Pengumuman Hasil UN SMA/SMK/MA tahun 2012 Di Beberapa Kota

Sekolah Islam Hang Tuah Batam

Di Batam

Kelulusan SMA di Batam Capai 99,24 Persen

Ini kabar gembira bagi siswa SMA di Batam. Angka kelulusan Ujian Nasional (UN) tahun ini membanggakan melebihi tahun 2011 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin mengungkapkan, presentase kelulusan capai 99,24 persen.
“Tahun ini justru naik dari 98,08 persen menjadi 99,24 persen,” ujar Muslim
Menurut dia, hasil UN ini akan dibagikan ke siswa dan orang tuanya di sekolah masing-masing.

6.396 Siswa SMA Batam Lulus UN

Dari 6.396 siswa SMA Batam yang mengikuti ujian, sekitar 49 orang siswa tak lulus UN.

“Untuk siswa SMA, 28 siswa tak lulus, SMK, tiga siswa dan untuk MAN ada 18 siswa yang tak lulus. Namun jumlah siswa yang tak lulus berkurang dari tahun lalu,” terang Muslim Bidin, Kadis Pendidikan Pemko Batam.

Dari 33 SMA di Batam hanya 24 sekolah yang lulus 100 persen. Sedangkan sebanyak 27 SMK di Batam hanya tiga yang tak berhasil meluluskan semua siswanya. Sementara untuk 12 MA di Batam, hanya tujuh yang siswanya lulus 100 persen.

“Hanya 9 SMA yang ada siswanya yang tak lulus UN , empat diantaranya SMA negeri,”ujar Muslim


Tahun Ini Tahunnya SMK!

Walau peringkat turun, untuk prestasi, siswa Batam memegang nilai 10 besar se Kepri.

“Untuk prestasi 10 besarnya didominasi oleh siswa SMK di Batam. Seperti lima orang dari SMKN 1, selebihnya SMK Kartini dan SMK Permata Harapan. Yang jelas tahun ini adalah tahunnya SMK. Saya dari dulu juga tak meragukan kemampuan mereka untuk mendapatkan 10 besar,” terang Muslim Bidin, Kadis Pendidikan Kota Batam.

Hal yang membuat Muslim lebih bangga adalah perolehan nilai 10 sebanyak 60 siswa.

“Mata pelajaranya bervariasi, yang jelas ada 60 siswa yang dapat nilai 10. Se Kepri kitalah yang paling banyak mendapatkan nilai 10,” kata Muslim.

Dari tiga mata ujian UN, Muslim mengakui titik kelemahan siswa di Batam ada pada bidang studi Matematika. “Rata-rata siswa banyak turun di Matematika, itu sudah saya prediksi,” ujarnya

DIY Tinggalkan Predikat Tertinggi UN di Indonesia

YOGYAKARTA — Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menyandang predikat kota pendidikan tahun ini justru tidak meraih nilai tertinggi ujian nasional (UN). Padahal 2011 lalu nilai tertinggi UN SMA diraih oleh siswa DIY. Tahun ini predikat tersebut diraih daerah lain, yaitu Jawa Timur, Bali, dan Jawa Barat.

“Itu bukan kemunduran, tetapi secara rata-rata hasil UN tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Dan standar deviasinya (perbedaan) hasil UN antar siswa semakin kecil. Ini justru lebih baik,” terang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi DIY, Baskara Aji, Jumat (25/5).

Pengumuman kelulusan tingkat SMA/MA dan SMK sendiri akan dilakukan serentak pada Sabtu (26/5) ini. Mekanisme pengumuman sendiri diserahkan ke masing-masing sekolah. “Yang jelas kita menghimbau sekolah untuk meminta siswanya tidak melakukan konvoi setelah kelulusan,” tambahnya.

Menurutnya, jumlah siswa tingkat SMA di DIY yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 42.355 siswa. Dari jumlah tersebut 167 siswa atau 0,39 persen tidak lulus. Jumlah siswa tersebut terdiri atas 8.745 siswa SMA/MA kelompok IPA dengan jumlah siswa tak lulus sebanyak 23 orang atau 0,263 persen, 9.360 siswa SMA/MA kelompok IPS dengan jumlah tak lulus 108 siswa atau 1,154 persen.

Selain itu juga 207 siswa SMA/MA kelompok bahasa lulus semua, 490 siswa MA dengan ketidaklulusan 4 siswa atau 0,816 persen. Peserta UN tingkat SMK sebanyak 23.553 siswa dengan jumlah tak lulus sebanyak 32 siswa atau 0,136 persen.

Kemendikbud: NTT tidak Lulus UN Tertinggi

AKARTA — Kemendikbud mengumumkan ketidaklulusan tertinggi untuk tahun ini, sama seperti tahun sebelumnya, dipegang oleh daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah siswa di NTT yang tidak lulus sebanyak 1.994 orang. Hal tersebut dipaparkan Mendikbud, Mohammad Nuh, di hadapan wartawan di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (24/5).

Disebutkan, jumlah ketidaklulusan di NTT sebesar 5,5 persen dari total peserta 36.228 orang. Sementara jumlah kelulusan tertinggi tahun ini diraih oleh provinsi Jawa Timur. Dengan total peserta UN 210.586 orang, hanya 156 atau sekira 0,07 persen peserta yang dinyatakan tidak lulus.

Nuh menjelaskan posisi NTT yang tetap berada di peringkat terakhir tidak mencerminkan provinsi tersebut tidak melakukan perubahan.”NTT melakukan perubahan dan perbaikan kualitas pendidikan namun dia tidak sendirian. Semua daerah juga melakukan peningkatan agar tidak berada di posisi terbelakang,” ujar Nuh.

Mantan Menkominfo itu menuturkan peningkatan pada NTT tidak terlepas dari intervensi kebijakan yang dilakukan oleh Kemendikbud. “Kami sudah mengucurkan Rp200-300 miliar untuk melakukan intervensi pendidikan di NTT baik sarana maupun prasarana,”katanya.

Salah satu bukti keberhasilan intervensi terhadap sekolah yang 100 persen tidak lulus tahun lalu dengan melihat kondisi saat ini. Misalnya, SMAN Urei Fasei Papua. “Tahun ini SMAN Urei Fasei berhasil lulus 100 persen dengan rata-rata nilai akhir 7,19,” tambahnya.

Tidak hanya SMAN Urei Fasei, empat sekolah lain, yakni SMA Abadi, Jakarta Utara, SMAN 3 Aceh, MA Nurul Ikhlas Jambi, dan SMA LKMD Kian Darat Maluku, yang mendapat intervensi pada 2011, tahun ini berhasil lulus 100 persen. “Kecuali SMA Abadi di Jakarta Utara yang akhirnya ditutup karena tidak mampu mengikuti standar yang kami berikan,” kata Nuh.

Secara keseluruhan, lanjutnya, intervensi kebijakan dalam dunia pendidikan memberikan dampak positif bagi hasil UN. “Dampak intervensi kebijakan, rerata nilai UN dan tingkat kelulusan berdasarkan nilai UN murni tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu,” katanya.

442 siswa di Sumbar tidak lulus UN

Padang (ANTARA News) – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat mengungkapkan bahwa dari 64.570 peserta Ujian Nasional tingkat SMA/MA dan SMK di provinsi itu, 442 orang atau 0,04 persen di antaranya dinyatakan tidak lulus.

“Peserta tingkat SMA/MA yang tidak lulus berjumlah 366 orang dari 46.098 orang dan SMK tidak lulus 76 orang dari 18.474 peserta,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Syamsulrizal, usai rapat dengan Kadis Pendidikan se-Sumbar, Kamis.

Ia menjelaskan, perbandingan peserta dan kelulusan peserta SMA/MA dan SMK yang lulus tahun ini sebanyak 64.128 orang atau terjadi kenaikan kelulusan 1,08 persen, bila dibandingkan dengan tahun lalu yang jumlah peserta 59.480 orang.

Data Disdik Sumbar pada tahun ajaran 2010/2011 peserta SMA/MA dan SMK tercatat 60.584 orang, yang lulus sebanyak 59.480 peserta dan tidak lulus 1.104 orang.

Dia mengatakan, kelulusan peserta UN SMK tahun ajaran 2011/2012 tingkat Provinsi Sumbar mencapai 99,59 persen dan 0,41 persen tidak lulus. Sedangkan kelulusan tingkat SMA/MA mencapai 99,21 persen dan 0,79 persen yang tidak lulus.

Namun, peringkat kelulusan Sumbar untuk tingkat nasional belum diperoleh informasinya dari Kementerian, begitu juga dengan jadwal pelaksaan paket C.

“Bagi peserta yang tidak lulus dapat mengikuti pelaksanaan ujian paket C nantinya, namun sampai saat ini masih menunggu jadwal pelaksaan dari pusat,” katanya.

Secara rinci disampaikan daerah yang paling banyak jumlah peserta tidak lulus tingkat SMA/MA, meliputi Pasaman Barat (79 orang), diikuti Kepulauan Mentawai (46 orang).

Urutan berikutnya, Kabupaten Solok (33 orang), Agam (30 orang), Pasaman (25 orang), Padang (25 orang), Solok Selatan (24 orang), Tanah Datar (20 orang).

Kemudian Kabupaten Limapuluh Kota 17 orang, Kota Pariaman (16 orang), Dharmasraya (15 orang), Padang Pariaman (9 orang), Payakumbuh (9 orang), Pesisir Selatan (6 orang), Sijunjung (4 orang), Padang Panjang (4 orang), Bukittinggi (3 orang), Sawahlunto (1 orang).

Sedangkan peserta UN SMK yang paling tinggi tidak lulus, Pesisir Selatan (15 orang), diikuti Pasaman Barat (12 orang), Padang (9 orang), Agam (8 orang), Payakumbuh (7 orang).

Selanjutnya, Limapuluh Kota (5 orang), Sijunjung (5 orang), Solok Selatan (3 orang), Kota Pariaman (3 orang), Dharmasraya (2 orang). Sedangkan yang jumlah tidak lulus hanya satu orang, terdapat di Kabupaten Solok, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pasaman, dan Kota Solok, Padang Panjang, Sawahlunto.

369 siswa SMA/MA/SMK Jatim tidak lulus UN

Surabaya (ANTARA News) – Sebanyak 369 siswa SMA/MA/SMK se-Jawa Timur tidak lulus ujian nasional (UN) 2012, yakni 256 dari 210.586 siswa SMA/MA dan 113 dari 164.905 siswa SMK.

“Jadi, persentase ketidaklulusan UN hanya 0,07 persen, baik persetanse ketidaklulusan UN SMA/MA maupun persentase ketidaklulusan UN SMK,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr Harun di Surabaya, Jumat.

Ia menjelaskan jumlah itu menunjukkan Jatim menjadi provinsi dengan peringkat kelulusan UN terbaik se-Indonesia, lalu disusul Provinsi Sulawesi Utara (0,09 persen), Bali (0,10 persen), Jawa Barat (0,10 persen), dan Sumatera Utara (0,12 persen).

“Untuk nilai kelulusan UN tertinggi per sekolah, Jatim juga memborong enam dari 15 sekolah tertinggi se-Indonesia, yakni SMAN 2 Lamongan (9,19), SMAN 1 Bojonegoro (9,10), SMAN 1 Lamongan (9,09), SMAN 6 Surabaya (9,07), SMAN 1 Krian, (9,05), dan SMKN 1 Ponorogo (9,04),” katanya.

Ditanya penyebab kenaikan peringkat Jatim dalam kelulusan UN 2012, ia menjelaskan hal itu karena adanya sinergi program peningkatan kualitas pendidikan antara dinas pendidikan kabupaten/kota, dewan pendidikan se-Jatim, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

“Bukan karena soal UN yang lebih mudah dari tahun lalu, namun karena sinergi dan koordinasi antarpemangku pendidikan se-Jatim, terutama di tingkat kabupaten/kota, karena itu saya memberi apresiasi teman-teman di tingkat kabupaten/kota,” katanya.

Tentang pretasi sekolah di Surabaya yang di bawah sekolah kabupaten/kota lain, ia mengatakan hal itu tidak bisa dijadikan pembanding, karena jumlah peserta UN di Surabaya lebih banyak.

“Kalau ada peserta UN yang mencapai 40.000 orang, tentu tidak bisa dibandingkan dengan peserta UN yang hanya 800 orang. Kalau jumlahnya banyak, lalu peserta yang tidak lulus banyak tentu berimbang. Tapi, secara nasional, Jatim menjadi yang terbaik,” katanya.

SMK
Sementara itu 13 pelajar SMK dari Jatim masuk pelajar SMK terbaik nasional untuk nilai UN dalam tiga mata ujian pada UN 2012 mendapat apresiasi khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena mereka memperoleh nilai total UN 29,40 untuk ketiga mata ujian.

Ke-13 pelajar SMK adalah Hanindia Hajjar Damayanti (SMKN 1 Surabaya), Annisa Ayuningtias (SMK Kartika IV-1 Malang), Asmaul Husnaini (SMAN 1 Cerme Gresik), Lisa Yusti Innah Eka Wulan Ratna Ningsih (SMKN 1 Cerme Gresik), Khoirun Nisa (SMKN 2 Buduran), dan Swara Ramadhan (SMKN 2 Buduran).

Selanjutnya, Santi Pratiwi (SMKN 2 Buduran), Dian Ayu Anggraini (SMKN 2 Buduran), Isti Maysaroh (SMKN 1 Boyolangu Tulungagung), Paradita Arisma (SMKN 3 Jember), Jemmi Hariyanto (SMKN 1 Glagah Banyuwangi), Achmad Gusmujiromadhon (SMKN 1 Glagah Banyuwangi), dan Karinatul Aini (SMKN 1 Banyuwangi).

SMA
Sementara itu, pelajar SMA peraih total nilai bahasa tertinggi UN 2012 yakni Rizka Amalia Fitrianissa Arief (SMAN 1 Manyar Gresik/55,95), Noora Faisal Basalamah (SMAN 1 Bangil Pasuruan/55,45), Iffatu Masrura Al Hakimi (SMAN 2 Lamongan/54,85), Firosyatul Warda (SMAN 1 Bangil Pasuruan/54,85), dan Moh. Ridhouddin Yunus (SMAN 1 Manyar Gresik/54,70)

Untuk pelajar SMA peraih total nilai IPA tertinggi UN 2012 yakni Novi Wulandari (SMAN 2 Lamongan/58,80), Fajrin Pradita Wina (SMAN 1 Sidoarjo/ 58,45), Anggi Arsandi Apriliyanto (SMAN 2 Lamongan/58,45), Bagas Widyatmaka (SMAN 1 Ponorogo/58,45), dan Robbin Maulana Ahmad (SMAN 1 Ponorogo/58,25).

Untuk pelajar SMA peraih total nilai IPS tertinggi UN 2012 yakni Anggota Naluriza Rahmawati (SMAN 1 Taman Sidoarjo/57,20), Prayoga Septiandi (SMAN 1 Bojonegoro/57,10), Bhisma Prihaswara (SMAN 3 Lumajang/57,10), Aulatun Nisah (SMAN Tempeh Lumajang/57,10), dan Vivi Hayuningtyas Landyasari (SMAN 1 Lamongan/56,90).

MA
Sementara itu, pelajar MA peraih total nilai Bahasa tertinggi UN 2012 yakni Siti Fatimatuzzahro` (MAN Jombang/53,05), Abdul Azis (MAN 1 Tulungagung/52,90), Nismatul Afroch (MA Ma`arif Sukorejo Pasuruan/52,70), Lilik Khodijah (MAN Mojokerto/52,65), dan Navahatin Nur (MAN 1 Gresik/52,35).

Untuk pelajar MA peraih total nilai IPA tertinggi UN 2012 yakni Amirudin Darmawan (MAN 1 Tulungagung/57,60), Richa Marda Syah Putri (MAN Lamongan/57,50), Iin Choiriyawati (MAN Gondanglegi Malang/57,30), Muchammad Al Basthomi (MA Unggulan PP Amanatul Ummah Surabaya/57,05), dan Eri Khilmi Fatmawati (MA Al Ishlah Paciran Lamongan/57,05).

Untuk pelajar MA peraih total nilai IPS tertinggi UN 2012 yakni Rika Zahrotul Ilmiyah (MA Assa`idiyah Gresik/56,00), Muammaroh (MA Al Amien 1 Sumenep/56,00), Ratna Setya Dewi (MAN 2 Bojonegoro/55,90), Eny Eka Zahidaturrohmah (MAN Lamongan/55,90), dan Azam Syaifur Rizal (MAN 2 Gresik/ 55,85).

Untuk pelajar MA peraih total nilai Agama tertinggi UN 2012 yakni Mariyatul Qibhthiyah (MA Mamba`us Sholihin Gresik/55,55), Nilna Fadliyah (MA Assaadah Gresik/55,55), Maulidah Zulfiani (MA Mamba`us Sholihin Gresik/55,00), Muhammad Saifullah (MA Mamba`us Sholihin Gresik/54,95), dan Putri Indah Wati (MA Mamba`us Sholihin Gresik/54,90).

Hasil UN Surabaya diumumkan “online”

Surabaya (ANTARA News) – Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyatakan, hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA tahun ini tidak lagi diumumkan melalui sekolah, melainkan secara “online” lewat situs resmi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2012 mulai Sabtu (26/5).

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ruddy Winarko, Kamis, mengatakan, para siswa SMA kini tidak perlu lagi ke sekolah atau menunggu surat dari sekolah untuk mengetahui nilai UN.

“Mereka tidak perlu repot-repot datang ke sekolah untuk melihat hasil UN. Tapi cukup melihatnya melalui situs PPDB 2012 yang bisa diakses menggunakan koneksi internet di rumah maupun warung internet (warnet) terdekat,” katanya.

Menurut Ruddy, hasil UN akan langsung diunggah ke situs PPDB begitu masing-masing sekolah menerima nilai siswanya. Hanya saja, ia belum bisa memastikan tepat pada jam berapa pengumuman hasil UN bisa dilihat karena masuknya daftar nilai UN ke situs PPDB tergantung penyerahan hasil dari Dinas Pendidikan Jawa Timur ke sekolah-sekolah.

Ruddy mengatakan, pengumuman hasil UN tersebut belum bisa dijadikan jaminan apakah siswa tersebut dinyatakan lulus atau tidak karena nilai UN bukan satu-satunya komponen penentu kelulusan.

“Tapi ada nilai ujian sekolah yang turut jadi pertimbangan penentuan lulus tidaknya seorang siswa. Biasanya kalau nilai UN di atas batas nilai minimal yang ditetapkan, siswa tersebut kemungkinan besar lulus,” kata Ruddy.

Selain itu, lanjut dia, pengumuman dengan cara semacam ini bisa mencegah siswa berkonvoi untuk merayakan kelulusan.

Dispendik Jawa Timur maupun Surabaya melarang siswa berkonvoi usai pengumuman hasil UN. Meski demikian, Dinas Pendidikan Surabaya tetap bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya serta Bakesbang Linmas dan Satpol PP Kota Surabaya guna mengantisipasi konvoi siswa.

“Nantinya pihak berwenang yang akan mengalihkan iring-iringan siswa jika mereka hendak berkonvoi di dalam kota,” kata Ruddy.

Bali Gagal Penuhi Target Lulus 100 Persen

DENPASAR,- Harapan Gubernur Bali Made Mangku Pastika terhadap siswa dan siswi SMA/SMK di Bali untuk capai kelulusan 100 persen tak terealisasi. Dalam pengumuman hasil UN yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bali Anak Agung Gede Sujaya, prestasi Bali justru menurun dibanding tahun lalu.

Presentase kelulusan UN 2012 SMA di Bali tahun 2012 ini 99,90 persen, menurun sedikit dibanding tahun lalu yakni 99,96 persen. Dari 25.198 siswa yang mengikuti UN SMA, 26 siswa dinyatakan tidak lulus. Sementara tahun 2011 lalu dari 24.290 peserta UN, yang tidak lulus hanya 10 siswa.

“Yang terbanyak di Buleleng 12 siswa tidak lulus, diikuti Denpasar 7, dan Bangli 4 siswa,” Jelas Kadisdikpora Provinsi Bali, Anak Agung Gede Sujaya saat konferensi pers di Kantor Gubernur Bali.

Sementara itu untuk kelulusan SMK, Bali berhasil menyamai prestasi tahun lalu dengan tingkat kelulusan 99,95 persen. Tahun 2011 lalu, dari 18.282 peserta UN yang tidak lulus hanya 10, sementara tahun 2012 ini, dari 20.286 peserta UN, yang tidak lulus juga hanya 11 siswa.

Toko Online Fiktif Bertaburan

Hampir setiap hari masuk pemberitahuan ke tempat kami, bahwa mereka telah mengirimkan uang ke toko online, baik baru berupa uang muka, dan ada yang telah mentransfer sebesar 50 % bahkan sudah lunas 100 % .

Setelah uang ditransfer mereka tertipu, karena pesanan barangnya tak pernah datang. Alangkah baiknya sebelum mentransfer uang, perhatikan dulu barang nya hendak di beli. Kalau harga yang ditawarkan jauh dibawah harga pasar, dipastikan itu toko online fiktif.

Kemudian jeli sedikit tentang Surat Izin yang di tampilkan,   contoh seperti dibawah ini. Toko online fiktif yang bernama   www. discongokil.webs.com

Dipastikan ini palsu, gambar yang tertera pada surat izin sama belaka dengan ratusan poto yang mereka buat. Lagian yang lebih fatal tidak ada di Bumi Indonesia ini Pemerintahan Provinsi Batam.

Untuk meyakinkan pembelinya, sekarang  mereka telah berani memasang Gambar Aparat Kepolisian.

Bunyi Iklan mereka untuk lebih meyakinkan pihak pembeli :

  “SELAMAT DATANG DI WEBSITE TOKOHENPHONE ATAS NAMA PERUSAHAAN TOKOHENPHONE_CELL. KAMI LUNCURKAN PROMO DISC 35% UTK SEMUA JENIS BARANG JUALAN KAMI, PROMO BARANG ELEKTRONIK INI DIJAMIN ASLI 100%
ORIGINAL & BUKAN BUATAN (CINA)

KAMI MENGELUARKAN IKLAN BARANG ELEKTRONIK ATAS TANGGUNG JAWAB

(SAMSAT POLDA METRO JAYA RIAU TOPAN SILALAHI)


Toko Online Penipu

model yang sama, hanya di rubah nama perusahaan nya... ini palsu tidak ada izn seperti in dan tidak ada provinsi Batam

model yang sama, hanya di rubah nama perusahaan nya… ini palsu tidak ada izn seperti in dan tidak ada provinsi Batam

http://rajaelectronik.webs.com/  adalah Toko Online Penipu

ayipQ Surabaya, on Mei 6, 2012 at 2:55 am said: Sunting Komentar

saat ini modus dia dengan menawarkan lewat sms, an: rajaelektronika dengan web : http://www.rajaelectronik.webs.com
penawaran lewat sms no : 08975562568
disuruh menghubungi no : 085696218488

aq hampir kena juga, untung nemu thread ini….mungkin modusnya sama ada surat ijin segala..tp itu mudah dibuat/didesain trus dijadikan bukti kuat untuk kita…
buat semuanya…jangan pernah percaya testimoni apapun itu mudah dibuat, dan kalo penawaran dilakukan dengan menyuruh menghubungi nomor ponsel jangan mudah percaya dech tapi kalo nomer kantor (semacam nomer rumah) mungkin bisa kita cek dulu…

untuk pihak yang berwajib tolong di lacak nomer ponsel itu dan ditangkap orangnya biar gk merugikan dan meresahkan orang lain, orang kayak gitu biadab dan gak pantas di kasih ampun

Ronny, on April 24, 2012 at 12:24 pm said: Sunting Komentar

ini juga jgn di Percaya fb account ANUGRAH PLAZA CELL, pokoknya yg mengats namakan BATAM Online jgn pernah percaya…sya bru kena untung tidak banyak.

galuh, on April 20, 2012 at 9:44 pm said: Sunting Komentar

ternyata ga gw doank ya kena modus penipuan kaya gini… http://www.pon-cell.com juga tukang tipu gan. modusnya persis kaya cerita di atas. tapi ane ga sempet untuk transfer ke dua kalinya coz sadar klo ini adalah penipuan. ketipu total 1,2 jt. dah ane sms ke polisi. sekarang alamat web nya suspened. semoga penipu2 kaya begini cepet dibales di bumi ya gan, termasuk di akhiratnya juga.

Islam di Vietnam (2)

Kerajan Islam Champa

Bersama Tuk Hakim panggilan untuk tetua kampung orang yang berhak menikahkan pasangan yang akan melangsungkan perkawinan di kampung yang sama di provinsi Phang Rang Vietnam sebelah kiri saya adalah Imam Masjid bernama Haji Yahya melaksanakan syariat Islam, di sebelah kakan adalah Tuk Hakim dari Suku Champa Bani Imam masjid yang hanya shalat jumat saja itu pun hanya dua kali sebulan dan jamaah tak perlu shalat di wakilkan 19 Imam yang diangkat, kedua mereka ini adalah abang beradik.

Kerajaan Islam Champa dulu wilayahnya meliputi Vietnam Tengah hingga ke Selatan kini. Dalam sejarah penaklukan  Vietnam terhadap kerajaan Islam  Champa, Phan Rang yang terletak di Selatan ini adalah daerah paling  terakhir yang dapat ditaklukkan oleh Vietnam. Itu mungkin agaknya daerah ini masih banyak penganut Islamnya.

Siang itu setelah istirahat dan makan di rumah Sani,  kami berkunjung ke rumah Tok Hakim,  Sani yang menjadi juru bahasa,  akrab terasa  dalam perbualan di rumah Tok Hakim itu. Terkadang diselingi dengan tertawa, memang lucu suasa itu jadinya karena dalam hal bahasa,  lumayan banyak kosa kata bahasa Melayu yang hampir sama bahkan sama  penyebutannya dengan bahasa Champa.

Ada belasan orang yang hadir didalam  rumah Tok Hakim itu, ada yang berselonjor kaki di lantai dan tak berbaju, karena memang tak ada perangkat meja kursi disitu.  Ada yang duduk-duduk di diberanda diatas balai-balai. Terkadang mereka melirik kami kedalam yang sedang bercerita dan tertawa. Beberapa orang ibu-ibu tetangga Tok Hakim, terlihat berdiri dipagar bambu batas halaman rumah.  Persis layaknya seperti di kampung – kampung kita di Indonesia.

Kemudian Tok Hakim mengeluarkan sebuah buku berwarna coklat dari dalam laci tempat tidurnya, tempat tidur Tok Hakim ini berfungsi juga sebagaai tempat duduk menerima tamunya, di tempat tidur yang beralaskan tikar pandan itulah aku duduk berhadap hadapan dengan Tok Hakim.   Buku yang dikeluarkan Tok Hakim tadi, tak ada judul yang terlihat disampulnya.

Disodorkannya buku itu kepadaku. Ukuran buku itu sekitar 20 x 20 cm dan tebalnya sekitar 1 cm.  Buku itu agaknya  kitab pedoman agama Islam suku Champa Bani, semacam kitab suci. Tulisannya,  huruf hijaiyah (Arab). Tetapi susunan kalimat yang terdapat dalam buku itu, bukan seperti susunan kalimat dalam Al-Quran pada umumnya, meskipun bacaannya sebagian adalah ayat-ayat yang terdapat dalam Al Quran, seperti surat  Al-Fatihah, An-Nas,  Al – Ikhlas misalnya, dan banyak lagi tulisan yang aku tak dapat membacanya.

Tok Hakim mengangkat kakinya diatas dipan dan bersila, hal itupun kuikuti sehingga kami duduk rapat karena memang harus demikian untuk dapat melihat dan membaca buku itu bersama-sama.  Kuulurkan kembali  buku itu kepada Tok Hakim.  Halaman demi halaman dibukanya kitab itu di depanku. Dan disuruhnya aku membacanya pada halaman yang ditunjuknya. Tok Hakim tersenyum  saat kubaca tulisan yang tertera pada buku itu. Dia berkomentar yang tak dapat kumengerti, mungkin agaknya salah bacaan ku tadi, Sani pun tersenyum mendengar komentar Tok Hakim.

Lantas kuminta Tok Hakim pula, gantian yang membacanya. Salah satu bunyinya seperti ini : ” Bismillahirohmani rohimik”. Ujung kalimat itu tidak ditutup dengan him, tetapi dilanjut dengan seperti bunyi ada huruf k diujungnya jadi mik . “Alhamdulilahirobbil alaminak”.  Hampir semua demikian yaitu  semua akhir kalimat terdengar bunyi huruf  k diujungnya.  Yang lebih spesipik lagi Kitab itu ditulis tangan. Terkadang akhir dari satu kalimat huruf yang tertulis di kitab itu tidak sama besarnya .

Pra Islam di Champa

Danang, diperkirakan tapak lokasi pusat Kerajaan Islam Champa, teluk yang sangat Indah di Vietnam.  Kunming ada Provinsi Yunan di China provinsi ini berbatasan dengan Laos. Ratusan ribu muslim disitu. Yangon ada di Burma Miyanmar sekarang, Umat Islam paling tertindas di Asean.

Danang, diperkirakan tapak lokasi pusat Kerajaan Islam Champa, teluk yang sangat Indah di Vietnam. Kunming ada Provinsi Yunan di China provinsi ini berbatasan dengan Laos. Ratusan ribu muslim disitu. Yangon ada di Burma Miyanmar sekarang, Umat Islam paling tertindas di Asean. Poto ini diambil di Utara Thailand.

Dulu kota Phan Rang ini disebut Panduranga, agak ke Utara dari Phan Rang ada satu lagi kota namanya Nha Trang, kota ini dulu bernama Kauthara, semua nama kota di Kerajan Champa berbau  Hindu. Tetapi dulunya semua kota kota itu penduduknya beragama Islam.

Islam memasuki Champa sebelum abad ke 10, bahkan pengaruh kerajaan Islam Champa ini sangat besar terhadap kerajaan di Indonesia.  Salah seorang putrinya menikah dengan Raja Jawa. Meskipun sudah Islam namun  pengaruh Hindu  masih melekat  terhadap mereka,  sama dengan di Indonesia. Salah satu suku Champa sebagaimana kata Sani yaitu suku Champa Balamon, yang tata cara keagamannya seperti Hindu.

Karena lama ditaklukkan Vietnam yang Hindu membuat Islam tak dapat berkembang disana boleh dikatakan nyaris punah, disamping itu letak topographi Champa yang berdekatan dengan China sangat besar pengaruhnya dalam penaklukan kerjaan Islam Champa.  Jadi dalam hal ini,  penaklukan kerjaan Islam Champa tak lepas dari bantuan  China yang berfahaman komunis. Dan Vietnam adalah salah satu negara berfaham  Komunis.

Agak berbeda dengan besannya Indonesia, meskipun dalam kajian sejarah, awal Islam masuk ke Indonesia bukan karena perkawinan Putri Champa  semata, ada yang melalui perdagangan antara bangsa, seperti pedagang dari Gujarat misalnya. Kita tak pernah mendengar Islam masuk ke Indonesia melalui penjajahan.

Indonesia yang dijajah Belanda, Inggris yang beragama Kristen, sementara Kerajaan dibagian Timur seperti Ternate Tidore  pula,  awalnya dikuasi oleh Portugis yang Katolik, Penjajah yang juga menyebarkan agamanya itu  tidak mampu memusnahkan Islam dari bumi Indonesia. Mereka tak mampu mengkristenkan Sumatera, meskipun dicoba masuk melalui Tapanuli untuk memecah konsentari kekuatan Aceh di utara dan begitu gigihnya perang Paderi di selatan.  Dan kita masih ingat Sisingamangaraja XII selama 25 tahun bergeriliya mempertahankan kerajaannya dari jajahan Belanda. Kalau bukan karena ditipu penjajah Belanda , dan terbunuhnya putri Sisingamangaraja XII . Akan lain ceritanya.

“Besok ada orang suku Champa Bani nak kawin, kita kesana.” ajak Sani kepadaku. (bersambung)

Islam di Vietnam

Phan Rang

Phan Rang (baca Phang Rang) adalah salah satu provinsi di Vietnam  Selatan, jika dilihat dari peta, kota ini terletak di pinggir laut, berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.  Di Phan Rang ada sebuah kampung,  kampung Van Lam ( baca Ban Lam) namanya.

Dari  Ho Chi Min City (Saigon) ke Phan Rang sekitar 6 – 7 jam dengan  bus umum.  Van Lam masuk wilayah  distrik Ninh Thuan (Nin Tun).  Di kampung itu terdapat sebuah masjid An Nikmah namanya.

Menjelang magrib, aku  tiba di Bandar Udara Internasional Tan Son Nha Saigon, dengan penerbangan murah Air Asia dari Kuala Lumpur. Lama penerbangan dari Kuala Lumpur – Saigon  ditempuh sekitar 2 jam.   Dari Bandara Saigon ke pusat kota, kalau naik taxi hanya beberapa menit saja, ongkosnya pun tak begitu mahal.  Untuk kedatangan yang kali ini aku dijemput oleh Ahmad dengan speda motor.

Ahmad tahu kalau malam itu juga aku akan langsung berangkat ke Phang Rang. “Sebaiknya kita beli tiket dulu” saran Ahmad kepadaku. Aku mengangguk, dari Bandara kami langsung menuju tempat penjualan tiket bus yang hendak ke Phang Rang.  Alhamdulillah, untunglah masih ada tersisa satu sit lagi untuk keberangkatan bus terkahir malam itu.

Kampung Van Lam

Ahmad masih kerabat pemilik Restoran Samsudin, tak banyak restoran yang menjual makanan halal di Saigon. Sembari menunggu pesanan makanan dihidang, aku shalat jamak di lantai tiga Restoran itu. Pemilik Restoran Samsudin dan sebahagian pelayannya dapat berbahasa melayu, acap ke Saigon dan makan disitu, membuat kami saling mengenal. Bahkan salah seorang menantu pemilik Restoran itu pernah datang ke Batam Indonesia ke rumah kami. Basiron namanya, sedang menyelesaaikan Phd nya di Universitas Islam Antara Bangsa  Kuala Lumpur Malaysia.

Berangkat setelah Isya dari Saigon, menjelang subuh,  Rabu (2/12)  tiba di kampung Van Lam.  Bus yang ku tumpangi berhenti tidak jauh dari sebuah pompa Bensin.  Modalku kalau lagi bepergian ketempat yang belum pernah kukunjungi, mengatasi kesulitan dari segi bahasa selalu kuminta dituliskan bahasa setempat didalam henpon. Dan inilah bunyi tulisan yang kutunjukkan kepada supir bus yang membawaku ke Phang Rang.    ” Cho ong nguoi Indonesia xuong Ga Hoa Trinh gan cay xang phu quynh

SMS yang kuterima itu dari orang yang bernama Sani, Sani pula adalah teman sekampung Basiron, kebetulan sedang berada di Phang Rang, dia seorang guru bahasa Inggris di Saigon. Kemudian sms masuk lagi ke henponku, dari Sani,  yang berbunyi   “ini tampat turun pagi bus driver insaalah jumpa pukun 2“. Maksudnya, beritahu kesupir bus sms ini, diperkirakaan pukul 2 pagi kami akan bertemu.

Kampung Ban Lam ini terletak empat kilometer menjelang pusat kota Phan Rang, jadilah aku turun di pinggir jalan di depan Pompa Bensin tadi, tidak harus masuk kedalam kota Phang Rang. Tak berapa lama Sani datang dengan speda motornya dan membawa ku ke masjid An Nikmah.

Orang Champa

Sani atau nama lengkapnya Muhammad Sani bin Said, boleh dikata adalah penduduk asli Ban Lam, lahir di Ban Lam, besar di Ban Lam dan kuliah di Malaysia, tak banyak pemuda Muslim seusianya yang dapat menyelesaikan kuliahnya di luar negeri memakai pasport Vietnam apalagi untuk belajar Islam.

Sani kuliah jurusan umum, tidak seperti Basiron.  Basiron keluar negeri terpaksa dengan paspor Kamboja, karena mendapat bea siswa dari Kerajaan Arab Saudi.  Basiron fasih berbahasa Arab, Francis, Inggris , Melayu apalagi Vietnam dan Kamboja, tetapi kalau Ia pulang ke Vietnam menemui  orang tuanya, Ia masuk sebagai warga negara asing (Kamboja).

Banyak pemuda Vietnam yang seperti Basiron ini, agak susah pulang kampung untuk mengembangkan ilmu agama dikampung halamannya. Tetapi belakangan ini, negeri Komunis ini mulai terbuka dengan agama. Kegiatan Islam tidak lagi semuanya dikendalikan dari Kamboja.

Sambil berjalan menuju masjid An Nikmah Sani  bercerita :  “Kami ini orang Champa, saya orang Champa pak” kata  Sani.  Sani pun menjelaskan hanya sedikit orang muslim yang tinggal di kampung itu, Ia pun tak tahu jumlah pastinya, terkadang Ia menyebut 52 orang terkadang 20an, mungkin agaknya 20 kepala keluarga.

Sesampai di masjid An Nikmah, hari menjelang subuh,  didalam masjid, ada dua orang tua,  yang seorang bernama Said, pak Said adalah orang tua kandung Sani, Ianya Imam masjid An Nikmah dan seorang lagi bernama Yahya baru memeluk Islam. Yahya disebut suku Bani.

Pagi itu kami berempat menjadi jamaah di masjid yang cukup besar itu, “Masjid ini dibangun oleh seorang donatur dari Afrika” ujar Sani.  Saat itu Sani  sedang belajar di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia,  dia berkenalan dengan seseorang yang mengenalkannya kepada donatur tersebut dan berangkatlah mereka ke Ban Lam Phang Rang. Idul Adha 1430 H Jumat (27/12) yang baru lepas masjid tersebut  diresmikan.

“Dikampung ini ada 3 masjid.” Jelas Sani lagi.  “Nanti kita ke kampung yang satu lagi” kata Sani, sembari mengajak ke bangunan masjid lama, persis disamping kiri  yang rencananya akan dibuat madrasah. Kamipun berbincang bincang diberanda masjid lama itu, sambil menikmati seduhan teh yang dibuat pak Yahya.  “Belum pernah ada orang Indon datang ke sini, orang Malaysia ada datang tapi mereka hanya sampai di Chou Dok saja.” jelas Sani lagi.

Suku Champa Bani

Dia sangat terkesan sekali atas kedatanganku. Sani pun menjelaskan bahwa tak susah baginya memahami bahasa Indonesia karena hitungan satu sampai sepuluh hampir sama belaka. Untuk menyebut mata dalam bahasa Indonesia misalnya dalam bahasa Champa disebut ta , begitu pun sebutan hidung,  bahasa Champa dong saja.

Selepas minum teh yang di sajikan oleh pak Yahya tadi, kami berjalan melihat  rumah-rumah orang muslim suku Champa yang berada disekitaran masjid. “Disini ada tiga suku yang mengaku Islam, tetapi pengamalan agamanya agak berasingan ” ujar Sani.

“Satunya disebut suku Champa Bani,  mereka mengaku Islam tetapi tak shalat 5 kali, yang shalat hanya Imamnya saja, mereka pun punya masjid sendiri, mereka puasa hanya tiga hari saja” jelas Sani lagi. Pak Yahya tadi,  adalah dari Islam suku Champa Bani.  “Satunya lagi suku Champa Balamon, yang ini pula sembahyang nya seperti Hindu.” kata Sani lagi.

Dijamu sarapan pagi di rumah Sani, yang tak seberapa jauh dari Masjid An Nikmah, perjalanan kami lanjutkan ke rumah Tok Hakim, Tok Hakim sebutan kepada tetua suku Champa Bani.  Tok Hakim adalah orang yang paling dihormati dari suku Campa Bani, kebetulan adalah paman Sani adik kandung dari pak Said sendiri. Suku Champa Bani ini pula punya Kitab Quran sendiri. (bersambung)

Toko Online Palsu 3

Dipastikan ini palsu 1000 %

http://bhayankaracellular.blogspot.com/2012/01/beranda_15.html

Minggu, 15 Januari 2012 beranda Selamat datang di BHAYANKARA CELLULAR Pusat Perbelanjaan ON LINE Aman dan Terpercaya. call/sms 085 311 676 758  Nikmati berbagai keuntungan membeli di sini : - Barang berkualitas dan harga relatif lebih murah. - Dapat diantar ke seluruh Indonesia. - Keamanan dijamin karena setiap pengiriman disertai asuransi. - Proses cepat dan sederhana.

Minggu, 15 Januari 2012
beranda
Selamat datang di BHAYANKARA CELLULAR
Pusat Perbelanjaan ON LINE Aman dan Terpercaya.
call/sms 085 311 676 758
Nikmati berbagai keuntungan membeli di sini :
- Barang berkualitas dan harga relatif lebih murah.
- Dapat diantar ke seluruh Indonesia.
- Keamanan dijamin karena setiap pengiriman disertai asuransi.
- Proses cepat dan sederhana.

Baksos Yayasan Amal Malaysia di Batam

Hari kedua rabu (25/04) kegiatan Yayasan Amal Malaysia di Batam antara lain, khitanan di kampung Dapur Arang Selat Desa. Selepas Juhur dari kampung Air Lingka Pulau Galang Baru,  kami menuju desa Tiang Wangkang, disitu telah menunggu pak Pinci dengan boat 40 PKnya. Dari Tiang Wangkang menuju Selat Desa, spead boat lalu dibawah Jembatan Barelang, ditempuh sekitar 20 menit saja.

Ustadz Masri sudah berdiri di pinggir pantai menyambut kami,  seorang anak lelaki berlari meninggalkan kami, sesaat melihat dokter Mahyudin. “Takut dia, enggak mau di sunat” ujar ustadz Masri sambil tersenyum.

Sebelumnya sudah dikabari kepada ustadz Masri peralatan sunat yang kami bawa memerlukan daya listrik, dan itu tidak ada masaalah karena di Pulau itu ada Genset kecil sumbangan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam. “Tinggal start saja pak” ujar ustadz Masri lagi , saat kami minta daya listriknya.

Nah yang jadi masaalah tak satu pun penduduk di kampung itu yang punya tempat tidur seperti dipan misalnya. Untuk sunatan itu sang dokter posisinya harus berdiri, “Susah pak kalau ditidurkan di lantai mushala.” kata dokter Muhyidin .

Lirik kanan lirik kiri tanya sana tanya sini tak ada yang cocok untuk tempat untuk pelaksanaan sunatan di kampung yang dihuni sebahagian besar suku laut ini.  Tak ada rotan akar pun jadi , di pinggir pantai persis di depan mushala kecil itu ada bangku tempat duduk yang terbuat dari rangkaian potongan kayu bulat kecil. Ada sekeping triplek bekas ukuran 120 x 120 cm itulah kami sepakati dibuat alas untuk tempat tidur, triplek itu diletakkan diatas potongan rangkaian kayu tadi.

Dialam terbuka dipinggir pantai dibawah rindangan pohon jambu batu satu persatu anak lelaki kampung Selat Desa, desa tempat suku laut itu berada, yang selama ini bila ada sunatan , mereka yang datang kini mereka didatangi, dilaksanakan prosesi sunatan.   Bukan dengan fasilitas seadanya, nyaris tanpa fasiltas, agaknya inilah sunatan yang agak unik dilasanaka.

Terima kasih Dokter Mahyudin, terimakasih Amal Malaysia.

Mass Rapid Transit (MRT)

hari dah beranjak petang , tiba di NE 1 Harbour Front, mereka belum shalat Juhur dan Ashar lagi, tak ada lansung fasilitas tempat shalat disitu

hari dah beranjak petang , tiba di NE 1 Harbour Front, mereka belum shalat Juhur dan Ashar lagi, tak ada langsung fasilitas tempat shalat disitu.

Sabtu pagi (8/4) lalu dari Batam Center,  naik  ferry Batam Fast,  sampai di Harbour Front Singapura, hari sudah pukul 10 waktu setempat.  Bukan main berjubelnya orang, antrian di imigrasi. Panas lagi,  ruang kedatangan itu sedang direnovasi.

Dua orang perempuan usia 30-an melirikku, disampingnya seorang pria sedang menggendong bayinya yang terus menangis. Dua baris didepan seorang nenek terseok – seok ikut antrian, agaknya usia sang nenek sekitar  70-an.

Jubelan manusia terus bertambah, kalau tadi ferry yang membawaku datang dari Batam Center, mungkin yang ini dari Sekupang. Dan antrian yang didepan rombongan kami tadi agaknya dari Harbour Bay Batam.

Begitulah, kalau tak salah ada 6 (enam) titik penyeberangan ferry dari Batam ke Singapura. Ribuan orang setiap harinya numpek blek di Harbour Front itu. Begitupun sebaliknya, ribuan orang pula yang datang ke Batam baik dari Singapura, maupun dari Malaysia. Terutama di akhir pekan.

Bayi dan Warga Tua

Anak bayi itu terus menangis, sang nenek terus antri dengan sabarnya, didepan konter hanya ada 4 petugas imigrasi, sedikitpun tak tampak senyumnya. Bagaimana mau senyum, agaknya sakin sibuknya. Mengajukan pertanyaan yang sama, “pernah ditolak masuk Singapura, berapa lama, mau apa”, kemudian melirik memastikan gambar yang ada di pasport, sama belaka, tak  ada tampang yang berbeda dan yang dicekal, maklum banyak teroris berkeliaran, terkadang meminta kartu tanda penduduk bagi yang agak dicurigai, hampir 2 – 3 menit prosesi itu, apalagi scaner nya macet. Itu yang tidak ada masalah bung, lain lagi kalau saspek, teruklah, tunggu masuk opis.

Jadi harap maklum ribuan orang yang ditolak masuk ke Singapura selama tahun 2011. Termasuklah anggota Dewan yang terhormat. Bahkan Watimpres pun pernah di tolak. Bukan main Singapura memperlakukan warga Indonesia sedemikian rupa. Mau protes??

Terlihat seorang lelaki orang melayu, dari 4 orang petugas  imigrasi yang bertugas saat itu. Tak lama kemudian datang dua orang lagi. Tetapi tak juga mempercepat lajunya antrian.  Sementara persis sebelum garis kuning tanda berhenti antri, seorang petugas berbaju gelap mengatur dan menyuruh orang-orang yang antri ke tempat petugas imigrasi yang sudah kosong.  “Cepat, Cepat ” katanya sembari menunjuk ke tempat kounter yang sudah kosong.

Dari Batam, aku bersama pak Yusuf warga Singapura, hampir sejam lamanya dia menungguku di luar, sebenarnya tadi aku bisa bersama pak Yusuf masuk jalur Singaporean. Pak Yusuf mengajakku, “kalau bersama saya, pak Imbalo boleh jalur Singporean” katanya .  Tetapi Ferry Batam Fast yang kutumpangi terlambat sampai, padahal Penguin yang membawa pak Yusuf selisih 20 menit berangkat lebih lama dari Batam Fast, bisa lebih dulu sampai. Akh besok – besok naik Penguin saja lah pikirku.

Sambil terus berjalan perlahan merapat ke depan antrian,  tiba-tiba pagar pembatas antrian kami (jalur orang asing) dibuka oleh seorang petugas, dilihat dari tampangnya warga keturunan India. Ditangannya tergenggam Handy Talky (HT) , tak henti-hentinya dia berbicara melalui HT itu, sambil berjlan hilir mudik.

Rupanya dia memerintahkan agar antrian yang penuh sesak itu berpindah ke sebelah, ketempat antrian warga khusus Singapura.
Agaknya apa yang dikatakannya orang-orang yang didekatnya tak mengerti. Kelihatan dia agak kesal dan dengan kasar ditariknya tangan orang di dekatnya itu dan ditolaknya untuk segera ke antrian khusus Singaporean, karena memang di jalur itu terlihat lengang.  Demikianlah tertibnya orang-orang Indonesia yang ke datang ke Singapura, padahal mereka tamu lho, tidak semua pencari kerja yang datang itu,

Dibeberapa Negara Asia lainnya, bahkan di Bandara Changi, ada jalur khusus untuk warga tua, kalau pun tidak khusus, mereka diutamakan terlebih dahulu untuk masuk , tidak antri berlama-lama seperti di Harbour Front itu. Bahkan di MRT ada bangku khusus untuk orang tua, wanita hamil dan bayi.

Bayi dalam gendongan bapaknya tadi terus menangis tak henti-hentinya. Sengaja agak kukeraskan  suaraku berbicara kepada wanita yang berdiri disebelahku, tentang perlakuan khusus. Mungkin terdengar petugas imigrasi orang melayu tadi, kulihat tangannya melambai ke bapak yang sedang mengendong anak yang sedang nangis itu. Bersama isterinya, mereka lalui orang-orang didepannya,  langsung menuju ke konter pemeriksaan.

Tetapi sang nenek tak sempat mendapat fasilitas, karena memang sudah dalam barisan terdepan. Tak apa ya nek……

Petang Hari.

Menjelang magrib aku tiba kembali di Harbour Front, selepas menghadiri pemakaman  Ustadz Abdus Salam bin M Sultan Mantan Presiden Muhammadiyah Singapura. Dari Kembangan naik MRT turun di Outram Park,  di Outram Park ganti kereta ke NE 1.  Melihat aku sudah tua agaknya, apalagi berkupiah, tak pernah aku berdiri selama di dalam MRT, ada saja yang memberikan tempat duduknya kepadaku. Ternyata orang tua dihormati di dalam MRT.

Sembari menunggu antri masuk ke ruang keberangkatan ferry di Harbour Front yang tak selesai – selesai di renovasi itu, terlihat olehku kedua wanita yang tadi pagi antri bersamaku di ruang kedatangan. Mereka tersenyum kepadaku, sembari bertanya, dimana tempat shalat. Rupanya sejak juhur mereka belum shalat – shalat lagi.  Padahal hari sudah menjelang petang.  Shalat juhur belum, mau shalat ashar tadi maksudnya di Harbour Front, sudah muter kamana-mana katanya tak ada tempat shalat.

“Padahal tadi niatnya mau jamak takhir aja pak” . ujar kedua perempuan itu memelas.

Didepan kami seorang petugas perempuan berbaju batik lengan pendek warna kuning bunga-bunga -kelihatan semua petugas di pelabuhan ferry itu berbaju warna dan motif yang sama- juga  memegang HT sibuk hilir mudik memanggilin orang – orang yang sudah waktunya masuk ke ruang pemeriksaan pasport.

Kutanyakan ke petugas perempuan yang kebetulan orang melayu itu, dimana tempat shalat. “Tak ada disini” jawabnya agak terkesima. Saat kutanya dimana dia shalat, petugas perempuan orang melayu tadi meleos pergi.  “Sudah dengar.” jelasku lagi kepada kedua perempuan asal Jakarta yang hanya jalan-jalan sebentar ke Singapura, pergi pagi pulang petang, sementara datang ke Batam, mereka hendak menghadiri pernikahan kerabatnya.

Ribuan pengunjung ke Singapura, sebahagian besar muslim, bisa dilihat dari pakaian yang dipakainya, seingatku sejak puluhan tahun yang lalu  tak ada fasilitas mushala di Harbour Front Singapura yang cukup luas dan besar itu.

“Kalau mau shalat ya bentang aja kertas di pojok sana” ujarku kepada kedua orang perempuan tadi. ” Saya pun demikian”. tambahku  menjelaskan bila saat masuk waktu shalat . “Ambil wuduk pakai air mineral saja, masuk toilet” tambahku lagi.

“Sungguh kalau tak perlu sangat males nak ke Singapura ini, dulu saya sering shalat dibawah tangga pusat perbelanjaan.” ujarku lagi. Syukurlah barang – barang di Singapura lebih mahal dari Jakarta bahkan Batam. Jadi mengurangi accopancy datang ke negeri yang dulu pusat penjualan barang – barang elektronik itu.

Kedua perempuan itu tadi beranjak dari tempat duduknya, bukan untuk shalat tetapi masuk ke ruang tunggu karena sudah harus naik ke ferry, hari sudah gelap magrib pun sudah tiba.

Sambil bergumam dia pamitan kepadaku, “Mudah-mudahan Allah mengetahui niatku tadi mau shalat koq, setibanya disini (Harbour Front)”.

Kubalas dengan senyum gumamannya, wallahu’alam apakah Allah memaafkannya karena sudah meninggalkan shalat Juhur dan Ashar. “Sampaikan ke teman-teman yang mau datang ke Singapura, tentang keadaan negara sekuler tetangga kita ini.

Dolpin – Dolpin Jinak yang Terlupakan

pak Atmo penjaga Dolpin

pak Atmo penjaga Dolpin

Tinggal 5 ekor lagi, yang lainnya sudah dibawa ke Bali ” kata pak Atmo lelaki tua hampir 70 tahunan salah seorang dari 4 orang petugas atau orang yang masih tertinggal di Pulau Mencadas. 

Pulau Mencadas berseberangan selat saja dengan Pulau Air Raja, kedua pulau itu masuk wilayah Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau.

nunggu gantian lewat karena pelantarnya sudah rusak....takut jatuh kalau rame rame

nunggu gantian lewat karena pelantarnya sudah rusak....takut jatuh kalau rame rame

Dua ratusan orang dengan 4 unit kapal cepat kapasitas masing-masing 50 orang, hari kamis (25/12) lalu, kami berangkat dari Telaga Punggur ke Pulau tempat penagkaran Dolphin itu.

Bu Reni guru Sekolah Hang Tuah Batam ini pun tak mau ketinggalan ... nak menjamah Dolpin yang jinak itu

Bu Reni guru Sekolah Hang Tuah Batam ini pun tak mau ketinggalan ... nak menjamah Dolpin yang jinak itu

Dolpin Dolpin jinak di penangkaran...........Potensi pariwisata yang tak terdeteksi oleh pemko batam.........ironis.

Dolpin Dolpin jinak di penangkaran...........Potensi pariwisata yang tak terdeteksi oleh pemko batam.........ironis.

Seluruh peserta Karyawan PT Panasonic Batam, dalam rangka wisata dakwah (Wisdah), terlihat peserta Wisdah mayoritas perempuan.

mereka pun bisa bermesra...

mereka pun bisa bermesra...

Dolpin ni pon sangat jinak, dia pandai berbisik.......... tahukah anda apa yang dibisikkan oleh Dolpin ni ketelinga wanita yang berjilbab tu...?????????

Dolpin ni pon sangat jinak, dia pandai berbisik.......... tahukah anda apa yang dibisikkan oleh Dolpin ni ketelinga wanita yang berjilbab tu...?????????

Gembira ria tertawa lepas, melihat ayat qauniyah, ikan – ikan Dolphin yang begitu jinak.

Mirip ya senyum nya .... begitulah ramahnya ikan ini  Ikan - Ikan Dolpin ini pon sungguh ramah..... seramah orang melayu di tempat tinggal (hidupnya) ........ Mereka sangat senang dikunjungi.... lha kan buktinya semua tetamu yang datang disalami ... termasuk lah abang yang satu in

Mirip ya senyum nya .... begitulah ramahnya ikan ini
Ikan - Ikan Dolpin ini pon sungguh ramah..... seramah orang melayu di tempat tinggal (hidupnya) ........ Mereka sangat senang dikunjungi.... lha kan buktinya semua tetamu yang datang disalami ... termasuk lah abang yang satu ini

Dolphin atau ikan Lumba-Lumba ini di tangkarkan diperairan Pulau Mencadas, tetapi 3 bulan mendatang sudah tak ada lagi kata pak Atmo.
Sang pengusaha akan merelokasi usahanya ke Bali, kelihatannya dia tak berminat lagi mau mengelola usaha penangkaran ikan dolphin ini di Batam.
Tak tahu apa sebabnya. Terlihat bangungan yang sudah mulai roboh , semak belukar disana sini, plantar pun sudah reot-reot dan rapuh.
Padahal ini adalah salah satu tujuan wisata yang cukup menarik pelancong, bila dikelola dengan baik.

ikh gemes nya....

ikh gemes nya....

Ustadz Abdus Salam bin M Sultan Presiden Muhammadiyah Singapura dalam Kenangan

Tuhan kita satu yaitu Allah kata ustadz Salam , saat di Batam awal 2012 yang lalu mengislamkan suku laut yang ada di kepulauan riau Indonesia

Ustadz Abdus Salam bin Mohamed Sultan, lahir 66 tahun yang lalu di Singapura.  “Saat itu Singapura belum merdeka lagi”. ujar pak Yusuf teman sepermainan ustadz Salam demikian beliau  akrab di panggil.  Ustadz Salam pernah menjadi Presiden Muhammadiyah Singapura. Di Singapura panggilan untuk Ketua atau Pimpinan adalah Presiden. Di akhir hayatnya ustadz Salam menjabat sebagai naib (wakil ) Presiden, sementara Presiden di jabat oleh Shaik Husein.

Selepas mengantar jenazah ustadz Salam di pemakaman umum yang cukup jauh dari kampung Kembangan tempat kelahiran ustadz Salam. Di pojok jalan Selamat, ada kantin yang menjual makanan, sembari  menunggu makanan yang kami pesan selesai dimasak, pak Yusuf bercerita lagi.

“Ditanah lapang itu dulu tempat kami nonton layar tancap, Kembangan ini dulu hampir semuanya orang melayu, ” ujar pak Yusuf lagi. Berbatasan dengan lapangan itu terlihat berdiri sebuah bangunan tertulis Comunity Center Kembangan.

“Kami satu sekolah, jadi saya tahu persis siapa ustadz Salam” kata pak Yusuf lagi. Masih cerita pak Yusuf , yang sejak dari pagi hingga menjelang pukul 4 petang itu belum ada makanan yang masuk kedalam perutnya.

Dulu, Ustadz Salam pernah melompat dari beranda rumahnya sembari berteriak katanya hendak pergi ke Surga. Tentu semua orang seisi rumah terkaget kaget. “Ustadz Salam terus berlari menuju  masjid  Mydin itu” ujar pak Yusuf menunjukkan masjid Mydin yang tak jauh dari tempat kami duduk.

“Rupanya setelah itu dia minta  belajar  ke Gontor” jelas pak Yusuf lagi sembari tersenyum.

Pak Yusuf teman ustadz Salam ini, sekarang lebih lama tinggal di Batam daripada di Singapura.  Itulah sebabnya sejak subuh setelah mendapat sms kalau ustadz Salam meninggal dunia, dia langsung bekejar ke Termina Ferry Batam Center. Aku sudah menunggu di terminal ferry, mengharapkan dapat berangkat dengan Ferry pertama bersama-sama.

Islam Serantau

Akhir 2011 yang lalu, kami dengan ustadz Salam dan ustadz Abdul Wahab dari Malaysia  menjadi tamu undangan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), mereka membahas pertemuan Islam Serantau.

Sebagai salah seorang Ulama terkemuka di Singapura, sejak muda lagi ustadz Salam sudah berkiprah di dunia Islam seperti  mewakili negaranya menjadi utusan di konvrensi pemuda Islam se-dunia.  “Kami pemuda kampung Kembangan ini sangat bangga dengan ustadz Salam” kata pak Yusuf bernostalgia. Karibnya sejak kecil itu diterima semua lapisan masyarakat. “Susah nak di cari gantinya,  Bukan Muhammadiyah saja yang kehilangan tokoh Ulama, tetapi Singapura, nyaris tak ada penggantinya.”  lanjut pak Yusuf lagi.

Selama di Jakarta tak henti hentinya tamu ustadz Salam yang datang. Subuh lagi sudah ada yang menjemput, entah kemana saja beliau dibawa. Ada yang membawanya meninjau pondok pesanteren yang sedang dibina nun jauh di pelosok Jawa Barat sana.   Banyak sekali sahabat beliau sewaktu belajar di  Gontor. Jadi teringat buku 5 Menara karang A Fuadi, yang bercerita tentang Gontor.

Murid beliau pun cukup banyak di Singapura.  Jumat malam itu tanggal 6 april 2012 sekitar pukul 23 ustadz Salam baru selesai memberikan kuliah kepada murid-muridnya. Seorang muridnya mengingatkan kepadanya, karena melihat ustadz,  sewaktu selesai memarkirkan mobil (orang Singapura menyebut mobil adalah kereta) nya, agak sempoyongan dan terlihat pucat. Maklum parkir kereta (mobil) di tempatnya mengajar itu ditingkat 6. Jadi naik keatas berputar putar.

Selesai mengajar ustadz Salam mengendari keretanya sendiri, turun dari lantai 6 tempat parkir masuk ke jalan raya, lampu hijau sudah menyala tetapi kereta ustadz Salam belum bergerak lagi. Ternyata beliau terkena serangan Jantung, Ustadz dibawa dengan ambulan ke hospital, saat  di dalam ambulan beliau masih dapat menjawab salam dari murid murid nya, syahadat terahhir dari bibirnya  yang diingatkan oleh murid-muridnya mengantarkan ustadz Salam keharibaan Ilahi.    Innalillahi wainnailaihi rojiun.

Presiden Muhammadiyahy Singapura

kantor pusat dakwah muhammaadiyah singapura, sesaat sebelum pelepasan jenazah, yang disemayamkan disitu

kantor pusat dakwah muhammaadiyah singapura, sesaat sebelum pelepasan jenazah, yang disemayamkan disitu

Ustadz Salam yang pernah menjabat sebagai Presiden Muhammadiyah Singapura itu, adalah generasi kedua sejak berdirinya Muhammadiyah di Singapura.  Organisasi yang didirikan oleh KH A Dahlan di Jogjakarta ini, sejak tahun 1957 telah ada di Singapura.   “Bapak Saya almarhun yang ikut mendirikan Muhammadiyah di Singapura, dulu tempatnya bukan di Jalan Selamat itu” kata pak Yusuf. “Agaknya Haji Karim orang yang masih hidup, hingga kini masih selalu datang setiap jumat dengan bertongkat” lanjut pak Yusuf lagi dan diamini oleh chik Gazali Sekretaris Muhammadiyah Singapura.

Ustadz Salam acap ke Batam, hanya beberapa menit dari Singapura dengan Ferry. Hubungan Muhammadiyah Batam dengan Singapura cukut erat. Yang dibincang dan di bahas bukan melulu urusan organisasi. Belakangan ini ustadz Salam pun sering ke Batam, terkadang untuk ke Jawa beliau via bandara Hang Nadim Batam. Isterinya asal  Surabaya, dikaruniai anak 4 (empat) orang Salman bin Salam putra yang pertama,  sudah menikah mempunyai 2 (orang) putra,  Ia mengikut jejak sang ayah menjadi ustadz dan beristerikan orang Indonesia pula. Putra kedua meninggal di Madina saat menimba ilmu disana. Yang ke-tiga bernama Bilal bin Salam.

Salman bin Salam putra tertua ustadz Salam , selesai pemakaman di Singapura

Salman bin Salam putra tertua ustadz Salam , selesai pemakaman di Singapura

Salman lah yang menjadi imam shalat jenazah pertama yang diadakan, ruang aula pusat Muhammadiyah Singapura itu penuh sesak, selesai shalat jenazah  terdengar isak tangis Salman, meskipun hanya isak, membuat ruangan aula itu menjadi hening sejenak, tak terasa airmataku pun mengalir.

Teringat kebaikan dan begitu sabarnya ustadz Salam mendengar penjelasan kami saat mampir ke Singapura kepusat Muhammadiyah,  beberapa tahun lalu, sekembali dari Bangkok menyampaikan salam karib beliau di Islamic Center Bangkok, dan menceritakan kondisi umat Islam di tiga negara bagian Thailand Selatan.   Saat itu terjadi pembunuhan di masjid Krisik Patani oleh tentara yang sekarang berkuasa. Ustadz Salam bersahabat erat dengan DR Ismail Lutfi rektor universitas Islam Yala di Patani.

Dalam kesempatan lain ustadz Salam ikut dengan kami tidur di pulau – pulau terpencil, bercampur baur dengan masyarakat suku laut yang belum mengenal Islam. Dengan sabar dan telaten beliau menjelaskan tentang Islam kepada masyarakat suku laut itu. Tidur beralaskan tikar dan makan seadanya, membuat perasaanku tak mementu, tetapi   saat kulihat beliau tertidur mendengkur dengan pulasnya mungkin karena kecapean , barulah agak tenang perasaanku. Sungguh saat itu aku takut sekali melihat kondisi ustadz Salam, saat di pulau yang jauh dari jangkauan transportasi itu bila Dia tertimpa sakit?.

Karena beberapa hari sebelumnya ustadz Salam tidak jadi melanjutkan perjalanan ke Savanakhit Laos, hanya sampai di perbatasan Thailand saja , beliau harus kembali ke Singapura, karena kurang sehat badan. “Memang belakangan ini kondisinya agak menurun apalagi sejak putera keduanya meninggal dunia akibat kecelakan di Madina itu” jelas pak Yusuf menjelaskan. Tetapi cepat cepat pak Yusuf meralat ” Tapi yang jelas kami sudah tua, sudah 66 tahun” kata pak Yusuf lagi dan menjelaskan Senin besok pak Yusuf akan General chek di hospital di Singapura. Jadi petang selepas  berbual, berbincang – bincang di kampung Kembangan yang sudah tak terlihat lagi ciri khas kampung melayunya itu. Tak ada beranda rumah panggung tempat melompat sebagaimana yang dilakukan oleh ustadz Salam muda dulu.

Diantar pak Yusuf  berjalan kaki  ke station MRT Kembangan, melewati jalan Selamat, jalan Senang dan jalan Aman. Hanya nama itu saja lagi yang menandakan kalau daerah itu dulu dihuni oleh orang-orang melayu.  Dari Kembangan turun di Outrm Park berganti kereta melanjutkan ke Harbour front, terminal ferry ke Batam, aku pulang seorang diri. Akh banyak sekali kenangan bersama ustadz Salam yang tak dapat kutuliskan disini.

Sampai di Batam sms masuk ke HP ku, tertulis  “Saya dan Keluarga ikut berbela sungkawa dengan iringan do’a InsayAllah Almarhum Husnul Khotima, diampuni segala dosanya, dimudahkan urusannya, dilapangkan kuburnya dan diterima disisi-Nya didalam  Syurga Fi Jannatin Na’im. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menerima ujian ini, Amin ya Mujibasailin (Mohon disampaikan salam maaf Saya kepada keluarga Almarhun)” .Dari Haji Didi Suryadi sahabat sesama belajar satu bangku di Gontor. H Didi Suriyadi adalah salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia  (MUI) Batam.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.