• kunjungan

    free counters
  • RSS hang tuah batam

  • Album Foto

  • fans page

  • <script type="text/javascript">var cstrpuid = 234893;var cstrpwidth = "200";var cstrpheight = "130";</script><script type="text/javascript" src="http://cdn.caster.fm/0070B7/widgets/player.js"></script><!-- DO NOT REMOVE THE LINKS BELOW, THEY WILL BE HIDDEN (AND WILL HELP US A LOT) --><a id="cstrplb" href="http://www.caster.fm/">Free Shoutcast Hosting</a><a id="cstrplb2" href="http://www.caster.fm/">Radio Stream Hosting</a><div id="cstrpdiv"></div>

Pengalaman Dalam Ramadhan dengan Makanan Berbuka Puasa


resto halalCatatan Kecil: Imbalo Iman Sakti

Alangkah sayangnya puasa kita sejak fajar menyingsing, tiba petang saat berbuka, ternyata kita mengkonsumsi makanan yang tidak halal.

BATAM– Jamak terlihat jauh hari sebelum Ramadhan tiba, spanduk menyambut bulan suci ini terbentang disepanjang jalan terutama di persimpangan. Ada dari tokoh politik yang sedang “kampanye” ada pula yang dari hotel dan restoran. Penawaran berbuka bersama, dengan special harga dan berbagai menu.
Demikian juga di media elektronik dan media cetak, menu berbuka ini jor joran ditawarkan.
Dibeberapa media cetak yang terbit di Batam, ada iklan yang memuat menu makanan di restoran, dengan menyediakan ta’jil free dengan syarat berbuka untuk minimal 10 orang perpaket menca pai jutaan ribu rupiah.
Buletin Jumat (BJ) melihat iklan Restoran hotel itu, tidak semua mempunyai sertifikat halal. Mala ada yang beraksara China, hanya mencantumkan tulisan NO PORK NO LARD.
Dalam Islam makanan itu men jadi tidak halal yang tadinya halal, bukan hanya tercampur unsur babi saja. Khamar yang dicampur kan dalam memasak membuat makanan itu menjadi haram.
Acap para koki di restoran itu yang nota bene orang Islam terkadang kurang menyadarinya. “Ini makanan laut ya pasti halallah” demikian ucap mereka .
Mereka dalam menghilangkan amis, membersihkan dan mengem pukkan makanan itu dengan sejenis khamar. Beberapa restoran di Jakarta, memasak daging untuk dijadikan rendang misalnya yang tadinya delapan jam dengan di rendam terlebih dahulu dengan khamar sudah empuk dan hanya dimasak 4 jam saja. Demikian pula makanan laut, menghilangkan amis di rendam khamar.
Pastikan bahwa makanan anda yang menyala-nyala apinya diatas wajan tempat memasak bukan dicampur dengan Ang Ciu sejenis khamar yang acap di tambahkan saat memasak sehingga menimbul kan aroma khas yang mengun dang selera. Ang Ciu itu haram. Makanan yang dibubuhi Ang Ciau menjadi haram. Walaupun itu kepeiting , ikan dan sebagainya.
Adalagi yang membuat maka nan itu menjadi haram, tempat masak pantry yang menjadi satu memasak makanan haram dengan makanan yang halal. Tempat penyimpanan antara daging sapi, ayam dan daging babi. Hal ini acap terjadi dicampur didalam kulkas yang sama. Disebuah swalayan di Batam BJ pernah menemukan ketiga daging terse but dipajang berbarengan, dengan pelayan yang sama, alat potong pisau yang sama.
Demikian pula dengan minuman, tidak semua sari minuman yang di jajakan mereka mempunyai sertifi kat halal, alasannya syrup – syrup itu tidak dijual dan diproduksi dalam negeri. Bistro-Bistro acap menjual minuman berkhas aroma buah buahan luar negeri tidak di label halal. Dalam temuan BJ di mall di Nagoya sebuah Bistro yang telah mendapatkan sertifikat halal pun masih menyediakan syrup buatan luar negeri ini yang tidak berlabel halal.
Hal ini terjadi mungkin ketidak tahuan sang pelayan Bistro, karena kebanyakan pemilik Bistro itu bukan orang Muslim. Dan bisa jadi pengawasan dari lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifi kat halal itu tidak optimal.
Jadi kita sebagai konsumen harus peduli, tanyakan kepada pelayan nya atau pengelolanya.
Konsumen muslim pun diharap kan jangan mau memebeli, meng konsumsi makanan ataupun minuman di tempat yang tidak bersertifikat halal. Hindari semak simal mungkin, hal ini acap BJ alami saat para pejabat membuat acara di hotel rekan bisnis dan kerbata mengajak berbuka di resto hotel yang tidak jelas kehalalannya. katakan tidak, atau anjurkan ketempat yang jelas haram halalnya.
Untuk diketahu bahwa beberapa toko roti besar dan terkenal di Batam hingga kehari ini belum memiliki sertifikat halal. Mereka dengan enteng saja menjawab tanpa sertifikat itupun dagangan nya laris manis. So pasti pengkon sumsinya adalah orang Islam.
Selama kita masih tak peduli dengan hal hal yang haram dan halal ini dalam kehidupan kita sehari-hari selama itulah pula para pedagang tidak memperdulian bahwa dagangan yang mereka jual bercampur dengan yang haram.
Jadi kembali lagi kepada kita sebagai umat Islam momentum dalam bulan Ramadhan ini kita mulai dan diri kita dan keluarga kita sendiri peduli dengan makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Alangkah sayangnya puasa kita sejak fajar menyingsing tiba petang saat berbuka, ternyata kita mengkonsumsi makanan yang tidak halal.
Wallahu a’lam (***)

Hebatnya Aceh ……….


15 Tahun Buletin Jumat (2)
1506456_898721806808558_2015444007817856777_n
Di Aceh, Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh telah menerbitkan dan mengeluarkan sertifikat halal. Satu kemajuan dan terobosan, meskipun belum ada undang-undang yang mengaturnya.

Revisi Undang Undang Perlindu ngan Konsumen NO 8 Tahun 1999, hingga kini belum juga rampung, pemba hasan tentang kewenangan sertifikasi halal, baik tentang obat-obatan mau pun tentang makanan masih tarik ulur, Menteri Kesehatan terli hat belum setuju mengenai sertifikikasi halal obat-obatan, belum adanya pengganti unsur lain menggantikan unsur yang diharamkan umat Islam sebagai alasannya.

Makanan dari luar terus membanjiri Indonesia, terutama Batam, berbatasan langsung dengan Negara tetangga yang memang sebagai pusat perdagangan dunia, hampir dari semua jenis makanan di dunia terlihat beredar di Batam.

Menjadi keprihatinan Buletin Jumat (BJ) tidak adanya laboratorium yang memadai untuk memeriksa DNA Babi, Indonesia melalui LP POM nya hanya memeriksa barangan berdasarkan listing.

Nyaris tidak pernah terdengar temuan makanan yang mengandung unsur babi, bahkan daging babi gelon dongan dicampur dengan daging sapi yang beredarpun info dari masyarakat.

Kasus Ajinamoto, memakai enzyme babi dalam prosesnya, diketahui sete lah petugas pabrik yang memberita hukannya.
BJ, mengunjungi Pusat Halal di Chulalongkorn University Bangkok Thailand, Negara minoritas muslim itu memiliki laboratorium yang terlengkap di Dunia. Tidak hanya memeriksa jenis makanan yang akan diedarkan oleh pabrikan, dan memberikan rekomen dasi kepada Majelis Ulamanya, mereka pun mengembangkan penelitian pengganti unsur babi.

Indonesia sebagai Negara mayoritas muslim jauh tertinggal dari Malaysia dalam soal produk halal ini, beberapa Negara malah belum mengakui sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Indonesia. Beda jauh dengan Negara tetangga kita itu, malah lebih 50 negara yang mempunyai lembaga halal telah bekerjasama dengan mereka, dengan mendaftarkan semua produknya. Jadi tidak menjadikan hal yang sulit untuk menelurusi produk mereka yang beredar.

Sertifikat oleh Pemerintah

Ada pemikiran, LP POM MUI hanya memberikan rekomendasi saja ke pada Pemerintah dalam hal ini Departemen Agama sebagai fasilitator nya, demikian juga ormas besar lain seperti NU,Muhammadiyah mempu nyai LP POM tersendiri.

Di Aceh, Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh telah menerbitkan dan mengeluarkan sertifikat halal. Satu kemajuan dan terobosan, meskipun belum ada undang-undangnya yang mengatur.

Di Cina dari kunjungan BJ ke negeri mayoritas peng-konsumsi babi terbanyak di dunia itu, setiap provinsi mengeluarkan masing masing sertifikat untuk makanan halalnya. Sama dengan di Vietnam ada beberapa Lembaga yang mengeluarkan sertifikat Halal.

Hal beragamnya pengeluar sertifikat halal dalam satu Negara dari penelitian temuan BJ, agak susah juga memantau nya, temuan terkahir di Vietnam ada mie rasa babi bersertifikat halal. Begitu juga di China, restoran halal, belum dipercaya dijamin oleh penduduk muslimnya sendiri. Tetapi paling tidak mereka mengerti, para produsen itu mengapa harus halal.

Beragam logo halal BJ temui dalam satu Negara, memang agak menyulitkan dalam segi pengawasan, negara itu memang minoritas muslim, di Indonesia mungkin tetap pemerintah yang mengeluarkan sertifikat halal tetapi berdasarkan rekomendasi dari lembaga Islam yang kompeten, dan tentunya mempunyai peralatan pemeriksaan kehalalan makanan itu.

Seperti sekarang ini pelaku usaha seakan tidak peduli terhadap kehalalan makanan yang disajikan, toh tanpa disertifikasi pun dagangan mereka laris terjual. Jadi sangat perlu segera digesa Undang Undang Jaminan Halal.

Disamping itu pengurusan yang masih bertele-tele dan kurangnya sosia lisasi, membuat para pelaku usaha enggan membuat sertifikat halal, bahkan untuk memperpanjangnya pun mereka tak mau.

Jadi tidak heranlah asli produksi Indonesia yang bersertifikasi halal sangat jarang yang beredar sampai keluar negeri. (imbalo)

Mencermati Paket Berbuka di Hotel dan Restoran


Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

gadis gadis ini menebarkan selebaran berbuka puasa ramadhan di hotelnya

gadis gadis ini menebarkan selebaran berbuka puasa ramadhan di hotelnya, sayang nya hotelnya tak punya sertifikat halal.


DALAM bulan ramadhan seperti saat ini, jor-joran hotel dan restoran menawarkan paket berbuka puasa, namun sayangnya tidak seberapa hotel dan restoran yang ada di Batam memiliki sertifikat halal.
Sertifikat ini sangat penting, bagi sebuah hotel maupun restoran terutama yang menyajikan dan menyiapkan makanan berbuka bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa.
yang ini pula menyebarkan selebaran jadwal imsak, sembari kampanye? ada gambar capresnya

yang ini pula menyebarkan selebaran jadwal imsak, sembari kampanye? ada gambar capresnya


Sebagai umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa, sedari mejelang fajar sampailah ke magrib kita menahan lapar dan dahaga karena Allah SWT, alangkah ruginya kita saat menyantap hidangan berbuka ditempat yang subhat, siapa yang bisa menjamin makanan itu halal, tentulah lembaga yang berkompeten dan dipercaya.
Terkadang yang sudah di kenai logo halal saja masih disalahgunakan. Ingat kasus resto terkenal di Jakarta yang merendam daging untuk rendang nya dengan arak agar lekas empuk.
Himbauan kami bersantaplah di res to dan hotel yang telah memiliki sertifi kat halal. Berani menolak ajakan te man makan ditempat yang diragukan.
Mulai dari diri kita sendiri, penge lola resto dan hotel tidak akan peduli dengan halal haram selama kita tetap menyantap penganan ditempat nya. Wallahua’lam

Bread Talk dan Sertifikat Halal


Kisah toko roti terkenal di Indonesia ini dalam menyikapi sertifikat Halal....................terus dipantau oleh Buletin Jumat

Kisah toko roti terkenal di Indonesia ini dalam menyikapi sertifikat Halal………………..terus dipantau oleh Buletin Jumat

Hampir sepuluh tahun toko roti Bread Talk tidak mempunyai sertifikat Halal, dan ke hingga hari ini Sabtu (20/09/13) pun belum ada. LP POM MUI pernah mengeluarkan Sertifikat , tetapi Bread Talk tidak mau memperpanjangnya. “Tanpa sertifikat itu pun banyak konsumen yang membeli” ujar seseorang pengelola pada saat ditanya Buletin Jumat waktu itu. Tetapi menurut Rizo Manager lapangan Bread Talk Mega Mall Batam Center, mereka telah mengurus Ulang sertifikat itu. “Apa karena omset sudah mulai nurun ya?? ” tanya Buletin Jumat Rozi tersenyum….. Jadi isu Halal itu bisa menurunkan omset lho……………

Selanjutnya terserah anda, ujar Buletin Jumat.... mau mengkonsumsi apa tidak, tugas kami hanya menginformasikan saja...........

Selanjutnya terserah anda, ujar Buletin Jumat…. mau mengkonsumsi apa tidak, tugas kami hanya menginformasikan saja………..

Menurut Rozi dalam pekan depan sudah ada sertifikat Halalnya, ya kita tunggu dan lihat saja....

Menurut Rozi dalam pekan depan sudah ada sertifikat Halalnya, ya kita tunggu dan lihat saja….

iya,... mohon kalau sudah dapat sertifikat halalnya Buletin Jumat diberitahu......................

iya,… mohon kalau sudah dapat sertifikat halalnya Buletin Jumat diberitahu………………….

 

menggugah selera.........hendaknya cepatlah urusan sertifikat kehalalan roti produk Bread Talk ini

menggugah selera………hendaknya cepatlah urusan sertifikat kehalalan roti produk Bread Talk ini

Kisah Pekerja Islam di Restoran Solaria : Demi Tugas Terpaksa Lepas Kerudung


1260889_709803419033732_1224654049_nMacam macam menu ada di Resto ini, Namanya, Siti dan yang satunya lagi juga namanya Siti, yang satu pakai kerudung, yang satu tidak, “iya saya juga kalau keluar tidak tugas di Resto ya pakai kerudung, kalau kerja dibuka ” ujat Siti Aini.537035_709188689095205_948380896_n

 

Nah yang pakai kerudung namanya siapa koq mirif dengan Patin ya??? “Iya terimakasih , namaku Siti Cholisa, baru selesai shalat juhur dibawah ” ujar siti Holisa, bersiap membuka kerudungnya karena akan bertugas sebagai kasir di Resto Solaria. Resto ini belum mengizinkan karyawatinya berkerudung, dalam pekerjaannya, harus pakai sanggul macam ini kata siti Aini sambil tersenyum.”semua bahan masakan sudah disediakan, dan semua karyawan dan karyawti yang bekerja di Solaria Mega Mall Batam Center ini termasuk juru masaknya Islam ” ujar mbak Dias menjawab pertanyaan Buletin Jumat.

Siti menympan kerudungnya

Siti menympan kerudungnya

Dan mbak Dias selaku penanggung jawab di Resto yang diisukan tidak halal ini mengakui hingga ke hari ini jumat (19/09/13) belum menagntongi sertifikat Halal dari MUI ” InsyaAllah dalam minggu minggu ini sudah keluar” ujar mbak Dias yakin, karena demikian info dari pusat.

Wah Siti malu sudah enggak kayak Patin lagi sudah buka kerudung, ya beginilah nasib kami karyawan kecil yang membutuhkan pekerjaan, harus taat aturan , mengorbankan syariat, terus mau apa lagi maafkan kami ya Siti – Siti, belum bisa membantu mu …..dan mohon pemilik Resto jangan pecat mereka…..karena sudah berani memberitahukan kepada Buletin Jumat…
523503_709195392427868_360716656_n

Kalau kami sih gak lepas kerudung, karena gak pakai kerudung ujar Sutomo, tapi ya Alhamdulillah para koki Resto ini dapat shalat Jumat , meskipun tidak setiap
Jumat, “gantian, setiap jumatnya” tambah Sutomo lagi. Lumayan lah karyawan ini masih bisa shalat jumat meskipun tidak setiap hari Jumat.
933987_709709412376466_1677331503_n
(imbalo)

Info Halal: Halalkah Roti Yang Kita Konsumsi?


BUDAK CHINA DAH MELAMPAU DI NEGERI JIRAN (3 foto) ALVIN DAN VIVIAN MENGUCAPKAN SELAMAT BERBUKA PUASA DENGAN SUP HERBA RUSUK BABI bersama http://www.mazidulakmal.com/2013/07/alvin-dan-vivian-mengucapkan-selamat.html

BUDAK CHINA DAH MELAMPAU DI NEGERI JIRAN (3 foto)
ALVIN DAN VIVIAN MENGUCAPKAN SELAMAT BERBUKA PUASA DENGAN SUP HERBA RUSUK BABI bersama http://www.mazidulakmal.com/2013/07/alvin-dan-vivian-mengucapkan-selamat.html

TEPUNG terigu adalah bahan utama dalam pembuatan produk bakery dan kue, sedangkan jenis tepung lainnya yang digunakan baik sebagai bahan utama atau sebagai bahan pensubstitusi adalah tepung rye, tepung beras, tepung jagung, dll. Tepung terigu dibuat dari biji gandum yang digiling dan diayak sehingga diperoleh tepung dengan besar partikel tertentu.

Secara garis besar ada dua jenis tepung gandum yaitu tepung gandum keras (strong flour) dan tepung gandum lunak (soft flour). Tepung gandum keras biasanya digunakan untuk membuat roti dan produk-produk yang dibuat dengan melibatkan proses fermentasi serta puff pastry.

Tepung terigu lunak biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kue. Perbedaan utama tepung terigu keras dan tepung terigu lunak terletak pada kandungan glutennya, dimana tepung terigu keras mengandung gluten sekitar 13% sedangkan tepung terigu lunak kandungan glutennya sekitar 8.3%. Gluten inilah yang
bertanggungjawab terhadap sifat pengembangan adonan tepung terigu setelah ditambah air dan ditambah bahan pengembang atau difermentasi dengan menggunakan ragi/yeast (gist).

Pada pembuatan tepung gandum seringkali ditambahkan bahan-bahan aditif yang berfungsi untuk meningkatkan sifat-sifat tepung gandum yang dihasilkan. Salah satu bahan aditif yang dapat ditambahkan pada pembuatan tepung gandum yaitu L-sistein (biasanya dalam bentuk hidrokloridanya) yang berfungsi sebagai improving agent (meningkatkan sifat-sifat tepung gandum yang diinginkan). Sistein dapat melembutkan gluten (protein utama gandum yang berperan dalam pengembangan adonan yang dibuat dari tepung gandum), dengan demikian adonan tepung gandum menjadi lebih lembut. Di samping melembutkan, adanya sistein dapat mengakibatkan pengembangan adonan yang lebih besar.

Selain L-sistein ternyata cukup banyak bahan aditif lain yang mungkin digunakan dalam pengolahan tepung terigu. Penambahan aditif ini disamping untuk memperbaiki sifat-sifat alami tepung terigu, khususnya sifat-sifat tepung yang sesuai dengan proses pemanggangan (misalnya memendekkan waktu penanganan dengan input energi rendah), juga untuk menjaga keseragaman mutu tepung terigu serta sesuai dengan standar yang berlaku.

Penambahan asam askorbat, bromat alkali atau enzim lipoksigen ase dari kedele akan meningkatkan kualitas gluten tepung gandum yang lemah, misalnya pada
pembuatan roti.

Dalam hal ini, adonan menjadi lebih kering, resistensi terhadap ekstensi meningkat, lebih toleran pada pencampuran dan lebih stabil selama fermentasi. Selain itu, volume adonan selama pemanggangan meningkat dan struktur crumb (bagian dalam roti) menjadi lebih baik. Penambahan enzim proteinase pada tepung terigu dapat mengakibatkan adonan yang dibuat menjadi lebih lembut.

Penambahan enzim alfa-amilase dalam bentuk tepung malt atau tepung enzim hasil kerja mikroorganisme dapat meningkatkan kemampuan menghi drolisa pati yang dikandung dalam tepung terigu, dengan demikian khamir yang tumbuh pada pembuatan adonan mendapat energi yang cukup sehingga pembentukan karbon dioksida optimal dan pengembangan adonan menjadi optimal.

L-sistein dari rambut manusia

L-sistein yang murah yang banyak tersedia di pasaran adalah L-sistein yang dibuat dari rambut manusia, khususnya yang diproduksi di Cina.
Tentu saja karena berasal dari bagian tubuh manusia maka L-sistein ini haram sehingga tepung terigu yang mengguna kan L-sistein dari rambut manusia haram hukumnya bagi umat Islam. Walaupun demikian perlu diketahui bahwa L-sistein selain dari rambut manusia, bisa juga diperoleh dari bulu unggas.

Seperti diketahui rambut dan bulu banyak mengandung L-sistein. L-sistein dari bulu unggaspun masih dipertanyakan kehalalannya karena bila diperoleh pada waktu hewan masih hidup maka bisa jadi tidak diperbolehkan, jika diperoleh dari hewan yang sudah mati, mungkin masih dipertanyakan apakah matinya disembelih secara Islami?

Untungnya sekarang sudah ada L-sistein yang diproduksi secara fermentasi dan boleh digunakan, hanya saja harganya memang lebih mahal. Jadi, sebetulnya tepung terigu yang ada di pasaran belum tentu haram walaupun menggunakan L-sistein, tergantung darimana L-sistein berasal. Tepung terigu impor yang masih belum
mendapatkan sertifikat halal, jika ditemui tepung terigu yang belum terjamin kehalalannya (tidak ada logo halal di kemasannya) tentu harus kita hindari.

Gelatin

Disamping bahan aditif yang ditambahkan kedalam tepung terigu untuk maksud memperbaiki sifat tepung terigu, ada pula bahan aditif yang ditambahkan kedalam tepung terigu dengan maksud untuk memperkaya nilai gizinya.

Bahan aditif yang biasa ditam bahkan untuk memperkaya nilai gizi tepung terigu yaitu mineral dan vitamin. Dari segi kehalalan, yang patut diperhatikan adalah penam bahan vitamin vitamin yang tidak larut dalam lemak dan mudah rusak selama penyimpa nan diantaranya vitamin A.

Agar vitamin A mudah larut dalam produk pangan berair (aqueous) dan agar tidak mudah rusak selama penyimpanan maka vitamin A biasanya disalut. Bahan penyalut yang digunakan selain bahan yang halal seperti berbagai jenis gum juga bahan yang diragukan kehalalannya yaitu gelatin. (sumber infohalal.net)

Pemukiman Islam di Quiapo Manila


Catatan Perjalanan

Imbalo Iman Sakti
– Filipina –

SONY DSC
Pagi itu selepas sarapan, kami menuju satu pemuki man Islam di Quiapo. Dengan taxi dari Hotel di Makati ke Quiapo sebesar 160.00 peso.

Kontras sekali suasa di Makati dengan di Quiapo meskipun masih di kawasan Manila city. Makati adalah daerah elit di Metro Manila, gedung pencakar langit hampir berada semua disitu, sementara Quiapo adalah kota lama, pasarnya penuh dengan gelandangan, pengemis, jalanan macet.

Dibagian lain kota Quiapo, ba nyak bangunan lama peningga lan Spanyol masih berdiri kukuh, sebagian tua dimakan usia dan ti dak terawat. Sebuah Gereja Kato lik paling pertama di Manila ada di Quiapo. Gereja ratusan tahun itu masih terawat dengan baik. Gereja itu dibangun oleh Spanyol, saat negeri Fi Amanillah – kini Manila- di taklukkan oleh Spanyol. Saat Spanyol menjajah Manila, populasi muslim 98 persen, Dulu sebelum dijajah Manila adalah kerajaan Islam dibawah Sultan Sulaiman.

Spanyol menghancurkan selu ruh bangunan yang berbau Islam, bayangkan dari 98 persen dulu nya, kini agama Islam diseluruh Filipina hanya sekitar 5 persen saja lagi, itupun mayo ritas berada di Selatan. Umat Islam yang dari Selatan inilah bermi grasi ke Utara, setelah Amerika mengam bil alih kekuasaan di Filipina.

Geliat Islam mulai terlihat sejak tahun 1964, Pemukiman Islam di Quiapo ini termasuk yang perta ma ada, pemukiman ini, bersebe lahan dengan lokasi gereja katolik yang pertama kali dibangun oleh Spanyol tadi. Tidak sulit untuk menemukan pemukiman Islam ini, nyaris semua taxi tahu. sebut saja masjid kubah emas.

Memasuki pemukiman muslim di Quiapo, kita akan melalui pintu gerbang besar, ada pelang nama nya tertulis Muslim Town. Yang menarik, semua perempuan saat masuk melewati pintu gerbang menuju pemukiman itu, bersegara memakai kerudung, meskipun mengenakannya sekedarnya saja. Demikian pula bila hendak masuk ke areal masjid.

Masjid Kubah Emas dibangun oleh pemerintah Filipina, sesaat Presiden Muammar Kadafi hendak berkunjung ke Manila. Halamannya menjadi akses jalan keluar masuk ke pemukiman penduduk yang ada di samping dan belakang masjid. Jadi ada pintu gerbang besar menu tup jalan itu, pintu itu bisa dilalui kenderaan roda empat dan selalu tertutup. Membludaknya jamaah masjid terutama saat shalat jumat, jalan itu pun terkadang terpakai untuk jamaah.

Ada pintu kecil semuat orang untuk lalu lalang, disitu ada kotak sumbangan, ada security berjaga, dan dipintu itupun akan terlihat kalau ada perempuan yang tidak memakai tutup kepala berlalu.

Tak ada data pasti berapa popu lasi umat Islam sekarang yang bera da di Quiapo, puluhan ribu banyaknya. Urbanisasi, terutama dari selatan ke utara menjadi penduduk tak terdata. Ramai diantara penduduk urban itu menjadi pekerja disektor pernia gaan. Ada pemilik hotel, resto ran, Super maket.

Hebatnya lagi, bahkan diselu ruh Mall yang ada di Metro Manila, yang dikunjungi Buletin Jumat, terdapat masjid dan mushalah. Karena disektor retil ini pun banyak pekerja muslim nya, terlihat dari cara berpakaian nya, wanitanya berkerudung.

Beberapa masjid itu sengaja kami kunjungi, disamping bersila turahmi, kami juga memberitahu kan kepada pengurus jamaah disitu, bahwa di Batam ada Ma had yang dapat menerima pelajar dari Filipina untuk belajar bahasa Arab dan study Islam, selama dua tahun dan tidak berbayar.

Tengah hari selepas shalat jamak dan qashar kami kembali ke hotel di Makati city. Karena harus mengikuti acara lainnya. Kalau tadi dari Makati ke Quiapo hanya sebesar 160.00 peso, sampai di depan Hotel di Makati tempat kami menginap, argo meter menunjukkan 330.000 peso. Itulah kalau naik taxi di Manila. Padahal dengan jarak yang nyaris sama. (bersambung)

Jesus V.Del Rosario Foundation Building Manila


Kali ini Buletin Jumat (BJ) mengunjungi Filipina, kota Manila. Bersama dengan tiga orang teman dari Kedah Malaysia, kami bertemu di Singapura

Dari Changi Air Port Singapura, berangkat Sabtu (28/04) pukul 00.55. Tiba di Bandara Nino Aquino International Airport (NAIA), Jam telah menunjukkan pukul 04.10 dini hari waktu Filipina.

Tidak ada selisih waktu antara Singapura dengan Manila. Semen tara waktu antara Malaysia dengan Manila pun juga sama. Tetapi de ngan Batam Indonesia, meskipun bertetangga, tiga Negara itu lebih awal satu jam waktunya dari pada Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB).
Karena hendak mengejar shalat subuh di Hotel, kami bersegera ke luar dari terminal. Ternyata meski pun waktu dikedua Negara itu sama, waktu untuk shalat tidaklah sama. Contoh, waktu shalat Subuh di Manila, sekitar pukul 04.15, sementara Kedah dan daerah lain di Semenanjung Malaysia, pada umumnya, waktu shalat subuh berkisar antara pukul 05.30.

Fasilitas Umum Bandara
Jadi sewaktu berada diruang ke datangan tadi, sebenarnya telah masuk waktu shalat subuh. Terlan jur sudah keluar dari ruang terminal kedatangan, sementara teman yang akan menjemput belum juga datang, fajar mulai menyingsing.
Mushala ada diruang kedata ngan tadi. Untuk masuk kesana, harus jalan berputar lumayan jauh jaraknya. Dan kami, tidak bisa shalat bersama, harus ada yang menjaga beg pakaian, tak mungkin dibawa kedalam lagi.

Mushala di Bandara NAIA hanyalah ruang kecil, ukuran 2 x 3 meter, terletak dilantai dua, diu jung lorong dekat toilet. Seperti nya ruang gudang arsip yang dimanfaatkan dan disekat untuk ruang shalat.

Di mushala kecil itu, ada bebe rapa orang petugas berseragam bi ru sedang shalat, dan ada juga yang telah selesai, berada diluar, sedang memasang sepatu. Ternya ta ada juga petugas yang bekerja di Bandara itu yang beragama Islam.

Sama dengan ruang shalat di Terminal Dua, Bandara Changi Singapura. Di Bandara NAIA Manila ini pun ruang shalat dengan ruang meditasi terletak berdampingan. Ruang shalat di Changi cukup bersih dan punya tempat wuduk sendiri, dan sepertinya memang disiapkan untuk ruang shalat.
Di NAIA Manila, ruang medi tasinya lebih luas dari di Changi. Diruang meditasi itu terlihat patung bunda Maria, sebesar manusia, berdiri diujung ruangan, beberapa bangku panjang berjejer dua, dan sebuah podium, terletak berdampingan dengan patung tadi. Ruang meditasi, semacam ruang untuk berdoa.

Building Conference Center Manila
Di Manila, kami menginap di Jesus V. Del Rosario Foundation Building, yang terletak di Trasierra Sts. Legaspi Village, Makati City 1260 Philippines. Bangunan tempat conference center, Asian Institute Of Management (AIM). Bangunan AIM yang terletak di tengah jantung kota Manila ini, cukup luas. Hampir seluruh Negara Asia punya nama ruang tersendiri.

Poto-poto peserta dan tamu kehormatan terpajang rapi di dinding, termasuk peserta dan tamu dari Timur Tengah –terlihat dari pakaian mereka- yang pernah mengunjungi gedung AIM itu. Tiga teman BJ, adalah Dosen di Universitas Utara Malaysia (UUM) Kedah, mereka menjadi pembicara di AIM Manila.

Di bangunan yang bernama Jesus ini pun menyediakan ruang meditasi, lebih banyak bangku panjang tersedia dibandingkan ruang meditasi di Bandara NAIA. Ruang meditasi ini terletak persis di depan kolam renang lantai satu dan terawat rapi. Mungkin karena banyak peserta konperensi dari Negara Asia yang beragama Islam, pengelola gedung AIM pun menyediakan ruangan untuk shalat, terletak diruang bawah tanah. Jalan ke tempat ruangan shalat itu, melalui koridor yang mengeluarkan bau busuk parit dan juga bau kecoa.

Makanan Halal
Sewa kamar standar di AIM sekitar 6000 peso, 1 peso sebesar Rp. 250,- Ada beberapa restoran di gedung itu. Siang itu kami dijamu makan. Lihat menu maka nan nyaris semua ber-babi. Mere ka tahu kalau kami beragama Islam. Terbiasa agaknya menerima tamu seperti kami, sang pelayan restoran dengan cekatan menye diakan makanan yang tidak mengandung babinya.

Tak lama makanan telah ter hidang, ada kuah sup bersantan, capcai rencah daging ayam, poto ngan ikan berbumbu dipang gang, tumis jamur dengan lada hitam. Tak henti-hentinya sang pelayan menjelaskan bahwa makanan yang dihidangkannya halal.
“Kalau ini terpaksa nak kena makan” ucap teman yang dari Malaysia dengan berat hati.

Halal, bukanlah karena masa kan itu tidak dicampur dengan daging babi saja, tetapi perala tan untuk memasaknya, bumbu yang dipakai. (bersambung)

Pabrik Bir di Batam


Restoran disponsori Minuman Beralkohol

Adalah Ilham Eka Hartawan Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Penguasahaan (BP) Batam mengatakan, bahwa rencana Investasi yang akan ditanamkan perusahaan asal Swiss, semakin meningkatkan citra Batam sebagai salah satu tujuan investasi utama kawasan Asia-Pasifik.

Investasi yang akan ditanamkan perusahaan asal Swiss itu adalah pabrik Bir, bernilai 250 juta Dolar Amerika (AS).
Selain membangun pabrik Bir, kata Ilham investor juga akan membangun fasilitas untuk menikmati Bir bagi para wisatawan seperti cafe Bir. BP Batam pun diminta menyiapkan lahan seluas lima hektar.

Bandar Dunia Madani?

Selama ini kita mendengar Batam adalah Bandar Dunia Madani. Apa hubungannya dengan Bandar Dunia Madani.? Setahu saya tidak ada perda ataupun perangkat hukum yang mengatur dan menyatakan bahwa Batam Bandar Dunia Madani, jadi sah sah saja kalau di Batam di bangun pabrik Bir, kata seorang teman. Dalam Undang Undang Batam adalah Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ).

Namun Ketua MUI Kepri, Haji Azhari Abbas, yang dihubungi Buletin Jumat, rabu (14/03), tidak sependapat. Beliau tidak setuju adanya pabrik minuman beralkohol itu di Batam. “Kalau betul, kita akan pertanyakan hal ini, kita akan ajak hearing DRPD, Walikota Batam dan juga BP Batam.” ujar nya . “Sudah enggak betul itu” sambung Ketua MUI asal Aceh itu.

Kebutuhan Bir di Batam
Sementara itu, Marganas Nainggolan, wartawan Senior koran harian Lokal Batam, menyebutkan, “Memang semakin enggak jelas arah visi, misi Batam ini”. tulisnya melalui sms
Beberapa Tahun yang lalu Marganas yang kini Direktur Utama dan juga Ketua Dewan Redaksi koran terbesar di Batam, pernah menulis bagaimana melimpahnya Bir masuk ke Batam, seakan tak wajar, tetapi itulah kenyataannya. Minuman beralkohol, haram dikonsumsi umat Islam ini, jumlah liter yang masuk dibagi dengan jumlah penduduk Batam, termasuklah bayi, adalah, seorang mengkunsumsi 3 liter perhari. Mungkin itu membuat investor asal Swiss ini tergiur membangun pabrik Bir di Batam.

Rumah Makan Padang Terkenal Pun Gunakan “Anciu”


Bukan berarti kalau disebut Restoran Masakan Padang, makanan yang disajikan Rumah Makan itu sudah pasti di jamin Halal.

Hal itulah yang ditemukan oleh Halal Watch di Jakarta, ada tiga Resto Masakan Padang yang cukup terkenal di Jakarta dan Indonesia, menggunakan Anciu [sejenis arak] dalam masakannya. Karena keserakahannya dan gelap mata menggunakan barang haram tersebut, dengan maksud ayam yang disajikan tetap empuk dan cepat dalam penyajian.

Tidak di Jakarta, di Batam pun banyak Resto Masakan Padang, yang tidak jelas kehalalannya, ada sebuah Reto Masakan Padang terletak di daerah Nagoya, bernama Pagi Sore, awalnya mulai jualan, pemotong ayamnya ber agama Islam dan telah dilatih oleh LP POM MUI, namun belakangan sang petugas berhenti. Dan jadi
lah sang pengelola bertindak merangkap jagal, pada hal Dia non muslim.

Sebuah Resto lagi yang bernama Sanur, Resto ini terletak di Batam center, mengembalikan sertifkat halalnya karena tidak dibenarkan memakai dan menjual barang yang beralkohol.

Sebenarnya tanpa penamba han zat perasa pada masakannya, masakan Padang sudah pasti lezat. Jika mengikuti pola masakan Padang yang sebenarnya, daging ayam itu akan empuk jika dimasak dalam waktu yang lama. Yaitu tadi, dengan alasan ekonomis, mereka mencari jalan pintas, dengan harapan menghemat. Namun mengorbankan umat Islam, karena mengabaikan kehalalannya.

Di Bandara Hang Nadim tidak semua Resto Masakan Padang mempunyai sertifikat Halal. Sebagai konsumen muslim, kita tidak usah segan dan takut menanyakan kehalalan masakan di Resto yang belum pernah kita singgahi apalagi jelas jelas tidak mempunya sertifikat halal.

Di depan pintu masuk Mall Nagoya Hill ada Resto Masakan Padang, sang pengelola bukan orang Minang. Beberapa waktu yang lalu di Resto itu ada tulisan halal tidak standar MUI, alasan sang Kasir yang juga merangkap sebagai pengelola semua karyawan dan tukang masaknya adalah orang Muslim. Dan memang menurut pengakuan juru masak, mereka tidak menjual dan memasak babi. Mempromosikan halal tapi tidak berproduksi secara halal, dan tidak mempunyai sertifikat halal yang berlaku, adalah salah disisi Undang-Undang. Bisa dikenai hukuman Pidana dan Perdata.

Masih di Batam, dari penga matan Buletin Jumat, Resto atau Rumah Makan Masakan Padang ini, bila dikelola oleh orang Minang (Islam) , selalunya memakai nama agak khas, seperti Salero Basamo, Salero Bandaro, Salero Bagindo. Memang kita akui tidak semua yang memakai nama, seperti Pagi Sore, Siang Malam, Sempurna misalnya dikelola dan pemiliknya bukan orang Minang (Islam).

Untuk itulah kita sebagai konsumen harus hati hati dan teliti, dan berani bertanya, dan sebisa mungkin tidak makan di Resto yang tidak jelas kehalalannya. Resto itu akan tutup sendiri nantinya, kalau kita sepakat tidak mau makan disitu. Contoh rumah makan yang terletak di Nagoya (Pagi Sore) .

%d blogger menyukai ini: