INDOSAT LAYANAN JASA TELEKOMUNIKASI SYARIAH


Agung marketing Indosat Batammemperlihatkan sertifikat layanan jasa telekomunikasi produk indosat Syariah  (Islam)

Agung marketing Indosat Batammemperlihatkan sertifikat layanan jasa telekomunikasi produk indosat Syariah (Islam)

Mungkin hanya segelintir konsumen pengguna layanan jasa telekomunikasi yang bernaung dibawah bendera INDOSAT  tahu bahwa jasa telekomunikasi yang dipakainya adalah Shar’i.

Jadi bukan layanan jasa perbankan saja yang shar’i,  kini layanan jasa  telekomunikasi pun bisa  syariah.

Itulah, Sertifikat yang dikeluarkan oleh Dewan Syari’ah Nasional- Majelis Ulama Indonesia (MUI), menjelaskan kesesuaian syariah layanan dasar jasa telekomunikasi baik berupa voice & sms , fixed data dan juga fixed voice ternyata sejak 25 September 2008 M atau bertepatan dengan 25 Ramadhan 1429 H, berarti sudah hampir berjalan 2 (dua) tahun.

PT Indosat Tbk yang beralamat di Jalan Merdeka Barat 21 Jakarta 10100 Indonesia itu kini pemegang saham nya pengusaha dari Arab , Qatar.  Tidak lagi dibenarkan berpromosi di tempat yang tidak syar’i , seperti di cafe yang menyajikan minuman beralkohol misalnya.

Jadi semua produk jasa telekomunikasi setelah dipelajari , dikaji, ditinjau dan diperiksa oleh DSN – MUI  seperti:

MENTARI  dengan nomor U-314.A/DSN-MUI/IXC/2008

MATRIX dengan nomor U-314.B/DSN-MUI/IXC/2008

IM3 dengan nomor U-314.C/DSN-MUI/IXC/2008

STARONE dengan nomor U-314.D/DSN-MUI/IXC/2008

iPPHONE  dengan nomor U-314.E/DSN-MUI/IXC/2008

SLI 001 dengan nomor U-314.F/DSN-MUI/IXC/2008

SLI 008  dengan nomor U-314.G/DSN-MUI/IXC/2008

FLATCALL 01016 dengan nomor U-314.H/DSN-MUI/IXC/2008

GLOBAL SAVE dengan nomor U-314.I/DSN-MUI/IXC/2008

INDOSAT CORPORATE SOLUTION  dengan nomor U-314.J/DSN-MUI/IXC/2008, dinyatakan telah memenuhi syarat kesesuaian syariah layanan dasar jasa telekmunikasi yang dalam kegiatan operasionalnya terikat dengan ketentuan – ketentuan syariah Islam.

Bukan main Indosat.

Agung Hery Purwanto  Marketing dari Indosat Batam yang datang ke tempat kami Rabu siang (4/8) , membawakan sertifikat – sertifikat itu, tak dapat menjelaskan  pertanyaan yang kami ajukan seandainya tempat hiburan malam ingin berlangganan produk indosat semisal iPHONE , apakah tetap di layani? ….

“Iya pak nanti akan saya tanyakan atasan (Jakarta)” ujar Agung pria asal Jawa Timur yang telah 9 tahun di Batam ini.

Jadi ingin bertanya,  dimana ya letak Syar’i nya Indosat itu …..????????

Penerimaan Siswa Baru Hati – Hati Mencari Sekolah Swasta.


Sekedar tip bagi orang tua yang hendak memasukkan anak nya di sekolah swasta.

Penerimaan Siwa Baru di Sekolah Islam Hang Tuah Batam...

Penerimaan Siwa Baru di Sekolah Islam Hang Tuah Batam...

Di Jakarta (DKI) Penerimaan Siswa Baru (PSB) on line bermasaalah, di Batam pun ada di beberapa sekolah yang PSB online bermasalah seperti ada dua nama yang sama, namun hal itu tidak jadi masaalah, tetap nama dan rangkin dibawah nya bisa masuk.

Di Batam ribuan siswa mulai dri TK, SD , SMP, SMA dan SMK tak tertampung di sekolah yang dikelola oleh pemerintah, di sekolah swasta, banyak kursi kosong.

Banyak sekolah swasta di Batam bertumbuhan bak cendawan di musim hujan, ada yang di rumah toko (ruko) bekas gudang, bekas hotel  disulap menjadi sekolah.

Mereka menawarkan bermacam – macam fasilitas pendukung, bahkan ada yang menjanjikan dapat kerja langsung setelah tamat. Bukan main, tipu tipu.

Sekolah ini terletak di Bengkong Polisi telah puluhan tahun berdiri

Sekolah ini terletak di Bengkong Polisi telah puluhan tahun berdiri

Sebenarnya bila sekolah itu beriklan dapat menjamin langsung dapat kerja , ternyata tidak dapat kerja , hal itu jelas melanggar Undang – Undang , dapat dipidana penyelenggara sekolah nya.

Untuk itulah bagi orang tua yang terpaksa harus menyekolahkan anak nya ke sekolah swasta berhati – hati memilih sekolah, jangan tergiur oleh iklan yang menyesatkan tadi.

Spanduk seperti ini harus dicermati, dilihat benar tidak adanya.....

Spanduk seperti ini harus dicermati, dilihat benar tidak adanya.....

Bagi orang tua muslim hendaknya sekolah kan lah anak – anak nya di sekolah yang dikelola oleh orang muslim. Karena semua sekolah swasta punya misi dan visi.

Dan simpan lah iklan mereka yang beriklan di media yang menyatakan ini dan itu , karena dengan iklan itu kita dapat menjerat mereka dengan hukum.

Gerakan Seribu Rupiah (GSR) untuk Palestina.


Apa yang dapat kita buat untuk Palestina?….

Mungkin ini salah satunya

Kami dari Forum Solidaritas Batam Untuk Palestina memprakarsai Pengumpulan Dana yang dinamai Gerakan Seribu Rupiah (GSR) untuk Palestina……………

Sebagai Koordinator Forum Solidaritas Batam untuk Palestina………ber alamat di Jalan Ranai no 11 Bengkong Polisi Batam 29432 telpon. (0778) 413607  atau fax (0778) 413606 Donasi dapat juga di salurkan ke rekening Bank Muamalat, rekening nomor  . 4110039522, dan Bank Syariah Mandiri rekening nomor. 038.0000.760. atas nama Imbalo Iman Sakti.

Pengumpulan Dana ini dapat juga di lakukan di masjid dan mushalla, demikian pula dapat di laksanakan di lingkungan sekolah, hubungi kami siap mengambil uang yang telah terkumpul.

Semoga kita tetap dalam Limpahan Allah SWT.

Pajak Pekerja Seks Komersial (PSK) Untuk PAD Batam


Pajak pelacur 10 %, untuk PAD Batam ...... Ini nih pajak Bencong berapa persen?..

Pajak pelacur 10 %, untuk PAD Batam ...... Ini nih pajak Bencong berapa persen?..

Entah apa yang ada di benak Legislator muda ini jumat (12/02) kemarin dia membuat suatu pernyataan nyeleneh  sebagai mana di tulis dalam salah satu harian terbitan Batam, agar Pemko Batam mengajukan usul ranperda tentang pajak PSK short time atau kencan singkat.

“Ide gila” tulis komentar di dalam facebook ku Ironis nya lagi kalau sang legislator “dadakan” ini enggak ngerti hukum Islam dianya adalah Ketua Alumni Pesantern 6 tahun di pesantern yang cukup terkenal di Jawa.

Dengan senyum aries mengomentari ” ia 6 tahun di pesantern setelah itu kuliah di luar negeri di negara sekuler, ya gitu dech” celetuk nya.

“Kacau Beliau” ujar Wakil Walikota Batam,

inilah tulisan koran itu :

BATAM, TRIBUN – Tarif para pekerja seks komersial (PSK) bisa jadi akan segera naik. Soalnya, DPRD Batam sudah memikirkan untuk mengenakan pajak kepada mereka.

Langkah ini untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sasarannya tentu saja ribuan PSK yang terdata di kota ini terutama di panti-panti rehabilitasi yang pada kenyataannya berubah menjadi lokalisasi.

Ide pajak PSK ini disampaikan anggota Komisi I DPRD Riki Syolihin. Ia meminta Pemko Batam segera menyampaikan ranperda terkait pengenaan pajak kepada PSK di Sintai sebesar 10 persen dari tarif sekali short time atau kencan singkat.

“Kami melihat ini potensi besar. Alasan kami mengajukan ini karena lokasi itu sudah diberikan Pemko Batam secara resmi. Kami berpikir lokasi yang sudah resmi patut dipungut pajaknya. Agar ini tidak menyalahi aturan lebih baik Pemko mengusulkan ranperdanya untuk kami bahas. Memang usulan ini akan pro dan kontra, tapi apabila dikelola dengan baik tentu akan bisa meningkatkan PAD untuk pembangunan Batam,” jelasnya, Jumat (12/2).

Ide itu juga berawal dari kunjungan kerja Komisi I ke Sintai, beberapa waktu lalu. Di panti rehabilitasi yang terletak di Teluk Pandan, Tanjung Uncang ini ada sebanyak 40 bar. Jumlah PSK-nya sekitar 1.200 orang.

Bahkan Riki sudah menghitung potensi pajak dari PSK ini. Menurutnya, jika 1.200 PSK itu dikenakan pajak sebesar 10 persen saja, maka Pemko akan dapat Rp 15 ribu dari Rp 150 ribu tarif sekali short time. Jika selama setahun dikenakan pajak, maka potensi PAD dari lokasi Sintai sebesar Rp 6,4 miliar.
Sementara itu Ketua Komisi I Basri Harun menambahkan, setelah melihat secara langsung di Sintai, ternyata lokasi itu baru terisi 40 persen. Dengan demikian lahan tersisa 60 persen.

“Kami berharap semua tempat PSK disatukan di sana agar bisa membinanya. Begitu juga dengan rencana mengenakan retribusi bisa dilakukan apabila sudah ada Perdanya,” tambahnya.

Ide lama

Ide mengenakan pajak terhadap PSK bukan barang baru. Sebelumnya mantan Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman, Syuzairi pernah menyampaikan keinginan tersebut. Namun belum sempat terealisasi, ia sudah digantikan oleh M Syahir.

“Di Sintai banyak bar yang sama dengan karaoke di Jodoh dan Nagoya. Tapi tidak dipungut pajak. Padahal potensinya cukup besar dan mereka mau dikenakan pasak asalkan mereka dilegalkan,” ungkap Syuzairi saat itu.

Syuzairi menyebut  ada beberapa persoalan dari segi aspek legalitas dan aspek payung hukum. Untuk itu perlu dilakukan kajian secara akademis termasuk studi banding ke daerah lain. Bila mengacu kepada penjualan miras di Sintai yang sangat banyak, namun hingga kini tidak bisa dipungut pajaknya karena tidak diberikan izin. “Kami berharap pemko bisa memberikan izin tempat hiburan di sana, agar pengusaha bar bisa mengurus izin. Saya heran penjualan miras di Sintai hampir sama harganya dengan bar di Jodoh dan Nagoya, tapi mereka tidak dipungut pajak karena tidak diperbolehkan mengurus izin.

Jika dilegalkan, ada dua potensi yang bisa kita pungut yakni, aspek perizinan dan pajak miras,” papar Syuzairi.
Bahkan ia menyebut terlalu banyak yang munafik, sehingga pengurusan agar lokasi itu legal mengalami kesulitan. Berbeda dengan Malaysia dan Singapura yang bisa mengelola perjudian dan tempat lainnya dengan baik sehingga menambah pendapatan negara tersebut.

“Kita di sini bilang tidak boleh, tapi mengharapkan penjudi dari negara sebarang datang berbelanja mau. Inilah herannya. Karena tidak boleh, oknum yang jadi kaya karena mendapat setoran. Saran saya lebih baik dilegalkan agar uang pajak dari sana bisa masuk ke kas daerah. Kami berharap  lokasi itu bisa digali potensi PAD-nya, dengan catatan pemerintah memberi perhatian,” sebut Syuzairi yang saat ini menjabat staf ahli wali kota.(hat)

Apa pula komentar rekan sejawat sesama satu fraksi di dprd Batam ?

“Itu wacana ngamur” kata yudi Kurnain…..

Anggota DPRD Batam Usulkan Pajak 10 Persen dari PSK

Pekanbaru – Anggota DPRD Batam mengeluarkan usulan nyeleneh untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia mengusulkan pemungutan pajak 10 persen dari para Pekerja Seks Komersial (PSK).
Wacana tersebut disampaikan Riky Solihin, anggota DPRD Batam dari partai PKB. Menurutnya, pajak tersebut dikenai pada PSK yang beroperasi di panti rehabilitasi yang kini telah menjelma sebagai lokalisasi.

Riky mengungkapkan, pemungutan pajak dari para PSK ini memiliki potensi yang cukup besar. Dia juga yakin, cara itu dapat segera mendongkrak PAD Batam yang sangat bermanfaat bagi pembangunan.

Sebagai contoh, saat ini di panti rehabilitasi Sintai yang terletak di Teluk Pandan, Tanjung Uncang ini, terdapat sekitar 1.200 orang. Mereka bekerja di 40 buah bar yang ada di lokasi tersebut. Pajak 10 persen itu dikenakan untuk tarif sekali kencan singkat alias short time.

Pendapat Pribadi

Niat Riky Solihin ini menimbulkan pro dan kontra. Menurut Ketua Komisi II DPRD Batam, Yudi Kurnia, wacana tersebut baru sebatas pendapat pribadi Riky. Pendapat itu belum menjadi sebuah keputusan di dewan sendiri.

“Itukan baru pendapat pribadi. Apa alasan mesti memungut pajak untuk PSK itu ya silakan tanya dengan yang bersangkutan. Riky itu satu komisi dengan saya. Tapi kalau ditanya pendapat saya, jelas saya tidak setuju dengan ide tersebut,” kata Yudi dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (15/02/2010).

Menurut Yudi, memang baru-baru ini DPRD Batam membahas soal sejumlah pajak untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu pajak yang dibahas itu termasuk soal pajak tempat hiburan.

“Tempat hiburan di Batam selama ini memang kita kenakan pajak retribusi. Saya rasa semua kota juga melakukan hal yang sama terhadap tempat hiburan. Tapi kalau pajak 10 persen dikenakan pada PSK, ya saya rasa ini juga tidak tepat,” kata Yudi.

Menurut Yudi, andai saja PSK dikenakan pajak 10 persen dan itu menjadi dilegalkan, maka dengan sendiri hal itu berbenturan dengan UU yang ada di negara ini. Sesuai dengan perundangan yang berlaku melarang perbuatan zinah.

“Kalau diterapkan pajak 10 persen untuk PSK sama saja kita melegalkan perzinahan. Saya kira wacana itu sangat ngawur. Masak pajak dihitung berdasarkan ‘batangan’. Ini kacau sekali,” ungkap Yudi sembari tertawa.

Sebagai gambaran, kota Batam yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura itu memang dikenal sebagai kota dunia malam. Hampir setiap sudut kota, ada saja tempat hiburan seperti karoke dan diskotek. Itu sebabnya, PSK banyak berkeliaran di Batam. Mereka rata-rata mengharapkan tamu dari negara tetangga, Singapura.

Malam Sabtu dan Minggu, merupakan hari yang ditunggu-tunggu para PSK. Sebab, di hari itulah, wisatawan dari dari Singapura banyak yang berlibur ke Batam. Para wisatawan Singapura yang doyan PSK, menganggab dunia hiburan di Batam jauh lebih murah dibandingkan di negara mereka. Itu sebabnya, Batam menjadi salah satu tujuan PSK menggaet pelanggan dari negeri jiran itu.

(cha/djo)

ini lah kopian komentar dari FB ku :

Imbalo Saja Di Batam akan diperdakan PSK dikenai pajak 10 % dari hasil “kerjanya”, bila dihitung setahun nya dari jumlah PSK yang ada sekarang lebih 6 miliar yang di dapat, belum lagi cafe 2 di sekitar nya. Hari ini casino Singapur telah dibuka, diharapkan mereka bermalam di Batam kata pengusaha .woww tambah banyak pajak dari PSK …akan mengalir ke PAD “dari pada ke Oknum ” kata seorang anggota dprd Batam.”APA PENDAPAT ANDA?

Lihat SelengkapnyaHari ini jam 17:49 · 

Yasin Mohammad

Yasin Mohammad

haram untuk negeri ini,
Hari ini jam 17:54 ·
Naniey Aisyah

Naniey Aisyah

wah uangnya halal ga ya??? Kalau di buatkan ke jalan raya ada lendirnya ga ya??? Wkwkwk
Hari ini jam 17:54 ·
T Rama Sunanto

T Rama Sunanto

Trus, kalo PSK kan parifx, perjam persekali maen, lha tau dari mana kalo maenya lebih dari 3 ronde…?
Hari ini jam 17:56 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

entah ada kaitan dan tidak nya anggota dewan itu pun berusaha akan memperjuangkan uang insentif terhadap guru gura tpa / agama ……… ya tentu nya dari yang 10 % itu karena masuk Pendapatan Daerah kali ya?
Hari ini jam 17:57 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@TRMS : wah mereka akan bahas soal itu bagaimana metode nya…. mungkin saja pakai kamera cctv kali….
Hari ini jam 17:59 ·
Firman Zulkhaidi

Firman Zulkhaidi

Setujuuuuu
Hari ini jam 17:59 ·
Martein M Triono

Martein M Triono

apakah dengan memunguti Pajak ”Lendir”. batam akan makmur seperti Texas….Pak’e ????
Bagaimana dengan para pengusaha yg ‘mengemplang’ Pajak koq hanya di 86 kan saje….?// auzubillahmindaligh.!
Hari ini jam 18:01 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@FZ : setuju apa nya Fir………….
Hari ini jam 18:01 ·
Yasin Mohammad

Yasin Mohammad

dg demikian indonesia akan terkenal industri “LENDIR”nya
…bangga…????
Hari ini jam 18:04 ·
Heryanto Abidin

Heryanto Abidin

Secara undang undang negara saat ini gak salah, karena di SPT ada kolom pendapatan lain lain, ha ha ha
Hari ini jam 18:04 ·
T Rama Sunanto

T Rama Sunanto

Hasil CCTV nya dijual, lalu kenak PPh lagi 10%, mantaf, PADnya jadi 20%….hehehe
Hari ini jam 18:04 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@MMT : wacana ini sudah lama sebenarnya…. kemudian “dihembuskan” oleh politisi muda “dadakan jadi politisi” ironis nya jebolan salah satu pesantrn di jawa …. mungkin dia berpikir yang jadi PSK itu adik dan tantenya orang lain…… lain cerita kalau yang jadi PSK itu adik kandung dan tante kita sendiri … terus di resmikan dan di pajaki……… kebetulan yang jadi PSK itu banyak dari luar ….
Hari ini jam 18:05 ·
Firman Zulkhaidi

Firman Zulkhaidi

Setuju pake cctv nya, hasilnya dijual lagi buat nambah pad haha
Hari ini jam 18:07 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@ YM, HA, TRS : mantab …..itu yang agak nya ada di benak politisi muda itu ………..
Hari ini jam 18:10 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@FZ : maaf ya semisal yang jadi PSK itu adik kandung kita dan adik kandung ibu kita ..bisa kata “kita” nya di ganti dengan “aku” …………… bagaimana….. ?????
Hari ini jam 18:13 ·
Usvim Varadila

Usvim Varadila

Berlahan tpi pasti menghalalkan segala profesi meski dari akidah norma dan uu di negri ini bertolak belakang.
Hari ini jam 18:15 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@UV : kayak lagu aja ya………….. mau bedah lagi di BTV ?
Hari ini jam 18:17 ·
Usvim Varadila

Usvim Varadila

Mmm tgu ya undanganya
Hari ini jam 18:18 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@ UV : panggil tu politisi muda dadakan……..
Hari ini jam 18:22 ·
Usvim Varadila

Usvim Varadila

Biarlah mereka dgn segudang ilmu yg fresh graduate.
Hari ini jam 18:23 ·
Martein M Triono

Martein M Triono

Okelah kalo begito…semoga btm menjadi penghasil pajak ‘Lendir’ terbesar di dunia dan kita anugrahkan bintang satya lencana ‘Lendir’ buat sang legislator yang berhasil mendonglrak PAD negri ini….
tks brow
wssllam
Hari ini jam 18:30 ·
Uus Usman

Uus Usman

Pemimpin kita benar” lupa sama hukum Allah.naudzubillahmindzalik,ingatlah akan azab Allah pemimpin ku.
Hari ini jam 18:35 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@ MMT , UU : heheheeee………. demokrasi di negeri kita….. suara seorang bodoh buta huruf sama dengan seorang profesor, suara seorang pelacur sama dengan suara menteri ……….. suara bekas penjahat sama dengan suara seorang ulama ………….itu lah mereka yang kini jadi pemimpin mengklaim diri dipilih suara “terbanyak”…….
Hari ini jam 18:53 ·
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

aahhh, semakin kabur saja negeri ini…saya setuju dg Om Imbalo, demo-crazy di negeri ini tak ubahnya liberarisasi untuk apapun…..aahh gaji uztad dari pajak pelatjur..sungguh mengerikan!!
jjadikan “suara hati” saja ya Om sebagai pemimpin negeri ini…salam
Hari ini jam 19:00 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@TH : bukan ustaz saja……………….
Hari ini jam 19:06 ·
John Hamzano

John Hamzano

pencetus ide gila itu kepalahotaknya berlendir…. masa ngumpul modal dgn menjual moral…. absurd !
Hari ini jam 19:13 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@ JH : kayak nya banyak yang dukung lho……… alasan nya dari pada selama ini di nikmati oknum kenapa tak diresmikan saja ?….. ironis … jauh jauh disekolah kan ke luar negeri pulang nya begitu….
Hari ini jam 19:19 ·
Torino Junaidi Varingga

Torino Junaidi Varingga

Wah dengan kata lain di Batam “PSK” di akui sebagai sebuah profesi yang legal ya mas?
Hari ini jam 19:48 ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@ TJV : rencana nya…………….emang sampean setuju ya mas kalau seandainya ada bagian dari Indonesia ini daerah nya melegalkan prostitusi ?…….
Hari ini jam 19:53 ·
Ahmad Hijazi

Ahmad Hijazi

Rakyat Batam ikut merasai.. ‘ Apo berkah ya
Hari ini jam 21:10 ·
Torino Junaidi Varingga

Torino Junaidi Varingga

Aku pribadi ga setuju, tapi gini dalam menilai sebuah masalah harus di lihat dari 2 sisi yang berbeda, klu dalam sudut religius jelas salah, tapi mungkin ini wujud keputus asaan pemerintah setempat, di larang ga ada hasil, akhirnya di berdayain sekalian yang diharapkan mampu mendatangkan income buat daerah setempat.
Hari ini jam 21:15 ·
Rumah Guru Kepulauan Riau

Rumah Guru Kepulauan Riau

Ape tak ade kerjaan? Asalkan duitnya tidak untuk membayar gaji guru honor
Hari ini jam 22:57 ·
Muhammad Nuridho

Muhammad Nuridho

wah haram donk bagi yang menikmati dari hasil 10% itu….. duh kasihan bagi pns disana…..makan uang haram!!!!
6 jam yang lalu ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@ AH : waduh soal berkah gimana ya ?……. tapi mau tanya juga kalau perda nya siap apa izin usaha nya didapat dari DISPERINDAG ? ……….
4 jam yang lalu ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@ TJV : apa memang keputus asaan pemerintah ?. Lain cerita bila yang jadi mucikari “ibu kita sendiri”, yang jadi psk “adik kandung atau putri kandung sendiri” ……. ide gila kayak di tulis John Hamzano karena memang yang sekarang jadi psk dan mucikari di batam mayoritas pendatang … dan mereka menganggap itu bukan saudara …. padahal saudara itu ada saudara se iman saudara sebangsa………
4 jam yang lalu ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@ RGKR : kalau untuk pns tak pe ape kah ?……….heheheeee
@ MN : ??????????????????
4 jam yang lalu ·
Ahmad Hijazi

Ahmad Hijazi

Tidak ada Klasifikasi lapangan usaha PSK, jadi tdk ada SIUP
4 jam yang lalu ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@ AH : heheheee…. dia akan ajukan dari usaha PENJUALAN “AIR” ada enggak ya………..?? siap siap saja disperindag……..
4 jam yang lalu ·
Ahmad Hijazi

Ahmad Hijazi

Penjualan air di Batam juga bukan Perindag’ karena sudah jadi Hak Eksklusif konsesi
3 jam yang lalu ·
Imbalo Saja

Imbalo Saja

@ AH : hahahahaaaa……….. air isi ulang kali………atau jual daging …………..kayak dipasar toss 3000…………
3 jam yang lalu ·

Keberadaan Mushalla Di Pusat Pasar


Masjid Raya Tanjung Pinang

Masjid Raya Tanjung Pinang

Bukan MaK Dayang saja yang membutuhkan mushalla, Ichyar pedagang Toss 3.000 ini pun mengeluhkan tak adanya sarana ibadah (mushalla) di seputaran Nagoya. Menurut Ichyar, aktifitas perdagangan di pasar itu sejak tengah malam hingga ke pagi, kemana mereka hendak shalat terutama subuh? . Tidak semua pedagang disitu mempunyai tempat yang dapat di pakai untuk shalat, sementara ada mushalla kecil di pasar Samarinda, tetapi tak dapat dipakai karena subuh belum di buka.

Ichyar yang hadir dalam acara sosialisasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) kota Batam Sabtu (5/9) di lantai IV kantor Walikota Batam itu mengemukakan kegundahan nya kepada para nara sumber yang kebetulan juga adalah pengurus BWI Batam.
Selanjut Ichyar memberikan solusi dengan menyewa ruko yang ada di sekitar pasar seharga 60 juta rupiah untuk di jadikan mushalla.

Dari Mana Uang nya?.
Bisa dari dana wakaf, salah satu kegunaan hasil dari wakaf uang dapat digunakan untuk sarana ibadah, namun masyarakat kita masih sangat awam tentang wakaf, apalagi wakaf uang, terbukti didalam acara yang sama seorang pengurus masjid minta BWI menyediakan satu kotak khusus untuk menerima uang wakaf, yang diletakkan di masjid masjid, padahal wakaf itu harus tercatat, dari mana asalnya, nama wakif (yang memberi wakaf), kegunaannya, dan berapa lama di wakafkan.

Sentralisasi Dana-Dana Umat
Di Johor Bahru Malaysia misalnya,dana-dana umat tersentralisasi di Baitulmal Majelis Agama Islam Johor (MAIJ) , baik itu dana wakaf, zakat, infaq, sadaqah. Dengan sentralisasi distribusi uang dapat termonitor kemana alurnya. Di Batam ada lembaga amil zakat (LAZ) ada badan amil zakat (BAZ) , ada BWI ada juga lembaga dari jakarta seperti Rumah Zakat, belum lagi lembaga zakat yang dikelola oleh organisasi massa.
Tidak termonitor nya dana dana dari masyarakat ini, membuat penyaluran nya tidak focus, masing masing lembaga menyalurkan dana yang diterima nya.

Ini Dia Cukur Rambut Termahal di Dunia?


hasanul bolkiah
Kalau sudah terbiasa potong rambut di suatu tempat (langganan), kemudian pindah dan di potong oleh orang lain rasanya gimana gitu. Yang jelas mata enggak bisa di pejamkan, karena tertuju ke cermin melihat kalau kalau hasil potongan tak sesuai dengan yang diinginkan. Bukan itu saja , si tukang cukur yang ini suka bertanya, dari mulai soal rambut yang belum ada uban kenapa kumis dan jenggot sudah pada beruban. Apakah pendek nya sudah cukup, sampai kepada cara memotong nya agak berbeda, dari bau parfum dan meletakkan tangan saat memotong dan merapikan kumis terasa berbeda.
Untung lah hal ini tak berlanjut karena renovasi tempat cukur langganan sudah rampung. Jadi bisa memejamkan mata lagi saat cukur  serta merasakan pijatan di bahu dan di kepala seperti biasanya.
Mungkin itu yang dialami  Sultan Hasanal Bolkiah (63) dari Brunei Darussalam sepertinya hati-hati betul soal urusan rambut. Sampai-sampai, dia memakai jasa tukang cukur dari luar negeri.

Tak tanggung-tanggung, duit yang dikeluarkan pria kaya itu sampai Rp245 juta (15 ribu poundsterling dengan kurs Rp16.372/pounds). Bandingkan dengan tarif jasa tukang cukur di tempat langgananku  yang hanya Rp12.000, itu pun sudah termasuk pijat pundak dan kepala.

Maklum saja, tukang cukur yang dipakai Sultan harus diterbangkan dari London, Inggris. Ken Modestou, tukang cukur itu, mendapatkan penerbangan kelas satu Singapore Airlines untuk menuju kesultanan yang berjarak 7.000 mil. Kabin khusus disediakan bagi Modestou karena Sultan khawatir tukang cukur itu kena flu babi.

Modestou sendiri biasa memberikan jasa potong rambutnya di Hotel Dorchester, Distrik Mayfair, Inggris. Dia biasanya dibayar hanya 30 poundsterling untuk sekali cukur.

George Kadi, yang bekerja dengan Modestou di Dorchester, mengatakan: “Ken sudah memotong rambut sultan selama 16 tahun.”

“Dia pergi rutin, biasanya setiap tiga atau empat pekan. Sultan menerbangkan dia dengan pesawat bertarif 9.000 poundsterling. Semuanya dibayarkan untuk hotel dan makanan mewah,” ungkap Kadi, dikutip dari The Sun, Rabu (26/8/2009).

Kadi mengatakan Sultan yang kekayaannya diperkirakan mencapai 12 miliar poundsterling itu membayar Modestou dengan amplop yang tebal, yang dipenuhi uang tunai.

Coba hitung berapa banyak Sultan Hasanul Bolkiah selama 16 tahun mengeluarkan uang untuk membayar cukur rambutnya saja.  Kaya sekali dia ya?……………

Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi Dan Bangunan (SPPT PBB)


Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan Tahun 2009

Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan Tahun 2009

 

 

 

 

Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) ini bukan lah merupakan bukti kepemilikan hak.

Sering terjadi nama yang tercantum dalam SPPT PBB tidak sama dengan pemilik.

Sejak SPPT PBB ini di terbitkan hingga ke hari ini yang mengedarkan dan menyampaikan ke yang berhak menerimanya sesuai dengan alamat dan nama yang tercantum di dalamnya melalui RT kalau di tempat kami.  Sewaktu kami menjabat RT beberapa tahun atau beberapa kali masih mau mengedarkan dan memberikan SPPT PBB ini  kepada warga. Tetapi setelah itu kami tak mau lagi.

Waktu itu RT di tempat kami tidak di gaji, dalam hatiku “enak saja orang pajak, bertahuntahun kita menyampaikan SPPT PBB ini ke warga enggak pernah ada ucapan terima kasih apalagi berupa materi.”

Saat  itu memang agak dongkol, kita yang langsung berhadapan dengan warga belum lagi ukuran dan nilai NJOP ataupun NJOPTKP sehingga NJPK dan PBB yang terhutang berbeda harus menjelaskan kepada warga.

Masih mending kalau potongan bukti penerimaannya hilang lha terus siapa yang tanggung jawab. Tetapi bukan itu saja, yang membuat aku tak mau bersusah payah mengantarkan SPPT PBB itu.

DI PIMPONG

Mengapalah tak ada pemberitahuan batas waktu boleh setor tunai, mungkin karena nilainya kecil kali ya, habis dah ongkos ku bolak balik ke Bank. Gimana kalau setor ke RT saja ya??????kan sekarang kabar nya RT sudah dapat gaji.....

Mengapalah tak ada pemberitahuan batas waktu boleh setor tunai, mungkin karena nilainya kecil kali ya, habis dah ongkos ku bolak balik ke Bank. Gimana kalau setor ke RT saja ya??????kan sekarang kabar nya RT sudah dapat gaji.....

Kamis lalu ada seorang Ibu dengan seorang anaknya berdiri di depan tangga Bank Mandiri Nagoya Batam, kalau tak salah Bank Mandiri itu dulunya adalah Bank Expor Import (Bank Exim). Bank yang berlokasi disebelah masjid Baitusysyakur Jodoh Batam itu ternyata tak lagi menerima setoran tunai SPPT PBB, itulah yang disampaikan oleh salah seorang petugas security disitu.

“Saya tak punya ATM ” ujar ibu itu karena memang di dalam tempat pembayaran dalam SPPT PBB itu tercantum dengan jelas : BANK MUAMALAT. kalau pembayaran pakai ATM : BCA, BII, BUMI PUTERA,  BUKOPIN, MANDIRI, BNI. teler : BUMI PUTERA, BUKOPIN, BNI sementara Internet :BCA , BUMI PUTERA, MANDIRI, BNI. melalui telpon :  BUMI PUTERA, BNI .

Jangan harap tulisan itu bisa terbaca dengan jelas , warna dasar kertas merah maron muda dengan hurup seperti itu harus extra membacanya. Lagi pula sejak belasan tahun yang lalu Bank Mandiri dahulu Exim ini dapat menerima setoran tunai. Aku pun tak tahu sejak kapan Bank Mandiri tak menerima setoran tunai, harus memakai ATM.

Hari itu tengah hari menjelang pukul 13, karena tak punya ATM si Ibu disarankan oleh petugas security ke Bank BNI, kebetulan BNI ada di seberang jalan, masih berlokasi di lantai dasar Hotel Planet.

Tiba di BNI ternyata kasir untuk pembayaran tunai setoran SPPT PBB telah di tutup, karena aturan nya demikian kata security yang bertugas di BNI, padahal dari Mandiri ke BNI Ibu itu bergegas malah anak nya tak mau ikut kecapean dan berdiri saja di pinggir jalan di tempat yang agak teduh.

“Setoran SPPT PBB tunai sampai pukul sebelas ” ujar security BNI . Ibu itu di saran kan pulang saja dulu besok datang lagi.

Dari Tanjung Sengkuang Batu Ampar ke Jodoh Nagoya tidak kurang belasan ribu rupiah untuk ongkos, itulah sebab si Ibu tidak ke Bank Muamalat, yang hendak di setor sekitar 30 puluh ribu rupiah. Lumayan jauh dari lokasi Bank Exim lama ke lokasi yang sekarang, berjalan lagi ke BNI ternyata teler sudah tutup.

Di BNI tidak ada tulisan ataupun tanda tanda pemberitahuan kalau setoran tunai untuk pembayaran SPPT PBB tutup hanya sampai pukul 11 saja, karena masih banyak puluhan orang yang antri di teler saat itu.

Pemindahan dari Bank Mandiri (exim) ke BNI pun tak ada pemberitahuan , memang ada tulisan di form SPPT PBB, tapi tak jelas .

“Wah persis sama pak saya pun demikian kemarin” kata Ade Syahlan dalam komentar nya di Facebook. Masih mending Ade Syahlan Pemimpin Perusahaan Koran group JPPN di Batam ini masih punya mobil, kecele di bank Mandiri langsung ke BNI, naik mobil lagian dia punya ATM dan ngerti internet, masih kecele juga.

“Bayar pajak saja susah ya pak ”  kata seorang komentator lagi di Facebook ku.

Aku tak tahu apakah hari jumat besok nya Ibu tadi datang lagi ke BNI di Jodoh. Kalau tidak bayar SPPT PBB itu apa sih sanksi nya………..??????? atau bayar saja lima tahun sekali ……….. Karena beberapa tahun yang lalu ada SPPT PBB yang di putihkan lho…………..

Bagai mana kantor pajak…………… kan sekarang Dirjen Pajak nya sudah ganti ……….

%d blogger menyukai ini: