Shalat Tapi Nampak Aurat


563616_563054493708626_1473750461_n
Saat shalat di sebuah masjid di bilangan Nagoya Batam, persis di depan Buletin Jumat (BJ) ada seorang pemuda sedang shalat sunat . Pemuda yang cukup besar perawakannya itu memakai celana panjang dan kaos. Sayangnya saat pemuda itu rukuk, kaos yang dipakainya menyingkap keatas dan celananya pula tertarik kebawah. Terlihat lah belahan punggungnya dari belakang. Singkapan itu menjadi lebih melebar nyaris belahan pantatnya terlihat, saat waktu sujud.

Pakaian seperti itu (celana dan kaos) acap dan banyak dipakai pada saat shalat oleh kaum lelaki, tak kira remaja, pemuda bahkan orang tua sekalipun. Bahkan pakaian semacam itu banyak juga dipakai pada saat shalat Jumat.

Celana dengan pinggang model dibawah pusat dan kaos yang menyingkap pada saat rukuk apatah lagi saat sujud , menjadi trend dipakai saat kini.
Selesai shalat, pemuda itu BJ hampiri , dan memberitahukan bahwa kaos yang dikenakannya tadi tersingkap dan nyaris belahan punggung nya yang masih batas aurat terlihat.

Beberapa temannya ikut nimbrung, ternyata mereka tergabung di dalam Pemuda Remaja Masjd Jabal Arafah, yang memang sengaja datang shalat di masjid itu. Diskusi makin lancar membahas masaalah aurat. Kegiatan diskusi kelompok pemuda remaja masjid semacam ini, sudah jarang dilaksanakan.

BKPRMI

Tidak semua masjid di Batam mempunya kelompok Pemuda Remaja Masjid . Di Indonesia, organisasi pemuda remaja masjid seperti BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda remaja Masjid Indonesia), semasa dibentuk dahulu tahun 1977, peranan BKPRMI ini , cukup berperan di kanca Nasional. Masih ingat salah seorang ketuanya yang hingga kini berkiprah di kanca Nasional adalah Idrus Marham.

Remaja masjid adalah perkumpulan pemuda masjid yang melakukan aktivitas sosial dan ibadah di lingkungan suatu masjid. Dan perlu diingat bahwa penting pembagian tugas dan wewenang dalam remaja masjid termasuk dalam golongan organisasi yang menggunakan konsep Islam dengan menerapkan asas musyawarah, mufakat, dan amal jama’i (gotong royong) dalam segenap aktivitasnya.

JPRMI (Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia), tahun berdiri 2003). Dan perbedaan antara Pemuda dan Remaja adalah terletak faktor usia seperti kalau Pemuda berusia antara 25 – 40 tahun, dan dituntut telah Mampu menjadi Imam dan Khatib Salat Jama’ah, serta memiliki kemampuan manajerial secara fiqud Dakwah Islamiyah.

Sementara bila Remaja, berusia antara 15 – 25 tahun, dan hanya mampu menjadi Muadzin dan pembaca Acara Hari Besar Islam serta hanya mampu membantu manajerial Dakwah dalam upaya memakmurkan Masjid.
Kegiatan Pemuda dan Remaja Masjid

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan para pemuda dan remaja yang bergabung dalam Jaringan dan Badan Kontak ini. Kegiatan Olah Raga misalnya. Apatah lagi bagi masjid yang mempunyai halaman luas. Banyak pula kita lihat dan temui masjid-masjid besar di Batam tidak mempunyai kegiatan Pemuda dan Remaja. Entah apa masaalahnya.

Peranan Dewan Masjid sebagai induk organisasi yang membawahi BKPRMI, nyaris tak terdengar suaranya lagi. Contoh pemuda yang memakai celana dan kaos saat shalat sebagaimana tulisan diatas tadi, ternyata adalah seorang ketua remaja masjid. Diskusi singkat tentang menutup aurat, sangat terkesan baginya dan teman – temannya.

Diskusi singkat bisa dilaksanakan bakda shalat yang tidak memakan waktu lama, bila para pemuda dan remaja telah mempunyai wadah dan kegiatan yang terencana.

Wahai para pengurus masjid, mari kita rangkul mereka, ajak mereka untuk memakmurkan masjid.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: