Makam Tengku Amir Hamzah di Langkat


TUHANKU APATAH KEKAL?

Tuhanku , suka dan ria
gelak dan senyum
tepuk dan tari
semuanya lenyap, silam sekali.

Gelak bertukar duka
suka bersalinkan ratap
kasih beralih cinta
cinta membawa wangsangka…

Junjunganku apatah kekal
apatah tetap
apakah tak bersalin rupa
apatah baka sepanjang masa…

Bunga layu disinari matahari
makhluk berangkat menepati janji
hijau langit bertukar mendung
gelombang reda di tepi pantai.

Selangkan gagak beralih warna
semerbak cempaka sekali hilang
apatah lagi laguan kasih
hilang semata tiada ketara…

Tuhanku apatah kekal?

Sepenggal sajak karya pujangga Tengku Amir Hamzah, dari kumpulan sajak Buah Rindu.

Awal bulan Juni 2011 yang baru lalu berkesempatan mengunjungi Langkat Tanjung Pura. Mampir di Masjid Azizi yang cukup indah itu. Masih sempat ikut shalat Juhur disitu.

Berangkat dari Medan sekitar pukul 9 pagi, berdua dengan Irwan berkenderaaan melalui jalan perkebunan Kebun Lada Kabupaten Langkat. Kami lalui Kuala Begumit tempat wafatnya Tengku Amir Hamzah. Tengku Amir Hamzah, tidak hanya diakui menjadi penyair besar pada zaman Pujangga Baru, tetapi juga menjadi penyair yang diakui kemampuannya dalam bahasa Melayu-Indonesia hingga sekarang.

Di tangannya Bahasa Melayu mendapat suara dan lagu yang unik yang terus dihargai hingga zaman sekarang.

Tengku Amir Hamzah terbunuh dalam Revolusi Sosial Sumatera Timur yang melanda pesisir Sumatera bagian timur di awal-awal tahun Indonesia merdeka. Tengku Amir Hamzah dimakamkan di pemakaman Masjid Azizi, Tanjung Pura, Langkat. Ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.

Makam Bangsawan Melayu (Kesultanan Langkat) ini terawat dengan baik. Di batu nisannya tertulis

Biarlah daku tinggal disini.
Sentosa diriku di sunji sepi.
Tiada berharap tiada berminta.
Djauh dunia disisi dewa.


Masjid Azizi Tanjung Pura Langkat

Selalu bila ke Medan, sengaja mestilah aku harus mampirkan ke masjdi Azizi di Langkat Tanjung Pura yang megah itu untuk shalat, dan ziarah ke makam yang ada di lingkungan masjid.

Dari Medan ke Tanjung Pura sekitar 2 jam perjalanan, biasanya dari Langkat perjalanan kulanjutkan ke Besilam (Babussalam), sekitar 4 kilometer jauhnya, disitu terdapat tempat Tarekat yang cukup terkenal di Nusantara, Tarekat Naqsabandiyah namanya. Tuan Guru Syehk Abdul Wahab Rokan adalah pendirinya. Yang juga di panggil Tuan Guru Besilam.

Bagiku selain silaturrahim ke yang masih hidup, aku juga acap mengunjungi pusara ayahanda tercinta, yang dimakamkan sejak tahun 1959 yang lalu, di kompleks pemakaman Tuan Guru Besilam itu.

4 Tanggapan

  1. Kapan-kapan ajak saya keliling Kak.

    Suka

  2. Mesjid Raya Azizi, sebuah mesjid yang Agung di kota Tanjung Pura Langkat, setiap kami saya dan orang tua mau ke Pangkalan Brandan akan singgah di kota bersejarah Tjg. Pura Kabupaten Langkat era tahun-70’an. Dan tahun 2005’an, saya sering singgah di Masjid Azizi untuk sholat Dzuhur, Ashar dan Maghrib jika meliwati kota ini. Dan juga menyempatkan sholat untuk para aulia yang dimakamkan diarea Masjid Azizi. Semoga semua warga Tanjung Pura turut memelihara Madjid Azizi yang dibanggakan masyarakat Langkat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: