Sosok Imam Bachroni Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah


Pemangku gelar adat Putra Kelana Jaya itu tak boleh berbuat demikian ujar Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam H. Imran AZ kepadaku lewat hp nya….. saat itu kami sedang menuju Masjid Raya Batam untuk melaksanakan sholat Jumat tanggal 28 Desember 2007….

Ada apa dengannya? ? ?  ternyata ada masalah soal lahan di Kabil  dengan Otorita Batam…. karena aku baru pulang Idul Adha dari Thailand dan Burma taklah mengikuti perkembangan di Batam…. kebetulan yang menangani lahan itu di OB adalah Imam Bahcroni …. H Imam Bachroni adalah Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Batam, Insinyur kelahiran Ponorogo ini orangnya kalem…. aku kenal dia belasan tahun yang lalu….  aktif di organisasi Muhammadiyah bukan hanya di Batam Indonesia saja malah untuk Asean…. saat aku ke Singapura, Malaysia dan Thailand pun banyak rekan sejawat yang menanyakan beliau… dan berkirim salam…. karena beliau acap menghadiri pertemuan Muhammadiyah Asean    

Kiprahnya untuk masyarakat Batam tidaklah sedikit…..pendirian  sekolah SMP, SMA Muhammadiyah di Batu Aji Batam, adalah bukti nyata hasil karyanya untuk anak bangsa…   dia tidak terpengaruh dengan hingar bingar perpolitikan di Batam…… dia bukan kutu loncat dan tidak memanfaatkan organisasi yang di pimpinnya untuk kepentingan pribadi dan sesaat , padahal kesempatan untuk itu terbuka lebar baginya. Banyak tokoh-tokoh Muhammadiyah di Batam yang terjun ke dunia perpolitikan sebut saja DPRD Batam priode pertama dari 30 orang anggota Dewan yang terhormat itu 18 orang adalah tokoh-tokoh Muhyammadiyah Batam….

Bukan hanya pendirian sekolah …. panti-panti asuhan sebagai amal usaha Muhammadiyah pun diurusnya…. sejak terbentuknya Pimpinan Muhammadiyah di Batam belasan tahun yang lalu beliau ikut menerajuinya…..

Itulah mungkin ….  yang membuat gerah Ketua LAM Batam H Imran AZ….. meskipun itu urusan pribadi katanya kepadaku …. tapi sosok Imam Bachroni sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah tak dapat dilepaskan begitu saja….  ujar Bang Imran demikian kami memanggilnya…

Sudah lah itu resiko pekerjaan ujar Imam Bachroni saat bertemu di Masjid Raya Batam selepas Sholat Jumat….. sudah di laporkan ke polisi…. biarlah polisi yang memprosesnya tambahnya……

Itulah sosok Imam Bachroni tokoh Muhammadiyah …………………….  

Iklan

Bebas Visa Tidak Berlaku di Myanmar


imgp1850.jpg

Tanggal 20 Desember 2007 yang baru lalu kami 6 orang  berada di Thailand Utara dalam rangka Idul Adha 1427 H di Kota Mae Sai Provinsi Chiang Rai, Mae Sai berbatasan langsung dengan Myanmar (Burma).

Keluar dari Thailand di kantor imigrasi Mae Sai kami dimintai uang 100 bath perorang, pasport di tahan, kami di photo setengah badan dan kepada kami hanya diberikan photo copy an paspost  yang sebelumnya sudah di photo copy sndiri  berikut selembar kertas tertera nama2 kami berenam dan di kertas itu pula ada tertera stemple dan paraf petugas yang menerima uang kami tadi.

Kertas berikut photo copyan pasport dari petugas imigrasi Mae sai Thailand itu tadilah yang kami bawa ke kantor imigrasi Tachilek Myanmar.  Photo copyan pasport dari imigrasi Thailand tadi tinggal di kantor imigrasi Tachilek dan hanya selembar kertas bertuliskan nama-nama kami ber-enam yang diberikan. Dikantor imigrasi Tachilek kami diminta uang pula sebesar 500 bath perorang.

Banyak komentar yang diberikan tentang pungutan uang itu……salah seorang teman kami dari Malaysia mengatakan uang yang dikutip itu adalah untuk pribadi petugas disitu….lihatlah uang yang diterima hanya dimasukkan kekaleng bulat bekas biskuit…..seperti di warung-warung saja celetuknya…. seorang lagi mengatakan pemerintah junta militer tak peduli dengan bebas visa negara asean…… peraturan yang berlaku di Myanmar adalah sekehendak mereka yang berkuasa….. buktinya kalau pemegang pasport guru misalnya tak dikutip mereka……  kutipan sebesar 500 bath di Myanmar mungkin masuk akal karena sekarang yang berkuasa adalah junta militer, nah loh bagaimana kutipan 100 bath di imigrasi Mae Sai Thailand?………………..

Karena imigrasi Sadao Thailand yang berbatasan dengan Batu Hitam Malaysia kita tidak dipungut bayaran, demikian pula melalui bandara Suvarnabumi Bangkok.

Begitu pula saat kami pulang dari Tachilek kembali ke Thailand ……. ada beberapa orang teman yang membeli dan membawa barang yang memang banyak dijual di pasar Tachilek dan memang harganya rada murah…….. siap-siap pula dipunguti uang oleh petugas Bea Cukai di Tachilek……

Sekelumit Tentang Banci dari Batam


Tumbuhan Banci daunnya dapat mengatasi sembelit dan kesulitan BAB, gambar-gambar dibawah ini aku copy dari THE SURIP KETHIP WEBLOG. Menurut mas Surip Kethip : “Karena ada permintaan dari beberapa rekan di internet yang ingin mengetahui gambar atau bentuk dari tumbuhan Banci dan juga Jarak, berikut ini saya berikan gambar yang dimaksud. Maaf cukup lama permintaan baru sempat saya penuhi”.

Daun Banci
Tumbuhan Banci

Daun Banci dari dekat
Bentuk Daun Banci

Tumbuhan Banci
Rimbunan Daun Banci

Daun Jarak
Gambar Daun Jarak

Dilanjutkan oleh mas Surip Kethip : “Semoga gambar tersebut dapat menjawab keinginan rekan-rekan untuk melihat seperti apa daun yang dimaksud kan untuk keperluan mengatasi sembelit dan kesulitan BAB”.

Di Batam,  terlontar kata-kata Banci oleh anggota dewan yang terhormat kepada Walikotanya  saat rapat membahas anggaran,,,,,,,,,,,, anggota dewan yang terhormat itu diminta agar menarik ucapannya dan meminta maaf, kalau dalam 2 x 24 jam belum juga, akan diajukan ke mejah hijau…… begitu bunyi sebuah iklan disalah satu harian lokal Batam.

Banci dalam kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga halaman 99 bisa berarti tidak berjenis laki-laki dan juga tidak berjenis perempuan, atau laki-laki yang bertingkah laku dan berpakaian sebagai perempuan, wadam; waria; kalau ke.ban.ci.an keadaan penis yang mengecil pada pria atau sebaliknya klitoris yang membesar pada wanita.

Ban.ci di Malaysia adalah cacah jiwa ; perhitungan penduduk; sensus. Di sana ada petugas banci yaitu petugas yang mendata penduduk, petugasnya bisa lelaki bisa perempuan. Mereka tak marah pun dipanggil petugas banci.

Ban.ci juga berarti patil besar untuk menarah kayu dsb. Menarah bukan memotong dan bukan pulah membelah, bekas tarahan berbentuk tatal , kabarnya tiang masjid Demak adalah tatal dari tarahan ribuan kayuuntuk membuat kapal2 oleh tukang kayu dari china di zaman laksamana Cheng Ho di Semarang sana (Tuanku Rao). Patil………. kalau mau coba bagaimana rasa sakitnya coba …. patilkan tanganmu ke patil ikan sembilang… tulang yang ada pada sirip ikan itu. 

Dalam satu sesion yang sering diseminarkan atau apalah namanya oleh Departemen Perdagangan atau Perindustrian, ada besi banci, besi beton di daftarkan ukurannya 10 mm, tapi  kalau diukur,  bisa jadi ukuran hanya 9.7 mm saja. Besi banci seperti ini menyalahi SNI, dan melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 tahun 1999.

Di tanah Karo untuk larangan masuk ketempat tertentu di sebut dengan la Banci kubas. Banci kam kujenda : Bisa kamu kemari ; banci artinya bisa. Orang karo menyebut kata-kata banci adalah lumrah belaka.

Kalau dari hasil penelusuran di google web halaman indonesia tentang banci ada 111.00, sedang untuk gambar ada 595. Buka saja lah sendiri. …….. apa2 artinya, apakah termasuk kata-kata yang terlontar itu?……….

Kembali ke tumbuhan banci yang bisa mengobati sembelit dan kesulitan BAB, bagus juga dikembangbiakkan di Batam, mungkin perlu dibuatkan “perda”nya , atau untuk mendata penduduk di Batam karena selama ini kan banyak ekspatriat yang bermukim di Batam malah buat pabrik sabu-sabu terbesar pun di Batam tak terpantau, baik juga dibentuk petugas banci seperti di Malaysia, di Malaysia pun ada koq petugas yg “Rela”  geprokin orang-orang Indonesia, mereka rela mem-banci pendatang yang kesana, gak peduli isteri diplomat ataupun wasit karate yang sedang bertugas. Bagaimana kan lebih resmi kita “perda”kan saja?  ……………………..

    

Apakah Aku Termasuk Orang yang Suka Pamer?


pameran.jpg

Pernah aku dikomentari oleh anakku sendiri, “Bapak ini suka pamer lah” celetuknya.

Dan aku tersadar apakah aku termasuk kategori orang yang suka pamer?, mungkin juga ya,,,,,, contohnya hari ini, aku renung-renungkan apa  saja yang telah kulakoni,  kuucapkan dan aktifitasku sejak pagi subuh hingga ke sore hari :

Pagi Subuh (26/11)  pukul 05.47 wibb, aku dihubungi oleh mas Sugiono, dia kukenal 2 hari yang lalu, saat itu dia datang ketempatku mau kerja sama membuat film untuk anak2 usia sekolah, dia datang kesekolah atas undanganku. Saat itulah aku tunjukkan kepadanya apa usaha-usaha yang sedang aku lakoni, disamping mengelola sekolah, kami juga ada wartel, ada klinik ada BMT, ada mini market yang menjual keperluan se-hari2 dan juga keperluan anak2 sekolah seperti alat tulis dan buku pelajaran.

Untuk memperlihatkan itu semua tentunya aku bawa mas Sugiono berkeliling, tentu saja berkeliling keliling itu kan memamerkan yang kusebutkan diatas tadi.

Siangnya masih di tanggal yang sama aku didatangi dua orang wanita, masih muda, cantik lagi,  mereka dari jakarta, buka cabang Ticketing di daerah Sungai Panas, cabang dari Redlink Jakarta, antah apa koq aku yang didatangi dan ditanyain tentang “perticketingan” di Batam, kujelaskan apa yang kutau, bagaimana rebutan 5 % komisi dari airliner, bajak membajak order diantara bos dan anakbuah. Sembari itu ……………. e  e  e  e usaha yang kujalani tanpa fasilitas dari pejabat maupun orang yang sedang “berkuasa” aku pamerkan lagi kepada kedua wanita tadi. Kelihatannya mereka tertarik dengan “pameran penjelasan” ku, aku agak senang , disampingku anakku senyum-senyum dikulum dan aku mengerti bahwa dalam benaknya pasti dah aku pameran  lagi.

Tak berapa lama setelah kedua wanita itu pulang, aku ditelepon  mas Firman dari Telkom Flexy ingin bertemu, katanya mau nawarkan produk baru, dan aku adalah orang yang pertama di Batam memakai produk itu, dengan uang hanya rp. 75,- melalui sms pertanyaan yang menyangkut konsumen katanya bisa kujawab, termasuklah polling dan lain sebagainya, ya aku mau saja, karena bisa dikenakan biaya tambahan misalnya menjadi rp. 500,- sampai rp. 1.000,- .

Aku bilang kepada anakku kenapa aku yang ditawari duluan produk ini, bisa jadi untuk coba-coba, tapi menurutku beberapa bulan yang lalu aku menjadi pelanggan speedy, dan usaha-usaha yang kuusahakan “kupamerkan”  kepadanya. he he he  bapak GR kata anakku.     

Sorenya aku buka blog ku ya ampun……….. tulisanku tentang Narkoba lumayan banyak yang mengunjunginya, padahal Orang-orang di Batam Pos, (media lokal di Batam)terutama bang Ade begitu biasa aku memanggilnya, bosnya Pos Metro (masih group Batam Pos, atau Jawa Pos sama sajalah), tak sudi memuat di media mereka yang ada tulisan mencantumkan kata Imbalo, he he he he   (semoga aja tulisan ini dibaca bg Ade Syahlan yang bininya marga Nasution itu).

Aku juga pamer kepada anakku yang punya blog ribuan pengunjungya, kalau tulisanku pun bisa masuk lintas berita, he he he dia senyum-senyum dikulum lagi.

Tak apa- apa lah pikir ku aku berpamer ria untuk itu karena aku tak pandai menulis, aku bisa nulis e e e e ngetik tulisan, karena dipaksa keadaan sebagaimana yang kukisahkan di IMBALO NAMAKU.

Dan hatiku senang sekali rasanya, tulisan ku ada yang ngomentari dan banyak yang membaca, kalau wartawan yang nulis ya pantas lah tersusun bagus paragrapnya. Kalau aku kata anakku tulisannya lari-lari.  he he he              

JUDI DI TEMASEK (SINGAPURA) IMBAS TERHADAP BATAM


singapore.jpg  salah satu sudut singapura (temasek)

Kasino Dikebut Siang Malam, demikian judul harian pagi Batam Pos, koran lokal Batam, group Jawa Pos, koran yang satu ini belakangan ini sering sekali memberitakan tentang kehebatan-kehebatan Singapura. 

Koran ini menulis (25/11), pembangunan kasino di singapura katanya disikapi sejumlah pengusaha Batam, terutama sektor properti. Diperkirakan bisnis properti dan perhotelan di Batam yang sempat lesu, bakal bergairah kembali, termasuklah bos perusahaan pengembang Arsikon, Ir Cahya, ia optimis pembangunan kasino di singapura akan berdampak positif terhadap bisnis properti di Batam.  Meskipun tidak tidak terlalu berimbas kata pengamat yang lain tetapi 10.000 sampai 15.000 tenaga kerja untuk kasino dibutuhkan dan kabarnya mereka akan merekrutnya dari Kepri.

Lesunya bisnis perhotelan katanya tidak terlepas dari ditutupnya beberapa lokasi perjudian tidak resmi di Batam. Beberapa waktu yang lalu Bapak pendiri Batam, (orang-orang menyebut demikian) yaitu Habibie, datang ke Batam, isu judi menjadi topik yang hangat di bicarakan, terutama media cetak. 

Meskipun rencana semula Batam dikembangkan tidak untuk daerah perjudian, tapi ada perda yang dibuat untuk memfasilitasi tempat perjudian berkedok kawasan wisata terpadu ekslusif (KWTE). KWTE ini sekarang lagi hangat di bicarakan di Batam, adanya surat kaleng dari Batam dan direspon pusat, yang menyatakan negara rugi miliaran rupiah, nama TW pun terkait, begitu pula beberapa pejabat teras di Batam.

Begitu lah Batam, terkadang selalu di banding-bandingkan oleh sebagian mereka dengan Singapura, tapi mbok ya jangan yang mudaratnya, judi tetap judi Batam daerah melayu indetik dengan Islam, dan harap diingat Islam tetap mengharamkan judi sampai dunia kiamat, meskipun kalian-kalian yang lagi berkuasa sekarang ini baik yang berkuasa dengan uangnya maupun berkuasa dengan jabatannya apatah lagi yang sedang “berkuasa” dengan tulisan dan medianya, semuanya bersatu padu mendukung dan setuju misalnya,  ada lokasi judi di Batam yang juga bagian indonesia, tidak lah akan menjadikan yang haram itu menjadi halal. 

Untuk direnungkan……………………………………….

DIMANA LETAK KETIDAK HALALAN AIR MINUM DALAM KEMASAN


babi-1.jpg

Pertanyaan sederhana, dan sering pertanyaan ini ditanyakan kepada kami.

Meskipun jurnal halal yang diterbitkan LP POM MUI ada, berapa orang yang membacanya, di TV jarang tersiar penjelasan tentang ketidak halalan air dalam kemasan, malah nyaris tak pernah.

Menjadi tidak halalnya air dalam kemasan atau air isi ulang,  salah satu faktor penyebabnya adalah filter yang terpasang, apakah dari bahan yang tidak halal.

Masyarakat awam tak mengerti arang aktif bisa dibuat dari tulang hewan, seperti dari hewan babi atau sapi, kalau dari sapi misalnya cara pemotongan tidak halal produk yang dihasilkannya menjadi tidak halal.

Tak terbayangkan oleh mereka bagaimana prose tulang hewan bisa menjadi filter (arang aktif), tulang hewan (sapi, babi)  adalah bahan baku untuk foam yang paling baik untuk memadamkan kebakaran, contoh untuk memadamkan api pada pesawat terbang yang terbakar,  adalah menggunakan busa (foam) dari tulang hewan itu, diproses sedemikian rupa expansinya cukup baik untuk memutus mata rantai segitiga api.

Jadi air yang mengalir melalui filter (berisi arang aktif yang terbuat dari tulang yang tidak halal)  menjadi tidak halal.

Kalaulah ini di jelaskan oleh para mubalig yang sedang menjadi khatib jumat misalnya, alangkah efektifnya.

“Tulislah pak tentang itu”  kata pak Kuswoyo wakil kepala sekolah Islam  SMA Hang Tuah kepadaku, “Banyak yang menanyakan tentang kenapa air dalam kemasan ataupun air isi ulang menjadi tidak halal” tambahnya.

Disamping filter tentunya ada lagi yang mempengaruhi ketidak halalan air dalam kemasan, seperti alat anggkutnya, tempatnya atau wadahnya dan lain-lain. tetapi faktor filter adalah yang dominan.

“Jadi filter dari bahan apa lagi pak selain dari tulang babi dan sapi” tanyanya lagi

“Bisa dari bahan lain, seperti dari tempurung kelapa” jawabku 

Mudah2-an bermanfaat amien……………………… 

INDONESIA SURGA NARKOTIKA


foto_depan1.gif“AKTIFKAN KEMBALI RT / RW DAN DASA WISMA”

Waktu terbongkar pabrik sabu-sabu di Batam, banyak pejabat yang kebakaran jenggot. salah satu nya ketua Badan Narkotika Kota  (BNK) Batam, karena dia tak tahu malah tak hadir disaat-saat penggerebakan. Di TV terlihat Gubernur Kepri dan Walikota Batam.

Begitulah……………. kepolisian di Kepri baik itu polda atau poltabes pun tak tau?….

Aku di undang Batam TV talk show sebagai narasumber, bersama ku ketua BNK, dari kepolisian tak hadir katanya, ketua BNK memuji kepolisian atas perannya mengungkap keberadaan pabrik sabu-sabu terbesar itu.

Sewaktu aku di tanya sebagai pengamat pendidikan, efeknya terhadap siswa di Batam dengan adanya pabrik sabu-sabu ini, aku jawab bahwa belum ada data siswa pemakai sabu-sabu, yang ada adalah siswa yang ngelem dan sampai meninggal 2 orang keduanya adalah siswa di sekolah yang ku kelola dan memang mereka sebelum bersekolah di tempatku sudah ngelem dan mereka adalah anak jalanan yang di asuh oleh sebuah yayasan yang peduli dengan anak jalanan.

SISWA HANYA NGELEM SAJA

Karena menurutku siswa tak sanggup membeli sabu-sabu, jadi sabu-sabu yang diproduksi di Batam bukan untuk konsumsi siswa, kecuali siswa sudah jadi artis atau pejabat. Dan menurut ku lagi membantah pujian ketua BNK kepada kepolisian adalah cuma lift service saja,  dengan argumen bahwa ada dua atau lebih mafia sabu-sabu dunia, deman pasar naik, tapi produksi salah satu pemasok menurun apa sebabnya ternyata ada pemain baru yang mengedarkan sabu-sabu, tentu mereka menyelidiki siapa pemain baru itu, dimana tempat dan asalnya. Kan gampang sudah diketahui dari mana dan siapa tanpa biaya untuk memberangusnya mereka kasih tau aja sama polisi.   

Ketika ditanya apa kira-kira solusinya untuk dapat segera mengetahu pabrik dan tempat2 mereka meracik dan segala macam aktifitas terlarang ini, menurutku gak susalah seperti RELA di Malaysia, di Indonesia ada Hansip, yang ini kalau cuma ada pemilu baru diaktifkan lagi, itupun cuma beberapa hari, RT RW harus berfungsi di beri wewenang dan gaji , dasa wisma cukup efektip memonitor tetangga kiri kanan.

Di Batam kota Ruko, pengalokasian lahan oleh Otorita Batam menjadi kan Batam dijuluki kota Ruko , banyak yang kosong berubah fungsi menjadi sarang burung walet, di ruko-ruko itu ada yang cuma dijadikan gudang dan ada yang tertinggal begitu saja,  siapa pulak  jadi  RT dan RW disitu karena tak ada manusia yang tinggal. Tapi kan pabrik sabu-sabu yang ada di Batam itu ada juga di perumahan yang cukup ternama Duta mas siapa RT RW nya pak tanyaku kepada ketua BNK yang juga kebetulan wakil walikota itu (dan memang ketua BNK dijabat oleh wakil walikota di seluruh Indonesia). Tak tau dia siapa RT RW nya karena itu yang tau pak camat katanya, begitulah memang tak ada RT nya koq. 

Untuk roku-ruko, kan ada  satpol PP kataku, buat lah kunjungan berkala ke ruko-ruko yang terlanjur dibuat tapi dibiarkan kosong itu, “tak ada biaya”, kata ketua BNK

Beberapa tahun yang lalu kalau ada yang masih ingat beberapa TKW kita diluar negeri banyak yang hamil, kononnya mereka sengaja dihamili, untuk anaknya diadop diambil organ tubuhnya atau mau dijadikan apalah aku tak tau, aku jadi RT ketika itu, beberapa calon dan mantan TKW ada yang hamil dan ada yang mengadu karena tak tahan selalu “digilir” oleh centeng yang menjaga rumah tempat penampungan mereka, rumah penampungan itu tak berapa jauh dari rumahku dan aku adalah RTnya itulah sebabnya aku tau disitu ada rumah disewa untuk penampungan TKI. Waktu itu dasa wisma masih aktif, apa pun kegiataan, dan siapa warga sepuluh rumah kekanan dan kekiri dapat di ketahui tidak begitu lama. Oiya tentang TKW yang hamil itu dipulangkan kekampung halalamannya biayanya ditanggung oleh tokoh masyarakat di Batam yang cukup terkenal, begitulah waktu itu………… 

Tentang ruko-ruko kosong aku pun punya pengalaman, sewaktu pramuka di saka bayangkara. Ada 28 SLTA di Batam, 10 orang saja persekolah di rekrut menjadi saka bayangkara, ada 280 orang, mereka diajak ikut memantau kamtibmas, bukankah Wakapolres adalah ketua harian atau pelaksana BNK, dan kebetulan pula ketua BNK adalah Ka Kwarcab Pramuka Batam.

Pengalamanku di saka bayangkara diikutsertkan dalam kamtibmas ya ampun senangnya bukan kepalang, disamping diberi honor alakadarnya yang lebih utama merasa berguna bagi masyarakat, pokoknya berbunga-bungalah.

Tergantung bagaimana memberikan motivasi kepada anak-anak seusia itu.

Bagaimana pak ketua BNK? sampai hari ini usulan ku itu belum ada tanggapan, oiya aku lupa beliau sangat sibuk dan kebetulan lagi sedang melaksanakan haji ke Makkah, mungkin setelah pulang nanti, dia bisa baca tulisan ku ini, tulisan ini sudah pernah kubicarakan langsung saat talk show di Batam TV.

Dan pernah juga jauh sebelum terbongkar pabrik sabu-sabu di Batam, ide untuk mengaktifkan pramuka melalui saka bayangkara kuutarakan kepada pak Dewantoro bagian Bintibmas Poltabes Barelang Batam. Tak tahu aku sebagai apa dia sekarang no HP yang diberikannya kepadaku tak pernah aktif lagi kalau kuhubungi.   

 Mudah-mudahan tulisan ku ini di baca pak Ismeth Abdullah, atau walikota Batam Ahmad Dahlan.   semoga …………………………………

%d blogger menyukai ini: