MUSLIM ROHINGYA DI MYANMAR


Selamatkan Muslim Rohingya Burma

Selamatkan Muslim Rohingya Burma


Perbincangan dengan KBRI Myanmar di Yangon .

Tengah hari senin (23/07) sekitar pukul 14.33 wibb, melalui telpon sambungan internasional :

Rencana jika diizinkan Allah SWT bulan Haji tahun 1433 H mendatang , kami merencanakan ibadah qurban di Rakhine, satu negara bagian Myanmar. Nyaris berita kezaliman terhadap muslim Rohingya tak terekspos ke luar. Untuk persiapan pelaksanaan Qurban tersebaut kucoba menghubungi Kedutaan Besar RI di Yangon. Di Nomor 01017 951 254 465 .

Suara seorang perempuan menyambut teleponku.
“Iya , sambungkan saja kebagian konsuler visa servise ” jawabku kepada resevsionis KBRI Myanmar di Yangon yang tak dapat berbahasa Indonesia itu. Terdengar suara seorang perempuan dalam bahasa Indonesia, “Iya dengan Rika disini, hem… baru lima bulan bertugas di KBRI Yangon” jawab bu Rika dari seberang sana menjawab pertanyaanku. selanjutnya bu Rika menjelaskan : “belum , belum pernah ke Rakhine, sulit mau kesana, harus memenuhi beberapa syarat yang terlebih dahulu diajukan oleh Kemlu. Kalau sampai Yangon saja tak jadi masaalah.
Itupun kami mohon dengan sangat – sangat applay visa dulu di Keduataan Myanmar di Jakarta.” pintanya ber wanti – wanti

Sebenarnya Aku beberapa kali masuk ke wilayah Myanmar. Dari pengalaman lewat laut, yang berbatasan dengan Thailand, sebenarnya tidak lah mudah bagi pemegang pasport hijau seperti saya ini yang warga negara Indonesia, agak berbeda perlakuan mereka terhadap warga negara Thailand terutama yang ber agama Budha. Apalagi urusannya yang menyangkut sosial keagamaan. Kalau urusan Bisnis tak jadi masaalah.

Disamping harus mengeluarkan beberapa puluh dollar US untuk biaya masuk, pasport kita pun ditahan oleh pihak imigrasi, kita hanya diberikan secarik kertas yang dicap dan distempel oleh imigrasi border setempat. Kertas selembar itulah pengganti pasport yang nantinya akan kita kembalikan saat hendak pulang.

Pernah juga kami diizinkan menetap selama 5 hari, dengan catatan tidak boleh pergi jauh ke luar kota lebih dari 5 kilometer. Dan harus tidur di Hotel, berani jauh lebih dari batas yang ditentukan, resiko tanggung sendiri. Hal itu tertuang dalam surat pernyataan yang harus kami tanda tangani.

Myanmar atau lebih dikenal dengan Burma ini adalah salah satu Negara di Asean yang tidak mengakui bahwa Muslim Rohingya adalah warga negaranya sendiri walaupun mereka sudah bergenerasi – generasi tinggal di bumi Rakhine itu … bahkan Perdana Menterinya sendiri mengatakan akan mengusir Muslim Rohingya dari bumi Myanmar yang mayoritas Budha itu. Sunggu sangat Zalim mereka para Budha itu menindas Muslim Rohingya

Banyak kisah sedih yang mereka alami, apalagi disaat bulan ramadhan seperti sekarang ini. Rumah dibakar. Perampasan harta benda. Tak tahu mana tentara dan mana yang menyaru jadi tentara.

” Siapa yang sudah datang ke Rakhine bu” tanyaku lagi
“Ada, baru baru ini, kalau tak salah Sekjen Amal Zakat” lanjut bu Rika Staf KBRI Yangon itu. “Datang dengan VOA (Visa On Arraival-red)…. “ya kami harus ke Bandara mengurusnya” ujarnya lagi. Karena pihak imigrasi Bandara Yangon, kecuali tiga hal tak mengizinkan WNI masuk kesana. “Mereka tidak ke Rakhine hanya sampai di Yangon saja” jelas bu Rika lagi dengan ramah.

“Ini masalah sensitive pak” kata bu Rika. ” Kalau mau ada donasi , sudah ditentukan no rekening yang menerimanya, itu yang saya baca di koran Lokal” kata bu Rika Lagi. Menjawab pertanyaanku tentang bantuan yang mungkin akan diserahkan ke korban keganasan kaum Bhuda Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Rakhine.

Lebih 30 menit kami berbicara, dan terakhir : “hem hem iya saya sedang berpuasa” jelas bu Rika , cuma pak Duta Besar, Sebastianus Sumarsono tidak puasa.” jawab bu Rika terdengar tawa kecilnya melalui sambungan telpon siang hari itu.

Ya Insyaallah kami akan kesana.

3 Tanggapan

  1. kesiannya Ya Allah.. dimanakah perikemanusiaan….

    Suka

  2. Ya Allah Lindungilah umatku yang lagi dalam kesusahan…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: