Surau – Surau Kecil Ditempat Kami


MUSHALA TAQWA AIR LINGKA TANJUNG.

merentas semak ke lokasi mushala

merentas semak ke lokasi mushala

Adalah Azman penduduk Kampung Baru Galang Baru yang memberitahukan kepada kami bahwa di kampung  Air Lingka Tanjung itu ada penduduk yang masih beragama Islam.  “Sekitar 5 kepala keluarga” sebut Azman ketika itu.

Tak mudah mendapatkan setapak tanah untuk mendirikan mushala disitu. Kami perlu bersabar, karena sang empunya lahan yang telah meninggal belum membagikan kepada waris nya. Salah seorang waris dari pemilik lahan,  kebetulan baru masuk Islam , pak Ali namanya. Dia lah yang menghibahkan lahan untuk mushala itu.

anak - anak kampung air lingka tanjung

anak - anak kampung air lingka tanjung

Air Lingka Tanjung masuk kelurahan Galang Baru kecamatan Galang. Dari Batam setelah jembatan enam (6), belok ke kiri sekitar 2 kilometer jalanan beraspal mulus. Tetapi untuk ke lokasi mushala belum ada jalan dan harus meretas semak belukar. Mayoritas penduduknya adalah nelayan dan sebagian besar dari suku laut.

Sukul Laut ini dulu Nomaden (hidup berpindah pindah diatas sampan) , sekitar 20 tahun yang lalu mereka mulai bermukim di kampung Air Lingka Tanjung itu.

Lahan Mushala

belajar wuduk

belajar wuduk

Tak mudah pula untuk membawa material ke lokasi tapak Mushala Kecil di Air Lingka Galang ini, apalagi tak ada pula tukang yang bersedia mengerjakan pembangunan mushala itu dengan harga yang standar. Karena memang anggaran yang ada tak terlalu besar. Jadilah hampir setahun lamanya mushala yang berukuran 5 x 5 meter  itu baru bisa di tempati.

hampir setahun pembangunannya baru selesai

hampir setahun pembangunannya baru selesai

Tepat tanggal 17 Ramadhan 1432 H yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2011 hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 66 yang baru lalu,  Mushala yang kami beri nama Taqwa itu, kami tempati untuk shalat Ashar berjamaah dengan masyarakat kampung Air Lingka yang Islam.

Mushala sudah siap dan telah dapat dipergunakan, tetapi tak seorang pun dari penduduk muslim dewasa disitu yang dapat memimpin shalat, menjadi imam.  Pak RT Air Lingka Tanjung, pak  Husein – ke RT annya belum disahkan oleh Lurah Galang Baru,  Lurah Iskandar – hanya tersenyum saat didaulat menjadi imam shalat.

dulu namanya Aweng kini Samsudin salah seorang mualaf di kampung itu, mengharapkan ustadz yang dapat mengajari mereka tentang Islam

dulu namanya Aweng (berbaju putih) kini Samsudin salah seorang mualaf di kampung itu, mengharapkan ustadz yang dapat mengajari mereka tentang Islam

Sementara ibu-ibu yang hadir pada saat itu mengharapkan adanya sumbangan buku Iqra untuk anak anak mereka. “Kalau boleh sekalian dengan ustadz nya” ujar mereka. Bolehlah mengajari mereka tentang Islam.

Mudah mudahkan harapan suku laut muslim yang mendiami pinggir laut kampung Air Lingka Tanjung itu dapat terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: