Warga Cacat dan Tua Singapura : Tak menghalangi Mereka Beraktifitas


SONY DSC

“Panggil saja kak Isa” ujar perempuan tua itu bersemangat. Kami bertemu di Muhammadiyah Health and Day Care Center (MHCC) . Di teras bangunan yang terletak di di Blok 10 Eunus Crescent #01-2711 Singapura ini , kak Isa mengenalkan dirinya.

Kami melangkah masuk ke dalam ruangan bangunan milik Muhammadiyah itu , terlihat kaki kanannya menyeret bila berjalan.

Di dalam ruangan sudah menunggu belasan orang , ada yang berkursi roda, ada yang memakai tongkat. Memang MHCC , atau kerap dipanggil Jagaan Siang ini didirikan sebagai upaya bersama antara Departemen Kesehatan Singapura dengan Muhammadiyah Singapura , yang menyediakan berbasis komunitas kesehatan, tempat penitipan dan program rehabilitasi untuk penderitaan warga tua , pasca stroke, penyakit Parkinson, pasca amputasi, arthritis dan rematik.

Hanya saja pusat rehabilitasi ini digunakan oleh Muhammadiyah Singapura dari hari senin hingga hari Sabtu saja. Dan hari Ahad tidak ada kegiatan. Nah hari Ahad (2/12) yang lalu, Buletin Jumat (BJ) berkesempatan ke pusat Jagaan Siang bagi warga tua itu.

“Kami diberikan oleh Muhammadiyah memakai gedung ini “ ujar kak Isa lagi. “Tak berbayar, tapi kami bagi sedikit untuk uang api” kata kak Isa sambil berjalan mengenalkan BJ ke jamaah yang hadir.

SONY DSC

Kak Isa lahir 71 tahun yang lalu, dia masih terlihat sehat diusia senjanya. Menurut penderita polio sejak usia dua tahun ratusan anak seusianya menderita polio di Singapura, saat itu, “Belum ada imunisasi polio” kata kak Isa menjelaskan.

Aktifitas masa remaja dilewatkan dengan jalan terpincang- pincang , karena kaki kanannya mengecil dan tak dapat dipergunakan. Sebagai remaja perempuan, tentulah menjadi beban kejiwaan tersendiri,  tetapi tak membuat kak Isa menjadi minder. Bahkan, kak Isa adalah atlet Boling yang mumpuni di Singapura.

Seakan tak mau berhenti kak Isa terus bercerita kepada BJ , bagaimana kisah cintanya dengan seorang pria , meskipun tahu kalau kak Isa cacat, pria itu tetap mencintai kak Isa. Kak Isa pun menikah diusia 29 tahun. Dari hasil perkawinannya kak Isa dikarunia tiga orang anak.

Sambil bercerita, tetamu kak Isa terus saja berdatangan, tiga orang yang memakai tongkat , datang menghampiri kak Isa, terlihat ingin berjabat tangan. Mereka semua tuna netra. Ada perasaan hiba melihatnya , mereka hanya mendengar suara kak Isa saja .

Club yang ditaja oleh kak Isa ini , hanya bertemu sepekan sekali di hari Ahad saja, ada pengajian dan berbagi pengalaman, bersimbang – simbang sesame anggota warga tua . Tetapi ada juga terlihat beberapa orang yang masih muda, tetapi semua cacat.

Pak ustadz yang akan mengisi ceramah belum datang lagi, untuk mengisi waktu, kak Isa menyanyi , sambil menari , kak Isa pun tertawa-tawa melihat BJ memperhatikan kakinya. Kaki kecil karena polio yang kini sudah ditopang dengan besi, dibawa menari tentulah beda.

Kalau di Malaysia , usia diatas 60 tahun dipanggil warga emas. Di Indonesia , KTP mereka seumur hidup. Anggota club kak Isa , bukan lah semua orang – orang jompo yang tak dapat mengurus dirinya sendiri. Di Jagaan Siang itu tidak ada yang tidur atau menetap di gedung MHCC . Mereka kesitu hanya siang hari saja, itu sebab agaknya disebut Jagaan Siang bagi warga senior (tua).

SONY DSC

Di Batam pun kini sudah banyak warga tua, usia diatas 60 tahun. Setelah pensiun misalnya, apa yang akan dikerjakan? Siapa pula yang akan mendengarkan cerita yang berulang – ulang?. Duit pensiunan ada. Kalau ada Taman Kanak-Kanak, agaknya kita perlu pikirkan juga untuk membuat Taman Orang-Orang Tua.

Tengah hari itu BJ pamitan kepada kak Isa, dan tak lupa mengajak anggota club kak Isa untuk datang ke Batam. Bukan main senang kak Isa atas undangan BJ itu. Sampai jumpa lagi di Batam kak Isa. Meskipun cacat dan usia telah tua, tak membuat mereka harus dikasihani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: