Umat Islam Sumbar Bersatu Tolak Investasi Bermuatan Missi Pemurtadan


Catatan Perjalanan Mengunjungi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau

Masjid ini terletak di tengah-tengah Pasar Raya Padang.

Masjid ini terletak di tengah-tengah Pasar Raya Padang.

Setelah mengunjungi Aceh, Buletin Jumat (BJ), kembali ke Medan,tidak ada jalan alternatif yang lebih baik, selain via Medan, bila harus ke Padang dengan bus umum. Dari Medan dengan Bus ALS, sengaja BJ pesan Bus Super Executive 2-1, dengan tiket sebesar rp. 280.000,- berangkat sekitar pukul 17.00 wibb petang, tiba di Padang keesokan harinya menjelang juhur.

Hari itu Kamis, 28 Nopember 2013. ribuan orang sedang bersiap demontrasi, dimulai dari masjid Nurul Iman Masjid Raya Padang. Mereka menuntut agar izin pendirian pusat pemurtadan itu dibatalkan.

Rancak Bana, Universitas Andalas & Aisyiah Kembalikan Bantuan Lippo

Aisyiah adalah organisasi perempuan tertua di Indonesia , kiprahnya sudah tak terbilang banyaknya, jauh sebelum ada negara yang bernama Indonesia ini. Aisyiah dan Muhammadiyah adalah dua ormas yang berbeda tapi satu.

Pengalaman dalam pelayanan masyarakat seperti pendirian balai pengobatan untuk ibu dan anak, Rumah Sakit dan yang menyangkut kesehatan, nyaris ada diseluruh provinsi di Indonesia. Di Sumatera Barat organisasi ini cukup berkembang, di negeri kelahiran Buya Hamka ini pula Islam sangat kental, kalimat seperti “Adat bersendikan sarak, sarak bersendikan Kitabullah”. Kitabullah itu sendiri adalah Al Quran.

Dan daerah ini rupanya sudah lama menjadi target kristenisasi, dengan membuat injil berbahasa daerah setempat contohnya, walaupun hanya berapa gelintir saya “gembala” disana.

Siapa lagi yang dituding kalau bukan James Riyadi dengan group Lipponya. Mereka pun berusaha membuat sebuah pelayanan masyarakat sebagaimana yang telah dibuat oleh Aisyiah dan Muhammadiyah, yaitu Rumah Sakit.

Rupanya mereka dapat persetujuan penggunaan lokasi milik pemerintah oleh yang sedang berkuasa disana, maka jadilah peletakan batu pertama investasi Lippo Superblock di Jl Khatib Sulaiman benar-benar di lokasi yang strategis di pusat kota itupun dilaksanakan, Jumat, 10 Mei 2013 yang lalu.

Itu ditandai dengan pemencetan sirine oleh Ketua DPD RI Irman Gusman, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Walikota Padang Fauzi Bahar, Menko Kesra Agung Laksono, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Preskom Lippo Group James T Riyadi, Presiden Lippo Theo Sambuaga, mantan Gubernur Sumbar Azwar Anas dan Ketua Dewan Syuro Hilmi Aminuddin.

Aisyiah pun mendapat bantuan dari group ini berupa uang sebesar 50 juta rupiah. Bukan Aisyiah saja Fak. Kedokteran Andalas pun diberikan juga.
Dan kedua lembaga ini telah mengembalikan uang bantuan tersebut. Karena Beberapa hari setelah peletakan batu pertama, langsung muncul penolakan dari berbagai Ormas Islam atas investasi Lippo Group itu.

Pemicunya, karena James T Riyadi disinyalir memiliki agenda besar berupa misi misionaris dengan sasaran masyarakat Minangkabau. Hal itu didasari latar belakang James Riyadi sebagai pengusaha yang menjadi misionaris nomor satu di Indonesia.

Dugaan itu juga didukung oleh banyak informasi di berbagai media, baik di internet dan banyak literature buku. Apalagi di sejumlah daerah investasi yang sama juga ditolak karena persoalan yang sama.

Penolakan dari Ormas Islam itu pun terus membesar seperti bola salju. Sebagai dampaknya, hingga kini investasi senilai Rp1,2 triliun itu belum bergerak sama sekali.

Penolakan Proyek Pemurtadan Tak Digubris Walikota dan Ketua DPRD Padang

Semak pun telah tumbuh dan meninggi di lahan seluas lebih kurang 1,5 hektar tersebut. Para pendemo tetap akan menuntut Walikota Padang mencabut izin investasi / pembangunan RS Siloam. Pasalnya izin investasi tersebut melanggar Perda No 4 Tahun 2012, pasal 70 tentang pengembangan kawasan Jl Khatib Sulaiman dan Jl Sudirman yang diperuntukan untuk pengembangan perkantoran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Namun ternyata Walikota Padang Fauzi Bahar menerbitkan izin untuk pengembangan perdagangan dan jasa di Jl Khatib Sulaiman kepada Lippo Superblock yang terdiri dari RS Siloam, Lippo Mall, Hotel Aryaduta dan Sekolah Pelita Harapan.

Padahal MUI dan Ormas Islam telah tegas-tegas menyatakan bahwa di balik investasi itu terdapat misi misionaris yang dapat membahaya kan akidah anak cucu umat Islam Minangkabau. Tapi Walikota Padang Fauzi Bahar dan Ketua DPRD Padang Zulherman bergeming dan bahkan mati-matian mempertahankan investasi milik pengusaha J Riady itu.

Group FB Tolak Pemurtadan

Meskipun, berita tentang demo akbar umat Islam di Kota Padang, Kamis (28/11) yang menolak investasi RS Siloam dan Lippo Superblock diboikot nyaris oleh semua televise, media cetak dan media online nasional, namun hal itu tidak membuat para ulama dan Ormas Islam mati langkah dan kehilangan akal. Diduga berita tersebut tidak dimuat, karena nyaris semua media nasional di Indonesia dikuasai oleh non mulim.

Karena itu, selain memaksimalkan pemberitaan melalui beberapa Koran lokal yang selama ini masih tetap berimbang menyajikan pemberitaan tentang RS Siloam, MUI dan Ormas Islam juga memanfaatkan media sosial online berupa group facebook dengan nama “Umat Islam Sumatera Barat Bersatu Menolak Investasi Pemurtadan”.
Dalam kurun waktu beberapa hari saja pengikut group Facebook itu langsung membeludak. Jumlah anggota pengikut group tersebut telah mencapai puluhan ribu orang. Mereka berasal dari Sumatera Barat dan luar Sumatera Barat.

Di group ini pun diumumkan secara terbuka jumlah sumbangan yang terkumpul untuk keperluan aksi penolakan terhadap investasi RS Siloam dan Lippo Superblock.
Sumbangan yang terkumpul pun cukup banyak, mendekati angka Rp100 juta. Di group itu dijelaskan, sumbangan dapat dikirimkan ke rekening BRI Padang, atas nama Yeyen Kiram, No Rekening: 5474-01-005700-53-2. (berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: