Lowongan Menjadi Guru di Batam


Sekolah Islam Terpadu Hang Tuah di Batam

Membutuhkan  guru bidang studi :

1. Fisika

2. Matematika

3. Bahasa Inggris

4. Ekonomi Akutansi

Syarat :  S1, Islam, Dapat membaca Alquran,

Guru Agama minimal hafiz 4 jus. 

Lamaran ditujukan ke : Sekolah Islam Terpadu Hang Tuah Batam

Jalan Ranai no 11 Bengkong Polisi Batam 29432

Email : imbalobatam@yahoo.co.id

Pengumuman Hasil UN SMA/SMK/MA Tahun 2013


Mendikbud umumkan hasil akhir UN SMA 2013

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengumumkan hasil akhir Ujian Nasional 2013 untuk tingkat sekolah menengah atas dan sederajat.

“Walaupun pada pelaksanaan UN sebelumnya ada penundaan di 11 provinsi, kami bertekad pengumuman hasil UN ini tidak boleh tertunda juga. Kami sudah bisa merampungkan ini dan mudah-mudahan besok sudah bisa diumumkan di daerah-daerah dan di sekolah-sekolah,” kata M. Nuh di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kewenangan terkait teknis atau cara pengumuman hasil UN diserahkan penuh oleh Kemendikbud kepada pihak sekolah.

“Kami tidak mengatur tentang itu, boleh pakai amplop atau boleh juga dengan mengundang orang tua murid. Itu bagian dari kewenangan sekolah masing-masing,” ujarnya.

Mendikbud memaparkan bahwa jumlah peserta UN SMA/MA tahun ajaran 2012–2013 adalah 1.581.286 siswa, dan siswa yang dinyatakan lulus UN berjumlah 1.573.036 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 8.250 siswa.

Hal itu, kata dia, menunjukkan tingkat kelulusan UN SMA/MA tahun ini mencapai 99,48 persen, dan persentase ketidaklulusannya adalah 0,52 persen.

“Berarti persentase kelulusan tahun 2013 ini turun 0,02 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 99,5 persen,” jelasnya.

Selain itu, Nuh memaparkan jumlah peserta UN SMK sebanyak 1.106.140, dan siswa yang dinyatakan lulus UN SMK berjumlah 1.105.539 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 601 siswa.

“Berarti tingkat kelulusan untuk UN SMK tahun ini juga sangat tinggi, yaitu 99,95 persen sehingga yang tidak lulus hanya 0,05 persen. Tingkat kelulusan ini pun lebih tinggi 0,23 persen dibanding tahun 2011 yang hanya mencapai 99,72 persen,” paparnya.

Dia mengatakan kriteria kelulusan peserta didik pada UN ditentukan dengan penentuan nilai akhir untuk kelulusan terdiri dari 60 persen nilai dari UN dan 40 persen nilai sekolah.

“Peserta didik SMA dan sederajat itu dinyatakan lulus UN jika nilai akhir rata-rata paling rendah 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah empat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Nuh menyampaikan bahwa provinsi yang mengalami tingkat ketidaklulusan paling tinggi adalah Aceh, yaitu sebesar 3,11 persen. Kemudian, menyusul di posisi tertinggi kedua adalah Provinsi Papua dengan tingkat ketidaklulusan 2,85 persen.

“Sehingga di Aceh ada 1.754 siswa yang tidak lulus dari 56.000 siswa peserta UN,” katanya.

Editor: Ruslan Burhani

Pengumuman UN di Batam diperkirakan diundur

Batam (ANTARA News) – Pengumuman hasil Ujian Nasional tingkat SMA di Kota Batam kemungkinan ditunda dari waktu yang dijadwalkan, Jumat (24/5) karena panitia belum siap, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Kamis.

“Masih belum diputuskan apakah pengumuman UN jadi besok atau tidak, masih lihat kesiapan panitia,” kata Muslim Bidin.

Menurut dia, pengumuman hasil UN 2013 bisa tidak dilakukan serentak se-Indonesia, tergantung kesiapan masing-masing daerah.

Ia mengatakan dinas pendidikan se-Provinsi Kepulauan Riau masih akan mengadakan rapat koordinasi hasil UN, Kamis malam.

Mengenai mekanisme pengumuman, ia mengatakan Dinasdik Kota Batam mempertimbangkan untuk mengumumkan hasil Ujian Nasional melalui media massa untuk mencegah aksi corat-coret dan konvoi kendaraan bermotor.

“Sesuai dengan instruksi Wali Kota, agar pengumuman UN diantisipasi supaya tidak ada corat-coret dan konvoi,” kata Muslim.

Menurut dia, konvoi sepeda motor membahayakan keselamatan pelajar, karena biasanya dilakukan semrawut dan tanpa perlengkapan helm yang memadai. “Konvoi sepeda motor itu bahaya, kalau kecelakaan bagaimana,” kata dia.

Ia meminta orang tua untuk menasihati anak-anaknya untuk menjauhi konvoi sepeda motor usai pengumuman UN agar tidak menimbulkan korban.

Mengenai hasil UN, Muslim optimis hasilnya akan bagus dengan tingkat kelulusan di atas 90 persen. Menurut Muslim, pendidikan di Batam relatif terbaik dibanding kabupaten kota lain di Kepri. “Hasil UN itu, 10 besar Kepri pasti rata-rata dari Batam,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Riau Yatim Mustafa mengatakan menargetkan tingkat kelulusan UN SMA se-derajat mencapai 99 persen, di bawah capaian tahun sebelumnya yang nyaris 100 persen.

Editor: Unggul Tri Ratomo

Angka kelulusan UN SMA Jateng 2013 naik

Semarang (ANTARA News) – Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyebutkan tingkat kelulusan siswa dalam ujian nasional (UN) jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) pada tahun ini naik 0,134 persen.

“Pelaksanaan UN jenjang SMA dan MA tahun ini diikuti sebanyak 159.586 siswa, dengan angka kelulusan yang mencapai 99,92 persen,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng Kartono di Semarang, Kamis malam.

Dibandingkan kelulusan UN jenjang sama tahun lalu memang ada peningkatan, kata dia, mengingat kelulusan UN SMA dan MA tahun lalu hanya 99,788 persen dari total peserta 156.466 siswa dan 332 siswa dinyatakan tidak lulus.

Sementara untuk UN jenjang sekolah menengah kejuruan, kata dia, tingkat kelulusan mencapai sebesar 99,754 persen dari total peserta sebanyak 175.008 siswa dan sebanyak 554 siswa dinyatakan tidak lulus UN.

Berbeda dengan kelulusan UN jenjang SMA yang naik, ia mengakui tingkat kelulusan UN SMK tahun ini memang menurun, mengingat kelulusan UN jenjang pendidikan kejuruan itu tahun lalu mencapai 99,92 persen.

Menurut dia, bobot dan variasi soal UN pada tahun ini memang meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu dengan variasi soal UN yang mencapai 20 paket, sementara pada UN tahun lalu hanya membagi lima paket soal.

Meski demikian, kata dia, berkaitan dengan prestasi, ada salah satu siswa dari Jateng berhasil menempati peringkat dua besar UN secara nasional, yakni Aditya Agam Nugraha dari SMA Negeri 1 Kota Surakarta.

Sesuai prosedur operasional standar (POS) UN 2013, kata dia, peserta didik dinyatakan lulus apabila rata-rata nilai akhir dari seluruh pelajaran sebesar 5,5 dengan nilai tiap mata pelajaran minimal 4.

“Sementara untuk SMK ditambah nilai kompetensi keahlian minimal sebesar 6. Hari ini, kami serahkan daftar kolektif hasil ujian nasional (DKHUN) ke Disdik kabupaten/kota. Besok (24/5) diumumkan di tingkat sekolah,” katanya.

Kartono menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disdik kabupaten/kota berkaitan dengan pengumuman kelulusan UN di daerah agar dilakukan pada sore hari untuk mencegah perayaan UN dengan cara “euforia”.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara UN Jateng Tri Handoyo mengatakan siswa dilarang merayakan UN dengan cara “euforia”, seperti arak-arakan kendaraan bermotor maupun aksi corat-coret seragam sekolah.

Salah satu upaya untuk mencegah perayaan kelulusan dengan “euforia”, kata dia, pihaknya sudah menginstruksikan bahwa pengumuman kelulusan UN di sekolah yang dilakukan pada 24 Mei 2013 dimulai pukul 14.00 WIB.

“Kami berharap masing-masing sekolah mengkondisikan pengumuman kelulusan UN agar siswa tidak arak-arakan, konvoi, corat-coret seragam. Daripada seragam dicorat-coret, lebih baik disumbangkan,” katanya.

(KR-ZLS/N001)

Di Lampung kelulusan SMA/SMK 99,94 persen

Bandarlampung (ANTARA News) – Sebanyak 81.026 siswa SMA/SMK dan madrasah aliyah atau 99,94 persen, baik dari sekolah negeri maupun swasta di Provinsi Lampung dinyatakan lulus Ujian Nasional 2013, Kamis.

“Persentase kelulusan mencapai 99,94 persen dari total peserta ujian 81.071 atau hanya ada sekitar 45 siswa yang tidak lulus UN,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Tauhidi di Bandarlampung, Kamis.

Ia menyebutkan hasil tersebut meningkat 0,05 persen dibandingkan persentase kelulusan tahun 2012 sebesar 99,89 persen. Ini merupakan suatu keberhasilan pendidikan yang telah dicapai Provinsi Lampung khususnya, mengingat sistem UN yang diterapkan tahun ini sangat ketat. Menggunakan pengkodean (barcode) dengan 20 paket soal yang berbeda.

Menurutnya, kelulusan siswa SMA/MA jurusan IPA dari 20.819 peserta UN hanya tiga siswa yang tidak lulus atau 0,014 persen. Jurusan IPS dari 31.128 peserta 33 siswa di antaranya tidak lulus (21 dari SMA dan 12 MA) atau sebesar 0,106 persen.

Sementara jurusan Bahasa 52 peserta dinyatakan lulus semua (100 persen). Sedangkan, jenjang SMK dari 29.072 peserta UN hanya sembilan orang yang tidak lulus (0,031 persen).

“Hasil UN yang kita peroleh dari pusat sementara, untuk jenjang SMA, MA, dan SMK. Sedangkan, untuk SMALB dan paket C masih tertunda dan direncanakan akan diumumkan bersamaan dengan kelulusan UN SMP (1/6) mendatang,” terangnya.

Pengumuman Hasil UN yang telah diterima dari pusat langsung diserahkan kepada kepala dinas pendidikan yang ada di 14 kabupaten/kota Provinsi Lampung.

“Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) ini, kita serahkan langsung ke kadisdik di 14 Kabupaten/Kota Provinsi Lampung hari ini. Untuk kemudian dinas setempat menyerahkan hasil UN tersebut ke sekolah masing-masing untuk diumumkan kepada siswa,” jelasnya.

Provinsi Lampung, lanjutnya, patut berbangga melihat peningkatan prestasi khususnya dalam dunia pendidikan. “Ini membuktikan, bahwa persiapan Sekolah terhadap anak didik benar-benar matang dan kualitas guru dalam menerapkan materi bertaraf nasionalpun meningkat,” tamnbahnya.
(A054)

Editor: Ruslan Burhani

JAKARTA

Jakarta (ANTARA News) – Hasil Ujian Nasional tingkat SMA akan diumumkan pada Jumat, 24 Mei 2013.

Salah satu sekolah yang akan mengumumkan hasil tersebut melalui website adalah SMA Negeri 66 Jakarta Selatan.

Kepala Sekolah SMAN 66 Drs. H. Suhari mengatakan murid kelas XII dapat melihat hasil kelulusan di website sekolah pada hari Jumat. Namun, murid yang tidak lulus akan dikabari melalui telepon.

“Tapi semoga semua lulus,” kata Suhari saat dihubungi ANTARA News.

Pada hari pengumuman, para murid pun diliburkan sehingga mereka tidak perlu datang ke sekolah untuk melihat pengumuman.

Meskipun begitu, sekolah tetap memasang pengumuman kelulusan Ujian Nasional untuk para murid yang ingin memastikan status kelulusannya.

“Sekolah tetap terbuka, ada pengumuman juga untuk yang masih ragu-ragu dan ingin memastikan lagi.”

Suhari menambahkan, sekolah sudah memberi larangan pada para siswa untuk tidak mencoret-coret seragam atau pun konvoi untuk merayakan kelulusan.

Sementara itu, SMA Negeri 8 Jakarta juga menggelar hasil pengumuman kelulusan melalui website yang dapat dilihat esok pagi pukul 10.00 WIB.

Pengumuman tersebut juga dapat dilihat di sekolah pada 24 Mei 2013. Meskipun begitu, tidak ada larangan bagi para siswa untuk mencoret-coret seragam.

“Dari dulu nggak pernah ada larangan mencoret-coret seragam karena memang murid kami tidak pernah melakukan itu,” kata Zaitun dari Tata Usaha SMA 8 saat dihubungi ANTARA News.

Editor: Aditia Maruli

KALIMANTAN TIMUR

Sangatta, Kaltim (ANTARA News) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Imam Hidayat mengatakan 98,58 persen pelajar SMA/MA, dan 99,70 persen siswa SMK di wilayahnya lulus ujian nasional.
Imam Hidayat pada Kamis malam mengatakan dari 1.342 peserta UN SMA dan MA yang tidak lulus 19 pelajar, masing-masing seorang siswa IPA dan 18 siswa IPS.

Sedangkan dari 1.316 peserta UN SMK, yang tidak lulus satu orang.

Imam belum bersedia menyebutkan nama-nama siswa dan asal sekolah yang tidak lulus UN, karena hasil UN diumumkan secara resmi di seluruh sekolah pada Jumat 24 Mei 2013 pukul 10.00 WITA.

Ia mengatakan terjadi penurunan persentase kelulusan UN SMA/MA 2013 dibandingkan dengan 99,28 persen pencapaian pada tahun 2012.
(KR-ADI/A013)

Editor: Ruslan Burhani

Siswa SMK Palembang lulus UN 100 persen

Palembang (ANTARA News) – Sebanyak 8.224 peserta tingkat Sekolah Menengah Kejuruan Palembang lulus ujian nasional 100 persen, kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat Riza Fahlevi.

“Tahun ini tidak satupun peserta ujian nasional SMK mesti mengulang karena semuanya lulus,” katanya di Palembang, Kamis.

Kelulusan SMK sampai 100 persen tersebut membuktikan kalau pendidikan di Kota Palembang semakin berkualitas, katanya.

Menurut dia, jika dibandingkan tahun lalu tingkat kelulusan siswa SMK hanya 99,87 persen, namun tahun ini semua peserta ujian nasional SMK lulus.

Ia mengatakan, sedangkan siswa SMA jurusan IPA lulus 99,94 persen dari total 7.971 peserta ujian negara.

Sementara SMA IPS satu orang tidak lulus dari total peserta 8.340 orang.

Dia menjelaskan, khusus Madrasah Aliyah tahun ini ujian nasional diikuti sebanyak 991 peserta dan lulus 100 persen.

Riza menambahkan, tahun ini peraih ujian nasional tertinggi darMedan – Sebanyak 4.564 siswa dinyatakan tidak lulus dalam Ujian Nasional (UN) 2013 tingkat SMA sederajat di Sumatera Utara (Sumut). Jumlah ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Hendrik Siregar menyatakan, untuk SMA dan Madrasah Aliyah, dari 117.961 siswa yang tidak lulus sebanyak 2.948 orang atau mencapai 2,51 persen. Sedangkan untuk SMK, dari 82.428 peserta, yang tidak lulus sebanyak 1.616 siswa atau 1,96 persen.

Menurut Hendrik, angka ketidaklulusan ini memang meningkat tajam. Padahal tahun lalu hanya 200-an siswa saja yang tidak lulus, atau sekitar 0,08 persen.

Tetapi dia belum bisa memastikan kekacauan pelaksanaan UN yang menjadi penyebab. Telatnya pelaksanaan UN di sejumlah besar bisa jadi menjadi penyebab, tetapi tidak mutlak.

“Kami akan menjadikan hal ini evaluasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Hendrik kepada wartawan Kamis (23/5/2013) sore di Kantor Dinas Pendidikan Sumut, Jalan Cik Di Tiro, Medan,

Hendrik yang berbicara seusai bertemu dengan para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota se Sumut yang mengambil hasil UN masing-masing daerah menyatakan, hasil UN ini akan diumumkan serentak pada Jumat (24/5).i SMK adalah Ahmad Malik Abdul Aziz dengan nilai 37.70 dari SMK Negeri 2.

Jurusan IPA nilai tertinggi diraih Della Ulfiarakhma 57.00 dan IPS, Rainy Syafitri 54.10 keduanya bersekolah di SMAN 17 Palembang.

Editor: Aditia Maruli

Di Sumut, ribuan siswa SMA tidak lulus UN

Medan (ANTARA News) – Sebanyak 2.948 dari 117.921 siswa SMA-MA di Provinsi Sumatera Utara yang mengikuti ujian nasional (UN) tahun ajaran 2012–2013, dinyatakan tidak lulus.

“Kegagahan para siswa tersebut, diketahui berdasarkan hasil penilaian atau koreksi dari Panitia UN Kementerian Pendidikan Nasional yang baru kami bawa dari Jakarta,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumut, Henri Siregar dalam temu pers di Medan, Kamis.

Hasil UN tersebut, menurut dia, pada Kamis (23/5) baru saja dibawa oleh salah seorang petugas Diknas Sumut dari Jakarta.

“Pada malam ini juga beberapa PNS Diknas Sumut terpaksa harus bekerja keras untuk memperbanyak hasil UN dan diserahkan kepada Diknas Kabupaten/Kota di Sumut untuk selanjutnya diberikan kepada masing-masing SMA-MA untuk diumumkan secara serentak Jumat (24/5),” ujarnya.

Henri mengatakan, pihaknya akan mengutamakan penyerahan hasil UN tersebut kepada pada diknas kabupaten yang jauh terpencil, sebab pada malam hari ini mereka membawa dokumen tersebut ke daerah agar bisa diumumkan secara serentak, Jumat (24/5).

“Kalau untuk Diknas Kota Medan, bisa saja hasil UN tersebut diserahkan pada hari Jumat,” ucap dia.

Dia menyebutkan, hasil UN yang disampaikan ini bukan secara kumulatif, tetapi global.

Para pelajar SMA-MA di Sumut yang mengikuti UN, yakni bidang studi IPA sebanyak 64.682 orang, dan tidak lulus 736 orang atau 1,14 persen.

Bidang Studi IPS sebanyak 52.288 orang, dan tidak lulus 2.196 orang atau 4,2 persen.

Bidang Studi Bahasa sebanyak 55 orang, dan tidak lulus 10 orang atau 18,18 persen dan Bidang Studi Keagamaan sebanyak 436 orang, dan tidak lulus 6 orang atau 1,38 persen.

Sedangkan pelajar SMK yang mengikuti UN sebanyak 82.425 orang, dan yang tidak lulus 1,96 persen.

“Jadi, jumlah pelajar yang tidak lulus pada tahun ini, persentasenya mencapai 2,51 persen. Sedangkan pada tahun 2012, persentasenya hanya 0,08 persen,” kata Henri.
(M034/T007)

Editor: Ruslan Burhani

 

Chang Wu Lim : Mengenal Islam Dari Internet



“Sejak umur 13 tahun saya sudah tertarik dengan Islam”. ujar Chang Wu Lim. Akhirnya, setelah sepuluh tahun kemudian, pria kelahiran Pontianak ini, terlaksana keinginannya mengucapkan Dua kalimat syahadat, tepatnya di Bulan Nopember 2012, di Batam.

Deny Boy demikian Chang Wu Lim selalu disapa. “ Saya, banyak belajar Islam melalui internet” ujarnya lagi. Deny, tidak sempat mengecap pendidikan formal. Tidak pernah duduk di bangku Sekolah. Maklumlah hidupnya sejak kecil berpindah-pindah, terkadang diasuh neneknya, terkadang pula bersama bibinya. Deny pun tak sempat kenal ayah kandungnya, sementara ibunya sudah menjadi warga Negara Singapura . Tetapi Deny dapat membaca dan menulis.

Lamanya juga Deny kecil berada dibawah asuhan sebuah lembaga keagamaan, disitu awal dia mendapat hidayah, ada pertanyaan yang terus mengganj al dihatinya. “Mengapa rupa Tuhan berubah-ubah.” ?

Deny yang saat itu beranjak remaja, pun selalu ingin tahu, Manusia koq nyembah manusia. Jabawan dari Pertanyaan itu, didapatkan nya melalui internet. Tambah man tab hatinya ingin memeluk Islam, tetapi Deny belum tahu hendak kemana, tempat dan teman yang dituju.

Diawal tahun 2012 Deny berke nalan dengan seseorang yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya di Batam Center, ustadz demikian Deny memanggil nya, ustadz itulah yang membim bingnya mengucapkan syahadat. Tepat di usianya yang ke 23 tahun “Tetapi saya belum dapat surat lagi” terang Deny kepada Buletin Jumat (BJ).

LAZ Masjid Raya Batam

Deny, bertemu dengan BJ saat pengukuhan kepengurusan Persa tuan Perantau Muslim Medan dan Sekitarnya (PPMMS) pada Sabtu (7/4/13) lalu, di Asrama Haji. Pulu han para muhtadin (orang yang diberi petunjuk) binaan LAZ Masjid Raya Batam hadir disitu, termasuklah Deny. Perihal Deny kini ditangani oleh Masjid Raya Batam.

Alhamdulillah, rencana akan ada bantuan modal usaha kepada Deny berupa gerobak jualan minu man ringan. Gembira sekali terlihat Deny, dengan adanya bantuan itu bolehlah dia mulai mandiri. “Saya tidak mau menjadi beban, dan ja ngan karena ke-mualafan saya ini, orang merasa kasihan”. Ujar Deny.

Hal itu dibenarkan oleh Syari fuddin pengurus LAZ Masjid Raya Batam. Mereka akan segera membantu pengurusan surat-surat ke-Islaman Deny dan sekar ang tahap pelatihan usaha minu man ringan itu.

Kisah Mustafa Belajar Islam di Indonesia


FotoNamanya Mustafa (22), berasal dari Provinsi Tay Nhin Vietnam, Senin (18/3/2013) yang lalu, Mustafa mengunjungi Buletin Jumat (BJ). Mustafa tidak sendi rian, berdua dengan Umar asal Provinsi Chau Doc.

BJ, pernah berkunjung ke kedua Provinsi yang berbatasan dengan Kamboja itu. Tay Nhin Vietnam, hanya berbatasan ladang ubi singkong dengan Provinsi Kampung Cham di Kamboja. Sementara dari Chau Doc Vietnam, naik ferry menyu suri anak sungai Mekong sekitar 3 jam sampailah di Ibukota Kamboja Phnom Phen.

Di kedua porvinsi itu ramai umat Islam, tidak ada data resmi dari pemerintah Vietnam, berapa jumlah persisnya. Di Tay Nhin ada 7 buah masjid. Ketujuh masjid itu pernah dikunjungi BJ. Ada madrasah, tetapi tidak ada ustad yang mengajar.

Di Chau Doc, puluhan jumlah masjid berdiri, puluhan ribu penduduk muslimnya. Ada beberapa madrasah, kesitulah Mustafa kecil belajar agama Islam. Madrasah, yang dikelolah oleh ustad Umar.

Jauh perjalanan dari Tay Nhin ke Chau Doc naik Bus ditempuh selama satu malam. Kalau dari Saigon (Ho Chi Min) ke Tay Nhin naik Bus 5 jam.
Senang sekali Mustafa saat seseorang yang berasal dari Indonesia mengajaknya ke Indonesia, untuk belajar Islam ke jenjang yang lebih tinggi. Saat itu Mustafa berusia 15 tahun. Untuk memperlancar bahasa Indonesia nya , selama setahun tinggal di Indonesia Mustafa hanya belajar hafalan Alquran saja. Barulah tahun kedua Mustafa belajar lain lain pelajaran.

Dasar Mustafa memang ingin memperdalam ke-Islamannya, dan niatnya setelah pulang nanti ke Tay Nhin akan mengajar di kampungnya.Tentulah Dia ingin belajar ilmu ke-islaman sebanyak banyaknya. Bukan hanay belajar Hadist belaka. Tetapi apa lacur, di pondok tempat dia belajar tidak diperbolehkan belajar dari kitab atau buku yang bukan terbitan atau yang dikeluarkan oleh lembaga tempat dia belajar.Foto

Hal itu pernah ditanyakan Mustafa kepada ustad yang mengajar di ponpesnya. Mustafa dinasihati dan dingatkan bahwa dia tidak boleh was-was. Kalau dia was-was, bisa terkeluar dari Jamaah kalau sudah keluar dari Jamaah, terkeluar pula dari Islam.

Sejak itu, hati Mustafa selalu bertanya-tanya, dan memang was-was, kesempatan ada, saat membu ka internet, Mustafa menemukan jawabannya. Dia ingin pulang segera, tetapi tidak punya uang sebesar 3.000 US Dollar. yang harus dibayarkan sebagai denda?

Enam tahun lamanya dia di pondok dan lembaga yang lebih fokus kepada pembahasan hadist itu, Kini Mustafa sudah bebas, “Saya takut sekali saat disana, kan di negeri orang.” ujar Mustafa lugu, agak terdengar medok bahasa Jawanya. Maklum beberapa lama ada pengabdian jadi dai, Mustafa harus tinggal di beberapa daerah di Jawa Timur.

Siang tadi (20/3) Mustafa mengi rimkan sms kepada BJ, setelah dari Singapura, Mustafa akan ke Tay Nhin dahulu, memberitahu kan kepada kawan-kawannya agar tidak seperti Dia. Terjebak?.

Pabrik Bir di Batam


Restoran disponsori Minuman Beralkohol

Adalah Ilham Eka Hartawan Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Penguasahaan (BP) Batam mengatakan, bahwa rencana Investasi yang akan ditanamkan perusahaan asal Swiss, semakin meningkatkan citra Batam sebagai salah satu tujuan investasi utama kawasan Asia-Pasifik.

Investasi yang akan ditanamkan perusahaan asal Swiss itu adalah pabrik Bir, bernilai 250 juta Dolar Amerika (AS).
Selain membangun pabrik Bir, kata Ilham investor juga akan membangun fasilitas untuk menikmati Bir bagi para wisatawan seperti cafe Bir. BP Batam pun diminta menyiapkan lahan seluas lima hektar.

Bandar Dunia Madani?

Selama ini kita mendengar Batam adalah Bandar Dunia Madani. Apa hubungannya dengan Bandar Dunia Madani.? Setahu saya tidak ada perda ataupun perangkat hukum yang mengatur dan menyatakan bahwa Batam Bandar Dunia Madani, jadi sah sah saja kalau di Batam di bangun pabrik Bir, kata seorang teman. Dalam Undang Undang Batam adalah Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ).

Namun Ketua MUI Kepri, Haji Azhari Abbas, yang dihubungi Buletin Jumat, rabu (14/03), tidak sependapat. Beliau tidak setuju adanya pabrik minuman beralkohol itu di Batam. “Kalau betul, kita akan pertanyakan hal ini, kita akan ajak hearing DRPD, Walikota Batam dan juga BP Batam.” ujar nya . “Sudah enggak betul itu” sambung Ketua MUI asal Aceh itu.

Kebutuhan Bir di Batam
Sementara itu, Marganas Nainggolan, wartawan Senior koran harian Lokal Batam, menyebutkan, “Memang semakin enggak jelas arah visi, misi Batam ini”. tulisnya melalui sms
Beberapa Tahun yang lalu Marganas yang kini Direktur Utama dan juga Ketua Dewan Redaksi koran terbesar di Batam, pernah menulis bagaimana melimpahnya Bir masuk ke Batam, seakan tak wajar, tetapi itulah kenyataannya. Minuman beralkohol, haram dikonsumsi umat Islam ini, jumlah liter yang masuk dibagi dengan jumlah penduduk Batam, termasuklah bayi, adalah, seorang mengkunsumsi 3 liter perhari. Mungkin itu membuat investor asal Swiss ini tergiur membangun pabrik Bir di Batam.

Info Halal : Selanjutnya Terserah Anda


Makanan halal menjadi tidak halal, ada beberapa faktor penyebabnya. Seperti masakan laut (seafood) misalnya, makanan yang sangat banyak penggemarnya ini, menjadi tidak halal apabila bumbu masak nya terbuat dari yang tidak halal.

Hampir semua masakan laut menggunakan saus, tidak afdol masakan itu tanpa saus. Apa lacur kalau saus digunakan dari barang yang tidak mempunyai sertifikat Halal?.
Seperti penuturan Herman (65) : “Kalau kami ganti sausnya dengan yang lain, langganan kami sudah terbiasa dengan saus yang itu” Ujar Herman pengelola Restoran Dju Dju Baru, sembari mengangkat sebuah botol tanpa label, berisi cairan bening dan kental.
Restoran Dju Dju Baru berada di seputaran Nagoya, Buletin Jumat (BJ) berkunjung ke Restoran itu kemarin, selasa (26/02). Adalah Ibu Yanti dari Telaga Punggur bertanya kepa da BJ tentang ke-halalan masa kan di Restoran itu.
“Restoran ini sudah 18 tahun, sejak kami dibelakang Hotel Harmoni” ujar Herman. “Tidak ada masaalah, tanpa sertifikat halal, langganan kami tetap ramai” Tambahnya lagi.
“Kalau ada sertifikat Halal, nanti kami tak boleh jual Beer, tak boleh ini tak boleh itu, banyak aturan” Jelasnya lagi. Herman pun menjelaskan kalau Restorannya tidak menjual Daging Babi. “Yang Jual Babi di Restoran Dju Dju satu lagi.” Ujar Herman.
Tidak berapa jauh dari Restoran Dju Dju Baru, persis disamping Hotel Dju Dju ada sebuah Restoran bernama Dju Dju, tanpa kata Baru, pengelola nya masih kerabat Herman.

Haram bukan karena unsur babi saja

Jadi, menurut sebagian orang, Halal itu cukup tidak ada babi. Sebagaimana pernyataan Herman. Menurut Herman tetamunya yang dari luar negeri selalu minta Beer, itulah sebab nya Restoran menyediakan minuman beralkohol itu.
Kalau tetamu dari dalam, jarang yang minta Beer. “Banyak juga tamu dari orang pemerintahan.” Ujar Herman lagi sambil terse nyum. Bahkan mantan orang nomor satu di Kepri ini pun acap makan di Restoran itu.
Semua mereka Muslim. “Kalau mereka datang lantai dua itu penuh, muat 50 orang” ujar Herman , matanya menga rah ke lantai dua Restoran itu.

Tidak Melanggar UU Perlindungan Konsumen

Kita tidak bisa memaksa Herman harus mengurus serti fikat Halal untuk Restorannya, tanpa itu pun pengunjung tak henti-hentinya berdatangan. Herman pun tak henti-henti nya menerima pembayaran uang dari pembeli selama kami berbincang.
“Sabar ya pak, Sabar ya pak, jangan tulis seperti itu. Nanti terdengar kasar, agak lembut sedikit.” ujar Herman kepada BJ. Sesaat BJ hendak meninggalkan Restoran itu.
Apa yang dikatakan Herman adalah benar, disisi Undang Un dang Perlindungan Konsumen, karena Restoran Dju Dju Baru tidak melanggar Undang-Undang. Herman tidak menyata kan Halal Restorannya :”Terse rah mau makan disini atau tidak, karena saya akan tetap menjual Beer dan menggunakan saus dan bumbu yang sama”.
Jadi terpulanglah kepada kita sebagai Muslim, peminat makanan laut yang masih peduli dengan halal dan haram. Kami anjurkan belilah dan konsumsilah makanan di tempat yang sudah berser tifikat Halal.

White Channel TV Muslim di Thailand


WhitFotoe Channel adalah nama sebuah stasiun televisi di Bangkok.  Akhir Januari 2013 yang lalu, Buletin Jumat (BJ) berkesempatan mengunjungi stasiun televisi yang cukup banyak pemirsanya itu, tentulah dari kalangan Islam.

Hampir semua rumah, dari komunitas Islam yang ada di Thailand, dan yang pernah kami kunjungi dan temui, pernah melihat acara televisi tanpa musik ini. Seperti pengakuan seorang ibu rumah , yang tinggal di Pattaya Bangkok Thailand. “Saya paling suka tengok acara waicenet” ujar ibu Sarannyu. Sarannyu, adalah pelajar Thailand yang menuntut Ilmu di Batam. Senang sekali terlihat ibu Sarannyu, ikut bersama kami mengunjungi stasiun televisi Dakwah itu.

Sewaktu kami masuk ruang lantai dasar tempat menerima tamu, terlihat hanya ada seorang wanita. Shaik Ridha adalah nama pemilik dan pengelola tv yang terletak di Jalan Ban Kapi, lokasinya persis ditengah jantung kota Bangkok. Shaik Ridha menerima rombongan kami diruang kerjanya dilantai tiga. Saat itu, tv White Channel sedang menyiarkan ceramah agama, disampaikan oleh ustad DR Ismail Lutfi Chapakia, Rektor universitas Yala Thailand.

Di Thailand, tv Islam seperti White Channel, ada empat station. Padahal negeri Gajah Putih itu mayoritas penduduknya beragama Budha. Kesulitan mendapatkan izin frequensi, mereka atasi dengan menggunakan streaming. Jadilah siaran tv Dakwah ini, dapat diakses diseluruh wilayah Thailand , bahkan diseluruh Dunia.

Hampir nyaris rasanya saat ini, hal itu terlaksana di Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim. Bahkan Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini, kalah jauh dalam bidang per-televisian bila dibanding Vietnam sekalipun. Kalau benar info yang kami dapat, dari sepuluh Negara yang tergabung dalam Asean, Indonesia, adalah Negara terbawah dalam bidang pelayanan umum, yang menyangkut fasilitas telekomunikasi, seperti kebutuhan akan bandwidth misalnya. Dalam pengembangan media Isam, terutama media elektronika seperti televisi, di Batam, khususnya daerah perbatasan , hal yang mustahil rasanya mendapatkan izin fequensi, karena memang jumlah yang terbatas. Disamping itu Indonesia, masih diatur dan sangat tergantung dengan Malay sia, apalagi Singapura.

Meskipun sudah memungkinkan dan ada regulasi untuk tv digital, adanya  pembagian channel – channel yang lebih banyak lagi. Investasi untuk itu terlalu besar, Nyaris pula investor hendak menanamkan modalnya ditempat yang hanya sedikit pemirsanya.

Yang memungkinkan adalah dengan Streaming, sebagaimana yang dilakukan oleh TV White Channel dan TV Islam lainnya yang ada di Thailand. Namun kendala adalah, radio ataupun televisi streaming ini, sangat tergantung dengan fasilitas dan kwalitas bandwidth yang ada, Negara kita, Indonesia ini, masih sangat jauh dari yang diharapkan.
Kalau dari segi sumber daya manusia, memang kita tidak kalah dengan mereka. Namun demikian, untuk bertukar pengalaman dan pengembangan sumber daya manusia. “White Channel memberi kan kesempatan kepada pelajar yang hendak Prektek Kerja Lapangan (PKL), maupun pelatihan yang menyangkut konten siaran” ujar Shaik Ridha, sembari mempersilahkan rombongan kami makan, bersama dengan tamu tamu yang tak henti henti nya datang ke studio TV, yang banyak menggalang dana untuk pengungsi Rohingya itu. Tengah hari itupun bersama lebih 50an orang crew TV White Channel kami shalat Juhur berjamaah, dan Shaik Ridha sebagai Imamnya.

BJ juga, melalui media elektronik nya seperti radio, dan terutama televisinya, yang tergabung dalam Hang Tuah Group, kini sedang mengembangkan siaran dengan Streaming. Seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Hang Tuah Batam, mungkin satu-satunya sekolah SMK yang mempunyai studio radio dan televisi milik sendiri. Para pelajar beserta staf pengajarlah, yang mengelola siaran berbasis streaming ini. Tidak tertutup kemungkinan mereka pun akan berkunjung kesana.

Disana sebagaimana yang direncanakan, mereka para pelajar itu akan dilatih membuat konten siaran, dan mempelajari bagaimana cara kerja Streaming, dan yang utama kerja sama dalam bidang siaran antar dua negara.

Di Batam banyak pelajar asal Thailand, beberapa diantara mereka fasih dan lancar berbicara dan menulis dalam empat bahasa, seperti Sarannyu yang menemani dan menjadi penterjemah kami sewaktu berkunjung ke TV White Channel itu misalnya, pemuda kelahiran Pattaya Thailand 19 tahun itu, lancar berbahasa Inggris, Arab, Indonesia, dan sudah pasti bahasa Thailand.

Menjelang petang, kami tinggalkan studi tv White Channel itu , setelah hampir semua ruangan gedung berlantai empat itu, baik ruang siaran dan produksi kami kunjungi. (*)

Berkunjung ke Pemukiman Suku Laut di Batam


Style Mak Dayang dengan Jilbabnya....... tak kesah nak pakai seluar pendek diatas lutut dan baju kaos lengan pendek.... satu dari perempuan suku laut yang masih tetap dalam Iman Islam nya......... banyak yang seperti Mak Dayang berpindah agama.....

Mak Dayang , Pak Tamam, Adi Sadikin dan ustadz Masri ,

“Saya mau ke tempat pak Din, boleh antar dan temanin saya pak?” tulis Adi di pesan facebookku. Adi Sadikin adalah seorang warga Negara Malaysia. Aku menyanggupinya.

Sebelumnya Adi  telah beberapa kali mengomentari tulisanku. Adi tertarik mengunjungi Batam setelah membaca tulisan tentang pak Din yang tinggal di Pulau Air Mas. https://imbalo.wordpress.com/2008/04/17/suku-laut-di-batam/

Jadilah hari itu jumat 25 Januari 2013, Adi datang ke Batam. Ku jeput dia di Bandar Udara Hang Nadim. Fireplay dari Subang Malaysia mendarat sekitar pukul 11.00 wibb. Kami masih sempat shalat Jumat di Masjid Raya Batam.

Setelah istirahat sejenak dan menyiapkan segala sesuatunya, dari Bengkong, kami berangkat ke Telaga Punggur, sekitar pukul 5 petang kami tiba di pelabuhan Telaga Punggur, dengan pompong kami menuju pulau Air Mas, cuaca agak gelap, awan terlihat menggumpal, angin utara bertiup kencang, nun jauh di selat Johor terlihat gulungan ombak putih, menandakan gelombang cukup tinggi.

Sampai di Selat Desa Dapur Arang, ustadz Masri yang kami temui telah selesai melaksanakan shalat magrib, berdua dengan Adi, kami shalat qasar dan jamak takdim, di mushala Taqwa. Mushala kecil yang terletak di pemukiman suku laut itu dibangun oleh AMCF dan Lembaga Amil Zakat Masjid Raya Batam.
Tak lama kemudian Mak Dayang dan Pak Tamam datang ke mushala, pasangan suami isteri ini, termasuk penduduk tertua di pemukiman itu.

Seperti biasa mak Dayang bila menemui kami di mushala tak lupa memakai kerudungnya. Kulihat Adi memperhatikan Mak Dayang, tak tahulah apa yang ada dipikiran Adi terhadap Mak Dayang, setelah melihatnya langsung. Mak Dayang terbiasa bercelana pendek (sedengkul) dan berbaju lengan pendek, tetapi memakai kerudung.

Pak Din dan Adi di

Pak Din dan Adi

Adi yang jauh bekerja di Qatar itu, memang sengaja menyempatkan diri datang ke Batam dalam masa liburnya di darat. “Saya bekerja di Qatar selama 40 hari di laut dan libur 40 hari pula di darat, tetapi saya pulang ke Malaysia “ ujar Adi menjelaskan. “ Saya mau bantu perbaiki pelantar rumah pak Din” tambahnya lagi.

Adi yang tinggal di Serdang Kuala Lumpur ini , masih muda, umurnya sekitar 35 tahun, punya seorang isteri dan empat orang anak. Adi sudah lama berniat ingin membantu memperbaiki pelantar di pemukiman suku laut itu.
Tersentuh hatinya setelah membaca tulisan tentang bagaimana, suku laut yang minoritas muslim di Pulau Air Mas itu, selalu disindir oleh saudara mereka sendiri, karena terpaksa harus memakai pelantar yang juga sudah mulai rusak itu.

Ada dua pelantar di kampung laut itu, satu pelantar umum, pelantar dekat rumah pak Din dan juga pelantar yang menuju ke masjid, tetapi sudah rusak parah saat itu. Satu lagi pelantar, konon dibangun oleh orang Korea.

Meskipun mereka terbilang masih bersaudara, bahkan ada yang seibu dan sebapa, tetapi dalam soal keyakinan, mereka berbeda agama. Sindiran dari balik dinding kamar/rumah itulah, apabila saat melaui pelantar, terasa menyakitkan hati. Ujar isteri pak Din suatu hari. Pelantar di situ pula, sebagaimana jamaknya pelantar, di perkampungan nelayan memang berada diantara rumah-rumah.

Di pulau Air Mas , hampir semua suku laut yang bermukim di pulau itu adalah keluarga mak dayang , termasuk lah Pak Din. Pak Din dan Mak Dayang adalah adik beradik, sebagian anak-anak Pak Din dan Mak Dayang, terutama yang telah berkeluarga, beralih ke agama bukan Islam. Ada yang menikah karena pasangannya beragama lain.

Ternyata Adi tak tahu kalau pelantar rumah mak Dayang dan pak Din sudah diperbaiki oleh pemko Batam. Adi pun tidak mengatakan, kalau kedatangannya ingin membantu biaya perbaikan pelantar.

Sewaktu kami mampir dan bertemu dengan pak Din di Air Mas. Di masjid, tidak ada seorang pun yang shalat pada saat itu. Karena memang tidak ada orang yang mampu dan bisa menjadi Imam. Melihat kenyataan itu terdengar Adi bergumam : “Di Selat Desa Dapur Arang, ada ustadz Masri, tetapi di Air Mas tak ada ustadz” ujar Adi seakan bertanya. “Saya akan alihkan saja bantuan saya ini, untuk ustadz yang mau tinggal di Air Mas” kata Adi. “Ya seperti ustadz Masri, kalau dapat,  insyaAllah, saya akan kirim setiap bulan biayanya” kata Adi lagi, bersungguh sungguh.

Kulihat Adi mengeluarkan dompetnya, Aku tak tahu berapa lembaran rupiah yang diberikan Adi kepada Mak Dayang, dan berapa pula yang diberikannya kepada ustadz Masri. Yang jelas, Adi memberikan beberapa lembaran dollar US nominal 100 an kepadaku, “ Ini untuk sekian bulan kedepan, tolong carikan ustadz pak” harap Adi kepadaku. Malam itu kami tinggalkan pulau Air Mas, pompong 40 pk yang membawa kami pulang, terombang ambing mengikuti alunan gelombang.

Dari jauh Batam terlihat indah, kelap kelip lampu, dari ratusan kapal yang bersandar dan berlabuh di perairan.
Keberadaan kapal – kapal itu adalah salah satu sumber Devisa bagi Batam, cukup besar. Tetapi nyaris tidak menyentuh kehidupan para Nelayan, yang hanya berjarak beberapa mil saja, dari pusat pemerintahan itu.

Mereka tetap terpinggirkan, bahkan peraian yang biasa tempat mereka mencari ikan, kian tercemar oleh limbah. Mungkin itulah salah satu pemicu, para hinterland, demikian mereka disebut, berencana memisahkan diri dari pemerintahan kota Batam. Wallahu’alam.

Berdakwah Dengan Sebuah Gunting Kuku


gunting kuku2
Tak ada data pasti berapa persent remaja yang tidak mengerti bahwa menggunting kuku adalah salah satu fitrah, yang sangat dianjurkan dalam Islam, disamping tentunya mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kumis.

Aat misalnya seorang pemuda 20 an , setiap kali kami bertemu, dia akan selalu tersenyum dan menunjukkan jari jari tangannya. Dua bulan yang lalu , kesepuluh jari tangannya masih memiliki kuku yang panjang. Kuku Aat terawat rapi, terlihat bersih, lebih satu centi meter panjangnya. Sementara kuku pada ibu jarinya terlihat lebih panjang lagi.
gunting kuku3
Dalam beberapa hadist ada disebutkan bahawa : “Perkara fitrah ada lima: Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak.” (H.R Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits shahih lainnya disebutkan bahwa perkara fitrah ada sepuluh, salah satunya adalah menggunting kuku. Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘Anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam memberi kami batas waktu untuk menggunting kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan, yaitu tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari.” (H.R Ahmad, Muslim dan Nasa’i, lafal hadits di atas adalah lafal hadits riwayat Ahmad).

Hadis inilah yang dibaca Aat sehingga dia rela menggunting semua kuku panjangnya. Disuatu Jumat, Aat yang kebetulan duduk satu shaf disampingku, menerima sebuah gunting kuku yang kusodorkan, terlihat agak berlinang matanya, saat mengerat keseluruh kuku-kunya itu.

Banyak pemuda sebaya Aat yang tak mengerti dan tak faham, tentang anjuran memotong kuku, dengan berbagai dalih, kuku kuku mereka dibiarkan panjang. “Susah menjaga kebersihannya” jelas KH Usman Ahmad Ketua MUI kota Batam menanggapi kuku panjang ini. “Apalagi saat istinjak, kotoran bisa nyelit dan tersisa di celah kuku panjang itu” tambahnya lagi.

Entah karena kebiasan memperhatikan kuku pelajar yang bersekolah di tempat kami, kemana pergi InsyaaAllah kami, tak pernah lupa membawa sebuah gunting kuku. Gunting kuku ini pula acap dipakai para jamaah shalat jumat sebelum berwuduk.
Murid disekolah kami, yang sudah balig, ratusan jumlahnya, terutama pelajar putrinya, paling suka berkuku panjang. Gunting kuku itu nyaris tak pernah henti bekerja.

Sementara itu, dari hasil wawancara kami kepada puluhan pemuda, sebagaimana bunyi hadis diatas, hanya sekitar 25 persent mereka melaksanakan anjuran mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak.

Yang pernah mendengar dan pernah tahu kalau ada anjuran seperti itu, tapi tidak melaksanakan, sekitar 50 persen

Dan yang tak tahu dan tak pernah melaksanakan , lebih banyak lagi. “Gatal pak” alasan mereka. Lha kan pernah dipotong dan dicukur. “iya , tapi bukan karena tahu kalau itu anjuran dan ada waktunya pula” jawab salah seorang yang kami wawancarai . “Dan itu dilakukan (mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak) , sudah tak ingat entah berapa tahun yang lalu” jawab yang lainnya pula.

Begitulah….

Ziarah ke Makam Sunan Giri di Gresik Surabaya


Makam Sunan Giri
Mengunjungi Gresik rasanya kurang afdol tidak ziarah ke makam Sunan Giri. Makam yang terletak di desa Giri Kebomas Gresik Surabaya itu, akhir Desember 2012 lalu, kembali kami kunjungi. Giri yang berarti perbukitan, dipuncak bukit itulah berada makam salah seorang sunan yang termasuk walisongo.

Banyak versi cerita tentang Sunan yang juga terkenal dengan nama Joko Samudro ini, Ada juga pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW, yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad an-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali’ Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar), Maulana Ishaq, dan ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri). Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur, dan catatan nasab Sa’adah Ba Alawi Hadramaut.

Versi lain menyatakan bahwa Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah, dengan Dewi Sekardadu, putri Prabu Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit. Namun kelahirannya dianggap telah membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah tersebut. Maka ia dipaksa ayahandanya (Prabu Menak Sembuyu) untuk membuang anak yang baru dilahirkannya itu. Lalu, Dewi Sekardadu dengan rela menghanyutkan anaknya itu ke laut/selat bali sekarang ini.

Dipelataran parkir komplek makam Sunan Giri, terlihat hanya minibus dan mobil pribadi saja. Sementara untuk Bus besar diparkir lumayan jauh dari komplek makam. Dari parkiran bus ke makam tersedia sejenis dokar dan juga speda motor ojek. Tak mahal ongkosnya
Bagi penziarah yang ingin berjalan kaki, ada ratusan anak tangga yang harus didaki untuk mencapai puncak giri. Diatas puncak terdapat sebuah masjid, tak begitu luas pelatarannya, Dari samping utara masjid terdapat jalan setapak kearah timut terletak komplek makam keluarga . Terlihat sebuah pendopo dengan lantai keramik putih, disitulah Sunan Giri bersemayam. Selain makam Sunan Giri terdapat beberapa makam lain.


Tak henti – hentinya penziarah berdatangan, masuk silih berganti, duduk bersila, disela sela makam didalam pendopo. Sunan yang berdakwah dengan mendirikan pesanteren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa, bahkan pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton, yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung.

Bagi masyarakat Jawa terutama anak-anak, tidak asing dengan permainan seperti Jelunagan, Li-ilir dan Cublak Suweng, semua permainan itu dianggap berhubungan dengan Sunan Giri.

Kembali , kami turuni anak tangga, tak terasa penat, seperti saat mendaki tadi, dikiri kanan jalan banyak terdapat penjual penganan khas Gresik.
Penziarah pun terus berdatangan ke makam murid dari Sunan Ampel Surabaya ini. Tak kira siang atau pun malam.

%d blogger menyukai ini: