Kriteria Aliran Sesat Dan Antisipasinya


Jamaah Ahmadiyah di Batam

Jamaah Ahmadiyah di Batam

Menyimak isi khotbah shalat Jumat (15/2) oleh ustz. Efendy Asmawi di Masjid Raya Batam Center, tentang kriteria Aliran sesat rasanya perlu simak dan dicermati, Buletin Jumat, menurunkan tulisan dimaksud yang kami rangkum dari beberapa tulisan.

Dalam rangka upaya menangkal dan menghentikan aliran sesat serta menyadarkan para pengikutnya agar kembali ke jalan yang benar, MUI Pusat mengeluarkan Pedoman Identifikasi Aliran Sesat pada tanggal 6 November 2007. Dalam pedoman ini ditetapkan sepuluh kriteria sesat, yaitu:
Mengingkari salah satu rukun iman dan rukun Islam,
Meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar‘i,
Meyakini turunnya wahyu sesudah Al-Qur’an,
Mengingkari autentisitas dan kebenaran isi Al-Qur’an,
Melakukan penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaedah-kaedah tafsir,
Mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam,
Menghina, melecehkan dan merendahkan para nabi dan rasul,
Mengingkari Nabi Muhammad saw. sebagai Nabi dan Rasul terakhir,
Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariat, seperti haji tidak ke Baitullah, salat fardu tidak lima waktu,
Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar‘i, seperti mengakafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Di antara kriteria sesat yang menonjol sekarang adalah pengakuan menjadi nabi, menerima wahyu, dan kedatangan Malaikat Jibril. Lia Eden di Jakarta, Ahmad Mushaddeq di Bogor, Jawa Barat, dan seorang oknum kepala SD di Kabupaten Bungo, Jambi semuanya mengaku nabi.
Di zaman Nabi Muhammad saw seorang yang mengaku nabi dihukum bunuh. Musailamatul Kazzab dan al-Aswad al-‘Insi dihukum bunuh karena keyakinan sesat mereka, mengaku sebagai nabi. Bahkan, Abu Bakar memerangi orang murtad dan orang yang enggan membayar zakat.
Indikasi Awal Aliran Sesat

Sebagai indikasi awal yang selayaknya menimbulkan kecurigaan terhadap satu paham atau pengajian bisa melalui tanda-tanda berikut:
Pengajian dilaksanakan secara rahasia-rahasia, tertutup kepada selain jamaahnya. Sebagiannya melakukan pengajian tengah malam sampai subuh dan tempatnya pun sangat terisolir. Gurunya tidak dikenal sebagai ahli Agama, tidak pernah menekuni ilmu agama, dan tidak dikenal sebagai orang yang rajin beribadah, tetapi tiba-tiba menjadi pengajar Agama. Adanya bai‘at atau mitsaq untuk taat pada guru atau pimpinan pengajian. Bahkan, ada janji yang harus ditandatangani oleh anggota pengajian tersebut. Cara ibadah yang diajarkan aneh dan tidak lazim. Ada nya tebusan dosa dengan sejumlah uang yang diserahkan kepada guru atau pimpinan jamaah. Kadang-kadang, pengajian sesat ini mengharuskan adanya sedekah lebih dahulu sebelum berkonsukltasi dengannya.

Adanya penyerahan sejumlah uang, seperti Rp 300.000, dan orang yang menyerahkannya pasti masuk sorga. Adanya sumbangan yang tidak lazim sebagaimana layaknya sumbangan sebuah pengajian. Misalnya, 10% atau 5% dari penghasilan harus diserahkan kepada guru atau pimpinan pengajian. Pengajiannya tidak mempunyai rujukan yang jelas, hanya penafsiran-penafsiran gurunya saja.Pengajiannya tidak memakai Hadis Nabi Saw. Sumber ajaran hanya Alquran dengan penafsiran dan pemahaman guru yang ditetapkan oleh pengajian dan tidak boleh belajar kepada ustaz lain. Wallaua’lam.

Merentasi Hutan Belantara Bumi Burma, Qurban 1433 H


Ali dan komunitas muslim lainnya disatu kampung dipedalaman Burma, Qurban 1433 H

Ali dan komunitas muslim lainnya disatu kampung dipedalaman Burma, Qurban 1433 H


Pagi itu Jumat (26/10), dicheck point keberangkatan Imigrasi di Ra Nong Thailand penuh sesak, antrian mengular panjang sampai ketempat penjualan ikan. Buletin Jumat salah seorang yang ikut antri dalam barisan itu.

Di Thailand pelaksanaan Idul Adha 1433 H, adalah sama dengan di Arab Saudi, yaitu hari Jumat 26 Oktober 2012, sementara di Myanmar , sebagaimana kita maklumi, pemerintahnya melarang kegiatan yang berbau pemotongan hewan sapi/lembu itu. Kita juga tahu sebagian besar pemeluk agama di negeri para biksu itu menganggap suci sapi/lembu. Tragedi pembantaian Muslim minoritas Rohingya di Arakan, berdampak juga sampai ke Rangon, bahkan hampir seluruh wilayah Myanmar (Burma).

Menurut KBRI di Rangon, mereka tetap shalat idul adha dan pemotongan hewan qurban hari Jumat. Namun di tempat lain terutama di kota-kota, umat Islam melaksanakan shalat hari Sabtu (27/10). Staff KBRI ini juga menyarankan kepadaku kalau hendak ke Myanmar, harus applay izin dulu ke Jakarta. “Kalau langsung datang (VOA), nanti bikin repot, kami harus datang ke Imigrasi” ujar staff perempuan yang kuhubungi melalu telpon selular, apakah sudah bisa masuk ke Rakhine.

Selat Andaman

Selat Andaman

Selesai saja pasport dicop, aku bekejar ke boat yang telah menunggu di dermaga.Sengaja kami charter boat seharga 200 baht. Boat melaju ke ke pos pertama 50 bath lagi harus dibayar ke petugas imigrasi dan bea cukai yang ada di satu pulau yang masih wilayah Ra Nong Thailand.

Dari pos pertama tadi ada satu pulau lagi yang harus disinggahi, pulau paling ujung, setelah itu kita akan kelaut bebas,Laut Andaman. Di pos ini hanya dari jauh kita tunjukkan buku paspor masing-masing penumpang. Di pos itu beberapa petugas yang memakai baju loreng hijau seragam lengkap dengan senjata laras panjang yang tersandang di bahu.

Hampir 30an menit melalui selat Andaman, kita akan tiba di satu pulau pula, pulau ini sudah masuk wilayah Burma, semua barang bawaan diperiksa oleh petugas. Barulah kita akan merapat ke dermaga khusus boat yang tidak jauh dari kantor imigrasi di kota Kok Song Myanmar.

Sama dengan di Ra Nong Thailand, di check pont imigrasi Kok Song Myanmar ini pun penuh sesak. Tiba giliranku bertatap dengan petugas imigrasi, petugas itu membolak balik buku paspor milikku, seakan tak percaya ada paspor hijau milik orang Indonesia , mau datang ke Kok Song. Agak tersenyum petugas itu, melihat stempel imigrasi Myanmar yang sudah beberapa kali tertera di pasporku. “Ten Dollar” ujarnya. Tak tok tak, tertera masuk tanggal 26 keluar tanggal 8 Nopember 2012.

Di Kota Kok Song atau dalam bahasa melayu berarti Pulau Dua, tidak terlihat suasana Idul Adha, kalau pun ada, banyaknya orang lalu lalang di pintu masuk tadi, dari cara berpakaian menunjukkan kalau mereka Islam. Di Kok Song ada beberapa masjid, pun tak terlihat suasana pemotongan hewan.

Nun jauh di pelosok hutan, di teluk – teluk sepanjang pantai laut Andaman, banyak bermukim komunitas muslim yang sudah ratusan tahun menetap disana. Jauh sebelum negara Myanmar terbentuk. Komunitas ini sebagian berasal dari Langkawi, seorang dari mereka bernama Tengku Yusuf.
“Sejak tok – tok kami sudah tinggal disini” ujar nya menerangkan tentang keberadaan mereka disalah satu teluk indah, daerah penghasil emas dulunya.

Tidak ada akses jalan darat ke pemukiman – pemukiman itu, semua ditempuh melalui perjalanan laut. Kalau tetap ingin memaksanakan jalan darat harus ditempuh dengan masuk hutan keluar hutan, dan berjalan diatas aliran sungai yang kering berbatu-batu kiloan meter jauhnya. Dari satu teluk ke teluk lainya bisa empat jam perjalanan dengan sepeda motor, bukan hanya hutan saja dilalui, tetapi naik bukit dan turun bukit yang berbatu-batu cadas.

Di pemukiman itu banyak penduduk usia diatas 60 tahun yang dapat dan menulis huruf jawi (arab melayu),dan tentunya berbahasa melayu.”Sejak 20 tahun terakhir ini, banyak pula orang macam Ali ini kat sini” kata Tengku Yusuf menerangkan sembari memperkenalkan Ali. Ali pemuda 30 an itu ikut membantu memotong hewan Qurban, kulit Ali rada hitam hidungnya mancung, giginya terlihat agak kemerah merahan, karena mereka disana suka makan sirih.

“Kami Shalatnya (maksudnya Idul Adha) tadi” ujar Tengku Yusuf lagi. “Karena kemarin (Kamis) wukuf di Arafah” ujarnya lagi. Tengku Yusuf terus bercerita tentang masa lalu sambil rebahan di lantai masjid kecil yang baru saja selesai dibangun mereka. Badannya terlihat lemah, senang sekali kelihatan dia dengan kedatanganku. Banyak yang diceritakannya kepadaku, yang tak mungkin kutulis satu persatu di media ini. Banyak yang diharapkannya dan penduduk kampung itu,tak terkecuali tragedi Arakan yang menyayat hati. Tengku Yusuf pun sama tak berharap terus membayar upeti dari hasil jerih payah mereka, kepada pemerintah yang tak pernah memperhatikan kehidupan sosial mereka.

Bukan kehendak mereka seperti itu, jauh sebelum perang dunia meletus mereka adalah bangsa yang berdaulat. Tidak disekat-sekat batas negara nisbi, dan ambisi segelintir manusia. Jauh sebelum pemerintah Junta memerintah mereka adalah manusia yang bertamadun. Jauh sebelum traktat London diterapkan.

Hari menjelang petang, aku masih terpikir dan teringat perjalanan masih jauh, akan 4 jam lagi melalui hutan semak belukar dan bebatuan air sungai yang mengering sebatas mata kaki, untuk pulang. Tiga kali terguling-guling dan terjerembab dari boncengan sepeda motor saat menuruni bukit bebatuan,sewaktu datang ke kampung itu tadi, bukanlah hal yang pernah kubayangkan sebelumnya. Seakan Tengku Yusuf membaca pikiranku, mengajakku untuk bermalam di kampung itu saja, kahawatir hari telah gelap.

Masih banyak yang akan di kerjakan esok harinya,ditempat lain pula, kami putuskan berangkat pulang, petang hari itu juga, nun jauh disana terlihat indah ciptaan Allah, di ujung pepohonan puncak bebukitan laut Andaman, hari ke 12 bulan Zulhijjah 1433 H, bulan purnama mulai mengambang, menerangi perjalanan kami, merentasi hutan belantara, bumi Burma.

Sampai jumpa lagi, ilal liqok. Semoga Allah membebaskan penderitaan saudara kami yang ada disana.

Toko Online Fiktif


nirwanaelektronik.blogspot.com

nirwanaelektronik.blogspot.com

Assalammu’alaikum wr.wb

Nama saya windu utari
Saya ingin menceritakan kejadian yg terjadi sama saya,   yaitu di mulai pada tanggal 19 september 2011 pak,   pada waktu itu saya mau memesan HP BLACBERRY dengan tipe 8520 curve gemini dengan harga Rp.1.000.000,yaitu dari alamat situs  http://www.nirwanaelektronik.co.cc/
Pemerintah Provinsi Batam

Surat Izin Tempat Usaha Palsu mana ada Pemerintah Provinsi Batam

alamat tokonya Kompl. Lucky Plaza Blok G C2 Lt I Batam kepulauan Riau 29432 alamat itu saya melihat semua profilnya, dan tertera juga nomer HP: 085380833335,  di  alamat itu saya lihat untuk surat izin tempat usahanya juga ada,  makanya sedikitpun saya tidak ada curiga kalau perusahaan mereka ada niat untuk menipu ataupun membohongi saya.
Saya tergiur karena harganya murah pak.  Sebelumnya memang saya sama sekali belum pernah memesan barang secara online.
Jadi pada tanggal 19 september 2011,  saya mendapatkan sms dari bapak yang punya nomer 085380833335,  dia sms saya kemudian bertanya : “bagaimana, apakah jadi untuk memesan BLACKBERRY dengan tipe yang sudah anda sebutkan itu?”,  lantas saya balas jadi,  terus sayapun sms kembali, jadi untuk pengiriman uangnya bagaimana? . Dan bapak itupun membalas : ke nomer rekening : 022101022726503 atas nama SRI NIRWANA,  kemudian uangnya hari itu juga saya transfer senilai Rp.1.000.000,-.
Dan pada hari itu juga bapak itu nelpon saya dan dia bilang kalo barangnya yang di kirim itu ada empat buah yang di dalamnya ada BB TORCH 2 buah,  BB ONIX 1 buah dan BB yang saya pesan,  dan katanya harga barang yang dia kirim semuanya itu dengan total 7 juta rupiah, kemudian dia berkata lagi kalo saya harus mentransferkan uang jaminan, untuk barang mereka,  disitu sudah saya katakan kalau  itu bukan kesalahan dari saya, tapi bapak itu minta-minta tolong sama saya, untuk mentransferkan uang jaminan tersebut,  terus saya tanya berapa yng harus saya transfer?.
Terus dia bilang pertama setengahnya,  ya saya bilang lagi saya enggak bisa transfer dengan jumlah yang bapak bilang jadi kesepakatan kami pada hari itu yang saya transfer Rp.1500.000,- dengan alasan katanya nanti saya akan konfirmasikan lagi dengan pimpinan saya katanya dan dia bilang juga nanti sisanya saya yang nanggung untuk uang jaminan itu, pada saat itu sama sekali saya tidak ada menaruh rasa curiga terhadap dia.
bukti rekening yang dikirim ke toko nirwana elektronik fiktif

bukti rekening yang dikirim ke toko nirwana elektronik fiktif

Keesokan harinya (tgl 20 september 2011) dia nelpon saya lagi,  katanya dia sudah konfirmasikan dengan pimpinannya, dan dia bilang kalau uang yang saya kirim itu enggak cukup untuk dijadikan uang jaminan, jadi dia bilang paling tidak harus 50% dari yang 7 juta itu, terus dia bilang barangnya sudah sampai di Medan,  tapi mereka harus menahannya terlebih dahulu dikerenakan uang jaminan saya belum mencukupi, disitu saya uda pusing dan saya cuma mau barang saya nyampe sama saya, jadi saya tanpa curiga dan enggak berfikir panjang lagi terus saya bilang jadi harus berapa lagi yang harus saya transfer, terus dia bilang paling tdk Rp.2.300.000,- terus saya bilang ya sudah lah saya akan tranfer uangnya senilai Rp.2.500.000,- tapi barangnya hari ini  suda bisa nyampe sama saya kan pak?
Terus dia bilang iya hari ini juga akan nyampe barangnya, sore itu juga uang itu saya transfer ke dia. Dan dengan perjanjian dia sebelumnya uang jaminan itu akan kembali lagi sama saya semuanya setelah barang yang dikirimnya itu saya terima kemudian saya paketkan dan saya kembalikan lagi ke dia kecuali barang yang saya pesan,  ya saya percaya aja sama dia jadinya.
Ehhhhh, besoknya (tgl 21 September 2011) dia nelpon lagi,  dia bilang uang itu belum cukup juga katanya setelah dia konfirmasi sama pimpinannya,  malah dia dia bilang uang jaminan itu harus semuanya saya tebus yang senilai 7 juta itu, ya saya enggak mau pertamanya, dengan segala bujuk rayu dia dan saya juga masih belum sadar kalau itu suda modus penipuan,  ya saya transfer lagi uangnya sebesar Rp.1.000.000,-dia bilang kalo bisa transfernya sebelum jam 1 siang karena barangnya nyampenya jam 1 siang,  saya percaya-percaya saja sama dia, terus saya sms sama dia dan saya bilang kalo uangnya sudah saya transfer,lantas bagaimana dengan barang dan uang saya,saya bilang gitu,  dia bilang smskan nomer rekening saya. Terus  sudah saya sms ke dia, kemudian saya tanya lagi.  Lantas bagaimana saya bisa mengetahui kalau uang uang jaminan saya sudah masuk ke rekening saya atau belum?.
Terus diabilang saya di suruh ke mesin ATM, katanya biar di transferkan dia secara online katanya, ya saya ngikut aja dan pergi ke ATM,  nah disitu saya nelpon dia lagi terus saya bilang kalau  saya udah di ATM, terus dia memberikan arahan kepada saya,  dengan kode yang sangat rumit, terus dia nyuruh mencet angka-angkanya dengan nada tinggi sehingga saya jadi panik, terus dia malah nyuru saya untuk mencet pemindahbukuan terlebih dahulu biar uangnya disatukan katanya, ehhhhh malah tabungan saya ludes jadinya,,,,,,,,habis lah uang yang ada di tabungan saya,  jadinya tinggal Rp100.000 perak pak,  kemudian saya marah2 sama dia,  ehhhhhhh dia malah mati’in telfon saya, dan saya nelpon dia gk diangkatnya sampai  sekarang, dari situ saya baru sadar kalau  saya udah di tipu sama dia.
Disini saya mau minta tolong kepada pihak Yayayasaan Lembaga Konsumen Muslim Batam ,  kalaupun uang saya gk balik tapa tolong di peringati orang yang sudah menipu saya itu, biar jangan bertambah korbannya pak…….
Karena dia orangnya selalu mengatasnamakan dan membawa2 nama ALLAH untuk membuat orang percaya sama dia……….
Hanya itu saja yang dapat saya tuliskan, saya juga uda bingung sekarang mau bagaimana lagi pak, lebih dan kurangnya saya minta ma’af dan saya juga minta tolong agar Bapak dapat memberikan bantuan terhadap saya untuk masalah ini
Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih karena Bapak sudah mau mendengarkan dan membaca keluhan saya
Wassalammu’alaikum wr.wb…….

Shalat Tetapi Nampak Aurat, Batalkah ?


Suatu waktu terlihat dua orang lelaki muda masuk ke dalam masjid, saat itu hari Jumat. Sudah dapat dipastikan bahwa mereka mestilah hendak shalat Jumat. Keduanya memakai celana jin dan berbaju kaos . Kedua pemuda itu berjanggut dan berjambang, seperti nya dari keturunan India, dan memang mereka adalah warga Singapura. Pemandangan seperti itu – bercelana jin dan berbaju kaos – adalah hal yang biasa terlihat kini di dalam masjid .

Ribuan orang yang memadati ruangan utama Masjid Raya Batam, kalau kita perhatikan hanya beberapa orang saja yang hendak shalat Jumat di Masjid kebanggaan masyarakat Batam ini yang menggunakan sarung/plekat. Tak sampai agaknya sepuluh orang.

Jamaah lelaki itu ada yang memang berbaju Gamis, banyak juga berbaju melayu lengkap dengan kainnya. Yang berbaju batik pun tak terkira jumlahnya. Para pekerja dan karyawan industri pun banyak terlihat memakai seragam kerja, terlihat dari atribut yang dipakainya .

Pak Polisi, pak Jaksa, pegawai Bea Cukai pun ada yang memakai seragam dinas nya. Ada pula sebahagain dari anggota polri itu memakai celana coklat dan berbaju kaos saja. Semua pakaian yang dipakai jamaah lelaki shalat Jumat itu terlihat menutup aurat. Karena batas aurat lelaki adalah antara lutut dengan pinggang/pusat.

Tetapi cobalah perhatikan saat mereka yang hanya memakai celana jin dan berbaju kaos itu shalat tahyatul masjid misalnya. Sewaktu rukuk dan sujud , kaos/baju yang dipakainya tersingkap, karena pendek agaknya, nyaris belahan punggungnya terlihat.

Tak tahu lah apakah mereka sadar atau tidak, bagian yang terlihat itu bukan kah sudah termasuk aurat ? . Nah apa jadinya bila kita shalat terdedah aurat?.

Entah mengapa pula, disain baju yang dipakai para pekerja industri, yang ada di Batam ini pula, panjangnya hanya sebatas pinggang saja.

 

Shamin dan Saufi pemuda asal Singapura di Masjid Raya Batam mereka pun suka pakai Jeans dan kaos saat shalat kaos dimasukkan ke dalam Jeans sehingga sewaktu rukuk dan sujud belahan punggung tidak terlihat.

Shamin dan Saufi pemuda asal Singapura di Masjid Raya Batam mereka pun suka pakai Jeans dan kaos saat shalat kaos dimasukkan ke dalam Jeans sehingga sewaktu rukuk dan sujud belahan punggung tidak terlihat.

Selesai shalat kedua pemuda Singapura tadi aku temui, menanyakan hal pakaian yang di pakainya. Mereka menyadari hal itu. Tetapi sebelum shalat baju kaos yang dipakainya telah dimasukkan terlebih dahulu ke dalam celana.  “ Di tempat kami banyak yang pakai macam gini, tetapi sebelum shalat dah dimasukkan kedalam macam ni” ujar mereka sembari menunjukan pinggang seluarnya, dan memperagakan rukuk, ternyata kaos yang dipakai nya tidak tertarik keatas.

Sayang nya yang kita lihat, tidak semua melakukan hal yang dibuat kedua pemuda itu, mereka cenderung membiarkan pinggang celana tertarik kebawah dan ujung baju kaos tertarik keatas, sehingga tampak lah belahan pantat, apalagi postur tubuh agak gemuk .

 

Ahmadiyah Batam


Tengah hari tadi selepas shalat jumat (4/3) dari masjid Raya Batam, sengaja kami mampir ke masjid Ahmadiyah di Batam. Meskipun namanya mushala,  ditempat itu dilaksanakan  shalat jumat bagi komunitas anggota Ahmadiyah  yang ada di Batam. Mushala yang bernama Baitul Zikkir itu terdiri dari bangunan ruko dua lantai terletak di seputaran Nagoya dekat tanah longsor dan disekilingnya banyak bengkel mobil dan speda motor. Jadi yang menunjukkan kalau itu mushala hanyalah papan nama yang bertuliskan warna hijau, dan terlihat sudah buram.

Masih banyak sepeda motor terparkir diluar ruko itu saat kami tiba, pintu ruko itu terbuka semuat orang lalu. Dari luar terlihat gelap, dua orang wanita terlihat keluar membawa anaknya. Beberapa orang lelaki pula  keluar melihat kedatangan kami. Ada yang memang sudah siap hendak pulang agaknya karena shalat jumat sudah selesai, dan  ada helm diatas kepalanya.

Jangan Panggil Ustadz Panggil Mubalig

Melihat kami datang lelaki tersebut tak jadi pulang  dan ikut nimbrung di dalam ruangan ukuran 5 x 4 meter. Di pojok ada sofa muat untuk 5 orang . Tak ada prabot lain di dalam ruangan itu. Hanya rak untuk meletak helm yang bisa diduduki juga.  Ada tiga gambar tergantung di dinding sebelah kiri, dua gambar orang bersorban dan berjanggut , tak jelas gambar siapa, dan satu lagi adalah gambar Amien Rais yang sedang bersalaman. Gambar Amien Rais ini pernah kulihat saat Ahmadiyah mengadakan pameran buku beberapa tahun yang lalu di Batam. Kalau tak salah ingat saat itu Amien Rais menjabat sebagai Ketua MPR RI.

Nasrul yang menerima kami berbincang bincang di ruang tengah itu. Untuk menghormatinya Nasrun kupanggil ustadz , tetapi seorang jamaah yang juga hadir di tempat itu langsung menyela. “Jangan panggil ustadz, panggilan di jamaah kami adalah mubalig”  kata lelaki yang tetap berdiri karena memang tak ada kursi lain selain sofa yang kami duduki dan rak tempat helm tadi.

Imam Mahdi

Nasrul usianya sekitar 30 tahunan. Dia yang kini menjadi mubalig Ahmadiyah di Batam. Sebelum  Nasrun yang menjadi mubalig di Batam adalah Barus pria asal Medan, sementara Nasrun berasal dari Tembilahan.  Nasrun baru sekitar 10 tahun menjadi jamaat Ahmadiyah, isterinya orang Bogor. Dulu katanya dia paling benci dengan Ahmadiyah, tetapi setelah membaca buku tentang Mirza Gulam Ahmad, pikirannya menjadi berubah. “Kalau mau tahu apa yang sebenarnya haruslah kita masuk kedalamnya.” kata Nasrun tentang pengalamannya ber-Ahmadiyah.

Sama dengan penjelasan Pimpinan mereka di Jakarta dan disiarkan oleh TV Nasional,  Mirza Gulam Ahmad adalah Imam Mahdi yang memang sudah pernah di perbincangkan dan disebut-sebut pada zaman Rasulullah SAW. yang nantinya akan datang ke muka bumi ini, warga Ahmadiyah menganggap dan percaya Imam Mahdi itu adalah Mirza.

Nasrun tak jelas menjawabnya saat kutanya apakah akan ada lagi Imam Mahdi Imam Mahdi yang lain, karena  tugas Imam itu belum selesai antara lain untuk mematahkan salib dan membunuh babi. Nasrun pun mengerti bahwa yang dimaksud dengan mematahkan salib dan membunuh babi bukan lah dengan tangan langsung Imam Mahdi.

Syahadat yang Sama?

Menurut Nasrun jumlah jamaat Ahmadiyah di Batam sekitar 70 orang, sudah termasuk bayi dan anak-anak. Dia tak menjelaskan berapa KK semuanya. Tetapi semua kegiatan Ahmadiyah di pusatkan di ruko itu. Di ruko itu juga Nasrun tinggal, ruko yang terdiri dua lantai dan dua pintu itu dulunya adalah toko buku, kini toko buku itu sudah tutup, disebelah nya pun kini sudah disewakan. ” Ruko sebelah jual kacamata” kata Nasrun kepada kami

Kami disuguhi minuman teh botol, tak terasa lebih satu jam kami berbincang bincang dengan Nasrun, Nasrun pun menjelaskan kepada kami dimana letak kesesatan Ahmadiyah. Kata Nasrun Syahadat kami sama. Tetapi saat ku tanya yang dimaksud dengan Muhammad dalam syahadat yang mereka ucapkan  itu apakah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutalib, yang lahir di Makkah atau Muhammad yang lain. Nasrun menjawabnya dengan kisah sahabat dan Nabi SAW.

Ada Jamaah Ahmadiyah yang pergi Haji ke Makkah

Yang menarik dari bincang bincang kami siang tadi ternyata ada juga jamaat Ahmadiyah yang menunaikan ibadah Haji ke Makkah. “Dari Tanjung Balai Karimun dan dari Tanjung Pinang, dari Batam belum ada” jelas Nasrun sembari menjelaskan bahwa kepergian ke Makkah itu beberapa tahun yang lalu sebelum ramai ramai seperti sekarang ini. Mereka bisa diberangkatkan karena petugas haji tidak pernah menanyakan apa kah mereka Ahmadiyah atau bukan.

Nasrun pun punya niat hendak ke Makkah, kalau memang tidak diperkenankan oleh kerjaan Saudi Arabia,  Nasrun menganggapnya seperti sewaktu Rasulullah SAW mau masuk ke Makkah dahulu tidak diperkenankan oleh  kafir Qurais. Menurutnya lagi ada tiga syarat hendak menunaikan ibadah haji, salah satunya keamanan. Jadi sekarang kondisinya belum aman.

Dan masaalah keamanan mereka di Batam karena di beberapa daerah seperti di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten gubernurnya sudah melarang kegiatan Ahmadiyah, Nasrun mengatakan kami serahkan saja ke kepolisian.

Mereka tenang tenang saja, karena ini menyangkut masalah rohani dan pemahaman kata Nasrun.

Iklan Kiamat


Iklan seperti ini banyak terpasang di sepanjang jalan di Batam. “Kirain itu iklan radio yang mau siaran” ujar Andre .  Iklan ini sudah hampir setengah tahun terpasang, malah sudah ada yang diganti karena buram. “Jadi itu iklan Kiamat toh ” lanjut Andre lagi .

Iya itu memang iklan hari kiamat yang akan jatuh pada 21 Mei 2011 sebagaimana tulisan dibawah :

Lupakan spekulasi bahwa akhir dunia akan terjadi pada 12 Desember 2012 sebagaimana akhir penanggalan Bangsa Maya. Sebuah kelompok Kristen independen di AS bahkan meramalkan kiamat akan datang lebih cepat: 21 Mei 2011 mendatang.

Adalah Marie Exley, veteran Angkatan Darat AS yang gencar mengkampanyekan peringatan kiamat ini. Exley adalah anggota gereja independen AS yang berkotbah melalui siaran radio dan Internet. Kelompok gereja ini mengklaim mendasarkan ramalannya pada Alkitab.

Mereka gencar menyebarkan pesan kiamat melalui papan reklame, bangku-bangku di halte bus, karavan, dan mengerahkan sukarelawan menyebarkan pamflet-pamflet di berbagai sudut kota, dari Bridgeport hingga Little Rock, Arkansas. Untuk menyebarkan pesan itu di luar AS, mereka bahkan punya kelompok sukarelawan yang akan berkeliling Afrika dan Amerika Latin.

“Banyak orang mungkin berpikir: kiamat akan datang, ayo berpesta. Tapi kami diperintahkan Tuhan untuk memberi peringatan,” kata Exley. “Aku bisa saja seperti orang lain, tapi akan lebih baik tahu ketika kiamat tiba, Anda tahu, Anda akan selamat.”

Pada bulan Agustus, Exley meninggalkan rumahnya di Colorado Springs, untuk bekerja di sebuah radio komunitas di Oakland, California. Radio tersebut adalah radio pelayanan Kristen yang dipimpin Harold Camping– orang yang paling bertanggung jawab atas ramalan akhir zaman versi ini.

“Jika Anda masih ingin mengatakan kami gila, silakan. Tapi tidak ada salahnya untuk melihat pesan ini,” kata Exley.

Harold Camping (89) yakin Alkitab pada dasarnya memiliki fungsi sebagai kalender kosmik yang menjelaskan dengan pasti hal-hal yang bisa diramalkan.

Pensiunan insinyur itu mengklaim kalkulasinya didasarkan pada Alkitab. Berbagai peristiwa eksternal, seperti berdirinya negara Israel pada 1948, menurutnya adalah tanda-tanda yang mengkonfirmasikan akurasi kalkulasinya. “Tanpa keraguan, aku berpendapat 21 Mei adalah hari pengangkatan dan penghakiman,” kata dia.

Camping percaya, di bulan Oktober 2011, orang-orang yang beriman akan dibawa ke surga dan para pendosa tetap berada di Bumi untuk menerima siksa.

Bagaimana jika 21 Mei berlalu tanpa ada apapun?

“Kalau 21 Mei berlalu dan aku masih di sini, berarti aku tak diselamatkan. Apakah itu berarti firman Tuhan tak akurat? Tidak sama sekali,” dia berkilah.

Prediksi Camping tak diamini banyak gereja lainnya. Kata mereka, tak seorangpun yang bisa memastikan hari atau jam semesta akan berakhir. Ramalan ala Camping bukan hal baru. Seorang pemimpin kelompok Baptis, William Miller pernah meramalkan dunia berakhir 22 Oktober 1844 silam, namun toh matahari masih bersinar terang sampai hari ini.

Banyak orang yang terkecoh dengan papan iklan dimaksud,  sebagaimana kata Prayuza Zafin Muhammad : “gila , nih salah satu cara buat ngelunturin iman…astagfirullah”..!
Sementara  Dhanny ‘Chappy’ Monroe berkomentar :  “ini cuma trik pemasaran radio tsb”.

Arfin Efendi : “propaganda ini sudah lama, kok. gue tahu juga bacanya di internet. ini keknya kelompok sekte tertentu dari agama kresten”.

Banyak komentar tentang iklan ini bahkan  ada yang mempertanyakannya  apa tidak ada pengawasan dari pemerintah. Sebagaimana di tulis oleh  Hang Dabo  dalam FB nya : ” iklan kayak gitu pemko apa enggak bisa dibredel, sekalian sama radionya juga di tutup.

Kurang jelas juga apakah frequensi yang digunakan radio  itu  legal,   yang tahu KPI dan Balai Monitor. Soal retribusi atau pajak reklame , yang tahu persis ya Dinas Pendapataan Daerah.

Surat Terbuka Untuk Pak SBY


Yang terhormat pak SBY.

Aku gak tahu apakah Presiden ku pernah ke sana, atau paling tidak memikirkan hal itu.

Aku gak tahu apakah Presiden ku pernah ke sana, atau paling tidak memikirkan hal itu

Aku adalah rakyat biasa, bukan lah orang yang berpendidikan tinggi seperti mu, aku ingin berkeluh kesah kepadamu, karena sekarang ini Anda adalah presidenku. Orang pertama di Negeri ini, jadi menurutku tak salah kiranya kalau aku menulis surat terbuka ini untuk mu.

Agak sulit rasanya nak berjumpa dengan pembantu – pembantu  Anda. Apalagi dengan Anda sendiri. Sampai mati pun enggak bakalan kayaknya.  Jadi maafkan sebelumnya aku menulis surat terbuka ini untuk mu.  Sedikit yang hendak ku sampaikan kepadamu, menyangkut wilayah perbatasan. Menurutku agak berbeda pandangan orang -orang yang tinggal di perbatasan dengan orang – orang yang tidak diperbatasan.Apalagi seperti di perbatasan Kalimantan sana, satu puak dipisahkan oleh dua negara.

Tahukah anda pak SBY bahwa ribuan kilometer perbatasan yang membela daratan Kalimantan memisahkan puak (suku) yang satu menjadi dua kewarganegaraan?, Konon kabarnya penjajah inggris memisahkan mereka hanya berdasarkan aliran air sungai.

Cobalah sekarang sekali sekali pak SBY terbang rendah di perbatasan itu, kalau Anda terbang dari Barat ke Timur, pandanglah ke kanan ke arah Utara, lihat lah apa yang ada di daratan. Dan pandang pula arah ke Selatan, apa pula yang terlihat.

Anda enggak bakalan bisa jalan di daratan karena tak ada jalan darat yang kita buat meskipun negara ini sudah 65 tahun merdeka, kecuali Anda ingin berjalan kaki. Kayak nya itu tak mungkin bagi seorang Presiden.

Tetapi kalau ingin juga jalan darat, Anda bisa jalan dari Sabah sampai ke Sarawak , jalan itu mulus belaka, tetapi yang buat bukan Kementrian PU kita, jalan ini bisa sampai ke Pontianak. Lihat lah pula berapa banyak pabrik pengelola kayu di sepanjang jalan itu. Aku tak tahu apakah semua kayu yang di olah disitu benar berasal dari Hutan Sabah dan Sarawak saja, atau dari Hutan Borneo.  Lihat lah pula berapa banyak tongkang mengangkut kayu gelondongan di sepanjang sungai itu.

Tak lama koq perjalanan dari ujung negeri Sabah , dimana tak lama dulu dua pulau Sipadan dan Ligitan kini menjadi tujuan wisata, dan banyak ratusan ribu agak nya orang pulang pergi dari negeri itu.  Tak sulit pula menemui mereka hampir seluruhnya dapat berbahasa Jawa sebagaimana bahasa Ibunda Anda.

Kenapa bukan kita saja yang mengelola hutan itu?.  Mengapa bukan kita saja yang mengelola kebun kelapa sawit itu?. Toh hampir semua pekjerja disitu adalah rakyat kita. Tak tahu aku berapa luas kebun kelapa sawit yang membentang mulai dari Sandakan sampai ke Kuching, semua itu di “buat” oleh rakyat kita.

Wahai Presiden ku yang gagah, nyaris tak ada perlindungan terhadap mereka, tenaga kerja legal maupun ilegal yang ada disana, belum lagi masalah pendidikan bagi anak – anak mereka. Bagi mereka yang telah berumah tangga dan bertempat tinggal disana.

Enggak usah cerita tentang pendidikan bagi anak – anak yang terlanjur lahir di sana, apalagi status perkawinan ibu bapa mereka tak sah karena tak tercatat di Departemen Agama.

Sampai kapan hal ini berlangsung, sampai kapan mereka membuang pasport nya setelah tiba disana. Sampai kapan mereka menjadi tenaga kerja murah, yang selalu di kejar – kejar dan benar benar di peras tenaga dan hartanya. Apa memang tak ada yang sanggup untuk mengelola itu wahai pak Presidenku.

Kalau tak ada yang tak perduli dan tak ada yang sanggup untuk mengurusnya,  mungkinkah  biarkan sajalah Borneo bersatu kembali.

Setakat ini dulu surat ku padamu wahai bapak Presiden ku. Sebenarnya banyak sekali yang ingin ku sampaikan. Maafkan aku sekali lagi kalau ada kata-kata dan susuan abjad yang tak runtut

%d blogger menyukai ini: