Bank Islam dan Makanan Halal


 imgp1905.jpg

Kalau di Indonesia tak heranlah banyak berdiri Bank Islam……. lebih 80 % penduduknya beragama Islam…….. di Chiang Rai Thailand Utara dengan penduduk 200 ribuan dan kaum muslim hanya 2.000 an disana ada berdiri Bank Islam…………… Di Provinsi paling Utara Thailand itu kegiatan kaum muslim sangat terasa…… tidak hanya Bank Islam yang ada banyak restoran yang di kelola oleh kaum muslimin maupun non muslim yang mencantumkan label Halal.

Di Bandara Chiang Rai misalnya terlihat beberapa gerai yang mencantumkan label halal, disana pun ada beberapa hotel yang di kelola oleh orang muslim. 

Sepanjang perjalanan dari Sadao kota paling Selatan hinggalah ke Mae Sai kota paling Utara di Thailand tidaklah sulit menemukan makanan berlabel halal. Ratusan Mini Market sepanjang perjalanan itu yang bermerek 7 Eleven barangan yang dijual seperti makanan ringan maupun minuman ringan keluaran produk Thailand telah berlabel halal.

September 2007 yang lalu kami  mengunjungi pusat halal center di Chulalongkorn University di Bangkok yang diketua oleh DR Winai Dahlan.. kepedulian pengusaha Thailand  mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat halal perlu ditiru oleh pengusaha di Indonesia …….. meskipun disana mayoritas non muslim, karena  produk yang dihasilkannya tidak hanya untuk masyarakat Thailand sendiri.

Ratusan sample makanan dan minuman yang masih menunggu uji halal di laboratorium yang paling terlengkap di dunia itu ditunjukkan oleh DR Winai Dahlan kepada kami, dan telah ribuan jenis pula makanan dan minuman yang telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Agama Islam Thailand, dan telah beredar di seluruh pasar di Thailand bahkan sampai ke Indonesia, Malaysi, Singapura bahkan ke manca Negara.                    

Iklan

Muslim Cina di Chiang Rai


keluarga muslim cina di perbukitan doi pha chang provinsi pha yao thailand utara

muslim cina di perbukitan doi pha chang provinsi pha yao thailand utara

Banyak artikel tentang Muslim Cina sudah di tulis, ini hanyalah sekedar pengalaman selama dalam perjalanan ke perbatasan Cina dengan Thailand.

Di Mae Sai salah satu kota di provinsi Chiang Rai Thailand Utara misalnya, Muslim Cina disana dipanggil Cin Ho… enggak tahu apa ada hubungannya dengan laksamana Cheng Ho,  kalau dari segi ekonomi mereka cukup berhasil,  banyak toko, restoran milik mereka,  disana pun ada beberapa Hotel yang dimiliki dan dikelola oleh Muslim Cina.

Baru-baru ini saya ke Chiang Rai.

Menurut buku Tuanko Rao oleh Mangaraja Onggan Parlindungan tidak sedikit peran Muslim Cina untuk Islam di Nusantara (Indonesia) terlepas dari kontroversi buku itu soal orang Mianang.

Kalau kita lihat di peta, Chiang Rai adalah bekas kerajaan Lana tempo dulu, letak kerajaan Lana itu tidak berapa jauh dari Yunan Cina Selatan. Sekarang pun dengan berkenderaan Bus dari Mae Sai ke Yunan bisa ditempuh selama 4 jam, tentunya melalui kota Ta Chi Lek di Provinsi Shan Burma (Myanmar sekarang).

Di bukit-bukit di sekitaran provinsi Chiang Rai, begitu pun di  provinsi Pha Yao masih banyak dijumpai muslim Cina. Mereka eksodus ke Thailand  karena alasan faham komunis yang dianut negara itu, disamping aqidah, juga dari segi keamanan dan ekonomi sebagai mana yang diceritakan oleh Ibrahim penduduk kampung Santisuk masuk Provinsi Pha Yao, saat kami bertemu dan berbincang bincang dengan nya.

anak - anak muslim suku hmong di thailan...........

anak - anak muslim suku hmong di thailan...........

San Ti Suk yang berarti kampung  yang sentosa atau kampung yang aman damai.  Banyak diantara mereka yang berkahwin dengan penduduk asli atau orang disana menyebutnya suku bukit yang berasal dari Hmong (mongolia?). Di bukit -bukit yang berhawa sejuk itu, mereka tetap teguh dalam Islam .

Sementara, kalau kita arah ke bukit-bukit sebelah Barat Chiang Rai, disana  banyak dihuni suku Aka,  disini pun terjadi perkawinan campur suku pendatang dengan suku asli. Seperti Bilal masjid An Noor di Mae Sai,  Haji Musa namanya , adalah Cin Ho dari Yunan berkawin dengan suku setempat dan memeluk Islam.

Demikian juga dengan Dai-Dai dari Thailand Selatan yang ditempatkan di perkampungan-perkampungan di perbukitan-perbukitan itu beristrikan perempuan-perempuan suku setempat.

Ustad Hasan (35) pria beranak empat ini mempunyai isteri dari suku Hmong,  adik beradiknya semua masuk Islam, malah telah ada yang kuliah di University Yala mengambil jurusan Bahasa Inggris, meskipun saat ini  orangtua mereka masih pagan diperbukitan sana.

Tentang bahasa, bahasa Melayu logat Thailand terutama dari Selatan (Patani, Yala, Narathiwat) agak aneh terdengar di kuping orang Indonesia, menyebutkan sore atau petang menjadi pete, malah kata Islam menjadi Isle, jadi kalau menyebut orang Islam menjadi ore Isle. Mungkin itu menyebabkan kata Cin Ho menjadi Cheng Ho wallauhu’alam.

Muslim Nusantara

Dari perbukitan di Tahiland yang memanjang sampai ke Cina sana, menyimpan banyak peristiwa, seperti Hun Sa si raja ovium dunia itu misalnya (sudah meninggal). Di  bukit Doi Pho  Chang  (dua gajah) tempat sarang komunis yang sangat sulit ditumpas pemerinta setempat,  pun bermaskas disana.

Chiang Rai provinsi paling utara di Thailand ini adalah tempat laluan orang yang berkepentingan ke Nusantara. Kalau ada waktu dan rezeki kaum Cina Indonesia pergilah ke sana.

Kaum Cina disana, mereka pandai berbahasa Arab, pasih melantunkan azan dan bacaan sholat,  menjadi pengurus masjid dan mereka memotong hewan qurban untuk yang duafa, bukan untuk roh jahat.

Yang lebih penting lagi mereka tidak marah dan malah bangga di sebut orang Cina  atau Cin Hoi. Tidak seperti di tempat saya di Batam dan umum nya di Indonesia , mereka lebih suka di panggil Tiong Hoa.

Perlu Hati-hati untuk Cari Makanan Halal


imgp1896.jpg 

Ramkhamhaeng   Desember 2007  19:03:00
Perlu Hati-hati untuk Cari Makanan Halal

Bangkok-RoL–Bagi anggota kontingen maupun wartawan Indonesia yang beragama Islam, perlu berhati-hati untuk mencari makanan halal karena dimana-mana banyak makanan mengandung babi yang dalam bahasa Thailand disebut “moo”.Saking hati-hatinya, seorang wartawan Indonesia seperti dilaporkan Antara harus tanya sana sini sebelum mencicipi makanan karena tidak ada keterangan dalam bahasa Inggris yang menerangkan adanya kandungan babi karena tulisan Thailand mirip cacing.Salah satu kiat jitu adalah dengan hanya membeli nasi dan kemudian mengeluarkan bekal rendang yang dibawa dari Tanah Air, maka jadilah makan siang yang ditanggung halal.“Nggak apa-apa repot dikit asal aman,” katanya sambil mecicipi nasi Thailand yang dikenal pulen dengan rendang padang. pur

INI MUNGKIN SALAH SATU SOLUSINYA
Ini tulisan diatas aku copy dari Harian Republika. Karena tak pandai aku mau mengomentarinya, jadi ku copy paste aja.

Tentang makanan halal di Bangkok anda bisa pesan dari Hotel Regent di Ramkhamhaeng, hotel ini adalah salah satu hotel muslim, semua makanan yang disajikan di sana di jamin halal,  atau ke Pusat Halal Center,  di Chulalongkorn University direktur Halal nya adalah cucu H. akhmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, bisa juga koq ke Islamic center di bangkok untuk menanyakan hotel mana saja dan restoran mana saja yang halal.

Mudah-mudahan berguna………………………………. 

Buka saja weblog kami di Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam (YLKM) Batam

ariesaja.wordpress.com

Dua kali aku ke Balai Pustaka


balai-pustaka.jpg

Bloger yang terhormat, kemarin (30/11)  aku ke Balai Pustaka (BP) di Jalan Gunung Sahari Jakarta.

Itu adalah kali kedua aku kesana selama hidupku, pertama kali aku kesana pada tanggal 02 Nopember 2007  yang lalu.

Disana, dilantai dasar bangunan BP, banyak sekali judul buku yang aku cari2 selama ini. Jadi selama bulan Nopember  2007 ini aku dah dua kali kesana.

Dua kali pula aku membeli buku dengan diskon 30 s/d 40 % , buku-buku yang kubeli sebagian besar adalah buku cerita mulai anak usia sekolah dasar hingga menengah atas, dari yang tipis dan agak tebalan pun ada.

Hampir semua buku2 yang kubeli warna kertasnya sudah menguning karena sudah lama dicetaknya. Malah ada yang tepinya agak rusak seperti di makan rayap, begitulah kondisinya.

Kawan bergelut, Salah Asuhan, Mari Bernyanyi karangan AT Mahmud (alm) dan ratusan judul yang lain kubeli masing2 dua, untuk kujadikan koleksi perpustakaan disekolah Hang Tuah.  Masih ribuan judul lagi ada disana, semuanya bagus-bagus belaka, terutama untuk bacaan anak usia sekolah.

Aku berkahyal seandainya adalah orang-orang kaya punya duit dan punya harta, punya pula kepedulian kepada sesama, membeli buku yang sudah banyak “menguning” di Balai Pustaka sana, menyumbangkannya kepada perpustakaan sekolah yakh………. seperti ke tempat kami misalnya di sekolah Hang Tuah di Batam, oi oi ……..  alangkah bertuahnya.

Dua kali aku ke Balai Pustaka sana, melihat ribuan judul buku yang sudah mulai menguning dan memang sudah pun menguning karena termakan usia.

Dua kali aku ke Balai Pustaka sana, berandai-andai seandainya ada manusia dermawaan yang tergerak hatinya, membelikan buku untuk disumbangkan ke sekolah-sekolah. Yang nantinya akan dibaca oleh generasi penerus bangsa, alangkah bermanfaat jasanya.

Dua kali aku ke Balai Pustaka sana, manalah mungkin aku bertemu dengan  “Bambang Sudibiyo” apalagi membaca asa ku ini.  

Dua kali aku ke Balai Pustaka sana, di kali keduanya, Jumat, tanggal 30 Nopember 2007, crew-crew stasiun TVRI saat itu  sedang shooting di toko buku Balai Pustaka, aku yang sedang memilih – milih buku yang sudah mulai menguning itu tersorot kamera, tapi aku tak tau apakah mereka akan menyiarkannya.

Dua kali aku ke Balai Pustaka sana, sambil melihat dan memilih-milih buku yang lain buku-buku yang bermutu terbitannya, petugas Balai Pustaka mengatakan kepadaku buku yang sudah terkumpul dan akan di pak sudah tiga puluh lima kilogram beratnya, dan jumlah rupiahnya telah sekian juta. Padahal belum lah seberapa jumlah judulnya.

Ya begitulah sudah duakali aku ke Balai Pustaka, dua kali pula kelebihan bagasi ku di Soekarno Hatta. Aku janjian untuk selanjutnya, agar dikirimkan ke batam dengan Pos saja, buku yang tak sempat kubawa.

Di Batam, setelah dua kali aku ke Balai Pustaka, aku buka blog ku dan kutulis “Dicari orang yang mau menyumbangkan buku untuk pustaka”, semoga ada insan yang tergerak hatinya…………………………………….insyaAllah………………………         

   

   

     

Apakah Aku Termasuk Orang yang Suka Pamer?


pameran.jpg

Pernah aku dikomentari oleh anakku sendiri, “Bapak ini suka pamer lah” celetuknya.

Dan aku tersadar apakah aku termasuk kategori orang yang suka pamer?, mungkin juga ya,,,,,, contohnya hari ini, aku renung-renungkan apa  saja yang telah kulakoni,  kuucapkan dan aktifitasku sejak pagi subuh hingga ke sore hari :

Pagi Subuh (26/11)  pukul 05.47 wibb, aku dihubungi oleh mas Sugiono, dia kukenal 2 hari yang lalu, saat itu dia datang ketempatku mau kerja sama membuat film untuk anak2 usia sekolah, dia datang kesekolah atas undanganku. Saat itulah aku tunjukkan kepadanya apa usaha-usaha yang sedang aku lakoni, disamping mengelola sekolah, kami juga ada wartel, ada klinik ada BMT, ada mini market yang menjual keperluan se-hari2 dan juga keperluan anak2 sekolah seperti alat tulis dan buku pelajaran.

Untuk memperlihatkan itu semua tentunya aku bawa mas Sugiono berkeliling, tentu saja berkeliling keliling itu kan memamerkan yang kusebutkan diatas tadi.

Siangnya masih di tanggal yang sama aku didatangi dua orang wanita, masih muda, cantik lagi,  mereka dari jakarta, buka cabang Ticketing di daerah Sungai Panas, cabang dari Redlink Jakarta, antah apa koq aku yang didatangi dan ditanyain tentang “perticketingan” di Batam, kujelaskan apa yang kutau, bagaimana rebutan 5 % komisi dari airliner, bajak membajak order diantara bos dan anakbuah. Sembari itu ……………. e  e  e  e usaha yang kujalani tanpa fasilitas dari pejabat maupun orang yang sedang “berkuasa” aku pamerkan lagi kepada kedua wanita tadi. Kelihatannya mereka tertarik dengan “pameran penjelasan” ku, aku agak senang , disampingku anakku senyum-senyum dikulum dan aku mengerti bahwa dalam benaknya pasti dah aku pameran  lagi.

Tak berapa lama setelah kedua wanita itu pulang, aku ditelepon  mas Firman dari Telkom Flexy ingin bertemu, katanya mau nawarkan produk baru, dan aku adalah orang yang pertama di Batam memakai produk itu, dengan uang hanya rp. 75,- melalui sms pertanyaan yang menyangkut konsumen katanya bisa kujawab, termasuklah polling dan lain sebagainya, ya aku mau saja, karena bisa dikenakan biaya tambahan misalnya menjadi rp. 500,- sampai rp. 1.000,- .

Aku bilang kepada anakku kenapa aku yang ditawari duluan produk ini, bisa jadi untuk coba-coba, tapi menurutku beberapa bulan yang lalu aku menjadi pelanggan speedy, dan usaha-usaha yang kuusahakan “kupamerkan”  kepadanya. he he he  bapak GR kata anakku.     

Sorenya aku buka blog ku ya ampun……….. tulisanku tentang Narkoba lumayan banyak yang mengunjunginya, padahal Orang-orang di Batam Pos, (media lokal di Batam)terutama bang Ade begitu biasa aku memanggilnya, bosnya Pos Metro (masih group Batam Pos, atau Jawa Pos sama sajalah), tak sudi memuat di media mereka yang ada tulisan mencantumkan kata Imbalo, he he he he   (semoga aja tulisan ini dibaca bg Ade Syahlan yang bininya marga Nasution itu).

Aku juga pamer kepada anakku yang punya blog ribuan pengunjungya, kalau tulisanku pun bisa masuk lintas berita, he he he dia senyum-senyum dikulum lagi.

Tak apa- apa lah pikir ku aku berpamer ria untuk itu karena aku tak pandai menulis, aku bisa nulis e e e e ngetik tulisan, karena dipaksa keadaan sebagaimana yang kukisahkan di IMBALO NAMAKU.

Dan hatiku senang sekali rasanya, tulisan ku ada yang ngomentari dan banyak yang membaca, kalau wartawan yang nulis ya pantas lah tersusun bagus paragrapnya. Kalau aku kata anakku tulisannya lari-lari.  he he he              

Mau Aku Tunjukkan Bagaimana Cara Menggandakan Uang


minimarket.jpg Pengalamanku menggandakan uang, dan menurutku ini adalah legal tidak melanggar norma2  : 

  1. Aku punya uang tanggal 01 sebesar rp 21.000,- beli pulsa simpati elektrik nominal rp. 20.000,- dijual rp. 22.000,- pada tanggal 01 aku mendapat keuntungan rp. 1.000,-
  2. Tanggal 02 kubeli lagi rp. 21.000,- kujual rp 22.000,- untungku rp. 1.000,-
  3. Tanggal 03 kubeli lagi rp. 21.000,- kujual rp. 22.000,- untungku rp. 1.000,-
  4. Satu bulan 30 hari setiap hari aku untung rp. 1.000,- total untungku jadi rp. 30.000,- selama satu bulan
  5. Modal awal tanggal 01, rp 21.000,- tanggal 30, uangku menjadi rp. 51.000,-
  6. sebenarnya di hari ke 22 aku sudah bisa mendapatkan rp. 2.000,- perharinya karena modalku sudah menjadi rp. 42.000,-

Selanjutnya :

  1. Aku menjual rokok, Sampoerna 16, satu bungkus kebeli rp. 8000,- kujual rp. 8.500,- aku untung rp. 500,- , satu bulan 30 hari berarti aku dapat untung rp. 15.000,-  dari modalku sebesar rp. 8.000,-
  2. aku pun menjual permen berbagai merek , perbungkus kubeli rp. 3.500,- kujual perbutirnya rp. 100,-, akupun menjual manchis, kubeli perkotak rp. 18.000,- kujual per buahnya hanya rp. 500,- isinya 50 buah aku untung rp. 7.000,- (orang-orang menjualnya rp. 1.000,-/buah.

Yang kujual tidak hanya kartu simpati nominal harga rp. 20.000,- saja ada yang rp. 10.000,- , rp. 50.000,- ataupun yang seratus. Dan ada juga kartu As dari berbagai nominal harga yang kujual. Begitupun dari produk Indosat, Xl juga ada.Rokok pun yang kujual tidak hanya satu merk saja, ada Gudang Garam, ada Djie Sam Soe, Ardat, dan lain-lain merk.Tentunya anda bertanya dari mana modalnya, diawal – awal adalah uang dari gajiku sebulan. Tapi bisa juga dari pinjaman kartu kredit atau kartu Visa. Dan ini pernah kulakoni contohnya sbb :Kebetulan aku punya kartu kredit, untuk penarikan tunai rp. 1.000.000,- aku akan dikenai biaya rp. 100.000,- dan tambahan 3,8 sampai 4 % katakanlah demikian, jadi total satu bulan yang aku harus bayarkan ke Bank penerbit Kartu Visa itu sekitar sebesar rp. 140.000,-  dengan uang rp. 1.000.000,- aku belikan pulsa-pulsa tadi.

  • Simpati 10 harganya rp. 12.000,- sebanyak 10 pcs                         rp.  120.000,-
  • Simpati 20 harganya rp. 21.000,- sebanyak 20 pcs                         rp.  420.000,-
  • Simpati 50 harganya rp. 51.000,- sebanyak   2 pcs                          rp.  102.000,-
  • Simpati 100 harganya rp. 96.000,- sebanyak 1 pc                            rp.    96.000,-   

Sisa uangnya untuk membeli kartu As, karena yang paling laku adalah kartu simpati, jadi agak banyak kubeli, kira-kira seperti itulah komposisinya, meskipun tidak harus persis demikian.Lah …. jual nya dimana? pertanyaan ini banyak dikemukakan kepadaku, dan aku kan seorang pegawai kata temanku yang ingin memulai usaha.Untuk tempat atau lokasi penjualan pulsa, anda bisa sewa space di depan toko, meletakkan satu etelase kalau di tempat saya harganya sekitar rp. 500.000,-  dan untuk penjaganya 1 orang di gaji rp. 850.000,- . Biasanya untuk sewa tempat berfluktuasi dari rp. 300.000,- sampai rp. 500.000,-Jadi minimal pengeluaran anda sebulan adalah gaji pegawai ditambah sewa tempat yaitu sebesar rp. 1.350.000,- untuk itu harus ada paling tidaak 1.500  kali transaksi karena rata-rata pertransaksinya rp. 1.000,-  diatas etelase bisa dijual rokok dari berbagai merk dan juga permen.Untuk membeli rokok bisa dimulai dengan hanya 3 s/d 5 bungkus perjenis rokok yang banyak diminati orang sekitarnya, kalau membeli dari distributor mereka akan memberi potongan harga, meskipun hanya 3 bungkus.Lokasi penjualan bisa di depan rumah, malah lebih bagus apalagi lokasinya mendukung, seperti banyak komunitasnya. Untuk transaksi harus mempunyai Hp, bisa Hp pribadi dan bisa beli yang bekas sekitar rp. 300.000,- merk Nokia sudah cukup, untuk nomor biasanya diberi oleh dealer, untuk awal-awal memang kita harus bayar dulu tetapi bila sudah berlangganan, mereka yang akan datang mensuplai kita.He he he kalau dirumah bisa jadi retail loh seperti alfa mart, kenapa tidak.Sekarang pun aku telah menjual hampir 12.000 item barang. dari mulai mie isntan, gula kopi sampai ke alat tulis.Kenapa tidak mencoba………………………………….     

JUDI DI TEMASEK (SINGAPURA) IMBAS TERHADAP BATAM


singapore.jpg  salah satu sudut singapura (temasek)

Kasino Dikebut Siang Malam, demikian judul harian pagi Batam Pos, koran lokal Batam, group Jawa Pos, koran yang satu ini belakangan ini sering sekali memberitakan tentang kehebatan-kehebatan Singapura. 

Koran ini menulis (25/11), pembangunan kasino di singapura katanya disikapi sejumlah pengusaha Batam, terutama sektor properti. Diperkirakan bisnis properti dan perhotelan di Batam yang sempat lesu, bakal bergairah kembali, termasuklah bos perusahaan pengembang Arsikon, Ir Cahya, ia optimis pembangunan kasino di singapura akan berdampak positif terhadap bisnis properti di Batam.  Meskipun tidak tidak terlalu berimbas kata pengamat yang lain tetapi 10.000 sampai 15.000 tenaga kerja untuk kasino dibutuhkan dan kabarnya mereka akan merekrutnya dari Kepri.

Lesunya bisnis perhotelan katanya tidak terlepas dari ditutupnya beberapa lokasi perjudian tidak resmi di Batam. Beberapa waktu yang lalu Bapak pendiri Batam, (orang-orang menyebut demikian) yaitu Habibie, datang ke Batam, isu judi menjadi topik yang hangat di bicarakan, terutama media cetak. 

Meskipun rencana semula Batam dikembangkan tidak untuk daerah perjudian, tapi ada perda yang dibuat untuk memfasilitasi tempat perjudian berkedok kawasan wisata terpadu ekslusif (KWTE). KWTE ini sekarang lagi hangat di bicarakan di Batam, adanya surat kaleng dari Batam dan direspon pusat, yang menyatakan negara rugi miliaran rupiah, nama TW pun terkait, begitu pula beberapa pejabat teras di Batam.

Begitu lah Batam, terkadang selalu di banding-bandingkan oleh sebagian mereka dengan Singapura, tapi mbok ya jangan yang mudaratnya, judi tetap judi Batam daerah melayu indetik dengan Islam, dan harap diingat Islam tetap mengharamkan judi sampai dunia kiamat, meskipun kalian-kalian yang lagi berkuasa sekarang ini baik yang berkuasa dengan uangnya maupun berkuasa dengan jabatannya apatah lagi yang sedang “berkuasa” dengan tulisan dan medianya, semuanya bersatu padu mendukung dan setuju misalnya,  ada lokasi judi di Batam yang juga bagian indonesia, tidak lah akan menjadikan yang haram itu menjadi halal. 

Untuk direnungkan……………………………………….

%d blogger menyukai ini: