Merentasi Hutan Belantara Bumi Burma, Qurban 1433 H


Ali dan komunitas muslim lainnya disatu kampung dipedalaman Burma, Qurban 1433 H

Ali dan komunitas muslim lainnya disatu kampung dipedalaman Burma, Qurban 1433 H


Pagi itu Jumat (26/10), dicheck point keberangkatan Imigrasi di Ra Nong Thailand penuh sesak, antrian mengular panjang sampai ketempat penjualan ikan. Buletin Jumat salah seorang yang ikut antri dalam barisan itu.

Di Thailand pelaksanaan Idul Adha 1433 H, adalah sama dengan di Arab Saudi, yaitu hari Jumat 26 Oktober 2012, sementara di Myanmar , sebagaimana kita maklumi, pemerintahnya melarang kegiatan yang berbau pemotongan hewan sapi/lembu itu. Kita juga tahu sebagian besar pemeluk agama di negeri para biksu itu menganggap suci sapi/lembu. Tragedi pembantaian Muslim minoritas Rohingya di Arakan, berdampak juga sampai ke Rangon, bahkan hampir seluruh wilayah Myanmar (Burma).

Menurut KBRI di Rangon, mereka tetap shalat idul adha dan pemotongan hewan qurban hari Jumat. Namun di tempat lain terutama di kota-kota, umat Islam melaksanakan shalat hari Sabtu (27/10). Staff KBRI ini juga menyarankan kepadaku kalau hendak ke Myanmar, harus applay izin dulu ke Jakarta. “Kalau langsung datang (VOA), nanti bikin repot, kami harus datang ke Imigrasi” ujar staff perempuan yang kuhubungi melalu telpon selular, apakah sudah bisa masuk ke Rakhine.

Selat Andaman

Selat Andaman

Selesai saja pasport dicop, aku bekejar ke boat yang telah menunggu di dermaga.Sengaja kami charter boat seharga 200 baht. Boat melaju ke ke pos pertama 50 bath lagi harus dibayar ke petugas imigrasi dan bea cukai yang ada di satu pulau yang masih wilayah Ra Nong Thailand.

Dari pos pertama tadi ada satu pulau lagi yang harus disinggahi, pulau paling ujung, setelah itu kita akan kelaut bebas,Laut Andaman. Di pos ini hanya dari jauh kita tunjukkan buku paspor masing-masing penumpang. Di pos itu beberapa petugas yang memakai baju loreng hijau seragam lengkap dengan senjata laras panjang yang tersandang di bahu.

Hampir 30an menit melalui selat Andaman, kita akan tiba di satu pulau pula, pulau ini sudah masuk wilayah Burma, semua barang bawaan diperiksa oleh petugas. Barulah kita akan merapat ke dermaga khusus boat yang tidak jauh dari kantor imigrasi di kota Kok Song Myanmar.

Sama dengan di Ra Nong Thailand, di check pont imigrasi Kok Song Myanmar ini pun penuh sesak. Tiba giliranku bertatap dengan petugas imigrasi, petugas itu membolak balik buku paspor milikku, seakan tak percaya ada paspor hijau milik orang Indonesia , mau datang ke Kok Song. Agak tersenyum petugas itu, melihat stempel imigrasi Myanmar yang sudah beberapa kali tertera di pasporku. “Ten Dollar” ujarnya. Tak tok tak, tertera masuk tanggal 26 keluar tanggal 8 Nopember 2012.

Di Kota Kok Song atau dalam bahasa melayu berarti Pulau Dua, tidak terlihat suasana Idul Adha, kalau pun ada, banyaknya orang lalu lalang di pintu masuk tadi, dari cara berpakaian menunjukkan kalau mereka Islam. Di Kok Song ada beberapa masjid, pun tak terlihat suasana pemotongan hewan.

Nun jauh di pelosok hutan, di teluk – teluk sepanjang pantai laut Andaman, banyak bermukim komunitas muslim yang sudah ratusan tahun menetap disana. Jauh sebelum negara Myanmar terbentuk. Komunitas ini sebagian berasal dari Langkawi, seorang dari mereka bernama Tengku Yusuf.
“Sejak tok – tok kami sudah tinggal disini” ujar nya menerangkan tentang keberadaan mereka disalah satu teluk indah, daerah penghasil emas dulunya.

Tidak ada akses jalan darat ke pemukiman – pemukiman itu, semua ditempuh melalui perjalanan laut. Kalau tetap ingin memaksanakan jalan darat harus ditempuh dengan masuk hutan keluar hutan, dan berjalan diatas aliran sungai yang kering berbatu-batu kiloan meter jauhnya. Dari satu teluk ke teluk lainya bisa empat jam perjalanan dengan sepeda motor, bukan hanya hutan saja dilalui, tetapi naik bukit dan turun bukit yang berbatu-batu cadas.

Di pemukiman itu banyak penduduk usia diatas 60 tahun yang dapat dan menulis huruf jawi (arab melayu),dan tentunya berbahasa melayu.”Sejak 20 tahun terakhir ini, banyak pula orang macam Ali ini kat sini” kata Tengku Yusuf menerangkan sembari memperkenalkan Ali. Ali pemuda 30 an itu ikut membantu memotong hewan Qurban, kulit Ali rada hitam hidungnya mancung, giginya terlihat agak kemerah merahan, karena mereka disana suka makan sirih.

“Kami Shalatnya (maksudnya Idul Adha) tadi” ujar Tengku Yusuf lagi. “Karena kemarin (Kamis) wukuf di Arafah” ujarnya lagi. Tengku Yusuf terus bercerita tentang masa lalu sambil rebahan di lantai masjid kecil yang baru saja selesai dibangun mereka. Badannya terlihat lemah, senang sekali kelihatan dia dengan kedatanganku. Banyak yang diceritakannya kepadaku, yang tak mungkin kutulis satu persatu di media ini. Banyak yang diharapkannya dan penduduk kampung itu,tak terkecuali tragedi Arakan yang menyayat hati. Tengku Yusuf pun sama tak berharap terus membayar upeti dari hasil jerih payah mereka, kepada pemerintah yang tak pernah memperhatikan kehidupan sosial mereka.

Bukan kehendak mereka seperti itu, jauh sebelum perang dunia meletus mereka adalah bangsa yang berdaulat. Tidak disekat-sekat batas negara nisbi, dan ambisi segelintir manusia. Jauh sebelum pemerintah Junta memerintah mereka adalah manusia yang bertamadun. Jauh sebelum traktat London diterapkan.

Hari menjelang petang, aku masih terpikir dan teringat perjalanan masih jauh, akan 4 jam lagi melalui hutan semak belukar dan bebatuan air sungai yang mengering sebatas mata kaki, untuk pulang. Tiga kali terguling-guling dan terjerembab dari boncengan sepeda motor saat menuruni bukit bebatuan,sewaktu datang ke kampung itu tadi, bukanlah hal yang pernah kubayangkan sebelumnya. Seakan Tengku Yusuf membaca pikiranku, mengajakku untuk bermalam di kampung itu saja, kahawatir hari telah gelap.

Masih banyak yang akan di kerjakan esok harinya,ditempat lain pula, kami putuskan berangkat pulang, petang hari itu juga, nun jauh disana terlihat indah ciptaan Allah, di ujung pepohonan puncak bebukitan laut Andaman, hari ke 12 bulan Zulhijjah 1433 H, bulan purnama mulai mengambang, menerangi perjalanan kami, merentasi hutan belantara, bumi Burma.

Sampai jumpa lagi, ilal liqok. Semoga Allah membebaskan penderitaan saudara kami yang ada disana.

Toko Online Fiktif


nirwanaelektronik.blogspot.com

nirwanaelektronik.blogspot.com

Assalammu’alaikum wr.wb

Nama saya windu utari
Saya ingin menceritakan kejadian yg terjadi sama saya,   yaitu di mulai pada tanggal 19 september 2011 pak,   pada waktu itu saya mau memesan HP BLACBERRY dengan tipe 8520 curve gemini dengan harga Rp.1.000.000,yaitu dari alamat situs  http://www.nirwanaelektronik.co.cc/
Pemerintah Provinsi Batam

Surat Izin Tempat Usaha Palsu mana ada Pemerintah Provinsi Batam

alamat tokonya Kompl. Lucky Plaza Blok G C2 Lt I Batam kepulauan Riau 29432 alamat itu saya melihat semua profilnya, dan tertera juga nomer HP: 085380833335,  di  alamat itu saya lihat untuk surat izin tempat usahanya juga ada,  makanya sedikitpun saya tidak ada curiga kalau perusahaan mereka ada niat untuk menipu ataupun membohongi saya.
Saya tergiur karena harganya murah pak.  Sebelumnya memang saya sama sekali belum pernah memesan barang secara online.
Jadi pada tanggal 19 september 2011,  saya mendapatkan sms dari bapak yang punya nomer 085380833335,  dia sms saya kemudian bertanya : “bagaimana, apakah jadi untuk memesan BLACKBERRY dengan tipe yang sudah anda sebutkan itu?”,  lantas saya balas jadi,  terus sayapun sms kembali, jadi untuk pengiriman uangnya bagaimana? . Dan bapak itupun membalas : ke nomer rekening : 022101022726503 atas nama SRI NIRWANA,  kemudian uangnya hari itu juga saya transfer senilai Rp.1.000.000,-.
Dan pada hari itu juga bapak itu nelpon saya dan dia bilang kalo barangnya yang di kirim itu ada empat buah yang di dalamnya ada BB TORCH 2 buah,  BB ONIX 1 buah dan BB yang saya pesan,  dan katanya harga barang yang dia kirim semuanya itu dengan total 7 juta rupiah, kemudian dia berkata lagi kalo saya harus mentransferkan uang jaminan, untuk barang mereka,  disitu sudah saya katakan kalau  itu bukan kesalahan dari saya, tapi bapak itu minta-minta tolong sama saya, untuk mentransferkan uang jaminan tersebut,  terus saya tanya berapa yng harus saya transfer?.
Terus dia bilang pertama setengahnya,  ya saya bilang lagi saya enggak bisa transfer dengan jumlah yang bapak bilang jadi kesepakatan kami pada hari itu yang saya transfer Rp.1500.000,- dengan alasan katanya nanti saya akan konfirmasikan lagi dengan pimpinan saya katanya dan dia bilang juga nanti sisanya saya yang nanggung untuk uang jaminan itu, pada saat itu sama sekali saya tidak ada menaruh rasa curiga terhadap dia.
bukti rekening yang dikirim ke toko nirwana elektronik fiktif

bukti rekening yang dikirim ke toko nirwana elektronik fiktif

Keesokan harinya (tgl 20 september 2011) dia nelpon saya lagi,  katanya dia sudah konfirmasikan dengan pimpinannya, dan dia bilang kalau uang yang saya kirim itu enggak cukup untuk dijadikan uang jaminan, jadi dia bilang paling tidak harus 50% dari yang 7 juta itu, terus dia bilang barangnya sudah sampai di Medan,  tapi mereka harus menahannya terlebih dahulu dikerenakan uang jaminan saya belum mencukupi, disitu saya uda pusing dan saya cuma mau barang saya nyampe sama saya, jadi saya tanpa curiga dan enggak berfikir panjang lagi terus saya bilang jadi harus berapa lagi yang harus saya transfer, terus dia bilang paling tdk Rp.2.300.000,- terus saya bilang ya sudah lah saya akan tranfer uangnya senilai Rp.2.500.000,- tapi barangnya hari ini  suda bisa nyampe sama saya kan pak?
Terus dia bilang iya hari ini juga akan nyampe barangnya, sore itu juga uang itu saya transfer ke dia. Dan dengan perjanjian dia sebelumnya uang jaminan itu akan kembali lagi sama saya semuanya setelah barang yang dikirimnya itu saya terima kemudian saya paketkan dan saya kembalikan lagi ke dia kecuali barang yang saya pesan,  ya saya percaya aja sama dia jadinya.
Ehhhhh, besoknya (tgl 21 September 2011) dia nelpon lagi,  dia bilang uang itu belum cukup juga katanya setelah dia konfirmasi sama pimpinannya,  malah dia dia bilang uang jaminan itu harus semuanya saya tebus yang senilai 7 juta itu, ya saya enggak mau pertamanya, dengan segala bujuk rayu dia dan saya juga masih belum sadar kalau itu suda modus penipuan,  ya saya transfer lagi uangnya sebesar Rp.1.000.000,-dia bilang kalo bisa transfernya sebelum jam 1 siang karena barangnya nyampenya jam 1 siang,  saya percaya-percaya saja sama dia, terus saya sms sama dia dan saya bilang kalo uangnya sudah saya transfer,lantas bagaimana dengan barang dan uang saya,saya bilang gitu,  dia bilang smskan nomer rekening saya. Terus  sudah saya sms ke dia, kemudian saya tanya lagi.  Lantas bagaimana saya bisa mengetahui kalau uang uang jaminan saya sudah masuk ke rekening saya atau belum?.
Terus diabilang saya di suruh ke mesin ATM, katanya biar di transferkan dia secara online katanya, ya saya ngikut aja dan pergi ke ATM,  nah disitu saya nelpon dia lagi terus saya bilang kalau  saya udah di ATM, terus dia memberikan arahan kepada saya,  dengan kode yang sangat rumit, terus dia nyuruh mencet angka-angkanya dengan nada tinggi sehingga saya jadi panik, terus dia malah nyuru saya untuk mencet pemindahbukuan terlebih dahulu biar uangnya disatukan katanya, ehhhhh malah tabungan saya ludes jadinya,,,,,,,,habis lah uang yang ada di tabungan saya,  jadinya tinggal Rp100.000 perak pak,  kemudian saya marah2 sama dia,  ehhhhhhh dia malah mati’in telfon saya, dan saya nelpon dia gk diangkatnya sampai  sekarang, dari situ saya baru sadar kalau  saya udah di tipu sama dia.
Disini saya mau minta tolong kepada pihak Yayayasaan Lembaga Konsumen Muslim Batam ,  kalaupun uang saya gk balik tapa tolong di peringati orang yang sudah menipu saya itu, biar jangan bertambah korbannya pak…….
Karena dia orangnya selalu mengatasnamakan dan membawa2 nama ALLAH untuk membuat orang percaya sama dia……….
Hanya itu saja yang dapat saya tuliskan, saya juga uda bingung sekarang mau bagaimana lagi pak, lebih dan kurangnya saya minta ma’af dan saya juga minta tolong agar Bapak dapat memberikan bantuan terhadap saya untuk masalah ini
Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih karena Bapak sudah mau mendengarkan dan membaca keluhan saya
Wassalammu’alaikum wr.wb…….

Hewan Qurban untuk Ibadah Haji


Cost of the coupon in Saudi Ryals

Cost of the coupon in Saudi Ryals

Alhamdulillah tahun 1429 Hijriyah yang lalu bertepatan dengan tahun 2008 Masehi bersama isteri aku pergi Haji.

Haji Tamatuk, berangkat kloter pertama dan gelombang pertama dari embarkasi Batam sebanyak 450 orang, semua menuju Madina. Sejak lagi di asrama haji saat hendak berangkat kami sudah di wanti wanti soal hewan Dam. Yaitu tadi karena sebagian besar jamaah haji Indonesia melaksanakan haji Tamatuk.

Ketua rombongan sudah membisikkan kalau harga hewan Dam atau pun Qurban sekitar 300 riyal per ekor nya. Sampai saja di Hotel di Madina, sudah banyak orang orang mukimin disana menawarkan hewan Dam tadi. Bahkan ada yang berani menawarkan harga dibawah 300 riyal.

Sebagai Jamaah yang baru sekali melaksanakan Haji, tak lah begitu mengerti permainan calo calo hewan Dam dan juga Qurban ini. Jadi sama seperti dengan teman teman yang lain satu kloter aku juga ikut menyetorkan uang sebesar 600 riyal yang terdiri dari 2 ekor hewan (kambing) satu ekor untuk Dam karena haji Tamatuk dan satu ekornya untuk Qurban.

Keesokan harinya  di lobi hotel maupun sambil makan serapan pagi di restoran yang tak jauh dari masjid Nabawi ada saja orang  menawarkan hewan untuk di jadikan Hadyah ini. Hal ini membuat kita agak terganggu sedikit, apalagi ada yang mulai curiga kepada ketua rombongan, bayangkan 30 sampai 50 riyal per ekor selisih nya kalikan sekian ekor sudah berapa?.

Ketua Rombongan pun menjelaskan bahwa nanti di Makkah kita akan dibawa ke tempat pemotongan, jadi tidak usah khawatir lah kalau bohong bohongan, yang ini di jamin. Karena konon kabar nya banyak jamaah haji yang tertipu soal ini.

Hewan di Potong sebelum hari Tasyrik

Setelah selesai Arbain di Madina, jemaah berangkat ke Mekah. Sebagaimana janji semula, rombongan yang telah menyetor kan uang melalui Ketua Rombongan (karena kita juga di ingatkan kan harus taat kepada ketua rombongan)  untuk hewan Hadyah tadi dibawa ke tempat pemotongan hewan agak keluar kota Mekah, disitu, tak begitu ramai mungkin karena belum semua jamaah datang ke tanah Haram ini. Tetapi memang yang banyak terlihat di tempat piaran sementara itu dan pemotongan hewan ini adalah jamaah dari Indonesia.

Ada beberapa orang Jamaah terutama lelaki yang masuk ke tempat penyembelihan melihat hewan  yang akan di potong, dan setelah keluar, terlihat ada yang baju nya terkena percikan dara.  Sebagian jamaah lainnya duduk duduk tak jauh dari pintu masuk sembari berselindung dari panas matahari yang mulai menyengat,  menutup hidung karena memang di sekitar tempat pemotongan itu bau anyir dan amis darah.

Beberapa hewan kebanyakan unta yang di giring masuk ke tempat pemotongan tadi. Jagal yang hilir mudik dengan kulit gelap terkadang tak berbaju  meninting parang panjang mengkilat. Jamaah pun berbisik bisik , karena sebagian dari unta unta yang di giring itu tubuh nya kecil.

Mobil pick up hilir mudik membawa daging yang telah di potong. Sebagian Jamaah pun ada yang meminta di bawakan hati unta. Karena ada pesan dari kerabat di Kampung (Indonesia)

Begitulah caranya memotong hewan di Mekah dan penyembelihan ini dilaksanakan jauh hari sebelum hari Tasyik yang empat hari itu. Ternyata hal ini pun berlaku juga kepada rombongan haji Indonesia Gelombang kedua (langsung dari Indonesia ke Mekah) .  Mengapa hewan Dam dan Qurban di potong belasahan hari sebelum hari Tasyrik, konon katanya untuk menghindari keramaian lagian orang Indonesia kebanyakan ingin menyaksikan hewan Hadyah itu di sembelih.

Bank Rajhi

Ada selisih pendapat tentang hal pemotongan hewan ini, apakah di potong di Mekah atau di Mina. Ulama setempat menjelaskan pada saat ada pengajian dan pertanyaan selepas shalat fardhu di masjid yang banyak disekitar pemondokanMekah,  hewan itu seharusnya di potong selepas shalat ied dan selama hari Tasyrik. Bukan sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan jamaah asal Indonesia katanya.

“Ini sedikit penjelasan tentang itu”

Penyembelihan hewan qurban dalam rangka ibadah haji dilakukan adakalanya sebagai Dam dan bukan sebagai Dam. Membayar Dam penyembelihannya wajib dilaksanakan di Mina, tanggal 10 Zulhijjah, sedangkan menyembelih hewan qurban (bukan Dam) bisa dilaksanakan di mana saja, mulai usai shalat Ied sampai akhir hari Tasyriq. Membayar uang qurban melalui Bank yang biasa dilakukan jamaah haji Indonesia, hanya merupakan jalan pintas agar jamaah haji tidak direpotkan de­ngan mencari/menyembelih hewan qurban. Tentang kesahannya qurban lewat Bank, insya Allah terjamin.

Selanjutnya bahwa menyembelih hewan qurban (Dam) menurut tuntunan Nabi saw dilaksanakan di Mina, sebagaimana hadis riwayat Muslim dari Jabir, sebagai berikut:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَحَرْتُ هَاهُنَا وَمِنًى كُلُّهَا مَنْحَرٌ فَانْحَرُوا فِي رِحَالِكُمْ [رواه مسلم عن جابر]

Artinya: “Nabi bersabda: Saya menyembelih hewan ternak di sini (Mina). Mina seluruhnya adalah tempat menyembelih ternak. Maka sembelihlah di rumah kamu masing-masing (Mina).”

Sedangkan berqurban (udhiyah) itu hukumnya sunat dan diutamakan penyembelihannya di tempat shalat masing-masing, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi saw riwayat al-Bukhari dari Ibnu Umar:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْبَحُ وَيَنْحَرُ بِاْلمُصَلَّى [رواه البخاري عن ابن عمر]

Artinya: “Nabi saw menyembelih dan berkurban di tempat shalat.”

Haji hanya sekali seumur hidup dengan biaya begitu besar,  Aku pun berunding dengan isteri menyikapi hal itu, dan segera menyetor uang ke Bank Rajhi sebesar 395 riyal perorang untuk satu ekor hewan kambing dengan perincian 321 riyal untuk hewan nya dan transportasai dan distribusi sebesar 74 riyal. Aku di berikan kupon tanda penyetoran dan kupon itu juga berlaku sebagai bukti pengambilan sebagian daging nantinya di Mina.

Ada beberapa teman yang juga ikut menyetor ke Bank kembali, dan setoran yang telah terlanjur di serahkan ke Ketua Rombongan tak apalah pikirku. Insya Allah living cost yang di berikan kepada kita cukup untuk itu.

Jauh sekali beda suasana tempat pemotongan hewan yang pertama itu tadi  dengan yang ada di Mina, rumah pemotongan tak jauh dari tempat kemah para jamaah haji, bersih dan teratur dan tentunya dilengkapi dengan pendingin , namun aku tak jadi mengambil daging jatahku karena sayang ditukarkan kuponnya, sebagai bukti dan kenang kenangan  untuk aku menuliskan kisah ini.

Gerakan Seribu Rupiah (GSR) untuk Palestina.


Apa yang dapat kita buat untuk Palestina?….

Mungkin ini salah satunya

Kami dari Forum Solidaritas Batam Untuk Palestina memprakarsai Pengumpulan Dana yang dinamai Gerakan Seribu Rupiah (GSR) untuk Palestina……………

Sebagai Koordinator Forum Solidaritas Batam untuk Palestina………ber alamat di Jalan Ranai no 11 Bengkong Polisi Batam 29432 telpon. (0778) 413607  atau fax (0778) 413606 Donasi dapat juga di salurkan ke rekening Bank Muamalat, rekening nomor  . 4110039522, dan Bank Syariah Mandiri rekening nomor. 038.0000.760. atas nama Imbalo Iman Sakti.

Pengumpulan Dana ini dapat juga di lakukan di masjid dan mushalla, demikian pula dapat di laksanakan di lingkungan sekolah, hubungi kami siap mengambil uang yang telah terkumpul.

Semoga kita tetap dalam Limpahan Allah SWT.

Menculik Miyabi vs Menculik Mulyani


Setelah tulisan  “Sri, Kapan Kowe Bali?” yang ku posting dari Kompas.com petang ini kubaca lagi tulisan tentang Menteri Keuangan yang sangat populer ini di Inilah.com. Beragam komentar tentang diri nya. Wah… semoga mbak Ani tegar ya menghadapinya.

Ada-ada saja. Di dunia maya beredar sebuah poster film Menculik Miyabi yang diplesetin.

Di poster asli, ada aktris porno asal Jepang Maria ‘Miyabi’ Ozawa. Mengenakan pakaian sack dress dengan bagian dada terbuka, Miyabi berpose lumayan menantang.

Tetapi kalau di poster Menculik Miyabi yang sudah direkayasa, gambar bagian kepala Miyabi sudah diganti dengan wajah Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ada yang berbeda dengan Sri Mulyani di poster yang sudah di-photoshop tersebut. Eks Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan itu berambut panjang sebahu.

Selain muka Miyabi diubah dengan wajah Sri Mulyani, tulisan Menculik Miyabi diganti dengan Menculik Mulyani. Kata “Mulyani” ditulis dengan model kata yang agak kaku.

Selain itu, tidak ada lagi yang berubah dari poster asli Menculik Miyabi. Warna dasar poster tetap sama berwarna biru. Para pemeran film yang berada di samping Miyabi juga tidak ada yang diutak-atik.

Seperti diketahui, keluarnya film Menculik Miyabi begitu heboh. Sebelum diputar di bioskop-bioskop Tanah Air, film yang diproduksi Maxima Picture itu diprotes sejumlah kalangan.

Begitu-pula dengan Sri Mulyani, pengunduran dirinya sebagai Menteri Keuangan juga mengundang pro-kontra. Beberapa pihak tidak menyetujui Sri Mulyani menjadi Managing Director Bank Dunia.

Kalau Miyabi ditentang karena bintang porno yang melekat kepadanya, Sri Mulyani tersangkut kasus pengucuran duit Rp 6,7 triliun untuk penyelamatan Bank Century. Ketika ditunjuk sebagai Ketua KSSK, Sri Mulyani mengambil kebijakan tersebut

Sesuai rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), terjadi pelanggaran dalam bailout. Sri Mulyani dinilai harus bertanggung jawab. [bar]

Suku Hmong Muslim Dari Thailand


Suku Hmong yang ini telah menjadi warga negara Thailand saat Idul Adha 1430 H

Hari ini Senin (28/12)  dikabarkan Pemerintah Thailand mulai mengusir 4000 suku Hmong dari kamp pengungsian di bagian utara Provinsi Phetchabun untuk dikembalikan ke Laos.

Mengapa mereka di usir? , Suaka nya di tolak. Thailand menjelaskan, para pengungsi tersebut adalah imigran dengan alasan ekonomi, sementara mereka beralasan sengaja kabur menuju Thailand untuk mencari suaka karena di negerinya menjadi korban kekerasan pemerintah yang berpaham komunis. Sedangkan mereka adalah pendukung Amerika Serikat ketika melakukan perang melawan Vietnam.

Thailand dengan Laos hanya berbatas dengan sungai Mekong, jadi bukan lah hal yang sulit untuk ber migrasi dari Laos ke Thailand, hampir seluruh negara ini berbatasan dengan Thailand.

Laos adalah salah satu negara yang tak punya akses ke Laut, dari Border di Nong Kai kita harus hati hati bila berkendaraan, karena kenderaan di Laos setirnya di kiri sementara dari Thailand disebelah kanan. Dari pinggir sungai sebelah kota Vientiane Laos dapat terlihat dengan jelas Chiang Mai, apalagi saat musim kemarau air sungai surut sampai ke tengah.

Agaknya bila dibandingkan antara Laos dengan Thailand, dari segi perekonomian samalah dengan Indonesia dengan Malaysia.   Banyak TKI di malaysia yang mengadu nasib.

Siapa suku Hmong ini?

Perempuan suku Hmong sedang menunggu daging hewan Qurban di Desa Ban Sen Sai Pha Yao Thailand Utara

Kembali ke suku Hmong, di Provinsi Chiang Rai, Chiang Mai, Lam Phan, Pha Yao, Udon Thani di perbukitan disitu banyak di jumpai suku Hmong ini, diperkirakan ratusan ribu orang jumlahnya. Kehidupan mereka  kebanyakan bercocok tanam, mereka adalah petani yang ulet.  Mereka bermukim disitu ada yang telah ratusan tahun lamanya.

Hmong (pengucapan [m̥ɔ̃ŋ]) atau Mong ([mɔ̃ŋ]) adalah nama dari kelompok etnis yang menempati wilayah pegunungan Tiongkok selatan dan Asia Tenggara. Suku Hmong di Tiongkok mempunyai populasi yang lebih banyak dan disebut Suku Miao. Mulai pada awal abad ke-18, suku Hmong melakukan migrai besar-besaran ke Asia tenggara karena alasan politik atau ekonomi. Di Asia Tenggara mereka dapat dijumpai di Vietnam, Laos, Thailand, dan Myanmar.

Suku Hmong di Laos terlibat dalam usaha pemberontakan terhadap kaum komunis-nasionalis Pathet Lao dalam Perang Rahasia. Ketika Pathet Lao mengambil alih pemerintahan pada tahun 1975, warga Suku Hmong dikenakan retribusi, sehingga banyak yang mengungsi ke Thailand. Ribuan pengungsi Hmong juga mengungsi ke Amerika Serikat, Perancis, Australia, Guyana Perancis dan Kanada. Yang lainnya kembali ke Laos dengan program repatriasi dari PBB. Saat ini sekitar 8000 orang warga Hmong menjadi pengungsi di Thailand.

Desa Ban Sen Sai

Desa ini terletak di kaki bukit Doi Pha Chang masuk kedalam Provinsi Pha Yao, disitu ribuan keluarga suku Hmong mendiami kaki bukit yang subur, mereka banyak yang  bercocok tanam, disamping bercocok tanam mereka juga berternak  Babi, kambing, sapi dan kerbau.

Ratusan keluarga di desa itu telah memeluk agama Islam, seperti desa San Ti Suk misalnya 2 tahun yang lalu puluhan keluarga mengucapkan syahadat yang di pandu oleh ustaz Yusuf dan Baba Yee dari Patani.

Thoriq Dari Suku Hmong Hendak Ke Haji

Seorang pemuka suku Hmong bernama Thoriq adalah orang yang pertama sekali memeluk agama Islam di desa Ban Sen Sai, seorang putra nya kini sedang belajar di University Islam Antara Bangsa (UIA) Malaysia. Ada beberapa pemuda dari desa itu yang juga belajar di beberapa Universitas di Malaysia dan di Bangkok.

Awal Desember 2009  yang lalu Thoriq datang ke Batam, Thoriq hanya dapat berbahasa Hmong dan Thailand, Thoriq pun belum dapat membaca Al Quran,  bacaan shalat pun dia belum bisa, tetapi dia rajin shalat. Saat aku datang ke Pha Yao (27/12) Idul Adha 1430 H disana kami sekalian memotong hewan Qurban, Saat hendak pulang meninggalkan desa Ban Sen Sai Thoriq minta ikut agar di bawa serta ke Patani, Malaysia dan Batam Indonesia.

Usia Thoriq sekitar 57 tahun dia menggunakan pasport Thailand, pasport itu telah 3 tahun yang lalu dibuat nya. Senang sekali kelihatan dia dapat bepergian keluar dari kampung nya di kaki bukit Doi Pha Chang yang bila musim dingin suhu di desa itu mencapai 9 derajat celsius.

Di desa Ban Sen Sai berdiri sebuah masjid sekitar 5 tahun yang lalu, masjid itu dibangun aktifis dakwah bernama Ustaz Abdul Wahab dari Kulim Kedah Malaysia. Disitu bermukim seorang dai bernama ustaz Hasan yang berasal dari Patani Thailand, menikah dengan perempuan suku Hmong yang masih kerabat dengan Thoriq.

Thoriq tertarik dengan islam karena kebersihan, orang islam itu bersih katanya dalam bahasa siam yang diterjemahkan oleh ustaz Hasan. Meskipun banyak suku Hmong ini yang sudah memeluk islam tetapi mereka masih tetap juga memelihara babi.

Setiap tahun paling tidak dalam bulan Zulhijjah, saat Idul Adha terutama  kami menjambangi mereka. Di Chiang Rai banyak komunitas muslim dari China yang memiliki Hotel dan Restoran yang menjual makanan halal.  Tahun lalu 2008 atau 1429 H aku tak kesana karena sedang menunaikan ibadah haji.

Thoriq yang mempunyai anak 3 orang ini yang kesemuanya sudah besar-besar ingin juga hendak ke haji. Kalau dari Batam ongkos naik haji sebesar 32 juta,  rupiah kalau di kurs kan dengan bath adalah, 1 bath sekitar 300 rupiah , hitung punya hitung Thoriq tersenyum saat kutanya apa sudah da duit nya.

Tahun lalu jamah haji asal Thailand terhalang hendak berangkat dari Bangkok karena ada demontrasi di lapangan terbang . Mungkin Thoriq akan berangkat dari Malaysia, banyak jamaah haji asal Thailand berangkat dari Malaysia, begitupun jamaah haji dari Kamboja dan Vietnam mereka berangkat melalui Malaysia.

Suku Hmong Muslim Di Desa Bukit Doi Pha Chang Provinsi Pha Yao Thailand Utara

Saat di Batam Thoriq kami bawa berkeliling kepulau pulau sekitaran perairan Batam dengan boat pancung, di seputaran perairan Batam pun banyak suku laut yang seperti Thoriq, Islam nya baru sebatas mengucap duakalisyahadat.

Ibnu Batuta ……………….


Ibnu Batuta

Tepat pukul 07.09 pagi di tanggal 01 Desember 2009 sms masuk ke ponsel ku dari ustaz Abdul Wahab,  “Assalamualaikum pak Imbalo (ibnu Batuta) nomor hp ustaz Ahmad 0084918027845 dan nonor tetap 0084918027845 atau 076824357 fax : 076866599, beliau tinggal di desa Chou Doc Province An Giang Ho Chi Min City. Dan nomor Ustaz Abdullah Cambodia 0085511252948 nama beliau di id card : Mot Toulo. terimakasih”.

Pagi itu tanggal 1 Desember 2009 aku masih berada di Hanoi, rencana petang hari  pukul 16.10  sesuai dengan jadwal penerbangan, aku akan ke Ho Chi Min City dengan Vietnam Air, dengan pesawat udara perjalanan di tempuh 2 jam.

Tahun lalu 23 Maret 2008 aku dari Ho Chi Min City ke Hanoi dengan Bus, lebih dari 50 jam aku di dalam bus baru sampai di Hanoi. Aku nikmati perjalanan itu, apalagi sewaktu melewati Provinsi Da Nang, Da Nang mempunyai pantai yang  indah. Tak bosan bosan nya aku menikmati perjalanan itu dari mulai malam ke pagi ke malam lagi ke pagi dan malam lagi dan pagi.

Entah apa sampai ustaz Wahab menyebutku Ibnu Batuta, mungkin karena kenekadan ku bepergian sendirian, nekad memang, seorang diri pergi menjelajahi Vietnam, Kamboja, Thailand, Laos, Myanmar. “Mending” ngerti bahasa, yang kukuasai hanya bahasa melayu sedikit bahasa jawa, itu agaknya ustaz Wahab menyebutku Ibnu Batuta dari Batam , aku jadi senyum senyum sendiri, ustaz yang satu ini tahu betul kemampuanku berbahasa Inggris apalagi bahasa Arab.

Lagian tak ada apa apa nya perjalananku di bandingkan Ibnu Batuta, Ibnu Batuta ribuan kilometer di tempuhnya dengan berjalan kaki ke merata tempat di dunia. Tetapi memanglah ke provinsi An Giang desa Chou Doc Vietnam negara komunis itu nyaris ratusan tahun tak pernah dilalui oleh Muslim dari Indonesia.

Tiba di bandara HCM City hari telah gelap, disitu telah menunggu Muhammad, Muhammad seorang pemuda yang bekerja di HCM pernah tinggal di Malaysia beberapa tahun sehingga dapat sedikit berbahasa melayu. HCM dengan desa Chou Doc (An Giang) hampir 400 KM  jaraknya, arah ke Barat dari HCM City berbatasan dengan Kamboja.

Dengan taxi dari Bandara ke Bandar ongkosnya sebesar 120.000 Dong, di HCM banyak penjual makanan halal tidak seperti di Hanoi, disini pun ada 7  masjid berdiri.

Tak seperti zaman Ibnu Batuta, sekarang tak lah sulit mendapatkan informasi, sejak di Hanoi lagi nomor hp ku telah ku ganti dengan nomor Vietnam.  Kepada Muhammad yang menemaniku makan kutanyakan adakah bus lagi ke Phan Rang, Phan Rang adalah salah satu provinsi di Vietnam terletak ke Timur dari pada HCM, kalau kita naik Bus dari HCM ke Hanoi provinsi itu akan dilalui, sekitar 7 jam perjalanan dari HCM, seorang teman memintaku dengan sangat agar bisa datang kesana, Basori namanya, ianya seorang pemuda yang sedang kulia di Universitas Islam Antara Bangsa (UIA) Malaysia, kami belum pernah bersua muka.

Padahal tujuan ku semula aadalah ke Chou Doc (An Giang), kota di Barat HCM, sementara Phan Rang adalah kota di Timur HCM, “Disitu adalah rumahku, disitu ada masjid baru di rasmikan, 27 hari bulan lepas, sewaktu Idul qurban, datanglah kesana, disanapun ada seorang kawan yang boleh bercakap melayu” harap Basirun agar aku bisa datng ke Phan Rang ke rumahnya.

Tak jauh dari restoran tempat kami makan banyak tempat penjualan tiket bus antar kota, Bus terakhir ke Phan Rang pukul 9 malam, kalau Tuhan mengkehendaki, semuanya bagai di atur saja, lepas makan aku pun berlepas ke  Provinsi Phang Rang

Hal ini kusampaikan kepada ustaz Wahab, dan ustaz Ahmad yang berada di Chou Doc.

%d blogger menyukai ini: