INDONESIA URUTAN 80 DARI 130 TUJUAN WISATA


Minim Informasi

Indonesia jauh dibawah Singapura, Malaysia, Thailand, tulis harian Republika (10/3), kita negara urutan ke 80 menjadi tujuan wisata, berdasarkan hasil survei dari 130 Negara dari World Economi Forum (WEF) tahun 2008.  

Masyaraakat kita terkenal dengan keramah tamahannya, sangkin ramahnya membuat jengkel orang yang datang ke Indonesia. Begitupun ringan tangannya, barang di dalam bilik hotel pun bisa raib, apalagi di jalanan. 

Negara ke 80 menjadi tujuan wisata pun sudah terdongkrak oleh Bali. Bukan dibawah Singapura, Malaysia dan Thailand saja Indonesia bisa jadi masih jauh dibawa Laos, dan negara Asean lainnya.

Dari pengamatan YLKM Batam berkunjung ke beberapa negara Asean dari pertengahan Februari sampai awal Maret 2008 yang lalu. Di Vientiane ibukota Laos contohnya, tak ada bangunan di kota itu yang sepuluh tinggkat tingginya, tak ada jalan layangnya, tak ada swalayan seperti di Jakarta, tetapi banyak turis datang kesana, “Berjam-jam dari pukul 9 pagi hingga ke pukul 5 petang, mereka hanya duduk-duduk di pinggir sungai Mekong entah apa yang mereka pandangi” ujar Abdul Kadir, Abdul Kadir pemuda asal Bangladesh yang telah bersiteri orang Laos dan telah bermukim di Laos hampir 10 tahun.   

“Makan ikan bakar, berjalan ketengah sungai mekong yang sudah mengering, terkadang mereka bermain bolah di tengah sungai yang mengering itu” jelas Abdul Kadir   “Di Laos aman, tengah malam kita berjalan sorang tak ada yang kacau, tak ada yang tanya, tak ada yang tarik sana tarik sini” jelas Abd Kadir lagi. Aman informasi gampang di dapat.   

Kota Vientiane Laos berbatasan langsung dengan Chiang Mai Thailand kedua kota ini dipisahkan oleh salah satu dari 9 aliran sungai Mekong, tidak sulit bagi turis dari Laos yang ingin ke Thailand hanya membayar 25 US dollar dengan bus telah sampai ke Bangkok.

Di perbatasan (border) Nongkay Provinsi Udonthani Thailan kita dapat berjalan kaki, atau naik tuk tuk. Demikian pula dari Hanoi ibukota Vietnam, ke Laos, ongkos bus 20 us dollar.

Dari Hanoi ke Vientiane bus vip yang memuat 20 an orang itu selain awak dan supir bus serta YLKM seorang yang orang timur, lainya adalah orang barat belaka, begitu pun saat dari Laos ke Bangkok, hampir semua penumpang bus vip itu adalah orang barat.  

KEDUTAAN YANG MELEMPEM 

Fujji Yuichi (47) tahun contohnya, termonitor Kedutaan Jepang di Indonesia, pria jepang yang menikah siri dengan wanita Indonesia di Bogor itu di cogok saat di pelaminan tanggal 14 Maret 2008 yang lalu, ia menggunakan visa bisnis ke Indonesai.  

Mantan Kapolri Rusdiharjo malah menjadi koruptor miliaran rupiah, memanfaatkan tenaga kerja Indonesia di Malaysia, Dubes yang seharusnya melindungi warga negaranya ini  membuat susah. 

Dubes di Manila dan di Kuala Lumpur tak tahu warga Indonesia di deportasi dan ditangkapi, dan dianggap teroris.  

Pengalaman YLKM Batam datang ke Kedubes Indonesia di Vientin Laos, ingin mendapat informasi tentang Laos, hanya dilirik dari jendela 40 x 40 cm oleh penjaga, tak diperkenankan masuk, dan tukang kebun yang mewakili Dubes nya. Padahal betapa besar biaya mereka disana, semua ditanggung oleh warga Negara Indonesia.

Menurut survei terbaru WEF mengenai Index Daya Saing Turisme pada 130 negara untuk tahun 2008 ini, akhir pekan lalu, tetap menempatkan tiga negara Eropa Barat dalam posisi teratas, yaitu Swiss, Australia dan Jerman.

Di antara negara-negara ASEAN, dari hasil survei itu Indonesia, yang tahun ini mencanangkan tahun kunjungan wisata (Visit Indonesia Year 2008), berada di bawah Singapura yang menempati urutan 16, Malaysia (23), dan Thailand (42), namun masih di atas Filipina (urutan 81) dan Vietnam (96).

Dari Asia hanya Hong Kong dan Singapura yang berada di kelompok 20 besar. Negara lainnya yang masuk kelompok tersebut adalah Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Eropa.

Hong Kong, yang menempati posisi ke-14, menjadi tempat di wilayah Asia yang paling diminati oleh turis-turis mancanegara, sedangkan Jepang dan Korea Selatan, negara-negara yang dikenal sebagai simbol kebudayaan dari Asia Timur, hanya menempati uruan ke-23 dan 31.

Negara Asia lainnya, Cina, ternyata berada dalam urutan ke-62, kalah dari Meksiko yang berada di urutan ke-55, Afrika Selatan (60) dan hanya berbeda sedikit di atas India yang berada di peringkat ke-65 dan Mesir di urutan ke-66.

Terdapat 14 pilar yang menjadi indikator riset WEF 2008 dalam menentukan peringkat turisme untuk tahun 2008 dan terbagi dalam tiga katagori, yakni dalam hal regulasi, iklim bisnis dan infrastruktur yang dimiliki.

Selain itu juga dilihat keberadaan penduduk, kebudayaan dan sumber daya alam yang dimiliki. Jepang sendiri dalam katagori itu hanya kuat di bidang infrastruktur transportasi, kualitas penduduk dan budaya yang dimilikinya.

Sementara untuk bidang daya saing harga dan kebijakan pemerintahnya soal turisme justru kurang mendukung. Sementara itu Indonesia hanya bagus dari sisi “niatan” untuk menjadikan sektor turisme sebagai kebijakan prioritas, tetapi lemah dalam implementasi kebijakannya.

Belum lagi soal kondisi kesehatan dan kebersihan, Indonesia yang hanya menempati urutan ke-111, juga lingkungan (ke-126) dan soal keamanan yang menempati posisi ke-108.

Berbeda dengan Singapura, yang dari hasil survei itu terlihat tekad kuat dan jelas dalam memprioritaskan bidang turisme (posisi ke-5). Untuk soal keamanan Singapura juga sangat baik (urutan ke-8), begitu pula di bidang kesehatan dan kebersihan yang menempati urutan ke-53 dari 130 negara yang disurvei.

Bunga Kamboja Menjadi Pohon Hias di Tengah Kota


BUNGA KAMBOJA (ADENIUM)

Apa hubungan bunga Kamboja dengan negara Kamboja?

Kamboja di Indonesia identik dengan pusara, di tahun 60 an lagu “Dibawah Pohon Kamboja”, di era Oslan Husein, Ony Suriono, Bing Selamet, lagu ini sangat populer, kalau tak salah lirik nya antara lain demikian :

 

Menanti dibawah pohon Kamboja

Datangmu kekasih yang kucinta

Janganlah sekali kali kau melalaikan

Janjimu yang telah kau ucapkan

Bila kasih tak ingat padaku

Petiklah sekuntum kemboja

Disana kelak kita berjumpa

Di Negara Kamboja memang banyak tumbuh bunga Kamboja, dari Bandara Phnom Penh menuju pusat kota, sepanjang jalan berjejer rapi bunga Kamboja, pohon yang batangnya bergetah berbunga puti berkelopak lima ini, ternyata menjadi bunga istimewa di Kamboja.

“Bunga Kamboja adalah bunga raja” jelas Fatah kepada kami saat kami agak terheran-heran apakah ada kuburan di tengah kota. Fatah (23 thn) adalah pemandu kami, dia orang Kamboja ayahnya berasal dari Champa keturunan ke 14 di Kamboja, kini menjadi Imam Masjid Besar di Phon Penh Kamboja.

Di Bali banyak tumbuh bunga Kamboja di tengah kota, pohon dan bunga nya mirip dengan bunga Kamboja dari Negara Kamboja. Di Bali sering dicari bunga Kamboja yang berkelopak enam, kabarnya mendatangkan rezeki.

Disebagian besar wilayah Indonesia bunga Kamboja menghiasi kuburan, tetapi di Kamboja menjadi pohon hias di tengah kota, indah tertata.

MUHAMMADIYAH ASEAN


HABIB CHIRZIN DAN MUHAMMADIYAH ASEAN.

Assalamualaikum, minta tambah doa, adik saya no 6 Prof. DR  Muhammad Chirzin, kemarin dilantik sebagai Direktur Program Pasca Sarjana  Universitas Muhammadiyah Yogjakarta (UMY) , sejak tanggal 3 Maret 2008 saya di Yogya bersama Prof. Sediono Tjondronegoro dll dalam rapat tahunan INDHRRA- Indonesia Center for Human Resource. Salam Habib Chirzin. 11 Maret 2008.  

Itu adalah bunyi sms balasan dari mas Habib, saat aku di Hanoi tanggal 02 Maret 2008 yang lalu aku mengirimkan sms kepadanya tentang keberadaanku di Hanoi. Rencana kedatangan mas Habib ke Hanoi akhir Maret 2008 mendatang dalam rangka seminar telah kuberitahukan kepada rekan-rekan di Hanoi dan telah diketahui oleh aktifis Islam di Hanoi, seperti Azhar Rizal, Marbun, Rayhan, Ramadhan, dll.   

Mas Habib pernah bersama Gus Dur ke Israel, Muhammadiyah “marah”, sejak itu mas Habib tak lagi di kepengurusan Pusat Muhammadiyah, tapi aku tahu mas Habib peduli dengan Muhammadiyah.  

Saat aku di Kamboja akhir Februari 2008 lalu dan mas Habib tahu disana, mas Habib pun mengirimkan sms kepadaku untuk mampir bertemu rekannya yang ada di Parlemen Kamboja, begitu juga saat akhir Desember 2007 Idul Qurban di Thailand mas Habib pun beberapa kali mengirimkan sms selamat kepada kami, menanyakan keadaan di Thailand. 

Di Vientiane Laos pun ada teman anak saya, isi sms mas Habib saat aku di Laos 03 Maret 2008 yg lalu. Ustaz Wahab dari Kulim Kedah Malaysia kenal baik dengan mas Habib. Dengan ustaz Wahab, aku ke Thailan, Kamboja, Miyanmar, Vietnam, mengunjungi komunitas muslim yang ada disana. Dan mereka yang kami kunjungi itu beberapa dari mereka pernah mengikuti Mukatamar Muhammadiyah di Indonesia. 

CUCU K.H AKHMAD DAHLAN DI THAILAND 

Nopember 2007 yang lalu kami mengunjungi pusat Halal di Chulalongkorn University di Bangkok Thailand. Di Thailand yang menjadi Direktur Halal Centre adalah cucu dari KH Akhmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah Indonesia yang bernama DR Winai Dahlan. Di Pattani, Yala Thailand selatan, pun ada cucu dari pendiri Muhammadiyah itu.  

Aku pernah membaca tulisan mas Habib tahun 2005 tentang Muhammadiyah Asean. Muhammadiyah Asean itu Sekretariatnya di Batam, diputuskan pada pertemuan tahun 2004 di Pulau Penang Malaysia, hadir saat itu dari Jakarta RusDi Hamka, Godweel Zubeir. 

Ketua Pimpinan Daerah Batam yang kesana menghadiri pertemuan di Pulau Penang adalah Suparjan, beserta sekretarisnya Imam Bahroni, dari Singapura ada Jamal Tukimin. Dari Pekanbaru pun ada yang hadir, karena waktu itu Batam masih bergabung dalam Provinsi Riau. Sejak itu Muhammadiyah Asean tak ada kabar. 

AMIEN RAIS DAN LUKMAN HARUN 

Yang rajin berkunjung ke komunitas muslim di Asean dari Muhammadiyah salah satunya adalah alm. Lukman Harun, alm. Lukman Harun pada saat Muktamar Muhammadiyah di Aceh, menjadi fenomenal karena biasanya di kepengurusan Muhammadiyah itu yang terpilih dan menjadi pengurus adalah 13 besar, tetapi saaat Mukatamar di Aceh tahun 1996 yang dihadiri oleh alm. Presiden Suharto dan alm. Ibu Tien, no 13 dan 14 sama besar suara yang diperoleh.  

Amien Rais yang saat itu agak berbeda pendapat dengan Lukman Harun tetap memasukkan alm. Lukman Harun di dalam kepengurusan pusat sehingga menjadi 14 orang, tak berapa lama setelah itu Lukman Harun meninggal dunia. Meskipun mereka berdua sering berbeda pendapat tapi kedua tokoh ini dikenal luas dikalangan sunnah di Asean.  

Di akhir tahun 1990 an, kalau kita mengunjungi pesantren atau madrasah sunnah di Malaysia dan Thailand, ustaz-usatz disitu kenal baik dengan Lukman Harun dan Amien Rais, mereka menunjukan tempat tidur Lukman Harun dan Amien Rais, “Disitulah pak Lukman tidur, nah disitulah pak Amien Rais duduk” kata mereka kepada rombongan kami.  

Mereka rindu kedatangan tokoh-tokoh Islam dari Indonesia, sejak Amien Rais mengurusi Partai menyerahkan kepemimpinan Muhammadiyah ke Buya Safii Maarif, sejak itu tak ada lagi yang berkunjung ke komunitas Muslim sunnah di Asean.  

Teman dari Pulau Pinang dan Kuala Lumpur takut mengundang Amien Rais, katanya Pemerintah Malaysia yang saat itu diterajui oleh Mahathir Muhammad tak berkenan dengan sosok Amien Rais sang Reformis. 

Lebih satu dasa warsa, ustaz-ustaz dan jamaah disana tak melihat tokoh sunnah dari Indonesia, lawatan ku kebeberapa negara Asean bukan resmi atas nama Muhammadiyah Asean. Aku bersama ustaz Wahab dari Kedah Malaysia, ustaz Wahab mendapat mandat langsung dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Din Syamsudin sebagai mewakili Muhammadiyah Asean yang Vakum.   

Apakah memang masih ada Muhammadiyah Asean?. (imbalo)

ZULZAIDI BIN MAHMOD PILIHANRAYA DI MALAYSIA


Sabas buat Zulzaidi, bebincang dengan awak cukup menyenangkan, meskipun masih belia, 22 tahun, tapi Zaidi cukup bijak, setia kawan, dan yang paling utama awak hormat kepada orang tua, itu aku tahu saat kita lebih sepekan bersama di Thailand Desember 2007 yang lalu.

Pilihan raya dah berakhir 5 dari 13 negara bagian dimenangkan oleh oposisi, padahal pak Wahab yang orang Kedah dan Faiz serta Muhammad pada saat pilihan raya (8/3) sedang berada di Kamboja, tapi Kedah dimenangkan Oposisi. Mudah-mudahan Malaysia berubah, tak sombong lagi dan tak menghina Tenaga Kerja Indonesia, tak mengatakan Indon, dan menganggap sebelah mata pekerja yang membuat Malaysia mempunyai kebun sawit beribu-ribu ekar.

Di Terminal Larkin, di terminal Bus Malaka, tak ada lagi terdengar “Awak Indon pulang saja, pegi bela” dari calo-calo yang ada diterminal bus itu, macam awak inilah generasi muda yang terpelajar, yang dapat merubah itu.

Anehnya yang dihina itu saudara serumpun, seagama pula. Padahal jauh – jauh kita berdakwah ke Kamboja, Thailand, Vietnam, Burma, Laos mengunjungi saudara muslim, eeee ini ada saudara muslim yang datang ke Malaysia mencari rezeki dan membantu pembangunan disana , mengapa engkau hina, engkau caci.

Tapi aku tahu , yang berbuat demikian itu orang tak terpelajar.

Sekali lagi sabas, ada perkembangan Demokrasi di Malaysia. Salam

  

PROSES PILIHANRAYA DI MALAYSIA

WARKAH UNTUK WAKIL RAKYAT YANG DISAYANGI

Ditulis oleh : Zulzaidi bin Mahmod

Proses pilihanraya yang diadakan pada 8 mac 2008 bagi menandakan bahawa Malaysia sebuah negara demokrasi sudah berakhir. Nama-nama calon yang menang sudah diumumkun menunjukkan bahawa calon itu menjadi “favourite” rakyat untuk diangkat sebagai wakil mereka yang dinamakan sebagai wakil rakyat.

Calon-calon yang mewakili suara rakyat sama ada dari peringkat Parlimen atau Dewan Undangan Negeri haruslah mengetahui tugas masing-masing yang telah diamanahkan kepada mereka.

Jika sewaktu pilihanraya calon-calon ini mewakili parti yang berbeza-beza samaada dari Barisan Nasional seperti UMNO, GERAKAN, MIC dan MCA atau dari barisan pembangkang seperti PAS, DAP dan Parti Keadilan Rakyat. Tetapi selepas menubuhkan kerajaan samaada kerajaan pusat atau kerajaan negeri mereka adalah di bawah satu kerajaan, dan sewajarnya tidak ada lagi sentimen kepartian sewaktu mereka bekerjasama dalam memacu negeri atau negara.

Selepas calon yang menang menduduki kerusi wakil rakyat, rakyat mengharapkan sangat bahawa wakil rakyat ini tidak lupa apa yang telah dijanjikan untuk rakyat di dalam manifesto dan janji masing-masing. Wakil rakyat diharapkan mempunyai ciri-ciri kepimpinan Rasulullah s.a.w dan para khalifah. Ini kerana dengan mengikuti tauladan dari kepimpinan mereka maka sebuah negara lebih terancang dan aman makmur tanpa ada ketidaktenteraman.

Rakyat juga mengharapkan kepada calon yang kalah agar tidak kecewa, kerana memang adat permainan ada yang menang dan ada yang kalah, menurut Datuk Seri Shahrizat Jalil menang kalah adalah asam garam pilihanraya dan yang penting adalah amanah dan tanggungjawab, beliau berkata demikian selepas pengemuman kemenangan Saudari Nurul Izzah Anwar di Parlimen Lembah Pantai.

Kepada calon yang kalah haruslah mempunyai sikap terbuka untuk menerima kekalahan, tetapi istilah “kalah” bukan bererti tidak perlu untuk melibatkan diri dalam politik lagi atau putus asa, seharusnya menolong wakil rakyat yang menang jika terdapat lompong-lompong. Tujuan asal bertanding dalam pilihanraya bagi calon-calon adalah sama iaitu mewakili suara rakyat, jadi kepada yang kalah harus terus membantu wakil rakyat agar demokrasi berjalan dengan lancar.

TURUN BERTEMU RAKYAT

Wakil Rakyat yang dipilih seharusnya dan sewajibnya turun untuk bertemu rakyat. Bertemu rakyat disini bukan hanya sewaktu acara formal seperti majlis-majlis rasmi bersama rakyat, tetapi pertemuan yang kerap dengan rakyat pada bila-bila masa walaupun tiada temu janji. Turun kelapangan dengan cara ini lebih mengeratkan lagi hubungan pemimpin dengan rakyat yang dipimpin, selain itu wakil rakyat boleh menggali masalah rakyat untuk diatasi atas suara kepimpinan yang telah diberikan mandat kepada mereka.

Jika sewaktu berkempen calon-calon wakil rakyat sanggup berpanas berhujan untuk bertemu rakyat meraih undi, perkara ini seharusnya tidak terhenti selepas pengemuman kemenangan, tetapi ia haruslah berterusan. Kisah Khalifah Umar Al-Khattab boleh diambil ikhtibar kepada pemimpin wakil rakyat agar sentiasa turun padang .

BERTANGGUNGJAWAB DAN PENUHI JANJI

Setiap wakil rakyat mestilah mempunyai sikap bertanggungjawab. Sikap ini perlulah disemai dengan jitu agar ia lebih dirasai oleh pemimpin dan golongan dipimpin, menurut Datuk Seri Hishamuddin Hussein tanggungjawab mestilah dipukul dengan amanah bersama. Tanggungjawab yang dipikul oleh wakil rakyat bukan boleh ditimbang kilogram, diukur kilometer tetapi diukur sejauhmana tanggungjawab itu dapat dilaksanakan.

Tanggungjawab wakil rakyat adalah mewakili suara rakyat ke peringkat Dewan undangan Negeri atau Parlimen selain menggubal atau membuat undang-undang bagi negeri dan persekutuan selain mentadbir. Tanggungjawab yang terpenting adalah menolong rakyat yang dalam kesusahan sama ada masalah sosial dan masalah ekonomi seperti kemiskinan.

Sewaktu kempen yang berlangsung 13 hari pada pilihanraya umum ke 12, rata-rata calon telah mengemukan manifesto masing untuk menyuarakan suara rakyat. Jika manifesto ini hanya dijadikan gula-gula untuk meraih undi tanpa dibawa ke peringkat atasan ia adalah tidak bermakna sama sekali, lebih baik manifesto itu dijadikan monumen sejarah calon pilihanraya .

Wakil rakyat wajib untuk memenuhi kandungan manifesto yang telah dibuat semampu mungkin agar tidak menjadi wakil rakyat yang tidak jujur. Tidak jujur disini bermaksud janji yang telah disebut dan dikata sewaktu berkempen tidak dibuat dan dilaksanakan selepas memegang tampuk pimpinan wakil rakyat. Sikap hipokrit ini harus dibuang jauh-jauh agar tiada saki baki dalam diri wakil rakyat.

Menurut perspektif Islam pemimpin mempunyai tanggungjawab yang berat. Ini berdasarkan hadis Rasulullah s.a.w: “setiap kamu pemimpin, dan bertanggungjawb atas pimpinan kamu,…” (muttafaqun A’laih). Tidak terhenti sekadar itu dalam hadis yang lain Rasulullah s.a.w menyatakan : “7 golongan yang mendapat payungan Allah dihari yang tiada payungan melainkan Payungan Allah s.w.t sahaja, pertama adalah pemimpin yang adil…” (muttafaqun A’laih) pemimpin yang adil haruslah meletakkan keadilan sebagai wadah kepimpinan agar kepimpinan lebih mantap dan mapan.

BAIK BUDI PEKERTI

Setiap wakil rakyat haruslah mempunyai sifat-sifat mahmudah iaitu sifat yang terpuji. Setiap agama di dunia ini menganjurkan umatnya supaya mempunyai budi pekerti yang mulia. Jadi setiap wakil rakyat wajib untuk mempamerkan sikap yang terpuji agar rakyat menyenangi dan sayangkan wakil rakyat. Wakil rakyat haruslah sentiasa bertanya perkembangan rakyat dari semasa ke semasa dengan senyuman dan tutur kata yang sopan.

Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia (KEKKWA) telah menghabiskan ribuan ringgit bahkan jutaan ringgit semata-mata untuk menyedarkan masyarakat betapa pentingnya budi bahasa dengan mengeluarkan propaganda positif “budi bahasa budaya kita”. Jika seseorang yang panas baran, apabila wakil rakyat datang dengan senyuman dan kesopanan maka baran rakyat boleh cair dan dapat dilupakan. Sikap sebegini bertepatan dengan prinsip Rukun Negara yang kelima iaitu kesopanan dan kesusilaan. Perkara ini menjadi contoh kepimpinan tauladan iaitu kepimpinan Rasulullah s.a.w.

Sebagai contoh ada seorang wanita yang sangat benci kepada Baginda, bila saja melihat Rasulullah s.a.w lantas wanita itu mengambil penyapu lalu memukul baginda. Walaupun begitu Rasulullah s.a.w sentiasa memberi salam kepadanya sekalipun salamnya itu tidak pernah dibalas oleh wanita tersebut. Suatu hari Rasulullah s.a.w hairan kerana wanita itu tidak kelihatan, jiran-jiran menyatakan pada Baginda bahawa wanita itu sakit dan tidak kuat untuk bangun. Sebaik sahaja mendengar perkara tersebut Baginda terus masuk ke dalam rumah wanita itu. Tanpa membuang masa Baginda pun tolong mengemaskan rumah, memasak serta menimba air untuk wanita itu. Wanita itu begitu hairan melihat perangai Rasulullah yang sudi membantunya meskipun dia sangat benci terhadap Rasulullah s.a.w.

Selepas peristiwa tersebut maka hati wanita itu telah tertawan dengan keperibadian Baginda lantas memeluk Islam. Perkara ini menunjukkan keperibadian yang mulia yang perlu ada pada diri setiap wakil rakyat.

Wakil rakyat yang dipilih haruslah peka perkembangan rakyat agar kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya utuh dah kukuh dan tidak mudah roboh. Wakil rakyat juga haruslah menyemai sikap terbuka dan sentiasa bertoleransi dengan rakyat, agar rakyat bisa meluahkan masalah mereka secara senang tanpa ada sembunyi-sembunyi. Wakil rakyat juga haruslah dapat menyeimbangkan antara keperluan dan kehendak rakyat, dan dapat mengutamakan yang mana perlu.

ZULZAIDI BIN MAHMOD

(PRESIDEN)

JARINGAN NASIONAL BELIA MAPAN

DI ALAMAT :

C-03-19, PPR HILIRAN AMPANG,

55100 KUALA LUMPUR .

860904-56-6593

Dikira Indon, Dianggap Remeh, Sang Jepang pun Mengamuk


imgp2147.jpg

Kejadian di Bandar Udara Senai Johor Bahru 

Apa jadinya kalau salah orang, dikira Indon tetapi Jepun, Jepun tak terima diperlakukan bak Indon, sang Jepun pun mengamuk, ini terjadi 3 Maret 2008 yang lalu di Bandar Udara Senai Johor Bahru Malaysia.  

Kami sepesawat dengan sang Jepun dari Bangkok – ke Johor Bahru, karena tiket promosi dari Air Asia, seharga 2.124 bath, aku lebih memilih Bangkok – Johor Bahru,  ketimbang  Bangkok – Changi Singapura, yang hampir mencapai 6.000 bath, si Jepun pun punya pikiran yang sama, menghemat hampir 4.000 bath, tak apalah tujuan semula Bangkok-Singapura, toh dari Senai dengan taxi ke Singapura sekitar 50 RM.     

Nyatanya, Air Asia terlambat berangkat dari Bangkok, penerbangan Bangkok- Johor Bahru yang hanya sekali dalam dua hari itu harus menurunkan bagasi penumpangnya kembali yang telah terlanjur berada di perut pesawat, karena ada 7 orang penumpangnya tak kunjung masuk pesawat, terlambat akibat lamanya chek in dan pemeriksaan di imigrasi Bandara Svarnabumi.  

Tak lama setelah pengumuman permintamaafan pilot, atas keterlambatan akibat  mengeluarkan bagasi penumpang yang terlambat, sang penumpang yang tujuh 7 orang tadi dengan nafas ngos-ngosan telah berada di dalam pesawat, bagasipun dimasukkan kembali.   

Sesuai jadwal Air Asia penerbangan DJ72LF yang sarat penumpang itu rencana berangkat pukul 15.45 dari Bangkok rencana tiba di Senai Malysia 18.55. Konter Chek in telah dibuka sejak pukul 13.25,  karena berangkat terlambat dari Bangkok mengakibat tiba di Johor Bahru pun terlambat.  

Pengalaman beberapa kali di bandara Svarnabumi Bangkok tentang jauhnya berjalan ke ruang tunggu dan lamanya chek in serta panjangnya antrian pemeriksaan di imigrasi, YLKM sejak  pukul 12.00 telah antri di counter chek in.  

Senai Bandar Udara Internasional 

Tiba di Senai hari dah gelap, hujan cukup deras, barang-barang bagasi diatas troli ditutup sekedarnya saja dengan terpal saat diturunkan dari pesawat, hampir 45 menit menunggu bagasi dan pemeriksaan oleh Bea Cukai setempat, 2 buah tas YLKM basah, satu tutup tas terlepas, sayangnya diketahui setelah di Johor saat di Hotel, tidak ada barang berharga yang hilang hanya brosur-brosur dan kartu nama dari teman sejawat di lima negara yang dikunjungi hilang.  

Malam itu, Bandara Senai sepi, sepertinya tidak ada penerbangan lain,  mungkin karena petang sebagian petugas di Bandara melaksanakan sholat magrib, petugas Bea Cukai hanya seorang dan itulah yang memeriksa barang bawaan penumpang, ada beberapa barang penumpang yang dikeluarkan dari dalam kardus-kardus, karena tak diizinkan masuk ke Malaysia, itu membuat lama antiran.

Tak berapa lama datang seorang lagi petugas Bea Cukai, padahal penumpang full, agak lega sedikit perasaan , terpikir apakah bisa dapat last Ferry ke Batam, tadinya di Bangkok perhitungan pukul 18.55 tiba di Senai bolehlah last Ferry ke Batam. 

Di Peron depan, ada counter taxi dan ada counter Bus, dengan taxi sekitar 40 RM sementara dengan Bus 8 RM ke Bandar Johor. Karena rasanya tak terkejar ke Stulang Laut, terpaksa nginap semalam di Johor, jadi lebih baik naik bus saja ke Bandar. Ternyata telah ada 5 orang yang telah membeli tiket Bus  termasuklah teman Jepun tadi bersama teman wanitanya, seorang lagi bulek terlihat dari tampangnya, 2 orang tak jelas warga negara mana. 

TICKET SOLD NOT REFUNDBALE 

Bus Handal Indah Sdn Bhd (Co. No. 287467-M) Express Senai Airport, Bus Fare RM 8.00.  No. Tiket S/No: SA 135305, customer copy : TICKETS SOLD NOT REFUNDABLE , ini lah punca masaalahnya. 

Tiket yang telah dibeli tak boleh dikembalikan lagi, sang  Jepun ingin cepat ke Singapura, dah hampir 1 jam di Bandara, diperhitungkan 1 jam lagi Bus berikutnya yang akan membawa kami baru berangkat, dia ingin mengembalikan tiket, karena terlalu lama menunggu dan menukarnya dengan naik taxi yang langsung ke Singapura saja.  

Petugas counter tiket tak mau, karena ada ketentuan tiket yang telah dibeli tak boleh dikembalikan, sang Jepun mengadu ke Security, beralasan tadi dijanjikan tidak lama menunggu bus, lagian bus hanya sampai di bandar Johor saja, dari Johor harus naik taxi lagi ke Singapura, padahal di Senai ada taxi yang langsung ke Singapaura.  

Terjadi adu mulut, penjual tiket mengatakan kepada Security disitu yang melerai pertengkaran “Dia ni budak Indon jadi dia mengerti apa yang saya cakapkan, sekarang dia cakap orang putih pulak, tadi dah saya jelaskan bahwa bus yang berikutnya 1 jam lagi dan bukan ke Singapura” katanya membela diri.  

Dituduh Indon dan merasa dibohongi sang Jepun tak terima “ Saya bukan Indon , saya bukan Malaysia” katanya dalam bahasa inggris,  saking geramnya petugas penjual tiket tadi hendak di tumbuk sang Jepun, dia masuk ke kounter tempat penjual tiket, si penjual tiket berlari keluar, terjadi kejar mengejar antara si Jepun yang sudah naik pitam merasa di bohongi itu dengan si penjual tiket, orang-orang disitu berdiri mematung.  

Dalam bahasa Jepang dia memaki-maki entah apa yang diucapkannya, itulah sebabnya orang-orang disitu tahu kalau dia orang Jepang. Mukanya memerah, rangsel yang ada di punggung, dilepaskan agar leluasa mengejar si penjual tiket yang akan dipelasa, ransel dicampakkkan ke teman wanitanya yang sedang berdiri di depan pintu keluar bandara,  pemuda Jepang berumur 20 an tahun itu besar badannya, tak ada orang di peron itu yang melebihi tinggi dan besar badannya . Sehingga dengan leluasa dia mengejar si penjual tiket yang sudah ketakutan dan pucat karena tak ada orang yang merintangi tak ada melerainya. Kasihan melihat si penjual tiket lari tepontang panting, tapi geram juga terlalu arogan tadinya, dikira Indon rupanya Jepun. “Dia tadi pandai cakap Indon” kata penjual tiket itu berulang-ulang.

Tak lama puluhan orang berdatangan entah dari mana, menghalangi si Jepun yang mengejar si penjual tiket yang masuk ke dalam toko souvenir di adalam ruang tunggu. Tak dapat si penjual tiket di pelasa si Jepun tak puas hati kounter tiket di tendangnya, di pukulnya berkali-kali.  

Bus pun datang, dipercepat jadwalnya dari semula, kami berlima naik bus, si penjual tiket tak berani mendekat, ada seorang tua agak gendut perutnya, mungkin supir taxi, nyeletuk, “ini Malaysia, mana boleh dia buat sesuka hati dia disini” tapi pria gendut itu pun tak berani melerai si Jepun saat mengamuk tadi. 

Sekali ini kena batunya dikira Indon ternyata Jepun, padan muka, di tendang, di sepak terajang sehingga bergeser dari tempatnya kounter tempat penjual tiket itu, kounter lah jadi sasaran pelampiasan  kemarahan. 

Aku pun terkesima, satu-satu nya orang Indon dipenerbangan Bangkok-Johor Bahru dan menyaksikan kejadian di Bandara Senai saat itu. Ternyata sebagian orang Malaysia temberangnya sama Indon yang satu agama saja.

Di dalam bus pun si Jepun tetap mengepalkan tinjunya mengarahkan kepada orang-orang yang masih berdiri di Peron. Jengkel sekali terlihat dia. Bukan karena 8 RM masaalahnya. (iis)

Makanan Halal di Veitnam


dscf0549.jpg

 

Makanan Halal di Vietnam

 

 

Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM) Batam mengunjungi beberapa tempat penjual makanan halal saat ziarah di Negara tetangga Asean akhir bulan Februari 2008 .

Di Vietnam, di kota Ho Chi Min, sebagian orang disana masih menyebut Saigon, ada beberapa tempat Restoran Halal, salah satunya Kedai Shamsudin, restoran yang beralamat 445 Le Honh Phong P.2 Q.10 TP Ho Chi Min.

Di depan restoran ini pun banyak Guest House ataupun Hotel. Salah satunya adalah milik Shamsudin yang dapat berbahasa melayu, demikian juga beberapa orang pegawainya. Beragam jenis makanan ada dijual disini, dari masakan india, china maupun masakan barat.Agak ke selatan ke distrik Chou Doc banyak komunitas muslim, sekitar 60 ribuan, sebagian besar mereka dapat berbahasa melayu.

Chou Doc ini berbatasan langsung dengan Kamboja. Banyak masjid disini “ada sebelas” ujar ustaz Abdul Kabir, guru madrasah Mahmudiayah di Chou Duc.

Dari Ho Chi Min ke Hanoi

Kalau hendak ke Hanoi ibukota negara Vietnam di utara, bila naik pesawat udara tak begitu repot dengan makanan halal, karena penerbangan hanya di tempuh 1 jam 45 menit, tetapi bila naik bus jalan darat sembari menikmati pemandangan indah sepanjang tepi pantai Vietnam dan melihat kota Da Nang, pusat kerajaan Champa abad ke 16, Kita haruslah mempersiapkan makanan terlebih dahulu di Ho Chi Min.  Champa adalah kerajaan Islam pertama di Nusantara, salah seorang putri Champa dipersunting oleh raja Majapahit, dan keturunannya adalah wali songo yang kesohor itu.

Hampir 40 jam perjalanan darat dari Ho Chi Min ke Hanoi, disepanjang perjalanan tidak dijumpai kedai ataupun restoran Halal, Nasi goreng dapat bertahan 2 hari, karena saat Februari di Hanoi temperatur udara mencapai 10 derajat celsius, Roti banyak di jual di Ho Chi Min, dengan potongan ayam goreng bisa menjadi menu. Mie instan pun dapat juga menjadi bekal sepanjang perjalanan, Bus super Vip, memberikan kupon makan di setiap restoran yang disinggahi.

Yang penting juga adalah saat istinjak (bersuci) tidak semua toilet di Vietnam menyediakan air, untuk bersuci selepas buang air kecil misalnya. Di terminal bus di Ho Chi Min, toiletnya tidak disediakan air, siap-siap istinjak dengan kertas, dan kertas atau air itu dibawa sendiri.

Restoran Halal di Ha noi

Restoran halal di Ha noi daging sapi dan daging ayam dipotong oleh staf kedutaan Hanoi, mereka memotong seekor sapi 3 bulan sekali. “Saya yang potong , 3 bulan sekali terkadang tak sampai 3 bulan, warga muslim bukan dari Indonesia pun membelinya di Restoran itu,” jelas Azhari Rizal staf kedutaan di Hanoi kepada YLKM Batam.Restoran Halal, tidak hanya dikunjungi oleh muslim , tetapi kaum vegetarian pun makan disitu, juga ramai dikunjungi turis-turis dari mancanegara.

Lembaga Halal

Menurut penjelasan Ustaz Abdul Kabir Chou Duc, sertifikasi halal hanya dilakukan oleh umat Muslim yang ada di Ho Chi Min saja, ada beberapa produk Vietnam yang telah mencantumkan logo Halal, minuman sarang burung contohnya. Jadi di Ibukota negara Vietnam belum ada lembaga seperti di Bangkok Thailand yang difasilitasi oleh negara untuk sertifikasi makanan halal. Di Vietnam pun ada beberapa produk Thailand yang beredar yang berlogo halal, seperti minuman kaleng kacang soya. (iis)

Apa Sih Tugas Kedutaan Kita?


 dscf0605.jpg

Februari 2008 yang lalu YLKM Batam berkesempatan berkunjung ke Hanoi ibukota Vietnam dan Ke Vientiane ibukota Laos. Tidak ada rencana mau ke kedua kota dan ke kedua negara itu. Rencana semula hanya dari Kuala Lumpur Malaysia ke Phnom Penh Kamboja, di Kamboja melihat dan ziarah pada komunitas muslim yang ada disana, setelah itu ke Chou Doc kota perbatasan Kamboja dengan Vietnam Selatan yang masuk Provinsi Ho Chi Minh dahulu Saigon, setelah itu kembali semula ke Phnom Penh dan pulang ke Batam via Kuala Lumpur, tiket Air Asia sudah dipesan jauh-jauh hari kebetulan sedang ada promosi Kuala Lumpur – Phnom Penh – Kuala Lumpur.

Yang jadi masaalah saat mendarat di bandara Phnom Penh, warga Indonesia dikenakan visa masuk sebesar 20 US dollar , untuk foto copy dan lain-lain 5 US dollar lagi. Jadi sama dengan ke Myanmar Burma warga negara Indonesia pun dikenakan visa masuk kesana. 

Teman di Phnom Penh mengatakan ke Vietnam pun mungkin warga negara Indonesia dikenakan biaya, lhaaa kalau nanti ke Vietnam dan harus kembali ke Kamboja juga dikenakan lagi visa, Aku memutuskan untuk ke Hanoi saja sekalian melihat kota itu.

Dari Ho Chi Minh ke Hanoi YLKM naik bus ditempuh 40 jam, teman di Ho Chi Minh sudah wanti-wanti sepanjang jalan tak ada restoran yang menjual makanan Halal, persiapan makanan dari Ho Chi Minh untuk 2 hari sudah dipersiapkan, tetapi siapa yang akan di kunjungi di Hanoi???

Sungguh tak ada teman yang dikenal di Hanoi, di ibukota negara Komunis itu tak ada tempat yang akan dituju. Muhammad Azhari,  teman YLKM  orang Vietnam di Ho Chi Minh menyarankan agar YLKM ke Embassy saja, Azhari pula yang menyiapkan makanan untuk bekal dalam perjalanan.

27 Februari 2008 petang dari Ho Chi Minh tiba di Hanoi tanggal 29 Februari pukul 06.00 tidak ada perbedaan waktu Indonesia bagian barat dengan di Vietnam, dengan bus Mailinh Express yang cukup bersih, kondektur, supirnya, memakai seragam layaknya pilot pesawat udara, ongkos dari Ho Chi Minh ke Hanoi 480.000 Dong, 1 dollar us setara 15.000 Dong. 

YLKM dari stasiun Bus langsung naik taxi ke Kedutaan, di 50 NGO QU YEN STREET, DAI SU QUAN INDONESIA atau keduataan Indonesia, supir taxi tahu alamat itu dan argo meter menunjukkan 200.000 Dong.

Karena masih pagi, staf kedutaan belum ada yang masuk kantor, dari kamera cctv di depan pintu kedutaan YLKM menunjukkan paspot, penjaga membuka pintu menyilakan masuk, pegawai lokal itu tak dapat berbahasa Indonesia, tetapi dia mengenal paspot Indonesia dengan baik agaknya, buktinya YLKM diperkenan masuk, penjaga tadi menelepon seseorang, muncul mas Warno pria 40 an asal Jawa Tengah, senyumnya mengembang ramah, dari ruang penjagaan ada bangunan untuk tamu, kesitulah YLKM dibawa oleh Mas Warno, diruang tunggu ada seperangkat kursi dari jati, ruang itu adalah ruang tunggu tamu dubes, tahu kalau YLKM dari ho CHi Minh 2 hari yang lalu, dia menyarankan agar mandi dahulu, di sebelah ruang tunggu ada kamar lagi ukuran 4 x 10 M dilengkapi dengan kamar mandi ruangan ini masih satu bangunan, dengan senyumnya yang khas Mas Warno menyerahkan handuk kepada YLKM, sembari menunjukkan kamar mandi yang dilengkapi air panas, di ruangan itu ada AC yang juga dilengkapi dengan Heater (pemanas) saat itu di Hanoi temperatur 12 derjat celcius. Tetapi di ruangan itu terasa hangat.

Selepas mandi di meja diruangan dalam tadi telah tersedia beberapa potong roti berikut teh hangat, sembari menyeruput teh YLKM melihat pajangan yang ada di dalam ruangan itu, ada gambar-gambar ukuran besar dari daerah-daerah di Indonesai terpasang di dinding, di pojok kanan ada pajangan baju pengantin dari daerah Pelembang.  

Pegawai dan Staf kedutaan ternyata sudah berdatangan, dan keberadaan YLKM sudah mereka ketahui, beberapa staf wanita berjilbab, satu persatu YLKM salami, “Ya semua staf dan pegawai disini beragama Islam” ujar Marbun pria Batak yang telah tinggal di Hanoi 6 tahun yang lalu.

Hanya Dubes yang non Muslim tapi sekarang ibu Tobing sang Dubes, lagi pulang ke Indonesia, dubes baru belum datang. YLKM menjelaskan keperluan datang ke Hanoi antara lain ingin mengunjungi Masjid yang ada di Hanoi, dan tentang makanan halal serta komunitas Islam.

“Wah kalau itu dengan Azhari saja” ujar mas Warno. Azhari Rizal AM, pria asal Kalimantan telah beristeri, menjadi staf lokal di Hanoi, banyak menceritakan tentang kegiatan dan dakwah Islam di Hanoi, Azhari juga adalah jagal sapi di Hanoi, untuk kebutuhan restoran dan kaum muslim di Hanoi akan daging sapi 3 bulan sekali Azhari Rizal merangkap menjadi tukang potong sapi.

Siang itu kami beserta staf kedutaan Hanoi sholat Jumat di Masjid Al Nour, ada Rizal, Marbun, Rayhan, Warno, Budi, Ramadhan. Masjid Al Nour dahulunya adalah Temple India, di masjid inilah semua staf kedutaan negara-negara sahabat yang beragama Islam sholat. Khatib dan Imam adalah warga setempat orang Vietnam, khotbah dalam dua bahasa yaitu Arab dan Inggris, “Baru tahun ini Imam masjidnya orang Vietnam” jelas Marbun yang mengaku pengurus masjid Al Nour juga.

Selepas shalat, makan siang telah tersedia, dipesan dari restoran Halal yang ada di Hanoi, sembari makan kami berbincang-bincang, antara lain YLKM menanyakan apa-apa saja tugas dan fungsi dari kedutaan, “Selama saya disini orang seperti pak Imbalo belum ada yang datang, biasanya yang datang kemari adalah pejabat yang berkunjung, delegasi, yang meminta stempel surat perjalanan dinas. Dan ada lagi setahun yang lalu orang Indonesia yang kehabisan ongkos pulang minta bantuan”, jelas Azhari Rizal. “Dibantu?”  tanyaku. “Mana ada anggaran untuk itu, yakh kami saja lah yang kumpul-kumpul uang, staf-staf yang ada disini” jawab Azhari.

“SMS dari Jakarta masuk ke ponselku, dari Habib Hizrin, beberapa kali aku bertemu dengannya di Batam, Mas Habib menanyakan Muhammadiyah Asean, mungkin karena aku sering bepergian dengan ustaz Abdul Wahab yang di Kedah Malaysia. “Akhir Maret 2008 saya ada seminar di Hanoi, kalau ada kontak person sejawat Muslim tolong beritahu saya” begitu bunyinya. Pesan singkat itu aku tunjukkan kepada Azhari Rizal, ternyata Tokoh Muhammadiyah ini dikenal baik oleh mereka. Terlihat mereka senang tokoh sekaliber Habib Hizrin akan datang ke Hanoi.

Hanoi Vietnam Utara perbatasan dengan Laos, YLKM pun ingin ke sana, disanapun tidak ada teman dan tempat yang akan dituju, pengalaman di Hanoi mengajarkan kenapa tidak ke Embassy saja, disanakan kita dapat informasi yang dibutuhkan seperti di Hanoi pikirku.

Perjalanan ke Vientiane Laos dari Hanoi ditempu hampir 24 jam dengan Bus, bukan lama perjalanan saja yang memakan waktu, pemeriksaan imigrasi di border Vietnam dengan Laos hampir 3 jam. Dari Hanoi ke Vientiane ibukota Laos dengan bus ongkosnya 40 us dollar termasuk visa ke Laos 20 us dollar. Di border, saat keluar dari Vientiane kita diminta biaya sebesar 1 us dollar atau 15.000 Dong, dan masuk ke Laos di border pun harus membayar lagi 20 bath disamping visa 20 us dollar. Di Laos uang Bath Thailand dapat dipergunakan untuk transaksi.

Menjelang Ashar tiba di terminal Bus luar kota Vientiane, dari situ naik tuk-tuk ke City center ongkosnya 2 us dollar perorang, di pusat kota itu banyak guest haouse maupun hotel, ingat pengalaman di Hanoi, alangkah baiknya ke Kedutaan terlebih dahulu pikirku, menanyakan informasi tentang komunitas muslim di Vientiane.

Tak jauh dari pusat kota dengan Kedutaan Indonesia naik tuk-tuk hanya 25.000 keef mata uang Laos , 1 dollar us setara dengan 9.800 keef, sampai di Kedutaan, security keluar pintu melihat ada tamu, menanyakan apa keperluannya, melalui intercom aku dihubungkan dengan orang di dalam bangunan kedutaan, aku diminta menunggu, sebentar akan ada petugas yang datang katanya, menjelaskan apa-apa yang kubutuhkan. Bangunan Kedutaan Indonesia di Vientiane negara jajahan Francis ini ada dua, masing-masing berseberangan jalan di jalan yang sama berhadap-hadapan, di bangunan seberang terlihat seorang yang sedang menyapu halaman, bernama Gatot orang Indonesia.

Gatot lah yang datang menemuiku di pinggir jalan hampir 15 menit aku menunggu Gatot menyelesaaikan pekerjaannya baru datang menemuiku, itupun setelah petugas jaga menjemputnya, saat kutanya, Gatot tak tahu dimana komunitas Islam, kalau masjid dia tahu, tapi tidak pernah pergi kesana, dalam bahasa Laos Gatot menjelaskan alamat masjid Pakistan itu kepada supir tuk-tuk yang masih menungguku, pantas gatot tak pernah ke masjid karena dia Katolik, yang tahu tentang Islam orang kedutaan bernama Wahyu tetapi karena hari sudah sore Wahyu telah pulang kerumahnya, sementara orang yang meneleponku dan menyuruh memanggilkan Gatot tak berkenan dihubungi lagi.

Aku tersenyum kecut, aku membayangkan dapat informasi dari staf kedutaan seperti di Hanoi, aku hanya melirik melalui jendela pos jaga ukuran 40 x 40 cm yang masih terbuka kedalam halaman kedutaan Indonesia di Vientinae, penjaga warga setempat yang tak dapat berbahasa melayu dan inggris itu pun menutup pintu.  

500 meter dari kedutaan aku menginap di Hotel Mina, dan setelah itu ke masjid Pakistan, masjid Jamik, masjid terbesar di Laos, dan terletak disebelah timur dari City center, disitu ada 5 restoran yang menyediakan makanan halal, 300 meter arah ke selatan adalah sungai Mekong, sungai Mekong sedang mengering karena sudah 4 bulan tak turun hujan, sungai yang berbatasan langsung antara negeri Laos dengan Provinsi Chiang Mai dan Provinsi Udon Thani di Thailand. 

Beda Hanoi beda Vientiane, meskipun sama-sama Kedutaan Besar Republik Indonesia, aku teringat dengan cerita mas Warno, warga negara asing saja yang masuk kedutaan kita perlakukan dengan baik, setahun yang lalu kata mas Warno ada orang Korea yang lompat pagar masuk kedutaan Indonesia di Hanoi, “itu pagar belakang setinggi hampir enam meter” kata mas Warno sambil menunjukkan tempat orang Korea itu melompat, warga negara Korea itu minta suaka politik. 

Begitulah, seharusnya mereka tetap mengacu kepada : 

Kepres RI No.108 Thn.2003 Tentang Organisasi Perwakilan RI Di Luar Negeri
 

BAB III

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK,DAN FUNGSI PERWAKILAN

Pasal 3

(1) Perwakilan Diplomatik berkedudukan di Ibu Kota Negara Penerima atau di tempat kedudukan Organisasi Internasional, dipimpin oleh seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh yang bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Luar Negeri.

(2) Perwakilan Konsuler berkedudukan di wilayah Negara Penerima, dipimpin oleh seorang Konsul Jenderal atau Konsul yang bertanggung jawab secara operasional kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh yang membawahkannya.

(3) Konsul Jenderal atau Konsul yang tidak berada di bawah tanggung jawab Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, bertanggung jawab langsung kepada Menteri Luar Negeri.

(4) Pembinaan dan pengawasan terhadap Perwakilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) secara operasional dan administratif dilaksanakan oleh dan menjadi tanggung jawab Menteri Luar Negeri.Pasal 4Perwakilan Diplomatik mempunyai tugas pokok mewakili dan memperjuangkan kepentingan Bangsa, Negara, dan Pemerintah Republik Indonesia serta MELINDUNGI WARGA NEGARA INDONESIA, Badan Hukum Indonesia di Negara Penerima dan/atau Organisasi Internasional, melalui pelaksanaan hubungan diplomatik dengan Negara Penerima dan/atau Organisasi Internasional, sesuai dengan kebijakan politik dan hubungan luar negeri Pemerintah Republik Indonesia, peraturan perundang-undangan nasional, hukum internasional, dan kebiasaan internasional. Pasal 5Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Perwakilan Diplomatik menyelenggarakan fungsi :a. peningkatan dan pengembangan kerja sama politik dan keamanan, ekonomi, sosial dan budaya dengan Negara Penerima dan/atau Organisasi Internasional;b. peningkatan persatuan dan kesatuan, serta kerukunan antara sesama Warga Negara Indonesia di luar negeri;c. pengayoman, pelayanan, perlindungan dan pemberian bantuan hukum dan fisik kepada Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, dalam hal terjadi ancaman dan/atau masalah hukum di Negara Penerima, sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional, hukum internasional, dan kebiasaan internasional;d. pengamatan, penilaian, dan pelaporan mengenai situasi dan kondisi Negara Penerima;

e. konsuler dan protokol;

f. perbuatan hukum untuk dan atas nama Negara dan Pemerintah Republik Indonesia dengan Negara Penerima;

g. kegiatan manajemen kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pengamanan internal Perwakilan, komunikasi dan persandian;

h. fungsi-fungsi lain sesuai dengan hukum dan praktek internasional.

Pasal 6

Perwakilan Konsuler mempunyai tugas pokok mewakili dan memperjuangkan kepentingan Bangsa, Negara, dan Pemerintah Republik Indonesia serta melindungi kepentingan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia melalui pelaksanaan hubungan kekonsuleran dengan Negara Penerima, termasuk peningkatan hubungan ekonomi, sosial dan budaya sesuai dengan kebijakan Politik dan Hubungan Luar Negeri Pemerintah Republik Indonesia, peraturan perundang-undangan nasional, hukum internasional dan kebiasaan internasional.

%d blogger menyukai ini: