UU RI NO 40 TENTANG PERS (1)

10547456_892209664126439_2787480722696643427_nHampir lima belas tahun yang lalu, Undang – Undang Pers diundangkan, tepatnya 23 September 1999 oleh Presiden waktu itu BJ Habibie.
Kebebasan pers di jamin di Indonesia, tidak ada bredel- bredelan lagi itu intinya, tidak ada izin-izin lagi untuk menerbitkan media cetak , cukup berbadan hukum Indonesia, ada alamat lengkap ada dewan redaksi , semua itu tertuang dalam UU NO 40 tahun 1999 tentang PERS.

Lima belas tahun yang lalu Buletin Jumat (BJ) terbit untuk perdana kalinya, bertepatan dengan bulan ramadhan seperti ini, Gus Dur jadi presiden menggantikan BJ Habibie, datang ke Batam, membuka Forum Organisasi Zakat (FOZ) II.

BJ, hanya selembar kertas HVS ukuran F4 dicetak timbal balik, tulisannya berwarna biru, isinya memuat tentang kegiatan ke-Islaman antara lain masjid-masjid yang ada di Batam. Karena memang lembaga yang menaungi BJ adalah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Batam.

Masih ingat benar tulisan pertama tentang Masjid di Komplek perumahan Sukajadi Batam Center dengan Judul “Masjid Sukajadi Tak Jadi-Jadi” , pengembang nya cukup respon setelah membaca tulisan itu, dan berjanji untuk membangun struktur hingga 30% sebagaimana ketentuan bagi pengembang di Indonesia. Masjid yang terletak di perumahan elit di Batam itu kini terus bertambah luas, banyak jamaahnya terutama pada shalat magrib, tak henti henti, mungkin karena terletak di jalur sebelah kiri jalan arah ke Batu Ampar dari Tanjung Uncang, memudahkan terutama para pekerja galangan.

Di perumahan Legenda Malaka, pengembangnya belum menyiapkan lokasi untuk tempat Ibadah, ratusan kepala keluarga muslim telah bermukim disana, solusi atas kesepakatan warga dibuat masjid di luar lokasi tanah pengembang, hingga sekarang masjid itu kokoh berdiri dan telah berdiri pula lembaga pendidikan . Ternyata tempat masjid itu berdiri adalah jalur alternative sebelah kiri jalan menuju Bandara.

Kawasan Industri Muka Kuning punya masjid namanya Nurul Islam, dibangun oleh pengelola, tak mampu menampung jumlah jamaah lelaki, terutama pada shalat jumat, sudah dipasang tenda sampai keluar hanya bisa menampung ribuan orang saja, beberapa tenan yang karyawannya ratusan bahkan ribuan orang, melaksanakan shalat jumat di ruang serbaguna, ribuan hektar luasnya, puluhan tenan besar menempati kawasan, puluhan ribu karyawan di kawasan industri itu, delapan puluh present Islam, masjid hanya satu, Alhamdulillah atas usulan DMI Batam, berdiri masjid Nurul Iman lokasinya diluar lokasi kawasan industry Muka Kuning, tak apalah.

Hampir semua pengembang di Batam sejak awal lagi, tidak menyiapkan sarana tempat ibadah untuk umat Islam ini, perumahan Anggrek Mas, hanya memberikan secuil lokasi tanah dibelakang sekolah Juwita, sekarang masjid itu di perbesar, karena tidak mampu lagi menampung jamaah dari tiga lokasi Anggrek yang lain.

Hingga ke hari ini Lapangan Terbang Internasional Hang Nadim, belum memiliki masjid tersendiri, rencana perluasan tahap III, konon kabarnya akan di bangun sesuai rencana lokasi didekat areal parkir, karyawan dan pekerja muslim , shalat jumat di komplek perumahan bandara, dulu ada bekas mushala direksi kit dijadikan masjid untuk pelaksanaan shalat jumat.

Di pelabuhan sekupang pun belum memilik masjid, pekerja disana shalat jumat ke masjid terdekat di komplek Telkom .
Yang ironis, belasan tahun umat islam, di daerah Batam center, terutama karyawan Otorita Batam, Pemko Batam, dulu, shalat jumat di lantai tiga ruang serba guna kantor Otorita itu. Namanya ruang serbaguna, terkadang dibuat untuk acara kebaktian umat lain (non islam), kadang acara music, kesenian, pelantikan pejabat dan lain-lain. Alhamdulillah berdiri masjid raya Batam, digesa cepat semula 4 tahap menjadi satu tahap saja.

Iya , Buletin Jumat identic dengan masjid, karena dibawah naungan lembaga DMI tadi, termasuklah tempat shalat bagi karyawan muslim yang ada di mall-mall, hanya seadanya saja.

BJ sempat tidak terbit beberapa saat, karena kami tidak menjadi pengurus DMI lagi, setelah itu tebit lagi tetapi di kelola oleh Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM) Batam.

Marak pula makanan yang tidak halal, masuk dan membanjiri Indonesia, termasuk paha ayam dari Amerika masuk ke Batam, kasus ini mencuat hingga Nasional, Buletin Jumat sampai ke pengadilan, pejabat yang berwenang di Batam, tidak bisa secara langsung menutup media yang hanya selembar itu, terganjal UU NO 40 tentang PERS diatas, menurut Parni Hardi kepala kantor berita ANTARA saat itu, walau hanya selembar, memuat dan menyajikan berita tulisan rutin dan terus menerus adalah pers. Merasa tertolong oleh ketentuan itu, kami pun beli mesin cetak sendiri agar BJ tetap terbit.

Gua Gua di Cina

LEBIH dari 30 juta orang Cina hidup di gua-gua, dan banyak dari mereka tinggal di Provinsi Shaanxi. Presiden Cina, Xi Jinping, dikabarkan tinggal di sebuah gua ketika ia diasingkan ke Provinsi Shaanxi selama revolusi kebudayaan.
Di Provinsi Xinjiang gua gua ini banyak dihuni suku Uyghur, dikala musim sejuk gua gua yang mengandung batu bara itu terasa hangat, tidak memerlukan pemanas lagi .
Penduduk Cina yang tinggal di gua gua ini jauh lebih banyak dari penduduk Malaysia, bahkan Saudi Arabia.

Mencermati Paket Berbuka di Hotel dan Restoran

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

gadis gadis ini menebarkan selebaran berbuka puasa ramadhan di hotelnya

gadis gadis ini menebarkan selebaran berbuka puasa ramadhan di hotelnya, sayang nya hotelnya tak punya sertifikat halal.


DALAM bulan ramadhan seperti saat ini, jor-joran hotel dan restoran menawarkan paket berbuka puasa, namun sayangnya tidak seberapa hotel dan restoran yang ada di Batam memiliki sertifikat halal.
Sertifikat ini sangat penting, bagi sebuah hotel maupun restoran terutama yang menyajikan dan menyiapkan makanan berbuka bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa.
yang ini pula menyebarkan selebaran jadwal imsak, sembari kampanye? ada gambar capresnya

yang ini pula menyebarkan selebaran jadwal imsak, sembari kampanye? ada gambar capresnya


Sebagai umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa, sedari mejelang fajar sampailah ke magrib kita menahan lapar dan dahaga karena Allah SWT, alangkah ruginya kita saat menyantap hidangan berbuka ditempat yang subhat, siapa yang bisa menjamin makanan itu halal, tentulah lembaga yang berkompeten dan dipercaya.
Terkadang yang sudah di kenai logo halal saja masih disalahgunakan. Ingat kasus resto terkenal di Jakarta yang merendam daging untuk rendang nya dengan arak agar lekas empuk.
Himbauan kami bersantaplah di res to dan hotel yang telah memiliki sertifi kat halal. Berani menolak ajakan te man makan ditempat yang diragukan.
Mulai dari diri kita sendiri, penge lola resto dan hotel tidak akan peduli dengan halal haram selama kita tetap menyantap penganan ditempat nya. Wallahua’lam

Surau Kecil di Kampong Buangkok Singapura

10421548_872681416079264_8236585774589088815_n
Adalah Yulia Muad bercerita kalau masih ada surau di Singapura seperti yang ada di kampung Lorong Buangkok ini. Kampung itu bertahan di tengah gedung pencakar langit, menjadi heritage, dipertahankan sebagai peninggalan budaya, bangsa dan warisan. Kampung terakhir dan satu satunya yang masih tersisa di Singapura.

Selesai menghadiri even dan miting Broadcast Asia 2014 yang diadakan di Marina bay sand Singapura, Buletin Jumat Rabu, 18/06 berkesempatan mengunjungi surau Al-Firdaus, surau ini terletak di 23F Lorong Buangkok Singapore 547557.

Kampung Lorong Buangkok boleh dikata yang terakhir dan satu satunya kampung yang masih tersisa di Singapura. Sepertinya hanya lokasi sekitaran surau itu saja yang tertinggal dan memang sengaja dibiarkan, apa adanya sejak 60 tahun yang lalu, jauh sebelum Singapura Merdeka.
10351665_872679986079407_7299184006589844145_n
Menuju kesana dari stasiun MRT Bayfront di Marina, BJ turun di stasiun MRT Serangon, bertemu rekan Yulia Muad aktifis sosial mancanegara ini, terus perjalanan dilanjutkan dengan bus 103, turun di jalan klutut di halte ke-20, Yui Chu Kang, nyeberang jalan persis di samping pompa bensin, ada tangga besi, turun kebawah, berbelok ke kanan melewati jembatan anak sungai kecil, perkampungan itu sudah kelihatan.
10405264_872675376079868_210353810434655199_n
Sementra akses lainnya ke kampung itu masih dengan MRT turun di stasiun MRT Ang Mo Kio, stasiun terdekat kekampung yang hanya di huni 17 keluarga muslim itu, harus naik bus lagi, kalau jalan kaki lumayan jauh.

Jalan masuk ke kampung itu tidak beraspal, tanah bercampur kerikil, kiri kanannya semak rumput liar, ada papan nama tanda surau yang terpacak disimpang jalan masuk tadi, itu pun hanya dengan tulisan tangan seadanya diatas selembar papan tanpa cat.
Kami sampai, jamaah shalat magrib baru saja bersurai, pak Subung lelaki tua pengurus surau yang sudah enam puluh tahun bermastautin di kampung itu, bertemu kami di tengah jalan.

Kami laksanakan shalat magrib di surau kecil itu, agak, bangunan itu dulu bukan dibuat untuk surau, terlihat seperti bangunan rumah tinggal, ada teras kecil di depan pintu masuk, tempat wuduk di bekas dapur dibongkar didindingnya disampingnya ada wc, ruang shalat bekas ruang tengah dan kamar, ukuran 4 x 5 meter. Mihrab tempat iman di tambah ke depan ukuran 1 x 1,5 meter, diberi atap yang tidak menyatu ke atap induk rumah.

Tinggi dinding bangunan itu tak sampai 3 meter, atapnya berbentuk limas, di depan samping atas ada besi bulat yang ujung nya terpasang lambang bulan bintang. Itulah surau Al-Firdaus.
Dan rumah-rumah disekitar surau itu pun bentuknya hampir sama. Rumah pak Busung yang masih fasih berbahasa Bawean itu persis di samping kiri surau.

“Saya sudah 60 tahun tinggal disini, sejak usia sekolah ” ujar pak Subung, Ia lahir di pulau kecil disekitar Singapura, kedua orang tuanya berasal dari Bawean.

“Saya belum pernah ke Bawean” tambahnya lagi, sambil terbahak dan berdoa, semoga ada rezeki bisa kesana harapnya.
Pemerintah Singapura memberi perlakuan khusus pada warganya suku Bawean ini, warga Muslim lain asal Indonesia, masuk kelompok melayu, sementara asal Bawean, tetap tercantum Bawean dalam kartu identitasnya.

Jumaatan warga lorong Buangkok ke masjid Istiqomah diseputaran Ang Mo Kio, “Tak cokkop oreng na, comma dua pollo“ ujar pak Busung lagi, terkadang perbualan kami diselingi bahasa Boyan.

Diberikannya kepadaku jadual giliran imam/bilal solat terawih 1435H/2014M sampai akhir ramadhan, shalat tarawih di suarau itu 8 rakaat ditambah 3 witir.

Barangkali ada yang mau kesana shalat tarawih bersama jamaah surau Al-Firdaus? . (imbalo)

Pengumuman Kelulusan SMP Islam Hang Tuah Batam Tahun 2014

395267_287506961300048_1085072327_nAlhamdulillah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Hang Tuah Batam lulus 100 %.
Terima kasih kepada semua guru- guru dan semua pihak yang telah turut serta dalam proses ajar mengajar di Sekolah kami.

Kepada yang masih berkenan melanjutkan ke jenjang berikutnya, Yayasan Pendidikan Islam Hang Tuah Batam, mempersilahkan dengan hormat.
Unggulan Sekolah Islam Hang Tuah adalah Tahfiz.

Mengunjungi Karez, Turpan Urumqi Xinjiang Cina

CATATAN PERJALANAN DARI CINA
10325696_857915710889168_7567631160711394665_n
KAREZ dalam bahasa Uyghur berarti baik, tempat ini sekitar 200 kilometer dari Urumqi arah ke tenggara, Gansu, Urumqi adalah ibukota provinsi Xinjiang Cina.
10341999_857892830891456_6504423942862093238_n
Uyghur adalah penduduknya, dari etnik ras-ras Turki, dulu mereka mayoritas di Urumqi, sejak zaman Dinasti Han daerah ini sudah sangat terkenal, kafilah yang akan berniaga sutera mesti melalui daerah ini, istirahat, menambah bekal, sebelum meneruskan perjalanannya.

System pengairan di Karez, yang masuk wilayah Turban ini adalah salah satu yang teristimewa di Dunia, Kanal bawah tanahnya menyambung dari pegunungan Flaminggo lebih 5000 kilometer panjangnya, menghubungkan sumur sumur vertikal ribuan pula banyaknya, sumur-sumur vertikal itu digali dengan tangan, dibantu alat sangat sederhana, terkadang tanah dari dalam sumur itu ditarik oleh hewan.
10390404_857892750891464_1068834565655143786_n (1)
Kanal air bawah tanah ini mengalir dan teratur kecepatannya sampai di Karez, jadilah Karez tempat yang subur, ratusan hektar pohon anggur dan tanaman lainnya menghasilkan produksi yang tak henti hentinya.

Ada kesempatan berkunjunglah kesana, lihatlah betapa sayangnya Allah pada kita, negeri tandus, ribuan kilometer jauhnya dari laut itu pun menghasilkan Garam. Kanal bawah tanah di Karez ini disebut keajaiban dunia kedua setelah tembok Cina.

Jalur Sutera
Jalur Sutera yang terkenal sejak ribuan tahun yang lalu itu, kini tidak susah untuk dikunjungi, sekitar 3 jam dari kota Urumqi dengan kenderaan roda empat.
10325289_857892947558111_3337201705236970361_n (1)
Jalur ini pun dulu, pernah dilalui oleh sahabat Rasulullah SAW, Saad bin Aby Waqas ra. diutus Khalifah Usman bin Affan berdakwah mengembangkan Islam, jejak peninggalan itu masih terlihat hingga sekarang, terlihat pada ras Uyghur yang taat beragama, ramah, dan sangat menghormati tamu.

Kini suku Uyghur sangat tertekan oleh pemerintah Cina, mereka ingin merdeka, budaya gotong royong, dan keramahtamahan seperti dulu mereka membangun kanal dan sumur itu sudah susah ditemui di Xinjiang Cina.

Memelihara jenggot saja sesuai Sunnah, bagi kaum lelaki di Cina adalah hal yang terlarang, padahal kalau kita lihat dari postur tubuh dan banyaknya bulu yg tumbuh di muka mereka, sepertinya sudah menja dikodrat, sangat berbeda dengan orang Cina dari entik lain nyaris mukanya mulus, tidak berbulu itulah dilemma jadi minoritas, minoritas di Cina bukanlah hal yang mereka ingini.

Sepekan sebelum kunjungan kami ke Uyghur (07/05/2014), terjadi huruhara di Stasiun kereta api Urumqi yang menewaskan tiga orang, demikian pula setelah 10 hari dari sana, 31 orang tewas dipasar terbesar Urumqi, dikota penghasil sutera dan jade batu giok itu.

Saat kami ke Turban, Karez, kawalan cukup ketat, pemeriksaan orang dan barang bawaan, beberapa 10322817_857894260891313_5404236719853508991_nakan kita lalui sebelum dan setelah Karez, sepanjang 300 kilometer itu. Tentara dan polisi berjaga di sepanjang jalan, dan dipersimpangan, tetapi walaupun begitu tidak mengurangi minat wisatawan mancanegara datang mengunjungi daerah konflik itu.

Daerah Karez ini seperti cawan, pegunungan Himalaya, Nepal, Tibet menjulang di Selatan. Mongolia, Rusia, Kazakhstan membentang pula di Utara. Turki, Pakistan India di Barat mengapit. Dan nun jauh di Timur, laut Cina 3000 kilo meter jaraknya, meresap airnya dibebatuan pegunungan sampai ke Karez, Danau-Danau asin, kadar garamnya menyamai Laut Mati di Asia Tengah. Subhanallah. (Imbalo)

ISLAM DI CINA

Catatan Perjalanan dari Cina: Imbalo Iman Sakti

Assalamualaikum ucapku, kepada kakek yang hampir berusia 80 tahun ini, jauh dari tempat tinggalnya sengaja datang mendengarkan petuah dan khotbah jumat di Masjid.
10345042_843645205649552_1636978708_n
Tongkat ditangan, tas kecil seukuran 25 x 25 cm sebelah kiri isinya payung lipat, tas terbuat dari kain agak tebal dipakai untuk tempat duduk sebagai alas, dia berjalan perlahan ke ruang belakang masjid menuju tempat wuduk lelaki.

Cuaca saat itu cukup dingin, di Kunming ibukota provinsi Yunnan Cina, sekitar 11 derajat celsius, hujan sesekali turun gerimis. Wuduk, menggunakan air hangat di dalam ceret satu literan yang disediakan oleh pengurus masjid.

Di beberapa masjid air hangat ini tersedia langsung dari kran. Acap teman muslim Cina yang sama wuduk dengan kita menjelaskan cara memakai air hangat ini, mungkin karena kedua sisinya bertuliskan aksara Cina. Meskipun tak mengerti apa perkataan yang diucapkannya, te tapi dengan bahasa tubuh fahamlah kita.

Alhamdulillah tak begitu sulit berkomunikasi dengan Kakek Ibrahim ini, karena ada teman Cina yang dapat berbahasa melayu bersama kami, Ismail yang sedang menyelesaikan Phd nya di Universitas Islam Malayisa, di dapuk jadi juru bahasa.

Sang Kakek ini terus bercerita dalam bahasanya yang sedikitpun tak ku mengerti, “jangan , jangan ” kira kira begitu lah agak katanya, saat kuminta photo berdua, Orang di Cina terutama yang memakai jenggut seperti kakek ini tidak mau di photo, photo itu bisa membaha yakan dirinya, karena bila diberikan kepada pemerintah komunis Cina, sipemberi mendapat uang sampai 8000 yuan, dan si punya jenggot entah bagaimana nasibnya, sebenarnya hal ini terutama di daerah provinsi Xinjiang yang mayoritas Islam suku Uyghur, “diatas 45 tahun sebenarnya boleh pakai jenggot” ujar teman kami dari suku Uyghur……
“jadi di Cina Islam dilarang piara jenggot sebelum usia 45 tahun”.

Muslim Cina Entik Uyghur
Sepertiga Muslim Cina berada di provinsi Xinjiang. Provinsi ini adalah daerah otonomi yang berba tasan dengan daerah Otono mi Tibet di sebelah selatan dan Provinsi Qinghai serta Gansu di Tenggara.

Penduduk Asli Xinjiang berasal dari ras-ras Turki yang beragama Islam, terutama suku Uyghur, sekitar 45.21 persen dan suku Kazakh 6, 74 persen.

Kakek Ibrahim berasal dari suku Hui, di Xinjiang selain Uyghur juga terdapat suku Han yang merupakan suku mayoritas di Cina.
Sebelum terbentuk Republik Rakyat Cina tahun 1949, entis Uyghur ini adalah mayoritas di Xinjiang, provinsi ini ibukotanya adalah Urumqi.

Kini mereka menjadi minoritas, suku Han yang semula hanya berkisar 6 persen, menjadi mayoritas menjadi leboih 6o persen.
Pemerintah Cina benar benar memberi tekanan yang berat terhadap suku Uyghur ini terutama dalam Agama dan budaya apalagi terhadap bidang ekonomi.

Itulah mengapa Uyghur hingga kini lebih memilih merdeka memisahkan diri dari pemerintah pusat atau bergabung dengan Karjiskistan yang berbatasan langsung dengan Rusia ke timbang terus dalam cengkeraman Cina.

Kondominium puluhan tingkat ribuan jumlahnya dibangun oleh pemerintah Cina, nyaris penghuninya adalah pekerja dari suku Han yang non Muslim. Bentrok antara dua suku ini sering terjadi.

Negeri jalur sutera, terkenal ribuan tahun lalu yang kaya mineral ini terus di kuras, tak terhitung banyak dan panjangnya setiap hari rangkaian kereta api mengangkut batu bara dari perut bumi Urumqi, jutaan kincir angin pembangkit listrik berdiri kokoh di gurun yang dulu tandus itu, demikian pula solar cell tak terhitung jumlahnya sepanjang jalan sejauh 3000 kilometer antara Chengdu dan Urumqi yang kami lalui, terus mengarah ke matahari memanfaatkan panasnya.

Pompa angguk memompa minyak tak henti henti menggangguk terus mengalirkan minyak. Demikian pula dam bendungan air dan kincir airnya memutar turbin, dan terus mengalir kan air ke tali air ribuan kilometer panjangnya jauh mata memandang ladang gandum, padi terbentang.
Bagaimana mungkin Cina mau melepaskan negeri yang banyak dilalui para kafilah berdagang sutera ini dan pernah dilalui oleh sahabat Rasulullah SAW Saad bin Aby Waqas ber dakwah menyebarkan Islam.

Etnis Uyghur adalah masyarakat yang sederhana, jujur dan menghormati tamu, hal ini sangat kami rasakan, tahu kalau kami datang dari negeri muslim, bagaimana ramahnya Al Murad menjamu kami makan, membawa kami seharian dengan kenderaannya sendiri mengunjungi perkam pungan suku Uyghur nun jauh ratusan kilometer jauhnya sampai ke Turban, Karez.

Meskipun kini pemerintah Cina mulai melunak, dengan diinstruksikan para pejabat pemerintah Cina untuk mempelajari bahasa Uyghur dan teradisi Islam lainnya.

Tetapi anehnya pemerintah Cina malah melarang pria dibawah usia 45 thn memelihara jenggot. (imbalo)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.