Catatan Perjalanan Dakwah : Ibadah Kurban di Kem Pengungsi BTAD Assam India


India-Assam-ferry-disaste-001

Assam India— Tanggal 05 Oktober perjalanan di lanjutkan dari Kolkata ke Assam, provinsi yang berbatasan dengan Cina, Buthan, Nepal, Bangla dhes, Myanmar ini terdapat tidak kurang 4.5 juta pengungsi di utara perbatasan dengan Buthan.   Catatan Perjalanan Dakwah: Kuala Lumpur-Kolkata-Assam-Bangalore-Kochi India

10480985_808980409142888_2980856710787681752_n

“Kem Boro Terotery Auto nomi Distrect (BTAD) jumlah keseluruhan 25 Kem, satu kem dihuni lebih daripada 50.000-100.000. Keseluruhan 4.5 Juta orang.” tulis Adynor.
10593036_10203078538706725_8832021097339523911_n

Assam hingga kini bergolak dan paling banyak pengungsi muslim. Tiba Di Guwahati Airport, Assam. Sdr Saiffur Rahman menjemput kami. Di Guwahati tak Ada Restoran Halal. Jadi terpaksa berlapik perut dengan capati Di Restoran Hindu.

Ibadah Kurban akan di adakan di Kokrajhar. Tapi rombongan bermalam di Goalpara dulu. Sepanjang tiga jam perjalanan, banyak kelihatan lembu-lembu yang di ternak.
10154993_10203079032359066_4090938350532400670_n

“Punya Hindu” ujar Saiffur Rahman. “Lembu di anggap Tuhan” Katanya. “Habis, bila tua, lembu tu di buat apa?” tanya Adynor. “Jual ke orang Islam” jawab Saiffur Rahman lagi. “Wah.. Tuhan pun kena jual” ujar Adynor.
10330318_10203079030679024_2753627871854675608_n

Tak kurang 70 ekor sapi dan 20 ekor kambing dipotong di kem BTAD itu.
1381942_10203078537146686_4933710869115314361_n (2)

“Ya, semua dari Yayasan Amal Malaysia negeri Kelantan, Perlis, Selangor, Kedah & MAPIM.” tulis Adynor lagi.

Kem pengungsi ini terdapat juga di perbatasan Assam dengan Myanmar Burma, Assam dengan Bangladhes. (*)

Muslim Rohingya: Suu Kyi Masih Diam


Sejumlah warga muslim Rohingya naik perahu menyeberangi sungai Naf, untuk melintasi perbatasan dari wilayah Myanmar ke Bangladesh, di kota Teknaf sebelah Selatan Bangladesh . (Reuters)

Sejumlah warga muslim Rohingya naik perahu menyeberangi sungai Naf, untuk melintasi perbatasan dari wilayah Myanmar ke Bangladesh, di kota Teknaf sebelah Selatan Bangladesh . (Reuters)


TEKNAF — Muslim Rohingya Myanmar yang tinggal di kamp pengungsi di Bangladesh meminta bantuan pada Aung San Suu Kyi. Mereka meminta Suu Kyi membantu mengakhiri penindasan yang mereka derita selama ini.

Wilayah Bangladesh yang berbatasan 200 kilometer dengan Myanmar adalah rumah bagi sekitar 300 ribu pengungsi Muslim Rohingya. Sepersepuluh dari mereka hidup dalam kondisi memprihatinkan di kamp bantuan PBB.

Seorang pejabat Myanmar mengatakan, kerusuhan antara umat Buddha lokal dan Muslim Rohingya di Rakhine menimbulkan banyak korban. Sekitar 49 orang tewas dan 41 lainnya terluka dalam lima hari kerusuhan antarkelompok tersebut.

“Kami memohon pada PBB, negara-negara asing, pemerintah Myanmar dan terutama Suu Kyi,” ujar Mohammad Islam, pemimpin pengungsi Rohingya di Kamp Nayapara, Teknaf, Bangladesh.

Ia menambahkan, hingga saat ini Suu Kyi tak melakukan atau mengatakan apa-apa untuk kami. Padahal orangtua kami termasuk yang melakukan kampanye untuknya pada pemilu 1990.

“Seperti kebanyakan orang Burma lain, ia juga diam tentang hak-hak Rohingya,” tambah dia.

Dalam kunjungan pertama Suu Kyi ke luar Myanmar, ia menemui ribuan pengungsi Myanmar di perbatasan Thailand. Ia berjanji membantu mereka kembali.

Islam mengatakan, Suu Kyi menyoroti nasib pengungsi Myanmar di Thailand yang kebanyakan orang Karen. Tapi Suu Kyi tak berbicara apa pun yang dapat menimbulkan harapan bagi Rohingya.

“Kami dengar hubungan pemerintah dan Suu Kyi telah diperbaiki. Akan ada reformasi di negara ini, tapi kami tak merasakan perubahan berarti untuk Rohingya,” kata Islam.

Muslim Rohingya telah lama diperlakukan buruk dan dianggap sebagai ‘orang asing’ oleh pemerintah Myanama. Para aktivis mengatakan, hal tersebut memupuk perpecahan dengan umat Buddha di negara bagian Rakhine.

%d blogger menyukai ini: