Sekelumit Kisah Masjid Temenggong Daeng Ibrahim Johor Malaysia di Singapura


Masjid Temenggong Daeng Ibrahim Johor Malaysia di Singapur

Masjid Temenggong Daeng Ibrahim Johor Malaysia di Singapur

Semula Buletin Jumat (BJ) hendak shalat Jumat (27/12/2013) di Masjid Sul tan Singapura, karena ferry Wave Master berangkat terlambat dari Batam, tiba di Harbourfront Singapura waktu shalat jumat sudah masuk.

Antrian cukup panjang di counter Imigrasi, nyaris semua penumpang bermata sipit. Selesai saja papsort di chop,BJ bergegas ke Jalan Te luk Belanga. Ada sebuah masjid disitu Te menggung Daeng Ibrahim namanya, jalan Teluk Belanga tidak jauh dari terminal ferry, berjalan kaki sekitar 10 menit, sudah termasuk menungu lampu penyeberangan, jadi cukup dekat.

Saat itu cuaca mendung, gerimis terkadang turun. Jamaah membludak, pantas, karena memang itulah masjid yang ada disekitar pelabuhan, ironisnya lagi masjid itu bukan milik Singapura.  Jamaah terus berdatangan, Khatib membacakan khotbahnya, di khotbah kedua ada terdengar bacaan doa untuk keluarga Sultan. Dan sebagaimana kata Imam Hanafi, Masjid yang terletak di jalan Teluk Belanga ini lokasi tanah dan bangunan masjidnya itu memang milik Kerajaan Negeri Johor Darul Takzim Malaysia, dan hal itu ditandai dengan adanya bendera Negeri Johor didepan halaman masjid.

JKR nomor plat Johor

JKR nomor plat Johor

Bersama  Imam Masjid Temenggong Daeng Ibrahim Teluk Belanga

Bersama Imam Masjid Temenggong Daeng Ibrahim Teluk Belanga

Khatib, Imam dan pengurus masjid semuanya berasal dari Johor Malaysia. Ada yang pulang hari, ada yang bermukim. Dua tahun lepas, kalau naik kereta api dari Johor, kita bisa turun persis di dekat masjid, karena disitu terminal terakhir Kereta Api Tanah Melayu (KTM), tetapi sejak lokasi tanah KTM milik Malaysia ini “diambil alih” oleh Singapura, KTM tak berfungsi lagi di Singapura, hanya sampai Woodland saja, perlakuan khusus terhadap passport pun berbeda. Kalau naik bis, turun di Bugis street. Tetapi jumat ketika BJ shalat disana, ada mobil (kereta) warna hitam yg membawa khatib dan imam keluar dari lokasi masjid.

Komplek Makam di Areal Masjid

Komplek Makam di Areal Masjid

Bangunan station KT M, masih di biarkan seperti dulu belum di bong kar, ada beberapa kelompok pekerja sedang memperbaiki sisi bangunan. Cat bangunan terlihat kusam, tetapi lapangannya bersih terawat. Bangunan ini mungkin akan dijadikan Museum saja, bukan karena di perlukan tanahnya, lha bayangkan saja, Malaysia bisa begitu jauh masuk mengintervensi sampai ke Teluk Belanga dari Woodland sana, berapa luas pula lokasi tanah yang terpakai, yang dilalui KTM, mulai dari Woodland ke station terakhir di Teluk Belanga.

Bekas stasiun kereta api tanah melayu (KTM) tak jauh dari Masjid

Bekas stasiun kereta api tanah melayu (KTM) tak jauh dari Masjid

Demikian juga dengan bangunan masjid, selama pelaksaan shalat jumat berlangsung, terdengar terus bunyi mesin alat-alat kerja, pekerja sedang merenovasi kamar mandi/wc. Tetapi bangunan induk masjid yang sudah tak muat lagi menampung jamaahnya ini, tak kunjung jua direnovasi. Menurut Imam masjid, sudah lama terdengar rencana akan diper luas, tetapi tekendala izin dari peme rintah Singapura. Sang Imam hanya tersenyum saat BJ menanyakan barangkali saja pemerintah Singapura pun ingin menguasai lokasi tanah masjid. Dan membangun yang lebih besar dan bagus?

tak ada lapangan parkir

tak ada lapangan parkir

Singapura dulu bernama Temasik, sejak dulu pula Negara Pulau ini bagian dari Negeri Johor, itulah sebabnya hingga kini banyak tempat di Singapura lokasi tanahnya masih milik Negeri Johor. Perlahan, lokasi tanah-tanah itu beralih kepemilikan, seperti lokasi pemakaman luas yang ada di Singapura.

Tetapi semua lokasi itu tidak terlalu memiliki nilai stategis dan politis seperti lokasi jalur KTM. Apa iya?, seorang jamaah tersenyum penuh arti. (***)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. agaknya rumit, s’pore sdh terpisah dr Negeri Johor tp bbrp wilayah msh milik Negeri Johor..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: