Shalat Tapi Nampak Aurat


563616_563054493708626_1473750461_n
Saat shalat di sebuah masjid di bilangan Nagoya Batam, persis di depan Buletin Jumat (BJ) ada seorang pemuda sedang shalat sunat . Pemuda yang cukup besar perawakannya itu memakai celana panjang dan kaos. Sayangnya saat pemuda itu rukuk, kaos yang dipakainya menyingkap keatas dan celananya pula tertarik kebawah. Terlihat lah belahan punggungnya dari belakang. Singkapan itu menjadi lebih melebar nyaris belahan pantatnya terlihat, saat waktu sujud.

Pakaian seperti itu (celana dan kaos) acap dan banyak dipakai pada saat shalat oleh kaum lelaki, tak kira remaja, pemuda bahkan orang tua sekalipun. Bahkan pakaian semacam itu banyak juga dipakai pada saat shalat Jumat.

Celana dengan pinggang model dibawah pusat dan kaos yang menyingkap pada saat rukuk apatah lagi saat sujud , menjadi trend dipakai saat kini.
Selesai shalat, pemuda itu BJ hampiri , dan memberitahukan bahwa kaos yang dikenakannya tadi tersingkap dan nyaris belahan punggung nya yang masih batas aurat terlihat.

Beberapa temannya ikut nimbrung, ternyata mereka tergabung di dalam Pemuda Remaja Masjd Jabal Arafah, yang memang sengaja datang shalat di masjid itu. Diskusi makin lancar membahas masaalah aurat. Kegiatan diskusi kelompok pemuda remaja masjid semacam ini, sudah jarang dilaksanakan.

BKPRMI

Tidak semua masjid di Batam mempunya kelompok Pemuda Remaja Masjid . Di Indonesia, organisasi pemuda remaja masjid seperti BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda remaja Masjid Indonesia), semasa dibentuk dahulu tahun 1977, peranan BKPRMI ini , cukup berperan di kanca Nasional. Masih ingat salah seorang ketuanya yang hingga kini berkiprah di kanca Nasional adalah Idrus Marham.

Remaja masjid adalah perkumpulan pemuda masjid yang melakukan aktivitas sosial dan ibadah di lingkungan suatu masjid. Dan perlu diingat bahwa penting pembagian tugas dan wewenang dalam remaja masjid termasuk dalam golongan organisasi yang menggunakan konsep Islam dengan menerapkan asas musyawarah, mufakat, dan amal jama’i (gotong royong) dalam segenap aktivitasnya.

JPRMI (Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia), tahun berdiri 2003). Dan perbedaan antara Pemuda dan Remaja adalah terletak faktor usia seperti kalau Pemuda berusia antara 25 – 40 tahun, dan dituntut telah Mampu menjadi Imam dan Khatib Salat Jama’ah, serta memiliki kemampuan manajerial secara fiqud Dakwah Islamiyah.

Sementara bila Remaja, berusia antara 15 – 25 tahun, dan hanya mampu menjadi Muadzin dan pembaca Acara Hari Besar Islam serta hanya mampu membantu manajerial Dakwah dalam upaya memakmurkan Masjid.
Kegiatan Pemuda dan Remaja Masjid

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan para pemuda dan remaja yang bergabung dalam Jaringan dan Badan Kontak ini. Kegiatan Olah Raga misalnya. Apatah lagi bagi masjid yang mempunyai halaman luas. Banyak pula kita lihat dan temui masjid-masjid besar di Batam tidak mempunyai kegiatan Pemuda dan Remaja. Entah apa masaalahnya.

Peranan Dewan Masjid sebagai induk organisasi yang membawahi BKPRMI, nyaris tak terdengar suaranya lagi. Contoh pemuda yang memakai celana dan kaos saat shalat sebagaimana tulisan diatas tadi, ternyata adalah seorang ketua remaja masjid. Diskusi singkat tentang menutup aurat, sangat terkesan baginya dan teman – temannya.

Diskusi singkat bisa dilaksanakan bakda shalat yang tidak memakan waktu lama, bila para pemuda dan remaja telah mempunyai wadah dan kegiatan yang terencana.

Wahai para pengurus masjid, mari kita rangkul mereka, ajak mereka untuk memakmurkan masjid.

Jabal Arafah : Masjid Kebanggaan Warga Batam



Jabal Arafah adalah nama sebuah masjid di Batam. Masjid ini belum selesai dibangun “Ruangan yang sekarang dipakai untuk shalat itu, nantinya digunakan untuk ruang pertemuan semacam aula” ujar Fuardi Djarius. Mantan Kepala Dinas Kesehatam Kota Batam ini, menjelaskan kepada Buletin Jumat (BJ) biaya yang dikeluarkan sudah mencapai 10 miliar rupiah lebih. “Sekarang pembangunan difokuskan membuat menara dulu, agar kelihatan ikonya” tambah Fuardi lagi. Kalau dilihat sepintas dan tidak membaca tulisan, bangunan baru itu memang belum mencerminkan bentuk sebuah masjid.

Bangunannya bertingkat-tingkat, mengikuti struktur tanah, dari mulai tempat parkir, ruangan kantor masjid dan keatas tempat wuduk, setingkat lagi bangunan aula yang sekarang dibuat untuk tempat shalat. Tersedia juga mini market, menjual aneka ragam makanan ringan, tentu minuman juga tersedia. “Sementara ini hanya dihari Jumat ada jual nasi dan kari kambing” lanjut Fuardi lagi. Rencana kantin masjid itu belum selesai lagi.

Pemandangan dari halaman masjid jabal arafah

Pemandangan dari halaman masjid jabal arafah


Disitulah Fuardi menghabiskan waktunya mulai masuk waktu shalat Juhur hingga selesai shalat asyar. Fuardi tidak sendiri, teman sejawat sesama pensiunan acap datang berjamaah dan bercengkerama. layaknya masjid ini semacam taman orang tua, dan tempat bertemu lansia . Mereka berbincang dibawah tenda yang disediakan oleh pengelola masjid.
mereka sengaja datang ke masjid , bersama keluarga

mereka sengaja datang ke masjid , bersama keluarga


Masjid Jabal Arafah, terletak persis di samping timur Mall Nagoya Hill, bisa jadi Mall ter-besar dan ter-ramai di Batam ini, membuat orang jadi ramai pula berkunjung ke masjid. “Yang jelas kami sekeluarga memang sengaja datang kesini” ujar Hanafi, bersama isteri dan ketiga anaknya, dihari hari libur dan senggang, meraka menyempatkan datang. Banyak keluarga muda seperti Hanafi datang mengunjungi masjid Jabal Arafah ini.

Lumayan menguras tenaga dari jalan raya naik ke bukit, dengan berjalan kaki. Tetapi tidak bagi ke-enam anak lelaki usia sekolah dasar (SD), tengah hari itu, mereka memang sudah berencana selepas sekolah hendak shalat di masjid yang ambalnya tebal, enak sujudnya kata mereka. Masih terlihat segar, apalagi selepas wuduk, mereka berlari dan bercanda, masuk ke ruang shalat.

"Maha Suci Engkau Ya Allah" jauh dari rumah, naik bukit berjalan kaki ke-enam anak-anak ini riang gembira melaksanakan shalat Juhur berjamaah dimasjid yang jadi kebanggaan mereka.."Yang besar jadi Imam, yang agak kecilan dikit iqomah. Ujarku saat terlihat mereka bingung karena ketika mereka datang dan masuk kedalam masjid tak ada orang dewasa , mereka melirikku sejenak, seakan tak percaya, dan ternyata mereka bisa. Aku terharu melihatnya....

“Maha Suci Engkau Ya Allah” jauh dari rumah, naik bukit berjalan kaki ke-enam anak-anak ini riang gembira melaksanakan shalat Juhur berjamaah dimasjid yang jadi kebanggaan mereka..”Yang besar jadi Imam, yang agak kecilan dikit iqomah. Ujarku saat terlihat mereka bingung karena ketika mereka datang dan masuk kedalam masjid tak ada orang dewasa , mereka melirikku sejenak, seakan tak percaya, dan ternyata mereka bisa. Aku terharu melihatnya….


Halaman masjid ini dilengkapi taman yang sedap dipandang mata, ada kolam ikan dengan air mancurnya. ” Kami diantar travel kemari” ujar Tati ketua rombongan studi banding dari Pemkab Bekasi, mereka menyempatkan berpoto disela-sela pohon kurma yang sengaja ditanam, dan tertata rapi.

Petang itu pula Novi pekerja dari Muka Kuning, sengaja datang bersama sang kekasih. Lepas magrib, melepaskan lelah, duduk di bangku yang memang tersedia di taman, pemandangan indah dari ketinggian bukit masjid Jabal Arafah, membuat mereka sering datang ke masjid itu.

Ustadz Amiruddin Dahad , sering menjelaskan dalam kesempatan ceramah diberbagai tempat tentang konsep pengelolaan masjid. Masjid Jabal Arafah ini acap pula sebagai contoh beliau. Imam yang fasih bacaannya, dan hafis pula. Sound System yang tidak menggangu telinga. Bukan karena tempat yang stategis saja.

Hal itu dibenarkan oleh DR Amirsyah Tambunan, wasekjen MUI Pusat, saat datang ke Batam dalam rangka Rakorda MUI I se-Sumatera, isteri wasekjen ini terkagum kagum dengan kebersihan dan design tempat wuduk dan kamar mandinya “Bak hotel berbintang saja” ujarnya.

Para Lansia bercengkerama di halaman masjid

Para Lansia bercengkerama di halaman masjid


Masjid Jabal Arafah, bukan pengganti masjid Arafah yang ada di pintu Selataan Mall Nagoya Hill, masjid Arafah yang berada di lantai tiga pertokoan yang berhampiran dengan Hotel Nagoya Plaza, tetap digunakan.

Meskipun baru ruang aula saja yang selesai dan sudah digunakan utuk shalat, masjid Jabal Arafah ini ramai dikunjungi, tak kira anak-anak, remaja, keluarga. Rombongan tamu yang berkunjung ke Batam pun tak lepas datang mengunjungi masjid ini. Dari Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand misalnya, tamu yang datang selalu kami bawa ke masjid itu.

“Pemandangannya bagus, bersih” ujar ustadz Zenal Satiawan , menirukan ucapan tamunya dari Singapura yang dibawanya, saat shalat ke masjid itu. “Sebagai warga Batam kita jadi bangga dan tidak malu” ujar ustadz itu lagi.

Masjid yang punya panorama indah ini memang perlu diacungi jempol kepada penggagas dan pengelolanya. Masjid ini bisa dijadikan contoh bagaimana layaknya mengelola manajemen masjid. Semoga rezeki tetap tercurah kepada penyandang dana pembangunan masjid itu.

Yayasan Amal Malaysia : Berkunjung ke Batam


Amal Foundation Of Malaysia, Cawangan Kedah berkunjung ke Batam

Amal Foundation Of Malaysia, Cawangan Pulau Pinang berkunjung ke Batam

” Dari Yayasan Amal Malaysia, atau Amal Foundation of Malaysia disingkat jadi Amal Malaysia” ujar dokter Muhyidin mengenalkan diri saat kami bertemu di Rawai Phuket Thailand akhir September 2011 lalu.  Kami bertemu (di Phuket) , dalam rangka pertemuan tahunan orang-orang Suku Laut di Thailand disebut Chaulie.

Dokter muda yang energik ini pun menjelaskan bahwa :  “Amal Malaysia adalah satu pertubuhan kebajikan yang tidak berteraskan keuntungan. Berdaftar dibawah akta Pertubuhan Malaysia. Kerja-kerja amal yang paling utama adalah membantu masyarakat dalam segala apa bencana yang menimpa mereka.

Bersama  ustadz Abdul Wahab dari Muhammadiyah Internasional kami mengundang mereka datang ke Batam Indonesia.

Berkeinginan sekali kelihatan dokter ini datang ke Batam, dia pun bercerita kalau sudah ke Banda Aceh saat Tsunami melanda bumi serambi Mekkah itu, ke Padang saat gempa, ke Jogjakarta saat gunung merapi meletus juga sudah dikunjunginya, tentu dalam rangka kemanusian yang melanda daerah itu. “Kami baru pulang dari Somalia” ujar nya lagi. Banyak lagi negeri yang sudah di lawat oleh Amal Malaysia ini, seperti ke Palestina, Sudan.

Berkunjung ke Batam

Perairan Pulau Semakaau kecamatan Belakang Padang, termasuk salah satu pulau terluar di Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Singapura. Disini tinggal sekeluarga pak Pon yang matanya buta tak dapat disembuhkan lagi meskipun dengan operasi katarak

Menuju ke Pulau Semakau kecamatan Belakang Padang, termasuk salah satu pulau terluar di Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Singapura. Disini tinggal sekeluarga pak Pon yang matanya buta tak dapat disembuhkan lagi meskipun dengan operasi katarak

Sebelas orang rombongan mereka datang ke Batam sejak 21 hingga 24 Oktober 2011 , tiga orang dari Muhammadiyah Internasional  Malaysia dan delapan orang dari Amal Malaysia.

Wah……..tidak disangka kedatangan mereka begitu cepat.  Banyak tempat kami kunjungi selama empat hari itu. Dimulai  dari  Shalat Jumat (21/10) di Masjid Raya Batam Center.  Selepas  shalat  di Masjid kebanggan masyarakat Batam ini,  kami bertemu dengan pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ)  Sdr.  Syarifuddin dan Pengurus  Masjid Raya Batam H. Imam Bahcroni, Imam Bachroni adalah juga  pengurus Muhammadiyah Batam  Dari LAZ Masjid Raya,  Alhamdulillah kami dipinjami sebuah Ambulance.

Tengah hari jumat  itupun kami bertemu dengan Drs Nur Arifin, staff Dinas Sosial Batam, maklum kegiatan yang akan kami lakukan berkaitan dengan sosial , sembari makan tengah hari sedikit wejangan dari Nur Arifin tentang kondisi sosial di Batam khususnya masyarakat hinterland kami dapatkan.

Dalam kesempatan itu pun kami memberitahukan kepala Dinas Kesehatan Kota Batam,  Drg  Chandra Rizal, soal kegiatan yang akan kami lakukan,  begitu juga pada malam hari nya kami pun berbincang bincang dengan dr. Rio Tasti dari kesehatan Angkatan Laut Batam.

perkampungan suku laut dia Air Lingka

perkampungan suku laut dia Air Lingka

Keesokan hari nya (22/10) kami mengunjungi kampung Air Lingka kelurahan Galang Baru, di kampung yang dihuni oleh suku laut ini  ada sebuah Mushala Kecil di Air Lingka Galang.  Tak lama berada disitu berbincang dengan Aweng seorang mualaf yang juga pengurus mushala Taqwa  , pompong yang akan membawa kami ke pulau Teluk Nipah telah menunggu di pelantar. “Sebentar lagi agaknya  hujan pak” ujar pak Amat pulau Teluk Nipah sembari tersenyum nongol di depan pintu mushala, maksudnya agar kami cepat berangkat.

” Empat puluh tujuh menit ” ujar pak Fauzie memberitahukan kepadaku bahwa lama waktu perjalan dengan pompong 15 pk itu, dari kampung Air Lingka ke Kampung Teluk Nipah.

Sebelum nya kami sudah pesan kepada ustadz Handadari, Dai dari Asian Muslim Charity Foundation (AMCF) yang bertugas disana,  bahwa kami akan makan dan shalat di mushala Teluk Nipah. Selepas shalat jamak takdim (zuhur dan ashar)  asam pedas ikan belanak, dan tumis sotong telah terhidang. Wai bukan main nikmatnya masakan laut segar ini.

Dari kampung Teluk Nipah kami kembali ke kampung Air Lingka, perjalanan kami lanjutkan menuju  Mushala Kecil di Kampung  Kalok Ujung  Rempang

Tetapi kenderaan darat hanya sampai di kampung Rempang Cate, untuk ke kampung Kalok Ujung,  kami harus naik pompong lagi, pompong yang kami naiki cukup besar .  Pak Amin bersama kami, pak Amin ini adalah pengurus mushala tetapi beliau masih beragama Budha. Puluhan kelapa muda telah tersedia, bukan main segar nya  terasa di tenggorokan.

kelapa muda untuk tamu ........

kelapa muda untuk tamu ........

Dari kampung Kalok Ujung yang masuk kelurahan Subang Emas ini pun kami mendapat sekeranjang gong-gong sejenis siput laut, salah satu jenis seafood yang menjadi santapan pilihan penggemar masakan laut. Adalah Ali yang memberikannya kepada kami.  Ali, masih kerabat pak Amin,  tetapi Ali, pria sekitar 30 tahunan ini  sudah menjadi muallaf. Bukan main gembira nya dia melihat kedatangan kami apalagi ada tetamu dari Malaysia bersama.

Terlihat Mushala nya pun sudah bagus ada tempat wuduk, padahal sejak kampung ini berdiri entah sudah berapa generasi mereka berdiam disitu, jauh sebelum Indonesia merdeka lagi,   barulah kini berdiri mushala, diberanda mushalla itu lah kami menyantap kelapa muda. (bersambung Yayasan Amal Malaysia : Dari Surau ke Surau)……..

Ucapan Lebaran Idul Fitri 1431 H


UCAPAN LEBARAN UNTUK MELAYU NUSANTARA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

Ayahnda. Ibunda. Kekanda. Adinda. Bapak.

Ibu Yang Kami Cintai:

Memasuki Bulan Syawal 1431 H, Bulan Fitri Kami Terkenang

Pada Petuah Orang-Orang Tua Dahulu


APA TANDA MELAYU JATI

DENDAM KESUMAT IA JAUHI

TULUS IHKLAS BERMURA HATI

KESALAHAN ORANG IA AMPUNI


Demikian Pula Dengan Kami & Keluarga

Dan Kamipun Menyampaikan Permohonan :

“Maaf Lahir Batin Atas Segala Kesalahan

Selama Ini, Taqabballahu minna Wa Minkum”

Imbalo Batam Indonesia



Gunung Sinabung Yang Pernah Kudaki Itu Kini Meletus


Pramuka Saka Bayangkara

Gunung Sinabung Kabanjahe Sumatera Utara, Desa Guruh Kinayan sebelah kiri mulai pendakian dan Desa Lau Kawar tempat Finis kaki gunung sebelah kanan.

Gunung Sinabung Kabanjahe Sumatera Utara, Desa Guruh Kinayan sebelah kiri mulai pendakian dan Desa Lau Kawar tempat Finis kaki gunung sebelah kanan.

Iya Gunung yang sekarang mengeluarkan lava panas nya itu pernah ku daki, itu terjadi pada awal tahun 70 an . Aku adalah salah seorang anggota Pramuka Gugus Depan Medan 3- 6 , yang tergabung dalam Saka Bayangkara di  Komdak II Sumatera Utara, Dulu namanya Komdak  (Komando Daerah Kepolisian) , ya kalau sekarang ini setingkat POLDA. Di awal tahun 70 itu Komdak II beralamat di Jalan H Zainul Arifin, atau orang Medan menyebut nya Kampung Keling.

Tidak seperti sekarang ini satu Gugus Depan (Gudep) Pramuka hanya terkonsentrasi di satu sekolah sekolah saja.  Kami di Gudep Medan 3-6 anggotanya terdiri dari berbagai sekolah, dan penegak nya  bergabung di Saka Bayangkara.

Banyak hal yang yang dapat di buat dengan bergabung di dalam Saka, karena kami di Bayangkara sering dan acap dilibatkan dalam kegiatan Kepolisian seperti KAMTIBMAS misalnya.  Yang sering sekali adalah membantu pak Polisi menjaga kelancaran lalu lintas.

Hiking Ke Kabanjahe

Kami juga tergabung dalam group Hiking Daerah Sumatera Utara, dan itu adalah kegiatan Hiking yang ke dua se-Sumut,  senang sekali rasanya Saka kami pun ikut dalam kegiatan Hiking yang akan di adakan di Kabanjahe. Kabanjahe adalah kota kecil di Tanah Karo, dari Medan dengan 2 bus yang di fasilitasi oleh KOMDAK, rombongan saat itu tidak langsung ke Kabanjahe, tetapi kami satu malam kemping di  Sibolangit. Besoknya di lanjutkan ke Kabanjahe.

Sebelum Kabanjahe ada satu kota di Sumatera Utara (Tanah Karo) yang cukup terkenal dengan Pariwisatanya yaitu Brastagi. Banyak Turis datang kesana, disitu pun ada satu Gunung, Gunung Sibayak namanya, tetapi tidak setinggi Gunung Sinabung di Kabanjahe.

Gunung Sibayak pun tetap mengeluarkan asap belerang, asap ini terlihat dari jauh. Sekarang Pertamina sedang memanfaatkan panas bumi dari situ (geothermal). Udara di Brastagi cukup dingin , tetapi lebih dingin lagi udara di Kabanjahe. Tak tahu saat itu berapa derajat suhunya, hanya saja dapat dirasa dan dilihat dari saat kita bernafas, uap yang keluar dari mulut berwarna seperti awan.

Dan bisa juga di lihat hampir semua hidung anak anak disana yang kami lihat pucuk hidungnya memerah dan terkelupas, mungkin ini akibat uap belerang dan udara dingin disana. Terkadang sesekali tercium seperti bau kentut, rupanya itu bau belerang.

Berjalan di daerah pertanian baik di Brastagi maupun di Kabanjahe, hamparan kebun kol (kubis) , tomat , wortel dan palawija lain menjadi pemandangan tersendiri. Kami di wanti wanti jangan sekali sekali mengambil tomat yang ranum yang banyak dijumpai di sepanjang  jalan  yang di lalui . “Konon kabarnya bisa tumbuh tomat di perut”  itu lah hebat nya patsum yang harus di turut. Lha caranya kalau kita mau beli orang nya tidak ada,  “letakkan saja uang nya nya disekitar pohon yang kita ambil buahnya”  itu lah pesan kakak Pembina.

Guruh Kinayan dan Lau Kawar

Untuk mendaki Gunung Sinabung yang tingginya sekitar 2.400 meter diatas permukaan laut itu, kami diantar oleh bus sampai ke Desa yang bernama Guruh Kinayan, sampai situlah bus yang bisa saat itu. Disitu telah banyak sekali rombongan pendaki. Dari desa itu kita berjalan kaki ke rute pendakian.

Bagi kami yang belum pernah mendaki gunung dan ini adalah yang pertama sekali, semua petunjuk dari kakak Pembina seperti harus tetap dalam satu rombongan, tetap memegang tali. Di Ransel pun telah siap bongkahan kelapa dan gula merah. Bagi pendaki atau orang gunung tahu benar kegunaan kedua makanan ini.

Jadilah kami berangkat memulai pendakian setelah magrib, meninggalkan Desa Guruh Kinayan, rasanya ingin cepat cepat meninggalkan desa itu, maklum banyak sekali babi berkeliaran. Kalau sudah berkeliaran seperti itu, ya tentunya kotoran nya pun berserak di mana-mana.

Bagi pendaki profesional, atau masyarakat sekitar yang mengambil hasil bumi (belerang) di puncak gunung itu, mereka bisa mencapai puncak nya hanya dalam 3 atau 4 jam saja. Sementara rombongan kami (Gudep Medan 3-6) yang terdiri dari 23 orang  sampai ke puncak hari telah menjelang subuh. Malah ada sebahagian peserta lain yang mulai turun.  Tak apa lah yang penting sampai ke puncak dengan selamat, kata kakak Pembina menyemangati.

Kawah Gunung Sinabung saat itupun tetap mengeluarkan asap tak jauh beda dengan uap asap belerang yang ada di kawah Gunung Tangkuban Perahu. Jadi sebenarnya Gunung Sinabung itu adalah salah satu Gunung yang aktif . Meskipun 400 tahun terlihat diam saja.  Kini Gunung yang baru meletus itu dimasukkan Pemerintah dalam kategori A yang semula B , dan harus diawasi selama 24 jam.

Memandang sekeliling puncak-puncak yang ada disekitran Gunung itu, indah sekali, membuat kita kagum akan ciptaan Nya, dari situ terlihat kota Medan tetapi hanya lampu lampunya. Hari mulai terang selepas salat subuh, kami berangkat meninggalkan puncak Gunung Sinabung , menuruni puncak gunung melalui celah dan semak belukar, terkadang bebatuan yang terkena ujung tongkat penyanggah berguling guling kebawah membuat fenomena tersendiri.

Kalau saat naik tidak ada masaalah yang berarti, malah lebih banyak beristirahat , sebentar-sebentar rombongan kami minta berhenti menenangkan nafas yang memburu tersengal-sengal, apalagi hujan rintik terus turun, tetapi badan berkeringat karena terbungkus kantong plastik.    Kami terus diberi semangat dengan menyanyi salah satu kata kata yang masih ku ingat sampai sekarang adalah “Mari kita begabung,   Kita taklukan Gunung Sinabung ”

Sewaktu turun koq rasanya enak saja , itu yang membuat kita jadi lengah terutama aku, lepas pegangan tangan dari tali yang sudah disiapkan , tongkat penyanggah ku terdorong kebawah menekan tanah labil, bongkahan batunya mengelundung kebawah , aku kehilangan keseimbangan dan ikut berguling guling kebawah, aku masih sadar dan masih jelas mendengar orang menjerit jerit  “ada orang jatuh”.

Aku terus terguling guling lagi, kemudian bisa berdiri  sendiri, terus doyong lagi , terguling lagi, semua itu aku sadari. “Jangan berdiri, duduk saja”  satu suara terdengar di telingaku, aku pun berusaha untuk tidak berdiri saat tersangkut di batang pepohonan semak kecil seperti pohon Kerimunting, yang ada di lereng Gunung itu.   Dan hal itu lah yang membuat aku tak terguling guling lagi.

Beberapa orang yang tak ku kenal menghampiri ku, karena memang jalur sepanjang turun itu ada rombongan yang sudah mencapai Lau Kawar , tempat finis. Aku senyum kepadanya  karena memang aku sadar meskipun ratusan meter terguling guling dari atas sana. Dengkul celana ku koyak dan berdarah, tetapi tidak sakit aku masih bisa berdiri. Pinggang ku lecet agak terasa sakit, mungkin karena tersangkut batang pohon kecil yang menahan tubuh ku, lha mungkin kalau tidak ada pohon kecil itu aku masih terus terguling guling lagi.

Rupanya bukan aku saja yang bernasib seperti itu, terguling guling menggelinding kayak tringgiling. Tetapi tak semua yang bernasib seperti aku masih bisa berjalan lagi sampai ke Lau Kawar, Danau kecil yang indah di kaki Gunung bagian selatan Gunung Sinabung. Ada yang di tandu dan ada yang tinggal nama pulang ke rumah.

Istimewa nya lagi aku duluan sampai ke perkemahan yang sudah dipersiapkan oleh teman-teman  yang tak ikut mendaki .  “ya pasti duluan orang gelundung” celetuk Syahrial temanku asal Medan Glugur, aku tak tahu dimana dia sekarang. Mandi di air yang begitu segar dan sejuk di Danau Lau Kawar , menjadi kan badan segar kembali, di kelilingi pemandangan dan hutan yang masih asri .

Sejak itu aku tak pernah lagi ke Gunung Sinabung, kalau sampai  Kabanjahe apalagi Brastagi acap ku singgahi , disitu ada wisma Pertamina tempat ku bekerja. Sesekali ada Pelatihan dari Perusahaan di buat disana. Dan Disana pun banyak saudara-saudara  yang berkebun jeruk , terutama di kampung Barus.

Untuk saudara-saudara ku di Kabanjahe yang sekarang lagi tertimpah musibah, Mejua-jua krina ….. sabar ya….ingat lah mungkin Allah sedang memberi pupuk kepada kita, kepada tanah Karo…….. agar lebih subur lagi.

Gerakan Seribu Rupiah (GSR) untuk Palestina.


Apa yang dapat kita buat untuk Palestina?….

Mungkin ini salah satunya

Kami dari Forum Solidaritas Batam Untuk Palestina memprakarsai Pengumpulan Dana yang dinamai Gerakan Seribu Rupiah (GSR) untuk Palestina……………

Sebagai Koordinator Forum Solidaritas Batam untuk Palestina………ber alamat di Jalan Ranai no 11 Bengkong Polisi Batam 29432 telpon. (0778) 413607  atau fax (0778) 413606 Donasi dapat juga di salurkan ke rekening Bank Muamalat, rekening nomor  . 4110039522, dan Bank Syariah Mandiri rekening nomor. 038.0000.760. atas nama Imbalo Iman Sakti.

Pengumpulan Dana ini dapat juga di lakukan di masjid dan mushalla, demikian pula dapat di laksanakan di lingkungan sekolah, hubungi kami siap mengambil uang yang telah terkumpul.

Semoga kita tetap dalam Limpahan Allah SWT.

Surat Terbuka Buat Walikota Tanjung Pinang Tentang Empat Siswa Yang Dipecat


Banyak kegiatan ekstrakulikuler yang dapat diikuti siswa setingkat sma, termasuk media FB. Bukan seluruhnya di serahkan pembinaan moral di sekolah.

Banyak kegiatan ekstrakulikuler yang dapat diikuti siswa setingkat sma, termasuk media FB. Bukan seluruhnya di serahkan pembinaan moral di sekolah. Peranan ortu sangat dominan, lha gimana guru nyuruh sholat di sekolah misalnya si ortu murid enggak pernah sholat.

Menanggapi pemberhentian empat siswa SMA 4 Tanjung Pinang gara – gara Facebook.

Yang terhormat Bu Tatik Walikota Tanjung Pinang : seandainya ini terjadi kepada bu Tatik, ada kepala dinas  atau pegawai yang ibu pimpin sekarang ini  mencaci maki ibu di FB , mengancam lagi, apa yang ibu buat ?.

Sebagai sesama wanita tidak ada hinaan yang paling hina disebut perawan tua. Samalah sakit nya hati seorang janda, disebut “janda genit , mau cari brondong” padahal janda itu baik dan tidak genit.

Bukan masaalah FB , FB itu hanya media saja. Jadi pantas kalau si siswa dikembalikan ke ortunya, agar siortu mengajari anak nya di rumah sopan santun.

Ada sesebagian guru tak tahan emosi nya malah menampar, menendang, dan menyruh telanjang siswa nya… apakah itu yang diinginkan…. ???? Atau di laporkan ke polisi seperti kata sebagian guru yang lain…?

Bijak lah ibu serahkan itu kepada ahli nya … yang ahli dalam hal ini adalah Dinas pendidikan …….

Ibu kan pernah sekolah, ibu kan pernah jadi remja, seusia sma itu sudah cukup dewasa untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, sudah terlalu banyak pelajaran budi pekerti dari sekolah yang di dapat mereka.

Ibu pun tahu persis bagaimana peranan sekolah apa peranan orang tua di rumah, karena ibu pun punya anak, dan ibu pun menyekolahkan anak.

Maaf bukan hendak mengajari jeruk berduri .

Salam dari saya : Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Hang Tuah Batam

%d blogger menyukai ini: