Hang FM Radio Dakwah ?


Abi Yusuf station manager hang fm

Abu Yusuf station manager hang fm

“Salam pak, lagi di tunggu di radio Hang FM” begitu bunyi sms yang masuk ke hand phone ku pagi tadi Senin (8/3)  dari no +65837389xx, nomor depan +65xxxxxxx  adalah kode negara Singapura. Wah bukan main ini radio sampai penggemar nya di Singapura meng – sms – ku . “Iya pak kan peminat setia Hang FM ” balasnya lagi melalui sms .

Iya memang sehari sebelum nya aku dihubungi station manager Hang FM, “Kalau bisa pukul 07.45 sudah di tempat ya pak”  kata Abu Yusuf demikian nama panggilan station manager radio yang mengudara di frequenci 106 FM itu. Ber iya iya betul dia agar aku tepat waktu. Tetapi apa lacur pukul delapan aku masih berada di sekolahan.

Sepanjang perjalanan menuju ke Batam Center, aku mendengar kan celoteh Abu Yusuf yang langsung memandu acara yang dikemas dalam input dan output itu, wah banyak juga telephon yang masuk gumamku. Rupaya sepanjang siaran berlangsung  Abu Yusuf si pemandu acara, menyebutkan nara sumber yang di undang dan dihubunginya belum ada satu pun yang datang.

Tak Boleh Musik ?

Penggemar radio ini cukup banyak di Singapura, begitu pun di Johor Bahru, karena memang siaran radio yang anti musik ini sampai menembusi cakralawa negara tetangga itu.

Tak ada lagu yang di putar di radio itu, kalau pun ada suara hanya suara deritan pintu atau suara seperti air yang tercurah.  Untuk intro, jedah antara dua acara misalnya ada suara seperti ketokan saja, benar benar tak ada suara lagu yang mengalun layak nya radio radio lain.

Lampu tombol telpon terus berkelap kelip saat aku masuk ke ruang studio yang baru di pugar sejak Kebakaran setahun yang lalu  itu.  “Alhamdulillah pak Imbalo sudah datang ” ujar Abu Yusuf kepada pendengar nya. Pertanyaan pun bertubi tubi , topik pagi hari itu mengangkat masalah makanan halal.

Dari mulai restoran, rumah makan, pengurusan sertifikat halal, sampai masaalah perdagangan bebas dengan cina, mengalir tak terasa sudah satu jam.

Sambil menjawab pertanyaan dari pendengar,  terpikir pula  olehku akan  rekan rekan  di  Malaysia, bukan yang di Johor Bahru tetapi yang arah ke Utara , yang sekarang sedang ramai ramai nya mempersoal kan faham  Wahabi.

Radio yang ber motto kan spirit of sunnah ini jangan harap mentolerir anggotanya merokok, begitu pun dengan gambar gambar berujud manusia. Hampir semua atau boleh dikatakan semua buku buku dan vcd yang di jual di toko buku yang berada di samping ruang studio tak bergambar manusia , apalagi gambar itu perempuan.

Tetapi radio ini tidak tabu terhadap iklan, banyak iklan saat jedah di putarkan, terutama  iklan obat obatan yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit.  Tak etis rasanya ingin membantah soal iklan yang ada di radio itu, ya nama nya iklan pastilah memuji produk yang ditawarkan.

Kembali ke soal Dakwah dari Radio Hang FM ini tadi, kalau lah sempat di dengar oleh para ulama yang memposisikan diri Ahli Sunnah Wal Jamaah  yang begitu antinya terhadap faham Wahabi .

Hai lebih teruk lagi daripadakan sekedar tidak berqunut dan tak menjahirkan bacaan Basmallah.

Bagimana ya……mereka pun mengklaim pengikut sunnah

Muslim Minoritas Yang Tertindas Di Burma


Phuket, adalah salah satu kawasan pelacongan di Thailand, daerah tujuan wisata yang menjadi andalan Thailand itu,  akh sudah lama nian aku ingin kesana, beberapa kali ke Thailand bahkan sampai ke Mae Sai di provinsi Chiang Rai kota paling utara yang berbatasan dengan Ta Ci Lek (Myanmar) telah ku kunjungi, bahkan sudah beberapa kali.

Belum sempat – sempat juga mampir ke Phuket. Padahal provinsi ini sering ku lalui. Beberapa kali pula Daud Jaruh mengajakku. Teman yang satu ini adalah aktifis dalam penanggulangan HIV/AIDS di Thailand yang ditujukan khusus kepada muslim.

“Saya duduk di Phang Nga” katanya satu waktu. Phang Nga adalah salah satu provinsi di Thailand, “sengaja opis dekat situ untuk memudahkan perjalanan ke Krabi dan Phuket” jelas Daud lagi.

Hari itu (27/02)   setelah melintasi perbatasan Wang Kelian Perlis (Malaysia) dengan Wang Prachan Khuan Don  provinsi Satun Thailand kami mampir di Phang Nga di kantor Daud Jaru. Dan malamnya  selepas magrib perjalanan dilanjutkan ke provinsi Ra Nong (baca Rak nong) . Simpang jalan menuju Phuket pun kami lalui. Lagi lagi aku tak dapat menyinggahinya.

Kami ke Ra Nong karena  provinsi di Thailand ini yang berbatasan  langsung dengan Kaw Thoung (baca Kok Song) provinsi Burma Myanmar.

“Banyak disana orang Myanmar yang dapat berbahasa melayu” jelas ustadz Wahab. Dan memang lah tujuan kami hendak bersilaturrahim dengan sesama muslim yang ada disana. Hal ini selalu dan rutin kami lakukan.

Namun sebelum sampai di Kaw Thoung, kalau orang Siam menyebutnya Kok Song, kami dikabari bahwa ada 5 orang pelarian dari Myanmar kemarin mati tertembak, mereka tertangkap asykar saat hendak “menyeberang” ke Thailand.

Sebenarnya hal itu telah sering terdengar di media – media, baik media cetak maupun media elektronik. Di Malaysia saja puluhan ribu orang pengungsi dari Burma yang tidak jelas statusnya.

Di Indonesia pun ratusan orang dari mereka yang kini masih tertahan di beberapa daerah termasuk di Tanjung Pinang Kepulauan Riau, di  Aceh dan Batam juga.

Di Thailand pun  tak kurang banyaknya yang jadi pelarian, sangkin banyak nya hingga tak dapat di data, “Bagaimana nak mendata karena mereka takut kalau mengatakan identitasnya sebagai orang Burma” jelas Daud , menanggapi sekitar berapa banyak jumlah rakyat Burma yang ada di Ra Nong saja saat ini.

Karena takut dan menghindari hal hal yang tak diinginkan malam itu perjalanan kami hentikan dan  kami bermalam di perbatasan disatu kampung yang bebatasan dengan Ra Nong. Kami tidur disitu hingga keesokan harinya.

Pagi harinya perjalanan kami lanjutkan ke Ra Nong, terus menuju border, tercium bau amis yang cukup menyengat, karena border dan tempat pelelangan ikan jadi satu. Disitulah  juga tempat pemeriksaan pasport menuju Myanmar.

Indonesia Dan Malaysia Beda

Lagi lagi aku sebagai satu – satu nya orang Indonesia dalam perjalanan itu mendapat perlakuan yang berbeda, saat hendak masuk ke Thailand dari Perlis Malaysia pun aku harus membayar 10 ringgit Malaysia di counter imigrasi. Di pintu keluar tadi, selain 10 Dollar Amerika , kami dimintai 2 ringgit Malaysia lagi.

Lagi lagi tanpa ada tanda terima. Sementara ongkos dengan bot sampai ke Kok Song (Kaw Thoung) sebesar 5 RM perorang, satu bot di muat 10 orang. Kami memakai 2 buah bot, bot nya agak aneh mesin nya punya kemudi panjang.

Dari Rak Nong menuju Kok Song cukup ketat penjagaan, dua negara yang hanya dipisah oleh selat Andaman itu,  kita di periksa oleh petugas sampai 5 kali. Padahal jarak antara keduanya tak lah begitu jauh, hanya sekitar 3 mil laut saja. Ada beberapa pulau pulau kecil diantar kedua negara itu di tempati petugas berseragam dan bersenjata lengkap terhunus.

Sesampai  di kantor imigrasi di Kok Song  yang sangat sederhana sekali, dengan hanya berbaju singlet duduk diatas kursi kayu dan meja kecil kami di terima petugas imigrasi. Banyak sekali pertanyaan ditujukan kepada kami, pertanyaan itu di terjemahkan oleh tukang bot yang membawa kami karena memang dianya dapat berbahasa melayu dengan baik.

Banyak sudah negara yang kukunjungi dan banyak border yang kulalui barulah kali ini ada petugas imigrasi yang hanya bekerja dengan kaus singlet dan berkain sarung.

Foto Mustaqim Mustafa - Don't Tell My Mother I'm In Union of Myanmar

Foto Mustaqim Mustafa - Don't Tell My Mother I'm In Union of Myanmar

Di Kantor imigrasi itu Pasport kami semua di tahan,  setelah di photo kami diberi kertas selembar yang disitu terpampang photo kami  masing masing, diujung kanan tertulis  “motel”  maksud nya harus tidur di motel atau di hotel tidak boleh di tempat yang lain meski di tempat saudara sekalipun dan kami di wanti wanti untuk tidak pergi jauh lebih dari 3 kilometer. Bila ini di langgar mereka tak menjamin kalau kami di tangkap polisi atau yang berwajib.

Banyak kisah pilu dan sedih yang dialami umat Islam di sana, kami pun tak dapat hendak  menyebut nama  yang memberikan maklumat, karena hal itu dapat membuat susah si empunya nama.

Siang itu lebih 2  jam lamanya kami di kantor imigrasi, selepas dari kantor imigrasi yang cukup melelahkan, (tak ada kursi atau tempat duduk disitu, udara yang cukup panas) kami naik dan diantar  sejenis tuk tuk yang dapat memuat belasan orang  menuju ke sebuah motel.

Dengan bayaran 70 RM perkamar untuk 2 orang. “Air hidup pukul 6 petang dan ekon pun baru pukul 6 petang nyala” kata petugas motel yang diterjemahan oleh  supir tuk tuk itu kepada kami.  Tetapi untuk kami mereka dapat menghidupkan dan menyalakan ekon dan air, karena kami akan bermalam 3 (tiga) hari.

Selepas itu kami makan di sebuah kedai makan, yang tak jauh dari Motel tersebut,  cukup lumayan enak  makanan  khas disana. Dan di lanjutkan dengan shalat jamak Takhir di sebuah masjid di Kampung Melayu namanya. Masjid Kampung Melayu ini terletak di tengah kota, tak terlihat seperti bangunan masjid dari luar, di bawah nya di lantai satu bentuk toko dan di lantai dua adalah bangunan masjid. Disebelah tangga naik ke atas terlihat besi rangka beton yang sudah berkarat karena terkelupas konkret (semen) nya, kalau dibiarkan terus begitu dapat mengakibatkan balok itu rapuh dan roboh.

Di Provinsi Kaw Thoung (Kok Song) ini banyak terdapat masjid. Di Pulau Dua, diseputaran kami menginap saja ada 5 masjid. Disitu pun beragam entis muslim ada disana, yang muka nya mirip dengan kita (orang Melayu) , India , Pakistan yang disebut Rohingya, dan ada juga yang mirip china.

Mereka membenarkan bahwa pemerintah Junta tak memberi izin  mereka memperbaiki masjid yang sudah rusak (renovasi) , demikian pula  sekolah-sekolah terutama madrasah. Untuk mendapatkan izin renovasi harus se izin pemerintah pusat di Rangon sana. Bukan lah hal yang mudah untuk mendapatkan kelulusan izin renovasi itu. Banyak prosedur yang harus di siapkan.

Mereka, pelajar pelajar disitu tidak diberi dan tidak dizinkan untuk  belajar tulisan rumi, tetapi ini  berlaku kepada umat muslim saja. Saat dimasjid itu ada eseorang yang datang menemui kami mengatakan raswah (suap) disana meraja lela. Contohnya 10 US Dollar tadi yang kami berikan kepada petugas imigrasia tanpa ada tanda terima.

Begitu tertekan nya umat Islam sejak Junta berkuasa. Masjid – masjid terlihat kumuh seakan tak terawat karena tak boleh di perbaiki. Saat itu hujan tiba disaat kami hendak melaksanakan shalat magrib dan Isya, di salah satu masjid yang lain. Di dalam masjid di sudut sudut ruang terlihat jejeran ember ember plastik untuk penadah atap yang bocor.

Perjalanan dari Kaw Thoung ke Ibukota di Rangon sana dapat di tempuh dengan pesawat udara, kalau dengan kapal laut lamanya bisa 3, 4 hari. Nah kalau dengan bus bagaimana? , mereka hanya tersenyum kalau nasib baik 4 sampai 5 hari baru sampai,  bisa juga tak sampai sampai.

Jalanan kurang bagus ujar seorang yang kelihatan agak berpendidikan datang menemui ku yang mengaku kepadaku dia nya dulu bekas seorang polisi.  Si bekas polisi yang sudah pensiun ini juga yang mengatakan kalau orang yang lari ke Malaysia dan Indonesia dan ke merata tempat di Asean itu adalah bukan rakyat Burma, “mereka adalah rakyat Bangla (maksudnya Bangladesh) yang datang mari, dan mengaku orang Burma”, itulah sebab mereka tak dapat papsort atau identitas sebagai rakyat Myanmar .

Mana mungkin ku bantah , karena aku pun tak tahu, tetapi puluhan orang dari  mereka pernah bertemu dengan ku di Malaysia dan di Indonesia , mereka mengaku rakyat Myanmar asal Rohingya. Pemerintah Junta tak memberi mereka identitas sebelum mereka merubah aqidahnya

Derita muslim Burma yang tertindas karena politik ini, mereka dulunya berpihak kepada Aung San Suu Kyi yang kini masih mendekam dalam penjara.

“Mudah mudahan 2012 ini penderitaan kami berakhir” harap seseorang dari mereka saat kami bersalaman pamit kembali dari Kaw Thoung menuju Rak Nong Thailand.

Siapa yang peduli dengan mereka ya?????

Gurita Cikeas………..


Gurita.................

Wah…….. mana mungkin berani dia menulis itu kalau tidak di dukung data ucap mantan anggota DPR RI dari Komisi I Ali Mochtar Ngabalin, dan banyak lagi komentar komentar dari tokoh tokoh Nasional menyikapi buku Membongkar Gurita Cikeas.

Apa sih arti Gurita ?

Nah untuk memudahkan pembaca blog ini aku tuliskan tentang Gurita yang ku kutip dari wikipedia, aku juga sempat berfikir apa iya seorang  Gergoe Junus Aditjondro sampai berani menyebut  Gurita Cikeas, begitu dahsyat nya hewan ini kalau kita baca kemapuan bertahan dan memepertahan kan hidupnya.

Kalau tentang buku dan komentar tokoh tokoh nasional sudah banyak beredar, pantes pantes menang nya mutlak kata komentar di media elektronik………… menggurita……….gurita bisa menelan ikan hiu lho……..

Gurita adalah hewan moluska dari kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala), ordo Octopoda dengan terumbu karang di samudra sebagai habitat utama. Gurita terdiri dari 289 spesies yang mencakup sepertiga dari total spesies kelas Cephalopoda. Gurita dalam bahasa Inggris disebut Octopus (Yunani: Ὀκτάπους, delapan kaki) yang sering hanya mengacu pada hewan dari genus Octopus.

Bentuk fisik

Gurita memiliki 8 lengan (bukan tentakel) dengan alat penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa

Lengan gurita merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang atau tulang rangka luar. Tidak seperti hewan Cephalopoda lainnya, sebagian besar gurita dari subordo Incirrata mempunyai tubuh yang terdiri dari otot dan tanpa tulang rangka dalam. Gurita tidak memiliki cangkang sebagai pelindung di bagian luar seperti halnya Nautilus dan tidak memiliki cangkang dalam atau tulang seperti sotong dan cumi-cumi. Paruh adalah bagian terkeras dari tubuh gurita yang digunakan sebagai rahang untuk membunuh mangsa dan menggigitnya menjadi bagian-bagian kecil.

Tubuh yang sangat fleksibel memungkinkan gurita untuk menyelipkan diri pada celah batuan yang sangat sempit di dasar laut, terutama sewaktu melarikan diri dari ikan pemangsa seperti belut laut Moray. Gurita yang kurang dikenal orang dari subordo Cirrata memiliki dua buah sirip dan cangkang dalam sehingga kemampuan untuk menyelip ke dalam ruangan sempit menjadi berkurang.

Gurita mempunyai masa hidup yang relatif singkat dan beberapa spesies hanya hidup selama 6 bulan. Spesies yang lebih besar seperti Gurita raksasa Pasifik Utara yang beratnya bisa mencapai 40 kilogram bisa hidup sampai 5 tahun di bawah kondisi lingkungan yang sesuai. Reproduksi merupakan salah satu sebab kematian, gurita jantan hanya bisa hidup beberapa bulan setelah kawin dan gurita betina mati mati tidak lama setelah bertelur. Kematian disebabkan kelalaian gurita untuk makan selama sekitar satu bulan sewaktu menjaga telur-telur yang belum menetas.

Selubung bagian perut tubuh gurita disebut mantel yang terbuat dari otot dan terlihat seperti kantung. Gurita memiliki tiga buah jantung yang terdiri dari dua buah jantung untuk memompa darah ke dua buah insang dan sebuah jantung untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Darah gurita mengandung protein Hemosianin yang kaya dengan tembaga untuk mengangkut oksigen. Dibandingkan dengan Hemoglobin yang kaya dengan zat besi, Hemosianin kurang efisien dalam mengangkut oksigen. Hemosianin larut dalam plasma dan tidak diikat oleh sel darah merah sehingga darah gurita berwarna biru pucat. Gurita bernafas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan disemburkan keluar melalui tabung siphon. Gurita memiliki insang dengan pembagian yang sangat halus, berasal dari pertumbuhan tubuh bagian luar atau bagian dalam yang mengalami vaskulerisasi.

Kecerdasan

Gurita spesies Octopus cyanea sedang mengamati keadaan sekeliling

Gurita sangat cerdas dan kemungkinan merupakan hewan paling cerdas di antara semua hewan invertebrata. Kecerdasan gurita sering menjadi bahan perdebatan di kalangan ahli biologi. Hasil percobaan mencari jalan di dalam maze dan memecahkan masalah menunjukkan bahwa gurita mempunyai ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang, walaupun masa hidup gurita yang singkat membuat pengetahuan yang bisa dipelajari gurita menjadi terbatas.

Gurita mempunyai sistem saraf yang sangat kompleks dengan sebagian saja yang terlokalisir di bagian otak. Dua pertiga dari sel saraf terdapat pada tali saraf yang ada di kedelapan lengan gurita. Lengan gurita bisa melakukan berbagai jenis gerakan refleks yang rumit, dipicu oleh 3 tahapan sistem saraf yang berbeda-beda. Beberapa jenis gurita seperti gurita mimic bisa menggerakkan lengan-lengannya untuk meniru gerakan hewan laut yang lain.

Pada percobaan di laboratorium, gurita dapat mudah diajar untuk membedakan berbagai bentuk dan pola. Gurita juga bisa membuka tutup toples dengan belajar dari melihat saja, walaupun penemuan ini sering dipertentangkan berdasarkan berbagai alasan

Gurita pernah ditemukan sedang melakukan gerakan yang menurut sebagian orang seperti sedang bermain-main. Secara berkali-kali, gurita melepaskan botol dan mainan di tengah-tengah arus air melingkar di dalam akuarium dan lalu berusaha menangkapnya.. Gurita sering memecahkan akuarium yang ditinggalinya dan kadang-kadang bertandang ke akuarium lain untuk mencari makanan. Gurita juga diketahui sering memanjat kapal penangkap ikan dan membuka ruangan penyimpan ikan untuk memakani kepiting.

Di beberapa negara, gurita termasuk hewan percobaan yang tidak boleh dibedah tanpa anestesi. Di Britania Raya, Cephalopoda seperti gurita termasuk hewan yang dilindungi Animals (Scientific Procedures) Act 1986 dan undang-undang anti kekejaman terhadap binatang. Walaupun tidak bertulang belakang, gurita sebagai hewan percobaan mendapat perlindungan yang sama seperti halnya hewan bertulang belakang yang lain.

Ada kepercayaan bahwa gurita yang sedang dalam keadaan stress akan memakan lengan-lengannya sendiri. Penelitian yang masih terbatas dalam bidang ini menunjukkan bahwa kelakuan abnormal gurita mungkin disebabkan virus pemakan sel (autophagy) yang menyerang sistem saraf gurita. Kelakuan memakan lengan sendiri mungkin dapat dianggap sebagai penyakit saraf (neurological disorder).

Pertahanan diri

Gurita biasanya memiliki tiga mekanisme pertahanan diri: kantong tinta, kamuflase dan memutuskan lengan

Gurita berwarna abu-abu pucat atau putih, tapi warna kulit bisa diubah sesuai warna dan pola lingkungan sekitar dengan maksud melakukan kamuflase (penyamaran). Pada kulit gurita terdapat kromatofora berupa lapisan kantung-kantung pewarna yang lentur dan bisa mengubah warna, opasitas dan refleksitas jaringan epidermis. Otot-otot di sekeliling kromatofora bisa membuat kantung-kantung pewarna menjadi kelihatan atau hilang. Kromatofora berisi pigmen berwarna kuning, oranye, merah, coklat, atau hitam. Sebagian besar spesies gurita memiliki 3 warna dari seluruh pilihan warna kromatofora yang ada, walaupun ada juga spesies yang memiliki 2 atau 4 warna. Sel-sel lain yang bisa berubah warna adalah sel iridophore dan sel leucophore (warna putih). Kemampuan berganti warna digunakan gurita untuk berkomunikasi atau memperingatkan gurita lain. Gurita cincin biru berubah warna menjadi kuning cerah dengan bulatan-bulatan berwarna biru jika merasa terancam sekaligus memperingatkan musuh bahwa dirinya sangat beracun.

Beberapa spesies gurita dapat memutuskan lengannya sendiri (ototomi) mirip cicak dan beberapa spesies kadal yang memutuskan ekor sewaktu melarikan diri. Lengan gurita yang sedang merangkak juga berfungsi sebagai pengalih perhatian bagi calon pemangsa dan berguna pada saat kawin.

Beberapa spesies gurita seperti gurita mimic memiliki sistem pertahanan ke-4 berupa kemampuan meniru bentuk hewan laut berbahaya seperti lionfish dan belut berkat tubuh yang lentur dipadukan dengan kemampuan berganti warna. Gurita mimic juga pernah didapati mengganti tekstur mantel agar kamuflase menjadi lebih sempurna. Mantel gurita mimic bisa terlihat runcing-runcing seperti rumput laut atau benjol-benjol seperti tekstur batu karang.

Reproduksi

Gurita jantan bereproduksi dengan meletakkan kantong spermatofora ke dalam rongga mantel gurita betina menggunakan lengan istimewa yang disebut hectocotylus. Lengan kanan ketiga biasanya menjadi hectocotylus. Pada beberapa spesies, gurita betina bisa menjaga sperma agar tetap hidup sampai telur menjadi matang. Setelah dibuahi, gurita betina bisa bertelur hingga sekitar 200.000 butir. Jumlah telur gurita bisa berbeda-beda bergantung pada masing-masing individu, familia, genus atau spesies. Gurita betina menggantung kumpulan telur berbentuk kapsul yang membentuk untaian di langit-langit sarang. Setelah telur menetas, larva gurita untuk sementara waktu melayang bersama kawanan plankton sambil memangsa pakan berupa copepod, larva kepiting dan larva bintang laut sampai cukup besar dan berat untuk berada di dasar laut. Beberapa spesies gurita dengan habitat di laut dalam tidak perlu melewati siklus melayang bersama kawanan plankton. Periode sebagai larva merupakan saat penuh bahaya karena larva gurita mudah dimangsa pemakan plankton sewaktu menjadi bagian dari kawanan plankton.

Alat indera

Gurita memiliki penglihatan yang baik

Pupil gurita berbentuk seperti lubang celengan sehingga dikuatirkan menderita kelainan refraksi berupa astigmat, tapi ternyata tidak jadi masalah bagi gurita yang berburu dengan penerangan yang kurang. Mata gurita “bisa” membedakan polarisasi cahaya tapi sepertinya buta warna. Dua organ khusus yang disebut statocyst yang terhubung dengan otak berfungsi sebagai alat pendeteksi posisi horizontal. Orientasi mata gurita dijaga oleh gerak otonomik (refleks) sehingga bukaan pupil selalu horizontal.

Gurita memiliki indera perasa yang luar biasa tajam. Alat hisap pada lengan gurita dilengkap dengan kemoreseptor sehingga gurita bisa merasakan benda yang disentuh. Lengan-lengan gurita memiliki sensor tekanan untuk mendeteksi lengan mana saja yang sedang dijulurkan, tapi memiliki kemampuan proprioseptif (perasaan posisi dan pergerakan badan) yang sangat rendah. Sensor tekanan tidak cukup memberi informasi ke otak perihal posisi badan dan lengan gurita. Sebagai akibatnya, gurita tidak memiliki kemampuan mengenal benda secara tiga dimensi (stereognosis) dari benda yang disentuhnya. Gurita bisa merasakan variasi tekstur pada benda yang disentuh tapi tidak bisa memadukan informasi untuk menerka bentuk benda yang sedang disentuh.

Gurita sedang merangkak

Susunan saraf otonom yang dimiliki setiap lengan menyebabkan gurita sulit mengetahui akibat dari gerakan yang dilakukan. Otak gurita mengeluarkan perintah tingkat tinggi untuk menggerakkan lengan, tapi instruksi yang lebih terinci untuk menggerakkan lengan diberikan oleh tali syaraf. Gurita tidak memiliki susunan syaraf yang memberi umpan balik ke otak tentang keberhasilan perintah otak untuk menggerakan lengan, sehingga mengamati gerakan lengan secara visual merupakan satu-satunya cara bagi gurita untuk mengetahui lengan yang diinginkan sudah bergerak atau belum.

Cara bergerak

Gurita berenang dengan kepala di depan diikuti dengan lengan-lengannya

Gurita bergerak dengan cara merangkak atau berenang. Gurita cukup merangkak ditambah sedikit berenang jika ingin bergerak secara perlahan dan hanya berenang jika ingin bergerak cepat-cepat. Gurita bisa bergerak cepat sekali sewaktu sedang lapar atau sewaktu dalam bahaya. Kadar oksigen dalam darah diperkirakan hanya sekitar 4% sehingga gurita mempunyai stamina rendah yang akibatnya merugikan kehidupan gurita di alam bebas.

Gurita merangkak dengan setiap lengan yang dimiliki, dan sering menggerakkan beberapa lengan secara sekaligus sewaktu bergerak pada permukaan yang padat sambil sekaligus menyangga bagian badan. Pada tahun 2005 ada laporan yang menulis bahwa sebagian gurita bisa berjalan dengan dua lengan pada permukaan yang padat sambil meniru bentuk buah kelapa atau kumpulan rumput laut.

Gurita berenang dengan semburan air seperti mesin jet yang berasal dari hasil kontraksi bagian mantel, sedangkan arah semburan air diatur dengan menggunakan tabung siphon.

Manfaat

Gurita sering ditangkap untuk digunakan sebagai bahan makanan, dipelihara di akuarium sebagai spesimen yang dipertontonkan, atau dipelihara sebagai hewan peliharaan.

Berbagai spesies gurita merupakan makanan bagi penduduk sejumlah negara di dunia. Lengan dan berbagai bagian tubuh gurita bisa menjadi berbagai macam variasi makanan.

Gurita merupakan makanan laut bagi penduduk di negara-negara Mediterania, Meksiko, dan bahan utama berbagai makanan Jepang, seperti sushi, tempura, takoyaki dan akashiyaki.

Hewan peliharaan

Gurita sedang mencoba meloloskan diri lewat sela-sela akuarium yang sempit

Gurita bisa dijadikan hewan peliharaan walaupun sulit untuk menjaganya agar tidak kabur. Gurita merupakan hewan cerdas dan memiliki kemampuan memecahkan masalah sehingga sering dilaporkan melarikan diri dari akuarium yang tertutup rapat. Beberapa gurita dalam satu spesies yang sama mempunyai banyak variasi ukuran dan umur. Gurita berukuran kecil bisa saja berukuran kecil karena memang baru lahir tapi bisa juga sudah dewasa, sehingga sulit menentukan harapan hidup gurita peliharaan. Spesies Octopus bimaculoides (California Two-spot Octopus) biasa dijadikan hewan peliharaan, karena sewaktu masih anak-anak berukuran sebesar bola tenis sehingga lama hidup sebagai hewan peliharaan bisa diperkirakan.

Gurita adalah binatang yang sangat kuat bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Gurita yang dipelihara sebagai hewan peliharaan bisa membuka tutup akuarium dan bertahan hidup cukup lama di luar air sebelum masuk ke akuarium di dekatnya dan menyantap ikan-ikan yang ada di dalamnya. Gurita juga bisa menangkap dan memangsa beberapa spesies ikan hiu.

Mahad Said Bin Zaid Batam


Catatan kecil dari perjalalan ke beberapa negara tetangga mengenalkan Mahad Said bin Zaid
Mahad ini terletak di daerah Tembesi Batu Aji  Batam Indonesia, tepatnya di komplek perguruan Muhammadiyah Asean.  Bekerja sama dengan Muhammadiyah, Mahad ini adalah Mahad yang ke 17 di bangun oleh Asian Mouslim Charity Foundation (AMCF).

Keistimewaan dari Mahad ini dibanding dengan Mahad Mahad lainnya mungkin  adalah letak nya yang stategis, berdekatan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Asean seperti, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Birma (Myanmar), Laos. Negara tetangga Indonesia yang disebutkan diatas, dengan mudah pelajarnya dapat mengunjungi Batam, seperti dari Vietnam misalnya, dengan Bus pun dapat di tempuh ke Batam, tentunya sampai ujung semenanjung Malaysia (Johor Bahru). Dari Johor baru naik Ferry ke Batam di tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Alternatif lain adalah melalui udara, dari Ho Chi Min City (Vietnam)  –  Kuala Lumpur dan dari Kuala Lumpur – Batam, khusus untuk penerbangan dari Kuala Lumpur – Batam saat ini hanya ada  3 kali penerbangan dalam seminggu yaitu Sabtu, Selasa dan Kamis.  Tetapi dengan Ferry dari terminal Stulang Laut Johor Bahru ada ferry  mulai dari pukul 8.30 pagi hinggalah ke  pukul 6.30 petang dan ada setiap jam nya. Dari Singapura ke Batam pula banyak Ferry yang dapat di gunakan, Ferry terakhir dari Singapura ke Batam adalah pukul 21.00 wibb.

Singapura

ustaz Hussain Presiden Muhammadiyah Singapura

Pelajar Singapura yang ingin belajar ke Mahad Said bin Zaid Batam dapat menghubungi Muhammadiyah Singapura, Komplek Muhammdiyah terletak di  14 Jalan Selamat Singapore 418534 Tel: (65) 6 242 7388 Fax: (65) 6 449 2781 Email: secretariat@muhammadiyah.org.sg Ustaz Shaik Hussain Shaik Yacob adalah President of Muhammadiyah Association of Singapore.

Beberepa kali ustaz Hussain ini  datang ke Batam, dan  pernah bertemu secara langsung di Batam dengan Syaihk Khoori dari AMCF membicarakan soal mahad, di Singapura pun berdiri Mahad serupa, tetapi meskipun di Singapura ada Mahad tak membuat pelajar dari Singapura tidak boleh belajar di Batam.

Dari Singapura ke Batam setiap 15 menit ada ferry, dan ada beberapa titik point kedatangan seperti di Batam center, Harbour Bay, Nongsa point Marina, Sekupang.

Malaysia

Awal Mahad ini di buka Oktober 2009 silam,  seorang pelajar dari Malaysia Johor Bahru mendaftar di Batam tetapi karena hasil dari penilaian,  ianya telah dikirim ke jenjang yang lebih tinggi yaitu ke Mahad yang berada di Jakarta. Jadi Mahad di Batam baru menerima pelajar yang masih azas sekali.

Di Malaysia koordinator pengiriman pelajar yang ditunjuk adalah Ustaz Abdul Wahab, beliau bertempat tinggal di Kulim Kedah Malaysia, beliau juga adalah pengurus Muhammadiyah Internasional, acap bepergian ke merata tempat ke beberapa negara tetangga asean terutama ke tempat tempat suku terasing dan minority muslim disana, no kontak person nya adalah +60134070100.

Selain ustaz Abdul Wahab ustaz Hussain Yee di Pertubuhan Al-Khaadem Lot 1034 Jalan Cempaka  Sungai Kayu Ara

47400 Petaling Jaya  Selangor Darul Ehsan Malaysia Tel: +60(0)3 7726 4146  +60(0)3 7724 1590  Fax: +60(0)3 7726 4149  Email: alkhaadem.my@gmail.com Dan Buya Umar yang bertempat tinggal di Taman Maluri di nomor hp +60133409842.

Bila dari Malaysia,  pelajar dapat menyeberang langsung dari terminal ferry  Stulang Laut, atau Pasir Gudang di Johor Bahru, kalau dengan pesawat Udara hanya melalui Kuala Lumpur dan sementara ini penerbangan yang ada 3 kali sepekan.

Thailand

Ustaz Yusuf dari Patani Ketua Muhammadiyah Thailand, Baba Yee dari Yala

Dari Thailand ada beberapa pelajar yang sudah belajar di Mahad Said bin Zaid ini, mereka dikirim oleh ustaz Muhammad Yusuf orang di sana memanggilnya ustaz Su, ustaz Su ini bertempat tinggal di Patani Thailand Selatan, beliau aktif di Muhammadiyah Tahiland terutama di 5 provinsi bagian selatan yaitu Patani, Yala, Narathiwat, Songkla dan Petun. no hp yang dapat di hubungi adalah +66812755710.

Di Yala ada juga seorang ustaz yang di panggil Baba Yee (Baba Ji), disitu pun ada Nick Naseer mantan ketua pemuda muslim Thailand (Youth Musling Assioation of Thailand) dan Rasyidi ketiganya cukup kooperatif membantu pelajar yang ingin belajar di Mahad Said bin Zaid.

Untuk daerah tengah Thailand seperti provinsi Krabi, Puket dan provinsi provinsi yang berdekatan dengannya, disitu ada ustaz Daud Jaru, kita  dapat menghubungi hp nya di +66814151863, sementara untuk utara Thailand seperti di provinsi Chiang Rai , Chiang Mai, Udhon Thani, Pha Yao. Lampang kita  dapat berkoordinasi dengan ustaz Ahmad Siddiq di HP no +66871835027.

Dari Tahiland ke Batam dapat dengan mudah di tempuh dengan bus, seperti dari Chiang Mai misalnya dengan bus ke Bangkok dari Bangkok ada bus langsung ke Kuala Lumpur dan dari Kuala Lumpur dengan penerbangan ke Batam , atau dilanjutkan dengan Bus ke Johor Baru atau Singapura. Dan ada juga kereta api yang langsung ke Pulau Pinang Malaysia dan dari Pulau Pinang ada kereta api yang langsung ke Singapura. Dan ada juga bus yang langsung ke Johor Bahru. Banyak pintu masuk ke Malaysia, seperti dari Sungai Golok di Kelantan, baru baru ini pemerintah Malaysia telah membuka satu pintu masuk lagi yang berbatasan dengan provinsi Narathiwat

Penerbangan murah dari Chiang Mai ke Kuala Lumpur atau ke Singapura pun ada, begitu juga dari Puket, Krabi maupun dari Yala (Hat Yai) ke Singapura.

Myanmar

Imam masjid Ta Chi Lek Myanmar (Burma) ustaz Din dari Chiang Rai dan Nasser dari Rangon

Dari Myanmar pelajar yang ingin belajar ke Batam boleh berkoordinasi dengan Imam Masjid Ta Chi Lek, kota Ta Chi Lek adalah kota yang paling dekat dan berbatasan dengan Mae Sai di Tahialand Utara, agak sulit memang pelajar yang akan ke luar dari negara Yunta Militer tersebut, tetapi Imam masjid akan berkoordinasi dengan pengurus yang ada di Chiang Mai Thailand yaitu dengan ustaz Ahmad Siddiq.

Selain ustaz Ahmad Siddiq di Chiang Rai Thailand,  ada seorang ustaz Din namanya tinggal di pondok pesantern Ban Huei Chiang Rai.  Ustaz ini dapat berbahasa melayu dan siam logat Myanmar tentunya. Lagian  orang – orang Thailand yang mempunyai KTP (ID Card) tak memerlukan pasport untuk masuk ke Ta Chi Lek Myanmar, begitu pun sebaliknya cukup meminta surat keterangan di kantor imigrasi yang ada di dekat border (perbatasan) kedua negara itu.

Disitu pun ada seorang relawan yang akan ke Rangon (Yang Gon) dan kebeberapa provinsi lainnya yang ada di Burma untuk memberitahukan keberadaan Mahad ini, karena Mahad Said bin Zaid ini memberikan Bea Siswa kepada pelajar yang hendak belajar termasuk pemondokan dan membantu pengurusan visa.

Sama dengan pelajar dari Thailand, pelajar dari Myanmar khususnya dari kawasan timur bila hendak ke Batam di awalai melalui Chiang Mai, kecuali pelajaar yang berbatasan dengan provinsi Krabi atau Puket yang berbatasan juga dengan Myanmar dapat berkoordinasi dengan ustaz Daud Jaru.

Laos

Masid Kamboja Vientiane Laos, Imam masjid Kamboja (ustaz Vina) , Imam masjid Pakistan dan beberapa tetamu dari Malaysia

Di Laos, tak banyak umat muslim tetapi bukan berarti tidak ada pelajar yang ingin belajar keluar negeri terutama untuk belajar bahasa arab dan studi Islam, sebagaimana permohonan imam masjid Kamboja beberapa tahun dulu ketika kami mengunjungi beliau, kini imam masjid itu telah tiada.

Pengganti nya adalah Imam masjid yang baru bernama ustaz Vina tinggal di Vientiane ibukota negara Laos, masjid Kamboja adalah nama masjid disitu, karena disitu banyak komunitas orang – orang yang datang dulunya dari Kamboja. Imam masjid ini dapat berbahasa melayu karena pernah belajar Islam di Sungai Golok Kelantan Malaysia. Masjid Kamboja terletak sekitar 3 kilo meter dari masjid Pakistan yang berada di tengah kota Vientiane. Hanya ada dua masjid di Vientiane.

Masjid Kamboja ini lah sekarang menjadi pusat komunitas muslim di Laos, dibanding tahun lalu saat kami mengunjungi masjid itu,  kini kondisi masjid sudah terlihat bagus, terutama  lantainya  sudah dipasang dengan karpet,  masjid Kamboja ini sekarang  untuk jumatan warga muslim dari perwakilan negara sahabat yang  muslim. Kalau dulu adalah masjid Pakistan

Tidak sulit untuk menghubungi ustaz Vina, karena sehari hari beliau berjualan (retail) di rumah nya yang tak berapa jauh lokasinya  dari masjid.

Perjalanan ke Batam tidak hal yang sulit, dari perbatasan Nong Kai  yang hanya berjarak puluhan kilometer dari Vientiane, naik tuk tuk misalnya kita sudah sampai ke wilayah Thailand, kalau sudah di Udhon Thani misalnya banyak sekali Bus-Bus yang akan ke Selatan .

Kamboja

ustaz Abdullah (dua dari kiri) dari Provinsi Kampong Champa Kamboja pengurus Muhammadiyah Kamboja

Phnom Penh, ibukota Kamboja ini banyak orang muslimnya yang dapat berbahasa melayu, mereka sering bepergian ke Malaysia, termasuk lah Imam besar masjid Dubai, Imam Ahmad Hasan namanya, salah seorang putra Imam Ahmad Hasan yang bernama Younus dapat dengan fasih berbahasa melayu. Di masjid Dubai itu adalah tempat jumatan para pegawai kedutaan yang beragama Islam. P elajar yang ingin belajar ke Batam dapat berkoordinasi dengan saudara Younus atau Imam Ahmad Hasan.

Kamboja terdiri dari 36 provinsi, salah satunya provinsinya adalah Ratanakiri, di provinsi paling utara Kamboja yang berbatasan dengan Laos dan Vietnam ini ada seorang ustaz bernama Abdullah, beliau menjadi Dai di kampung – kampung yang berada di provinsi itu. Pria muda lulusan dari Universitas Islam Antara Bangsa (UIA) Malaysia ini membaktikan dirinya untuk umat, Provinsi Ratanakiri baru terbuka terhadap Islam ini banyak di huni oleh orang orang dari suku Champa yang berasal dari Provinsi Kampong Champa yang  hijrah kesana, tetapi disana pun banyak bagian dari klan suku champa (chere namanya) yang sudah menganut  Islam tetapi masih memelihara dan mengkonsumsi babi, malah sebagian besar mereka belum di khitan.

Ada 5 pelajar yang hendak dikirim dari sana, saat ini agak kesulitan mendapatkan visa pelajar dari KBRI Indonesia di Phnom Penh, mereka juga kesulitan saat ini untuk menyeberangi perbatasan Thailand. Jadi keluar lebih mudah dengan pesawat terbang

Dari Phom Penh ke Bangkok naik bus hanya 18 Us $, di tempuh sekitar 12 jam, adanya ketegangan politik kedua negara agak berpengaruh dengan lalu lintas di perbatasan.

Sekitar 3 jam perjalanan dengan bus dari Phnom Penh ke arah utara terdapat satu Provinsi Kampong Champa namanya, di satu distrik di provinsi itu hampir seratus persen penduduk nya beragama Islam.  Namun dilihat dari segi pengamalan Islam masih jauh dari saudara di negara lain misalnya Indonesia dan Malaysia.

Seperti masih ada muslim yang tidak sembahyang dan tidak berkhitan tetapi mereka tetap masih mengaku Islam, dan mereka pun di faslitasi oleh pemerintahan Kamboja  mempunyai Imam khusus. Jadi ada dua Imam disana.

Vietnam

ustaz Ahamd Thalib dari Chou Doc Vietnam (tengah) pengurus Muhammadiyah Vietnam

Negara Komunis ini sekarang agak membuka diri terhadap kehidupan beragama, di Hanoi ada sebuah masjid yang dulunya bekas Kuil , masjid An Nour namanya, tak banyak komunitas muslim di Hanoi, sehingga tak terlalu di harapkan ada pelajar yang akan datang ke Batam untuk belajar bahasa Arab dan studi Islam. Namun demikian tiga orang staf KBRI di Hanoi, yaitu Rizal alumnus dari salah satu dari Universitas Muhammadiyah di Indonesia dan Marbun orang Batak yang sudah muslim serta Ryan yang sekarang sedang menyelesaikan S1 nya di universitas terbuka ini siap sedia mengurus jika ada pelajar yang akan belajar di Batam.

Di Hanoi pun ada seorang yang peduli tentang pendidikan yaitu pengelola restoran Risa , restoran yang menyediakan makanan halal ini banyak dikunjungi oleh muslim yang memang peduli tentang makanan halal. Ben Taat demikian namanya, kepada cik Ben Taat pun kami minta kesediannya untuk membentuk dan mengetuai Komunitas Muslim Hanoi, dan kesediaan tempat tinggal nya yang juga sekaligus tempat usahanya ini menjadi sekretariat dari Komunitas tersebut. Tentunya dengan melibatkan Imam masjid An Nour.

Ho Chi Min city adalah kota terbesar ke dua di Vietnam terletak di sebelah selatan vietnam, salah seorang Imam masjid besar Ho Chi Min yang bernama ustaz Azim dapat membantu mengirimkan pelajar yang akan ke Batam, beliau tinggal di komplek masjid itu juga sehingga tidak lah sulit untuk menemuinya  .

Di Provinsi Phang Rang ada seorang yang bernama Sani, sehari-hari pemuda ini  menjadi guru bahasa inggris, dia juga dapat berbahasa melayu, lulusan dari Universitas Islam Antarabangsa (UIA) Malaysia ini, sangat antusias membantu mengabarkan keberadaan Mahad said bin Zaid di sana. Agak unik kehidupan Islam di Phang Rang, ada tiga imam islam disana, mereka ahampir keseluruhan nya bersaudara tetapi cara pengamalan Islam nya sunggu berbeda. Shalat misalnya cukup di wakilkan kepada imam imam yang ditunjuk atau diangkat atau memang dari dulunya faktor aketurunan. Pemerintah komunis Vietnam ini pun telah membuka diri terhadap kehidupan beragama.

Sekedar untuk diketahui  menurut sejarah Kerajaan Islam Champa, Raja nya belum sempurna mengamalkan ajaran Islam , dan provinsi Phang Rang yang sekarang ini adalah daerah paling terakhir dapat ditaklukkan oleh Vietnam.

Arah ke Barat dari Ho Chi Min ada satu distrik Chou Doc namanya, enam jam perjalanan dari Ho Chi Min untuk kesitu,  berdekatan dengan Phno Penh Kamboja, disitu ada ustaz Ahmad Thalib, pengurus Muhammadiyah disana, ustaz ini pernah ke Indonesia dalam salah satu kesempatan Muktamar Muhammadiyah. Pelajar yang hendak ke Batam pun dapat berkoordinasi dengan nya. Ribuan Muslim yang mendiami distrik tersebut, banyak dari mereka masih keturuan suku Champa.

Kesiapan Mahad

Masing masing negara punya kebijakan terhadap warga nya, untuk pengurusan paspor misalnya tak begitu mudah bagi warga muslim di Thailand Selatan.

Syarat yang di tentukan oleh Mahad bagi pelajar harus lulusan sekolah menengah misalnya agak sulit di dapat di Kamboja, mereka hanya lulusan menengah pertama kemudian tak ada sekolah yang dapat menerima mereka terutama yang jauh dari ibukota.

Bahasa , juga cukup menjadi kendala, pelajar yang dari Vietnam tak dapat berbahasa melayu, apalagi inggris, begitu pun yang berasal dari Kamboja Laos dan Myanmar. Banyak dari mereka belum dapat membaca Al Quran, bahkan syahadat pun mereka belum bisa.

Semoga dapat bermanfaat dan berguna.

Semalam Di Hanoi


Ben Taat Haji Alias pemilik dan pengelola Risa Restorant Halal Food terletak di 90 Nguyen Huu Huan str Hanoi yang hanya ada satu di Hanoi, "malam ini pak Imbalo tak usah bayar, semua gartis, saya berniaga tak semata mencari untung"ujar pak Ben,

Iya semalam aku di Hanoi, untuk kedua kali nya aku ke Hanoi, dari Veintiane ibukota Laos ke Hanoi ibukota nya Vietnam ini kudatangi melalui darat dengan bus, tahun lalu awal Maret 2008 aku malah  dari Hanoi dulu baru ke Vientiane, jadi sekarang sebaliknya. Waktu itu aku dari Ho Chi Min naik bus selama hampir 50 jam baru sampai di Hanoi.

Sejak dari  Vientiane lagi kantor kedutaan besar republik Indonesia (KBRI) telah kuhubungi, berkali kali tak ada sambungan, melalui hand phone pun ku hubungi. Ku coba menghubungi Batam memastikan benarkah nomor kantor KBRI yang ada padaku, “iya benar pak” ujar Aries sembari menjelaskan iyanya pun mencoba menghubungi nomor kantor KBRI itu tapi  tak ada sambungan. Ternyata nomor telpon KBRI Hanoi yang terletak di 50 Ngo Quyen Street ini semula (84-4) 8253353 telah berubah menjadi (84-4) 38253353 jadi di tambahain angka 3 di depannya.

Aku kehilangan nomor telepon genggam bang Marbun, begitu pun nomor telpon yang lainnya, hilangnya saat di lapangan terbang Senai  Johor Bahru Malaysia, tahun lalu. Tas  ku rusak kuncinya saat handling di bandara Senai penerbangan ku saat itu dari Bangkok ke Senai (johor dengan pesawat Air Asia, sehingga isi saku tas itu yang berisi kartu – kartu nama yang ada pada tas itu berhamburan. Celaka nya lagi nomor yang sempat ku simpan dalam telepon genggamku sim card nya adalah nomor Vietnam saat itu.

Akh sudah lah pikirku, nanti sesampai di stasiun bus langsung saja ke kedutaan.

Di depan kantor KBRI Hanoi 50, Ngo Quyen Street Hanoi

Aku berangkat dari Veintiane dengan bus berangkat pukul 7 petang hari Senin (30/12) ongkos nya 15 US $,  diantar dari tempat penjualan tiket di central city (kota) ke terminal bus, tempatnya agak di luar kota. Pengalaman tahun lalu susahnya mencari makanan halal di sepanjang perjalanan, dari Vientiane telah kupersiapkan dulu makanan yang akan kubawa.

Sekitar 7 jam perjalanan dari Vientiane kita akan sampai di perbatasan (border), Nam Phao , yaitu sekitar pukul 2 tengah malam, di border ini tak seorang petugas pun yang ada disitu, sehingga seluruh orang dan kenderaan yang akan melintas batas baik dari dan ke Vientiane harus menunggu hingga pagi hari pukul 7.

Awal bulan Desember 2009 ini udara tak se sejuk tahun lalu, di bulan maret 2008 suhu mencapai 10 derajat selsius sehingga siswa-siswa di sana di liburkan.

Dari border Nam Pho sampai ke terminal bus di Hanoi hari menjelang petang, ukh lama sekali pikir ku, bus ternyata berpautar putar mengantari penumpang, dari terminal bus yang memang terletak di luar kota itu aku naik taxi  seharga seratus lima puluh  (150) ribu dong.

Mengenalkan Mahad Said Bin Zaid Batam

Perut ku sungguh terasa lapar, sebagaimana janji bang Marbun atau tepat nya SRIOTIDE MARBUN  “bang nanti kalau ke Hanoi lagi soal makanan tau beres lah” katan ya, benar benar malam itu aku nikmati, semangkuk daging sup hangat, berikut sepiring sayuran dan 2 potong ayam goreng masuk semua kedalam perutku. Teh tarik pun ada disitu, segelas ku pesan untuk menghapus dahaga.

Lapangan Terbang Internasional Hanoi, dari kota ke lapangan terbang dengan suthle bus hanya 4 US $

“Bang Rizal tak bisa ikut menemani, demikian juga Ryan”, jelas bang Marbun mereka sibuk melayani tamu dari DPRI komisi I yang sedang melakukan kunjungan kerja ke KBRI di Hanoi itu.

Ketiga pria ini adalah staf KBRI di Hanoi, ketiga nya adala juga jamaah masjid An Nour Hanoi yang aktif menjadi pengurus disitu, masjid yang cuma satu satunya ada di Hanoi itu, kini memiliki Imam masjid orang Vietnam asli.

Selepas makan seorang pria paruh baya datang menghampiri, Ben Taat Haji Alias demikian namanya adalah pemilik restoran Halal yang tinggal satu satunya yang masih bertahan tetap buka di Hanoi, “mahal sewa tempat disini ” jelas pak Ben demikian aku memanggil nya , banyak yang kami ceritakan tentang perkembangan Islam tentunya , demikian juga dengan pengiriman pelajar dari Vietnam Hanoi khususnya yang berminat belajar di Mahah Said bin Zaid  Batam , karena memang salah satu tujuan perjalananku di sana untuk mengenalkan Mahad tersebut sekaligus tentunya bersilaturahmi dan mengunjungi tempat makanan halal yang ada di Hanoi.

Assosiasi Muslim Hanoi (Vietnam)

RISA RESTORANT Malaysia, Indonesian & Indian cuisine yang di kelolah oleh cik Ben yang fasih berbahasa melayu ini terletak di 90 Nguyen Huu Huan Hanoi. Pak Ben agak terkesima saat ianya ku minta untuk mengetuai Komunitas Muslim Hanoi, karena sampai saat ini di Hanoi belum ada Assosiasi tentang itu.

Hal ini pun ku utarakan kepada bang Rizal, bang Rizal adalah salah seorang alumnus universitas Muhammadiyah di Kalimantan menjadi staf lokal disitu, juga kepada bang Ryan dan bang Marbun, salah satu fungsinya dan tugasnya yaitu tadi untuk merekomendasi   pelajar yang akan belajar ke mahad Said bin Zahid, mahad yang baru di buka ini menerima dan meberikan bea siswa khusus kepada pelajar dari Asia Tenggara.

Malam itu aku tidur di Hotel persis di samping Restoran Risa, lumayan bersih dengan tarif 24 US $ semalam, tak jauh dari situ ada warung internet. Selepas mandi dan mengisi kembali battery chas handy cam, aku bergegas ke wanet dan memposting tulisan ini.

Mereka Mengaku Muslim Tetapi Belum Di Khitan……………


Catatan perjalanan dari beberapa negara tetangga di asean minoritas muslim

Bersama Tuk Hakim panggilan untuk tetua kampung orang yang berhak menikahkan pasangan yang akan melangsungkan perkawinan di kampung yang sama di provinsi Phang Rang Vietnam sebelah kiri saya adalah Imam Masjid bernama Haji Yahya melaksanakan syariat Islam, di sebelah kakan adalah Tuk Hakim dari Suku Champa Bani Imam masjid yang hanya shalat jumat saja itu pun hanya dua kali sebulan dan jamaah tak perlu shalat di wakilkan 19 Imam yang diangkat, kedua mereka ini adalah abang beradik.

Bersama Tuk Hakim panggilan untuk tetua kampung orang yang berhak menikahkan pasangan yang akan melangsungkan perkawinan di kampung yang sama di provinsi Phang Rang Vietnam sebelah kiri saya adalah Imam Masjid bernama Haji Said melaksanakan syariat Islam, di sebelah kanan adalah Tuk Hakim dari Suku Champa Bani Imam masjid yang hanya shalat jumat saja itu pun hanya dua kali sebulan dan jamaah tak perlu shalat di wakilkan 19 Imam yang diangkat, kedua mereka ini adalah abang beradik kandung.

Hampir tiga pekan lamanya saya dalam perjalanan ke negera – negara tetangga Asean yaitu sejak Ahad 22 Nopember 2009, pagi, sekitar pukul 10 dengan ferry dari Batam Center Indonesia, menuju Singapura, dari Singapura melalui Johor Bahru Malaysia menuju Hatyai Thailand Selatan, dari Hatyai ke Bangkok dan dari Bangkok ke Chiang Rai, karena tidak ada bus langsung kesanaa, Chiang Rai satu provinsi paling utara dari Thailand ribuan kilometer di tempuh dengan bus, cukup memenatkan memang, tiba di satu kampung dekat provinsi Pha Yao kami bersama rombongan dari Malaysia dan dari Patani serta Yala Thailand Selatan melaksanakan shalat idul adha dan memotong hewan qurban.

Sebagian teman ada yang pulang ke Malaysia melalui Bandara Chiang Mai ke Kuala Lumpur ada yang dengan Bus ke Patani, sementara saya melanjutkan perjalanan ke Myanmar, di kota Tachilek.  Ke Vientiane Laos yang sedang berlangsung Sea Games, dan di lanjutkan dengan Bus dari Vientiane ke Hanoi ibukota Vietnam. Dari Hanoi ke Cho Ci Min City (Saigon) saya naik Vietnam air, karena bila di tempuh dengan bus hampir 50 jam.    Dari Cho Ci Min city di Vietnam saya ke Phnom Penh Kambjoa dengan ferry, menyusuri sungai Mekong yang membela kedua negara bertetangga itu.

Phnom Penh Kamboja

Pada Sabtu  (5/12) pekan lalu dengan mini bus dari Phnom Penh saya menuju ke satu provinsi Rattanakiri namanya salah satu provinsi paling utara di Kamboja yang berbatasan langsung dengan Vietnam. Hampir dua belas jam perjalanan, berangkat pukul 6 pagi tiba di sana menjelang magrib, tak sulit mencari rumah kediamana orang orang suku Champa, dengan memberikan telepon genggam kepada supir bus mini (ven orang disana menyebutnya), tiba di rumah seorang kepala suku champa (orang yang dituakan) Tuk Hakim, panggilan kepada kepala suku champa di situ, dirumah nya malam itu saya menginap. Di situ pula telah menaunggu ustaz Abdullah pria (32) asal provinsi kampong Champa, dengan dua orang teman nya sebaya dan sesama dai yang di tempat kan di beberapa kampung suku suku bukit masih satu klan dengan suku champa. Di Kamboja ada 36 provinsi.

Banyak hal yang kami bicarakan malam itu diantara nya jalan ke provinsi itu baru saja dapat dilalui dengan bus satu hari seperti sekarang ini. “Sebelum nya untuk mencapai ke mari diperlukan minimal 5 hari perjalanan ” ujar ustaz Abdullah, Tok Hakim tersenyum senyum mendengar nya karena beliau kurang faham bahasa melayu.

Sebagaimana di rencanakan pagi esok Ahad (6/12) kami akan kembali ke Phnom Penh -Ibukota negara Kamboja, dengan menyewa taxi sebesar 120 US $, sebelum kembali ke Ibukota Negara yang sekarang sedang bertelakah dengan Thailand ini Duta besar masing masing sudah tidak ada di tempat jadi suasana memang agak memanas, kami akan menungjungi tiga buah kampung,  bersama ustaz Abdullah, ustaz muda yang baru berusia 32 tahun ini tinggal di kampung yang sangat terpencil Kampung Song Kat namanya, dari wilayah Rattanakiri dengan taxi yang kami sewa tadi jauh perjalanan di tempuh selama satu jam, arah ke timur dekat perbatasan dengan Vietnam

Ada tiga buah masjid di tiga buah kampung yang berlainan, masjid masjid tersebut sama persis bentuk dan ukuran dan warnanya, karena memang  di bangun oleh hartawan dari Kuwait, di ketiga kampung berjarak puluhan kilo meter itu juga di tempat kan dai dai muda oleh Muhammadiyah Internasional, mereka berbaur dan tinggal dengan penduduk asli kampung tersebut.

Di Kamboja terdapat lebih satu juta penduduk muslim dari keturuan Champa, banyak diantara mereka yang hanya mengaku beragama Islam, terutama di daeah utara tadi, dan di beberapa provinsi lainnya, dan yang paling banyak muslim nya berada di provinsi Champa, kalau kita naik bus dari Phnom Penh kurang lebih tiga jam perjalalan.

“Di provinsi Rattanakiri ini hampir semua muslim adalah muhajirin” jelas ustaz Abdullah, maksud nya orang champa yang merantau datang ke kesitu baru sekitar 5 tahun lalu, “Dulu jalan yang kita lalui ini adalah jalanan gajah, oleh penduduk vietnam dan kamboja, karena mereka memang bersaudara” tambah ustaz Abdullah lagi. Dan memang bahasa di perbatasan antara Kamboja dan Vietnam itu sama belaka.

Jalanan Gajah itu kini sudah mulus, kami masuk ke vietnam dari kamboja, hanya berjalan kaki, tanpa pemeriksaan imigrasi, meskipun disitu terdapat petugas imigrasi dan bea cukai,  dia hanya melihat muka dan tentunya ada seorang warga masing masing negara yang menjaminnya, karena muka orang indonesia sama dengan vietnam dan kamboja, tak mencurigakan petugas yang berada di border (perbatasan) melihat saya dan membiarkan kami berlalu dari Kamboja ke Vietnam. Padahal sebelum nya Jumat (5/12) dari Chou Doc Vietnam saya masuk ke Phnom Penh dengan ferry harus membayar sebesar 25 US $ sekali masuk meskipun sesama negara asean warga negara indonesia di kenakan visa kunjungan.

Jalanan gajah,  tak terbayangkan dulu kawasan itu memang banyak gajah, dan memang terlihat di sepanjang perjalanan pohon bambu memenuhi hutan di kawasan itu, dan hingga sekarang pun hasil hutan dan pertanian lainnya dari provinsi paling utara kamboja yang juga berbatasan dengan negara Laos itu tersedot ke Vietnam , “seluruh sepanjang jalan ini di bangun oleh kerajaan Vietnam” jelas ustaz Abdullah yang dulu pernah belajar di Sei Golok Malaysia itu sehingga dengan fasih dia dapat berbahasa melayu logat Kelantan tentunya.

Islam di Phnom Penh, hampir memenuhi di sepanjang pantai sei Mekong, salah satu sungai terpanjang di dunia itu melalui beberapa negara, sampai ke Kamboja, di sepanjang tepi sungai yang kami lalui banyak terdapat masjid masjid, tetapi sama dengan keberadaan muslim di Vietnam di Kamboja pun ratusan ribu muslim yang mengaku muslim belum dapat sembahyang, terkadang untuk mengucapkan syahadat saja pun mereka susah, terlebih ada sebuah kaum yang menyebut kaum nya adalah Islam Sejati semacam Islam Bani kalau di Vietnam , yang seluruh pengikut nya tak perlu sembahyang cukup di wakil kan kepada Imam nya saja, dan para Imam itu pun tak sembahyang (shalat) lima kali sehari semalam, tak berpuasa sebagai mana lazimnya , mereka cukup sebulan dua kali saja.

Di Kamboja terdapat dua mufti Islam , satunya ya itu tadi mufti bagi orang orang suku Champa yang mengaku Islam tetapi tidak shalat. “Tetapi mereka pun tak nak bertukar agama dengan agama yang lain” jelas ustaz Abdullah lagi di sepanjang perjalanan kami menuju Phnom Penh. Karena ada beberapa rumah Ibada agama non Islam yang terdapat juga di sepanjang perjalanan. Dan yang lebih menarik lagi persis di samping masjid yang sudah di bangun oleh hartawan dari Kuwait tadi , pun berdiri juga rumah ibadah non Islam.

Mereka belum di Khitan

“Mereka masih memelihara babi” ujar ustaz Abdullah lagi, ustaz yang baru di karuniaa anak satu ini, juga bercerita tak satu pun dari mereka yang berkhitan, hal itu saya tanyakan langsung kepada beberapa penduduk yang berada disitu. Ternyata memang seluruh mereka yang berjumlah ribuan itu belum pun di khitan. Khitan menanda kan seorang muslim bukan saja tak dilaksanakan di Kambjoa tetapi di Vietnam pun puluhan ribu orang yang mengaku muslim dari suku Champa belum di khitan, dengan tersipu malu malu tuk hakim sebutan untuk ketua orang orang dari suku champa itu ada juga yang belum di khitan.

“Disina tak satu pun ada dokter yang muslim” ujar ustaz Abdullah lagi, itulah salah satu permintaan beliau seandainya ada universitas kedokteran yang mau menerima dan menanggung bea siswa bagi pelajar dari Komboja utuk belajar di Indonesia. “Apakah Muhammadiyah mau menampung pak ” pinta ustaz Abdullah lagi, karena sebagai mana di ketahui oleh ustaz yang berjuang dan  berdakwa di daerah terpencil dengan kehidupan seadanya itu  tahu kalau Ormas seperti  Muhammadiyah banyak memeliki Universitas.

Ustaz Abdullah tahu kalau saya dari Muhammadiyah Batam tetapi dia tak tahu kalau saya adalah anggota biasa saja, yang tak punya akses ke perguruan Muhammadiyah apalagi  yang menyangkut bea siswa, tetapi sungguh terharu, melihat anak anak dan keluarga dari suku Champa (chere mereka menyebut nya satu dari bagian dari suku Champa) ini yang tetap mengaku muslim selama hampir 400 tahun kerajaan Champa “hilang” dari muka bumi ini, terdampar di berbagai negara, tinggal di pelosok pelosok di bukit bukit dipinggir pinggir laut di di tepi pantai, nyaris tak terpantau saudara saudara mereka sesama Muslim.

Malam itu menjelang Isya kami sampai di Provinsi Kampong Champa, kerumah ustaz Abdullah dibesarkan oleh orang tuanya yang telah berpulang kerahmatullah sejak ia berusia 12 tahun, rumah kayu berpanggung hampir setinggi 4 meter itu terlihat kusam. Ustaz Abdullah adalah bungsu dari 5 bersaudara, dari satu pondok ke pondok lain dari satu madrasah ke madrasa lain dia belajar agam Islam, tak hanya di Kamboja saja di belajar jauh sampai ke Thailand Selatan di Sei Golok dan juga ke Malaysia.

Malam itu pun kami di jamu makan oleh tetangga ustaz Abdullah, yang kebetulan seorang putra dari sang empunya rumah itu dan 4 orang temann ya akan belajar di Indonesia mendapat bea siswa  dari  Mahad Said bin Zahid Batam yang terletak di Batu Aji di Komplek Perguruan Muhammadiyah Asean yang baru akhir tahun ini dibuka dan menerima pelajar pelajar khusus ditujukan kepada pelajar dari negara tetangga asean diberikan bea siswa.

Dan memang perjalanan saya kali ini ke beberapa negara tetangga salah satu nya memberitahukan keberadaan Mahad Said bin Zahid di maksud.Dan sengaja pula kedatangan saya ke Provinsi Kampong Champa itu hendak melihat calon pelajar mahad dan bertemu dengan keluarga mereka.

Wassalam

Jin dalam Islam


Masji Jin terletak kurang lebih 1,5 Km dari Masjidil Haram di Makkah.

Masjid Jin terletak kurang lebih 1,5 Km dari Masjidil Haram di Makkah.

Bicara tentang Jin di dalam Islam banyak refrensi nya, orang awam sekalipun tahu, dalam surat An Nas misalnya tertulis minal jinnati wannas, An Nas salah satu surah dari jus ke 30 ini adalah menjadi surah hafalan wajib di sekolah kami, dari mulai Taman Kanak-Kanak hingga ke Sekolah Menengah Atas. Malah ada surah ke 72 yaitu surah A Jin.

Sewaktu pergi menunaikan ibadah haji salah satu tempat yang ingin sekali kulihat adalah masjid Jin, Alhamdulillah beberapa kali sempat shalat di masjid yang bersejarah itu. Terpikir juga saat itu, dimana ya Jin-Jin yang berada di seputaran masjid itu shalat nya?. Karena begitu penuh nya jamaah yang shalat sampai ke beranda luar masjid, nyaris tak ada tempat luang.

Hal ini menjadi pertanyaan terus di dalam hati, jadi teringat setiap akan shalat berjamaah Imam selalu melihat ke belakang dan menyerukan “rapatkan shaf” , menurut keterangan ustaz kami agar diantara makmum jangan sampai ada luang untuk syetan.

Banyak cerita cerita tentang makluk halus ciptaan Allah SWT ini, begitu pun terbitan buku-buku tentang keberadaan Jin, seperti dalam buku Dialog Dengan Jin Muslim karangan Muhammad Isa Dawud, intinya adalah hal yang sangat sulit nyaris tidak mungkin penampakan dan interaksi antara manusia dengan Jin.

Pengajian Khusus Bangsa Jin di Lamongan

Jadi menarik saat membaca ada pengajian khusus bangsa Jin di Lamongan yang mana  Sejak awal Ramadhan lalu, Pesantren Dzikrussyifa’ Berojo Musti di Jalan Raya Sekanor, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, membuka pengajian khusus bangsa jin.

Pengasuh pesantren, KM Muzakkin, Rabu (26/8), menyatakan, mayoritas jin yang ikut pengajian itu adalah jin yang pernah merasuki santri yang sakit jiwa. Pesentren Dzikrussyifa’ sendiri khas dan beda dengan pesantren lain.

Biasanya, pesantren ini khusus menangani rehabilitasi sakit jiwa dan pecandu narkoba. “Sekarang sudah ada beberapa jin yang nyantri. Mayoritas pernah merasuki santri saya yang sakit jiwa,” kata Muzzakin.

Menurut dosen Universitas Islam Darul Ulum, Lamongan, model penggemblengan untuk bangsa jin bukan cara baru. Kanjeng Sunan Sendang Duwur (Raden Noer Rahmat) juga penah menerapkannya.

“Alkisah, pada zaman kerajaan Majapahit, tepat saat beliau itikaf di masjid, tiba-tiba mendengar suara gemuruh di luar masjid. Ternyata itu suara rombongan jin dumas yang dipimpin Kiai Taruna dan Kiai Taruni berjumlah 60 jin. Semula mereka berniat mencuri barang antik masjid. Namun, tidak satu jin pun mengangkat benda itu. Akhirnya, jin-jin itu minta maaf dan nyantri ke Mbah Sunan Sendang Duwur,” tuturnya.

Dikutip dari http://jinmuslim.blogspot.com

DUNIA JIN :
YANG TAMPAK DAN YANG TERSEMBUNYI

Jinn adalah nama jenis, bentuk tunggalnya adalah jiniy, yang artinya “yang tersembunyi”, atau “yang tertutup”, atau “yang tak terlihat”. Hal itulah yang memungkinkan kita untuk mengkaitkannya dengan sifat yang umum “alam tersembunyi”‘ sekalipun akidah Islam memaksudkannya dengan makhluk-makhluk berakal, berkehendak, sadar dan punya kewajiban, berjasad halus, dan hidup bersama-sama kita di planet bumi ini.
Makna Jin dalam Bahasa Arab

Apabila para sarjana antropologi dan kebudayaan kuno menegaskan bahwa bahasa yang tercatat paling tua adalah Bahasa Sumeria, yang sejarahnya mengakar pada kira-kira 3500 tahun sebelum Masehi, yaitu masa yang dalam nisbatnya dengan sejarah umum manusia setara dengan lima detik, maka kita berpendapat bahwa Bahasa Arab adalah bahasa pertama, dan darinya muncul-lah bahasa-bahasa kuno lainnya, yang juga disebut sebagai Bahasa Aramia, yang merupakan cabang darinya. Sebab, telah ditemukan beberapa teks dalam bahasa Aramia yang mengacu pada abad ke-14 SM – suatu bahasa yangdalam skala besar, terdiri dari bentuk-bentuk huruf Arab sekarang ini.

Saya bertanya kepada Jin Muslim sahabat saya, tentang bahasa paling tua yang pernah dikenal manusia. Dia menjawab bahwa nenek moyangnya, yang mati disambar kilatan api Tuhan karena ulahnya yang mencoba-coba mencuri dengar suara langit, memberitahukan kepada ayahnya bahwa kakek-kakeknya yang berasal dari India, memberitakan kepadanya bahwa bahasa Arablah yang merupakan bahasa paling tua, sebagaimana yang disampaikan oleh kabar-kabar mutawatir di dunia Jin.

dari segi bahasa, Al-Jinn adalah lawan kata Al-Ins (manusia). Disebut-sebut bahwa jika dikatakan, ânastu asy-syai’a berarti “saya melihat sesuatu”. Allah SWT berfirman, Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang telah ditentukan, dan ia berangkat dengan keluarganya, lalu dilihatnya api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya, “Tunggulah disini, sesungguhnya aku melihat api (ânastu nâran)” (QS. Al-Qashash:29).

Kosa kata dalam bahasa Arab yang terdiri huruf Jim dan Nun, dengan berbagai bentukkannya memiliki pengertian “benda” atau “makhluk” yang tersembunyi.

Al-janîn (janin) disebut demikian karena ketersembunyiannya dalam perut ibunya, sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah yang berbunyi, … dan ketika kamu masih tersembunyi (ajinnat) dalam perut ibumu (QS. An-Najm: 32).

Junnat Al-Layl, artinya ketersembunyian oleh kegelapan malam dan tertutup tabir hitamnya, seperti firman Allah yang berbunyi, Ketika malam menjadi gelap (janna), maka dia melihat sebuah bintang (QS. Al-An’am: 76).

Junna ar-rajulu junûnan, wa ajannahullâhu, fahuwa majnûn, artinya “jika seseorang telah kehilangan akalnya, dan ‘tertutup’-lah kesadarannya, maka dengan itu hilanglah kewajiban-kewajiban darinya akibat tidak adanya akal”. Tentang pengertian yang seperti ini Allah SWT berfirman, … atau, pada dirinya ada penyakit gila? (QS. Saba’: 8).

Termasuk katagori ini adalah ucapan Nabi SAW yang berbunyi, “Puasa itu adalah junnah (perisai),” dan penjelasan ‘Utsman Ibn Abi Al’-Ash terhadap kata junnah yang berbunyi, “Puasa itu adalah junnah (perisai) seperti junnah kalian dalam peperangan.” Junnah, dengan demikian, berarti pelindung atau penutup. Penulis kitab An-Nihayah mengatakan bahwa makna puasa sebagai junnah adalah karea ia melindungi pelakunya dari serangan syahwat. Al-Quthubi mengatakan : “junnah berarti pembatas, yakni dalam kaitan dengan ketentuan syariat. Yaitu, setiap orang yang berpuasa mesti melindungi dirinya dari segala sesuatu yang bisa merusak puasanya dan menghilangkan pahalanya. Juga benar bila junnah diartikan sebagai penutup karena pahala dan peningkatan kebaikan yang dihasilkannya. “Ibn ‘Arabi mengatakan, “Sesungguhnya puasa itu adalah junnah (pelindung) dari api neraka, karena puasa bisa mencegah syahwat, sedangkan neraka diperingan jalan ke arahnya dengan syahwat. Alhasil, jika seseorang yang berpuasa menahan diri dari memperturutkan syahwat di dunia, maka puasa tersebut bisa menjadi penutup dirinya dari siksa neraka di akhirat.

Orang Arab menyebut perisai yang dengannya seorang prajurut melindungi diri dalam peperangan dengan al-mijann. Sebab, prajurit tersebut menutup dirinya dengan perisai itu dari lemparan, tikaman dan pukulan musuh. Segala sesuatu yang anda gunakan sebagai penutup diri dari segala keburukan, adalah junnah.

Surga yang dijanjikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa disebut junnah karena banyaknya pohon yang terdapat disana, yang saling menutupi satu sama lain.

Hati kita juga disebut al-janân karena ia merupakan sesuatu yang tertutup oleh dada. Ada pula yang mengatakan bahwa ia disebut demikian, karena pikiran dan lintasan hati yang dimilikinya tertutup dan tidak terlihat. Dengan demikian, segala yang tidak tampak oleh pandangan mata, atau yang tersembunyi, disebut dengan janân. Itu pula sebabnya, maka kuburan juga disebut junan, karena ia menutupi orang yang dikubur di dalamnya.

Kata jiniy yang diucapkan orang-orang Arab dahulu dan juga dipergunakan oleh Alquran, adalah makhluk berakal yang tersembunyi (tidak terlihat mata), yang hidup bersama-sama dengan kita. Bahasa-bahasa Eropa mengadopsinya dari bahasa Arab, lalu melafalkannya dengan genie (Inggris). Sekalipun kamus-kamus mereka memaksudkannya dengan “roh setan”, namun dalam film-film modern istilah ini mereka maksudkan dengan makhluk berakal, khususnya, yang berbuat baik atau membantu manusia dalam melakukan kebaikan.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

MUKADIMAH

Tunduk kepada khayalan dan mengikatkan diri semata-mata pada kecenderungan akal, plus ketidaktahuan terhadap sesuatu yang tidak kita ketahui, adalah jalan menuju kesesatan, yang kadang-kadang seluruhnya, atau salah satu diantaranya, menyatu dalam diri seseorang. Yang demikian ini, cukup sudah sebagai jaminan bagi terjadinya kekeliruan persepsi, rusaknya akidah, dan terjadinya dekadensi.Itu sebabnya, maka diturunkanlah akidah Islam yang komprehensif, memenuhi tuntutan emosi dan rasio, mengajarkan kepada manusia apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kebodohan, lalu menyinari jalan yang dilaluinya. Karena itu, barang siapa mengikuti apa yang diajarkannya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, kemudian beriman kepada segala sesuatu yang disampaikan oleh Al-Quran, berarti dia telah memperoleh petunjuk, dilindungi dan dipenuhi segala kebutuhannya. Dan barang siapa menyimpang darinya, berarti dia telah disesatkan setan : Barang siapa tidak diberi cahaya oleh Allah, maka tidaklah dia mempunyai cahaya (petunjuk) sedikitpun (QS. An-Nur: 40).

Sepanjang jin merupakan makhluk yang bersama-sama dengan kita menghuni planet bumi ini, atau dengan ungkapan yang lebih tegas “Kami (Allah) telah menempatkan mereka di bumi,” dan dia lebih dulu ada dibanding manusia, lalu dalam banyak haldia juga bergaul dengan manusia, memiliki keinginan dan kemampuan memilih antara baik dan buruk, untuk kemudian melaksanakan salah satu diantara keduanya, dan sepanjang jin juga merupakan makhluk yang dikenai kewajiban beribadah oleh syariat, dan manusia – baik yang Mukmin maupun non Mukmin – mengetahui adanya makhluk ini, maka wahyu ternyata membatasi jalan kita untuk mengetahui alam gaib ini dari pandangan kita, sekalipun kadang-kadang kita bisa merasakan kehadirannya. Sementara itu, Sunnah Nabi pun telah menjelaskan kepada kita secara gamblang tentang hal-hal yang berkaitan dengan alam gaib tersebut, sehingga kita tidak tersesat dari jalan yang benar.

Dan jika orang-orang non-Muslim menisbatkan kepada jin berbagai kemampuan yang sebenarnya tidak mereka miliki, seperti pengetahuan tentang yang gaib, maka yang demikian itu disebabkan karena kebodohan mereka. Akan tetapi bila hal seperti ituterjadi pada sementara kaum Muslim, maka ia merupakan sejenis syirik dan bukan karena kebodohan mereka. Sebab, bertanya adalah kunci pengetahuan, dan Al-Quran yang dibaca dan didengar pun telah menjelaskan bahwa tidak ada yang dapat mengetahui tang gaib kecuali Allah : Ketahuilah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan), melainkan prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga (QS. Yunus: 66).

***

Sudah sejak lama, dan selama beberapa tahun dalam usia saya, alam jin sangat menarik saya, karena adanya beberapa peristiwa yang disitu beberapa jin terlibat.Karena saya seorang Muslim, maka saya pun percaya pada adanya alam jin, berikut hal-hal yang berkaitan dengan mereka sebagaimana yang difirmankan Allah dan diberitakan oleh Nabi SAW.

Hanya tinggal satu masalah yang saya percayai dalam keadaan sangat goyah, atau dengan masih adanya sesuatu yang mengganjal dalam diri saya. Yakni masalah masukknya jin ke dalam diri manusia. Hal itu sebenarnya tidak saya pungkiri. Sebab, Rasulullah yang ma’shum telah memberitakknya kepada kita, dan sesudah beliau hal itu disampaikan pula oleh para imam yang terpercaya, seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Ibn Taimiyyah, Ibn Al-Qayyim, dan lain-lain. Akan tetapi karena ketidakmampuan saya untuk menangkap persoalan ini dan juga karena kedangkalan akal saya, sekalipun saya tetap mengimaninya, maka yang bisa saya lakukan hanyalah memohon ampunan kepada Allah atas kekurangan dan keterbatasan saya, dan saya berlindung kepada-Nya dari godaan setan dan kehadirannya pada diri saya.

Sejalan dengan profesi saya sebagai seorang wartawan di surat kabar Al-Akhbar sebelum ini, dan dengan keterlibatan saya di bidang dakwah, suatu hari – yang ketika itu saya menjabat sebagai Pimpinan Masjid Al-Malik di Hada’iq Al-Qubbah, dan yang menjadi imam dan pengajarnya adalah Syaikh Abdul-Hamid Kisyik, yaitu salah seorang diantara guru-guru saya yang sangat saya hormati – terjadilah suatu peristiwa, dimana secara tiba-tiba datang menemui kami dua orang, yaitu gadis jin yang masuk ke dalam jasad gadis manusia. Kedua-duanya, jin dan gadis manusia yang disurupinya, sama-sama Muslimah. Penyusupan ini terjadi di depan mata saya, dalam sosok yang tidak saya ragukan sama sekali, adn hendaknya orang-orang yang beriman memperacyai apa yang saya lihat itu. Gadis jin itu tersebut dapat menjelma dalam berbagai bentuk, yakni memperlihatkan dirinya bukan dalam bentuk aslinya. Dia pandai berbahasa Arab, dan namanya Georgina Abdurrahman.

Sesudah itu, dalam waktu yang tidak lama, datang pula kepada kamiseorang gadis berusia sekitar tujuh belas tahun disertai kedua orang tuanya. Begitu pintu ditututp, tiba-tiba gadis itu tertawa terbahak-bahak, lalu menyambar-nyambar. Kedua orang tuanya, yang pada saat itu berada dalam keadaan yang sangat tertekan, menceritakan bagaimana gadis tersebut kesurupan jin wanita yang kafir, bahkan ateis. Begitu kami menyarankan untuk membaca ayat kursi, tiba-tiba gadis itu bergerak sangat cepat kesana kemari, dalam kekuatan yang tidak wajar. Dia memukul teralis yang terbuat dari besi dengan keras. Kami segera membaca ayat kursi. Tiba-tiba setan perempuan yang menyelusup dalam tubuh gadis itu, mengucapkan sumpah serapah adn kata-kata kotor yang tidak pantas dikemukakan disini. Kami terus membaca ayat kursi, sampai akhirnya gadis itu ambruk ke tanah seperti orang pingsan. Kami mengangkatnya dan memindahkan ke dipan. Pada mulanya hal itu sangat sulit kami lakukan, karena tubuhnya mengejang-ngejang dan sulit digerakkan. Tetapi berkat pertolongan Allah, akhirnya gadis itu sadar, kami membaringkannya di dipan, dengan tidak lupa menyelimuti keda kakinya. Sesudah dia betul-betul sadar, kami menasihatinya agar selalu melaksanakan ajaran-ajaran Islam, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala hal yang dilarang oleh Rasulullah SAW.

Sejak saat itu, pengalaman saya tentang dunia yang ganjil-ganjil terus bertambah, sampai tingkat yang agaknya tidak mungkin bisa dibayangkan oleh pembaca yang budiman. Akan tetapi saya membatasinya pada pengetahuan semata-mata. Sebab bersahabat dengan sesuatu yang tidak sejenis dengan anda, sama sekali tidak akan memberikan kebaikan apapun, kecuali bersahabat dengan malaikat yang anda muliakan dengan amal saleh anda dan selalu berzikir kepada Allah.

Sesudah saya ber-istikharah kepada Allah SWT untuk menulis buku tentang alam jin, maka Allah memberikan kehendak-Nya sehingga terjadilah hubungan saya dengan jin Muslim. Sebelumnya dia adalah kafir, kemudian Alah memuliakannya dengan Islam – melalui pertemuannya dengan saya yang terjadi berkali-kali dan dalam waktu yang cukup lama. Saya mohon maaf. Saya mohon maaf kepada pembaca bila di sini saya tidak memaparkan rahasia dan cara pertemuan kami. Sebab, hal itu merupakan aspek yang tidak memberikan manfaat kepada pembaca. Pada sisi lain, saya maksudkan agar saya tiadk berbuat salah kepada orang yang saya cintai. Pada sisi yang ketiga, itu disebabkan karena moral seorang Muslim haruslah melindungi rahasia pihak lain, dan menganggapnya sebagai amanah, sepanjang yang bersangkutan memintanya demikian. Jin yang saya maksudkan disini, berasal dari keluarga Konjur, dan memilih nama Musthafa sesudah dia masuk Islam. Seluruh persoalannya sangat ganjil. Karena itu, bersangka baik sajalah, dan jangan bertanya mengapa begitu.

Dalam berbagai pertemuan dan dialog yang terjadi antara saya dan kawan saya yang datang dari alam gaib tersebut, saya mengajukan ratusan pertanyaan. Saya mengajaknya berbincang-bincang tentang berbagai masalah, bahkan dia menunjukkan di depan mata saya berbagai keajaiban yang di khususkan Allah bagi mereka dengan ilmunya. Sesudah dia yakin betul akan persahabatan kami, dia mengungkapkan kepada saya banyak sekali hal yang selama ini diyakini secara keliru oleh manusia; termasuk hal-hal lain yang ingin sekali saya gali darinya, namun dia tidak bersedia mengungkapkannya. Kendati demikian, saya telah terlibat dengannya dalam berbagai persoalan yang mungkin tidak terlintas dalam pikiran pembaca yang budiman, yang saya ketahui melalui hubungan kami.

Hasilnya, terbitlah buku ini. Didalamnya termuat pengakuan-pengakuan dari jin yang sudah masuk Islam, yang saya yakin merupakan buku satu-satunya dalam masalah ini. dan sama sekali tidak bercorak taklid. Ia memuat, dengan sebenar-benarnya, tambahan-tambahan yang sesekali terlihat mengejutkan dan membetulkan konsep-konsep yang selama ini keliru, dan membantah anggapan-anggapanyang tendensius. Saya memohon kepada Allah agar buku ini bermanfaat bagi setiap Muslim, dan menjadi jalan hidayah bagi mereka yang sesat dan dimurkai Allah. Akhirnya, saya berharap semoga buku ini memiliki bobot dalam timbangan amal saat ia kelak dihadapkan kepaad ‘Allah ‘Azza wa Jala’. Kepada-Nya saya bertawakal, dan kepada-Nya pula saya mengembalikan persoalan.

Muhammad ‘Isa Dawud

TENTANG PENULIS

MUHAMMAD ‘ISA DAWUD, lahir di bagian timur Ismai’iliyah, tahun 1957. Dibesarkan dan menempuh pendidikan di Kairo. Meraih gelat Lc. di bidang sastra dari Fakultas Bahasa-bahasa dan studi Timur, Cairo University. Dia memulai karir profesionalnya di surat kabar Al-Akhbar dan Akhbar Al-Yawm, sebagai redaktur dan editor, di samping terjun pula sebagai da’i.

Bekerja di surat kabar An-Nadwah Saudi Arabia, dan karirnya terus meningkat, sampai akhirnya dipercaya sebagai Direktur Umum surat kabar harian di Saudi, sekaligus sebagai Wakil Pimpinan Redaksi untuk rubrik Pemikiran dan Kebudayaan Islam, selain mengpalai bagian referensi dan koreksi. Disamping itu, dia masih pula menjabat sebagai penasihat bidang informasi khusus untuk Ketua Pusat Informasi di Makkah Al-Mukarramah.

Muhammad ‘Isa Dawud menulis ratusan makalah dan berbagai kajian dalam bidang agama, sastra, bahasa, sosial dan politik, yang dimuat dalam berbagai surat kabar dan majalah di Saudia Arabia dan Mesir.

‘Isa Dawud adalah orang yang yakin betul bahwa sesuatu yang bersumber dari kalbu pasti akan sampai di kalbu pula. Sedangkan yang hanya berasal dari mulut, pasti hanya masuk telinga kiri dan keluar dari telinga kanan.

TAMU KITA DALAM BUKU INI

Jin Muslim, berasal dari Bombay, India. Sebelumnya dia adalah jin kafir. Kemudian Allah memuliakannya dengan Islam dan memberinya petunjukkepada keimanan. Dia selalu menekankan perbedaan besar antara Mukmin dan muslim Setiap Mukmin, pasti Muslim. Tapi tiidak setiap muslim pasti Mukmin.

Jin Muslim ini berusia 180 tahun. Masuk Islam nya Jin ini merupakan suatu kemenangan. Sebab, bersama-sama dia telah masuk Islam pula sepuluh ribu jin, yang merupakan pengawal-pengawal dan pendampingnya. Jin kita ini adalah Pemimpin Besar, punya pengaruh dan berwibawa. Kita memohon kepada Allah SWT, semoga jin-jin yang lainjuga mendapat petunjuk melaui dia, dan semoga pula Allah meneguhkan keimanan dan ke-Islamnya.

Daftar Klaim Negara Lain Atas Budaya Indonesia


tari-pendetdlm

Kasus Tari Pendet dari Bali membuat kita tersentak, beragam komentar tentang hal itu, Tari Pendet ini menambah artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain.

Berikut adalah daftar nya :

1. Batik dari Jawa oleh Adidas

2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia

3. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia

4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia

5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia

6. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia

7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda

8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda

9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda

10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing

11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia

12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia

13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia

14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia

15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia

16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia

17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia

18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia

19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia

20. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh    Oknum WN Perancis

21. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris

22. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia

23. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika

24. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd

25. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia

26. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda

27. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang

28. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia

29. Kain Ulos oleh Malaysia

30. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia

31. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia

32. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia

Masjid Bersejarah Di Asean (Thailand)


Nick Naseer mantan Presiden Youth Muslim Asosiation Thailand (YMAT) baju merah, berbincang dengan YLKM Batam dan turunan ke 13 Raja Patani, juru kunci masjid (pakai songkok putih) diberanda masjid tua (masjid kresik) yang telah berusia 400 tahun, disitu terjadi tragedi berdara puluhan muslim tewas tertembak tentara Thailand di era pemerintahan Thaksin

Nick Naseer mantan Presiden Youth Muslim Asosiation Thailand (YMAT) baju merah, berbincang dengan YLKM Batam dan turunan ke 13 Raja Patani, juru kunci masjid (pakai songkok putih) diberanda masjid tua (masjid kresik) yang telah berusia 400 tahun, disitu terjadi tragedi berdara puluhan muslim tewas tertembak tentara Thailand di era pemerintahan Thaksin

Alhamdulillah dapat mengunjungi beberapa Negara Asean, Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM) Batam  disamping melihat langsung tempat –tempat  makanan halal seperti restoran, juga memang menyengajakan diri untuk mengunjungi masjid-masjid yang ada.

Seperti masjid yang ada di Pnom Penh (Kamboja) yaitu masjid Internasional Dubai, di Hanoi (Vietnam) ada masjid Al Nour yang dulu nya bekas kuil,sementara di ibukota Laos Vientiane ada masjid Jamik Pakistan.

Namun di ketiga Negara itu masjid tidak sebanyak di Thailand, terutama di daerah Selatan Thailand di 4 provinsi nya, cukup banyak masjid berdiri, dari masjid yang memang di bangun oleh kerajaan Thailand sampai lah  masjid yang memang sejak sebelum kerajaan Patani takluk kepada Thailand masih dapat di jumpai.

Salah satu masjid tua disitu terkenal dengan sebutan masjid Kresik (baca Krisik), masjid ini terletak di provinsi Patani. Banyak kisah suka duka tentang masjid bersejarah ini, pernah di tahun 2004  terjadi pembunuhan oleh tentara Thailand di masjid ini puluhan syuhada tewas di brondong senjata tentara, padahal mereka sedang sholat di dalam nya.

Masjid Kresik ini telah berusia lebih 400 tahun, aneh memang bangunan yang terletak di tengah tengah lebuh raya (high way) ini seakan hendak di hancurkan. Masjid ini pun tak beratap (kubah) dinding nya nya pun hanya terbuat dari pasangan batu bata yang tak berplaster , bekas – bekas peluru  masih jelas terlihat di dinding nya.  Diberanda masjid itu lah sambil menunjukkan bebaks bekas lubang peluruh pengurus masjid yang masih turunan ke 13 Raja Patani bercerita kepada kami, “Kami tidak mau tapak masjid ini dipindahkan karena nak dibuat jalan oleh kerajaan Siam“ ujarnya

Kisah pembunuhan oleh tentara Thailand terhadap umat Islam di dalam masjid sering terjadi baru baru ini di masjid Al Furqon di Provinsi Narathiwat puluhan jamaah yang sedang shalat Isya juga tewas di brondong senjata tentara yang memang rutin mengadakan patroli.

Kalau kita berjalan dari Sadao provinsi Yala Thailand  Selatan perbatasan dengan Bukit Kayu Hitam Malaysia sampai ke Mei Sai provinsi Chiang Rai di Tahiland Utara, hampir di seluruh provinsi yang dilalui dapat di ketemukan masjid.

Malah di daerah  utara Thailand  terdapat masjid seluruh komunitasnya adalah orang –orang china ,  bahkan mereka memiliki Bank Syariah, Restoran halal, begitu juga Hotel dan penginapan.

Di Bangkok ibukota Thailand terdapat Islamic Center di situ pun ada masjid cukup besar , bahkan di bandara Internasional Swarnabhumi disediakan ruangan untuk dijadikan masjid yang dapat menampung jamaah ratusan orang.

Jadi tak hal yang sulit menemukan masjid, di provinsi Yala misalnya masjid nya menjadi pusat Jamaah Tablig berkumpul dari Asia Tenggara.

Di Chulalongkorn university terdapat pusat kajian halal center, bahkan laboratoriumnya konon terlengkap dan terbesar di dunia.

Vaksinasi Meninghitis Jamaah Haji Mengandung Enzim Porchin dari Babi


Vaksinasi Dan Sistem Dajjal

Sabtu, 25/04/2009 23:03 WIB CetakKirimRSS http://eramuslim.com

Koran Republika edisi Sabtu 25 April 2009 memuat sebuah berita yang sebenarnya sangat penting bagi ummat Islam. Letaknya di pojok kanan halaman 12. Berita itu memuat hasil temuan LPPOM Majelis Ulama Islam Sumatera Selatan yang menyimpulkan bahwa Vaksin Meningitis mengandung enzim porchin dari babi. Bayangkan..! Vaksin yang selama ini diharuskan bagi calon jamaah haji ternyata mengandung zat najis, bukan sekedar haram. Kita tahu bahwa dalam ilmu fiqh membersihkan tubuh dari bahan najis sejenis babi mengharuskan kita mencuci bagian tubuh yang tersentuh najis itu dengan air sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan tanah. Lalu bagaimana caranya bila zat najis itu dimasukkan ke dalam tubuh kita? Adakah cara untuk membersihkannya? Padahal di antara dampak barang haram, apalagi najis, yang masuk ke dalam tubuh seorang muslim ialah tidak bakal dikabulkannya doa. Begitu kurang lebih penegasan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Berarti para jamaah haji kita yang sudah bersusah payah dengan biaya besar pula pergi ke tanah suci, ternyata dengan syarat vaksin ini justru menyebabkan berbagai doa yang diajukannya di tempat-tempat mustajab menjadi sia-sia? Wallahua’lam.

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ

إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ

وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Kemudian Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menyebut tentang seseorang yang baru pulang safar lalu menengadahkan tangannya ke langit berdoa: “Ya Rabb, ya Rabb.” Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia menyantap apa-apa yang haram. Bagaimana yang demikian bisa dikabulkan? ” (HR Muslim 1686)

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membicarakan solusi dari masalah di atas. Kami cuma ingin mengingatkan pembaca bahwa zaman yang sedang kita jalani dewasa ini memang sungguh zaman yang tidak berfihak kepada Islam dan kaum muslimin. Kita sedang menjalani era paling kelam dalam sejarah Islam. Inilah babak keempat dari era Akhir Zaman. Inilah babak kepemimpinan para mulkan jabbriyyan (raja-raja / penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak sambil mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Sesudah runtuhnya tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara ummat Islam –yakni al-khilafa al-Islamiyyah– maka Allah menyerahkan giliran kepemimpinan ummat manusia kepada kaum kuffar. Apalagi setelah memasuki era globalisasi semakin tampak saja dominasi kaum kuffar atas kehidupan manusia di planet bumi ini. Dengan komandan negara Amerika Serikat di bawah konsultan Yahudi, dunia digiring menjauh dari nilai-nilai Rabbani. Pantas bilamana seorang ulama Pakistan bernama Imran Hussain berkata: ”We are living in a godless civilization.” (Kita sedang hidup dalam peradaban yang tidak bertuhan).

Problem vaksinasi hanyalah salah satu contoh kasus dari dominasi nilai-nilai kafir yang sedang mendominasi dunia dewasa ini. Pada hakikatnya segenap lini kehidupan dunia modern dewasa ini sarat dengan permasalahan jika ditinjau dengan perspektif ajaran Allah Al-Islam. Ketika dunia dipimpin oleh kaum kuffar wajarlah bila kita temukan berbagai lini kehidupan ummat manusia menjadi bermasalah. Semua ini tidak terlepas dari fakta bahwa para pemimpinnya sendiri tidak mengerti arah dan tujuan hidup di dunia. Lalu bagaimana lagi bisa diharapkan mereka dapat mengantarkan ummat manusia yang mereka pimpin menuju arah dan tujuan yang jelas dan benar?

Seorang penulis muslim berkebangsaan Inggris bernama Ahmad Thomson menulis sebuah buku berjudul ”Dajjal:The Anti-Christ.” Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ”Sistem Dajjal.” Dalam bukunya  ia menjelaskan bahwa sejak hampir satu abad yang lalu dunia makin hari makin membentuk dirinya menjadi sebuah Sistem Kafir yang lebih cocok disebut sebagai Sistem Dajjal. Ia berpandangan bahwa Dajjal memiliki tiga sisi tampilan. Pertama, sisi sebagai gejala sosial budaya global.  Kedua, Dajjal sebagai kekuatan gaib yang tidak tampak kasat mata. Dan ketiga, Dajjal sebagai individu atau oknum. Keberadaan sistem dan para pengurusnya itu, merupakan bukti dari Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan gaib. Dilihat dari semua pertanda yang nampak dewasa ini, kedua sisi Dajjal tersebut – yang akan dijelmakan oleh si Dajjal sendiri – sudah sangat kentara, ini berarti kemunculan Dajjal sudah sangat dekat.

Jadi berdasarkan tulisan Ahmad Thomson dewasa ini Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan kekuatan gaib yang tidak tampak kasat mata sudah mewujud. Tinggal Dajjal sang individu atau oknum yang belum muncul. Seluruh nilai-nilai yang berlaku dalam sistem Dajjal secara diameteral bertentangan dengan nilai-nilai Sistem Kenabian. Sebab sistem Dajjal berisi nilai-nilai kekafiran sedangkan sistem Kenabian mengandung nilai-nilai keimanan. Baik itu dalam bidang ideologi, sosial, politik, seni-budaya, ekonomi, pendidikan, hukum, militer dan pertahanan keamanan. Tentu tidak ketinggalan ia juga mencakup aspek kehidupan yang disebut dengan dunia medis. Coba perhatikan kutipan tulisan Ahmad Thomson di bawah ini:

Sebagaimana sistem pabrik dan sistem pendidikan kafir, sistem medis kafir dijalankan bak sebuah bisnis. Sistem medis kafir tak begitu peduli pada penyembuhan dan apa yang bermanfaat atau tidak. Bahkan merupakan sebuah bisnis besar bagi perusahaan-perusahaan farmasi yang memasok obat-obatan dan peralatannya, seraya memelihara beribu-ribu pekerja yang dikaryakan untuk menambal para pasien, agar mereka pun bisa dikaryakan. Kini, kita lebih sering mendengar mahasiswa kedokteran berbicara mengenai gaji-gaji besar yang mereka cita-citakan – apabila telah lulus ujian dan mendapat secarik kertas – dibanding dengan berbicara mengenai cita-cita mereka untuk menyembuhkan banyak manusia, atau berbicara mengenai bagaimana cara mencapai penyembuhan tersebut.

Ahmad Thomson menggambarkan sistem medis kafir sebagai sebuah bisnis besar yang  berkembang guna  melestarikan proses produsen-konsumen. Sistem medis dalam sistem Dajjal tidak pernah dimaksudkan untuk benar-benar menghapus penyakit dan menimbulkan kesehatan. Ia malah melestarikan penyakit dengan mencekoki masyarakat obat-obatan kimiawi yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Itulah sebabnya industri farmasi menjadi industri yang sangat profitable (menguntungkan secara bisnis). Tak kecuali fenomena yang disebut dengan vaksinasi. Vaksinasi merupakan salah satu cara massif untuk menimbulkan ketergantungan masyarakat kepada sistem medis dan sistem farmasi kafir.

Dalam sebuah situs bernama informationliberation:The news you’re not suppose to know terdapat sebuah video yang menjelaskan bahaya vaksinasi bagi ummat manusia. Video tersebut  melibatkan para dokter medis, peneliti dan pengalaman beberapa orang tua dalam hal vaksinasi. Video tersebut bernama Vaccination:the Hidden Truth (Vaksinasi: Kebenaran yang Disembunyikan). Sudah banyak orang menjadi sadar untuk meninggalkan budaya vaksinasi sesudah menonton video ini. Bagi yang berminat silahkan click http://www.informationliberation.com/?id=13924 . Di dalam situs itu ditulis:

“Find out how vaccines are proven to be both useless and have harmful effects to your health and how it is often erroneously believed to be compulsory.” (Temukan bagaimana vaksin terbukti  sia-sia belaka dan malah mengandung efek berbahaya untuk kesehatan Anda dan bagaimana ia sering keliru diyakini sebagai wajib)

Saudaraku, sungguh terasa bahwa zaman yang sedang kita jalani dewasa ini benar-benar merupakan zaman penuh fitnah. Seandainya Allah tidak melindungi dan merahmati kita, niscaya kita terancam oleh kekuatan kaum kuffar yang setiap saat menebar kemudharatan. Kemudharatan mana tidak hanya mengganggu aspek fisik diri kita, melainakan mencakup aspek pemahaman bahkan aqidah kita.

Hidup di babak keempat era Akhir Zaman sungguh menuntut kita untuk sangat memperhatilkan peringatan Allah di bawah ini:

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ

سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

”Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada  di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (QS Al-An’aam ayat 116)

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar itu benar, dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya. Dan tunujukkanlah kepada kami bahwa yang batil itu batil, dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.

%d blogger menyukai ini: