine utara Myanmar, kata Badan Pengungsi PBB (UNHCR), Jumat (27/7).

Juru bicara UNHCR Andrej Mahecic mengatakan kepada wartawan bahwa lebih dari 30.000 Orang-Orang Terlantar Internal (IDPs) telah menerima bantuan. Organisasi-organisasi darurat dan pemerintah telah mulai membangun tempat penampungan pengungsi di beberapa kamp-kamp.

Mahecic juga menyatakan keprihatinan atas tiga anggota staf UNHCR yang telah ditahan di negara bagian Rakhine.

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Navi Pillay pada Jumat juga menyatakan keprihatinan serius atas pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berlangsung di Myanmar, dan menyerukan penyelidikan cepat dan independen.

Kekerasan dipicu antara etnis Rakhine Buddha dan etnis Rohingya Muslim di Taungup di negara bagian Rakhine setelah seorang wanita Buddhis diperkosa dan dibunuh pada 28 Mei. Menurut angka resmi, kekerasan di kawasan itu telah merenggut sedikitnya 78 jiwa sejauh ini.

Iklan Kiamat


Iklan seperti ini banyak terpasang di sepanjang jalan di Batam. “Kirain itu iklan radio yang mau siaran” ujar Andre .  Iklan ini sudah hampir setengah tahun terpasang, malah sudah ada yang diganti karena buram. “Jadi itu iklan Kiamat toh ” lanjut Andre lagi .

Iya itu memang iklan hari kiamat yang akan jatuh pada 21 Mei 2011 sebagaimana tulisan dibawah :

Lupakan spekulasi bahwa akhir dunia akan terjadi pada 12 Desember 2012 sebagaimana akhir penanggalan Bangsa Maya. Sebuah kelompok Kristen independen di AS bahkan meramalkan kiamat akan datang lebih cepat: 21 Mei 2011 mendatang.

Adalah Marie Exley, veteran Angkatan Darat AS yang gencar mengkampanyekan peringatan kiamat ini. Exley adalah anggota gereja independen AS yang berkotbah melalui siaran radio dan Internet. Kelompok gereja ini mengklaim mendasarkan ramalannya pada Alkitab.

Mereka gencar menyebarkan pesan kiamat melalui papan reklame, bangku-bangku di halte bus, karavan, dan mengerahkan sukarelawan menyebarkan pamflet-pamflet di berbagai sudut kota, dari Bridgeport hingga Little Rock, Arkansas. Untuk menyebarkan pesan itu di luar AS, mereka bahkan punya kelompok sukarelawan yang akan berkeliling Afrika dan Amerika Latin.

“Banyak orang mungkin berpikir: kiamat akan datang, ayo berpesta. Tapi kami diperintahkan Tuhan untuk memberi peringatan,” kata Exley. “Aku bisa saja seperti orang lain, tapi akan lebih baik tahu ketika kiamat tiba, Anda tahu, Anda akan selamat.”

Pada bulan Agustus, Exley meninggalkan rumahnya di Colorado Springs, untuk bekerja di sebuah radio komunitas di Oakland, California. Radio tersebut adalah radio pelayanan Kristen yang dipimpin Harold Camping– orang yang paling bertanggung jawab atas ramalan akhir zaman versi ini.

“Jika Anda masih ingin mengatakan kami gila, silakan. Tapi tidak ada salahnya untuk melihat pesan ini,” kata Exley.

Harold Camping (89) yakin Alkitab pada dasarnya memiliki fungsi sebagai kalender kosmik yang menjelaskan dengan pasti hal-hal yang bisa diramalkan.

Pensiunan insinyur itu mengklaim kalkulasinya didasarkan pada Alkitab. Berbagai peristiwa eksternal, seperti berdirinya negara Israel pada 1948, menurutnya adalah tanda-tanda yang mengkonfirmasikan akurasi kalkulasinya. “Tanpa keraguan, aku berpendapat 21 Mei adalah hari pengangkatan dan penghakiman,” kata dia.

Camping percaya, di bulan Oktober 2011, orang-orang yang beriman akan dibawa ke surga dan para pendosa tetap berada di Bumi untuk menerima siksa.

Bagaimana jika 21 Mei berlalu tanpa ada apapun?

“Kalau 21 Mei berlalu dan aku masih di sini, berarti aku tak diselamatkan. Apakah itu berarti firman Tuhan tak akurat? Tidak sama sekali,” dia berkilah.

Prediksi Camping tak diamini banyak gereja lainnya. Kata mereka, tak seorangpun yang bisa memastikan hari atau jam semesta akan berakhir. Ramalan ala Camping bukan hal baru. Seorang pemimpin kelompok Baptis, William Miller pernah meramalkan dunia berakhir 22 Oktober 1844 silam, namun toh matahari masih bersinar terang sampai hari ini.

Banyak orang yang terkecoh dengan papan iklan dimaksud,  sebagaimana kata Prayuza Zafin Muhammad : “gila , nih salah satu cara buat ngelunturin iman…astagfirullah”..!
Sementara  Dhanny ‘Chappy’ Monroe berkomentar :  “ini cuma trik pemasaran radio tsb”.

Arfin Efendi : “propaganda ini sudah lama, kok. gue tahu juga bacanya di internet. ini keknya kelompok sekte tertentu dari agama kresten”.

Banyak komentar tentang iklan ini bahkan  ada yang mempertanyakannya  apa tidak ada pengawasan dari pemerintah. Sebagaimana di tulis oleh  Hang Dabo  dalam FB nya : ” iklan kayak gitu pemko apa enggak bisa dibredel, sekalian sama radionya juga di tutup.

Kurang jelas juga apakah frequensi yang digunakan radio  itu  legal,   yang tahu KPI dan Balai Monitor. Soal retribusi atau pajak reklame , yang tahu persis ya Dinas Pendapataan Daerah.

Hang FM Radio Dakwah ?


Abi Yusuf station manager hang fm

Abu Yusuf station manager hang fm

“Salam pak, lagi di tunggu di radio Hang FM” begitu bunyi sms yang masuk ke hand phone ku pagi tadi Senin (8/3)  dari no +65837389xx, nomor depan +65xxxxxxx  adalah kode negara Singapura. Wah bukan main ini radio sampai penggemar nya di Singapura meng – sms – ku . “Iya pak kan peminat setia Hang FM ” balasnya lagi melalui sms .

Iya memang sehari sebelum nya aku dihubungi station manager Hang FM, “Kalau bisa pukul 07.45 sudah di tempat ya pak”  kata Abu Yusuf demikian nama panggilan station manager radio yang mengudara di frequenci 106 FM itu. Ber iya iya betul dia agar aku tepat waktu. Tetapi apa lacur pukul delapan aku masih berada di sekolahan.

Sepanjang perjalanan menuju ke Batam Center, aku mendengar kan celoteh Abu Yusuf yang langsung memandu acara yang dikemas dalam input dan output itu, wah banyak juga telephon yang masuk gumamku. Rupaya sepanjang siaran berlangsung  Abu Yusuf si pemandu acara, menyebutkan nara sumber yang di undang dan dihubunginya belum ada satu pun yang datang.

Tak Boleh Musik ?

Penggemar radio ini cukup banyak di Singapura, begitu pun di Johor Bahru, karena memang siaran radio yang anti musik ini sampai menembusi cakralawa negara tetangga itu.

Tak ada lagu yang di putar di radio itu, kalau pun ada suara hanya suara deritan pintu atau suara seperti air yang tercurah.  Untuk intro, jedah antara dua acara misalnya ada suara seperti ketokan saja, benar benar tak ada suara lagu yang mengalun layak nya radio radio lain.

Lampu tombol telpon terus berkelap kelip saat aku masuk ke ruang studio yang baru di pugar sejak Kebakaran setahun yang lalu  itu.  “Alhamdulillah pak Imbalo sudah datang ” ujar Abu Yusuf kepada pendengar nya. Pertanyaan pun bertubi tubi , topik pagi hari itu mengangkat masalah makanan halal.

Dari mulai restoran, rumah makan, pengurusan sertifikat halal, sampai masaalah perdagangan bebas dengan cina, mengalir tak terasa sudah satu jam.

Sambil menjawab pertanyaan dari pendengar,  terpikir pula  olehku akan  rekan rekan  di  Malaysia, bukan yang di Johor Bahru tetapi yang arah ke Utara , yang sekarang sedang ramai ramai nya mempersoal kan faham  Wahabi.

Radio yang ber motto kan spirit of sunnah ini jangan harap mentolerir anggotanya merokok, begitu pun dengan gambar gambar berujud manusia. Hampir semua atau boleh dikatakan semua buku buku dan vcd yang di jual di toko buku yang berada di samping ruang studio tak bergambar manusia , apalagi gambar itu perempuan.

Tetapi radio ini tidak tabu terhadap iklan, banyak iklan saat jedah di putarkan, terutama  iklan obat obatan yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit.  Tak etis rasanya ingin membantah soal iklan yang ada di radio itu, ya nama nya iklan pastilah memuji produk yang ditawarkan.

Kembali ke soal Dakwah dari Radio Hang FM ini tadi, kalau lah sempat di dengar oleh para ulama yang memposisikan diri Ahli Sunnah Wal Jamaah  yang begitu antinya terhadap faham Wahabi .

Hai lebih teruk lagi daripadakan sekedar tidak berqunut dan tak menjahirkan bacaan Basmallah.

Bagimana ya……mereka pun mengklaim pengikut sunnah

Ibnu Batuta ……………….


Ibnu Batuta

Tepat pukul 07.09 pagi di tanggal 01 Desember 2009 sms masuk ke ponsel ku dari ustaz Abdul Wahab,  “Assalamualaikum pak Imbalo (ibnu Batuta) nomor hp ustaz Ahmad 0084918027845 dan nonor tetap 0084918027845 atau 076824357 fax : 076866599, beliau tinggal di desa Chou Doc Province An Giang Ho Chi Min City. Dan nomor Ustaz Abdullah Cambodia 0085511252948 nama beliau di id card : Mot Toulo. terimakasih”.

Pagi itu tanggal 1 Desember 2009 aku masih berada di Hanoi, rencana petang hari  pukul 16.10  sesuai dengan jadwal penerbangan, aku akan ke Ho Chi Min City dengan Vietnam Air, dengan pesawat udara perjalanan di tempuh 2 jam.

Tahun lalu 23 Maret 2008 aku dari Ho Chi Min City ke Hanoi dengan Bus, lebih dari 50 jam aku di dalam bus baru sampai di Hanoi. Aku nikmati perjalanan itu, apalagi sewaktu melewati Provinsi Da Nang, Da Nang mempunyai pantai yang  indah. Tak bosan bosan nya aku menikmati perjalanan itu dari mulai malam ke pagi ke malam lagi ke pagi dan malam lagi dan pagi.

Entah apa sampai ustaz Wahab menyebutku Ibnu Batuta, mungkin karena kenekadan ku bepergian sendirian, nekad memang, seorang diri pergi menjelajahi Vietnam, Kamboja, Thailand, Laos, Myanmar. “Mending” ngerti bahasa, yang kukuasai hanya bahasa melayu sedikit bahasa jawa, itu agaknya ustaz Wahab menyebutku Ibnu Batuta dari Batam , aku jadi senyum senyum sendiri, ustaz yang satu ini tahu betul kemampuanku berbahasa Inggris apalagi bahasa Arab.

Lagian tak ada apa apa nya perjalananku di bandingkan Ibnu Batuta, Ibnu Batuta ribuan kilometer di tempuhnya dengan berjalan kaki ke merata tempat di dunia. Tetapi memanglah ke provinsi An Giang desa Chou Doc Vietnam negara komunis itu nyaris ratusan tahun tak pernah dilalui oleh Muslim dari Indonesia.

Tiba di bandara HCM City hari telah gelap, disitu telah menunggu Muhammad, Muhammad seorang pemuda yang bekerja di HCM pernah tinggal di Malaysia beberapa tahun sehingga dapat sedikit berbahasa melayu. HCM dengan desa Chou Doc (An Giang) hampir 400 KM  jaraknya, arah ke Barat dari HCM City berbatasan dengan Kamboja.

Dengan taxi dari Bandara ke Bandar ongkosnya sebesar 120.000 Dong, di HCM banyak penjual makanan halal tidak seperti di Hanoi, disini pun ada 7  masjid berdiri.

Tak seperti zaman Ibnu Batuta, sekarang tak lah sulit mendapatkan informasi, sejak di Hanoi lagi nomor hp ku telah ku ganti dengan nomor Vietnam.  Kepada Muhammad yang menemaniku makan kutanyakan adakah bus lagi ke Phan Rang, Phan Rang adalah salah satu provinsi di Vietnam terletak ke Timur dari pada HCM, kalau kita naik Bus dari HCM ke Hanoi provinsi itu akan dilalui, sekitar 7 jam perjalanan dari HCM, seorang teman memintaku dengan sangat agar bisa datang kesana, Basori namanya, ianya seorang pemuda yang sedang kulia di Universitas Islam Antara Bangsa (UIA) Malaysia, kami belum pernah bersua muka.

Padahal tujuan ku semula aadalah ke Chou Doc (An Giang), kota di Barat HCM, sementara Phan Rang adalah kota di Timur HCM, “Disitu adalah rumahku, disitu ada masjid baru di rasmikan, 27 hari bulan lepas, sewaktu Idul qurban, datanglah kesana, disanapun ada seorang kawan yang boleh bercakap melayu” harap Basirun agar aku bisa datng ke Phan Rang ke rumahnya.

Tak jauh dari restoran tempat kami makan banyak tempat penjualan tiket bus antar kota, Bus terakhir ke Phan Rang pukul 9 malam, kalau Tuhan mengkehendaki, semuanya bagai di atur saja, lepas makan aku pun berlepas ke  Provinsi Phang Rang

Hal ini kusampaikan kepada ustaz Wahab, dan ustaz Ahmad yang berada di Chou Doc.

Mereka Mengaku Muslim Tetapi Belum Di Khitan……………


Catatan perjalanan dari beberapa negara tetangga di asean minoritas muslim

Bersama Tuk Hakim panggilan untuk tetua kampung orang yang berhak menikahkan pasangan yang akan melangsungkan perkawinan di kampung yang sama di provinsi Phang Rang Vietnam sebelah kiri saya adalah Imam Masjid bernama Haji Yahya melaksanakan syariat Islam, di sebelah kakan adalah Tuk Hakim dari Suku Champa Bani Imam masjid yang hanya shalat jumat saja itu pun hanya dua kali sebulan dan jamaah tak perlu shalat di wakilkan 19 Imam yang diangkat, kedua mereka ini adalah abang beradik.

Bersama Tuk Hakim panggilan untuk tetua kampung orang yang berhak menikahkan pasangan yang akan melangsungkan perkawinan di kampung yang sama di provinsi Phang Rang Vietnam sebelah kiri saya adalah Imam Masjid bernama Haji Said melaksanakan syariat Islam, di sebelah kanan adalah Tuk Hakim dari Suku Champa Bani Imam masjid yang hanya shalat jumat saja itu pun hanya dua kali sebulan dan jamaah tak perlu shalat di wakilkan 19 Imam yang diangkat, kedua mereka ini adalah abang beradik kandung.

Hampir tiga pekan lamanya saya dalam perjalanan ke negera – negara tetangga Asean yaitu sejak Ahad 22 Nopember 2009, pagi, sekitar pukul 10 dengan ferry dari Batam Center Indonesia, menuju Singapura, dari Singapura melalui Johor Bahru Malaysia menuju Hatyai Thailand Selatan, dari Hatyai ke Bangkok dan dari Bangkok ke Chiang Rai, karena tidak ada bus langsung kesanaa, Chiang Rai satu provinsi paling utara dari Thailand ribuan kilometer di tempuh dengan bus, cukup memenatkan memang, tiba di satu kampung dekat provinsi Pha Yao kami bersama rombongan dari Malaysia dan dari Patani serta Yala Thailand Selatan melaksanakan shalat idul adha dan memotong hewan qurban.

Sebagian teman ada yang pulang ke Malaysia melalui Bandara Chiang Mai ke Kuala Lumpur ada yang dengan Bus ke Patani, sementara saya melanjutkan perjalanan ke Myanmar, di kota Tachilek.  Ke Vientiane Laos yang sedang berlangsung Sea Games, dan di lanjutkan dengan Bus dari Vientiane ke Hanoi ibukota Vietnam. Dari Hanoi ke Cho Ci Min City (Saigon) saya naik Vietnam air, karena bila di tempuh dengan bus hampir 50 jam.    Dari Cho Ci Min city di Vietnam saya ke Phnom Penh Kambjoa dengan ferry, menyusuri sungai Mekong yang membela kedua negara bertetangga itu.

Phnom Penh Kamboja

Pada Sabtu  (5/12) pekan lalu dengan mini bus dari Phnom Penh saya menuju ke satu provinsi Rattanakiri namanya salah satu provinsi paling utara di Kamboja yang berbatasan langsung dengan Vietnam. Hampir dua belas jam perjalanan, berangkat pukul 6 pagi tiba di sana menjelang magrib, tak sulit mencari rumah kediamana orang orang suku Champa, dengan memberikan telepon genggam kepada supir bus mini (ven orang disana menyebutnya), tiba di rumah seorang kepala suku champa (orang yang dituakan) Tuk Hakim, panggilan kepada kepala suku champa di situ, dirumah nya malam itu saya menginap. Di situ pula telah menaunggu ustaz Abdullah pria (32) asal provinsi kampong Champa, dengan dua orang teman nya sebaya dan sesama dai yang di tempat kan di beberapa kampung suku suku bukit masih satu klan dengan suku champa. Di Kamboja ada 36 provinsi.

Banyak hal yang kami bicarakan malam itu diantara nya jalan ke provinsi itu baru saja dapat dilalui dengan bus satu hari seperti sekarang ini. “Sebelum nya untuk mencapai ke mari diperlukan minimal 5 hari perjalanan ” ujar ustaz Abdullah, Tok Hakim tersenyum senyum mendengar nya karena beliau kurang faham bahasa melayu.

Sebagaimana di rencanakan pagi esok Ahad (6/12) kami akan kembali ke Phnom Penh -Ibukota negara Kamboja, dengan menyewa taxi sebesar 120 US $, sebelum kembali ke Ibukota Negara yang sekarang sedang bertelakah dengan Thailand ini Duta besar masing masing sudah tidak ada di tempat jadi suasana memang agak memanas, kami akan menungjungi tiga buah kampung,  bersama ustaz Abdullah, ustaz muda yang baru berusia 32 tahun ini tinggal di kampung yang sangat terpencil Kampung Song Kat namanya, dari wilayah Rattanakiri dengan taxi yang kami sewa tadi jauh perjalanan di tempuh selama satu jam, arah ke timur dekat perbatasan dengan Vietnam

Ada tiga buah masjid di tiga buah kampung yang berlainan, masjid masjid tersebut sama persis bentuk dan ukuran dan warnanya, karena memang  di bangun oleh hartawan dari Kuwait, di ketiga kampung berjarak puluhan kilo meter itu juga di tempat kan dai dai muda oleh Muhammadiyah Internasional, mereka berbaur dan tinggal dengan penduduk asli kampung tersebut.

Di Kamboja terdapat lebih satu juta penduduk muslim dari keturuan Champa, banyak diantara mereka yang hanya mengaku beragama Islam, terutama di daeah utara tadi, dan di beberapa provinsi lainnya, dan yang paling banyak muslim nya berada di provinsi Champa, kalau kita naik bus dari Phnom Penh kurang lebih tiga jam perjalalan.

“Di provinsi Rattanakiri ini hampir semua muslim adalah muhajirin” jelas ustaz Abdullah, maksud nya orang champa yang merantau datang ke kesitu baru sekitar 5 tahun lalu, “Dulu jalan yang kita lalui ini adalah jalanan gajah, oleh penduduk vietnam dan kamboja, karena mereka memang bersaudara” tambah ustaz Abdullah lagi. Dan memang bahasa di perbatasan antara Kamboja dan Vietnam itu sama belaka.

Jalanan Gajah itu kini sudah mulus, kami masuk ke vietnam dari kamboja, hanya berjalan kaki, tanpa pemeriksaan imigrasi, meskipun disitu terdapat petugas imigrasi dan bea cukai,  dia hanya melihat muka dan tentunya ada seorang warga masing masing negara yang menjaminnya, karena muka orang indonesia sama dengan vietnam dan kamboja, tak mencurigakan petugas yang berada di border (perbatasan) melihat saya dan membiarkan kami berlalu dari Kamboja ke Vietnam. Padahal sebelum nya Jumat (5/12) dari Chou Doc Vietnam saya masuk ke Phnom Penh dengan ferry harus membayar sebesar 25 US $ sekali masuk meskipun sesama negara asean warga negara indonesia di kenakan visa kunjungan.

Jalanan gajah,  tak terbayangkan dulu kawasan itu memang banyak gajah, dan memang terlihat di sepanjang perjalanan pohon bambu memenuhi hutan di kawasan itu, dan hingga sekarang pun hasil hutan dan pertanian lainnya dari provinsi paling utara kamboja yang juga berbatasan dengan negara Laos itu tersedot ke Vietnam , “seluruh sepanjang jalan ini di bangun oleh kerajaan Vietnam” jelas ustaz Abdullah yang dulu pernah belajar di Sei Golok Malaysia itu sehingga dengan fasih dia dapat berbahasa melayu logat Kelantan tentunya.

Islam di Phnom Penh, hampir memenuhi di sepanjang pantai sei Mekong, salah satu sungai terpanjang di dunia itu melalui beberapa negara, sampai ke Kamboja, di sepanjang tepi sungai yang kami lalui banyak terdapat masjid masjid, tetapi sama dengan keberadaan muslim di Vietnam di Kamboja pun ratusan ribu muslim yang mengaku muslim belum dapat sembahyang, terkadang untuk mengucapkan syahadat saja pun mereka susah, terlebih ada sebuah kaum yang menyebut kaum nya adalah Islam Sejati semacam Islam Bani kalau di Vietnam , yang seluruh pengikut nya tak perlu sembahyang cukup di wakil kan kepada Imam nya saja, dan para Imam itu pun tak sembahyang (shalat) lima kali sehari semalam, tak berpuasa sebagai mana lazimnya , mereka cukup sebulan dua kali saja.

Di Kamboja terdapat dua mufti Islam , satunya ya itu tadi mufti bagi orang orang suku Champa yang mengaku Islam tetapi tidak shalat. “Tetapi mereka pun tak nak bertukar agama dengan agama yang lain” jelas ustaz Abdullah lagi di sepanjang perjalanan kami menuju Phnom Penh. Karena ada beberapa rumah Ibada agama non Islam yang terdapat juga di sepanjang perjalanan. Dan yang lebih menarik lagi persis di samping masjid yang sudah di bangun oleh hartawan dari Kuwait tadi , pun berdiri juga rumah ibadah non Islam.

Mereka belum di Khitan

“Mereka masih memelihara babi” ujar ustaz Abdullah lagi, ustaz yang baru di karuniaa anak satu ini, juga bercerita tak satu pun dari mereka yang berkhitan, hal itu saya tanyakan langsung kepada beberapa penduduk yang berada disitu. Ternyata memang seluruh mereka yang berjumlah ribuan itu belum pun di khitan. Khitan menanda kan seorang muslim bukan saja tak dilaksanakan di Kambjoa tetapi di Vietnam pun puluhan ribu orang yang mengaku muslim dari suku Champa belum di khitan, dengan tersipu malu malu tuk hakim sebutan untuk ketua orang orang dari suku champa itu ada juga yang belum di khitan.

“Disina tak satu pun ada dokter yang muslim” ujar ustaz Abdullah lagi, itulah salah satu permintaan beliau seandainya ada universitas kedokteran yang mau menerima dan menanggung bea siswa bagi pelajar dari Komboja utuk belajar di Indonesia. “Apakah Muhammadiyah mau menampung pak ” pinta ustaz Abdullah lagi, karena sebagai mana di ketahui oleh ustaz yang berjuang dan  berdakwa di daerah terpencil dengan kehidupan seadanya itu  tahu kalau Ormas seperti  Muhammadiyah banyak memeliki Universitas.

Ustaz Abdullah tahu kalau saya dari Muhammadiyah Batam tetapi dia tak tahu kalau saya adalah anggota biasa saja, yang tak punya akses ke perguruan Muhammadiyah apalagi  yang menyangkut bea siswa, tetapi sungguh terharu, melihat anak anak dan keluarga dari suku Champa (chere mereka menyebut nya satu dari bagian dari suku Champa) ini yang tetap mengaku muslim selama hampir 400 tahun kerajaan Champa “hilang” dari muka bumi ini, terdampar di berbagai negara, tinggal di pelosok pelosok di bukit bukit dipinggir pinggir laut di di tepi pantai, nyaris tak terpantau saudara saudara mereka sesama Muslim.

Malam itu menjelang Isya kami sampai di Provinsi Kampong Champa, kerumah ustaz Abdullah dibesarkan oleh orang tuanya yang telah berpulang kerahmatullah sejak ia berusia 12 tahun, rumah kayu berpanggung hampir setinggi 4 meter itu terlihat kusam. Ustaz Abdullah adalah bungsu dari 5 bersaudara, dari satu pondok ke pondok lain dari satu madrasah ke madrasa lain dia belajar agam Islam, tak hanya di Kamboja saja di belajar jauh sampai ke Thailand Selatan di Sei Golok dan juga ke Malaysia.

Malam itu pun kami di jamu makan oleh tetangga ustaz Abdullah, yang kebetulan seorang putra dari sang empunya rumah itu dan 4 orang temann ya akan belajar di Indonesia mendapat bea siswa  dari  Mahad Said bin Zahid Batam yang terletak di Batu Aji di Komplek Perguruan Muhammadiyah Asean yang baru akhir tahun ini dibuka dan menerima pelajar pelajar khusus ditujukan kepada pelajar dari negara tetangga asean diberikan bea siswa.

Dan memang perjalanan saya kali ini ke beberapa negara tetangga salah satu nya memberitahukan keberadaan Mahad Said bin Zahid di maksud.Dan sengaja pula kedatangan saya ke Provinsi Kampong Champa itu hendak melihat calon pelajar mahad dan bertemu dengan keluarga mereka.

Wassalam

Beredar Email Noordin M Top Mengaku Tak Akan Menyerah


Email Noordin M Top..............menantang..........

Email Noordin M Top..............menantang..........

Noordin M Top memang benar benar ngetop………..Selang satu hari, polisi mengumumkan tersangka teroris yang tewas di Temanggung, Jawa Tengah adalah Ibrohim, Noordin M Top muncul. Gembong teroris yang paling dicari itu membenarkan yang tewas Ibrohim bukan dirinya.

erikut email Noordin di kutip dari Detik.com

Assalamualaikum Wr. Wb

Saya Noordin M Top mau membenarkan bahwa yang meninggal di temanggung Adalah Ibrohim Alias Boim. Sebenarnya saya memang pada waktu itu berada di Temanggung dengan kedua pengawal Saya dan Ibrohim,Tetapi pada waktu Pegepungan saya berhasil lolos dari kepungan polisi.Saya tidak akan pernah menyerah sebelum amerika beserta sekutunya keluar dari irak atau negara islam lainnya.Kami mempunyai landasan mengapa kita akan terus meneror orang asing:

1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia
2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini
3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia
4. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah. Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : ‘SARIYAH JABIR’ الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia

Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top

Noordin muncul lewat email yang dikirim ke BagusTV.com, Kamis (13/8/2009). Belum diketahui apakah email tersebut asli atau bukan. Yang jelas email ini mirip dengan email saat Noordin mengklaim bertanggungjawab atas Peledakan Hotel JW Marriot & Ritz Carlton.

Noordin dalam email itu mengatasnamakan sebagai Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia. Nama yang menandatangani email ini juga sama dengan nama yang mengklaim bertanggung jawab dalam pengeboman 2 hotel mewah itu. Nama Noordin ditulis Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top.

Dalam email itu Noordin menjelaskan, ia sebenarnya berada di Temanggung dan berhasil lolos. “Sebenarnya saya memang pada waktu itu berada di Temanggung dengan kedua pengawal Saya dan Ibrohim, Tetapi pada waktu Pegepungan saya berhasil lolos dari kepungan polisi,” kata Noordin.

Ia akan terus melakukan pengeboman sampai Amerika Serikat (AS) keluar dari Irak.

Apakah email tersebut asli dari Noordin? Belum diketahui. Hanya saja dari whois.com, diketahui BagusTV.com baru dibuat pada 21 Juli 2009. Pemilik domain ini adalah Bagus Febrianto yang beralamatkan di Jl. Merpati 69 Jember, Jawa Timur, 68111.

Mari kita tunggu komentar dan tindakan dari aparat yang berwenang……….


Pengumuman Hasil UN 2009 SMP/MTs Pun Diundur Hari Senin


Mendiknas Bambang Sudibyo

Mendiknas Bambang Sudibyo

Sama persis kasus nya dengan pengumuman hasil UN untuk SMA sederajat, pengumuman hasli UN untuk tingkat SMP sederajat pun diundur ke hari senin tanggal 22 Juni 2009.

Pagi tadi puluhan siswa mendatangi sekolah, sebagian sudah ada yg tahu kalau pengumuman di undur, tetapi karena sudah janjian dengan teman -teman nya untuk berjumpa di sekolahan.

“Tak apalah” kata Rahayu dengan muka pasrah……. karena hampir diseluruh daerah pengumuman kelulus1218282705orang_miskin_dilarang_sekolahan ini di undur..

Mereka masih terlihat bergerombol dan bercengkerama, membincangkan kalau nilai nya tinggi akan masuk ke sekolah mana, dan ada yang masih tetap melanjutkan di sekolah Hang Tuah , “Aku mau ikut Drumband Sekolah”  ujar seorang siswa, rupanya dia tertarik masuk kembali ke SMK Hang Tuah karena ada Marching Band.

Di sekolah Hang Tuah pun kini punya fasilitas studio pemancar TV , meskipun hanya baru menjangkau beberapa kilometer, karena daya pancar nya baru 30 watt saja. Tetapi semua kegiatan mulai dari membuat berita, kameramen,editing, host, pembaca berita, lighting semua nya ditangani oleh siswa SMI , tidak saja jurusan multimedia , jurusan yg lain pun ikut serta.

Dibawah in kami kutip tulisan  dari koran lokal Batam Pos tentang penundaan pengumuman UN untuk SMP di seluruh Kepri :

Hasil Unjian Nasional (UN) yang menentukan kelulusan siswa SMP sederajat akan diumumkan Senin (22/6) pekan depan. Saat ini, Dinas Pendidikan (Diknas) Kepri sedang memproses hasil capaian nilai siswa tersebut, pasca menerima dari Departemen Pendidikan RI. ‘’Diknas berharap capaian nilai kelulusan siswa SMP sederajat memuaskan,’’ ujar Kadisdik Kepri, Arifin Nasir, Jumat (19/6). Arifin minta siswa tak perlu khawatir, jika saat UN bisa mengerjakannya dengan benar. ”Saya yakin, hasil kelulusan siswa SMP memuaskan,’’ katanya.


Hal yang sama juga diungkapkan Kadis Dikpora Tanjungpinang, Drs Ahadi. Menurutnya, hasil UN SMP akan diundur dari hari ini, Sabtu (20/6) ke hari Senin (22/6). Hingga kemarin, kata Ahadi, hasil UN SMP se-Provinsi Kepri belum diterima seluruh dinas pendidikan di kabupaten kota, karena masih berada di tangan Dinas Pendidikan Kepri. Dijadwalkan, hasil UN SMP 2009 itu baru akan diserahkan dari Disdiknas Kepri ke dinas pendidikan kabupaten/kota di Kepri hari ini sekitar pukul 14.00 WIB.


”Bisa jadi Senin (22/6) sore (pengumuman hasil UN SMP di Tanjungpinang, red) karena Sabtu siang (hari ini, red) pukul 14.00 WIB baru mau diserahkan Disdik Kepri ke Dinas Pendidikan kota/kabupaten,” kata Kadis Dikpora Tanjungpinang, Drs Ahadi, kemarin. Seperti halnya saat pengumuman hasil UN SMA sederajat awal pekan ini, pengumuman hasil UN SMP baru akan diterima masing-masing kepala sekolah Senin (22/6) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah menerima salinan hasil UN dari Disdikpora selanjutnya masing-masing kepala sekolah melaksanakan rapat dengan majelis guru. Untuk menentukan kelulusan siswanya. Sebab, hasil UN hanyalah satu faktor penentu kelulusan. Faktor lainnya yang menentukan kelulusan adalah nilai hasil ujian sekolah, dan lain-lain.


Pengumuman hasil kelulusan siswa SMP ini, nantinya juga dilaksanakan seperti saat pengumuman kelulusan SMA. Setiap siswa diberi satu amplop tertutup yang berisikan jumlah hasil UN yang sudah dijalani. Namun, yang terpenting di dalam amplop tersebut berisikan hal yang sangat dinantikan yaitu lulus atau tidaknya mereka saat itu. Penundaan pengumuman hasil UN SMP ini sekaligus membuat kecemasan para siswa yang ikut UN, semakin menjadi-jadi. Berbeda dengan siswa SMA sederajat yang untuk masuk perguruan tinggi harus melalui beragam tes. Bagi siswa SMP hasil UN sangat menentukan di mana mereka akan melanjutkan pendidikannya selanjutnya. Sebab, nyaris semua sekolah menengah atas dan sederajat akan menerima siswa baru berdasarkan nilai hasil UN. Kecuali untuk sekolah rintisan berstandar internasional seperti SMAN 1 Tanjungpinang.


”Nilai UN akan sangat menentukan mau masuk ke SMA atau SMK mana nantinya. Kalau nilainya bagus bisalah masuk sekolah yang bagus. Tapi kalau nilainya jelek tak mungkin mendaftar di sana,” ujar salah satu siswa SMP di Tanjungpinang, Dewi. Dalam kesempatan ini, Arifin menambahkan Pemprov Kepri berencana memberikan beasiswa kepada 20 siswa SMA sederajat yang mampu meraih nilai tertinggi pada UN tahun ini. Dua puluh siswa ini terdiri 10 siswa SMA dan 10 siswa SMK.
Penyerahan beasiswa, dilaksanakan 2 Juli 2009 mendatang di kantor Pemprov Kepri di Tanjungpinang. ‘’Kita akan undang secara resmi, orang tua siswa bersangkutan. Pak Gubernur Kepri yang menyerahkan langsung beasiswa tersebut,’’ tutur Arifin. Pemberian beasiswa bertujuan memberi penghargaan pada siswa berprestasi di Kepri.


Menurutnya, tidak semua siswa bisa meraih prestasi ini. ‘’Pemprov juga akan memberi piagam penghargaan pada siswa berprestasi tersebut,’’ sambungnya.  Terkait 112 siswa SMK di Kepri dinyatakan lulus susulan, Arifin mengatakan ,kelulusan SMK tahun ini sedikit ada masalah di Departemen Pendidikan akibat adanya perubahan sistim penilaian terhadap ujian teori dan praktik. Awalnya, Diknas Kepri menaruh curiga, dan heran, mengapa nilai anak-anak ini tidak tercantum alias kosong. ‘’Lantas kita bertanya, dan selanjutnya departemen mengundang Diknas Kepri ke Jakarta. Kita utus Kepala Seksi yang menangani SMK untuk menanyakannya,’’ tambah Arifin. Lantas, setelah dilakukan pengecekan kembali, dinyatakan 112 anak tersebut dinyatakan lulus. ‘’Jika nilai mereka bagus, akan diberikan penghargaan juga loh,’’ tukasnya.

%d blogger menyukai ini: