Sholat di Masjid Pengungsi Rohingya


bersama Imam Masjid asal Rohingya Myanmar

bersama Imam Masjid asal Rohingya Myanmar


Rak Nong adalah salah satu provinsi di Thailand yang berbatasan langsung dengan Kok Song Myanmar. Kedua wilayah ini dipisah oleh Laut Andaman. Dari Bangkok ke Rak Nong di tempuh sekitar 8 jam perjalanan dengan Bus. September 2012 yang lalu saya berkesempatan kembali mengunjungi Rak Nong.

Di Provinsi yang dikelilingi dengan perbukitan hijau ini banyak dijumpai warga Myanmar keturunan Rohingya. Tidak diketahui jumlah pasti. “Bisa ribuan banyaknya “ Ujar pak Sobirin sambil menyetir kenderaannya . Pak Sobirin adalah penduduk Rak Nong , pria paro baya ini, senang sekali dengan kedatanganku dan menginap pula di rumahnya. Pak Sobirin dapat berbahasa melayu dengan lancar. Bahasa Myanmar pun dikuasainya dengan fasih. “Sayapun pandai bahasa Bangladeh” ujarnya lagi.

Tengah hari itu Jumat (14/9), aku dibawa oleh pak Sobirin ke suatu masjid yang khusus jamaahnya warga Rohingya. Masjid yang terletak dipinggiran kota ini bentuknya memanjang, karena memang bekas ruko, dan benar dipenuhi jamaah, hampir semua warga Rohingya. Tetapi kalau ditanya , mereka tak menjawab betulkah mereka warga Myanmar.

Dari jamaah yang hadir nyaris kami berdua saja yang lain warna kulitnya. Pada saat masuk kedalam masjid , kulihat khatib sudah memberikan khotbahnya , aku bergegas shalat dua rakaat dan duduk dengan tertib di barisan kedua . Tetapi anehnya pak Sobirin menggamitku dan mengajakku pindah duduk, agak ke ujung barisaan.

Aku mengikutinya, karena enggak enak hati sebagai tamunya. Sama seperti saat di mobil sewaktu menuju masjid, pak Sobirin pun terus bercerita. Padahalkan khatib sedang khotbah pikirku dalam hati, mengapalah pak Sobirin ini terus bercerita. Memang terus terang sedikitpun aku tak tahu apa yang diutarakan khatib didepan mimbar itu.

Hampir 30 menit khotbah itu berlangsung. Setelah itu kulihat hampir semua jaamaah shalat dua rakat. Dan sang khatib tadi turun , kulihat juga melaksankan shalat , tak lama kemudian azan dikumandangkan , dan seorang khatib yang lain naik keatas mimbar.

Khatib yang baru ini khotbah bercampur bahasa arab sebagaimana layaknya khotbah di tempat kita (Indonesia) tetap dua khotbah berhenti sejenak dan hanya beberapa menit saja sudah selesai , dan dilanjutkan dengan shalat dua rakaat. Selesai lah sudah pelaksanaan shalat jumat hari itu.

Setelah itu barulah kutahu ternyata khotbah yang pertama dengan khatib yang lain tadi yang kukira adalah khotbah jumat bukanlah khotbah , itu hanyalah semacam ceramah sebelum khotbah. Menurut Ustadz Zenal Satiawan Lc , tuntunan shalat Jumat itu , ya seperti itu , lamanya bacaan khotbah, tidak lebih lama waktunya dari pada shalat itu sendiri.

Hem panteslah pak Sobirin tadi masih terus bercerita dengan ku . Dia tahu bahwa itu bukan khotbah , hanya ceramah biasa.
Jadi sangat beda sekali misalnya dengan di beberapa masjid di Batam. Jumat yang lalu khatib khotbah lebih 30 menit, sementara shalatnya tak sampai 5 menit. Banyak masjid di Malaysia pun berbuat hal yang sama dengan di Indonesia, khotbah berlama-lama dan shalatnya sendiri hanya sebentar.

Rencana Khitan di Phan Rang Vietnam


masjid ini dibangun oleh Dubai persis terletak di jalan raya Phan Rang menuju Hanoi

masjid ini dibangun oleh Dubai persis terletak di jalan raya Phan Rang menuju Hanoi


Bersama Yayasan Amal Malaysia di Saigon

Rasa tak muat lagi perut hendak menyantap hidangan pagi dirumah Tok Hakim Ysa. Menu yang telah tersedia tak jauh beda dengan di rumah Hasan, ada roti, telur ceplok, sayuran berbagai macam dan yang lain adalah bubur dari gandum, dan sup.

Tak satupun kawan yang hendak makan, kami minta selepas shalat Jumat saja makan kembali. Ibu Basirun yang memasak semua masakan itu dapat memahaminya. Untuk menghilangkan rasa kecewanya berdua orang satu piring bubur itu kami makan juga.

Tok Hakim Ysa menyarankan kepada kami pakai mini bus saja, kapasitas 12 tempat duduk, hari itu Jumat (7/9) masih sekitar pukul 11 waktu setempat, disepakati harga sewa 4.5 juta Dong hingga ke hari senin (10/9) sampai pukul 8 malam berakhir dibandara Ho Chi Min, rombongan diantar pulang.

Betul saran Tok Ysa, dengan mini bus ini kami lebih mudah mengunjungi berbagai tempat, di kampong Ban Lam ada dua masjid selain masjid Islam Bani. Keluhan yang sama kami dengarkan dari penduduk sekitar masjid itu. Perlunya tenaga pendidik untuk agama Islam disana.

Tidak terasa singkat sekali rasanya waktu, waktu shalat hamper tiba. Kami segera bergegas ke Masjid yang satu lagi masjid dekat rumah Tok Hakim. Persis di depan Masjid rumah Tok Hakim Ysa berdiri sebuah masjid Islam Bani, masjid aitu cukup besar, tidak terlihat aktifitas orang melaksanakan shalat jumat disana.

Tok Hakim Bani dan Tok Imam yang membedakan selempang di depa

Tok Hakim Bani dan Tok Imam yang membedakan selempang di depa


Selepas makan di rumah Tok Hakim Ysa, kami pamitan, Sani, telah menunggu kami untuk bertemu Tok Hakim Islam Bani. Namun sebelum ke rumah Tok Hakim Bani kami mampir dulu kesebuah masjid yang juga berdampingan dengan masjid Bani. Dua tahun lalu saya pernah ke masjid ini, sehingga ada beberapa jamaah yang masih ingat kepadaku.

Banyak cerita tentang Islam Bani meluncur lancer dari bibir Tok Hakim Bani, Hasan dan Sani yang menjadi penterjemah. Koleksi Alquran terbitan Iran ada disana, begitu juga kitab panduan tulisan tangan diperlihatkan oleh Tok Hakim.

Rumah Tok Hakim Bani tak seberapa jauh dari masjid Bani, berjalan kaki kami kesana, menurut Tok Hakim Bani ini, jamaah Bani tidak shalat dan tidak puasa diwakilkan kepada Imam, ada 20 Imam sebagai perwalian seluruh umat Islam Bani di daerah Phan Rang itu. Para Imam ini pun tak perlu shalat sebagaimana layaknya umat Islam lima kali sehari semalam. Hanya sesekali saja. Begitu juga dengan puasa ramadhan, cukup sekali saja. Tok Hakim adalah yang mengetuai seluruh Imam Bani, termasuk menikah kan pasangan umat Bani.

Tok Hakim ini sepanjang umurnya tetap bebaju putih dengan desain khusus, lengan panjang seperti jubah. Dan menurut Tok Hakim ini, diseluruh kain jubah itulah amalan dan syariat umat Bani melakat. Dan beliau yang mempertanggungjawabkannya kelak dihadapan Allah SWT.

kitab pedoman Islam Bani potongan potongan ayat Alquran

kitab pedoman Islam Bani potongan potongan ayat Alquran


Ada selempang kain berwarna-warni melilit di leher Tok Hakim Bani yang katanya pernah Umrah ke Makkah itu, dan konon katanya lagi Tok Hakim inilah satu satunya Tok Hakim yang pernah menginjak Makkah. Selempang berwarna warni itu menandakan surga , sementara ada pula seperti 3 buah kantong bertali menjuntai dari depan ke belakang di pundak Tok Hakim. Kantong macam uncang itu berwarna warni juga, ada manik manik melekat menhiasi pinggirannya, ketiga uncang itu mengandung pengertian yang berbeda, yaitu tentang alam, alam sebelum lahir , alam dunia dan alam akhirat.

Tok Hakim yang satu ini baru diangkat menjadi Tok Hakim Baru, Tok Hakim yang lama adalah masih pakcik Sani. Kondisi ruang tamu Tak Hakim lama dengan yang baru mirip, di sudut raung ada bale bale dari kayu tanpa alas, papan bale bale ini mengkilap. Biasanya Tok Hakim duduk menerima tamu disitu terkadang menjuntai kaki. Tetapi mungkin karena rombongan kami banyak kami duduk dengan menggelar tikar di lantai.

Hari beranjak petang saat kami meninggalkan rumah Tok Hakim, ada satu lagi masjid yang hendak kami kunjungi. Masjid ini masih baru , terletak persis di pinggir jalan raya kampong Ban Lam Phan Rang. Masjid ini dibangun oleh orang Dubai. Berpagar rapi lengkap dengan sanitasi yang memadai, dua tahun yang lalu saat aku mengunjungi Phan Rang , masjid ini baru selesai diresmikan .

Masjid itu hanya kami lalui saja, karena hendak mencari makanan, untuk makan malam. Tidak ada restoran atau kedai makanan di kampong itu, di Bandar Phan Rang pun belum pasti ada yang halal. Sani lah yang mengajak kami makan malam dirumah kerabatnya.

Rumah itu cukup besar berlantai dua, halamannya cukup luas , dari jalan raya sekitar 3 kilometer, jalanan ke rumah itu kiri kanannya sawah, tidak beraspal. Pemilik rumah itu seorang perempuan tua, anak perempuannya menikah dengan orang Islam dan bekerja di Luar Negeri. Agaknya yang membangunkan rumah itu adalah anak menantunya tadi. Dan sang Ibu tua itu, baru sekitar setahun mengucapkan syahadat, mengikuti agama putrinya.

Senang sekali ibu tua itu menerima kami, kami disuguhi satu jenis makanan seperti kulit lumpia kering tetapi ditaburi dengan sejenis wijen yang di sangria dengan minyak , dengan lembaran itu dimasukkan berbagai jenis sayuran , ikan , daging ataupun telur dadar digulung dan dicelupkan ke dalam bumbu sebelum di makan.

Seorang lagi putri ibu itu menikah, dan masuk Islam, sekitar dua tahun yang lalu. Namun hingga kini belum lagi di khitan. Dan masih seorang lagi kerabat sang ibu yang bersama kami makan malam itu juga telah masuk Islam umurnya sekitar 40an tahun dan juga berlum ber khitan.

Hal seperti kedua lelaki tadi banyak terdapat di Phan Rang, belum lagi mereka yang dari Islam Bani, nyaris semua tidak di khitan, termasuk Tok Imam. Itulah salah satu misi kunjungan kami bersama Yayasan Amal Malaysia (Amal Kedah) ke sana.

Insyaallah bulan juni 2013 saat libur anak sekolah Amal Kedah akan mengadakan sunat massal disana. (bersambung)

KBRI Yangoon: Kerusuhan Terkait Muslim Rohingya Sudah Bisa Dihentikan


Yang tidak pernah kesana akan percaya begitu saja dengan pernyataan seperti di bawah ini, seakan kejadian Juni 2012 yang baru lalu hanya terjadi seperti ini :

“Dari berbagai wawancara dengan warga di kawasan Rakhine State, diperoleh gambaran bahwa sebelum peristiwa kerusuhan ini terjadi kehidupan masyarakat antara umat beragama cukup toleran dan harmonis. Namun demikian warga juga tidak mengetahui secara persis mengapa sampai kerusuhan itu terjadi dan meluas”.

Duta Besar RI di Yangon Myanmar yang sejak 14 Juli 2008 lalu dilantik oleh Presiden SBY , tidak pernah sekalipun kesana ??? Dan hingga kini pengurusan visa untuk ke daerah yang sedang bergolak itu belum juga di dapat. Itu yang kita minta Dubes ini segera di ganti..

Tulisan di bawah ini di kutip dari Detik.com

Jakarta KBRI Yangoon di Myanmar memberi penjelasan soal kondisi yang menimpa muslim Rohingya. Dubes Sebastianus Sumarsono yang diundang berkunjung ke lokasi konflik di Rakhine State menegaskan, kondisi di wilayah itu sudah terkendali.

“Dalam kunjungan yang dipimpim oleh Menteri Urusan Perbatasan Letjen U Thein Htay maka didapatkan gambaran di lapangan bahwa situasi kerusuhan di kota-kota di wilayah Rakhine State telah dapat dihentikan,” tulis Sekretaris KBRI Yangoon Djumara Supriyadi dalam surat elektronik, Jumat (3/8/2012).

Site Visit (kunjungan lapangan) ke Rakhine State tepatnya di kota Sittwe dan Maungdaw, dilakukan pada 31 Juli-1 Agustus 2012. Selain itu, per akhir Juli 2012 tercatat Pemerintah Myanmar telah mendirikan sebanyak 89 kamp pengungsi yang memfasilitasi sekitar 14.328 orang Rakhine dan 30.740 orang Muslim, yang terkena dampak konflik tersebut.

“Dalam briefing yang diberikan oleh Menlu Myanmar U Wunna Maung Lwin diinformasikan bahwa konflik di Rakhine State telah menimbulkan korban dan kerugian sebanyak 77 orang meninggal dunia, 109 orang menderita luka-luka, 4.822 rumah, 17 bangunan masjid, 15 bangunan pagoda dan 3 bangunan sekolah hangus terbakar,” jelas Djumara.

Dari berbagai wawancara dengan warga di kawasan Rakhine State, diperoleh gambaran bahwa sebelum peristiwa kerusuhan ini terjadi kehidupan masyarakat antara umat beragama cukup toleran dan harmonis. Namun demikian warga juga tidak mengetahui secara persis mengapa sampai kerusuhan itu terjadi dan meluas.

“Dari pengamatan, baik itu pengerahan pasukan keamanan maupun pengerahan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Myanmar dilihat cukup adil dan tidak terlihat adanya upaya memihak kepada salah satu kelompok saja,” terang Djumara.

Kini setelah konflik bisa dihentikan, permasalahan utama yang sekarang dihadapi oleh masyarakat Rakhine State ada dua yakni secara jangka pendek adalah masalah pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari warga. Sedangkan secara jangka panjang adalah masalah pemulihan atau rehabilitasi serta rekonsiliasi antar warga.

“Terkait dengan isu Rakhine State, maka Pemerintah RI juga akan mengedepankan kebijakan constructive engagement dengan Myanmar, agar Pemerintah Myanmar dapat mewujudkan suatu stabilitas di wilayah tersebut, yang diawali dengan upaya rehabilitasi dan rekonsilisasi, agar tercipta suatu kehidupan beragama yang rukun, toleran dan saling menghargai satu sama lain,” tuturnya.

Cina Larang Puasa Bagi Pejabat Dan Siswa Muslim Uighur


Muslim Uighur di Tanah Suci....... tidak mudah bagi mereka bebas melaksanakan kewajiban agamanya.

Muslim Uighur di Tanah Suci……. tidak mudah bagi mereka bebas melaksanakan kewajiban agamanya. 

Pihak berwenang di wilayah barat laut Cina yang bergolak, Xinjiang, melarang pejabat dan siswa Muslim untuk berpuasa selama bulan Ramadhan. Seruan yang diposting di situs pemerintah itu meminta para pemimpin Partai Komunis untuk membatasi kegiatan agama Islam selama bulan suci, termasuk puasa dan mengunjungi masjid.

Sebuah pernyataan dari kota Zonglang di distrik Kashgar mengatakan bahwa “komite daerah telah mengeluarkan kebijakan komprehensif untuk menjaga stabilitas sosial selama bulan Ramadhan. Yaitu melarang kader Partai Komunis, pejabat sipil (termasuk mereka yang sudah pensiun) dan siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan selama Ramadhan.”

Pernyataan itu, diposting di situs web pemerintah Xinjiang, mendesak para pemimpin partai untuk membawa “hadiah” makanan untuk para pemimpin desa setempat untuk memastikan bahwa mereka makan selama bulan Ramadhan.

Perintah serupa untuk membatasi kegiatan Ramadhan juga diposting di website lain pemerintah daerah. Biro pendidikan di Wensu mendesak sekolah-sekolah untuk memastikan bahwa siswanya tidak masuk masjid selama bulan Ramadhan.

Kelompok hak asasi di pengasingan, World Uyghur Congress, memperingatkan kebijakan akan memaksa “orang-orang Uighur untuk menolak (kekuasaan Cina) lebih jauh.”

“Dengan melarang puasa pada bulan Ramadhan, Cina menggunakan metode administratif untuk memaksa orang Uighur untuk tak beribadah selama Ramadhan,” kata juru bicara kelompok, Dilshat Rexit, dalam sebuah pernyataan.

Xinjiang adalah rumah bagi sekitar sembilan juta orang Uighur yang berbahasa Turki dan mayoritas beragama Islam. Banyak yang menuduh pemerintah Cina melakukan penganiayaan agama dan politik atas etnis ini.

Wilayah ini beberapa kali diguncang oleh kekerasan etnis. Namun sejauh ini Cina membantah klaim bersikap represi dan bergantung pada puluhan ribu pejabat Uighur untuk membantu mengatur pemerintahan di Xinjiang.

Muslim Rohingya Dibunuh Karena Tidak Mau Murtad


Bukan perkara mudah untuk merenovasi masjid di Myanmar, memerlukan izin yang sangat rumit dan berliku liku....sehingga masjid masjid terbiar rusak sendiri dimakan usia, puluhan tahun tak tersentuh perbaikan karena memang tidak dizinkan , akhirnya rubuh sendiri...Lain lagi masjid yang bmemang terbakar dan sengaja dibakar

Bukan perkara mudah untuk merenovasi masjid di Myanmar, memerlukan izin yang sangat rumit dan berliku liku….sehingga masjid masjid terbiar rusak sendiri dimakan usia, puluhan tahun tak tersentuh perbaikan karena memang tidak dizinkan , akhirnya rubuh sendiri…Lain lagi masjid yang bmemang terbakar dan sengaja dibakar

Salah seorang delegasi Myanmar mengatakan pada Jamaah Islamiyah bahwa para warga Muslim Rohingya di Myanmar dibantai karena mereka tidak mengubah keyakinannya. Jamaah Islamiyah (JI) sebelumnya pun mengecam keras peristiwa berdarah itu.

Pimpinan delegasi itu, Noor Husain Arakani bertemu dengan Jamaah Islamiyah di Mansoora pada Rabu kemarin dan menceritakan insiden pembantaian Rohingya. Arakani mengatakan bahwa warga Muslim di perbatasan Bangladesh menunggu bantuan tanpa adanya harapan karena Pemerintah Myanmar menutup pintu perbatasan itu.
Arakani juga menceritakan bagaimana warga Muslim Myanmar dipaksa untuk berpindah keyakinan dan mengalami penyiksaan. Mereka dipaksa untuk memakan daging babi dan minum minuman keras. Di beberapa tempat lainnya, mereka juga dibakar hidup-hidup dan tidak diperbolehkan menggunakan ponsel. Seandainya saya bukan seorang Muslim, saya akan menjadi warga negara Myanmar

Sementara itu, Pemimpin Jamaah Islamiyah di Pakistan Sheikh Munawar Hasan menuntut komunitas internasional, khususnya para petinggi negara Muslim untuk menekan Pemerintah Myanmar dan menghentikan aksi pembantaian terhadap warga Muslim Rohingya. Pemerintah Myanmar juga diminta agar menjamin hak-hak warga Rohingya. Jamaah Islamiyah pun sudah membentuk badan amal khusus untuk Muslim Rohingya.

“Puluhan ribu warga Muslim Myanmar yang ada di perbatasan Myanmar dan Bangladesh membutuhkan bantuan kemanusiaan. Mereka disiksa oleh angkatan bersenjata. Namun komunitas internasional, media, dan badan-badan HAM hanya terdiam,” ujar Munawar, seperti dikutip The News, Kamis (26/7).

Bersamaan dengan itu, Sekretaris Jendral Liga Muslim Pakistan Muhammad Ali Saif mendesak seluruh negara Islam agar menolong warga Muslim di Myanmar dari kekejaman Angkatan Bersenjata Myanmar dan komunitas-komunitas. Sejauh ini, 500 desa yang dipenuhi warga Muslim di Myanmar juga dibakari.

Toko Online Palsu 3


Dipastikan ini palsu 1000 %

http://bhayankaracellular.blogspot.com/2012/01/beranda_15.html

Minggu, 15 Januari 2012 beranda Selamat datang di BHAYANKARA CELLULAR Pusat Perbelanjaan ON LINE Aman dan Terpercaya. call/sms 085 311 676 758  Nikmati berbagai keuntungan membeli di sini : - Barang berkualitas dan harga relatif lebih murah. - Dapat diantar ke seluruh Indonesia. - Keamanan dijamin karena setiap pengiriman disertai asuransi. - Proses cepat dan sederhana.

Minggu, 15 Januari 2012
beranda
Selamat datang di BHAYANKARA CELLULAR
Pusat Perbelanjaan ON LINE Aman dan Terpercaya.
call/sms 085 311 676 758
Nikmati berbagai keuntungan membeli di sini :
– Barang berkualitas dan harga relatif lebih murah.
– Dapat diantar ke seluruh Indonesia.
– Keamanan dijamin karena setiap pengiriman disertai asuransi.
– Proses cepat dan sederhana.

Toko Online Fiktif : aurahelektronika.com


Ini satu lagi dipastikan toko online fiktif………..urahelektronika.com

Tidak ada Toko seperti gambar itu di alamt ini

Hubungi Kami

Lokasi Kami

Alamat:
Aurah Elektronika | Online Shop Indonesia
Jln. Raja Ali Haji, Komplek Tanjung Pantun BI R/5-7
KOTA BATAM 29432
Kep. Riau

Telephone:
111

INI TOKO ONLINE FIKTIF…….. SANGAT SANGAT FIKTIF………..

http://aurahelektronika.com/index.php?route=common%2Fhome

aurahelektronika.com

Jln. Raja Ali Haji, Komplek Tanjung Pantun BI R/5-7 KOTA BATAM 29432 Kep. Riau
Selamat datang di Aurah Elektronika | Online Shop Indonesia

Pusat Perbelanjaan ONLINE Aman dan Terpercaya.

Nikmati berbagai keuntungan membeli di sini :

– Barang berkualitas dan harga relatif lebih murah.
– Dapat diantar ke seluruh Indonesia.
– Keamanan dijamin karena setiap pengiriman disertai asuransi.
– Proses cepat dan sederhana.

 CARA Beli & Pembayaran

(Call/Sms ,0819.9861.1451 )

 ORDER TRACKING

 Konfirmasi Pembayaran

Photobucket

%d blogger menyukai ini: