Tanda-Tanda Dajjal Buta Matanya Sebelah

Karena aku tak tahu menjelaskan tentang dajjal …………….. apakah memang sudah ada……… malah kata teman sudah ada dajjal di Indonesia, wallahualam……… dibawah ini kutipan hadist-hadist dari beberapa sumber yang menyangkut dengan hari kiamat dan dajjal.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah

Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Dajjal itu buta mata kirinya, berambut lebat, ia membawa surga dan neraka, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka 

Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata dan di antara kedua matanya tertulis “kaaf”, “faa”, “raa” 
 

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada satu negeri yang tidak dimasuki Dajjal, kecuali Mekah dan Madinah, dan tidak ada satu jalan di Madinah, kecuali terdapat malaikat yang berbaris menjaganya. Maka Dajjal singgah di daerah rawa, kemudian Madinah bergoncang tiga kali goncangan, sehingga seluruh orang kafir dan munafik keluar dari sana menuju ke tempat Dajjal 

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:
Suatu hari Rasulullah saw. pernah bercerita kepada kami suatu cerita panjang tentang Dajjal. Di antara yang beliau ceritakan kepada kami adalah: Ia akan datang tetapi ia diharamkan memasuki jalan-jalan Madinah, kemudian ia tiba di tanah lapang tandus yang berada di dekat Madinah. Lalu pada hari itu keluarlah seorang lelaki yang terbaik di antara manusia atau termasuk manusia terbaik menemuinya dan berkata: Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah saw. kepada kami. Dajjal berkata: Bagaimana pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lalu menghidupkannya lagi, apakah kamu masih meragukan perihalku? Mereka berkata: Tidak! Maka Dajjal membunuhnya lalu menghidupkannya kembali. Ketika telah dihidupkan, lelaki itu berkata: Demi Allah, aku sekarang lebih yakin tentang dirimu dari sebelumnya. Maka Dajjal itu hendak membunuhnya kembali, namun ia tidak kuasa melakukannya

Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra., ia berkata:
Tidak ada seorang yang bertanya kepada Nabi saw. tentang Dajjal lebih banyak dari apa yang aku tanyakan. Beliau bersabda: Kenapa kamu bersusah-payah menanyakan hal itu? Sesungguhnya ia tidak akan membahayakan kamu. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, mereka mengatakan bahwa Dajjal itu membawa makanan dan sungai? Beliau menjawab: Perkaranya lebih ringan di hadapan Allah dari itu

Siapa, Dimana, HMI Batam

Dah lama tak terdengar nama HMI Batam disebut, entah memang aku yang tak pernah tahu apa kegiatan mereka, aku pun tak tahu apa memang masih ada HMI di Batam.

Ternyata HMI Batam masih ada?……………… pertama, petang tanggal 22 April 2008 ,seorang yang mengaku anggota HMI meneleponku, menanyakan tentang vietnam dan menyangkut pariwisata…………. saat itu aku sih senang-senang saja , karena aku baru pulang dari Vietnam, dan di Batam ada kemp ex pengungsi vietnam.

Janjian akan bertemu dengan Ibrahim demikian nama yang disebutkan diseberang telpon kepadaku dari HMI pak katanya menjelaskan….. sungguh aku pun sudah lupa siapa Ibrahim. Hingga hari ini tanggal 9 Mei 2008 Ibrahim tak kunjung datang berkunjung.

Akupun sudah lupa lagi dengan HMI, lupa pulak dengan yang namanya Ibrahim……….. tiba di petang tanggal 8 Mei 2008 ada sms masuk ke hp ku………. PAK KALAU MENDAKWA HARUS NIAT DAN HATI YANG TULUS TANPA EMBEL 2D BELAKANGNYA DARI HMI KOTA BATAM .  dari  +6281372916679 , karena tak tahu maksudnya isi sms dari yang mengatasnakan HMI itu aku hubungi no hp diatas ………….

Diangkat sebentar tidak dijawab langsung dimatikan……. aku hubungi lagi ……… jawaban nomor yang anda tuju tidak aktif. Besoknya selepas Jumat 9 Mei 2008 aku coba hubungi lagi ……. ada sahutan……… aku tanya dengan siapa, jawabaan agak kurang jelas pak… saya lagi di bus nanti saya hubungi lagi kata suara dari seberang.

Aku agak penasaran siapa pulak yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Batam ini menulis sms seperti itu, sedang aku terpikir-pikir mana dakwa yang dimaksud sms yang mengatas namakan HMI tadi, kalau lah dah mengatasnamakan HMI membuat komentar seperti itu tentulah mereka dah rapat ..eeee ada pulak sms masuk dari bang Ade Syahlan , bang Ade ni adalah pemimpin Perusahaan dan juga wartawan Pos Metro (Jawa Pos group) . “ada sms dari bang Ade pak” kata Aries Kurniawan ……….. aku baca  berbunyi sbb : “apa sudah ada respon setelah saya pasang iklan di posmetro untuk sedekah di pulau? hari ini iklannya di hal 23″.  

Mungkin ini yang dimaksud oleh HMI Batam tadi………….. kenapa berdakwa harus diembel dengan 2D kata Aries Kurniawan lagi…………… bang Ade memang ikut saat kami tanggal 1 Mei 2008 pergi ke beberapa pulau mengunjungi suku laut muslim, ada 60 an orang kami ke pulau-pulau tu…… ada dari Tribun Batam, ada dari Batam Pos, ada dari Pos Metro, ada dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam, ada dari Persatuan Mubaligh Batam, ada dari Kantor Departemen Agama Batam , Ka KUA Nongsa hadir, Lurah Ngenang pun ikut, dari Pemuda Muhammadiyah hadir, dari Aisyiah Batam pun ikut, Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)  Batam, dari Polyteknik pun ikut tapi tidak mengatasnamakan polyteknik tapi dia dosen disana. Wartawan Pos Metro mengirim anggotanya 3 orang……… dari HMI tak ada yang ikut.

Nah ……..masing-masing mereka ini melihat on the spot ………. dan masing memikirkan apa yang bisa dibuat untuk membantu suku laut muslim yang tertinggal dan terpinggirkan itu……….. mungkin bang Ade berpikir alangkah baiknya dibuat iklan untuk mengetuk hati orang-orang  untuk bersedakah……. mungkin itu menurutnya bentuk dakwa bil hal yang bisa dibuatnya.

Terus dimana embel harus ikhlas dan 2D tadi………….. seorang sajana pertanian yang ikut dengan rombongan kami ziarah ke suku laut muslim yang sekarang sedang gencar “diserang” aqidahnya itu……… berniat akan membuat satu proyek yang dapat menambah income mereka……. karena laut Batam tak menjanjikan lagi………. banyak ide-ide bermunculan setelah melihat saudara se Iman yang sedang goyang aqiadahnya ini…………… lha HMI entah kemana koq tiba-tiba ada yang mengatasnamakan HMI Batam sewot………. menyuruh orang niat tulus segala………….. atau ada orang yang menyaru sebagai HMI………………….. kata Aries lagi….    mungkin juga ya………

  

 

 

 

Usut Tuntas Pengalihan Hutan Lindung Di Batam

Kepala BPN Batam itu akhirnya “dipindahkan” dari Batam karena tak sejalan dengan Otorita Batam (OB) dan pengusaha real estate di Batam?, ini menyangkut soal pengalokasian tanah (lahan) dari OB kepada investor terutama investor perumahan (real estate).

Awalnya kepala BPN ini membuat surat ke seluruh Notaris PPAT se Batam untuk tidak melayani pembuatan akte sebelum pengembang terlebih dahulu membayar biaya yang menyangkut pengalokasian lahan dari OB, selama ini kebijakan dari OB pengembang dapat alokasi lahan dibuat perumahan dan si pembeli lah yang mengurus akte kepemilikan tanah, jadi PL induk di pecah -pecah oleh sipengembang, in i sangat merugikan negara dari segi pendapatan.

Tapi tidak semua pengembang seperti itu, contoh sederhana saja pengembang AQ mendapat lahan katakan lah 10 hektar, AQ membayar seluruh UWTO ke OB dan menyelesaikan semua biaya yang menyangkut lahan 10 hektar tadi ke BPN, baru setelah itu konsumen pembeli perumahan mengurus sertifikat, jadi disertifikat indukkan dulu baru dibagi atau dipecah, tapi sebagian besar pengembang tidak mengurus ke BPN terlebih dahulu, hanya yang dibangun dan dibeli oleh konsumen yang diurus ke BPN, alias belum dibuat sertifikat induk dulu.

HUTAN LINDUNG DAM BALOI DAN HUTAN WISATA DI MUKA KUNING  

Di awal tahun 70 an saat Dam Baloi itu dibuat dan di fungsikan Land Mark Kota Batam bukan disitu , bisa dilihat di slide-slide yang dibuat OB , slide ini sering dipertunjukkan kepada tamu-tamu ataupun investor,  bagaimana OB akan mengembang kan Batam ke depan.

Selain pengalihan hutan lindung Dam Baloi yang belum disetujui oleh menteri kehutanan, satu lagi hutan wisata dan hutan lindung yang telah beralih fungsi menjadi kawasan industri yaitu Panbil, hutan wisata di Panbil itu rencana nya akan digunakan menjadi bumi perkemahan Pramuka , telah dibuat studi kelayakan melibatkan akademisi seperti dari UI, tak tahu kami dari pengurus pramuka saat itu Ir Dodi Cahyadi , Ir Tato Wahyu, Alm Harun Mustaram ketiga mereka ini notabene adalah masih pegawai OB, lahan hutan wisata itu dialihkan menjadi kawasan industri di saat ibu Mega wati menjadi Presiden.

Saat itu kami utarakan kepada direktur Operasi OB Ir Prianto, dengan enteng beliau menjawab kalau lahan pengganti untuk pramuka sudah diganti ke punggur sana , lahan baru itu tak layak menjadi bumi perkemahan karena tak ada air disana. 

Bukan saja pengalihan lahan tetapi pengalokasian lahan pun kita minta diusut tuntas oleh KPK, seperti pengalokasian lahan kepada pihak pengembang yang tidak didaftarkan ke BPN terlebih dahulu. disamping merugikan negara ini juga sangat merugikan konsumen.

  

Bank Tarombo Batak Untuk Jittar

  • Bank Tarombo hingga saat ini telah mengkoleksi 100 marga. Data sampai dengan anak2 sekarang juga ada boru / hela dan hula-hula / isteri. Tidak mungkin terkumpul lengkap, Karena itu kami sangat mengha- rapkan kesedian kita semua untuk mengirimkan silsilahnya. Kalau hanya cabang kecil marganya juga boleh karena nanti akan digabung dengan cabang lain dari marga itu yang sudah ada atau yang akan diperoleh kemudian. Ingat Silsilah tidak berhubungan dengan agama tetapi ras. Terimakasih

  • Banyak keluhan kita tentang banyaknya dokumen / buku Batak yang ada diluar negeri. Terutama buku lama. Banyak yang ingin mencari referensi mengenai satu masalah Batak tetapi tidak mendapatkannya,
    Hingga sekarang bahkan buku-buku Batak yang terbitan terbarupun tidak tau dimana memperoleh-nya.Bahkan di Perpustakaan Nasional buku-buku Batak sangat minim. Karena itu dikandung maksud untuk membuka perpustakaan buku Batak di Jl. Pramula 17 A Jakarta 13130. Buku-buku disana nantinya diharapkan bersumber dari perorangan yang mau menitipkan buku. Buku tidak dipinjamkan hanya dapat dibaca ditempat tanpa bayar. Kami menghimbau pada saatnya nanti Anda mau menitip-kan bahkan menyumbangkan buku untuk menjadi bahan bacaan bagi yang memerlukan. Semoga Tuhan merestui.

    Dua komentar diatas dari Littar Maringan Pardede, ditulisan Ikatan Keluarga Batam Islam (IKBI) Batam yang kutulis dalam http://imbalo.wordpress.com

    Lebih dah setengah abad aku hidup di dunia, lahir di Padang Sidempuan Tapanuli Selatan, kata ibuku aku cuma numpang lahir disana, habis hari istilah di kampungku maksudnya setelah 40 hari umur bayi aku dibawa ke Medan, karena Medan kurang aman saat itu terpaksalah ibuku melahirkan di Padang Sidempuan. Hampir 36 tahun aku tinggal di Bumi Melayu Kepulauan Riau.

    Dalam buku Mangaraja Onggan Parlindungan, di Padang Sidempuan dahulu terdapat benteng kerajaan Batak yang cukup kuat sebelum Belanda datang menjajah, Raja nya marga Nasution , tak jauh dari benteng itulah aku dilahirkan. Kalau benar benteng yang dimaksud berada dekat sungai Siborang sebagaimana ditulis dalam buku Tuanku Rao. 

    Raja di Bakkara adalah Sisingamangaraja XII, tak mau tunduk terhadap Belanda tetapi sebagian rakyat terutama yang terkena kolera ikut Belanda, kolera itu akibat perang Paderi. Beribu-ribu orang terbunuh begitupun ternak, sebagian menyelamatkan diri begitu antara lain dalam buku Tuanku Rao.

    Marga Nasution itu bukan orang Batak menurut versi buku Tuanku Rao, buku ini menjadi kontoversi tapi dicetak ulang. Dalam buku ini juga disinggung tentang ketidak taatan rakyatnya kepada Raja nya, karena sebagian tidak mengakui dia benar-benar sebagai keturunan raja. Tertulis dalam Sipongki nangolngolan.

    Ketidak jelasan sislisah antara keturunan raja yang kawin semarga dan ketidak taatan rakyatnya kepada rajanya saat dia berjuang melawan penjajahan, meskipun dengan adanya penjajahan membuat banyak orang batak terpelajar  bahkan beberapa menjadi jenderal dan berkiprah di bumi Indonesia setelah merdeka , mungkin itu menurutku salah satu faktor susah membuat buku yang anda maksud Jittar Maringan Pardede.

    Kalau membaca buku Tuanku Rao, rasanya tak sampai hati aku menyimpulkan sejarah Batak termasuk sejarah yang kelam, tapi mungkin aku salah Jittar menyimpulkan.           

      

    Di Pulau Kubung Dah Ada Dai

    Terheran-heran pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam, kalau ada orang yang dapat menjadi Khatib di Pulau Kubung, pertanyaan yang tak seharusnya keluar dari mulut Syarif pengurus LAZ Masjid Raya Batam itu “Kenapa tak kasih tahu kepada kami” tanya Syarif tak tahu pertanyaan itu ditujukan kepada siapa, namanya juga Syarif yang sedang terheran-heran, jadi pertanyaan kenapa tak kasih tahu kami, agaknya tak sengaja terkeluar dari mulutnya.

    Begitulah … 1 Mei 2008 yang baru lalu bertepatan dengan hari buruh kami ziarah ke suku laut muslim yang mendiami beberapa pulau disekitaran pulau Batam, pulau yang kami kunjungi pertama adalah pulau Kubung.  

    Pulau Kubung tak jauh dari Pulau Batam, dengan pompong 10-15 menit dah sampai, P Kubung masuk kelurahan Ngenang, kecamatan Nongsa Batam Provinsi Kepulauan Riau. ”Tak tahu jumlah penduduk disini” jawab Dormat penduduk asli disitu saat kami tanya. Yang muslim 6 KK katanya satu saat, sesaat kemudian 4 , pada saat kami di pulau Air Mas pula Dormat mengatakan 7 .

    Sabirun Khusnum sekertaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batam yang ikut rombongan kami ziarah ke pulau-pulau disekitaran Batam yang didiami oleh suku laut yang lagi gencar digarap misionaris tersenyum mendengar perubahan jumlah KK yang muslim di pulau Kubung tersebut.

    Bagi orang yang tak tahu tentang suku laut, tak heran akan tersenyum mendengar jawaban Dormat, Ade Syahlan dari Pos Metro sebuah harian di Batam group Jawa Pos yang juga ikut dalam rombongan kami mengatakan “berpindah-pindah alias tak menetap”  menjelaskan arti dari nomaden , itulah suku laut, selalu berpindah pindah tempat.

    Saat kami datang berkunjung ke P Kubung 2 orang sedang melaut, dan seorang lagi bekerja di Batam, yang bekerja di Batam dah beberapa bulan tak balik-balik ke P Kubung,  anaknya seorang yang bernama Lintang dititipkan kepada saudaranya , isterinya dah meninggal dunia, seorang anaknya perempuan pelajar SMP diasuh oleh orang Korea di Batam, itulah sebab Dormat agak bingung apakah temannya yang bekerja di Batam itu masih penduduk P Kubung ataukah tidak 

    Dormat tak pernah bersekolah , baca tulis dia tak pandai, hampir keseluruhan orang Kubung dan Pulau-Pulau sekitarannya yang seusia Dormat tak pandai tulis baca,  di P Kubung ada sekolah SD kelas jauh, dan ada guru dari Dinas Pendidikan Batam ditempatkan di sana.

     ”Pak Lurah Ngenang tak pernah kesana ” bisik Menik wartawati dari Harian Tribun Batam sambil tersenyum, pak Lurah tak pernah kesana maklum lurahnya baru diangkat sekitar 1 tahun , dari Pulau Ngenang ke P Kubung dengan spead boat (boat laju) tak sampai 10 menit, saat kami janjian bertemu di Telaga Punggur pun kami sudah mengatakan akan ke P Kubung terlebih dahulu baru ke  P Air Mas pak Lurah beserta rombongannya tak nak datang ke P Kubung.

    Kalau rombongan pak Lurah terlebih dahulu datang ke P Kubung dan Syarif yang dari LAZ pun datang terlebih dahulu ke P Kubung tahulah mereka di Pulau itu ada Rumah Pemotongan Babi terbesar di Batam tempat Ainur Rafiq bekerja, dan tahulah mereka seberapa besar Gereja yang ada disana, dan tak ada Mushalla di P Kubung.

    Pantas lah kalau Dormat runsing hatinya ” kami tak minta apa-apa hanya minta ada ustaz yang mengajari kami tentang agama” pinta Dormat berulang-ulang, selama ini kami di Kubung tak pernah didatangi siapapun kata Ainur Rafiq menimpali sambil melirik rombongan kami dari Batam, selalu kami disuruh datang ke Ngenang, tak tahu ada acara apa disana, yang penting datang kesana lanjut Rafiq agak khawatir nada suaranya. Kami kan perlu mencari nafkah juga tambahnya, menjelaskan kalau nak menyuruh datang tu seharusnyanya dikasih tahulah apa acaranya.

    Selama ini kiranya pembinaan terhadap muslim di pulau-pulau sekitaran Pulau Ngenang dipusatkan di Kelurahan itu, siapa pulak yang mau tinggal di pulau Kubung, tak ada Dai yang bertahan paling lama hanya satu tahun itupun bukan di Pulau Kubung tapi di Pulau Air Mas.  Husaini, Ka KUA Kecamatan Nongsa manggut-manggut mendengar penjelasan itu, akan kita laporkan kepada Ka Kandepag Batam ujar seorang staf Kantor Departemen Agama Kota Batam, yang ikut ziarah bersama kami.

    Padahal ada orang yang sanggup menjadi ustaz, tak payah mendatangkan dari luar lagi,   InsyaAllah saya siap menjadi guru mengajari anak-anak mengaji Alquran ujar Rafiq, jadi tak payah lagi nak belajar Quran harus ke Ngenang, cukup Rafiq yang mengajari dan menjadi Dai di Pulau Kubung.

    Ainur Rafiq   lelaki asal Bawean 30 tahunan ini berjanji akan juga mengunjungi penduduk Pulau Todak pulau yang tak berapa jauh dari Pulau Kubung, bukan mereka yang disuruh datang ke Kubung tetapi Rafiq  yang akan datang ke Pulau Todak.

     

           

      

     

    Listrik, UN, Keamanan, Pariwisata di Batam Surat Terbuka untuk Gubernur Kepri

    PLN vs PGN

    Soal pemadaman listrik bergilir di Batam, dan ketidakberdayaaan PLN Batam “menekan” PGN agar tidak hanya memasok dan memprioritaskan perusahaan CitraTubindo, Kawasan Industri Muka Kuning, dan yang lebih menyakitkan hati lagi lebih memprioritaskan Singapura, negara “penampung” koruptor dari Indonesia itu, direspon positif oleh Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah, dan ternyata pak Ismeth tidak lagi mengantuk.   

    Rupanya pak Ismeth masih merasa punya cucu di Batam, meskipun itu bukan cucu biologisnya, syukurlah , siswa yang akan mengikuti UN dan harus belajar ditengah kegelapan dengan penerangan seadanya baik itu dengan lilin maupun lampu teplok,  tetapi kalau mengakses komputer dan listening apakah bisa dicolokkan ke lampu lilin pak Gubernur . soal listrik dan gas ini akan dibawa ke SBY.   Gubkepri janji akan segera lapor ke Jakarta. Masih akan lho…………….. 

    UN

    UN bagi siswa SMA/SMK hampir diseluruh Indonesia dapat dikatakan berjalan jauh lebih baik dari tahun lalu, memang kita masih mendengar ada di beberapa daerah yang terjadi kecurangan tapi tidak sebanyak kasus tahun lalu. Tetapi di Batam kasus kebocoran soal tidak bisa dibiarkan begitu saja dengan mengadakan ujian ulangan, kemarin kepala dinas pendidikan kepulauan riau Arifin Nasir bersikeras mengatakan tak ada ujian ulangan  kita minta sekali lagi pak Gubernur harus turun tangan dalam mengusut dari mana sumber kebocoran itu dan ditindak.

    Ulangan susulan atau ujian ulang dilaksanakan tanggal 5 Mei itu bertepatan dengan Ujian Nasional bagi  murid SMP .

    KEAMANAN

    Terutama pemulung , pak Gubernur yth, kiranya perlukah mereka dibuatkan kartu identitas (IDE card) yang digantungkan dileher misalnya saat mereka menjalankan tugas kepemulungannya.  Pemulung kertas, karton bekas, plastik bekas, mereka-mereka itu sangat dibutuhkan , kalau tak ada mereka-mereka itu tak jalan pabrik plastik pembuat biji plastik dan pembuat kantong plastik yang berada di Tanjung Uncang sana.   

    Yakin dan percayalah kalau pak Gubernur tahu betul dengan istilah daur ulang plastik. Untuk keindahan dan kebersihan dan keamanan kota Batam khususnya para pemulung itu dibuatkan rumah tinggal seperti kondominium misalnya , mereka tidak harus tinggal ditempat mereka mengumpulkan barang bekas, seperti yang banyak kita lihat dimerata kota di indonesia.

    Singapura adalah salah satu negara “pemulung” di dunia, dulu sebelum ada PT IBL yang dikelola oleh Dorlan Naibaho , kertas bekas dari Batam di kirim ke Singapura, apalagi plastik paling laku disana, apa yang tidak ditampung oleh Singapura barang-barang bekas dari Batam seperti besi scrap, eeee koruptor bekas pun mereka pulung  tetapi pemulung-pemulung  di Singapura tidak harus tinggal di tempat barang yang dipulungnya. 

    Kita tidak tahu mana pemulung benaran mana pemulung yang menyaru, nah pemulung yang menyaru ini yang suka mengambilin cangkul apa saja yang ada terletak dihalaman rumah, mengambilin besi -besi yang masih dipakai, membongkarin papan tanda dan larangan, papan reklame, mengambilin bilboard , tutup-tutup parit.

    PARIWISATA   

    Faktor keamanan menurut teman saya di Thailand memegang peranan utama dalam dunia pariwisata, sebijak apa dan sepiawi apapun seorang mengemas paket-paket pariwisata, faktor keamanan dan kenyamanan termasuk yang utama. (bukannya PSK)  hotel dan makanan tidak jauh berbeda harga di Batam ataupun di Indonesia dengan di Thailand.

    Indonesia jauh dibawah Laos kunjungan wisatanya, Batam daerah ketiga terbesar setelah Bali dan Jakarta kunjungan wisata manca negaranya, siapakah yang datang ke Batam dari negara mana yang terbanyak apa kerja mereka di Batam, tanyalah kepada orang-orang Singapura dan Malaysia , apa yang dicari mereka di Batam. Apa yang murah. sederet pertanyaan lagi pak Gubernur.

    Di Laos turis - turis dari manca negara hanya duduk-duduk berjam-jam lamanya dipinggiran memandangi sungai Mekong yang keruh itu, tidak ada teriakan bising seperti dipelabuhan telaga punggur dan sekupang sana.

    Kemarin terungkap Batam tempat peracikan terbesar sabu-sabu, kasus ini belum selesai lagi, barang bukti digondol orang dari tempat penyimpanannya, kemarin terbetik berita Batam tempat penampungan terbesar mobil curian dari negara tetangga, mobil-mobil mewah itu berseliweran di jalalan Batam, konon katanya bebas bea masuk untuk mobil dari luar sana akan diterapkan kembali, alangkah enaknya toke-toke itu, seharusnya dikenakan pajak yang besar untuk mobil-mobil mewah itu agar ada dana untuk menambal sulam jalanan yang sudah berkubang kerbau itu pak Gubernur . Tahukah pak Gubernur kubangan kerbau? pergilah ke kampung halaman Ibu Aida Ismet Abdullah Nasution di Tapanuli Selatan sana. Masih banyak kerbau di sana berkubang begitulah keadaan jalalan di Batam.

    Dulu alasan pajak kenderaan selagi plat nomornya BM “diambil” Pekanbaru karena kita belum lagi “merdeka’ menentukan kebijakan pajak kenderaanya, sekarangkan sudah menjadi provinsi sendiri.  Kemana lagi pajak kenderaan bermotor itu dipakai?.   

    Pencuri Papan Merk di Batam

    “Apa lagi jenis bahan yang tidak dicuri orang” gerutu Lukman, Lukman dari perusahaan rokok Malboro.  Dia lagi memesan papan merk dari  ”Armed Advertaising” , kebetulan kami pun akan memesan 4 lembar spanduk untuk penerimaan murid baru di sekolah kami Hang Tuah Batam tahun ajaran 2008-2009. 

    Gerutuan Lukman itu tak ada yang dapat menjawab karena tak tahu apa lagi yang tidak dicuri oleh pemulung. Lukman  terus berceloteh tentang tak ada rasa aman lagi di Batam yang menyangkut dengan dunia periklanan. 

    Lukman nggak habis pikir, papan merk sebegitu besar konstruksinya, dibongkar oleh pemulung dalam waktu beberapa jam saja.  Menjelang subuh mereka pencuri papan merk itu beraksi, disebut mereka pekerjaan pencurian pembongkaran papan merk tak mungkin dikerjakan hanya satu orang.

    Awal terbentuknyanya kota Batam hampir seluruh ruas jalan ada papan tanda dan larangan, terbuat dari aluminium, raib entah kemana tak tentu rimba, tutup bak kontrol, baik itu bak kontrol pipa air bersih, listrik ataupun telpon yang terbuat dari baja lennyap begitu saja. Apa saja yang berupa besi ada dijalanan diambil oleh pemulung yang bergentayangan.

    Ironisnya penutup parit yang terbuat dari jerjak besi, dibuat untuk memudahkan saat pembersihan parit tersumbat , hilang digondol pemulung, saat hari hujan dan disekitaran parit itu banjir, penutup itu belum sempat diganti tak kelihatan kalau parit itu tak berpentup oleh anak-anak sekolah yang akan pulang sekolah , terperosok dan terseret arus paritlah anak itu, matilah dia. Hal ini bukan sekali terjadi di Batam akibat oleh ulah pemulung yang mencongkel tutup parit yang terbuat dari besi. Maka melayanglah nyawa orang.

    Kalau tutup parit seluruhnya dibuat dari beton bertulang, tak nampak apakah parit itu penuh sampah atau tanah, kata kontraktor yang membuat, lagian itu sesuai dengan bestek tambah mereka. Dan lihatlah kata Aries Kurniawan saat kami lalu dari Batam Center ke Pelita tutup parit di Underpass Sungai Panas Batam pun dah diganti dengan beton bertulang karena dah lesap entah kemana besi penutup paritnya itu.

    Jangankan cuma konstruksi baja papan reklame yang dibongkar, besi jembatan pun bisa hilang kata teman yang dari Palembang menimpali kekesalan Lukman saat papan reklame rokok mereka hilang. Konstruksi baja untuk pembuatan 1 unit papan reklame berukuran 5 x 10 M misalnya seharga 40 jutaan.

    “Yang rugi bukan mereka saja” ujar Taviv Direktur Armed Advertaising , mereka hanya menyewa tempat kepada perusahaan Advertaising, “Lampu sorot seharga 14 juta satu unit sebanyak 4 unit dibongkar dan digondol, padahal itu tak dapat dipergunakan oleh mereka dan kemarin ada dipemulung dijual tak sampai 100 ribu rupiah, gila apa”  jelas Taviv .

    Menurut Taviv , pemulung dan pencuri di Batam sudah keterlaluan, Cover Bilboard yang terbuat dari Vinyl seharga 8 jutaan di maling dijadikan atap rumah. Siapa yang tanggungjawab kalau cover vinylnya hilang, padahal kan mereka sudah membayar pajak ke Pemko…………

         

    PLN vs PGN yang jadi korban murid sekolah

    PLN Batam bukan singkatan dari Perusahaan Listrik Negara tetapi Pelayanan Listrik Nasional dan PGN pula Perusahaan Listrik Negara di Batam dikelola oleh anak perusahaannya berupa Distrik yang masuk Wilayah Sumatera Bagian Utara yaitu PT Transportasi Gas Indonesia.

    Dari namanya udah tahu apa tugasnya perusahaan ini  cuma jadi Transportasi saja, perusahaan ini menyalurkan gas ke beberapa perusahan yang menjadi langganannya di Batam. Langganan yang dulu bersedia ikut menanamkan modalnya untuk pemasangan pipa distribusi. Si PLN dulu tak mau sejak awal kita telah menawarkan penggunaan gas untuk pengganti bahan bakar di Batam. Tawaran itu dulu langsung ke OB (apa pulak OB itu , orang Batam tahulah OB , OB itu singkatan Otorita Batam baca dan cari sendirilah siapa yang ingin tahu tentang OB) dan juga ke PLN Batam tak ada tanggapan.  

    Kedua Perusahaan ini membuat Batam terancam gelap gulita, kenapa ada pemadam PLN kita tanya sama Direktur Operasi PLN Imam Rani jawab si PLN, PGN nggak mau nambah supply gas, PGN bilang dulu kami tawarkan pasang pipa kau tak mau, sekarang tahankanlah.

    “Prioritas utama pengiriman gas itu diperuntukkan bagi konsumen di singapura. Karena mereka yang membangun jaringan pipa bawah laut. Disamping itu Kuato gas itu pulak dibagikan ke Kawasan Industri Batam Indo , Citra Tubindo, Ecogreen dan sisanya untuk PLN dan anak perusahaan PLN lainnya.

    Cahyo memahami kekurangan pasokan gas ke sejumlah perusahaan pembangkit listrik di Batam berdampak pada pemadaman listrik di tingkat konsumen masyarakat, siapa pulak Cahyo ini, Cahyo adalah senior executive manager PT PGN Distrik Batam.

    Namanya PGN Perusahaan Gas Negara tapi yang ngatur dan ngelola PT Conoco Philips, semua orang sudah tahu Conoco itu siapa, coba  apa kata Cahyo Triyogo “Harapan kita perusahaan penyuplai yaitu PT Conoco Philips dapat menyalurkan lagi ke posisi normal”

    Saya yakin Yusuf Kalla yang sedang berlibur di Makasar bersama cucu-cucunya tak tahu tentang ini, Yusuf Kalla atau pun SBY Presiden RI tak tahu bagaimana menjelang UN anak-anak di Batam butuh penerangan butuh listrik butuh apalah namanya yang menyangkut keperluan mereka untuk menghadapi UN, listening membutuhkan energi, bagaimana mereka belajar kalau PLN mati.

    Gubernur Kepri dan wakilnya pun diam saja mungkin karena anak mereka tak ada lagi yang bersekolah , sudah menjadi “orang” agaknya, dan mungkin juga kalau ada cucu-cucunya tak bersekolah di Batam.

    Mungkin juga Gubernur dan Wakilnya sudah tua tua, jadi kurang gesit, orang tak mau lagi milih yang tua-tua kayak mereka, lihat di Bandung dan di Medan pemilih cari yang muda. Besok pun kalau ada pemilihan Gubernur carilah yang muda , biar agak gesit dan  peduli dengan anak sekolah.

    Apa pun alasan PLN apapun alasan PGN yang menjadi korban adalah mereka, mereka sudah stress ngadapi UN mau belajar listik mati.

    Yang menyakitkan hati apa kata Cayo, lebih memprioritaskan singapura, PLN Batam pula merasa tak punya beban , hampir 75 % mesin pembangkit listrik di Batam milik swasta lain, bukan milik PLN “swasta” Batam. Tak ada pasokan daya dari pembangkit-pembangkit milik pt medco misalnya, bikin saja iklan di koran ada pemadaman bergilir. Selesai tak ada yang bisa nuntut karena sudah diumumkan.

    Itulah Batam boro-boro mau FTZ segala ……………………………… wong pemimpinnya sudah tua-tua dan sudah capek dari dulu jadi pejabat.  

     

     

        

     

    Jawaban Soal UN Bocor di Batam, Bentuk Tim Penyelidik Khusus

    Tidak ada ujian ulang kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Arifin Nasir, menanggapi bocornya jawaban soal UN untuk SMK. Foto copy an itu menyebar hampir keseluruh SMK yang ada di Batam, untuk tingkat SMA tidak ada kata Pak Aries Kurniawan , nada suaranya kurang pasti apakah untuk tingkat SMK saja atau ada juga ditingkat SMA .

    Gubernur pun dikiriman jawaban soal SMK yang bocor itu, wajah si pengantar soal UN itu ada terekam di cctv kantor koran Batam Pos di graha pena. Polsek-polsek menjamin bukan dikantor polisi terjadi kebocoran, sehari sebelum UN bundelan dokumen itu diangkut dari kantor Diknas Batam ke polsek-polsek, yang mengangkut bukan mobil khusus tetapi mobil-mobil yang kebetulan ada di kantor Diknas secara sukarela.

    Pemilik percetakan yang mencetak soal UN memastikan tidak ada kebocoran di percetakan, kertas blanko yang tidak terpakai dibakar katanya, tetapi ada lembaran yang tercecer tidak terbakar terlihat dan ditemui oleh wartawan saat meninjau kelapangan, langsung dirampas dan diambil oleh Firman. Kadis Pendidikan panik, polisi akan mengejar pengirim surat Kaleng, SMK Ibnu Sina yang juga mendapat bocoran soal, lokasi sekolah itu persis di depan percetakan yang  menggandakan pencetakan soal-soal UN itu.

    Seorang murid dari SMK Harmoni pun mengakui mendapat bocoran jawaban soal, syukurlah pak ucapnya menanggapi ada nya bocoran itu, sementara siswa SMK Bisnis merasa kecewa dengan adanya bocoran soal ini, percuma sebulan saya bergadang katanya, toh yang tak belajar pun dapat bocoran.

    Sebelum di cetak oleh percetakan yang mencetak soal-soal UN, di Batam terjadi saling klaim antara dua percetakan , percetakan yang menang yang sekarang mencetak dan menggandakan soal UN tadi adalah  harga tawarannya lebih tinggi, sementara yang lebih rendah malah kalah alias tidak menang, tentu dia protes tidak terima, polemik kedua percetakan ini mencuat ke media massa, toh tetap sja percetakan yang lebih tinggi tawarannya mencetak soal-soal UN itu.

    Guru-guru di hari ketiga UN ramai membicarakan hal itu. Firman pemilik percetakan sudah mengatakan tak mungkin bocor dipercetakan, karena pengawasan gedung standar nasional, saat penggandaan soal dilakukan pengawasan  24 jam. masuk keluar percetakan diperiksa oleh security dan dari pihak kepolisian. Kami sudah berpengalaman dalam mencetak soal UN katanya ini adalah yang ketiga kalinya CV Era Cipta Perdana (ECP) mencetak soal-soal UN.

    UN banyak kepentingan, kepentingan bisnis dan kepentingan politik, pemilik percetakan yang sekarang mencetak meskipun harga nya lebih mahal tetap dimenangkan, tak terimalah yang lebih murah, pemilik percetakan adalah calon wakil gubernur kepri , dulunya mau dipasangkan dengan  gubernur kepri yang sekarang, tetapi tak jadi.

    Tak tahu guru dan murid apakah ada faktor kedekatan ini sehingga meskipun lebih mahal tetap dimenangkan.  Para Guru dan siswa  tak tahu tentang  itu , yang tahu adalah antara mereka, tapi kalau soal tender yang menjadi biang keladinya alangkah malang nasib murid dan guru, kami pun pengelola sekolah dibuat susah oleh mereka, kalau murid kami tak mencapai target kelulusan bukankah itu menjadi beban kata Pak Aries Kurniawan lagi.  

    Yang jelas siswa jadi korbannya, siswa yang sudah bersusah paya belajar baik kelompok maupun perorangan, try out berkali-kali dan doa bersama segala sebelum ulangan , dikotori oleh kepentingan bisnis dan politik kalau itu betul terjadi. Kita minta pihak kepolisian dan kejaksaan  turun tangan kalau perlu dibentuk tim khusus dari pusat Jakarta sana.  

    Semua pihak yang terbabit harus diperiksa………… memalukan. Gubernur jangan tingal diam.

     

    Kunjungan Wisata Ke Batam Tahun 2010

    Petang (22/4) selepas magrib berbunyi telpon, aku menduga ada wali murid yang menanyakan anaknya koq belum pulang, apa ada kegiatan di sekolah, selalunya begitu.Maklum akukan pengurus sekolah Hang Tuah.

    Tapi dugaan ku salah, ternyata dari Ibrahim, anak HMI katanya mengingatkan ku, dan akupun belum ingat betul. Ibrahim bekerja di Otorita Batam mengurusi kamp pengungsi Vietnam.

    Kata Ibrahim setelah membaca Buletin Jumat di Masjid komplek perumahan nya dia membaca tentang makanan Halal di Vietnam. Pebruari 2008 yang lalu aku ke Vietnam dari Saigon ke Hanoi aku naik bus hampir 48 jam. Bagaimana tentang kisah perjalanan ku itu ditulis di Buletin Jumat karena menyangkut dengan makanan Halal dan dimana tempat-tempat restoran Halal di Negeri Komunis itu.

    Ibrahim janji akan bertemu dengan ku membicarakan peluang pariwisata di Pulau Galang , Pulau Galang dahulunya adalah tempat pengungsi Vietnam, tapi sekarang sudah ditinggalkan, orang-orang Vietnam yang dulu mengungsipun sekarang sudah banyak yang kaya. Ada beberapa rombongan bekas pengungsi yang sudah kaya datang bernostalgia ke Pulau Galang . “Itu peluang pariwisata yang akan digalakkan oleh Pemko Batam ” ujarku kepada Ibrahim.

    Tapi kalau Batam masih seperti ini ya susah turis mau datang, aku contohkan saja kepada Ibrahim kalau mertuamu datang kerumahmu apa yang akan kau sediakan, tentunya tempat tidur dan makanan, jadi kalau mau turis datang ke tempatmu harus kau sediakan Hotel dan Restoran, di Thailand Hotel cukup murah makanan pun murah enak lagi dan beragam, beberapa kali aku ke Thailand.

    Tidak cukup dengan tempat tidur dan makanan yang kau sediakan agar mertuamu senang tinggal dirumahmu, tentunya sewaktu tidur apakah ada yang menggeranyangi kantongnya , dan mengambil duit di dalam dompetnya, itu segi keamanan.

    Restoran Hotel dan Keamanan penting dan satu lagi kenyamanan, kalau anakmu bising terus terusan merengek kan membuat orang tidak nyaman, di Laos turis hanya duduk - duduk saja di pinggir sungai Mekong menatap aliran sungai yang agak kekuning kuningan itu dari pagi hingga ke petang, tak ada orang sibuk menjajahkan dagangannya dan tak ada supir taxi yang menarik narik tangannya.

    Mungkin itu sumbang saran ku kepada Ibrahim yang katanya ingin menggalakkna tahun 2010 sebagai tahun kunjungan wisata ke Batam


    Posting oleh Hang Tuah Batam ke Hang Tuah Batam pada 4/22/2008 05:33:00 AM