Masjid Raya Batam


1394086_746436505370423_17293193_nMasjid ini tidak ada tiang ditengah ruangan, di desain oleh Ir Achmad Noe’man membuat kagum tamu – tamu dari luar negara. Masjid ini dapat menampung 3.500 orang didalam dan diluarnya sekitar 15.000 orang.

Masjid Raya Batam (MRB) mulai dibangun tahun 1999 dan mulai dipergunakan pada tahun 2001 yang lalu. Sejak awal dilaksanakan shalat Taraweh di bulan Ramadhan, masjid ini mengkhatamkan 30 juz Al-Quran, karena imam-imamnya banyak yang hafiz. “Macam di Makkah saja” kata jamaah.

Sebelum masjid ini ada, pegawai, karyawan OB maupun Pemko dan masyarakat di sekitaran Batam center, shalat di lantai tiga, Gedung Otorita Batam.

Ruang serba guna namanya, ya kalau hari Jumat jadi tempat shalat, hari-hari lain untuk acara lain.Terkadang dipakai acara Natalan, hiburan, pelantikan pejabat pun diadakan ditempat yang sama. Namanya juga ruang serba guna. Alhamdulillah MRB cepat terbangun.

Dihari Jumat satu tahun belakangan ini masjid kebanggaan masyarakat Batam ini, shalatnya pun seperti di Makkah dan Madinah, setelah Imam membaca Takbir, ada makmum yang mengulang membaca takbir dengan keras. Begitu juga bacaan bangkit dari rukuk dan salam.

Sedang Shalat Mic Putus

Pernah Buletin Jumat (BJ) shalat Jumat di Masjid kawasan industri Batamindo Muka Kuning, beberapa waktu yang lalu, di ruang utama tak banyak jamaah yang dapat di tampung, sehingga jamaah membludak sampai keluar. Saat itu shalat sudah dimulai, di sujud rakaat pertama, sewaktu hendak berdiri, lama, tidak terdengar suara imam mengucapkan takbir. BJ, yang kebetulan dalam shaf antara dinding dan ruang istirahat imam, sebelah selatan, sekitar 5 orang satu barisnya, tetap saja sujud, sementara jamaah lain sudah hampir rukuk.

Kiranya mic kecil yang tergantung di dekat leher sang Imam putus. Apa jadinya, Sampai selesai prosesi shalat satu rakaat lagi, terpaksalah mak mum, celingak celinguk memperhatikan kiri kanan dan kedepan.

Maling

Jamaah shalat Jumat di MRB belakangan ini kurang begitu ramai, ruang utama yang biasa penuh, terkadang 3/4 saja terisi, mungkin salah satu penyebabnya tak jauh dari MRB ada pelaksanaan shalat jumat, oleh masjid lain. “Disana Lebih cepat shalatnya” kata seorang karyawan yang bekerja di Graha Pena.

Belakangan ini pun MRB kurang aman, maling bebas berkeliaran, Bahkan jamaah sedang shalat tasnya bisa hilang. Ironisnya lagi Brankas Lembaga Amil Zakat (LAZ) pun di gondol maling tanpa bekas. Sepertinya perlu dipasangi cctv. Untuk membantu tugas security.

Masyarakat tidak tahu siapa pengelola MRB ini, apakah masih Otorita Batam atau Pemko Batam. Minimnya pengawasan, nyaris tanpa pintu, seperti lapangan parkir Utara, dulu dirancang dapat menampung puluhan kenderaan roda empat, kini lapangan itu dijadikan badan jalan. Pengganti lapangan parkir itu tidak ada. sepertinya pintu Utara itu, kini, kurang berfungsi.

Mungkin masjid besar yg ramai jamaah bisa mencontoh MRB dalam hal pemakaian mic, bila mic putus jamaah tak kalang kabut. (imbalo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: