Hasil Quick Count Pilwako Batam 2011


lima pasangan pilwako batam

lima pasangan pilwako batam

Hari ini Rabu (5/1) adalah hari libur di Batam, karena bertepatan dengan pemilihan walikota. Ada lima pasang yang bertanding.

Hasil sementara  Quick Count atau perhitungan cepat Pilwako Batam tahun 2011 atas  lima pasangan yang bertanding itu sbb :

Pasangan Ahmad Dahlan – Rudi Unggul ?

“Tidak ada lembaga survey bang” kata M Nur wartawan Batam Pos kepadaku, ketika kutanya mengapa M Nur menambahkan kalau tak ada biaya untuk itu. Sementara di TPS 45 Bengkong pasangan No 1  Dahlan – Rudi unggul.  Sementara di tempat ke dua pasangan no 5.

Biasa nya dari beberapa kali pemilihan di Batam, pasangan yang menang di TPS ini, adalah juga jadi pemenangnya.  Pemilih hanya sekitar 30 – 40 % lainnya tak memilih. Data ini juga mencerminakan pemilih diseluruh Batam. Nampaknya isu soal dana Bansos tak banyak berpengaruh terhadap pasangan ini.

“Di Pulau Kasu, di Karas pasangan no 1 yang menang bang” kata Nur Yasin seorang guru menuliskan di FB ku.  Tetapi di daerah Tiban kata Atin beberapa TPS di pegang oleh pasangan no 2.

Incumbent akan menang ……… Jadi ini hanya prediksi ku saja…………

Cina Muslim Batam


komunitas muslim di Thailand Utara,

komunitas muslim di Thailand Utara,

Dewi Oktora namanya, dia adalah guru bahasa Inggris di sekolah kami. Perempuan asal Medan ini disamping fasih berbahasa Inggris dia pun  fasih berbahasa Cina. Karena dia memang orang Cina. Hokkian,  Mandarin dan beberapa dialek lainnya dia kuasai.

Dewi yang satu ini berkerudung, dia muslim. Bukan karena menikah dengan Mas Selamat pria Jawa kelahiran Sumatera itu, tetapi jauh sebelum nya Dewi  sudah memeluk Islam. Ibu nya orang Tionghoa dan papanya orang Medan.

Di Sekolah kami Ibu Dewi demikian dia di panggil murid muridnya sering menjadi juru bicara, aku sengaja dan sering meminta jasa nya dalam menghadapi orang tua  etnis Tionghoa yang anaknya bersekolah di tempat kami.

Ibu lima anak

Meskipun sekolah kami adalah sekolah Islam tetapi banyak siswanya dari etnis keturunan yang bukan beragam Islam. Entah mengapa tetapi mungkin karena sekolah kami memang diperuntukkan bagi kalangan kurang mampu.

Di tempat kami di Batam banyak sekali sekolah swasta yang pengelola dan pemiliknya adalah orang Tionghoa. Yaitu tadi  hampir semua yang bersekolah disitu dari golongan Tionghoa yang mampu.

“Anak saya ada 5 orang semuanya mau saya sekolahkan disini ” kata seorang Ibu suatu ketika. Kelihatan dari nada bicaranya kalau ianya adalah orang Cina. Tadinya beberapa orang anaknya disekolah yang dikelola oleh orang Tionghoa, karena dia sudah berpisah dengan suaminya sehinggah tak mampu lagi membiayai ke sekolah yang mahal itu.

Untuk menangani hal ini termasuklah urusan administrasi kepindahan murid dan mengisi formulir diserahkan ke Ibu Dewi Oktora. Ibu wali murid  yang baru cerai suaminya yang katanya sudah muslim sejak menikah terlihat merasa senang ada guru yang dapat berbahasa Tionghoa melayaninya.

Bapak tiga anak

Menjelang ujian semester seperti saat ini, aku akan kebanjiran bertemu dengan orang tua murid yang minta tolong keringan agar anaknya diperkenankan mengikuti ujian. Ketentuan dari sekolah bila menunggak uang sekolah tidak boleh mengikuti ujian.

Seorang Bapak terlihat tertuduk lesu, dari tadi kuperhatikan dia duduk di pinggiran tembok teras. Tiga orang anaknya bersekolah di tempat kami, ketiga nya belum lagi membayar uang sekolah sudah 3 bulan. “Malu rasanya pak” ujar nya saat kutanya.

Bapak tiga orang anak tadi adalah Tionghoa Muslim bekerja di bengkel , yang akhir akhir ini jarang mendapat orderan. Bengkel nya yang lama di gusur katanya ditempat yang baru tidak seperti di tempat yang lama.

Ketua NU Batam

Kalau yang ini namanya Haji Aseng sering demikian orang memanggilnya, beliau adalah Ketua NU Batam , baru baru ini mendapat keelakaan di jlan raya, masih di rawat di slah stu Hospital di johor bahru Malaysia.

Haji Aseng atau Haji Khairul ini salah seorang pengusaha yang sukses di Batam memiliki perusahan pelayaran Indomas ferry Stulang Laut – Batam Center. Seorang putranya menjadi legislator dan beliu pun mengelola lembaga pendidikan.

Saptono Mustakim

Kalau yang satu ini adalah mantan Wakil Bupati Lingga, saat ini dalam masa berkabung karena orang tua lelakinya meninggal dunia.  Pernah menjadi anggota DPRD Batam juga provinsi Kepri. Saptono juga dulunya adalah seorang pengusaha

Banyak lagi sebenarnya orang orang Tionghao yang muslim yang berhasil di Batam tidak seperti dugaan dan anggapan sebahagian orang, kalau orang Cina atau Tionghoa menjadi muslim akan menjadi miskin.

Dan tidak pula di nafikan ada yang memang kebetulan setelah muslim jadi miskin. Dan rasanya di daerah melayu ini sulit akan menjadi pejabat setingkat Bupati misalnya kalau dia tidak Muslim.

Yang bekerja di Bank , menjadi Camat, di Kepolisian misalnya. Camat wanita pertama di Kota Batam adalah seorang perempuan Tionghoa Muslim. Di Pulau Bulang pak Haji Akhmad adalah Nelayan yang sukses orang Tionghoa, daging kepiting rebusnya berharga ratusan ribu perkilonya dijual ke hotel hotel untuk dibuat menu sop kepiting.

Hanya saja orang Tionghoa kalau sudah muslim tidak menjadi exlusif lagi, mana ada masjid Cina yang mengkhususkan orang Cina saja yang boleh shalat disana sebagai mana yang kita lihat pada agama lain.

Jadi tidak benar kalau orang Cina menjadi muslim jadi miskin .


Suku Laut di Kepuluan Batam (Siapa Suku Laut)


mak Rohana orang suku laut dari Teluk Paku kelurahan Pulau Buluh Batam Indonesia, "agak nya apa yang sedang dipikirkan nya ya..?"...

mak Rohana orang suku laut dari Teluk Paku kelurahan Pulau Buluh Batam Indonesia, "agak nya apa yang sedang dipikirkan nya ya..?"...

Siapa Suku Laut

Suku Laut yang berada di Kepulauan Batam sungguh erat kaitan nya dengan Kerajaan Johor sekarang Pada tahun 1699 Sultan Mahmud Syah, keturunan terakhir wangsa Malaka-Johor, terbunuh. Yang lebih terkenal dengan sebutan Sultan Mahmud Mangkat Di Julang. Mulai saat itulah kisah suku Laut tercerai berai hingga sekarang di mulai.

Karena Orang Laut menolak mengakui wangsa Bendahara yang naik tahta sebagai sultan Johor yang baru, karena keluarga Bendahara dicurigai terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ketika pada tahun 1718 Raja Kecil seorang petualang Minangkabau mengklaim hak atas tahta Johor, Orang Laut memberi dukungannya. Namun dengan dukungan prajurit-prajurit Bugis  Sultan Sulaiman Syah dari wangsa Bendahara berhasil merebut kembali tahta Johor. Dengan bantuan orang-orang Laut (orang suku Bentan dan orang Suku Bulang) membantu Raja Kecil mendirikan Kesultanan Siak setelah terusir dari Johor.

Pada abad ke-18 peranan Orang Laut sebagai penjaga Selat Malaka  untuk Kesultanan Johor-Riau pelan-pelan digantikan oleh suku Bugis.

Bahasa Orang Laut memiliki kemiripan dengan Bahasa Melayu  dan digolongkan sebagai Bahasa Melayu Lokal. Saat ini mereka umumnya bekerja sebagai nelayan. Seperti suku Bajau Orang Laut terkadang dijuluki sebagai “kelana laut”, karena mereka hidup berpindah-pindah di atas perahu. Itu dulu.

Kini pelan pelan pula sejak adanya Otorita Batam, kehidupan mereka di perairan kepulauan Batam terusik, karena memang dianggap Nomaden sebagian dari mereka “didaratkan” dibuatkan  rumah , seperti contoh di Pulau Gara, di Teluk Nipah, di Pulau Kubung.

Komunitas mereka kini

pak Panjang (tengah) orang paling tua dari suku laut di Pulau Boyan Batam Indonesia

pak Panjang (tengah) orang paling tua dari suku laut di Pulau Boyan Batam Indonesia

Di Pulau Bayan

Lelaki paling tua disitu bernama Panjang, usianya sekitar 70 tahun, “agak kuat dan dekat bicaranya pak” kata Rohana putri ketiga pak Panjang. Pulau Bayan sekitar 15 menit naik bot pancung dari Senggulung Batam. Pak Panjang yang rada pekak ini selalu tertawa dan kelihatan senang sekali saat kami naik keatas pelantar rumahnya. Isterinya telah lama meninggal dunia, jadi dia tinggal berdua dengan Rohana putri nya yang belum juga mendapatkan jodohnya meski usianya sudah mencapai kepala 4.

Semua suku laut di pulau itu beragama Islam, ada belasan keluarga disitu, “itulah yang sangat kami harapkan pak ” ujar Nur putri pertama pak Panjang yang menikah dengan orang Padang, saat kami utarakan hendak membuat mushalla disitu. “Suami saya pandai tukang, sekarang pun dia lagi kerja di Tiban, boleh lah dia bantu buat” tambah Nur lagi, sembari menjelaskan bahwa keinginan ibunya sebelum menghembuskan nafas terakhir adanya mushalla di tempat tinggal mereka.

Pulau Bayan tak jauh dari Pulau Buluh, Pulau Buluh diawal tahun 80 an masih dilalui oleh kapal ferry yang dari Tanjung Pinang hendak ke Belakang Padang atau Sekupang Batam. Pulau Bayan masih masuk wilayah kelurahan Pulau Buluh. Orang menyebut Pulau Bayan ini menjadi Boyan, tak jelas apakah ada  hubungan pulau Bayan ini dengan suku Boyan (Bawean), yang tinggal disitu yang jelas dalam situs resmi Pemko Batam tertulis jelas bahwa pulau itu bernama Bayan…(nama sejenis burung) .

Sejak pembangunan yang begitu pesat di Pulau Batam, nyaris tak menyisakan ingatan sedikitpun tentang begitu stategis dan pentingnya peranan pulau Buluh. Di Pulau Buluh dahulu mantri Hutan dan Bidan desa bertempat tinggal. Sekarang di Pulau itu begitu pun pulau – pulau sekitaran nya bila petang hari hanya tercium bau kotoran babi dari pulau Bulan. Pulau Bulan adalah tempat peternakan babi terbesar di Kepulauan Riau.

Pak Panjang terus berceloteh, sambil tertawa terlihat gusinya yang tak bergigi lagi, “kalau nak bawa saya berkeliling , nak tengok orang suku laut, mestilah belanja rokok” ujar pak Panjang lagi, sambil tertawa. Pak Jantan dari Tanjung Gundap yang membawa kami dengan pom pong nya ikut tersenyum.

Banyak sekali yang ingin ditanyakan kepada pak Panjang seputar orang Suku Laut, ya itu tadi kita harus berteriak teriak agar apa yang kita tanyakan dapat di dengar oleh beliau. Kami berjanji akan datang lagi merealisir pembangunan mushalla di Pulau Bayan.

Dengan lambaian tangan nya yang memang panjang dan tubuh nya betul betul panjang sesuai dengan namanya, pak Panjang mengantar kami pulang kembali ke Tanjung Gundap.

Pong , pong, pong , pong, pong, pong bunyi pompong pak Jantan mengharungi lautan pulau Buluh dan pulau Bulan, puluhan  kapal kapal tanker , juga tug boat dari berbagai negara berlabuh disitu, dan agaknya ratusan tongkang dan kapal yang sedang dibuat dan diperbaiki di sepanjang pantai Tanjung Uncang Dapur 12 kami lalui, nyaris menutupi seluruh pantai pulau yang berbentuk kala jengking itu.

Tak tahan rasa bau yang menyengat dari pulau Bulan tempat perternakan babi, terpaksa dengan singlet aku tutup hidung sampai menjelang jembatan satu barelang. Tetapi pom pong kami mengingsut jalan hanya 5 batu sejam…..

Hasil quick count pilkada kepulauan riau 2010 (sementara) 2 HMS Menang


Kalau melihat hasil pilkada kepri hingga pukul 21.00 wibb 1.Duo HMS (No.urut 2) = 37 %
2.NKRI (No.Urut 1) = 31.52 %   sementara no 3. Aida berjaya (No. urut 3) = 31.48%

Agak susah angka angka ini berubah, dan kemungkinan untuk satu putaran sebagai mana yang di gemborkan oleh masing masing pasangan.

Muslim Minoritas Yang Tertindas Di Burma


Phuket, adalah salah satu kawasan pelacongan di Thailand, daerah tujuan wisata yang menjadi andalan Thailand itu,  akh sudah lama nian aku ingin kesana, beberapa kali ke Thailand bahkan sampai ke Mae Sai di provinsi Chiang Rai kota paling utara yang berbatasan dengan Ta Ci Lek (Myanmar) telah ku kunjungi, bahkan sudah beberapa kali.

Belum sempat – sempat juga mampir ke Phuket. Padahal provinsi ini sering ku lalui. Beberapa kali pula Daud Jaruh mengajakku. Teman yang satu ini adalah aktifis dalam penanggulangan HIV/AIDS di Thailand yang ditujukan khusus kepada muslim.

“Saya duduk di Phang Nga” katanya satu waktu. Phang Nga adalah salah satu provinsi di Thailand, “sengaja opis dekat situ untuk memudahkan perjalanan ke Krabi dan Phuket” jelas Daud lagi.

Hari itu (27/02)   setelah melintasi perbatasan Wang Kelian Perlis (Malaysia) dengan Wang Prachan Khuan Don  provinsi Satun Thailand kami mampir di Phang Nga di kantor Daud Jaru. Dan malamnya  selepas magrib perjalanan dilanjutkan ke provinsi Ra Nong (baca Rak nong) . Simpang jalan menuju Phuket pun kami lalui. Lagi lagi aku tak dapat menyinggahinya.

Kami ke Ra Nong karena  provinsi di Thailand ini yang berbatasan  langsung dengan Kaw Thoung (baca Kok Song) provinsi Burma Myanmar.

“Banyak disana orang Myanmar yang dapat berbahasa melayu” jelas ustadz Wahab. Dan memang lah tujuan kami hendak bersilaturrahim dengan sesama muslim yang ada disana. Hal ini selalu dan rutin kami lakukan.

Namun sebelum sampai di Kaw Thoung, kalau orang Siam menyebutnya Kok Song, kami dikabari bahwa ada 5 orang pelarian dari Myanmar kemarin mati tertembak, mereka tertangkap asykar saat hendak “menyeberang” ke Thailand.

Sebenarnya hal itu telah sering terdengar di media – media, baik media cetak maupun media elektronik. Di Malaysia saja puluhan ribu orang pengungsi dari Burma yang tidak jelas statusnya.

Di Indonesia pun ratusan orang dari mereka yang kini masih tertahan di beberapa daerah termasuk di Tanjung Pinang Kepulauan Riau, di  Aceh dan Batam juga.

Di Thailand pun  tak kurang banyaknya yang jadi pelarian, sangkin banyak nya hingga tak dapat di data, “Bagaimana nak mendata karena mereka takut kalau mengatakan identitasnya sebagai orang Burma” jelas Daud , menanggapi sekitar berapa banyak jumlah rakyat Burma yang ada di Ra Nong saja saat ini.

Karena takut dan menghindari hal hal yang tak diinginkan malam itu perjalanan kami hentikan dan  kami bermalam di perbatasan disatu kampung yang bebatasan dengan Ra Nong. Kami tidur disitu hingga keesokan harinya.

Pagi harinya perjalanan kami lanjutkan ke Ra Nong, terus menuju border, tercium bau amis yang cukup menyengat, karena border dan tempat pelelangan ikan jadi satu. Disitulah  juga tempat pemeriksaan pasport menuju Myanmar.

Indonesia Dan Malaysia Beda

Lagi lagi aku sebagai satu – satu nya orang Indonesia dalam perjalanan itu mendapat perlakuan yang berbeda, saat hendak masuk ke Thailand dari Perlis Malaysia pun aku harus membayar 10 ringgit Malaysia di counter imigrasi. Di pintu keluar tadi, selain 10 Dollar Amerika , kami dimintai 2 ringgit Malaysia lagi.

Lagi lagi tanpa ada tanda terima. Sementara ongkos dengan bot sampai ke Kok Song (Kaw Thoung) sebesar 5 RM perorang, satu bot di muat 10 orang. Kami memakai 2 buah bot, bot nya agak aneh mesin nya punya kemudi panjang.

Dari Rak Nong menuju Kok Song cukup ketat penjagaan, dua negara yang hanya dipisah oleh selat Andaman itu,  kita di periksa oleh petugas sampai 5 kali. Padahal jarak antara keduanya tak lah begitu jauh, hanya sekitar 3 mil laut saja. Ada beberapa pulau pulau kecil diantar kedua negara itu di tempati petugas berseragam dan bersenjata lengkap terhunus.

Sesampai  di kantor imigrasi di Kok Song  yang sangat sederhana sekali, dengan hanya berbaju singlet duduk diatas kursi kayu dan meja kecil kami di terima petugas imigrasi. Banyak sekali pertanyaan ditujukan kepada kami, pertanyaan itu di terjemahkan oleh tukang bot yang membawa kami karena memang dianya dapat berbahasa melayu dengan baik.

Banyak sudah negara yang kukunjungi dan banyak border yang kulalui barulah kali ini ada petugas imigrasi yang hanya bekerja dengan kaus singlet dan berkain sarung.

Foto Mustaqim Mustafa - Don't Tell My Mother I'm In Union of Myanmar

Foto Mustaqim Mustafa - Don't Tell My Mother I'm In Union of Myanmar

Di Kantor imigrasi itu Pasport kami semua di tahan,  setelah di photo kami diberi kertas selembar yang disitu terpampang photo kami  masing masing, diujung kanan tertulis  “motel”  maksud nya harus tidur di motel atau di hotel tidak boleh di tempat yang lain meski di tempat saudara sekalipun dan kami di wanti wanti untuk tidak pergi jauh lebih dari 3 kilometer. Bila ini di langgar mereka tak menjamin kalau kami di tangkap polisi atau yang berwajib.

Banyak kisah pilu dan sedih yang dialami umat Islam di sana, kami pun tak dapat hendak  menyebut nama  yang memberikan maklumat, karena hal itu dapat membuat susah si empunya nama.

Siang itu lebih 2  jam lamanya kami di kantor imigrasi, selepas dari kantor imigrasi yang cukup melelahkan, (tak ada kursi atau tempat duduk disitu, udara yang cukup panas) kami naik dan diantar  sejenis tuk tuk yang dapat memuat belasan orang  menuju ke sebuah motel.

Dengan bayaran 70 RM perkamar untuk 2 orang. “Air hidup pukul 6 petang dan ekon pun baru pukul 6 petang nyala” kata petugas motel yang diterjemahan oleh  supir tuk tuk itu kepada kami.  Tetapi untuk kami mereka dapat menghidupkan dan menyalakan ekon dan air, karena kami akan bermalam 3 (tiga) hari.

Selepas itu kami makan di sebuah kedai makan, yang tak jauh dari Motel tersebut,  cukup lumayan enak  makanan  khas disana. Dan di lanjutkan dengan shalat jamak Takhir di sebuah masjid di Kampung Melayu namanya. Masjid Kampung Melayu ini terletak di tengah kota, tak terlihat seperti bangunan masjid dari luar, di bawah nya di lantai satu bentuk toko dan di lantai dua adalah bangunan masjid. Disebelah tangga naik ke atas terlihat besi rangka beton yang sudah berkarat karena terkelupas konkret (semen) nya, kalau dibiarkan terus begitu dapat mengakibatkan balok itu rapuh dan roboh.

Di Provinsi Kaw Thoung (Kok Song) ini banyak terdapat masjid. Di Pulau Dua, diseputaran kami menginap saja ada 5 masjid. Disitu pun beragam entis muslim ada disana, yang muka nya mirip dengan kita (orang Melayu) , India , Pakistan yang disebut Rohingya, dan ada juga yang mirip china.

Mereka membenarkan bahwa pemerintah Junta tak memberi izin  mereka memperbaiki masjid yang sudah rusak (renovasi) , demikian pula  sekolah-sekolah terutama madrasah. Untuk mendapatkan izin renovasi harus se izin pemerintah pusat di Rangon sana. Bukan lah hal yang mudah untuk mendapatkan kelulusan izin renovasi itu. Banyak prosedur yang harus di siapkan.

Mereka, pelajar pelajar disitu tidak diberi dan tidak dizinkan untuk  belajar tulisan rumi, tetapi ini  berlaku kepada umat muslim saja. Saat dimasjid itu ada eseorang yang datang menemui kami mengatakan raswah (suap) disana meraja lela. Contohnya 10 US Dollar tadi yang kami berikan kepada petugas imigrasia tanpa ada tanda terima.

Begitu tertekan nya umat Islam sejak Junta berkuasa. Masjid – masjid terlihat kumuh seakan tak terawat karena tak boleh di perbaiki. Saat itu hujan tiba disaat kami hendak melaksanakan shalat magrib dan Isya, di salah satu masjid yang lain. Di dalam masjid di sudut sudut ruang terlihat jejeran ember ember plastik untuk penadah atap yang bocor.

Perjalanan dari Kaw Thoung ke Ibukota di Rangon sana dapat di tempuh dengan pesawat udara, kalau dengan kapal laut lamanya bisa 3, 4 hari. Nah kalau dengan bus bagaimana? , mereka hanya tersenyum kalau nasib baik 4 sampai 5 hari baru sampai,  bisa juga tak sampai sampai.

Jalanan kurang bagus ujar seorang yang kelihatan agak berpendidikan datang menemui ku yang mengaku kepadaku dia nya dulu bekas seorang polisi.  Si bekas polisi yang sudah pensiun ini juga yang mengatakan kalau orang yang lari ke Malaysia dan Indonesia dan ke merata tempat di Asean itu adalah bukan rakyat Burma, “mereka adalah rakyat Bangla (maksudnya Bangladesh) yang datang mari, dan mengaku orang Burma”, itulah sebab mereka tak dapat papsort atau identitas sebagai rakyat Myanmar .

Mana mungkin ku bantah , karena aku pun tak tahu, tetapi puluhan orang dari  mereka pernah bertemu dengan ku di Malaysia dan di Indonesia , mereka mengaku rakyat Myanmar asal Rohingya. Pemerintah Junta tak memberi mereka identitas sebelum mereka merubah aqidahnya

Derita muslim Burma yang tertindas karena politik ini, mereka dulunya berpihak kepada Aung San Suu Kyi yang kini masih mendekam dalam penjara.

“Mudah mudahan 2012 ini penderitaan kami berakhir” harap seseorang dari mereka saat kami bersalaman pamit kembali dari Kaw Thoung menuju Rak Nong Thailand.

Siapa yang peduli dengan mereka ya?????

Syarat -Syarat Lain Menjadi Calon Gubernur Kepulauan Riau


Pernahkah Gubernur kemari?.....Jangan kan Gubernur walikota pun tak pernah...jangankan walikota camat pun enggan menyapa.... mengapa ya?

Pernahkah Gubernur kemari?.....Jangan kan Gubernur walikota pun tak pernah...jangankan walikota camat pun enggan menyapa.... mengapa ya?

Lagi ramai dimana mana perbincangan soal calon gubernur Kepri, sebelum kasus Damkar mencuat yang menjadikan calon incumbent terseok seok karena oleh KPK dijadikan tersangka, dulunya nyaris tak ada tandingan. Siapapun yang dipasangkan dengan nya pastilah menang.

Tetapi kini banyak calon bermunculan, agak agak berani lah konon.

Koran Koran pun ramai mengusung nama nama cagub, di pangkalan ojek tak kurang serunya, maklum tak berapa bulan lagi masa jabatan orang nomor satu di Kepulauan Riau ini akan berakhir jadi wajar lah.

Syarat Jadi Cagub Kepri

Tak susah syarat menjadi cagub di Kepri ujar ku saat ditanya teman kemarin …..

Calon itu cukup disuruh test Jalan diatas pelantar kayu dikala air sedang pasang surut jauh ke tengah, naik dari pancung melalui tangga kayu bulat berlumut.

Pelantar seperti itu ribuan jumlah nya di kepulauan riau yang selama ini tak pernah dilalui oleh mereka yang sekarang menjabat  baik walikota maupun Gubernur .

Nah kalau lulus baru lah dia boleh mencalonkan diri………… kalau sudah tak larat lagi nak berjalan di atas pelantar yang bergoyang – goyang  itu,  tak usah lah Dia nak mencalonkan diri .

Mengapa demikian karena selama ini jarang mereka mengunjungi rakyat nya yang harus pulang kerumah melalui pelantar macam tu….jangan kan mengunjungi menjeling pun tidak.

Sanggup di test…………wahai calon calon Gubernur , ??????????????

Gurita Cikeas………..


Gurita.................

Wah…….. mana mungkin berani dia menulis itu kalau tidak di dukung data ucap mantan anggota DPR RI dari Komisi I Ali Mochtar Ngabalin, dan banyak lagi komentar komentar dari tokoh tokoh Nasional menyikapi buku Membongkar Gurita Cikeas.

Apa sih arti Gurita ?

Nah untuk memudahkan pembaca blog ini aku tuliskan tentang Gurita yang ku kutip dari wikipedia, aku juga sempat berfikir apa iya seorang  Gergoe Junus Aditjondro sampai berani menyebut  Gurita Cikeas, begitu dahsyat nya hewan ini kalau kita baca kemapuan bertahan dan memepertahan kan hidupnya.

Kalau tentang buku dan komentar tokoh tokoh nasional sudah banyak beredar, pantes pantes menang nya mutlak kata komentar di media elektronik………… menggurita……….gurita bisa menelan ikan hiu lho……..

Gurita adalah hewan moluska dari kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala), ordo Octopoda dengan terumbu karang di samudra sebagai habitat utama. Gurita terdiri dari 289 spesies yang mencakup sepertiga dari total spesies kelas Cephalopoda. Gurita dalam bahasa Inggris disebut Octopus (Yunani: Ὀκτάπους, delapan kaki) yang sering hanya mengacu pada hewan dari genus Octopus.

Bentuk fisik

Gurita memiliki 8 lengan (bukan tentakel) dengan alat penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa

Lengan gurita merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang atau tulang rangka luar. Tidak seperti hewan Cephalopoda lainnya, sebagian besar gurita dari subordo Incirrata mempunyai tubuh yang terdiri dari otot dan tanpa tulang rangka dalam. Gurita tidak memiliki cangkang sebagai pelindung di bagian luar seperti halnya Nautilus dan tidak memiliki cangkang dalam atau tulang seperti sotong dan cumi-cumi. Paruh adalah bagian terkeras dari tubuh gurita yang digunakan sebagai rahang untuk membunuh mangsa dan menggigitnya menjadi bagian-bagian kecil.

Tubuh yang sangat fleksibel memungkinkan gurita untuk menyelipkan diri pada celah batuan yang sangat sempit di dasar laut, terutama sewaktu melarikan diri dari ikan pemangsa seperti belut laut Moray. Gurita yang kurang dikenal orang dari subordo Cirrata memiliki dua buah sirip dan cangkang dalam sehingga kemampuan untuk menyelip ke dalam ruangan sempit menjadi berkurang.

Gurita mempunyai masa hidup yang relatif singkat dan beberapa spesies hanya hidup selama 6 bulan. Spesies yang lebih besar seperti Gurita raksasa Pasifik Utara yang beratnya bisa mencapai 40 kilogram bisa hidup sampai 5 tahun di bawah kondisi lingkungan yang sesuai. Reproduksi merupakan salah satu sebab kematian, gurita jantan hanya bisa hidup beberapa bulan setelah kawin dan gurita betina mati mati tidak lama setelah bertelur. Kematian disebabkan kelalaian gurita untuk makan selama sekitar satu bulan sewaktu menjaga telur-telur yang belum menetas.

Selubung bagian perut tubuh gurita disebut mantel yang terbuat dari otot dan terlihat seperti kantung. Gurita memiliki tiga buah jantung yang terdiri dari dua buah jantung untuk memompa darah ke dua buah insang dan sebuah jantung untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Darah gurita mengandung protein Hemosianin yang kaya dengan tembaga untuk mengangkut oksigen. Dibandingkan dengan Hemoglobin yang kaya dengan zat besi, Hemosianin kurang efisien dalam mengangkut oksigen. Hemosianin larut dalam plasma dan tidak diikat oleh sel darah merah sehingga darah gurita berwarna biru pucat. Gurita bernafas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan disemburkan keluar melalui tabung siphon. Gurita memiliki insang dengan pembagian yang sangat halus, berasal dari pertumbuhan tubuh bagian luar atau bagian dalam yang mengalami vaskulerisasi.

Kecerdasan

Gurita spesies Octopus cyanea sedang mengamati keadaan sekeliling

Gurita sangat cerdas dan kemungkinan merupakan hewan paling cerdas di antara semua hewan invertebrata. Kecerdasan gurita sering menjadi bahan perdebatan di kalangan ahli biologi. Hasil percobaan mencari jalan di dalam maze dan memecahkan masalah menunjukkan bahwa gurita mempunyai ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang, walaupun masa hidup gurita yang singkat membuat pengetahuan yang bisa dipelajari gurita menjadi terbatas.

Gurita mempunyai sistem saraf yang sangat kompleks dengan sebagian saja yang terlokalisir di bagian otak. Dua pertiga dari sel saraf terdapat pada tali saraf yang ada di kedelapan lengan gurita. Lengan gurita bisa melakukan berbagai jenis gerakan refleks yang rumit, dipicu oleh 3 tahapan sistem saraf yang berbeda-beda. Beberapa jenis gurita seperti gurita mimic bisa menggerakkan lengan-lengannya untuk meniru gerakan hewan laut yang lain.

Pada percobaan di laboratorium, gurita dapat mudah diajar untuk membedakan berbagai bentuk dan pola. Gurita juga bisa membuka tutup toples dengan belajar dari melihat saja, walaupun penemuan ini sering dipertentangkan berdasarkan berbagai alasan

Gurita pernah ditemukan sedang melakukan gerakan yang menurut sebagian orang seperti sedang bermain-main. Secara berkali-kali, gurita melepaskan botol dan mainan di tengah-tengah arus air melingkar di dalam akuarium dan lalu berusaha menangkapnya.. Gurita sering memecahkan akuarium yang ditinggalinya dan kadang-kadang bertandang ke akuarium lain untuk mencari makanan. Gurita juga diketahui sering memanjat kapal penangkap ikan dan membuka ruangan penyimpan ikan untuk memakani kepiting.

Di beberapa negara, gurita termasuk hewan percobaan yang tidak boleh dibedah tanpa anestesi. Di Britania Raya, Cephalopoda seperti gurita termasuk hewan yang dilindungi Animals (Scientific Procedures) Act 1986 dan undang-undang anti kekejaman terhadap binatang. Walaupun tidak bertulang belakang, gurita sebagai hewan percobaan mendapat perlindungan yang sama seperti halnya hewan bertulang belakang yang lain.

Ada kepercayaan bahwa gurita yang sedang dalam keadaan stress akan memakan lengan-lengannya sendiri. Penelitian yang masih terbatas dalam bidang ini menunjukkan bahwa kelakuan abnormal gurita mungkin disebabkan virus pemakan sel (autophagy) yang menyerang sistem saraf gurita. Kelakuan memakan lengan sendiri mungkin dapat dianggap sebagai penyakit saraf (neurological disorder).

Pertahanan diri

Gurita biasanya memiliki tiga mekanisme pertahanan diri: kantong tinta, kamuflase dan memutuskan lengan

Gurita berwarna abu-abu pucat atau putih, tapi warna kulit bisa diubah sesuai warna dan pola lingkungan sekitar dengan maksud melakukan kamuflase (penyamaran). Pada kulit gurita terdapat kromatofora berupa lapisan kantung-kantung pewarna yang lentur dan bisa mengubah warna, opasitas dan refleksitas jaringan epidermis. Otot-otot di sekeliling kromatofora bisa membuat kantung-kantung pewarna menjadi kelihatan atau hilang. Kromatofora berisi pigmen berwarna kuning, oranye, merah, coklat, atau hitam. Sebagian besar spesies gurita memiliki 3 warna dari seluruh pilihan warna kromatofora yang ada, walaupun ada juga spesies yang memiliki 2 atau 4 warna. Sel-sel lain yang bisa berubah warna adalah sel iridophore dan sel leucophore (warna putih). Kemampuan berganti warna digunakan gurita untuk berkomunikasi atau memperingatkan gurita lain. Gurita cincin biru berubah warna menjadi kuning cerah dengan bulatan-bulatan berwarna biru jika merasa terancam sekaligus memperingatkan musuh bahwa dirinya sangat beracun.

Beberapa spesies gurita dapat memutuskan lengannya sendiri (ototomi) mirip cicak dan beberapa spesies kadal yang memutuskan ekor sewaktu melarikan diri. Lengan gurita yang sedang merangkak juga berfungsi sebagai pengalih perhatian bagi calon pemangsa dan berguna pada saat kawin.

Beberapa spesies gurita seperti gurita mimic memiliki sistem pertahanan ke-4 berupa kemampuan meniru bentuk hewan laut berbahaya seperti lionfish dan belut berkat tubuh yang lentur dipadukan dengan kemampuan berganti warna. Gurita mimic juga pernah didapati mengganti tekstur mantel agar kamuflase menjadi lebih sempurna. Mantel gurita mimic bisa terlihat runcing-runcing seperti rumput laut atau benjol-benjol seperti tekstur batu karang.

Reproduksi

Gurita jantan bereproduksi dengan meletakkan kantong spermatofora ke dalam rongga mantel gurita betina menggunakan lengan istimewa yang disebut hectocotylus. Lengan kanan ketiga biasanya menjadi hectocotylus. Pada beberapa spesies, gurita betina bisa menjaga sperma agar tetap hidup sampai telur menjadi matang. Setelah dibuahi, gurita betina bisa bertelur hingga sekitar 200.000 butir. Jumlah telur gurita bisa berbeda-beda bergantung pada masing-masing individu, familia, genus atau spesies. Gurita betina menggantung kumpulan telur berbentuk kapsul yang membentuk untaian di langit-langit sarang. Setelah telur menetas, larva gurita untuk sementara waktu melayang bersama kawanan plankton sambil memangsa pakan berupa copepod, larva kepiting dan larva bintang laut sampai cukup besar dan berat untuk berada di dasar laut. Beberapa spesies gurita dengan habitat di laut dalam tidak perlu melewati siklus melayang bersama kawanan plankton. Periode sebagai larva merupakan saat penuh bahaya karena larva gurita mudah dimangsa pemakan plankton sewaktu menjadi bagian dari kawanan plankton.

Alat indera

Gurita memiliki penglihatan yang baik

Pupil gurita berbentuk seperti lubang celengan sehingga dikuatirkan menderita kelainan refraksi berupa astigmat, tapi ternyata tidak jadi masalah bagi gurita yang berburu dengan penerangan yang kurang. Mata gurita “bisa” membedakan polarisasi cahaya tapi sepertinya buta warna. Dua organ khusus yang disebut statocyst yang terhubung dengan otak berfungsi sebagai alat pendeteksi posisi horizontal. Orientasi mata gurita dijaga oleh gerak otonomik (refleks) sehingga bukaan pupil selalu horizontal.

Gurita memiliki indera perasa yang luar biasa tajam. Alat hisap pada lengan gurita dilengkap dengan kemoreseptor sehingga gurita bisa merasakan benda yang disentuh. Lengan-lengan gurita memiliki sensor tekanan untuk mendeteksi lengan mana saja yang sedang dijulurkan, tapi memiliki kemampuan proprioseptif (perasaan posisi dan pergerakan badan) yang sangat rendah. Sensor tekanan tidak cukup memberi informasi ke otak perihal posisi badan dan lengan gurita. Sebagai akibatnya, gurita tidak memiliki kemampuan mengenal benda secara tiga dimensi (stereognosis) dari benda yang disentuhnya. Gurita bisa merasakan variasi tekstur pada benda yang disentuh tapi tidak bisa memadukan informasi untuk menerka bentuk benda yang sedang disentuh.

Gurita sedang merangkak

Susunan saraf otonom yang dimiliki setiap lengan menyebabkan gurita sulit mengetahui akibat dari gerakan yang dilakukan. Otak gurita mengeluarkan perintah tingkat tinggi untuk menggerakkan lengan, tapi instruksi yang lebih terinci untuk menggerakkan lengan diberikan oleh tali syaraf. Gurita tidak memiliki susunan syaraf yang memberi umpan balik ke otak tentang keberhasilan perintah otak untuk menggerakan lengan, sehingga mengamati gerakan lengan secara visual merupakan satu-satunya cara bagi gurita untuk mengetahui lengan yang diinginkan sudah bergerak atau belum.

Cara bergerak

Gurita berenang dengan kepala di depan diikuti dengan lengan-lengannya

Gurita bergerak dengan cara merangkak atau berenang. Gurita cukup merangkak ditambah sedikit berenang jika ingin bergerak secara perlahan dan hanya berenang jika ingin bergerak cepat-cepat. Gurita bisa bergerak cepat sekali sewaktu sedang lapar atau sewaktu dalam bahaya. Kadar oksigen dalam darah diperkirakan hanya sekitar 4% sehingga gurita mempunyai stamina rendah yang akibatnya merugikan kehidupan gurita di alam bebas.

Gurita merangkak dengan setiap lengan yang dimiliki, dan sering menggerakkan beberapa lengan secara sekaligus sewaktu bergerak pada permukaan yang padat sambil sekaligus menyangga bagian badan. Pada tahun 2005 ada laporan yang menulis bahwa sebagian gurita bisa berjalan dengan dua lengan pada permukaan yang padat sambil meniru bentuk buah kelapa atau kumpulan rumput laut.

Gurita berenang dengan semburan air seperti mesin jet yang berasal dari hasil kontraksi bagian mantel, sedangkan arah semburan air diatur dengan menggunakan tabung siphon.

Manfaat

Gurita sering ditangkap untuk digunakan sebagai bahan makanan, dipelihara di akuarium sebagai spesimen yang dipertontonkan, atau dipelihara sebagai hewan peliharaan.

Berbagai spesies gurita merupakan makanan bagi penduduk sejumlah negara di dunia. Lengan dan berbagai bagian tubuh gurita bisa menjadi berbagai macam variasi makanan.

Gurita merupakan makanan laut bagi penduduk di negara-negara Mediterania, Meksiko, dan bahan utama berbagai makanan Jepang, seperti sushi, tempura, takoyaki dan akashiyaki.

Hewan peliharaan

Gurita sedang mencoba meloloskan diri lewat sela-sela akuarium yang sempit

Gurita bisa dijadikan hewan peliharaan walaupun sulit untuk menjaganya agar tidak kabur. Gurita merupakan hewan cerdas dan memiliki kemampuan memecahkan masalah sehingga sering dilaporkan melarikan diri dari akuarium yang tertutup rapat. Beberapa gurita dalam satu spesies yang sama mempunyai banyak variasi ukuran dan umur. Gurita berukuran kecil bisa saja berukuran kecil karena memang baru lahir tapi bisa juga sudah dewasa, sehingga sulit menentukan harapan hidup gurita peliharaan. Spesies Octopus bimaculoides (California Two-spot Octopus) biasa dijadikan hewan peliharaan, karena sewaktu masih anak-anak berukuran sebesar bola tenis sehingga lama hidup sebagai hewan peliharaan bisa diperkirakan.

Gurita adalah binatang yang sangat kuat bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Gurita yang dipelihara sebagai hewan peliharaan bisa membuka tutup akuarium dan bertahan hidup cukup lama di luar air sebelum masuk ke akuarium di dekatnya dan menyantap ikan-ikan yang ada di dalamnya. Gurita juga bisa menangkap dan memangsa beberapa spesies ikan hiu.

%d blogger menyukai ini: