
Mendiknas Bambang Sudibyo
Sama persis kasus nya dengan pengumuman hasil UN untuk SMA sederajat, pengumuman hasli UN untuk tingkat SMP sederajat pun diundur ke hari senin tanggal 22 Juni 2009.
Pagi tadi puluhan siswa mendatangi sekolah, sebagian sudah ada yg tahu kalau pengumuman di undur, tetapi karena sudah janjian dengan teman -teman nya untuk berjumpa di sekolahan.
“Tak apalah” kata Rahayu dengan muka pasrah……. karena hampir diseluruh daerah pengumuman kelulus
an ini di undur..
Mereka masih terlihat bergerombol dan bercengkerama, membincangkan kalau nilai nya tinggi akan masuk ke sekolah mana, dan ada yang masih tetap melanjutkan di sekolah Hang Tuah , “Aku mau ikut Drumband Sekolah” ujar seorang siswa, rupanya dia tertarik masuk kembali ke SMK Hang Tuah karena ada Marching Band.
Di sekolah Hang Tuah pun kini punya fasilitas studio pemancar TV , meskipun hanya baru menjangkau beberapa kilometer, karena daya pancar nya baru 30 watt saja. Tetapi semua kegiatan mulai dari membuat berita, kameramen,editing, host, pembaca berita, lighting semua nya ditangani oleh siswa SMI , tidak saja jurusan multimedia , jurusan yg lain pun ikut serta.
Dibawah in kami kutip tulisan dari koran lokal Batam Pos tentang penundaan pengumuman UN untuk SMP di seluruh Kepri :
Hasil Unjian Nasional (UN) yang menentukan kelulusan siswa SMP sederajat akan diumumkan Senin (22/6) pekan depan. Saat ini, Dinas Pendidikan (Diknas) Kepri sedang memproses hasil capaian nilai siswa tersebut, pasca menerima dari Departemen Pendidikan RI. ‘’Diknas berharap capaian nilai kelulusan siswa SMP sederajat memuaskan,’’ ujar Kadisdik Kepri, Arifin Nasir, Jumat (19/6). Arifin minta siswa tak perlu khawatir, jika saat UN bisa mengerjakannya dengan benar. ”Saya yakin, hasil kelulusan siswa SMP memuaskan,’’ katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan Kadis Dikpora Tanjungpinang, Drs Ahadi. Menurutnya, hasil UN SMP akan diundur dari hari ini, Sabtu (20/6) ke hari Senin (22/6). Hingga kemarin, kata Ahadi, hasil UN SMP se-Provinsi Kepri belum diterima seluruh dinas pendidikan di kabupaten kota, karena masih berada di tangan Dinas Pendidikan Kepri. Dijadwalkan, hasil UN SMP 2009 itu baru akan diserahkan dari Disdiknas Kepri ke dinas pendidikan kabupaten/kota di Kepri hari ini sekitar pukul 14.00 WIB.
”Bisa jadi Senin (22/6) sore (pengumuman hasil UN SMP di Tanjungpinang, red) karena Sabtu siang (hari ini, red) pukul 14.00 WIB baru mau diserahkan Disdik Kepri ke Dinas Pendidikan kota/kabupaten,” kata Kadis Dikpora Tanjungpinang, Drs Ahadi, kemarin. Seperti halnya saat pengumuman hasil UN SMA sederajat awal pekan ini, pengumuman hasil UN SMP baru akan diterima masing-masing kepala sekolah Senin (22/6) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah menerima salinan hasil UN dari Disdikpora selanjutnya masing-masing kepala sekolah melaksanakan rapat dengan majelis guru. Untuk menentukan kelulusan siswanya. Sebab, hasil UN hanyalah satu faktor penentu kelulusan. Faktor lainnya yang menentukan kelulusan adalah nilai hasil ujian sekolah, dan lain-lain.
Pengumuman hasil kelulusan siswa SMP ini, nantinya juga dilaksanakan seperti saat pengumuman kelulusan SMA. Setiap siswa diberi satu amplop tertutup yang berisikan jumlah hasil UN yang sudah dijalani. Namun, yang terpenting di dalam amplop tersebut berisikan hal yang sangat dinantikan yaitu lulus atau tidaknya mereka saat itu. Penundaan pengumuman hasil UN SMP ini sekaligus membuat kecemasan para siswa yang ikut UN, semakin menjadi-jadi. Berbeda dengan siswa SMA sederajat yang untuk masuk perguruan tinggi harus melalui beragam tes. Bagi siswa SMP hasil UN sangat menentukan di mana mereka akan melanjutkan pendidikannya selanjutnya. Sebab, nyaris semua sekolah menengah atas dan sederajat akan menerima siswa baru berdasarkan nilai hasil UN. Kecuali untuk sekolah rintisan berstandar internasional seperti SMAN 1 Tanjungpinang.
”Nilai UN akan sangat menentukan mau masuk ke SMA atau SMK mana nantinya. Kalau nilainya bagus bisalah masuk sekolah yang bagus. Tapi kalau nilainya jelek tak mungkin mendaftar di sana,” ujar salah satu siswa SMP di Tanjungpinang, Dewi. Dalam kesempatan ini, Arifin menambahkan Pemprov Kepri berencana memberikan beasiswa kepada 20 siswa SMA sederajat yang mampu meraih nilai tertinggi pada UN tahun ini. Dua puluh siswa ini terdiri 10 siswa SMA dan 10 siswa SMK.
Penyerahan beasiswa, dilaksanakan 2 Juli 2009 mendatang di kantor Pemprov Kepri di Tanjungpinang. ‘’Kita akan undang secara resmi, orang tua siswa bersangkutan. Pak Gubernur Kepri yang menyerahkan langsung beasiswa tersebut,’’ tutur Arifin. Pemberian beasiswa bertujuan memberi penghargaan pada siswa berprestasi di Kepri.
Menurutnya, tidak semua siswa bisa meraih prestasi ini. ‘’Pemprov juga akan memberi piagam penghargaan pada siswa berprestasi tersebut,’’ sambungnya. Terkait 112 siswa SMK di Kepri dinyatakan lulus susulan, Arifin mengatakan ,kelulusan SMK tahun ini sedikit ada masalah di Departemen Pendidikan akibat adanya perubahan sistim penilaian terhadap ujian teori dan praktik. Awalnya, Diknas Kepri menaruh curiga, dan heran, mengapa nilai anak-anak ini tidak tercantum alias kosong. ‘’Lantas kita bertanya, dan selanjutnya departemen mengundang Diknas Kepri ke Jakarta. Kita utus Kepala Seksi yang menangani SMK untuk menanyakannya,’’ tambah Arifin. Lantas, setelah dilakukan pengecekan kembali, dinyatakan 112 anak tersebut dinyatakan lulus. ‘’Jika nilai mereka bagus, akan diberikan penghargaan juga loh,’’ tukasnya.
DIarsipkan di bawah: Lain-Lain, Sosial, Televisi, berita, catatan harian, etika, hukum, indonesia, internet, koran, opini, pemerintah, pemko batam, prilaku, sekolah, tv komunitas, umum | 27 Komentar »










Sebagai orang yang pernah di suntik vaksin dan ternyata vaksin itu mengandung enzim babi, pilu rasanya hati ini…. mengapalah teledor nya pemerintahan ku ini. Sebelum berangkat ke Haji, semua orang mengharapkan haji yang mabrur, begitu lah doa sanak dan keluarga yang datang baik di undang maupun yg di kunjungi.














Rencana perjalanan dakwah ustaz Abdul Wahab memang tak meng agenda kan Indonesia sebagai tempat tujuan, di karenakan Indonesia adalah negara mayoritas muslim. Hal itu terlihat dari jadwal kunjungan yang di buat beliau rinci sejak Januari 2009 sampai ke Desember 2009.

