Awang, Suku Laut dari Pulau Caros


Julius (Jefriandi) , Mirna, Awang Sabtu dan penulis

Julius (Jefriandi) , Mirna, Awang Sabtu

Lama juga kami tak bersua, dan lama pula tak mengunjungi Pulau Caros . Petang kemarin  aku hubungi pak Awang, Awang dari Pulau Caros, lelaki 50 an ini lebih dikenal dengan panggilan Awang Sabtu.  Rencana nak ke Caros, ada sedikit paket lebaran yang akan diserahkan. “Sekarang kami sudah 15 kepala keluarga ” ujar pak Awang melalui ponselnya. Dan tak lama kemudian masuk sms , tertera nama-nama kepala keluarga yang dimaksud. Salah satunya tertulis Jefriandi, suami dari Mirna.

Mirna anak perempuan pak Awang dari delapan bersaudara. Dan hanya Mirna pulalah anak pak Awang yang pernah bersekolah sampai kelas 3 Sekolah Dasar. Aku tahu persis  itu tulisan Mirna.  Agak terkesima sedikit membacanya,  seingatku nama suami Mirna adalah Julius, dan beragama Katolik. “Iya pak sejak masuk Islam, nama Julius diganti Jefriandi” tulis Mirna lagi.

Aku teringat 2 tahun yang lalu, Agustus tahun 2011,  persis bulan Ramadhan juga, kami mengunjungi Caros. Mirna, sudah menikah dengan Julius,  ketika menikah itulah Ia  berpindah agama mengikuti agama suaminya.  Acara kami di Pulau Caros, meresmikan pemakaian sebuah mushala kecil yang dibangun di perkampungan Suku Laut, tempat pak Awang menetap. Semua penduduk kampung itu adalah keluarga pak Awang.

Mukenah Untuk Mirna (silahkan klik dan baca)

Meskipun Mirna Katolik, dia hadir disitu. Karena kehadirannya itulah, Mirna pun mendapatkan sebuah mukenah, tentu atas persetujuan Julius suaminya. Dan kuminta Julius yang  memakaikan Mukenah itu kepada isterinya.  Saat itu terlihat mata pak Awang berkaca-kaca, Ia sangat terharu. Acap perihal Mirna yang berpindah agama ini diutarakannya kepadaku.

dua tahun yang lalu saat Mirna mencoba memakai Mukenah, waktu itu dia beragama Katolik

dua tahun yang lalu saat Mirna mencoba memakai Mukenah, waktu itu dia beragama Katolik

Awang Sabtu, menyadari betul kemampuannya tentang agama yang dianutnya, jangankan shalat, syahadat saja pun tak mampu diucapkannya. Dia adalah suku laut, yang tak pernah belajar tulis baca, hidupnya lebih lama diatas sampan, berpindah pindah dari selat ke selat, hampir semua teluk dilayarinya.

Awang muda menetap di Caros,  setelah ada Dapur Pembuat Arang Kayu. Meskipun dekat dengan Rempang Batam, awalnya kampung Caros  termasuk wilayah Tanjung Pinang.  Puluhan tahun menetap disitu, nyaris tak ada saudara muslim yang menjenguk dan mengajar  mereka tentang Islam.   Malah yang rajin datang dan rutin setiap hari minggu, adalah perahu bermotor yang membawa anak-anak pak Awang ke gereja yang ada di seberang pulau.

Buka Bersama

Petang, setelah keesokan harinya kami berjumpa,  pak Awang terlihat berpakaian rapi dan sangat gembira , sudah 6 bulan ini Mirna kembali ke memeluk Islam. Bukan Mirna saja, Juliuspun turut serta mendapat hidayah. Seorang lagi anak lelaki pak Awang yang sudah berkeluarga bernama Minggu dan isterinya, yang dulu rajin ikut perahu bermotor, setiap hari minggu ke gereja, pun mengucapkan syahadat bersama.

Rupanya petang itu pak Awang  sekeluarga di undang oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau ke Batam, untuk berbuka bersama.   “Iya kami tidur di Batam” kata pak Awang. “Tetapi tak semua kesana , ada Den dan Halimah ” jelas pak Awang lagi.

Pak Awang nak ngusulkan kepada pak Wagub agar dibuatkan satu rumah kecil untuk ustadz yang nak tinggal di Caros , “Jadi bolehlah, ade imam kami shalat di mushala kita itu” harap pak Awang lagi dengan logat melayunya. “Sekarang ni ade ustadz yang datang setiap hari sabtu dan minggu saje ketempat kami, tetapi pulang hari” jelas pak Awang

Insyaallah, semoga terkabul keinginan pak Awang Sabtu itu.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: