Berdakwah Dengan Sebuah Gunting Kuku


gunting kuku2
Tak ada data pasti berapa persent remaja yang tidak mengerti bahwa menggunting kuku adalah salah satu fitrah, yang sangat dianjurkan dalam Islam, disamping tentunya mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kumis.

Aat misalnya seorang pemuda 20 an , setiap kali kami bertemu, dia akan selalu tersenyum dan menunjukkan jari jari tangannya. Dua bulan yang lalu , kesepuluh jari tangannya masih memiliki kuku yang panjang. Kuku Aat terawat rapi, terlihat bersih, lebih satu centi meter panjangnya. Sementara kuku pada ibu jarinya terlihat lebih panjang lagi.
gunting kuku3
Dalam beberapa hadist ada disebutkan bahawa : “Perkara fitrah ada lima: Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak.” (H.R Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits shahih lainnya disebutkan bahwa perkara fitrah ada sepuluh, salah satunya adalah menggunting kuku. Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘Anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam memberi kami batas waktu untuk menggunting kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan, yaitu tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari.” (H.R Ahmad, Muslim dan Nasa’i, lafal hadits di atas adalah lafal hadits riwayat Ahmad).

Hadis inilah yang dibaca Aat sehingga dia rela menggunting semua kuku panjangnya. Disuatu Jumat, Aat yang kebetulan duduk satu shaf disampingku, menerima sebuah gunting kuku yang kusodorkan, terlihat agak berlinang matanya, saat mengerat keseluruh kuku-kunya itu.

Banyak pemuda sebaya Aat yang tak mengerti dan tak faham, tentang anjuran memotong kuku, dengan berbagai dalih, kuku kuku mereka dibiarkan panjang. “Susah menjaga kebersihannya” jelas KH Usman Ahmad Ketua MUI kota Batam menanggapi kuku panjang ini. “Apalagi saat istinjak, kotoran bisa nyelit dan tersisa di celah kuku panjang itu” tambahnya lagi.

Entah karena kebiasan memperhatikan kuku pelajar yang bersekolah di tempat kami, kemana pergi InsyaaAllah kami, tak pernah lupa membawa sebuah gunting kuku. Gunting kuku ini pula acap dipakai para jamaah shalat jumat sebelum berwuduk.
Murid disekolah kami, yang sudah balig, ratusan jumlahnya, terutama pelajar putrinya, paling suka berkuku panjang. Gunting kuku itu nyaris tak pernah henti bekerja.

Sementara itu, dari hasil wawancara kami kepada puluhan pemuda, sebagaimana bunyi hadis diatas, hanya sekitar 25 persent mereka melaksanakan anjuran mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak.

Yang pernah mendengar dan pernah tahu kalau ada anjuran seperti itu, tapi tidak melaksanakan, sekitar 50 persen

Dan yang tak tahu dan tak pernah melaksanakan , lebih banyak lagi. “Gatal pak” alasan mereka. Lha kan pernah dipotong dan dicukur. “iya , tapi bukan karena tahu kalau itu anjuran dan ada waktunya pula” jawab salah seorang yang kami wawancarai . “Dan itu dilakukan (mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak) , sudah tak ingat entah berapa tahun yang lalu” jawab yang lainnya pula.

Begitulah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: