Sop Ikan Gabus Jantung Pisang


salah satu perbatasan Vietnam dengan Kamboja

salah satu perbatasan Vietnam dengan Kamboja

Dari Perjalanan 3 pekan ke Beberapa Negara Asean

Raja Norodom Sihanok agaknya tak sempat melihat bangunan tinggi yang kini sedang tumbuh pesat di negaranya, dua tahun yang lalu nyaris tak terlihat gedung tinggi lebih dari 6 tingkat. Bertahun menderita sakit dan dirawat di negeri orang, Raja yang sudah menyerahkan tahta kepada anak lelakinya itu wafat awal Oktober 2012 yang lalu.

Phnom Phen kini sedang berbenah, dua tahun yang lalu saat Buletin Jumat (BJ) mengunjungi negara Kamboja itu, tak berlaku bagi warga negara Indonesia bebas visa, meskipun sesama negara Asean, namun sejak awal 2012, bagi WNI perlakuan sama yaitu bebas visa sama seperti kita masuk ke Malaysia.

Berpikir dua kali kalau kita dari Phnom Phen jalan darat ke Vietnam terus kembali lagi ke Phnom Phen , akan dikenakan duakali pembayaran visa. Lumayan mencapai 30 – 50 US dollar

September 2012 yang lalu BJ, kembali mengunjungi Phnom Phen, kali ini berangkat dari Thin Yinh kota yang terletak di Barat Vietnam, kota ini berbatasan langsung dengan Provinsi Kampong Cham di Kamboja, Border (perbatasan) ini baru saja dibuka dan diresmikan, oleh kedua negara yang bertetangga itu.

Jalanan menuju imigrasi Kamboja masih berlumpur, karena musim hujan dan belum selesai diaspal lagi, BJ, bersama ustadz Abdullah asal dari Kampong Champa yang datang menjemput BJ di Thin Yinh, berjalan kaki melalui kedua border itu.

Ada sembilan Border banyaknya pintu masuk dan ke kedua negara itu, sama dengan Border Thin Yinh Vietnam – Kampong Champa Kamboja ini, ditemukan tempat perjudian. Border yang hanya dibatasi kebun ubi yang cukup subur itu, terasa kontras melihat bangunan yang ada disebelah Vietnam dengan yang ada disebelah Kamboja.

Memasuki Kamboja , kita akan melihat sebuah masjid kecil yang sudah usang, sementara tadi saat meninggalkan Vietnam kita melihat bangunan Casino yang cukup lumayan besar.

Di Thin Yinh Vietnam banyak bermukim warga Vietnam yang muslim, di kota itu terdapat tidak kurang 7 masjid besar dan kecil. Sementara di Kampong Champa, adalah penduduk muslim yang terbanyak di Kamboja , konon kemarilah sebagian besar muslim champa dari kerajaan Islam Champa dulu hijrah saat kerajaan yang salah seorang putrinya itu menikah dengan Raja Mojopahit dianeksasi oleh Vietnam yang dibantu oleh China.

Pagi itu setiba di kampung Champa, BJ disuguhin makanan khas Kamboja , berupa sop ikan. Sop ikan ini dicampur dengan irisan jantung pisang, sementara ikannya sejenis ikan rawa, ada yang menyebutnya ikan gabus atau badau. Irisan jeruk nipis menambah segar rasa sop ikan jantung pisang ini.

Dua tahun yang lalu saat BJ berkunjung ke Kampong orang-orang Champa yang masih tetap dapat berbahasa melayu ini, keadaannya masih tetap sama nyaris pula tak ada perubahan yang berarti, jalan masih tetap becek dan tak beraspal, genangan air dibawah rumah panggung berlumut dan berwarna hijau masih dominan. Tidak seperti tempat lain dan daerah lain yang pesat perkembangannya. Ustadz Abdullah hanya tersenyum menanggapinya.

Esok harinya kami dari Kampong Champa menuju Phnom Phen, Istana Raja masih seperti dulu namun kini, kenderaan tidak dibenarkan lagi melalui jalan yang ada didepan Istana. Bunga Kamboja masih dominan menghiasai batas jalan raya. Tidak jauh dari Istana Raja berbelok arah ke Timur akan di temui satu bangunan Masjid yang kini sedang di renovasi total. Itulah masjid Besar Phnom Phen, terkadang orang menyebutnya masjid Dubai, karena semua biaya pembangunannya di tanggung oleh pihak Dubai.

Imam Achmad yang biasanya tinggal di rumah samping masjid kini tinggal di ruko yang tak jauh dari masjid itu, di ruko itu pun tersedia makanan halal. Entah kebetulan menu yang ada ternyata adalah sop ikan, dan bercampur dengan jantung pisang pula.

Agak terkaget kaget sedikit keesokan harinya saat buang air besar , tinja berwarna hitam legam.
Kalau anda dalam waktu dekat ini berkunjung ke Phnom Phen, anda masih sempat melihat Jenazah Raja Norodom Sihanok yang masih disemayamkan di Istanyanya , selanjutnya dibalsem?.
Dan jangan lupa menyantap sop Ikan Gabus Jantung Pisang, pasti ketagihan dan tak usah kaget kalau yang dikeluarkan keesokan harinya berwarna hitam……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: