Pulau Bulang Lintang Batam Indonesia


1488247_770456819635058_691531731_nMasih banyak warga Batam belum tahu mengapa Stadion Olah Raga di Muka Kuning diberi nama Tumenggung Abdul Jamal.
Seorang Tumenggung Kesultanan Johor Riau Lingga yang bernama Abdul Jamal itu,  dulu, bermastautin di Pulau Bulang Lintang ini , makam beliau masih terawat dengan baik.

Konon tempat kediaman sang Tumenggung, dibakar habis oleh Belanda.1499550_770464699634270_167991463_n

Kalau kita kesana, disekitar komplek pemakaman keluarga Tumenggung,  banyak terlihat batu nisan yang sudah berumur ratusan tahun.
Pulau Bulang Lintang dulu sebagai pusat perwakilan kerajaan, kini hanya sebuah desa sepi, meskipun pemerintah Batam menetapkan Pulau ini sebagai ibukota kecamatan Bulang, tetapi pak Camat tak mau berdiam di pulau ini lagi.

Petang 22/12/ 2013 yg lalu, kami mengunjungi Pulau itu lagi, bersama dengan kami ikut beberapa teman dari Kepulauan Sulu atau Jolo Selatan Piliphina, namanya Prof. Neldy Jolo, beliau seorang ahli sejarah Melayu.

Dari Pelabuhan Sagulung Batam ke tempat itu naik speadboat hanya 15 menit saja, dan ongkosnya 10 ribu rupiah perorang.1524963_770464932967580_1012706146_n
Di Batam, kini ratusan pelajar dari berbagai negara Asean, Piliphina, Kamboja, Vietnam, Thailand, Malaysia, tentu saja dari Indonesia lebih banyak, ikut bersama kami. Mereka sedang menuntut ilmu di Mahad Said bin Zaid. Mendengar tutur bahasa mereka menjadi keunikan tersendiri. (imbalo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: