Catatan Perjalanan Dakwah: Kuala Lumpur-Kolkata-Assam-Bangalore-Kochi India


kolkataDi India Idul Adha Hari Senin

INDIA– Berangkat dari Kuala Lumpur tanggal 03/10 sekitar pukul 22.30 WSM dengan penerbangan low cost Air Asia AK63 ke Kolkata, hampir lima jam lamanya, hampir lima jam pula perbedaan waktu antara Indonesia dengan India.

Walaupun perbedaan waktu lima jam dengan Indonesia, India, hampir sama dengan waktu di Saudi Arabia, tetapi umat islam disana melaksanakan shalat Idul Adha pada hari senin tanggal 06 Oktober 2014. Sementara kita ketahui di Makkah pelaksanaan shalat idul qurban itu, pada hari sabtu tanggal 04 Oktober 2014.

Kolkata

Penggemar berat film India dahulu sebelum tahun 2001 hafal benar dengan nama Calkutta atau Kalkutta, “Antara Calkutta Bombay” satu nama judul film termasuk laris. Banyak kisah menarik dari kota dipinggir laut ini, sejak tahun 2001 berubah nama menjadi Kolkata, dibangun inggris sejak tahun 1690 hampir empat abad

10469044_10203067743236845_4990437644730150156_n

silam, masih meninggalkan tradisi makan sirih yang kental hingga sekarang.

“Suguhan itu acap kita dapat saat bertamu”. Ujar bang Zul Lebai Baron dari Yayasan Amal Malaysia Kedah.

Ibukota provinsi Bengala Barat ini sejak tahun 1833 sampai tahun 1912 adalah ibukota negara India. Kolkata didiami lebih dari 25 juta orang , warga muslimnya sekitar 50%, jauh lebih banyak dari penduduk muslim se-Malaysia, tetapi toh mereka adalah minoritas disana. Penduduk India hampir satu miliar orang banyaknya, negara terbanyak kedua di dunia penduduknya setelah cina.

“Bersama Yayasan Amal Malaysia tunaikan amanah sahabat2 dan adik beradik jalankan ibadah Qurban di Assam, India”.

1010815_10203067831359048_3037905156003296759_n

Tanggal 4/10/14 tiba di Kolkata Dari KLIA2 Setelah 4 jam 30 minit penerbangan. Penduduk Islam merangkumi hampir 50% Dari keseluruhan 25 Juta penduduk Ko

lkata. Walaupun di beritakan pemerintah mau menghalang ibadah Korban terutama lembu di

adakan, namun urusan jual beli lembu Dan kambing di adakan di Pasar

terbuka terutama di sekitar Masjid Nahkoda”. tulis Zul dan Adynor dari India kepada Buletin Jumat.

Masjid Tipu Sultan

Tipu Sultan, adalah nama Raja Muslim terakhir yang digelar Harimau dari Mysore. Raja ini meninggal diusia muda sekitar 49 tahun, karena mempertahan kan negaranya dari jajahan Inggris, Masjid yang diberi nama gelarnya itu salah satu masjid terbesar di India.

10415631_10203045387717971_5624362266398285853_n

Tak jauh dari masjid Tipu, terdapat sebuah hotel, Nakhoda namanya, kata ini pun tak asing bagi telinga orang melayu, dan sememangnyalah kota Kolkata terletak di pinggir pantai kota pelabuhan ternama dan terbesar di jamannya. Kolkata merupakan pusat industri goni dan tekstil, daerah pengekspor goni, teh, dan mika. Di kota ini terdapat Universitas tertua dan juga museum India. Catatan Perjalanan Dakwah : Ibadah Kurban di Kem Pengungsi BTAD Assam India

(disari Imbalo)

Satu Tanggapan

  1. […] India– Tanggal 05 Oktober perjalanan, baca:  Catatan Perjalanan Dakwah: Kuala Lumpur-Kolkata-Assam-Bangalore-Kochi India    di lanjutkan dari Kolkata ke Assam, provinsi yang berbatasan dengan Cina, Buthan, Nepal, […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: