Masjidil Aqsha di Festival Masjid Nasional & Asia Tenggara IV di Batam

masjidil-aqsha-1

Dari tanggal 5 s.d 8 November 2009 di Nagoya Hill, Batam, Provinsi Kepulauan Riau diadakan acara Festival Masjid dan keraton bersejarah tingkat Nasional dan Asia Tenggara IV. Acara ini diikuti oleh para perwakilan provinsi di Indonesia dan beberapa Negara tetangga di Asia Tenggara, dengan menampilkan stand di tempat tersebut. Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat ini merupakan acara yang sangat baik, mengingat tema sentral dalam acara ini adalah Masjid.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Forum Solidaritas Batam untuk Masjidil Aqsha dengan membuka ‘Stand Masjidil Aqsha’ yang berisi Fhoto-fhoto Masjidil Aqsha, penggalian dan terowongan Yahudi dibawahnya, pemutaran Film Palestina, sekaligus penggalangan dana untuk Palestina. Para pengunjung di Stand ini pun, bisa mendapatkan informasi dan penerangan seputar Masjidil Aqsha.

Tujuan dibukanya Stand Masjidil Aqsha adalah untuk memberikan pemahaman kepada para pengunjung dari seluruh Indonesia dan Asia Tenggara bahwa yang harus kita banggakan bukan hanya Masjid bersejarah yang ada di Indonesia dan Asia Tenggara saja, tetapi lebih dari itu, Umat Islam juga mempunyai Masjid yang lebih layak dibanggakan dan tak boleh dilupakan, yaitu Masjid besar bersejarah yang terukir dengan tinta emas, yaitu Masjidil Aqsha, kiblat pertama umat Islam dan tempat Mi’raj Nabi Muhammad Saw.

masjidil-aqsha-2

Walaupun acara ini adalah Festival Masjid tingkat Nasional dan Asia Tenggara, namun kehadiran stand Masjidil Aqsha di tempat ini memberikan nuansa yang mendalam. Menurut penilaian panitia pelaksana, stand Masjidil Aqsha adalah satu-satunya stand yang paling banyak dikunjungi dan banyak membuat orang tertegun dan meneteskan air mata, khususnya ketika menonton film dokumenter Palestina.

Ternyata masih banyak para pengunjung yang notabene adalah muslim yang belum mengetahui letak Masjidil Aqsha, kebanyakan diantara mereka menyangka bahwa Masjidil Aqsha adalah Masjid ‘Qubbatus shakhrah’ (Dome of the Rock) Masjid yang berkubah kuning keemasan, Padahal Masjidil Aqsha adalah keseluruhan areal yang berbentuk persegi panjang seluas lebih dari 140 hektar. Masjid Qubbatussakhrah adalah bagian dari Masjidil Aqsha, bangunan tersebut didirikan oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan pada masa dinasti Umayyah. Banyak juga dikalangan pengunjung dari Indonesia dan Asia Tenggara yang tidak mengetahui bahwa terdapat penggalian, terowongan dan tempat ibadah yahudi di bawah masjidil Aqsha. Namun setelah melihat fhoto-fhoto di stand tersebut, mereka pun jadi mengetahui dan bertekad untuk menyebarkan informasi pada yang lain. Itu merupakan ungkapan salahsatu pengunjung. Para pengunjung stand Masjidil Aqsha acara festival ini juga mendapatkan kaset-kaset VCD dokumenter Palestina dan Masjidil Aqsha.

masjidil-aqsha-3

“Fhoto-fhoto Masjidil Aqsha, sekaligus penggalian dan terowongan dibawahnya didapatkan langsung dari orang Palestina yang tinggal di Masjidil Aqsha, sehingga apa yang ditampilkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah” Tutur Ust. Zenal Satiawan, Lc, Sekretaris Jenderal Forum Solidaritas Batam untuk Masjidil Aqsha didepan Wakil Walikota Batam, Ir. H. Ria Saptarika ketika berkunjung ke stand tersebut. Ust. Imbalo Iman Sakti, selaku ketua Forum mengharapkan agar kaum muslimin yang ada di Indonesia, khususnya di Batam agar senantiasa peduli terhadap perjuangan untuk membela Masjidil Aqsha dari cengkraman Yahudi Israel dengan berbagai cara, baik menyebarkan informasi, memberikan dana, maupun doa.

masjidil-aqsha-4

Forum Solidaritas Batam untuk Masjidil Aqsha adalah sebuah Forum yang beranggotakan organisasi-organisasi Islam di Batam yang mempunyai tekad dan keinginan sama untuk memperjuangkan Masjidil Aqsha. Diantara organisasi tersebut ialah: Komite Nasional untuk Rakyat palestina (KNRP) Batam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, Al-Washliyah, Forum Ukhuwah Islamiyah Batam (FUIB), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Batam, Lembaga Adat Melayu (LAM), Ikatan Da’i Muda, Badan amil Zakat (BAZ) Kota Batam, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Batam Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam, Ummul Quran, Yayasan Hang Tuah, Badan Wakaf Indonesia Batam. Centre for Middle East Studies, Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA).

Forum Solidaritas Batam untuk Masjidil Aqsha

Jalan Ranai No. 11 Bengkong Polisi Batam 29432

Telp. 411068 Fax. 413606 HP. 081220803987

email: forumsolidaritasbatam@yahoo.co.id

Solidaritas Untuk Masjidil Aqsha

29oswup
PERNYATAAN SIKAP
FORUM SOLIDARITAS BATAM UNTUK MASJIDIL AQSHA
Sekretariat : Jalan Ranai No. 11 Bengkong Polisi Batam Telp. (062) 0778-411068 Fax 0778-413606 Email : satya_zein@yahoo.com
=======================================================
Dalam amanat Alinea Pertama Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan”.
Telah terungkap di berbagai media massa Nasional dan Internasional bahwa pada hari Ahad, 25 Oktober 2009 telah terjadi peristiwa yang menyedihkan. Tentara Zionis Israel memasuki Masjidil Aqsha, kiblat pertama umat Islam dengan congkak. Mereka memasuki Masjid yang menjadi tempat mi’raj Nabi Muhammad Saw. tersebut dengan membawa senjata, memukuli kaum muslimin yang ada di Masjid tersebut, menembakkan peluru karet, gas air mata, serta melemparkan granat sehingga banyak korban yang terluka dan berjatuhan, darah pun berceceran di tempat tersebut. Oleh karena itu, Forum Solidaritas Batam untuk Masjidil Aqsha memberikan pernyataan sikap:
1. Berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban pada warga Palestina.
2. Mengutuk keras kejahatan Internasional yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap warga Palestina dan Penodaan terhadap Masjidil Aqsha, masjid yang menjadi wakaf umat Islam se-dunia.
3. Mendesak pemimpin Arab dan Islam di dunia untuk segera mengambil tindakan penyelamatan terhadap kota Al Quds khususnya masjid Al Aqsha dari upaya penghancuran oleh Zionis Israel.
4. Mendesak pemerintah Indonesia untuk mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina dalam menjaga kemuliaan masjid Al Aqsha dan meraih kemerdekaan yang hakiki dari tangan penjajah Zionis Israel.
5. Kepada Pemerintah Indonesia agar melanjutkan secara lebih efektif tuntutan diselenggarakannya Sidang Umum PBB, terselenggaranya KTT OKI dan Liga Arab dengan kesediaan sebagai tuan rumah dan berkomunikasi langsung dengan para pemimpin Negara yang memegang peranan kunci dalam penyelesaian masalah Masjidil Aqsha.
6. Menghimbau kepada kaum muslimin untuk mendukung dan mendoakan perjuangan rakyat Palestina serta melakukan aksi solidaritas pembelaan terhadap masjid Al Aqsha.

Jakarta, Kamis, 10 Dzulqaidah 1430 H
29 Oktober 2009 M

Imbalo Iman Sakti (Ketua) Zenal Satiawan, Lc (Sekretaris Jendral)

FORUM SOLIDARITAS BATAM UNTUK MASJIDIL AQSHA
Turut mendukung :
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam
Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam
Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Batam
Muhammadiyah Batam
Jamiyatul Wasliyah Batam
Dewan Masjid Indonesia Batam
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam
Badan Amil Zakat (BAZ) Batam
Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Batam
Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) Otorita Batam
Badan Wakaf Indonesia (BWI) Batam
Ummul Quran Batam
Nahdhatul Ulama (NU) Batam
Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Batam
Ikatan Dai Muda (IDM) Batam
Yayasan Pendidikan Islam Hang Tuah Batam
Forum Ukhuwah Islamiya Batam (FUIB)
Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam

Surat terbuka untuk Bapak Presiden

Tulisan ini di kutip dan bersumber dari :http://rojalidahlan.blogspot.com/2009/10/surat-terbuka-untuk-bapak-presiden.html

Assalamualaikum Wr. Wb.
Yth Bapak Presiden Republik Indonesia

Saya adalah seorang bocah laki-laki berumur 10 th, saya mempunyai kakak perempuan berusia 12 th dan adik berusia 5 th.

Kini kami bertiga telah yatim piatu dan sekarang sudah tidak bersekolah lagi, keadaan yang memaksa kami untuk hidup dijalanan, saya berdagang koran, kakak dan adik saya menjadi pengemis dan pengamen jalanan.

Bermula dari Lumpur itu

Dahulu sebelum bencana itu datang, keluarga kami masih mempunyai kehidupan normal, meski kami hanya hidup dalam rumah kecil dengan sedikit perabotan seadanya. Ayah seorang anak tunggal bekerja sebagai buruh, kemudian berhenti dan berwiraswasta membuka warung kelontong didepan rumah, sedangkan Ibu bekerja sebagai TKW di Timur tengah dan selalu mengirimkan uang tiap bulan kepada keluarga kami.

Kematian Ibu

Enam bulan sebelum lumpur itu menghancurkan rumah kami, musibah terjadi menimpa ibu, Ia hampir diperkosa majikannya tetapi berhasil kabur keluar rumah setelah menusuk majikan nya itu dengan sebuah pisau buah. Tetapi keluarga majikan malah memfitnah ibu dengan fitnah keji, ibu dituduh merayu dan membunuh majikan. Ketika Ibu ditangkap dan didakwa dengan hukuman gantung, Ibu sangat syok, tiada yang membelanya karena semua bukti direkayasa. Pemerintah dalam hal ini KBRI tidak bisa memberikan pertolongan apa-apa, kecuali hanya sekedar simpati. Disana ibu berjuang sendiri, tidak ada yang perduli dengan dirinya yang hanya sebagai korban, dan pertolongan pemerintah sebagai tempat terakhir seakan-akan seperti pungguk merindukan bulan. Para petinggi itu seakan tidak peduli akan nasib ibu, tidak ada usaha untuk membuktikan bahwa ibu difitnah oleh majikannya. Dalam masa penahanannya, ibu mengirim surat-suratnya kepada kami, surat-surat yang membuat kami menangis setiap hari, membuat bapak selalu pingsan dan membuat si bungsu dan kakak perempuanku merintih setiap malam. Hanya aku sebagai anak lelaki yang paling besar yang berusaha tabah dan menyabarkan keluargaku. Hari-hari ceria berubah menjadi kelam, canda tawa kami seketika menghilang dalam gelapnya episode yang akan kami lalui nanti. Sampai suatu ketika dalam surat terakhirnya, ibu menyuruh bapak untuk tabah dan kuat untuk melanjutkan kehidupan keluarga kami, ia memilih jalan yang terhormat ketimbang mati dalam kondisi difitnah. Dua hari setelah itu, kami mendengar ibu tewas bunuh diri didalam penjara. Ternyata jalan terhormat itu yang dimaksud ibu dalam surat terakhirnya adalah gantung diri.

Setelah kematian Ibu, kehidupan berjalan normal kembali dan bapak melaksanakan janjinya, ia tidak terlihat cengeng, bahkan lebih tegar, terbukti dengan niatnya berwiraswasta dengan membuka warung kelontong yang cukup ramai, bahkan bapak nekad meminjam uang untuk menambah modal usahanya. Ia katakan kepadaku kalau ingin besar harus berani mengambil resiko besar pula.

Bencana itu

Roda kehidupan berjalan bagai pedati menarik jerami, ia berputar kadang diatas dan kadang dibawah.
Belum lama kami berhasil tersenyum kembali sejak kematian ibu, bencana yang lebih besar datang, kampung halaman kami terendam lumpur yang berasal dari pipa pengeboran perusahaan swasta.Lumpur itu melululantahkan rumah-rumah kami dan terpaksa kami menjadi pengungsi dikampung halaman sendiri. Rumah kami, sekolah kami, surau kami kini hilang ditelan bumi, memang katanya ada penggantian dari perusahaan itu, tapi ternyata penggantian itu hanya berlaku untuk rumah-rumah yang terdaftar di lembaga penanggulangan lumpur milik pemerintah dengan mengajukan surat-surat tanah, sedang rumah kami, rumah kecil warisan dari kakek kami, yang hanya terletak diujung jalan tidak pernah dihitung oleh mereka. Kami berusaha melaporkan kepada Pak RT, tetapi Pak RT sendiri kami tak tahu dimana rimbanya, beliau sudah pergi entah kemana karena rumahnya pun telah hilang. Ayah kami yang lugu tak tahu harus meminta tolong kepada siapa, dan ia bingung harus melakukan apa, bahkan ia sering berteriak-teriak seperti orang gila karena tak sanggup menahan beban derita yang berkepanjangan karena ganti rugi tak jua dibayar-bayar. Sampai pada suatu ketika, ia menyuruh kami untuk ke Jakarta meneruskan sisa-sisa hidup kami untuk menumpang kepada seorang kerabat ibu disana. Dibekali secarik kertas alamat dan sedikit uang kami bertiga pergi ke jakarta menumpang bus malam diantar tetangga kami.
Sesampai di Jakarta, kami tak tahu harus kemana, kami pun tidak mengerti mengapa ayah menyuruh kami pergi ke kota besar ini, selain ia hanya bilang bahwa kita lebih baik tinggal bersama kerabat ibu yang tinggal disini. Ayah akan berjuang mendapatkan haknya untuk menuntut penggantian uang gantirugi atas rumah kami, begitu katanya sambil tertawa terbahak-bahak sambil menangis. Terakhir, kata tetangga kami ayah kami harus meninggal karena gantung diri sebab tak kuat lagi untuk menahan berat hidup.

Di jakarta, kami luntang-lantung tak tahu harus kemana, sampai akhirnya kami dirazia oleh satpol PP karena disangka kami pengemis dan gelandangan. Dan memang saat itu, tanpa sadar bahwa kami memang telah menjadi gelandangan. Kami tak punya siapa-siapa di kota besar ini, rumah tempat tinggal kami dipaksa untuk hilang dari muka bumi, sekolah kami dan masa depan kami dirampas dengan paksa oleh orang-orang itu yang entah siapa mereka dan apa kesalahan kami. Yang kami tahu kami dan teman-teman kami tercerai berai oleh bencana itu, bencana yang oleh Bapak Presiden dibilang sebagai “Musibah” sedang bagi kami tetaplah sebagai bencana.

Selepas dari pemeriksaan satpol PP, kami ditolong oleh seorang tua penjual koran yang juga tertangkap oleh petugas itu. Ia membawa kami untuk tinggal digubuknya yang sempit seraya berjanji untuk mencari alamat kerabat ibu kami. Digubuk yang terletak disamping rel itu, kami meneruskan sisa-sisa nafas kami, kami tinggalkan masa kanak-kanak kami dengan berjuang untuk bertahan hidup. Saat anak-anak yang lain bercengkerama dengan teman sekolahnya, adik kami yang seharusnya duduk dibangku TK, terpaksa berlari-lari dijalanan untuk mengemis dari satu kendaraan ke kendaraan lain tak peduli kaki mungilnya menghitam dan rambut kritingnya memerah karena sengatan matahari. Setiap ada kendaraan yg lewat dan berhenti, tangan kecilnya tak lupa untuk menengadah berharap ada pengendara yang berbaik hati memberikan sedekahnya. Sedangkan aku, berdiri dan berlari-lari diperempatan jalan sambil meneriakan koran yang aku jajakan sejak subuh tadi, semoga ada pembeli yang mau membaca koranku pagi ini. Dan kakakku, karena ia memiliki suara merdu, ia menjadi pengamen jalanan dengan sebuah kericikan ditangan. Ia yang seharusnya duduk di bangku SMP dengan kecerdasan yang dimilikinya, seharusnya bisa merenda masa depan yang lebih baik. Semua pekerjaan itu kami lakukan dengan terpaksa, dari pagi hingga malam demi menyambung hari esok, demi menggapai impian-impian anak-anak kecil seperti kami.

Bapak Presiden yang saya hormati.

Karena seringnya membaca koran, kini aku menjadi tahu tentang siapa dirimu, dan apa saja yang bisa engkau lakukan dengan kekuatan hebat yang engkau miliki. Karena sering membaca koran itu juga aku bisa menulis surat ini untuk mu, Ternyata engkaulah orang yang selama ini aku cari-cari. Engkaulah orang yang bisa merubah nasib kami dengan sekali perintah saja, orang yang memiliki kesanggupan untuk merubah dunia ditangannya. Orang yang bisa merubah nasib Ibuku jika saat itu ia mau tahu dan membantu dengan bantuan hukum, orang yang bisa mengembalikan rumah kami yang hilang terendam lumpur, orang yang bisa menyembuhkan sakit gila ayahku, orang yang bisa menyekolahkan si bungsu adikku, juga aku dan kakakku, orang yang bisa menampung anak-anak seperti kami dalam rumah yg nyaman, orang yang bisa membuat cerah masa depan kami dan ribuan anak-anak jalanan lainnya yang terjebak dalam kondisi ini bukan karena inilah nasib mereka, tetapi karena dipaksa oleh orang dewasa yang tidak berprikemanusiaan.

Bapak Presiden, yang aku kagumi,

Pagi ini setelah melihat berita engkau dilantik, aku ingin engkau menggunakan kekuatan hebatmu untuk membantu kami menemukan kembali kebahagiaan kami yang hilang. Mengembalikan keceriaan sibungsu, memuluskan kembali jari-jari tangannya yang terbakar aspal dan memutihkan kembali mukanya yang tertutup debu jalanan. Juga mengembalikan tawa riang kakak kami yang menghilang sejak ayah sakit jiwa dan menyegarkan kembali wajahnya yang cantik dengan untaian senyumnya seperti beberapa tahun lalu. Juga membantuku mewujudkan cita-cita Ibu dan harapan ayah pada diriku untuk menjadi orang yang berguna bagi sesama. Engkau Juga adalah orang yang bisa melindungi anak-anak seperti kami yang terpaksa mencari nafkah dijalanan, dari jeratan undang-undang ketertiban milik pemda yang senantiasa bisa menjerat kami kedalam penjara.

Bapak Presiden yang aku hormati,
Jika engkau tidak bisa menggunakan kekuatan hebatmu untuk kami, tidak mengapa, aku tidak akan marah, begitu juga adik dan kakak ku. Kami terbiasa tidak meminta kepada orang lain, kami terbiasa tidak menggantungkan hidup kepada manusia lain. Keluarga kami terbiasa hidup keras dan tidak lemah. Satu-satunya tempat bergantung kami hanyalah Allah, Tuhan pemilik dunia ini, itulah yang sering almarhum ibu sampaikan kepada kami, untuk menghibur diri kami saat kami jauh darinya.
Jika engkau sulit untuk mewujudkan harapan kami, juga harapan ribuan anak jalanan lainnya, juga harapan jutaan kaum yang senasib dengan kami, kami hanya meminta kepada engkau untuk mengaminkan doa kami saja, semoga kami bisa menggantikan posisi engkau ketika kami dewasa nanti. Karena kami ingin menolong orang yang bernasib seperti ibu kami, kami ingin menolong orang yang senasib dengan keluarga kami, juga keluarga-keluarga lainnya yang kurang beruntung hidup dinegeri ini.
Sampaikan salam kami untuk para pembantu engkau, agar beliau juga mengamini doa kami, agar kami dapat menggantikan posisi mereka kelak jika kami besar. Agar Si bungsu kelak akan tercapai cita-citanya menjadi orang yg menyayangi orang lain dengan sepenuh hati seperti sayangnya pak tua penjual koran itu kepada kami, setiap pagi ketika hidup mulai bergulir kembali.

Bapak Presiden yang kami hormati, semoga engkau membaca surat kami.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Dari anak negeri yg terhempas di jalanan karena nasib yang kurang beruntung.

20 Oktober 2009, Tengah malam bertepatan dengan pelantikan Presiden/Wakil Presiden RI periode 2009-2014

Photo Sekilas Kegiatan Muhammadiyah Asean

Idul Fitri di Batam dan Arab Saudi

bersilaturahmi dengan yang tua yang jompo di hari raya.............

bersilaturahmi dengan yang tua yang jompo di hari raya.............

Kemungkinan pemerintah  Idul Fitri hari Ahad 20 September 2009, namun kepastian tetap akan di umumkan setelah rukyat, sementara Muhammadiyah telah menetapkan jauh jauh hari Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Ahad 20 September 2009.

Di Batam, Muhammadiyah akan melakasanakan Shalat Idul Fitri di Lapangan TUMENGGUNG ABDUL JAMAL Muka Kuning. “Sebagai imam dan khatib adalah Drs H. Khatib Pahlawan Kayo” ujar Shabirun Khusnum Sekretaris PDM Batam sembari menjelaskan bahwa shalat di mulai pukul  07.15 bbwi  Selain di Tumengung Abdul Jamal, di Batam ada 391 tempat shalat Id lainnya.

Idul Fitri di Saudi Arabia

Gubernur Riyadh, Pangeran Salman, telah mengumumkan kemungkinan Idul Fitri tahun ini, jatuh pada hari Ahad, 20 September. Idul Fitri akan berlangsung meriah di ibukota Saudi tersebut.  “Perayaan Idul Fitri akan dimulai dengan doa dan akan mencakup tasyakuran melalui berbagai aktivitas dan kegiatan, yang menampilkan kembang api, konser, pertunjukan, drama lokal, puisi, sesi dan program-program perempuan,” kata seorang juru bicara Komisi Tinggi Pembangunan di Riyadh.

Acara utama perayaan Idul Fitri dengan kembang api akan dilaksanakan di tujuh lokasi di kota dan dimulai pada jam 9:30 di hari pertama Idul Fitri. Ada juga beberapa kegiatan olahraga, yang akan digelar di stadion Pangeran Faisal bin Fahd. Program lain yang akan diselenggarakan selama Idul Fitri termasuk pertunjukan pesawat udara dan terjun payung, sepeda balap dan musik tradisional. Akan ada program keluarga juga, dengan kegiatan-kegiatan untuk anak-anak.

Sebuah tenda cerita rakyat juga akan didirikan di King Abdul Aziz Center di mana program budaya ini akan diselenggarakan dari 4 sore sampai tengah malam setiap hari. Tenda serupa untuk program budaya akan didirikan di Al-Kindy Square di Diplomatic Quarter. Sebuah teater dan budaya kelompoknya menyajikan pertunjukan pantomim juga telah diatur untuk menghibur orang-orang tuna rungu. Sedangkan program utama bagi perempuan, adalah cerita rakyat dan acara kenduri di Pangeran Salman Community Center; pembacaan puisi oleh penyair wanita Saudi di King Fahd Cultural Center dan drama perempuan di King Abdul Aziz Historical Center.

Muhammad Jimmy Marbun

Muhammad Jimmy Marbun  and I

Muhammad Jimmy Marbun and I

Muhammad Jimmy Marbun
Pria kelahiran Dolok Sanggul tahun 1980 ini bekerja sebagai sales salah satu distributor sembako di Batam. Nama aslinya Jimmy Marbun setelah mengucapkan duakalimasyahadat tahun 2001 yang lalu di Semarang  “Namanya tinggal di tambahin didepan Muhammad saja” ujar nya menjelaskan.

Tengah hari Selasa (8/9) sebagaimana biasa dia berkeliling melaksanakan tugas nya sebagai sales, terlihat agak lesu tiba di tempat kami, saat di tawari minum, karena menyangka  Marbun non muslim, Jimmy tersenyum sembari menjawab “Saya sudah muslim dan sedang berpuasa”
Dengan senyum khas nya Jimmy pun bercerita kalau baru tiga  tahun terakhir ini  puasa ramadhan nya belum pernah bolong, awal-awal memang terasa berat akunya.

Telah menikah tahun 2005 dan di karunia seorang anak, Jimmy menampik kalau karena perkawinan ianya memeluk Islam, “Saya di Semarang tahun 2001, menikah di Batam 2005” , paparnya.
Suka melihat orang shalat lima waktu , itu salah satu yang mendorongnya mempelajari dan mengenal Islam, “orang Islam itu rajin, saya suka” ujar nya lagi.

Saat bersekolah di Semarang teman se iman nya waktu itu untuk pergi sekali seminggu saja mereka malas, sementara teman yang lain melaksanakan ibadah 5 kali sehari tidak merasa keberatan .
Terlahir dua bersaudara, Jimmy pun menjelaskan kalau adik perempuan nya kini telah memeluk Islam, “Bapak kawin lagi karena ibu sudah meninggal 15 tahun yang lalu cerita Jimmy sembari menjelaskan kalau hubungan dengan orang tuanya tak ada kendala dengan ke-Islaman mereka berdua.

Keberadaan Mushalla Di Pusat Pasar

Masjid Raya Tanjung Pinang

Masjid Raya Tanjung Pinang

Bukan MaK Dayang saja yang membutuhkan mushalla, Ichyar pedagang Toss 3.000 ini pun mengeluhkan tak adanya sarana ibadah (mushalla) di seputaran Nagoya. Menurut Ichyar, aktifitas perdagangan di pasar itu sejak tengah malam hingga ke pagi, kemana mereka hendak shalat terutama subuh? . Tidak semua pedagang disitu mempunyai tempat yang dapat di pakai untuk shalat, sementara ada mushalla kecil di pasar Samarinda, tetapi tak dapat dipakai karena subuh belum di buka.

Ichyar yang hadir dalam acara sosialisasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) kota Batam Sabtu (5/9) di lantai IV kantor Walikota Batam itu mengemukakan kegundahan nya kepada para nara sumber yang kebetulan juga adalah pengurus BWI Batam.
Selanjut Ichyar memberikan solusi dengan menyewa ruko yang ada di sekitar pasar seharga 60 juta rupiah untuk di jadikan mushalla.

Dari Mana Uang nya?.
Bisa dari dana wakaf, salah satu kegunaan hasil dari wakaf uang dapat digunakan untuk sarana ibadah, namun masyarakat kita masih sangat awam tentang wakaf, apalagi wakaf uang, terbukti didalam acara yang sama seorang pengurus masjid minta BWI menyediakan satu kotak khusus untuk menerima uang wakaf, yang diletakkan di masjid masjid, padahal wakaf itu harus tercatat, dari mana asalnya, nama wakif (yang memberi wakaf), kegunaannya, dan berapa lama di wakafkan.

Sentralisasi Dana-Dana Umat
Di Johor Bahru Malaysia misalnya,dana-dana umat tersentralisasi di Baitulmal Majelis Agama Islam Johor (MAIJ) , baik itu dana wakaf, zakat, infaq, sadaqah. Dengan sentralisasi distribusi uang dapat termonitor kemana alurnya. Di Batam ada lembaga amil zakat (LAZ) ada badan amil zakat (BAZ) , ada BWI ada juga lembaga dari jakarta seperti Rumah Zakat, belum lagi lembaga zakat yang dikelola oleh organisasi massa.
Tidak termonitor nya dana dana dari masyarakat ini, membuat penyaluran nya tidak focus, masing masing lembaga menyalurkan dana yang diterima nya.

Jadi Juga Shalat Jumat di Masjid Muhammadiyah Singapura

harbour front singapura

harbour front singapura

Hari sudah menunjukkan pukul 9. 35 menit saat Indomas 7 merapat di Dermaga Batu Ampar, rencana semula naik ferry pertama dari Stulang Laut Johor Bahru Malaysia karena salah tak mendaftar di counter bawah,  selama ini kalau mau ke Batam  memang langsung naik keatas kelantai dua,  jadi terpaksa naik ferry  trif yg ke dua pukul 8.30 waktu Malaysia, ferry pertama 7.30 tak terkejar lagi.

Tiba saja pagi itu di Batu Ampar Jumat (4/9), terpaksa harus ke Singapura lagi karena ada pesanan dari pelanggan yang mesti  diadakan petang ini juga untuk keperluan berbuka puasa, kalau dari Batam center ferry paling cepat ke singapura  saat itu adalah 10.40 wibb, dengan penguin, bisa jadi   enggak bakalan  sempat jumaatan di Singapura, aduh …sayang nya pikir ku dalam hati. Kalau berangkat setelah jumatan pulang ke Batam takut enggak sempat pula pesanan dipakai untuk  berbuka di Batam karena harus ke Kembangan (Pusat Dakwah Muhammadiyah Singapura) terlebih dahulu.  Padahal barang yang akan ku bawa itu untuk bekal berbuka bersama.

Bekejar ke Batu Ampar melalui Harbour Bay, mengharap bisa dapat ferry pukul 10 lagian via Batu Ampar ke Singapura (harbour front)  lebih cepat di bandingkan dengan dari Batam center. Ternyata harbour bay pun  tak terkejar juga yg pukul 10 wibb, jadi lah naik ferry yang pukul 10.30 wibb.

Menjelang pulau Sentosa ferry kami perlahan dan berhenti, tak seperti biasa berhenti kalau perlahan memang lah semua ferry yang dari Batam harus perlahan di mulut dermaga harbour front ini tak selajim kalau ferry yang dari Singapura tetap dalam kecepatan tinggi masuk ke mulut dermga – dermaga di Batam. Dua orang petugas lelaki berseragam guard  hitam dengan berselempang pelampung  memasuki ferry kalau dilihat tampang nya macam anak umur belasan tahun kulit pucat, kurus, ceking tapi gaya nya itu minta ampun. Memeriksa keseluruh penumpang ferry melihat kanan kiri, terus keluar, enggak tahu apa yang di cari.

Berusaha agar yg pertama di pemeriksaan imigrasi aku agak berlari, tak terlalu lama memang petugas imigrasi hanya melirik tampang ku yang berjanggut dan menanyakan berapa hari tinggal di singapura, karena memang aku tak mencantumkan berapa hari pada borang (form) isian, “petang balik” jawab ku singkat.

Berjalan cepat menuju stasiun MRT , beli tiket seharga 2.8 Sin Dollar Tiba di dalam  MRT hari sudah menunjukkan pukul 12.15 , tak sampai 5 menit MRT telah bergerak dari Harbour front menuju Autum park untuk pindah kereta yaang menuju pasir ris (changi air port), saat tiba di Bugis street  coba menghubungi M Nour  kalau kalau sholat sudah di mulai, “belum pak” jawab M Nouir , terasa lama MRT merayap sampai ke station Kembangan.

Dari station Kembangan dengan berjalan kaki ke Pusat Muhammadiyah di jalan Lapang / jalan Selamat tak bergitu jauh kalau dari afront MRT sebelah kiri kita dapat melihat lambang masjid maydin yang bersebelahan dengan masjid Muhammadiyah.

Tiba di masjid khatib telah naik ke mimbar , karena duduk di belakang tak terlihat khatib yang sedang khotbah tetapi dari suara nya seperti pernah mendengarnya. Selesai shalat benar dugaan semula yang jadi khatib adalah ustaz Husein Yee dari Kuala Lumpur Malaysia. ustaz Husein Yee adalah salah seorang Ulama terkemuka di Malaysia pengurus organisasi Al Kadeem. Ustaz keturunan China ini fasih berbahasa Arab, beberpa kali ke Kuala Lumpur kami sering menginap di panti asuhan yang di kelola nya.

Selesai shalat di depan terlihat ustaz Hosein Presiden Muhammadiyah Singapura, kepada beliau pun ada pesan yang akan di sampaikan menyangkut tentang pendirian Muhammadiyah di Thailand dan penerimaan mahasiswa baru pada Ma’had di Batam.

Tak terasa sedang berbicara dengan ustaz Hosein , ternyata ustaz Husein Yee telah tak ada di ruang masjid, jadi tak sempat nak bersalaman. Alamak hari dah menunjukkan pukul 14.30 wibb, pesanan yang akan di bawa ke Batam belum lagi di ambil, dengan naik taxi M Nour kami bergegas menuju Geylang mengambil barangan yang akan di bawa ke Batam , disitu suasa ramadhan sangat terasa hiasan lampu menutupi badan jalan , penjual makanan untuk berbuka juga kue kue untuk lebaran pun sudah banyak tergelar di sepanjang kiri kanan jalan. Boleh juga Singapura pikirku.

“Kita masuk tol saja pak” ujar M Nour terdengar di depan dasboard bunyi klik rupanya uang biaya tol telah terpotong saat kereta memasuki gerbang tol teluk belangan yang menuju WTC,  memasuki harbour front ke tempat parkir kereta dari mulai lantai bawah telah tertera sign board yang menunjukkan level – level untuk tempat parkir berikut tempat parkir yang masih kosong di lantai berapa saja dan berapa jumlah nya dapat terbaca di papan itu. Begitu juga di setiap level gedung parkir  sebelah mana saja yang kosong jelas terlihat, ternyata diatas tempat kereta parkir itu ada lampu indikaator yang berwarna kunign bila ada kereta yg parkir dan berwarna hijau yg masih kosong.

Bayar parkir pun melalui tag yg tersedia di dasboard kereta, saat kereta di letakkan/berhenti warna dari hijau berubah ke kuning dan mulai lah di hitung biaya parkir. Hem…….jadi  ingat mau parkir di mall di Batam minta mapun berputar putar mencari tempat yaang kosong, meskipun ada petugas parkir nya, malah dia sendiri tak tahu di mana saja ada tempat kosong.

Masih sempat naik yang 16.40 waktu Singapura, wave master melaju cepat menuju harbour bay di Batam membawa serta barangku  2 kotak seberat @ 10 kilogram masuk ke dalam bagasi free untuk satu penumpang 12 kg sisa nya harus di bayar perkilo sebesar 1 sin singapura, satu tas punggung dan tintingan seberat 5 kilo kubawa dengan sorotan petugas jaga pelabuhan di singapura.

Dari Harbour Bay Batam ke Singapura harga ticket sebesar 27 Sin Dollar dari Singapura Harbour Front ke Batam harga ticket 21 Sin Dollar. Tapi hitung hitung masih ada untung koq …….

Belum pukul 5 wibb petang pesanan telah sampai kami antar  di tujuan di Batam Center di tempat pemesan.  Lumayanlah  hari ini dapat shalat Jumat di Kembangan Singapura, dapat berbual dengan ustaz Hosein Presiden Muhammadiyah Singapura, begitu juga bersilaturahmi dengan beberapa orang yang tak habis habis nya bersalaman cium pipi kiri dan pipi kanan maklum karib semua, dapat pula rezeki dari pesanan yang dibawa tadi………….. Alhamdulillah………………

Pulau Jemur Sebenarnya Milik Siapa ?

Pulau Jemur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

pulau jemuranpulau jemur 1pulau jemur 2pulau jemur 3

Kalau kita lihat di wikipedia Pulau Jemur  adalah sebuah pulau  milik Indonesia yang terletak di Selat Malaka, dekat dengan perbatasan Malaysia. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan hilir Provinsi Riau. Letaknya sekitar 72,4 km dari Bagan Siapi-Api dan 64,3 km dari Pelabuhan Klang di Malaysia. Pulau ini sebenarnya terdiri dari 9 pulau, di antaranya Pulau Jemur, Tokong Emas , Tokong Simbang  dan Labuhan Bilik .

Pulau Jemur terkenal dengan panorama alam seperti panti berpasir putih dan sebagai habitat penyu hijau . Perairan di sekitar pulau ini terkenal sebagai daerah penghasil ikan .

Pulau Jemur tidak berpenghuni dan hanya menjadi tempat persinggahan bagi nelayan yang sedang melaut. Sebuah pos TNI – AL didirikan di pulau ini untuk kepentingan pengamatan dan navigasi.

Pulau Jemur Milik Siapa?

Kalau kita lihat di : http://www.traveljournals.net/explore/malaysia/map/p456617/pulau%20jemur.html

Jelas tertulis :

Pulau Jemur, Selangor

Pulau Jemur, Selangor, Malaysia

Short place name information
Location Name Type
Alternative Name: Pulau Jemur
Name Type: Native
Area / State: Selangor
Coordinates & Location Type
Area Type: Hypsographic
Location Type: Island
Latitude: 2.869444
Longitude: 100.5667
Latitude (DMS): 2° 52′ 10 N
Longitude (DMS): 100° 34′ 0 E
Location modified: 3/13/1998
Maps & Location database updated: 2004-02-27


Pulau – Pulau terluar di Indonesia pun tak luput dari persengketaan antar negara, di sekitaran kepulauan riau, seperti Batam, Karimun, maupun Natuna, banyak pulau-pulau kita yang belum bernama dan tidak ada tanda-tanda kalau itu pulau dalam wilayah Indonesia.

Contoh Pulau Batu Puteh ini orang Singapura menamakannya Pedra Branca yang artinya sama, karena ada nya tower  (Horsburgh Lighthouse) yang dibuat oleh pemerintah Singapura Mahkamah Internasional di Den Hag memutuskan bahwa Pulau Batu Putih adalah milik Singapura, padahal dalam sejarah pulau Pedra Branca itu masuk kedalam Kesultanan Johor.

Persis sama dengan kasus Sipadan dan Ligitan jatuh ketangan Malaysia , karena komunitas di kedua pulau yang memang masuk wilayah Indonesia itu , bertahun tahun di kelola oleh pengusaha dan penguasa dari Malaysia.

Kasus Pulau Nipa yang hampir tenggelam karena pasir nya di jual ke Singapura, belum lagi Ambalat yang hingga kini belum ada titik terangnya.

Sekarang kami ingin bertanya Pulau Jemur sebenarnya milik siapa?

Daftar Nama Nama Pulau Terluar Yang Berbatasan Dengan Negara Tetangga :

No. Nama pulau Koordinat titik terluar Perairan Wilayah administrasi Berbatasan dengan
1. Alor 8° 13′ 50″ LS,  125° 7′ 55″ BT Selat Ombai Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur Timor Leste
2. Ararkula 5° 35′ 42″ LS,  134° 49′ 5″ BT Laut Aru Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Australia
3. Asutubun 8° 3′ 7″ LS,  131° 18′ 2″ BT Laut Timor Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Timor Leste
4. Bangkit 1° 2′ 52″ LU,  123° 6′ 45″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara Filipina
5. Barung 8° 30′ 30″ LS,  113° 17′ 37″ BT Samudra Hindia Kabupaten Jember, Jawa Timur Australia
6. Batarkusu 8° 20′ 30″ LS,  130° 49′ 16″ BT Laut Timor Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Timor Leste
7. Batek 9° 15′ 30″ LS,  123° 59′ 30″ BT Laut Sawu Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Timor Leste
8. Batu Bawaikang 4° 44′ 46″ LU,  125° 29′ 24″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Filipina
9. Batu Berhanti 1° 11′ 6″ LU,  103° 52′ 57″ BT Selat Singapura Kota Batam, Kepulauan Riau Singapura
10. Batu Goyang 7° 57′ 1″ LS,  134° 11′ 38″ BT Laut Aru Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Australia
11. Batu Kecil 5° 53′ 45″ LS,  104° 26′ 26″ BT Samudra Hindia Kabupaten Tanggamus, Lampung India
12. Batu Mandi 2° 52′ 10″ LU,  100° 41′ 5″ BT Selat Malaka Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Malaysia
13. Benggala 5° 47′ 34″ LU,  94° 58′ 21″ BT Samudra Hindia Kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam India
14. Bepondi 0° 23′ 38″ LS,  135° 16′ 27″ BT Samudra Pasifik Kabupaten Biak Numfor, Papua Palau
15. Berhala 3° 46′ 38″ LU,  99° 30′ 3″ BT Selat Malaka Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara Malaysia
16. Bras 0° 55′ 57″ LU,  134° 20′ 30″ BT Samudra Pasifik Kabupaten Biak Numfor, Papua]] Palau
17. Budd 0° 32′ 8″ LU,  130° 43′ 52″ BT Samudra Pasifik Kabupaten Sorong, Irian Jaya Barat Palau
18. Damar 2° 44′ 29″ LU,  105° 22′ 46″ BT Laut Natuna Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Malaysia
19. Dana 11° 0′ 36″ LS,  122° 52′ 37″ BT Samudra Hindia Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Australia
20. Dana 10° 50′ 0″ LS,  121° 16′ 57″ BT Samudra Hindia Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Australia
21. Deli 7° 1′ 0″ LS,  105° 31′ 25″ BT Samudra Hindia Kabupaten Pandeglang, Banten Australia
22. Dolangan 1° 22′ 40″ LU,  120° 53′ 4″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah Malaysia
23. Enggano 5° 31′ 13″ LS,  102° 16′ 0″ BT Samudra Hindia Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu India
24. Enu 7° 6′ 14″ LS,  134° 31′ 19″ BT Laut Arafuru Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Australia
25. Fani 1° 4′ 28″ LU,  131° 16′ 49″ BT Samudra Pasifik Kabupaten Sorong, Irian Jaya Barat Palau
26. Fanildo 0° 56′ 22″ LU,  134° 17′ 44″ BT Samudra Pasifik Kabupaten Biak Numfor, Papua Palau
27. Gosong Makasar 3° 59′ 25″ LU,  117° 57′ 42″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur Malaysia
28. Intata 4° 38′ 38″ LU,  127° 9′ 49″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Filipina
29. Iyu Kecil 1° 11′ 30″ LU,  103° 21′ 8″ BT Selat Malaka Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau Malaysia
30. Jiew 0° 43′ 39″ LU,  129° 8′ 30″ BT Laut Halmahera Halmahera, Maluku Utara Palau
31. Kakarutan 4° 37′ 36″ LU,  127° 9′ 53″ BT Samudra Pasifik Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Filipina
32. Karang 7° 1′ 8″ LS,  134° 41′ 26″ BT Laut Aru Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Australia
33. Karaweira 6° 0′ 9″ LS,  134° 54′ 26″ BT Laut Aru Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Australia
34. Karimun Kecil 1° 9′ 59″ LU,  103° 23′ 20″ BT Selat Malaka Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau Malaysia
35. Kawalusu 4° 14′ 6″ LU,  125° 18′ 59″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Filipina
36. Kawio 4° 40′ 16″ LU,  125° 25′ 41″ BT Laut Mindanao Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Filipina
37. Kepala 2° 38′ 42″ LU,  109° 10′ 4″ BT Laut Natuna Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Malaysia
38. Kisar 8° 6′ 10″ LS,  127° 8′ 36″ BT Selat Wetar Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Timor Leste
39. Kolepon 8° 12′ 49″ LS,  137° 41′ 24″ BT Laut Aru Kabupaten Merauke, Papua Australia
40. Kultubai Selatan 6° 49′ 54″ LS,  134° 47′ 14″ BT Laut Aru Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Australia
41. Kultubai Utara 6° 38′ 50″ LS,  134° 50′ 12″ BT Laut Aru Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Australia
42. Laag 5° 23′ 14″ LS,  137° 43′ 7″ BT Laut Aru Irian Jaya Timur, Papua Australia
43. Larat 7° 14′ 26″ LS,  131° 58′ 49″ BT Laut Aru Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Australia
44. Leti 8° 14′ 20″ LS,  127° 37′ 50″ BT Laut Timor Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Timor Leste
45. Liki 1° 34′ 26″ LS,  138° 42′ 57″ BT Samudra Pasifik Kabupaten Jayapura, Papua Papua Nugini
46. Lingian 0° 59′ 55″ LU,  120° 12′ 50″ BT Selat Makasar Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah Malaysia
47. Liran 8° 3′ 50″ LS,  125° 44′ 0″ BT Selat Wetar Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Timor Leste
48. Makalehi 2° 44′ 15″ LU,  125° 9′ 28″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Filipina
49. Mangkai 3° 5′ 32″ LU,  105° 35′ 0″ BT Laut Natuna Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Malaysia
50. Mangudu 10° 20′ 8″ LS,  120° 5′ 56″ BT Samudra Hindia Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur Australia
51. Manterawu 1° 45′ 47″ LU,  124° 43′ 51″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara Filipina
52. Manuk 7° 49′ 11″ LS,  108° 19′ 18″ BT Samudra Hindia Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Australia
53. Marampit 4° 46′ 18″ LU,  127° 8′ 32″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Filipina
54. Maratua 2° 15′ 12″ LU,  118° 38′ 41″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Malaysia
55. Marore 4° 44′ 14″ LU,  125° 28′ 42″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Filipina
56. Masela 8° 13′ 29″ LS,  129° 49′ 32″ BT Laut Timor Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Timor Leste
57. Meatimiarang 8° 21′ 9″ LS,  128° 30′ 52″ BT Laut Timor Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Timor Leste
58. Mega 4° 1′ 12″ LS,  101° 1′ 49″ BT Samudra Hindia Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu India
59. Miangas 5° 34′ 2″ LU,  126° 34′ 54″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Filipina
60. Miossu 0° 20′ 16″ LS,  132° 9′ 34″ BT Samudra Pasifik Kabupaten Sorong, Irian Jaya Barat Palau
61. Nipa 1° 9′ 13″ LU,  103° 39′ 11″ BT Selat Singapura Kota Batam, Kepulauan Riau Singapura
62. Nongsa 1° 12′ 29″ LU,  104° 4′ 47″ BT Selat Singapura Kota Batam, Kepulauan Riau Singapura
63. Nusakambangan 7° 47′ 5″ LS,  109° 2′ 34″ BT Samudra Hindia Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Australia
64. Panambulai 6° 19′ 26″ LS,  134° 54′ 53″ BT Laut Aru Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Australia
65. Panehan 8° 22′ 17″ LS,  111° 30′ 41″ BT Samudra Hindia Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Australia
66. Pelampong 1° 7′ 44″ LU,  103° 41′ 58″ BT Selat Singapura Kota Batam, Kepulauan Riau Singapura
67. Raya 4° 52′ 33″ LU,  95° 21′ 46″ BT Samudra Hindia Kabupaten Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam India
68. Rondo 6° 4′ 30″ LU,  95° 6′ 45″ BT Samudra Hindia Kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam India
69. Rusa 5° 16′ 34″ LU,  95° 12′ 7″ BT Samudra Hindia Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam India
70. Salando 1° 20′ 16″ LU,  120° 47′ 31″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah Malaysia
71. Salaut Besar 2° 57′ 51″ LU,  95° 23′ 34″ BT Samudra Hindia Kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam India
72. Sambit 1° 46′ 53″ LU,  119° 2′ 26″ BT Laut Sulawesi Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Malaysia
73. Sebatik 4° 10′ 0″ LU,  117° 54′ 0″ BT Selat Makasar Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur Malaysia
74. Sebetul 4° 42′ 25″ LU,  107° 54′ 20″ BT Laut China Selatan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Vietnam
75. Sekatung 4° 47′ 45″ LU,  108° 1′ 19″ BT Laut China Selatan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Vietnam
76. Sekel 8° 24′ 24″ LS,  111° 42′ 31″ BT Samudra Hindia Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Australia
77. Selaru 8° 10′ 17″ LS,  131° 7′ 31″ BT Laut Timor Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Australia
78. Semiun 4° 31′ 9″ LU,  107° 43′ 17″ BT Laut Natuna Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Malaysia
79. Sentut 1° 2′ 52″ LU,  104° 49′ 50″ BT Selat Singapura Kabupaten Kepulauan Riau, Kepulauan Riau Malaysia
80. Senua 4° 0′ 48″ LU,  108° 25′ 4″ BT Laut China Selatan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Malaysia
81. Sibarubaru 3° 17′ 48″ LS,  100° 19′ 47″ BT Samudra Hindia Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat India
82. Simeulucut 2° 31′ 47″ LU,  95° 55′ 5″ BT Samudra Hindia Kabupaten Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam India
83. Simuk 0° 5′ 33″ LS,  97° 51′ 14″ BT Samudra Hindia Kabupaten Nias, Sumatra Utara India
84. Sinyaunyau 1° 51′ 58″ LS,  99° 4′ 34″ BT Samudra Hindia Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat India
85. Sophialouisa 8° 55′ 20″ LS,  116° 0′ 8″ BT Samudra Hindia Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat Australia
86. Subi Kecil 3° 1′ 51″ LU,  108° 54′ 52″ BT Laut Natuna Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Malaysia
87. Tokong Belayar 3° 27′ 4″ LU,  106° 16′ 8″ BT Laut Natuna Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Malaysia
88. Tokong Malang Biru 2° 18′ 0″ LU,  105° 35′ 47″ BT Laut Natuna Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Malaysia
89. Tokong Nanas 3° 19′ 52″ LU,  105° 57′ 4″ BT Laut Natuna Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Malaysia
90. Tokongboro 4° 4′ 1″ LU,  107° 26′ 9″ BT Laut Natuna Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Malaysia
91. Wetar 7° 56′ 50″ LS,  126° 28′ 10″ BT Laut Banda Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Timor Leste
92. Wunga 1° 12′ 47″ LU,  97° 4′ 48″ BT Samudra Hindia Kabupaten Nias, Sumatra Utara India

Sumber: Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia [1]

Filter Air Minum Isi Ulang Dari Tulang Babi

Filter filter air minum isi ulang terbuat dari apa?.......konsumen perlu mempertanyakan nya...

Filter filter air minum isi ulang terbuat dari apa?.......konsumen perlu mempertanyakan nya...

Masak sih air munim dalam kemasan bisa tidak halal?.

Pertanyaan sederhana,  pertanyaan ini acap dipertanyakan kepada kami, sebenarnya dalam  jurnal halal yang diterbitkan oleh LP POM MUI Pusat tentang hal ini ada. Tetapi  berapa orang kah yang membacanya. Di Televisi  masih jarang tersiar penjelasan tentang ketidak halalan air dalam kemasan, kalau boleh dikatan malah nyaris tak pernah.

Mencoba menjelaskan mengapa menjadi tidak halalnya air minum dalam kemasan atau air isi ulang,  salah satu faktor penyebab utamannya adalah filter yang terpasang, apakah dari bahan yang tidak halal.

Masyarakat awam tidak mengerti atau mungkin kurang mengerti apa-apa saj isi dari filter penyaring air itu, salah satunya arang aktif. Arang aktif  ada yang terbuat  dari tulang hewan, seperti dari hewan babi atau sapi, kalau pun dari sapi misalnya,  cara pemotongan sapi (ternak) yang  tidak halal tidak menurut syariat Islam produk yang dihasilkannya menjadi tidak halal.

Sebagai orang awam tidak  terbayangkan oleh mereka bagaimana proses tulang hewan bisa menjadi filter (arang aktif). Tulang hewan (sapi, babi) bukan hanya digunakan untuk filter air isi ulang saja malah tulang tulang ini adalah bahan baku untuk pembuat  foam (busa) yang paling baik dan efektif untuk memadamkan kebakaran, contoh untuk memadamkan api pada pesawat terbang yang terbakar,  adalah menggunakan busa (foam) dari tulang hewan itu, diproses sedemikian rupa sehingga expansinya cukup baik untuk memutus mata rantai segitiga api.

Filter dari tulang hewan

Kalau lah salah satu filter untuk menyaring air itu terbuat dari tulang hewan kemudian  air yang mengalir melalui filter (berisi arang aktif yang terbuat dari tulang yang tidak halal)  menjadi kan air  tidak halal.

Disamping filter tentunya ada lagi yang mempengaruhi ketidak halalan air dalam kemasan, seperti alat anggkutnya, tempatnya atau wadahnya dan lain-lain. tetapi faktor filter adalah yang dominan.

Pengganti arang aktif ini banyak juga di gunakan dari arang tempurung kelapa.