Medan Menangis Masjid Di Bongkar Paksa


Imam dan Khatib Masjid Raya Medan Jumat 3 Juni 2011

Imam dan Khatib Masjid Raya Medan Jumat 3 Juni 2011

Jumat 3 Juni 2011  yang lalu, selepas shalat di Masjid Raya Medan, kami langsung bergegas ke jalan Timor. Kalau dulu jalan Timor bagi masyaraakat Medan terkenal dengan Rumah Sakit Jiwa nya, tetapi dalam dua bulan terakhir ini, jalan Timor acap menjadi sebutan karena Masjid Al Ikhlas yang berada di jalan itu di bongkar paksa.

Imam dan Khatib Masjid Raya Medan Jumat 3 Juni 2011

Jamaah tetap melaksanakan shalat Jumat di bekas reruntuhan masjid Al Ikhlas

“Ini adalah Shalat Jumat yang kelima kami laksanakan, setelah masjid di bongkar” ujar pak Ujang pedagang buah yang masih berada disitu saat kami datang. Seorang ibu yang juga berjualan buah-buahan persis di depan pagar lokasi masjid Al Ikhlas yang dibongkar paksa itu menjelaskan kalau prosesi shalat itu dilaksanakan di tengah jalan. “khatib dan Imamnya di jalan itu” kata sang ibu pedagang buah tadi. Sembari menunjukkan posisi berdirinya Khatib.

“Tak sebanyak jumat lalu, mungkin karena kantor pada tutup.” sambung pak Ujang lagi. Karena hari Jumat (3/6) kebetulan adalah hari libur bersama.

Intimidasi

Masjid Al Ikhlas, Medan, memang telah dihancurkan oleh aparat TNI dari Kodam I Bukit Barisan. Namun, intimidasi yang dialami oleh para pembela Masjid Al Ikhlas serta Jamaah Masjid tersebut ternyata belum berhenti.

Ancaman-ancaman melalui telepon juga dialami oleh fungsionaris FUI Medan.  Pada hari ini, Jumat 10 Juni 2011, Jamaah Masjid Al Ikhlas kembali mendapat intimidasi dan hambatan dari pihak yang tak bertanggung jawab. Yakni dengan disebarkannya kotoran manusia, lembu, bangkai tikus, serta telur busuk tepat di Jalan Timor beberapa saat sebelum Sholat Jumat dilaksanakan.

”Kita yakin bahwa ini hanyalah bentuk intimidasi dan provokasi agar kita semakin marah dan berbuat anarkis,” kata Ustadz Indra Suheri. ”Namun, kita tidak akan melakukan hal tersebut. Sebab, kita komit bahwa perjuangan kita tetap di jalur hukum.”

Kotoran lembu, bangkai tikus, dan telur busuk dibiarkan sampai perwakilan ormas Islam hadir. Mereka memberi kesempatan kepada wartawan untuk mengambil gambar untuk bukti dokumentasi. Mereka kemudian membuang serta membersihkan kotoran dan bangkai tersebut.

Pelaksanaan shalat Jumat tetap berjalan lancar dengan Ustadz Musa Abdul Ghani, Ketua Hizbut Tahrir Sumatera Utara, sebagai khatibnya.

Jumat Ketujuh

masjid al ikhlas sebelum di bongkar

masjid al ikhlas sebelum di bongkar

Masih terbayang tempat Imam dan Khatib yang di lumurin kotoran, karena sebagian besar kotoran itu disebarkan di tempat biasanya Imam dan Khatib berada.

Hari ini Jumat (17/6) berarti adalah prosesi shalat jumat yang ketujuh mereka mengadakan shalat jumat berjamaah di jalan bekas reruntuhan masjid Al Ikhlas itu.

Meskipun Wakil asisten intel Kodam I BB, Letkol Hendrawan, sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu-menahu dengan tindakan pembuangan kotoran di Jalan Timor itu. “Untuk apa? Kami anggap soal Masjid Al-Ikhlas itu sudah selesai,” kata Hendrawan.

Hendrawan sebaliknya menilai tindakan jamaah yang melakukan shalat Jumat di lokasi bekas Masji Al Iklhas itu tidak tepat. Karena, menurut Hendrawan, sekitar 150 meter dari lokasi runtuhan Masjid Al Ikhlas itu ada masjid yang bisa digunakan untuk shalat jamaah. Masjid itu dibangun oleh pihak Kodam-I Bukit Barisan.

“Menurut yang kami ketahui dari kaum ulama, kalau tidak ada hal yang mendesak, itu tidak boleh shalat Jumat di tempat terbuka seperi itu,” katanya.

Masjid Nurul Hidayah

Informasi yang diperoleh sebagaimana isi khotbah Jumat di Masjid Raya Medan pada 3 Juni 2011 yang sempat kami hadiri, karena kebetulan kami berada di Medan, selama tahun 2010 hingga ke akhir Mei 2011 tak satu pun Masjid yang berdiri di Medan, sementara masjid yang di bongkar untuk perumahan mewah,  perkantoran  dan pusat bisnis yang tercatat 3 buah, termasuklah masjid Al Ikhlas di Jalan Timor.  Sementara pada priode yang sama hampir 50 buah rumah ibadah  non muslim berdiri di Medan

Satu lagi Masjid yang menanti “akan di bongkar”  adalah masjid Nurul Hidayah yang terletak di jalan Pancing Medan. Masjid ini tak jauh letaknya dari Gedung Serba Guna Medan yang sedang di kerjakan. Dan masih diseputaran Universitas Medan (UNIMED).

Di depan halaman masjid Nurul Hidayah itu terbentang sepanduk minta dukungan, puluhan hektar tanah bekas perkebunan tembakau Deli yang terkenal itu telah di bebaskan. Jadilah masjid  yang di tunggui beberapa orang mahasiswa yang tergabung dalam HMI itu terlihat terpencil di tengah lapangan luas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: