INDONESIA URUTAN 80 DARI 130 TUJUAN WISATA


Minim Informasi

Indonesia jauh dibawah Singapura, Malaysia, Thailand, tulis harian Republika (10/3), kita negara urutan ke 80 menjadi tujuan wisata, berdasarkan hasil survei dari 130 Negara dari World Economi Forum (WEF) tahun 2008.  

Masyaraakat kita terkenal dengan keramah tamahannya, sangkin ramahnya membuat jengkel orang yang datang ke Indonesia. Begitupun ringan tangannya, barang di dalam bilik hotel pun bisa raib, apalagi di jalanan. 

Negara ke 80 menjadi tujuan wisata pun sudah terdongkrak oleh Bali. Bukan dibawah Singapura, Malaysia dan Thailand saja Indonesia bisa jadi masih jauh dibawa Laos, dan negara Asean lainnya.

Dari pengamatan YLKM Batam berkunjung ke beberapa negara Asean dari pertengahan Februari sampai awal Maret 2008 yang lalu. Di Vientiane ibukota Laos contohnya, tak ada bangunan di kota itu yang sepuluh tinggkat tingginya, tak ada jalan layangnya, tak ada swalayan seperti di Jakarta, tetapi banyak turis datang kesana, “Berjam-jam dari pukul 9 pagi hingga ke pukul 5 petang, mereka hanya duduk-duduk di pinggir sungai Mekong entah apa yang mereka pandangi” ujar Abdul Kadir, Abdul Kadir pemuda asal Bangladesh yang telah bersiteri orang Laos dan telah bermukim di Laos hampir 10 tahun.   

“Makan ikan bakar, berjalan ketengah sungai mekong yang sudah mengering, terkadang mereka bermain bolah di tengah sungai yang mengering itu” jelas Abdul Kadir   “Di Laos aman, tengah malam kita berjalan sorang tak ada yang kacau, tak ada yang tanya, tak ada yang tarik sana tarik sini” jelas Abd Kadir lagi. Aman informasi gampang di dapat.   

Kota Vientiane Laos berbatasan langsung dengan Chiang Mai Thailand kedua kota ini dipisahkan oleh salah satu dari 9 aliran sungai Mekong, tidak sulit bagi turis dari Laos yang ingin ke Thailand hanya membayar 25 US dollar dengan bus telah sampai ke Bangkok.

Di perbatasan (border) Nongkay Provinsi Udonthani Thailan kita dapat berjalan kaki, atau naik tuk tuk. Demikian pula dari Hanoi ibukota Vietnam, ke Laos, ongkos bus 20 us dollar.

Dari Hanoi ke Vientiane bus vip yang memuat 20 an orang itu selain awak dan supir bus serta YLKM seorang yang orang timur, lainya adalah orang barat belaka, begitu pun saat dari Laos ke Bangkok, hampir semua penumpang bus vip itu adalah orang barat.  

KEDUTAAN YANG MELEMPEM 

Fujji Yuichi (47) tahun contohnya, termonitor Kedutaan Jepang di Indonesia, pria jepang yang menikah siri dengan wanita Indonesia di Bogor itu di cogok saat di pelaminan tanggal 14 Maret 2008 yang lalu, ia menggunakan visa bisnis ke Indonesai.  

Mantan Kapolri Rusdiharjo malah menjadi koruptor miliaran rupiah, memanfaatkan tenaga kerja Indonesia di Malaysia, Dubes yang seharusnya melindungi warga negaranya ini  membuat susah. 

Dubes di Manila dan di Kuala Lumpur tak tahu warga Indonesia di deportasi dan ditangkapi, dan dianggap teroris.  

Pengalaman YLKM Batam datang ke Kedubes Indonesia di Vientin Laos, ingin mendapat informasi tentang Laos, hanya dilirik dari jendela 40 x 40 cm oleh penjaga, tak diperkenankan masuk, dan tukang kebun yang mewakili Dubes nya. Padahal betapa besar biaya mereka disana, semua ditanggung oleh warga Negara Indonesia.

Menurut survei terbaru WEF mengenai Index Daya Saing Turisme pada 130 negara untuk tahun 2008 ini, akhir pekan lalu, tetap menempatkan tiga negara Eropa Barat dalam posisi teratas, yaitu Swiss, Australia dan Jerman.

Di antara negara-negara ASEAN, dari hasil survei itu Indonesia, yang tahun ini mencanangkan tahun kunjungan wisata (Visit Indonesia Year 2008), berada di bawah Singapura yang menempati urutan 16, Malaysia (23), dan Thailand (42), namun masih di atas Filipina (urutan 81) dan Vietnam (96).

Dari Asia hanya Hong Kong dan Singapura yang berada di kelompok 20 besar. Negara lainnya yang masuk kelompok tersebut adalah Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Eropa.

Hong Kong, yang menempati posisi ke-14, menjadi tempat di wilayah Asia yang paling diminati oleh turis-turis mancanegara, sedangkan Jepang dan Korea Selatan, negara-negara yang dikenal sebagai simbol kebudayaan dari Asia Timur, hanya menempati uruan ke-23 dan 31.

Negara Asia lainnya, Cina, ternyata berada dalam urutan ke-62, kalah dari Meksiko yang berada di urutan ke-55, Afrika Selatan (60) dan hanya berbeda sedikit di atas India yang berada di peringkat ke-65 dan Mesir di urutan ke-66.

Terdapat 14 pilar yang menjadi indikator riset WEF 2008 dalam menentukan peringkat turisme untuk tahun 2008 dan terbagi dalam tiga katagori, yakni dalam hal regulasi, iklim bisnis dan infrastruktur yang dimiliki.

Selain itu juga dilihat keberadaan penduduk, kebudayaan dan sumber daya alam yang dimiliki. Jepang sendiri dalam katagori itu hanya kuat di bidang infrastruktur transportasi, kualitas penduduk dan budaya yang dimilikinya.

Sementara untuk bidang daya saing harga dan kebijakan pemerintahnya soal turisme justru kurang mendukung. Sementara itu Indonesia hanya bagus dari sisi “niatan” untuk menjadikan sektor turisme sebagai kebijakan prioritas, tetapi lemah dalam implementasi kebijakannya.

Belum lagi soal kondisi kesehatan dan kebersihan, Indonesia yang hanya menempati urutan ke-111, juga lingkungan (ke-126) dan soal keamanan yang menempati posisi ke-108.

Berbeda dengan Singapura, yang dari hasil survei itu terlihat tekad kuat dan jelas dalam memprioritaskan bidang turisme (posisi ke-5). Untuk soal keamanan Singapura juga sangat baik (urutan ke-8), begitu pula di bidang kesehatan dan kebersihan yang menempati urutan ke-53 dari 130 negara yang disurvei.

MUHAMMADIYAH ASEAN


HABIB CHIRZIN DAN MUHAMMADIYAH ASEAN.

Assalamualaikum, minta tambah doa, adik saya no 6 Prof. DR  Muhammad Chirzin, kemarin dilantik sebagai Direktur Program Pasca Sarjana  Universitas Muhammadiyah Yogjakarta (UMY) , sejak tanggal 3 Maret 2008 saya di Yogya bersama Prof. Sediono Tjondronegoro dll dalam rapat tahunan INDHRRA- Indonesia Center for Human Resource. Salam Habib Chirzin. 11 Maret 2008.  

Itu adalah bunyi sms balasan dari mas Habib, saat aku di Hanoi tanggal 02 Maret 2008 yang lalu aku mengirimkan sms kepadanya tentang keberadaanku di Hanoi. Rencana kedatangan mas Habib ke Hanoi akhir Maret 2008 mendatang dalam rangka seminar telah kuberitahukan kepada rekan-rekan di Hanoi dan telah diketahui oleh aktifis Islam di Hanoi, seperti Azhar Rizal, Marbun, Rayhan, Ramadhan, dll.   

Mas Habib pernah bersama Gus Dur ke Israel, Muhammadiyah “marah”, sejak itu mas Habib tak lagi di kepengurusan Pusat Muhammadiyah, tapi aku tahu mas Habib peduli dengan Muhammadiyah.  

Saat aku di Kamboja akhir Februari 2008 lalu dan mas Habib tahu disana, mas Habib pun mengirimkan sms kepadaku untuk mampir bertemu rekannya yang ada di Parlemen Kamboja, begitu juga saat akhir Desember 2007 Idul Qurban di Thailand mas Habib pun beberapa kali mengirimkan sms selamat kepada kami, menanyakan keadaan di Thailand. 

Di Vientiane Laos pun ada teman anak saya, isi sms mas Habib saat aku di Laos 03 Maret 2008 yg lalu. Ustaz Wahab dari Kulim Kedah Malaysia kenal baik dengan mas Habib. Dengan ustaz Wahab, aku ke Thailan, Kamboja, Miyanmar, Vietnam, mengunjungi komunitas muslim yang ada disana. Dan mereka yang kami kunjungi itu beberapa dari mereka pernah mengikuti Mukatamar Muhammadiyah di Indonesia. 

CUCU K.H AKHMAD DAHLAN DI THAILAND 

Nopember 2007 yang lalu kami mengunjungi pusat Halal di Chulalongkorn University di Bangkok Thailand. Di Thailand yang menjadi Direktur Halal Centre adalah cucu dari KH Akhmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah Indonesia yang bernama DR Winai Dahlan. Di Pattani, Yala Thailand selatan, pun ada cucu dari pendiri Muhammadiyah itu.  

Aku pernah membaca tulisan mas Habib tahun 2005 tentang Muhammadiyah Asean. Muhammadiyah Asean itu Sekretariatnya di Batam, diputuskan pada pertemuan tahun 2004 di Pulau Penang Malaysia, hadir saat itu dari Jakarta RusDi Hamka, Godweel Zubeir. 

Ketua Pimpinan Daerah Batam yang kesana menghadiri pertemuan di Pulau Penang adalah Suparjan, beserta sekretarisnya Imam Bahroni, dari Singapura ada Jamal Tukimin. Dari Pekanbaru pun ada yang hadir, karena waktu itu Batam masih bergabung dalam Provinsi Riau. Sejak itu Muhammadiyah Asean tak ada kabar. 

AMIEN RAIS DAN LUKMAN HARUN 

Yang rajin berkunjung ke komunitas muslim di Asean dari Muhammadiyah salah satunya adalah alm. Lukman Harun, alm. Lukman Harun pada saat Muktamar Muhammadiyah di Aceh, menjadi fenomenal karena biasanya di kepengurusan Muhammadiyah itu yang terpilih dan menjadi pengurus adalah 13 besar, tetapi saaat Mukatamar di Aceh tahun 1996 yang dihadiri oleh alm. Presiden Suharto dan alm. Ibu Tien, no 13 dan 14 sama besar suara yang diperoleh.  

Amien Rais yang saat itu agak berbeda pendapat dengan Lukman Harun tetap memasukkan alm. Lukman Harun di dalam kepengurusan pusat sehingga menjadi 14 orang, tak berapa lama setelah itu Lukman Harun meninggal dunia. Meskipun mereka berdua sering berbeda pendapat tapi kedua tokoh ini dikenal luas dikalangan sunnah di Asean.  

Di akhir tahun 1990 an, kalau kita mengunjungi pesantren atau madrasah sunnah di Malaysia dan Thailand, ustaz-usatz disitu kenal baik dengan Lukman Harun dan Amien Rais, mereka menunjukan tempat tidur Lukman Harun dan Amien Rais, “Disitulah pak Lukman tidur, nah disitulah pak Amien Rais duduk” kata mereka kepada rombongan kami.  

Mereka rindu kedatangan tokoh-tokoh Islam dari Indonesia, sejak Amien Rais mengurusi Partai menyerahkan kepemimpinan Muhammadiyah ke Buya Safii Maarif, sejak itu tak ada lagi yang berkunjung ke komunitas Muslim sunnah di Asean.  

Teman dari Pulau Pinang dan Kuala Lumpur takut mengundang Amien Rais, katanya Pemerintah Malaysia yang saat itu diterajui oleh Mahathir Muhammad tak berkenan dengan sosok Amien Rais sang Reformis. 

Lebih satu dasa warsa, ustaz-ustaz dan jamaah disana tak melihat tokoh sunnah dari Indonesia, lawatan ku kebeberapa negara Asean bukan resmi atas nama Muhammadiyah Asean. Aku bersama ustaz Wahab dari Kedah Malaysia, ustaz Wahab mendapat mandat langsung dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Din Syamsudin sebagai mewakili Muhammadiyah Asean yang Vakum.   

Apakah memang masih ada Muhammadiyah Asean?. (imbalo)

ZULZAIDI BIN MAHMOD PILIHANRAYA DI MALAYSIA


Sabas buat Zulzaidi, bebincang dengan awak cukup menyenangkan, meskipun masih belia, 22 tahun, tapi Zaidi cukup bijak, setia kawan, dan yang paling utama awak hormat kepada orang tua, itu aku tahu saat kita lebih sepekan bersama di Thailand Desember 2007 yang lalu.

Pilihan raya dah berakhir 5 dari 13 negara bagian dimenangkan oleh oposisi, padahal pak Wahab yang orang Kedah dan Faiz serta Muhammad pada saat pilihan raya (8/3) sedang berada di Kamboja, tapi Kedah dimenangkan Oposisi. Mudah-mudahan Malaysia berubah, tak sombong lagi dan tak menghina Tenaga Kerja Indonesia, tak mengatakan Indon, dan menganggap sebelah mata pekerja yang membuat Malaysia mempunyai kebun sawit beribu-ribu ekar.

Di Terminal Larkin, di terminal Bus Malaka, tak ada lagi terdengar “Awak Indon pulang saja, pegi bela” dari calo-calo yang ada diterminal bus itu, macam awak inilah generasi muda yang terpelajar, yang dapat merubah itu.

Anehnya yang dihina itu saudara serumpun, seagama pula. Padahal jauh – jauh kita berdakwah ke Kamboja, Thailand, Vietnam, Burma, Laos mengunjungi saudara muslim, eeee ini ada saudara muslim yang datang ke Malaysia mencari rezeki dan membantu pembangunan disana , mengapa engkau hina, engkau caci.

Tapi aku tahu , yang berbuat demikian itu orang tak terpelajar.

Sekali lagi sabas, ada perkembangan Demokrasi di Malaysia. Salam

  

PROSES PILIHANRAYA DI MALAYSIA

WARKAH UNTUK WAKIL RAKYAT YANG DISAYANGI

Ditulis oleh : Zulzaidi bin Mahmod

Proses pilihanraya yang diadakan pada 8 mac 2008 bagi menandakan bahawa Malaysia sebuah negara demokrasi sudah berakhir. Nama-nama calon yang menang sudah diumumkun menunjukkan bahawa calon itu menjadi “favourite” rakyat untuk diangkat sebagai wakil mereka yang dinamakan sebagai wakil rakyat.

Calon-calon yang mewakili suara rakyat sama ada dari peringkat Parlimen atau Dewan Undangan Negeri haruslah mengetahui tugas masing-masing yang telah diamanahkan kepada mereka.

Jika sewaktu pilihanraya calon-calon ini mewakili parti yang berbeza-beza samaada dari Barisan Nasional seperti UMNO, GERAKAN, MIC dan MCA atau dari barisan pembangkang seperti PAS, DAP dan Parti Keadilan Rakyat. Tetapi selepas menubuhkan kerajaan samaada kerajaan pusat atau kerajaan negeri mereka adalah di bawah satu kerajaan, dan sewajarnya tidak ada lagi sentimen kepartian sewaktu mereka bekerjasama dalam memacu negeri atau negara.

Selepas calon yang menang menduduki kerusi wakil rakyat, rakyat mengharapkan sangat bahawa wakil rakyat ini tidak lupa apa yang telah dijanjikan untuk rakyat di dalam manifesto dan janji masing-masing. Wakil rakyat diharapkan mempunyai ciri-ciri kepimpinan Rasulullah s.a.w dan para khalifah. Ini kerana dengan mengikuti tauladan dari kepimpinan mereka maka sebuah negara lebih terancang dan aman makmur tanpa ada ketidaktenteraman.

Rakyat juga mengharapkan kepada calon yang kalah agar tidak kecewa, kerana memang adat permainan ada yang menang dan ada yang kalah, menurut Datuk Seri Shahrizat Jalil menang kalah adalah asam garam pilihanraya dan yang penting adalah amanah dan tanggungjawab, beliau berkata demikian selepas pengemuman kemenangan Saudari Nurul Izzah Anwar di Parlimen Lembah Pantai.

Kepada calon yang kalah haruslah mempunyai sikap terbuka untuk menerima kekalahan, tetapi istilah “kalah” bukan bererti tidak perlu untuk melibatkan diri dalam politik lagi atau putus asa, seharusnya menolong wakil rakyat yang menang jika terdapat lompong-lompong. Tujuan asal bertanding dalam pilihanraya bagi calon-calon adalah sama iaitu mewakili suara rakyat, jadi kepada yang kalah harus terus membantu wakil rakyat agar demokrasi berjalan dengan lancar.

TURUN BERTEMU RAKYAT

Wakil Rakyat yang dipilih seharusnya dan sewajibnya turun untuk bertemu rakyat. Bertemu rakyat disini bukan hanya sewaktu acara formal seperti majlis-majlis rasmi bersama rakyat, tetapi pertemuan yang kerap dengan rakyat pada bila-bila masa walaupun tiada temu janji. Turun kelapangan dengan cara ini lebih mengeratkan lagi hubungan pemimpin dengan rakyat yang dipimpin, selain itu wakil rakyat boleh menggali masalah rakyat untuk diatasi atas suara kepimpinan yang telah diberikan mandat kepada mereka.

Jika sewaktu berkempen calon-calon wakil rakyat sanggup berpanas berhujan untuk bertemu rakyat meraih undi, perkara ini seharusnya tidak terhenti selepas pengemuman kemenangan, tetapi ia haruslah berterusan. Kisah Khalifah Umar Al-Khattab boleh diambil ikhtibar kepada pemimpin wakil rakyat agar sentiasa turun padang .

BERTANGGUNGJAWAB DAN PENUHI JANJI

Setiap wakil rakyat mestilah mempunyai sikap bertanggungjawab. Sikap ini perlulah disemai dengan jitu agar ia lebih dirasai oleh pemimpin dan golongan dipimpin, menurut Datuk Seri Hishamuddin Hussein tanggungjawab mestilah dipukul dengan amanah bersama. Tanggungjawab yang dipikul oleh wakil rakyat bukan boleh ditimbang kilogram, diukur kilometer tetapi diukur sejauhmana tanggungjawab itu dapat dilaksanakan.

Tanggungjawab wakil rakyat adalah mewakili suara rakyat ke peringkat Dewan undangan Negeri atau Parlimen selain menggubal atau membuat undang-undang bagi negeri dan persekutuan selain mentadbir. Tanggungjawab yang terpenting adalah menolong rakyat yang dalam kesusahan sama ada masalah sosial dan masalah ekonomi seperti kemiskinan.

Sewaktu kempen yang berlangsung 13 hari pada pilihanraya umum ke 12, rata-rata calon telah mengemukan manifesto masing untuk menyuarakan suara rakyat. Jika manifesto ini hanya dijadikan gula-gula untuk meraih undi tanpa dibawa ke peringkat atasan ia adalah tidak bermakna sama sekali, lebih baik manifesto itu dijadikan monumen sejarah calon pilihanraya .

Wakil rakyat wajib untuk memenuhi kandungan manifesto yang telah dibuat semampu mungkin agar tidak menjadi wakil rakyat yang tidak jujur. Tidak jujur disini bermaksud janji yang telah disebut dan dikata sewaktu berkempen tidak dibuat dan dilaksanakan selepas memegang tampuk pimpinan wakil rakyat. Sikap hipokrit ini harus dibuang jauh-jauh agar tiada saki baki dalam diri wakil rakyat.

Menurut perspektif Islam pemimpin mempunyai tanggungjawab yang berat. Ini berdasarkan hadis Rasulullah s.a.w: “setiap kamu pemimpin, dan bertanggungjawb atas pimpinan kamu,…” (muttafaqun A’laih). Tidak terhenti sekadar itu dalam hadis yang lain Rasulullah s.a.w menyatakan : “7 golongan yang mendapat payungan Allah dihari yang tiada payungan melainkan Payungan Allah s.w.t sahaja, pertama adalah pemimpin yang adil…” (muttafaqun A’laih) pemimpin yang adil haruslah meletakkan keadilan sebagai wadah kepimpinan agar kepimpinan lebih mantap dan mapan.

BAIK BUDI PEKERTI

Setiap wakil rakyat haruslah mempunyai sifat-sifat mahmudah iaitu sifat yang terpuji. Setiap agama di dunia ini menganjurkan umatnya supaya mempunyai budi pekerti yang mulia. Jadi setiap wakil rakyat wajib untuk mempamerkan sikap yang terpuji agar rakyat menyenangi dan sayangkan wakil rakyat. Wakil rakyat haruslah sentiasa bertanya perkembangan rakyat dari semasa ke semasa dengan senyuman dan tutur kata yang sopan.

Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia (KEKKWA) telah menghabiskan ribuan ringgit bahkan jutaan ringgit semata-mata untuk menyedarkan masyarakat betapa pentingnya budi bahasa dengan mengeluarkan propaganda positif “budi bahasa budaya kita”. Jika seseorang yang panas baran, apabila wakil rakyat datang dengan senyuman dan kesopanan maka baran rakyat boleh cair dan dapat dilupakan. Sikap sebegini bertepatan dengan prinsip Rukun Negara yang kelima iaitu kesopanan dan kesusilaan. Perkara ini menjadi contoh kepimpinan tauladan iaitu kepimpinan Rasulullah s.a.w.

Sebagai contoh ada seorang wanita yang sangat benci kepada Baginda, bila saja melihat Rasulullah s.a.w lantas wanita itu mengambil penyapu lalu memukul baginda. Walaupun begitu Rasulullah s.a.w sentiasa memberi salam kepadanya sekalipun salamnya itu tidak pernah dibalas oleh wanita tersebut. Suatu hari Rasulullah s.a.w hairan kerana wanita itu tidak kelihatan, jiran-jiran menyatakan pada Baginda bahawa wanita itu sakit dan tidak kuat untuk bangun. Sebaik sahaja mendengar perkara tersebut Baginda terus masuk ke dalam rumah wanita itu. Tanpa membuang masa Baginda pun tolong mengemaskan rumah, memasak serta menimba air untuk wanita itu. Wanita itu begitu hairan melihat perangai Rasulullah yang sudi membantunya meskipun dia sangat benci terhadap Rasulullah s.a.w.

Selepas peristiwa tersebut maka hati wanita itu telah tertawan dengan keperibadian Baginda lantas memeluk Islam. Perkara ini menunjukkan keperibadian yang mulia yang perlu ada pada diri setiap wakil rakyat.

Wakil rakyat yang dipilih haruslah peka perkembangan rakyat agar kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya utuh dah kukuh dan tidak mudah roboh. Wakil rakyat juga haruslah menyemai sikap terbuka dan sentiasa bertoleransi dengan rakyat, agar rakyat bisa meluahkan masalah mereka secara senang tanpa ada sembunyi-sembunyi. Wakil rakyat juga haruslah dapat menyeimbangkan antara keperluan dan kehendak rakyat, dan dapat mengutamakan yang mana perlu.

ZULZAIDI BIN MAHMOD

(PRESIDEN)

JARINGAN NASIONAL BELIA MAPAN

DI ALAMAT :

C-03-19, PPR HILIRAN AMPANG,

55100 KUALA LUMPUR .

860904-56-6593

Dikira Indon, Dianggap Remeh, Sang Jepang pun Mengamuk


imgp2147.jpg

Kejadian di Bandar Udara Senai Johor Bahru 

Apa jadinya kalau salah orang, dikira Indon tetapi Jepun, Jepun tak terima diperlakukan bak Indon, sang Jepun pun mengamuk, ini terjadi 3 Maret 2008 yang lalu di Bandar Udara Senai Johor Bahru Malaysia.  

Kami sepesawat dengan sang Jepun dari Bangkok – ke Johor Bahru, karena tiket promosi dari Air Asia, seharga 2.124 bath, aku lebih memilih Bangkok – Johor Bahru,  ketimbang  Bangkok – Changi Singapura, yang hampir mencapai 6.000 bath, si Jepun pun punya pikiran yang sama, menghemat hampir 4.000 bath, tak apalah tujuan semula Bangkok-Singapura, toh dari Senai dengan taxi ke Singapura sekitar 50 RM.     

Nyatanya, Air Asia terlambat berangkat dari Bangkok, penerbangan Bangkok- Johor Bahru yang hanya sekali dalam dua hari itu harus menurunkan bagasi penumpangnya kembali yang telah terlanjur berada di perut pesawat, karena ada 7 orang penumpangnya tak kunjung masuk pesawat, terlambat akibat lamanya chek in dan pemeriksaan di imigrasi Bandara Svarnabumi.  

Tak lama setelah pengumuman permintamaafan pilot, atas keterlambatan akibat  mengeluarkan bagasi penumpang yang terlambat, sang penumpang yang tujuh 7 orang tadi dengan nafas ngos-ngosan telah berada di dalam pesawat, bagasipun dimasukkan kembali.   

Sesuai jadwal Air Asia penerbangan DJ72LF yang sarat penumpang itu rencana berangkat pukul 15.45 dari Bangkok rencana tiba di Senai Malysia 18.55. Konter Chek in telah dibuka sejak pukul 13.25,  karena berangkat terlambat dari Bangkok mengakibat tiba di Johor Bahru pun terlambat.  

Pengalaman beberapa kali di bandara Svarnabumi Bangkok tentang jauhnya berjalan ke ruang tunggu dan lamanya chek in serta panjangnya antrian pemeriksaan di imigrasi, YLKM sejak  pukul 12.00 telah antri di counter chek in.  

Senai Bandar Udara Internasional 

Tiba di Senai hari dah gelap, hujan cukup deras, barang-barang bagasi diatas troli ditutup sekedarnya saja dengan terpal saat diturunkan dari pesawat, hampir 45 menit menunggu bagasi dan pemeriksaan oleh Bea Cukai setempat, 2 buah tas YLKM basah, satu tutup tas terlepas, sayangnya diketahui setelah di Johor saat di Hotel, tidak ada barang berharga yang hilang hanya brosur-brosur dan kartu nama dari teman sejawat di lima negara yang dikunjungi hilang.  

Malam itu, Bandara Senai sepi, sepertinya tidak ada penerbangan lain,  mungkin karena petang sebagian petugas di Bandara melaksanakan sholat magrib, petugas Bea Cukai hanya seorang dan itulah yang memeriksa barang bawaan penumpang, ada beberapa barang penumpang yang dikeluarkan dari dalam kardus-kardus, karena tak diizinkan masuk ke Malaysia, itu membuat lama antiran.

Tak berapa lama datang seorang lagi petugas Bea Cukai, padahal penumpang full, agak lega sedikit perasaan , terpikir apakah bisa dapat last Ferry ke Batam, tadinya di Bangkok perhitungan pukul 18.55 tiba di Senai bolehlah last Ferry ke Batam. 

Di Peron depan, ada counter taxi dan ada counter Bus, dengan taxi sekitar 40 RM sementara dengan Bus 8 RM ke Bandar Johor. Karena rasanya tak terkejar ke Stulang Laut, terpaksa nginap semalam di Johor, jadi lebih baik naik bus saja ke Bandar. Ternyata telah ada 5 orang yang telah membeli tiket Bus  termasuklah teman Jepun tadi bersama teman wanitanya, seorang lagi bulek terlihat dari tampangnya, 2 orang tak jelas warga negara mana. 

TICKET SOLD NOT REFUNDBALE 

Bus Handal Indah Sdn Bhd (Co. No. 287467-M) Express Senai Airport, Bus Fare RM 8.00.  No. Tiket S/No: SA 135305, customer copy : TICKETS SOLD NOT REFUNDABLE , ini lah punca masaalahnya. 

Tiket yang telah dibeli tak boleh dikembalikan lagi, sang  Jepun ingin cepat ke Singapura, dah hampir 1 jam di Bandara, diperhitungkan 1 jam lagi Bus berikutnya yang akan membawa kami baru berangkat, dia ingin mengembalikan tiket, karena terlalu lama menunggu dan menukarnya dengan naik taxi yang langsung ke Singapura saja.  

Petugas counter tiket tak mau, karena ada ketentuan tiket yang telah dibeli tak boleh dikembalikan, sang Jepun mengadu ke Security, beralasan tadi dijanjikan tidak lama menunggu bus, lagian bus hanya sampai di bandar Johor saja, dari Johor harus naik taxi lagi ke Singapura, padahal di Senai ada taxi yang langsung ke Singapaura.  

Terjadi adu mulut, penjual tiket mengatakan kepada Security disitu yang melerai pertengkaran “Dia ni budak Indon jadi dia mengerti apa yang saya cakapkan, sekarang dia cakap orang putih pulak, tadi dah saya jelaskan bahwa bus yang berikutnya 1 jam lagi dan bukan ke Singapura” katanya membela diri.  

Dituduh Indon dan merasa dibohongi sang Jepun tak terima “ Saya bukan Indon , saya bukan Malaysia” katanya dalam bahasa inggris,  saking geramnya petugas penjual tiket tadi hendak di tumbuk sang Jepun, dia masuk ke kounter tempat penjual tiket, si penjual tiket berlari keluar, terjadi kejar mengejar antara si Jepun yang sudah naik pitam merasa di bohongi itu dengan si penjual tiket, orang-orang disitu berdiri mematung.  

Dalam bahasa Jepang dia memaki-maki entah apa yang diucapkannya, itulah sebabnya orang-orang disitu tahu kalau dia orang Jepang. Mukanya memerah, rangsel yang ada di punggung, dilepaskan agar leluasa mengejar si penjual tiket yang akan dipelasa, ransel dicampakkkan ke teman wanitanya yang sedang berdiri di depan pintu keluar bandara,  pemuda Jepang berumur 20 an tahun itu besar badannya, tak ada orang di peron itu yang melebihi tinggi dan besar badannya . Sehingga dengan leluasa dia mengejar si penjual tiket yang sudah ketakutan dan pucat karena tak ada orang yang merintangi tak ada melerainya. Kasihan melihat si penjual tiket lari tepontang panting, tapi geram juga terlalu arogan tadinya, dikira Indon rupanya Jepun. “Dia tadi pandai cakap Indon” kata penjual tiket itu berulang-ulang.

Tak lama puluhan orang berdatangan entah dari mana, menghalangi si Jepun yang mengejar si penjual tiket yang masuk ke dalam toko souvenir di adalam ruang tunggu. Tak dapat si penjual tiket di pelasa si Jepun tak puas hati kounter tiket di tendangnya, di pukulnya berkali-kali.  

Bus pun datang, dipercepat jadwalnya dari semula, kami berlima naik bus, si penjual tiket tak berani mendekat, ada seorang tua agak gendut perutnya, mungkin supir taxi, nyeletuk, “ini Malaysia, mana boleh dia buat sesuka hati dia disini” tapi pria gendut itu pun tak berani melerai si Jepun saat mengamuk tadi. 

Sekali ini kena batunya dikira Indon ternyata Jepun, padan muka, di tendang, di sepak terajang sehingga bergeser dari tempatnya kounter tempat penjual tiket itu, kounter lah jadi sasaran pelampiasan  kemarahan. 

Aku pun terkesima, satu-satu nya orang Indon dipenerbangan Bangkok-Johor Bahru dan menyaksikan kejadian di Bandara Senai saat itu. Ternyata sebagian orang Malaysia temberangnya sama Indon yang satu agama saja.

Di dalam bus pun si Jepun tetap mengepalkan tinjunya mengarahkan kepada orang-orang yang masih berdiri di Peron. Jengkel sekali terlihat dia. Bukan karena 8 RM masaalahnya. (iis)

Makanan Halal di Veitnam


dscf0549.jpg

 

Makanan Halal di Vietnam

 

 

Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM) Batam mengunjungi beberapa tempat penjual makanan halal saat ziarah di Negara tetangga Asean akhir bulan Februari 2008 .

Di Vietnam, di kota Ho Chi Min, sebagian orang disana masih menyebut Saigon, ada beberapa tempat Restoran Halal, salah satunya Kedai Shamsudin, restoran yang beralamat 445 Le Honh Phong P.2 Q.10 TP Ho Chi Min.

Di depan restoran ini pun banyak Guest House ataupun Hotel. Salah satunya adalah milik Shamsudin yang dapat berbahasa melayu, demikian juga beberapa orang pegawainya. Beragam jenis makanan ada dijual disini, dari masakan india, china maupun masakan barat.Agak ke selatan ke distrik Chou Doc banyak komunitas muslim, sekitar 60 ribuan, sebagian besar mereka dapat berbahasa melayu.

Chou Doc ini berbatasan langsung dengan Kamboja. Banyak masjid disini “ada sebelas” ujar ustaz Abdul Kabir, guru madrasah Mahmudiayah di Chou Duc.

Dari Ho Chi Min ke Hanoi

Kalau hendak ke Hanoi ibukota negara Vietnam di utara, bila naik pesawat udara tak begitu repot dengan makanan halal, karena penerbangan hanya di tempuh 1 jam 45 menit, tetapi bila naik bus jalan darat sembari menikmati pemandangan indah sepanjang tepi pantai Vietnam dan melihat kota Da Nang, pusat kerajaan Champa abad ke 16, Kita haruslah mempersiapkan makanan terlebih dahulu di Ho Chi Min.  Champa adalah kerajaan Islam pertama di Nusantara, salah seorang putri Champa dipersunting oleh raja Majapahit, dan keturunannya adalah wali songo yang kesohor itu.

Hampir 40 jam perjalanan darat dari Ho Chi Min ke Hanoi, disepanjang perjalanan tidak dijumpai kedai ataupun restoran Halal, Nasi goreng dapat bertahan 2 hari, karena saat Februari di Hanoi temperatur udara mencapai 10 derajat celsius, Roti banyak di jual di Ho Chi Min, dengan potongan ayam goreng bisa menjadi menu. Mie instan pun dapat juga menjadi bekal sepanjang perjalanan, Bus super Vip, memberikan kupon makan di setiap restoran yang disinggahi.

Yang penting juga adalah saat istinjak (bersuci) tidak semua toilet di Vietnam menyediakan air, untuk bersuci selepas buang air kecil misalnya. Di terminal bus di Ho Chi Min, toiletnya tidak disediakan air, siap-siap istinjak dengan kertas, dan kertas atau air itu dibawa sendiri.

Restoran Halal di Ha noi

Restoran halal di Ha noi daging sapi dan daging ayam dipotong oleh staf kedutaan Hanoi, mereka memotong seekor sapi 3 bulan sekali. “Saya yang potong , 3 bulan sekali terkadang tak sampai 3 bulan, warga muslim bukan dari Indonesia pun membelinya di Restoran itu,” jelas Azhari Rizal staf kedutaan di Hanoi kepada YLKM Batam.Restoran Halal, tidak hanya dikunjungi oleh muslim , tetapi kaum vegetarian pun makan disitu, juga ramai dikunjungi turis-turis dari mancanegara.

Lembaga Halal

Menurut penjelasan Ustaz Abdul Kabir Chou Duc, sertifikasi halal hanya dilakukan oleh umat Muslim yang ada di Ho Chi Min saja, ada beberapa produk Vietnam yang telah mencantumkan logo Halal, minuman sarang burung contohnya. Jadi di Ibukota negara Vietnam belum ada lembaga seperti di Bangkok Thailand yang difasilitasi oleh negara untuk sertifikasi makanan halal. Di Vietnam pun ada beberapa produk Thailand yang beredar yang berlogo halal, seperti minuman kaleng kacang soya. (iis)

Ziarah ke Malaysia,Kamboja, Vietnam, Thailand dan Laos


dscf0594.jpg 

salah satu sudut kota Hanoi

Dari Pelabuhan Batam Center selepas sholat Jumat di Masjid Raya Batam tanggal 22 Februari 2008 aku naik Ferry ke Johor Bahru via Stulang Laut, perjalanan ditempuh selama lebih kurang 2 jam, karena sebelumnya aku telah membeli ticket Air Asia dari Kuala Lumpur – Phnom,  Pulang Pergi. Sehingga destinasi selanjutnya adalah Kuala Lumpur dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur aku naik Bus dari terminal Larkin di Johor Bahru, Stulang Laut ke Larkin ongkos taxi sekitar 20 ringgit Malaysia (RM)  , sementara tambang Bus Johor Bahru ke Kuala Lumpur 28 RM.

Tiba di Kuala Lumpur aku di jemput oleh Akhmad Batu Pahat demikan aku memanggilnya, Akhmad BP ini aku kenal  ketika Desember 2007 lalu di Chiang Rai Thailand dalam rangka Idul Qurban disana, petang dari JB tiba di KL sekitar pukul 23 malam waktu setempat, dengan keretanya aku diantar ke rumah Yatim Al Khaadem yang terletak di Taman Maluri tak berapa jauh dari Pudu Raya terminal Bus di Kuala Lumpur. Di Tanjung Pinang Riau akupun pernah beberapa kali nginap di panti asuhan yatim yang di kelola oleh Muhammadiyah.

Karena akupun yatim sejak usia 5 tahun , pagi selepas shalat subuh aku diminta oleh ustaz Umar memberikan tausiah kepada anak-anak Yatim di Al Khaadem, aku ceritakan bagaimana anak-anak yatim sering diexploitasir oleh pengelola panti,  di Batam pun aku masih tercatat sebagai wakil Ketua Asosiasi Pengurus Pantai Asuhan Batam.

Bagaimana rasanya menjadi anak yatim tak kan mungkin dirasakan oleh orang yang tak pernah menjadi yatim, di Al Khaadem ada anak yatim dari Indonesia, ibunya bekerja di Kuala Lumpur, tetapi kini telah pulang ke Medan, tahu kalau aku dari Indonesia dan asal Medan pula , air matanya berlinang, dia sangat rindu kepada ibunya katanya, kau mau pulang ke Medan tanyaku, ia mengangguk perlahanan, hal itu pernah aku rasakan saat aku masih kecil ketika tinggal bersama saudara dan bersekolah di Medan . Rindu yang tiba-tiba menyergap membuat air mata berlinang.

Panti Al Khaadem atau Pertubuhan Al Khaadem cukup baik pengelolaannya, terstruktur, mungkin awal April 2008 mereka akan menempati gedung baru , gedung megah dan ditempat lokasi yang luas ini adalah bantuan dari negara Timur Tengah, Pertubuhan ini diteraju oleh ustaz Hussain Yee, ustaz Hussain Yee adalah keturunan Cina, ada empat panti tempat lainnya selain di Taman Maluri.  Pusatnya di 1034 Jalan Cempaka, Sungai Kayu Ara, Petaling Jaya, Selangor Darul Ehsan. “Pak Imbalo jangan nginap di Hotel , orang Sunnah biasa nginap di masjid dan di panti.” pesan ustaz Abdul Wahab karibku dari Kulim Kedah kepadaku melalui telpon, besok tengah hari kita jumpa di KLCC tambahnya lagi. itulah sebabnya aku nginap di Panti asuhan Al Khaadem Kuala Lumpur.

Dari Kuala Lumpur tiba di bandara Phnom Penh petang hari, di counter pemeriksaan pasport, petugas imigrasi sesaat melihat paspor yang ku sodorkan dan berkata “visa” sembari menunjuk ke petugas imigrasi yang banyak berdiri tak jauh dari tempat counter itu…. dan teman dari Malaysia tidak ada masaalah…. hanya orang indonesia saja yang dikenakan visa sebesar 20 dollar amerika dan upah mengisi form yang disediakan dan foto copy pasport untuk mengambil photo dikenakan biaya sebesar 5 dollar lagi.

Jadi kalau ada yang mau ke Kamboja harus menyediakan pasphoto dan menyiapkan dollar amrekia, meskipun mata uang disana adalah reel tetapi transaksi memakai dollar amerika.

Enggak tahu apa sebabnya ada pengecualian warga negara malaysia dengan indonesia , ini bukan saja di kamboja tetapi juga di Myanmar perlakuan diskriminatif sesama warga asean ini.

Kami dijemput oleh Fatah, Fatah adalah putra ke sepuluh dari Toun Sman Muhammad (Imam Ahmad Hasan), Imam Ahmad Hasan ini adalah imam masjid Dubai, masjid Dubai adalah masjid terbesar di Phnom Penh, masjid ini dibangun oleh orang Dubai, “kemarilah semua orang kedutaan yang ada di Phnom Penh sholat” kata Fatah kepada kami dengan bahasa melayu.

Fatah, meskipun dilahirkan di Phnom Penh, di kota, tetapi ia dapat berbahasa ibu, ibunya adalah orang chmampa demikian pula imam ahmad asli dari champa, “kalau tak salah silap dah 400 tahun lebih tok tok kami di sini” jelas Imam akmad kepada kami tentang keberadaan mereka disini.

Semua anak beranak mereka dapat berbahasa melayu, Imam ahmad lelaki berusia 70an ini adalah mantan askar di jaman pol pot, merasakan bagaimana berperang ketika itu, demikian kehidupan beragama.

Tetapi dia tetap mendidik anak-anaknya dalam Iman Islam dan tetap berbahasa melayu. (bang Aries tolong tuliskan tentang penyebaran champa sampai ke kamboja dari kampung champa di vietnam), kesebelas anaknya dapat berbahasa melayu dan beberapa dari putranya kini sedang menyelesaikan master, selama kami di kamboja Fatah dan Younes (baca yunus) yang memandu dan menemani dan penterjemah kami mengunjungi komunitas muslim yang ada di kamboja.

Berdua abang adik ini dapat berbahasa kmer, champa begitupun dengan bahasa Inggris, selain berbahasa melayu, “kita seperti di kampung sendiri saja , seperti tak diluar negeri” celetuk ustad Wahab dengan kepasihan mereka berbahasa melayu.

dscf0608.jpg 

salah satu masjid di Vientiane Laos di City center

Di Kamboja ada beberapa Hotel tempat makanan restoran halal, dan itu semua dapat ditunjukkan oleh kedua pria 20 an ini. Saat ini di Kamboja sedang kemarau sudah hampir 4 bulan tak turun hujan kata pak Imam, halaman masjid berdebu, masjid Internasional itu pun terlihat kumuh, dihalaman masjid terlihat 2 batang pohon korma dan beberapa batang pohon akasia, tak layak disebut masjid internasional yang sebagian besar jamaahnya adalah muslim dari kedutaan

Dibutuhkan Guru Taman Kanak-Kanak


Kami Sekolah Islam Terpadu Hang Tuah Batam membutuhkan Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak

Syarat – syarat :

Sarjana (S1), Perempuan, Muslim dapat membaca Alquran, berdomisili di Batam.

Bagi yang berminat dan memenuhi persyaratan lamaran ditujukan ke Yayasan Pendidikan Islam Hang Tuah Jalan Ranai no 11 Bengkong Polisi 29432 Batam, atau ke email ariesaja@yahoo.com

%d blogger menyukai ini: